Organda Usul BBM Subsidi Hanya untuk Bus Penumpang, Begini Jawaban Aptrindo

Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) merespon usulan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda) soal bahan bakar minyak (BBM) subsidi hanya untuk angkutan penumpang berplat kuning. Ketua Umum DPP Aptrindo, Gemilang Tarigan, menyebut pihaknya mendukung usulan tersebut.

“Aptrindo tidak ada masalah (terkait usulan tersebut) dengan kawan-kawan DPP Organda. Bahkan kami mendukung (BBM subsidi hanya untuk angkutan penumpang),” jelasnya kepada kabarpenumpang.com, Rabu (30/9).

Menurutnya, penumpang transportasi umum atau masyarakat luas lebih membutuhkan subsidi ketimbang sektor bisnis.

Aptrindo malah sudah sejak lama mengusulkan kepada pemerintah agar BBM subsidi dicabut. Tentunya dengan beberapa catatan, salah satunya adalah ketersediaannya terjamin dan merata.

Ketika BBM naik, Gemilang meneruskan, sektor produksi dan logistik akan mengenakan perhitungan sesuai dengan harga BBM yang tersedia.

Meski begitu, ketua umum yang juga pimpinan PT Bena Mulia Karina ini menyadari ujungnya masyarakat juga yang akan merasakan dampak bila kebijakan tersebut direalisasikan.

“Sebetulnya begini (selain dicabut) subsidi BBM itu seharusnya disparitasnya jangan terlalu besar ya, seperti sekarang ini yang mencapai tiga kali lipat,” tambahnya.

Pasalnya, dengan perbedaan yang signifikan tersebut, di lapangan sering kali terjadi anomali yang pada akhirnya merugikan pengusaha dan masyarakat. Hal ini utamanya terjadi di daerah-daerah atau luar Pulau Jawa.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, mengusulkan agar penyaluran BBM subisidi, lebih spesifik solar subsidi, dikhususkan hanya untuk angkutan penumpang berplat kuning. Selain itu, sistem verifikasinya juga harus lebih adil agar yang taat aturan dengan yang tidak itu dibedakan.

Hal tersebut dinilai dapat menyudahi kelangkaan solar subsidi yang sudah sering terjadi disamping bisa menghemat anggaran negara dan mengalihkannya untuk percepatan pembangunan transportasi umum.

“Subsidi hanya diperuntukkan dan ditujukan kepada angkutan massal / umum baik orang/barang saja. Kita harus sepakat kalau masyarakat yang mampu memiliki ataupun nyicil kendaraan artinya mampu, sementara untuk penyelenggaraan angkutan massal sendiri kebalikan sesuai ketentuan UU LLAJ No 22 tahun 2009 dan turunannya (PP/PM),” jelasnya kepada kabarpenumpang.com, Kamis (1/10).

“Pada prinsipnya kami hanya ingin pemerintah tegas. Kalau pemerintah merasa patut hadir, harus tepat. Sudah cukup selama ini dengan kebijakan yang tidak tepat malah bikin blunder di penerapannya sehingga oportunis “tumbuh subur”. Juga tidak mendidik warga negara untuk patuh akan kewajibannya sprti membayar pajak kendaraan bermotor di jalan raya,” tutupnya.

Ternyata Ini Tujuan KAI Sederhanakan Nama jadi KA Muria

Bagi pengguna setia kereta api rute Gambir hingga Semarang Tawang pulang pergi kini ada perubahan nama. Ya, diketahui seluruh kelas eksekutif atau pun yang memiliki brand ‘argo’ mulai hari ini (1/10) sudah resmi ditetapkan menjadi satu nama, yaitu Kereta Api (KA) Muria. Rangkaian kelas eksekutif yang menemani penumpang sepanjang jalur utara ini berlaku dengan nama tersebut juga muncul pada aplikasi pemesanan tiket secara daring di Access by KAI.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 4 Semarang mulai 1 Oktober 2026 menyederhanakan identitas layanan kereta api relasi Semarang Tawang–Gambir PP. Tiga layanan yang sebelumnya menggunakan nama KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu akan menggunakan satu nama, yaitu KA Muria.

Perubahan tersebut membuat pelanggan yang sebelumnya mencari jadwal dengan tiga nama KA Argo akan mengenal seluruh perjalanan pada relasi Semarang Tawang–Gambir PP dengan identitas KA Muria. KAI menyebut penyederhanaan ini bertujuan agar nama layanan lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan saat mencari jadwal maupun memesan tiket.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan penyederhanaan penamaan tersebut dilakukan untuk menghadirkan identitas layanan yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali penumpang. Ia menambahkan penumpang akan mengenal perjalanan yang sebelumnya menggunakan nama Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu dengan satu identitas, yaitu KA Muria. Nama yang lebih sederhana diharapkan semakin mudah diingat saat pelanggan mencari jadwal maupun memesan tiket.

KA Muria akan melayani 12 perjalanan setiap hari pada relasi Semarang Tawang–Gambir PP. Layanan tersebut terdiri atas enam perjalanan dari Semarang Tawang menuju Gambir dan enam perjalanan dari Gambir menuju Semarang Tawang. Pilihan keberangkatan tersedia mulai pagi hingga malam.

Untuk relasi Semarang Tawang–Gambir, KA Muria (KA 23) berangkat pukul 05.50 WIB dan tiba pukul 11.10 WIB, KA Muria (KA 17) berangkat pukul 07.00 WIB dan tiba pukul 12.10 WIB, serta KA Muria (KA 27) berangkat pukul 14.00 WIB dan tiba pukul 19.16 WIB. Lalu KA Muria (KA 21A) berangkat pukul 16.55 WIB dan tiba pukul 22.11 WIB, KA Muria (KA 25) berangkat pukul 19.00 WIB dan tiba pukul 00.20 WIB, sedangkan KA Muria (KA 19) berangkat pukul 22.40 WIB dan tiba pukul 03.50 WIB.

Untuk perjalanan Gambir–Semarang Tawang, KA Muria (KA 26) berangkat pukul 06.00 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB, KA Muria (KA 20A) berangkat pukul 07.15 WIB dan tiba pukul 12.29 WIB, serta KA Muria (KA 24) berangkat pukul 12.00 WIB dan tiba pukul 17.20 WIB. Sementara KA Muria (KA 18) berangkat pukul 16.45 WIB dan tiba pukul 21.55 WIB, KA Muria (KA 28) pukul 19.45 WIB dan tiba pukul 01.01 WIB, serta KA Muria (KA 22) pukul 22.40 WIB dan tiba pukul 03.55 WIB.

KA Muria akan berhenti di Stasiun Pekalongan, Tegal, Cirebon, Bekasi, Jatinegara dan Stasiun Gambir. Namun, terdapat pula perjalanan KA Muria yang menambah pemberhentian di Stasiun Batang, Pemalang dan Karawang. Dalam operasionalnya, KA Muria terdiri dari sembilan kereta kelas eksekutif dengan kapasitas total 450 tempat duduk.

Luqman menjelaskan bahwa penyederhanaan identitas ini dilakukan secara bertahap. Pihak KAI ingin KA Muria semakin kuat sebagai nama yang mudah dikenali dan menjadi identitas perjalanan KAI pada relasi Semarang Tawang–Gambir. Dengan 9 kereta dan kapasitas 450 tempat duduk, KA Muria juga diharapkan dapat terus memberikan pilihan perjalanan yang nyaman bagi pelanggan.

Tentunya KAI mengimbau pelanggan yang biasa menggunakan KA Argo Muria, Argo Sindoro, maupun Argo Merbabu untuk memperhatikan nama KA Muria saat mencari jadwal dan melakukan pemesanan tiket untuk perjalanan mulai 1 Oktober 2026.

Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Banjir Parah Lumpuhkan Bandara Suvarnabhumi, Militer Thailand Dikerahkan Urai Penumpukan Ribuan Bagasi

Pemerintah Thailand terpaksa mengerahkan personel militer dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara Kerajaan Thailand untuk membantu menangani krisis penumpukan bagasi yang parah di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok.

Langkah darurat ini diambil setelah banjir besar yang melanda wilayah Bangkok dan sekitarnya melumpuhkan operasional darat maskapai serta mencegah sebagian besar staf ground handling mencapai tempat kerja.

Kondisi tersebut memicu penumpukan lebih dari 5.000 bagasi penumpang di area klaim. Akibatnya, para penumpang yang baru mendarat terpaksa menunggu hingga empat sampai enam jam untuk mendapatkan kembali koper mereka. Sebagian penumpang bahkan memilih meninggalkan bandara tanpa membawa koper demi menghindari antrean yang stagnan.

Menteri Pertahanan Thailand, Letjen Adul Bunthamcharoen, mengonfirmasi pengerahan pasukan tersebut menyusul koordinasi intensif dengan pihak Thai Airways dan Kementerian Pariwisata dan Olahraga. Personel militer dikirim langsung ke area penanganan bagasi untuk membantu memindahkan, menyortir, dan mengurai tumpukan koper yang terhenti akibat kekurangan tenaga kerja.

Pihak maskapai nasional Thai Airways juga telah mengerahkan staf manajemen dan karyawan kantor untuk membantu operasional darat. Selain itu, Thai Airways menyediakan layanan pendaftaran khusus bagi penumpang yang memilih pulang lebih awal. Barang-barang yang tertinggal akan dikirim langsung ke alamat rumah atau hotel tempat penumpang menginap, di mana seluruh biaya pengiriman dan kerugian menjadi tanggung jawab pihak maskapai.

Proses pembersihan dan penguraian backlog bagasi diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari. Meskipun operasional bagasi mengalami gangguan parah, penerbangan domestik maupun internasional di Bandara Suvarnabhumi tetap beroperasi secara normal.

Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia

Jepang Krisis 20.000 Pekerja, Pusat Pelatihan Kereta Api Raksasa Dibuka di Aichi

Industri perkeretaapian Jepang tengah menghadapi ancaman krisis tenaga kerja terampil yang kian mengkhawatirkan. Berdasarkan estimasi pemerintah Jepang, sektor kereta api diperkirakan akan mengalami kekurangan lebih dari 20.000 pekerja pada tahun fiskal 2028. Tantangan paling mendesak berfokus pada upaya mengamankan personel untuk operasional pemeliharaan dan perawatan jalur (track maintenance).

Menjawab tantangan krusial tersebut, sebuah pusat pelatihan perkeretaapian baru berskala besar resmi beroperasi di Kasugai, Prefektur Aichi. Fasilitas canggih yang dikembangkan oleh Meiko Construction—perusahaan asal Nagoya yang menangani sekitar 60 persen pemeliharaan rel Shinkansen Tokaido—ini dibangun di atas lahan seluas 25.000 meter persegi dengan nilai investasi mencapai 8 miliar yen (sekitar Rp800 miliar lebih).

Pusat pelatihan ini dilengkapi dengan infrastruktur rel berukuran penuh (full-scale tracks), perlintasan sebidang, hingga sistem persinyalan yang meniru kondisi jalur kereta asli. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan para pekerja muda untuk berlatih dan menguasai prosedur pemeliharaan kompleks dalam lingkungan yang aman serta terkontrol tanpa mengganggu jadwal operasional kereta api harian.

Sektor perawatan rel kereta api di Jepang selama ini sangat bergantung pada jam kerja malam hari. Pekerjaan berat tersebut umumnya dilakukan secara maraton setelah kereta terakhir berhenti beroperasi hingga sesaat sebelum layanan pagi dimulai. Dalam tenggat waktu malam yang sangat sempit, para pekerja dituntut mengganti rel baja seberat lebih dari satu ton menggunakan alat berat khusus dengan tingkat presisi pengukuran hingga hitungan milimeter.

Secara tradisional, keahlian teknis pemeliharaan rel diturunkan dari pekerja senior ke generasi muda melalui metode on-the-job training (OJT) langsung di lapangan. Namun, kombinasi antara krisis jumlah tenaga kerja dan pengetatan regulasi jam kerja membuat metode OJT tradisional di lapangan semakin sulit diterapkan secara maksimal.

