Wednesday, July 8, 2026
HomeAnalisa AngkutanPunya Nilai Sejarah Tinggi, Stasiun Cilacap Kian Ramai Didatangi Wisatawan

Punya Nilai Sejarah Tinggi, Stasiun Cilacap Kian Ramai Didatangi Wisatawan

Jalur selatan kereta api selain menghadirkan panorama yang menawan juga memiliki nilai sejarah yang menarik dan melegenda. Memasuki wilayah PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto berbagai macam bangunan ikonik dan historical stasiun kereta api tak luput dari keunikannya. Salah satunya adalah Stasiun Cilacap yang berada di ujung selatan jalur kereta api antara Maos hingga Cilacap ini.

Ya, Stasiun Cilacap yang merupakan warisan cagar budaya kereta api yang tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tetapi juga menyuguhkan keindahan arsitektur dan keunikan transportasi di Indonesia. Cagar budaya ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Sejarah kereta api di Cilacap dimulai pada awal abad ke-20, ketika jalur kereta pertama kali dibangun untuk menghubungkan kawasan agraris dengan pelabuhan. Jalur ini bukan hanya menjadi alat transportasi untuk barang, tetapi juga berperan penting dalam mobilitas masyarakat.

Nah, keberadaan kereta api ternyata membawa dampak besar dalam perkembangan ekonomi dan sosial di daerah ini. Stasiun Kereta Api Cilacap, yang diresmikan pada tahun 1906, menjadi pusat kegiatan transportasi dan perhubungan di wilayah ini.

Arsitektur bangunan stasiun yang mengusung gaya kolonial Belanda menambah daya tarik tersendiri. Dengan atap tinggi dan pilar-pilar besar, stasiun ini menghadirkan nuansa megah yang mengingatkan kita pada masa lalu yang kaya akan sejarah. Stasiun ini menjadi salah satu cagar budaya yang diakui dan dilestarikan oleh pemerintah, menjadikannya salah satu destinasi wisata yang menarik. Cagar Budaya Kereta Api di Cilacap tidak hanya terletak pada bangunan stasiun yang megah, tetapi juga pada rel dan lokomotif yang dipelihara dengan baik.

Selain itu Stasiun Cilacap sudah menjadi destinasi masyarakat untuk berkunjung ke berbagai wisata dan pusat kota yang ikonik. Karena itu KAI mencatat bahwa penumpang yang naik dan turun di Stasiun Cilacap cukup ramai. Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, sebanyak 5.802 penumpang berangkat dari Stasiun Cilacap sedangkan 6.684 penumpang tiba.

Secara keseluruhan, kinerja angkutan penumpang di wilayah Daop 5 Purwokerto juga menunjukkan tren positif. Pada periode yang sama, jumlah penumpang mencapai 233.788 orang, meningkat 19 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 196.377 penumpang.

Adapun stasiun tujuan yang paling banyak dipilih penumpang dari stasiun-stasiun di wilayah Dap 5 Purwokerto antara lain Stasiun Pasarsenen, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Gambir, dan Stasiun Bekasi.

Selain itu, KAI Daop 5 Purwokerto juga menambah kapasitas tempat duduk sebanyak 3.000 tiket keberangkatan dari Stasiun Cilacap. Penambahan kapasitas tersebut dilakukan melalui penambahan satu kereta eksekutif pada sejumlah perjalanan KA Purwojaya, yaitu:
1. KA 49 Purwojaya relasi Cilacap – Gambir, dari 8 menjadi 9 kereta eksekutif pada periode 24 Juni–13 Juli 2026

2. KA 53F Purwojaya relasi Cilacap – Gambir, dari 8 menjadi 9 kereta eksekutif pada periode 23 Juni – 12 Juli 2026

3. KA 57F Purwojaya relasi Cilacap – Gambir, dari 8 menjadi 9 kereta eksekutif pada periode 23 Juni – 12 Juli 2026.

Makin Digemari, Stasiun Sidareja Jadi Simpul Mobilitas dan Perekonomian Warga Cilacap

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru