Mau jadi Masinis Kereta Api? Yuk, Simak Daftar Pilihan Sekolahnya

Salah satu pekerjaan yang mulia dalam bidang transportasi tentu sangat diapresiasi masyarakat. Apalagi pekerjaan yang satu ini dituntut untuk selalu fokus disetiap perjalanannya yang panjang dengan durasi waktu yang tidak sedikit. Pekerjaan yang tentunya sangat diinginkan masyarakat apalagi yang memiliki hobi yang bergelut dibidang transportasi, yaitu masinis kereta api.

Sebagai seorang masinis tentu saja masih menjadi salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati di Indonesia. Tak hanya memiliki peran penting dalam sistem transportasi nasional, masinis juga dikenal sebagai profesi dengan karier yang jelas dan kesejahteraan yang baik.

Tugas masinis yang utama adalah mengendalikan dan memastikan keamanan perjalanan kereta. Dalam menjalankan tugasnya, seorang masinis perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mendalam mengenai kereta api serta peraturan keselamatan yang berlaku. Selain itu, seorang masinis juga bertanggung jawab untuk memastikan keadaan teknis kereta dalam kondisi yang baik. Sebelum memulai perjalanan, sudah menjadi tugas masinis untuk melakukan pemeriksaan terhadap rem, sistem pengereman, serta kondisi mesin kereta lainnya.

Nah, di Indonesia, ada beberapa perguruan tinggi yang menjadi pilihan pendidikan bagi calon masinis. Berdasarkan informasi dari Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), terdapat empat institusi pendidikan yang dapat menjadi pilihan sekolah masinis. Berikut ini daftar pilihan sekolah masinis yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Politeknik dan Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
Berlokasi di Jalan Tirta Raya, Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Politeknik dan Perkeretaapian Indonesia (PPI) telah berdiri sejak 2009. PPI Madiun merupakan institusi yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dan secara khusus bergerak untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian.

PPI menawarkan sejumlah program studi yang berfokus pada perkeretaapian dengan jenjang D-3. Prodi D-3-nya antara lain Teknologi Elektro Perkeretaapian (TEP), Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian (TBJP), Teknologi Mekanika Perkeretaapian (TMP), dan Manajemen Transportasi Perkeretaapian (MTP).

2. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi
PTDI-STTD merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan yang berfokus yang menyelenggarakan pendidikan di bidang transportasi darat. Salah satu program studi yang relevan bagi calon masinis adalah D-3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian.

Mahasiswa akan mempelajari berbagai hal mengenai penyelenggaraan dan pengelolaan transportasi perkeretaapian. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) atau yang kini bernama Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTTD) berada di Jalan Raya Setu No.89, Cibitung, Kab. Bekasi, Jawa Barat.

3. Fakultas Teknik Transportasi dan Logistik (FTTL) Trisakti
Merupakan perguruan tinggi yang menyediakan program studi terkait sistem, manajemen, dan teknik perkeretaapian. Program S-1 yang memiliki relevansi terhadap perkeretaapian antara lain Manajemen Transportasi Perkeretaapian dan Teknik Perkeretaapian. Mahasiswa mempelajari regulasi, manajemen operasional, infrastruktur rel, hingga teknologi perkeretaapian modern.

Untuk menjadi masinis, mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan khusus melalui rekrutmen resmi dari perusahaan operator kereta api hingga memperoleh sertifikasi resmi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Lokasi FTTL Trisakti di Jalan IPN No.2, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur.

4. Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung
Institut ini juga menyediakan program studi teknik perkeretaapian yang fokus pada pengembangan transportasi darat, terutama kereta api. Program ini dirancang untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi nasional yang masif. ITERA merupakan perguruan tinggi negeri yang memiliki berbagai prodi yang relevan dengan teknologi dan rekayasa.

Program kurikulum ITERA tidak hanya membahas aspek teknis kereta api, tetapi juga mencakup teknologi transportasi masa depan. Lulusan dari sekolah ini memiliki bekal kuat bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan karier sebagai masinis profesional. ITERA berada di Jalan Terusan Ryacudu, Lampung Selatan, Lampung.

Perlu diingat, Setelah menempuh pendidikan, calon masinis tetap perlu mengikuti proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, sertifikasi, serta tahapan pengujian sesuai ketentuan yang berlaku. Pastinya keempat sekolah yang disebutkan, bisa jadi informasi awal untuk mengenali jalur pendidikan menuju profesi masinis.

Kenali Pekerjaan Paling Penting di Kereta Api Indonesia, Kira-kira Apa Saja? Yuk, Simak Rangkumannya

Bawa Powerbank saat Naik Kereta Api? Ssstt, Ada Imbauan dari KAI

Dalam melakukan perjalanan tentunya saat gunakan kereta api ada hal penting yang selalu digunakan. Ya, masyarakat pada umumnya selalu gunakan ponsel saat beraktivitas dimana pun termasuk saat perjalanan kereta api. Meskipun disediakan fasilitas stop kontak di samping tempat duduk pada perjalanan kereta api jarak jauh, namun mereka tentunya selalu membawa pengisi daya cadangan atau dikenal sebagai power bank.

Menggunakan power bank untuk ponsel tentu selalu dilakukan penumpang kereta api jika baterai ponsel menunjukkan keterangan hampir habis. Padahal stop kontak sudah disediakan untuk pengisian daya ponsel maupun sejenisnya. Namun, berbagai informasi yanh diberikan untuk masyarakat terutama bagi yang membawa powerbank di kereta api ternyata sudah ada aturannya.

Seperti PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperketat ketentuan membawa powerbank dengan kapastias yang diperbolehkan dibawa ke dalam kereta api. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Hal tersebut memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan powerbank karena perangkat tersebut dinilai memiliki risiko kebakaran. Kapasitas powerbank yang diperbolehkan dibawa penumpang maksimal 100 watt hour (Wh).

Jika dikonversikan pada tegangan 5 volt yang umum digunakan powerbank, kapasitas 100 Wh setara sekitar 20.000 mAh. Dengan demikian, powerbank dengan kapasitas di atas ketentuan tersebut tidak diperbolehkan dibawa sesuai aturan yang diberlakukan KAI Daop 7. Selain kapasitas, kondisi fisik powerbank juga harus diperhatikan.

Tohari menambahkan powerbank harus dipastikan dalam keadaan prima dan punya label kapasitas yang jelas. Selain itu label kapasitas diperlukan agar spesifikasi perangkat dapat diketahui dengan jelas. Penumpang juga diminta tidak membawa powerbank dengan kondisi yang sudah tidak baik.

Selain membatasi kapasitas powerbank, KAI juga mengingatkan kembali agar melarang penumpang melakukan pengisian ulang daya powerbank menggunakan stop kontak yang tersedia di dalam kereta api. Stop kontak tersebut diperuntukkan bagi perangkat elektronik dengan daya rendah. Perangkat yang dimaksud antara lain telepon genggam, tablet, laptop, dan earphone. Karena itu, penumpang diminta tidak menggunakan fasilitas kelistrikan kereta untuk mengisi perangkat yang membutuhkan daya lebih besar.

Tak hanya itu, KAI juga mengingatkan bahwa setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram dan volume maksimal 100 desimeter kubik. Barang dengan berat dan ukuran melebihi kapasitas dinilai berpotensi mengganggu penumpang lain apabila tetap dibawa ke dalam kereta.

Selain mengatur berat dan ukuran bagasi, KAI juga menetapkan sejumlah jenis barang yang tidak boleh dibawa selama perjalanan. Barang yang dilarang antara lain binatang, narkoba, senjata api, senjata tajam, benda yang mudah terbakar atau meledak, serta benda berbau tajam, busuk, maupun amis. Tak hanya itu, penumpang tidak diperbolehkan membawa benda yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan orang lain di dalam kereta.

KAI meminta kepada calon penumpang untuk memastikan barang bawaan memenuhi ketentuan sebelum melakukan perjalanan. Selain memperhatikan berat dan dimensi bagasi, penumpang yang membawa powerbank juga perlu mengecek kapasitas serta kondisi perangkat tersebut agar sesuai dengan aturan keselamatan perjalanan kereta api.

Meski Ada Perubahan Jadwal, Kereta Jarak Jauh Harus Tetap ‘Berhenti’ dan Isi Air ke Gerbong

Garbarata Generasi Baru Buatan Indonesia Siap Lengkapi Terminal 3 Bandara Changi Singapura

Industri manufaktur penerbangan nasional kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Perusahaan manufaktur dalam negeri, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dipercaya untuk memasok sebanyak 56 unit jembatan penyeberangan penumpang (passenger boarding bridge atau garbarata) generasi terbaru untuk proyek modernisasi Terminal 3 Bandara Internasional Changi, Singapura.

Kontrak pengadaan garbarata ini semakin memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam mendukung operasional salah satu hub penerbangan terbaik dan tersibuk di dunia.

Langkah Bukaka dalam menembus pasar Singapura ini menjadi bukti ketangguhan produk lokal yang mampu memenuhi standar kualifikasi, keamanan, dan teknologi tingkat tinggi yang ditetapkan oleh Changi Airport Group (CAG).

Garbarata generasi anyar yang disuplai oleh Bukaka mengusung desain dan fitur keselamatan modern yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan armada pesawat komersial berbadan sedang (narrow-body) maupun berbadan lebar (wide-body), termasuk fleksibilitas operasional untuk melayani pesawat generasi terbaru.

Secara teknis, garbarata generasi baru buatan Bukaka dirancang dengan pengoperasian berbasis sistem kontrol canggih yang memberikan tingkat akurasi serta efisiensi tinggi saat proses docking ke pintu pesawat.

Dilengkapi dengan material peredam suhu dan kaca berspesifikasi khusus, garbarata ini tidak hanya menawarkan kenyamanan ekstra dan pandangan panorama yang luas bagi para penumpang, tetapi juga efisiensi energi yang optimal bagi pengelola bandara. Daya tahan struktur yang tangguh serta fitur keselamatan otomatis yang terintegrasi memastikan proses naik-turun penumpang berjalan cepat, mulus, dan aman.

Kerja sama strategis ini sekaligus memperpanjang rekam jejak Bukaka sebagai pilar eksportir garbarata kelas dunia yang produknya telah tersebar di puluhan bandara internasional di kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.

Keberhasilan memasok 56 unit garbarata untuk Terminal 3 Changi tidak hanya mendongkrak reputasi industri penerbangan tanah air, tetapi juga menjadi dorongan positif bagi daya saing produk ekspor berbasis teknologi dari Indonesia di pasar global.

Pengadaan unit anyar ini sekaligus mendukung strategi Changi Airport Group dalam mengoptimalkan masa pakai serta keandalan operasional infrastruktur Terminal 3 yang terus mengalami peningkatan lalu lintas penumpang pascalandemi. Dengan pergantian garbarata secara bertahap menggunakan unit baru buatan Bukaka, pengelola bandara memastikan waktu henti operasional (downtime) akibat perawatan dapat ditekan seminimal mungkin.

Langkah revitalisasi fasilitas darat ini kian mempertegas komitmen Changi dalam menyajikan pengalaman transit dan penerbangan tingkat dunia (world-class passenger experience) yang serba modern, cepat, dan aman bagi jutaan traveler internasional.

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Menuju Era Bebas Emisi, JUMO Dorong Beralihnya Kereta Hidrogen ke Jalur Utama

Perkembangan teknologi transportasi perkeretaapian berbasis energi bersih kembali mendapatkan momentum besar. Perusahaan spesialis sensor dan teknologi pengukuran asal Jerman, JUMO, menghadirkan inovasi solusi komponen presisi tinggi yang dirancang khusus untuk meningkatkan aspek keamanan, keandalan, dan efisiensi pada kereta api berbahan bakar sel bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell trains).

Kehadiran teknologi ini menjadi kunci penting untuk menjawab tantangan teknis dalam pengoperasian kereta hidrogen di jalur non-listrik secara masif.

Kereta api hidrogen kini dipandang sebagai opsi paling realistis untuk menggantikan posisi armada kereta bermesin diesel yang masih beroperasi di berbagai rute regional tanpa jaringan listrik aliran atas (non-electrified lines). Tidak seperti kereta konvensional yang menyumbang emisi karbon, kereta hidrogen hanya menghasilkan uap air sebagai sisa buangannya.

Kendati demikian, karakter gas hidrogen yang sangat volatil dan disimpan di bawah tekanan tinggi membutuhkan sistem monitoring parameter yang sangat ketat. Di sinilah JUMO mengambil peran vital dengan menyuplai sensor tekanan (pressure sensors), sensor suhu (temperature sensors), serta perangkat analisis keselamatan yang bersertifikasi standar industri perkeretaapian internasional.

Salah satu fokus utama dari teknologi JUMO adalah pemantauan sistem penyimpanan hidrogen (tank monitoring system) dan unit fuel cell. Sensor presisi JUMO secara real-time mengukur tingkat tekanan gas hidrogen pada tangki serta suhu operasional sel bahan bakar untuk mencegah risiko kebocoran, overheating, maupun penurunan performa. Komponen-komponen ini telah memenuhi kualifikasi ketat seperti standar ketahanan getaran (shock and vibration resistance) serta standar keselamatan kebakaran perkeretaapian EN 45545, sehingga mampu beroperasi stabil pada kondisi lingkungan jalur kereta yang ekstrem.

Penerapan teknologi pengawasan presisi tinggi ini tidak hanya mempercepat proses sertifikasi operasional kereta hidrogen di berbagai negara, tetapi juga memberikan jaminan keselamatan ekstra bagi para operator dan penumpang.

Dengan dukungan sistem kontrol yang semakin matang dan aman, teknologi hidrogen kian siap menjadi tulang punggung transportasi perkeretaapian masa depan yang ramah lingkungan, ramah lingkungan tanpa perlu membangun infrastruktur kelistrikan yang memakan biaya investasi amat besar.

Selain meningkatkan faktor keamanan sistem bahan bakar, teknologi pengukuran dari JUMO juga berkontribusi langsung pada efisiensi biaya perawatan (predictive maintenance) dan umur pakai armada kereta hidrogen. Data presisi yang direkam secara kontinu dari sensor suhu dan tekanan memungkinkan operator mendeteksi anomali pada sistem pembuangan air kondensasi maupun penurunan efisiensi reaksi kimia fuel cell jauh sebelum kerusakan struktural terjadi.

Strategi pemeliharaan berbasis data terintegrasi ini dapat memangkas durasi downtime operasi secara signifikan, sekaligus meningkatkan nilai keekonomian armada bagi perusahaan penyedia jasa layanan kereta api penumpang.

Revolusi Hijau, Kereta Hidrogen ‘Narrow-Gauge’ Pertama di Dunia Resmi Diperkenalkan

Tonggak Sejarah Penerbangan Logistik, Airbus A350F Sukses Jalani Penerbangan Perdana di Toulouse

Produsen pesawat terbang terkemuka asal Perancis, Airbus, mengukir sejarah baru dalam industri penerbangan kargo global. Pesawat kargo generasi terbaru Airbus A350F (MSN 700), yang merupakan armada uji (test aircraft) pertama dari dua prototipe yang disiapkan, sukses melakoni penerbangan perdana (maiden flight) dari fasilitas utama Airbus di Toulouse, Perancis.

Dalam uji coba perdana tersebut, pesawat yang telah dilengkapi instrumen uji terbang khusus ini mengudara selama 4 jam 10 menit dan berhasil mencapai ketinggian Jelajah 25.000 kaki di bawah kendali tim Flight Test berpengalaman Airbus.

Keberhasilan terbang perdana MSN 700 sekaligus menjadi awal dari rangkaian kampanye pengujian udara intensif yang akan berlangsung selama sembilan bulan ke depan. Selama penerbangan inaugural tersebut, kru penguji berfokus melakukan verifikasi pada kelaikan udara dasar (basic airworthiness), karakteristik kendali terbang (fundamental flying qualities), serta memastikan seluruh sistem utama pesawat beroperasi sesuai dengan parameter yang diprediksikan.

Sementara itu, prototipe kedua (MSN 701) dilaporkan telah memasuki tahap akhir perakitan (final assembly) dan siap masuk ke bengkel pengecatan (paint shop) dalam beberapa pekan mendatang.

Chief Executive Officer (CEO) Commercial Aircraft Airbus, Lars Wagner, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan game-changer sejati bagi pasar kargo udara global. Mengambil basis pengembangan dari platform keluarga A350 yang sangat sukses, A350F menggabungkan fleksibilitas operasional yang luar biasa, efisiensi bahan bakar tingkat tinggi, serta jarak jelajah yang memadai untuk melayani rute-rute logistik internasional jarak jauh.

Airbus A350F dirancang khusus untuk menjawab tantangan pasar freighter masa depan dengan mengusung daya angkut (payload) hingga 111 ton serta jarak tempuh maksimal mencapai 8.700 kilometer. Berkat penggunaan lebih dari 70 persen material komposit dan tingkat lanjut (advanced materials), pesawat ini memiliki Bobot Lepas Landas Maksimum (Maximum Take-off Weight/MTOW) hingga 46 ton lebih ringan dibandingkan pesawat kargo kompetitor di kelasnya.

Disokong mesin generasi terbaru Rolls-Royce Trent XWB-97, A350F mampu menekan konsumsi bahan bakar serta emisi karbon hingga 40 persen lebih rendah dibanding pesawat kargo sekelasnya.

Efisiensi ini menjadikan A350F sebagai pesawat kargo baru pertama di dunia yang secara penuh memenuhi standar emisi CO₂ ketat terbaru dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Hingga akhir Agustus 2026, kepopuleran A350F telah terbukti di pasar dengan membukukan 115 pesanan dari 14 pelanggan utama, sekaligus menguasai hingga 59 persen pangsa pasar (market share) di kategori pesawat kargo berukuran besar (large freighter).

Starlux Pesan Lima Unit Pesawat Kargo Airbus A350F Tambahan

Catatan Sejarah Panjang KA Fajar dan Senja Utama Solo saat Menuju Lima Dekade

Dalan suatu perjalanan kereta api tentu menyimpan kenangan bahkan sejarah yang tak terlupakan. Berbagai kereta api di Indonesia yang kini menjadi prioritas utama masyarakat telah turun temurun menjadi saksi dalam perkembangan perkeretaapian sejak masa Kolonial Belanda. Bahkan legenda yang merupakan salah satu ikonik masyarakat, kini menjadi kegemaran dalam melakukan perjalanan ke berbagai wilayah dituju.

Ya, perjalanan kereta malam dengan keberangkatan dari Solo Balapan menuju Jakarta (Pasar Senen) yang membawa identitas baru bagi perjalanan masyarakat Surakarta. Pada 14 Oktober 1978, Senja Utama Solo mulai beroperasi melayani relasi Solo Balapan–Gambir. Hampir 48 tahun kemudian, perjalanan tersebut masih bertahan dalam layanan yang kini dikenal sebagai Fajar dan Senja Utama Solo.

Pada masa awalnya, Senja Utama Solo hadir sebagai kereta kelas bisnis. Rangkaiannya menggunakan kereta buatan Goša dari Yugoslavia, yang memiliki ciri khas delapan jendela pada masing-masing sisi kereta. Bentuk rangkaian tersebut menjadi bagian dari wajah perjalanan kereta kelas bisnis Indonesia pada periode itu.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia atau KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo memperlihatkan perubahan pelayanan kereta api antarkota selama hampir lima dekade. Menurutnya, mulai dari rangkaian, kelas pelayanan, dan fasilitasnya terus berubah, sementara nama Solo tetap menjadi bagian penting dari perjalanannya.

Ketika diluncurkan, Senja Utama Solo menghubungkan Solo Balapan dengan Gambir. Pilihan waktu perjalanan malam kemudian menjadi salah satu karakter yang melekat pada nama “Senja”. Kereta membawa pelanggan dari Surakarta menuju Jakarta melalui koridor Yogyakarta, Purwokerto, dan Cirebon, menghubungkan pusat kegiatan di Jawa bagian tengah dengan ibu kota.

layanan pada koridor ini dikenal melalui dua nama yang mengikuti waktu perjalanannya yaitu Fajar Utama Solo untuk perjalanan yang berangkat dari Jakarta pada pagi hari menuju Solo dan Senja Utama Solo untuk perjalanan dari Solo menuju Jakarta pada malam hari. Saat ini keduanya melayani lintas Pasar Senen–Solo Balapan melalui Yogyakarta dan Purwokerto.

Catatan sejarah mengenai layanan Fajar dan Senja Utama Solo juga perlu dibaca secara kronologis. Sumber sejarah secara konsisten mencatat Senja Utama Solo diluncurkan pada 14 Oktober 1978, sementara beberapa catatan menyebut perjalanan pagi Fajar Utama Solo berkembang kemudian. Karena itu, 14 Oktober 1978 lebih tepat ditempatkan sebagai awal perjalanan Senja Utama Solo, yang kemudian berkembang menjadi pasangan layanan Fajar dan Senja Utama Solo seperti dikenal saat ini.

Perjalanan Senja Utama Solo tidak berhenti pada kereta bisnis. Memasuki dekade 1990-an, komposisi rangkaiannya sempat semakin beragam. Kereta ini tercatat pernah membawa kereta eksekutif-A, eksekutif-B, serta couchette, yakni kereta tidur yang dilengkapi tempat tidur tetap.

Bahkan, pada 25 November 1994 mencantumkan tarif layanan couchette sebesar Rp33.000. Kehadiran fasilitas tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan malam Solo–Jakarta pada periode itu pernah menawarkan pengalaman beristirahat di atas kereta yang berbeda dari konfigurasi tempat duduk reguler. Setelah periode tersebut, rangkaiannya kembali menggunakan layanan bisnis.

Perjalanan panjang kereta ini juga dapat dibaca dari asal sarananya. Jika pada 1978 Senja Utama Solo memulai perjalanan dengan rangkaian Goša buatan Yugoslavia, beberapa dekade kemudian modernisasi membawa kereta buatan dalam negeri ke layanan tersebut.

Pada 2016, layanan eksekutif kembali menjadi bagian dari Fajar dan Senja Utama Solo. Kemudian mulai 21 Mei 2018, kereta ini menggunakan rangkaian berbahan baja nirkarat produksi PT INKA, dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium. Perubahan berikutnya terjadi ketika Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 berlaku pada 1 Desember 2019.

Pada pengaturan perjalanan di Gapeka 2019 membuat keberangkatan dari Jakarta berlangsung pada pagi hari, sedangkan perjalanan dari Solo dilakukan pada malam hari. Penamaan layanan kemudian menyesuaikan karakter waktunya yaitu Fajar Utama Solo menuju Solo dan Senja Utama Solo menuju Jakarta.

Babak modernisasi berikutnya berlangsung pada 31 Januari 2025. Fajar dan Senja Utama Solo mulai menggunakan rangkaian campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru berbahan baja nirkarat produksi PT INKA Madiun. Perubahan tersebut membentuk kontras menarik dalam perjalanan hampir lima dekade layanan ini.

Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari–Agustus 2026 Fajar Utama Solo melayani 148.669 pelanggan, meningkat 7,65 persen dibandingkan 138.102 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, jumlah pelanggan tercatat 17.540 pelanggan pada Januari, 14.036 pada Februari, 21.068 pada Maret, 18.049 pada April, 18.995 pada Mei, 20.335 pada Juni, 19.656 pada Juli, dan 18.990 pelanggan pada Agustus.

Pertumbuhan tersebut memberi konteks baru pada perjalanan sebuah layanan yang akarnya telah ada sejak 1978. Nama, jadwal, kelas pelayanan, stasiun terminus, dan rangkaian mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman, tetapi koridor yang menghubungkan Jakarta dengan Surakarta tetap memiliki tempat dalam mobilitas masyarakat.

Bukan Hanya Gunung dan Sungai, Inilah Daftar Kereta Api Indonesia yang Menggunakan Nama Tumbuhan

Perkuat Rantai Pasok Global, DHL Express dan Singapore Airlines Perpanjang Kerja Sama Boeing 777F

Perusahaan logistik global DHL Express bersama maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) secara resmi memperpanjang perjanjian kerja sama strategis operasional lima pesawat kargo (freighter) Boeing 777. Kemitraan ini mencakup penyediaan awak penerbangan (pilot) serta layanan pemeliharaan teknis komprehensif untuk seluruh armada kargo yang berbasis di Bandara Internasional Changi, Singapura.

Melalui perpanjangan kolaborasi ini, pilot-pilot ahli Singapore Airlines akan terus menerbangkan kelima pesawat kargo bermesin ganda tersebut. Sementara itu, tim teknisi SIA bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan pemeliharaan armada guna memastikan keandalan serta ketepatan waktu pengiriman kargo ekspres dan e-commerce lintas benua.

Secara operasional, kelima pesawat kargo Boeing 777 bercorak gabungan (livery) DHL dan SIA ini memegang peranan vital dalam menghubungkan South Asia Hub milik DHL di Singapura dengan berbagai destinasi logistik utama di Amerika Serikat. Langkah ini dinilai semakin memperkuat posisi Singapura sebagai salah satu pusat transit logistik udara (air cargo hub) paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.

Executive Vice President for Network Operations and Aviation DHL Express, Travis Cobb, menegaskan bahwa perpanjangan kerja sama ini merupakan wujud investasi berkelanjutan DHL dalam memperkuat kapasitas jaringan perdagangan global. Menurutnya, lima unit Boeing 777 ini menjadi tulang punggung pengiriman antarbenua yang membutuhkan kecepatan serta kepastian waktu tinggi bagi para pelaku usaha.

Senada dengan hal tersebut, Chief Commercial Officer Singapore Airlines, Lee Lik Hsin, menyambut positif kelanjutan kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 2022 ini. Penggabungan keahlian operasional penerbangan kelas dunia milik SIA dengan jaringan logistik global DHL terbukti efektif mengakomodasi lonjakan permintaan pengiriman kargo udara, khususnya dari sektor e-commerce yang terus tumbuh pesat.

Pesawat kargo Boeing 777F sendiri dikenal sebagai salah satu pesawat kargo bermesin ganda terbesar dan berjarak jelajah terjauh di dunia. Dengan kapasitas angkut mencapai 102 ton per penerbangan, armada ini memberikan efisiensi tinggi serta keandalan kapasitas logistik jarak jauh dalam mendukung kelancaran rantai pasok (supply chain) antar-kawasan.

Langkah strategis ini sekaligus menegaskan optimisme kedua korporasi terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang pasar ekspor-impor global yang kian dinamis. Di tengah volatilitas rantai pasok dunia, keberadaan armada freighter dedicated yang didukung infrastruktur pemeliharaan kelas wahid di Bandara Changi memberikan kepastian jaminan slot dan ketepatan waktu (on-time performance) yang sangat dibutuhkan industri manufaktur hingga korporasi e-commerce lintas negara.

Dengan Livery Putih – Kuning, Boeing 777 Kargo DHL Singapore Airlines Terbang Perdana

KAI Logistik Buka Layanan Baru Uji Coba Angkutan Hasil Bumi Rute Banyuwangi-Jakarta

Pengembangan baru yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI bidang logistik kini semakin berinovasi. Tak sekadar menentukan praktis dan ketepatan waktu, namun kali ini ditujukan khusus untuk angkutan hasil bumi yang menggunakan rangkaian kereta api. Meski sedang melakukan uji coba layanan baru, tentunya PT KAI Logistik juga optimistis mampu melakukan terobosan ini dengan baik.

Ya, layanan yang dilakukan ini adalah pengoperasian kereta api angkutan hasil bumi dengan relasi Stasiun Argopuro, Banyuwangi, tujuan akhir Jakarta Gudang, Senin, 28 September 2026. Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro pukul 08:00 Wib dengan membawa 10 gerbong. Rangkaian kereta tersebut diperkirakan tiba di Jakarta, siang besok, Selasa, 29 September 2026.

Uji coba yang dilakukan perdan itu mengangkut komoditas buah-buahan hasil pertanian Banyuwangi, yang didominasi buah naga, tanaman buah mayoritas petani Banyuwangi. Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan barang dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.

Namun, pada pengiriman perdana ini, rencana pengangkutan sapi belum dapat direalisasikan karena kendala penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali. Ia menambahkan pada pengiriman perdana tersebut, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi.

Pengembangan layanan ini merupakan upaya KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api. Layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan yang lebih terintegrasi. Tentu harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional.

KAI Logistik menargetkan layanan angkutan barang dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Saat ini, perseroan tengah merampungkan penyiapan infrastruktur area muat (loading zone) di empat stasiun strategis. Empat stasiun strategis di antaranya Stasiun Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Stasiun Rambipuji di Jember, dan Stasiun Probolinggo.

Jika telah beroperasi penuh, setiap rangkaian kereta akan membawa hingga 20 gerbong kontainer. Dalam skema operasional reguler, kapasitas angkut diperkirakan mencapai 550 ton komoditas dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut mencakup sekitar 75 ekor sapi yang diangkut menggunakan tiga gerbong, sementara gerbong lainnya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi untuk mengoptimalkan layanan angkutan barang. Dalam pengoperasiannya, KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, pihak KAIjuga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya.

Uji coba perdana ini sekaligus menjadi momentum bagi KAI Logistik, PT KAI, dan mitra untuk mengevaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh. Evaluasi meliputi aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, hingga kesiapan layanan dari hulu ke hilir. Hal ini membuat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ujicoba ini. Menurutnya, ini akan menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah. Ipuk mengatakan bahwa layanan distribusi hasil pertanian Banyuwangi ini diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi.

Selain Lokasi yang Strategis, Ini Alasan Stasiun Argopuro Kembali Beroperasi

Kurangi Limbah Berbahaya, SNCF Terapkan Strategi Jangka Panjang Daur Ulang Bantalan Rel Kereta Api

Perusahaan pengelola infrastruktur kereta api nasional Perancis, SNCF Réseau, terus memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular dan perlindungan lingkungan melalui strategi jangka panjang daur ulang serta pembaruan bantalan rel (railway sleepers/ties).

Operator jaringan kereta api terbesar di Perancis ini secara bertahap menghapus penggunaan bahan kimia berbahaya dalam perawatan bantalan rel kayu, sekaligus meningkatkan porsi daur ulang pada material pendukung jalur perkeretaapian.

Langkah paling signifikan dalam transformasi ramah lingkungan ini adalah penghentian penggunaan minyak kreosot (creosote), bahan pengawet kayu tradisional yang telah puluhan tahun digunakan untuk mencegah pembusukan bantalan kayu. Meskipun efektif memperpanjang usia kayu, kreosot dikategorikan sebagai bahan kimia berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan manusia oleh Uni Eropa.

Sebagai gantinya, SNCF Réseau mulai mengadopsi senyawa copper naphthenate oil (minyak tembaga naftenat) pada fasilitas produksinya di Bretenoux-Biars, Perancis Barat Daya, guna memenuhi target larangan total kreosot dari Uni Eropa.

Penerapan teknologi pengawetan baru berbasis tembaga ini tidak hanya menghilangkan ancaman racun kreosot, tetapi juga terbukti memangkas konsumsi energi selama proses manufaktur. Suhu pemrosesan kayu dapat diturunkan hingga separuh dari 120°C menjadi 60°C, yang berimbas pada penghematan energi hingga empat kali lipat serta menghemat penggunaan ribuan meter kubik air sistem boiler setiap tahunnya. Bantalan kayu hasil pengolahan ramah lingkungan ini diperkirakan tetap memiliki daya tahan operasional yang sangat tinggi, yakni mencapai usia pakai hingga 35 tahun di atas lintasan rel.

Selain inovasi pada bantalan kayu, SNCF Réseau juga memacu program daur ulang skala besar untuk bantalan beton (concrete sleepers) dan pemberat batu (ballast) yang dicabut dari proyek pemeliharaan jalur. Bantalan kayu yang purna tugas dievaluasi untuk dimanfaatkan kembali sebagai penguat tebing (embankment) atau lansekap jalur hijau.

Sementara itu, jutaan ton material beton dan batu balas bekas dihancurkan serta disaring menggunakan teknologi pemisah modern untuk dijadikan agregat pembangunan infrastruktur jalan paralel maupun dipasang kembali pada lintasan rel frekuensi menengah.

Melalui program daur ulang terintegrasi dan investasi pengolahan material bebas toksik ini, SNCF berambisi menekan emisi karbon dari aktivitas pemeliharaan jalur hingga 25 persen. Strategi pemeliharaan berkelanjutan ini membuktikan bahwa peremajaan infrastruktur transportasi rel modern dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan efisiensi rantai pasok jangka panjang.

Bantalan Rel Jenis Ini Ternyata Bisa Tahan Segala Cuaca di Indonesia, Yuk Temukan Jawabannya

Akses Global Capai 44,9 Persen, Paspor Indonesia Peringkat Keenam di ASEAN

Kekuatan dokumen perjalanan warga negara Indonesia kembali terukur dalam pembaruan indeks kebebasan bepergian internasional. Berdasarkan laporan Passport Reports per September 2026, paspor Indonesia menempati peringkat keenam di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dari total 11 negara anggota. Secara global, Indonesia menduduki posisi ke-103 dunia dari 199 negara dengan Skor Mobilitas (Mobility Score) sebesar 89 dan jangkauan akses mencapai 44,9 persen dari seluruh destinasi global.

Skor Mobilitas 89 yang dikantongi paspor Indonesia berasal dari akumulasi tiga jenis kategori kemudahan akses masuk. Rinciannya mencakup 42 destinasi yang dapat dikunjungi sepenuhnya tanpa visa, 40 destinasi yang menyediakan fasilitas Visa on Arrival (VoA) atau pengaturan masuk yang dipermudah, serta 7 destinasi yang mensyaratkan Izin Perjalanan Elektronik (Electronic Travel Authorization/eTA). Di sisi lain, sebanyak 109 destinasi internasional masih mewajibkan WNI untuk mengajukan dan memiliki visa reguler sebelum melakukan perjalanan.

Di kawasan regional dan beberapa destinasi favorit, pemegang paspor Indonesia dapat menikmati fasilitas bebas visa ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam dengan batas waktu tinggal rata-rata hingga 30 hari. Selain itu, fasilitas bebas visa juga berlaku untuk penerbangan ke Brasil, Turki, Hong Kong, dan Makau.

Untuk kategori izin perjalanan elektronik (eTA), Jepang menerapkan registrasi pembebasan visa dengan durasi tinggal 15 hari, sementara Kenya, Mozambik, Seychelles, dan Sri Lanka juga memfasilitasi skema izin elektronik ini. Adapun negara seperti Azerbaijan, India, Qatar, Nepal, Rusia, Oman, dan Yordania menyediakan opsi VoA maupun e-Visa. Namun untuk destinasi utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, serta negara-negara anggota Kawasan Schengen di Eropa, visa reguler tetap wajib diurus sebelum keberangkatan.

Jika dilihat dari cakupan geografis regional, paspor Indonesia mencatatkan akses tertinggi di kawasan Amerika Selatan sebesar 83,3 persen, disusul Asia Tengah (80,0 persen), Asia (61,2 persen), Afrika (57,4 persen), Oseania (57,1 persen), dan Karibia (50,0 persen). Sebaliknya, tingkat akses bebas visa bagi WNI masih relatif rendah di wilayah Timur Tengah (35,3 persen), negara-negara Teluk (33,3 persen), dan kawasan Eropa yang baru mencapai 10,6 persen.

Dalam pembanding kelompok antar-negara internasional, Indonesia berada di posisi ke-3 dari 9 negara D-8, peringkat ke-14 dari 57 negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), peringkat ke-18 dari 19 negara G20, peringkat ke-18 dari 21 ekonomi APEC, peringkat ke-7 dari 11 negara BRICS, serta posisi ke-23 dari 50 paspor di Asia.

Laporan ini juga mencatat adanya ketimpangan prinsip timbal balik (reciprocity) dalam kebijakan visa antar-negara. Warga negara asing dari negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Perancis, Italia, dan Korea Selatan dapat memasuki wilayah Indonesia dengan fasilitas bebas visa, eTA, atau VoA, sementara pemegang paspor Indonesia masih diwajibkan mengajukan visa penuh untuk mengunjungi negara-negara tersebut.

Secara historis, peringkat paspor Indonesia sempat bergerak dari posisi ke-95 pada tahun 2025 dengan Skor Mobilitas 92, sebelum terkoreksi ke posisi ke-103 pada tahun 2026 seiring perubahan dinamika regulasi keimigrasian global.

Heboh di Bandara Changi! Turis Nyaris Gagal Terbang Gara-gara Paspor Masuk ke Ban Berjalan Bagasi