Langkah Meiko Construction mendirikan pusat pelatihan terpadu ini menjadi angin segar bagi efisiensi edukasi tenaga kerja baru. Melalui simulasi pekerjaan malam hari di siang hari, para pekerja muda dapat bertanya secara mendalam, memahami bobot dan keseimbangan alat kerja, serta melakukan koreksi prosedur secara presisi tanpa tekanan batas waktu penerbangan kereta yang ekstrem.

Upaya ini menjadi cerminan dari tantangan besar yang dihadapi berbagai industri teknis di Jepang. Mengingat pemeliharaan rel merupakan pekerjaan fisik dan keahlian praktis yang tidak mudah digantikan oleh kecerdasan buatan (AI), penyediaan sarana pelatihan yang realistis diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian transfer pengetahuan teknis, tetapi juga meningkatkan daya tarik profesi perkeretaapian bagi generasi muda di masa depan.

Kenali Pekerjaan Paling Penting di Kereta Api Indonesia, Kira-kira Apa Saja? Yuk, Simak Rangkumannya

Jejak Perkeretaapian Sumatera Utara, Momentum Sejarah yang Tak Terlupakan

Transportasi kereta api di Indonesia kian digemari masyarakat. Bahkan kini berbagai fasilitas serta pelayanan yang dirasakan pun telah menjadi prioritas utama kepada para penumpang. Tak hanya itu, jejak sejarah perkeretaapian sejak jaman kolonial Belanda tentu terus dikenang bahkan dijadikan momentum yanb bersejarah hingga pada zaman modernisasi.

Hal tersebut tercermin pada perkeretaapian di wilayah Sumatera bagian utara. Dalam memperingati 81 tahun PT Kereta Api Indonesia atau KAI yang bertepatan pada tanggal 28 September 2026, momentum bersejarah tersebut menandai pengoperasian dan pengelolaan kereta api oleh bangsa Indonesia sejak pekerja kereta api mengambil alih perusahaan dari tangan Jepang pada 28 September 1945.

Manager Humas KAI Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa sejak momentum tersebut, kelembagaan perkeretaapian Indonesia terus bertransformasi. Mulai dari Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perumka, hingga kini menjadi PT KAI.

Ia menjelaskan bahwa perkeretaapian di Sumatera Utara memiliki karakter dan sejarah peralihan yang khas. Berbeda dengan wilayah lain, proses peralihannya berlangsung melalui nasionalisasi perusahaan kereta api swasta Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), setelah Indonesia merdeka pada 1957.

Jika mengingat sejarah perkeretaapian di Sumatera Utara, hal tersebut bermula pada akhir abad ke-19 saat kawasan Deli berkembang sebagai pusat perkebunan ekspor, terutama tembakau Deli. DSM kemudian memperoleh konsesi untuk membangun jaringan rel dan membuka jalur pertama Medan–Labuhan pada 25 Juli 1886.

Jaringan rel tersebut terus meluas hingga menghubungkan Medan dengan Belawan, Binjai, Deli Tua, Perbaungan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Teluk Nibung, Kisaran, hingga Rantau Prapat. Jalur-jalur ini membentuk pola hubungan ekonomi yang kuat antara sentra produksi perkebunan dan pelabuhan ekspor.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1937, total panjang jaringan rel DSM mencapai 553,2 kilometer dengan komoditas utama berupa tembakau, karet, kelapa sawit, dan hasil bumi lainnya. Namun, pascakemerdekaan, sejumlah jalur cabang seperti arah Deli Tua, Bangun Purba, dan Pangkalan Brandan tidak lagi beroperasi seiring berkurangnya lahan perkebunan serta turunnya permintaan angkutan komoditas.

Kini, total panjang jalur kereta api yang aktif beroperasi di Sumatera Utara tercatat sepanjang 476,46 kilometer. Jaringan ini mencakup jalur cabang menuju Bandara Internasional Kualanamu yang beroperasi sejak 2013, serta jalur cabang ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei guna mendukung mobilitas bahan baku serta hasil industri kawasan tersebut.

Perubahan zaman yang dirasakan perkeretaapian wilayah Sumatera Utara telah mengalami modernisasi sarana secara bertahap melalui proses dieselisasi. Operasional rel yang awalnya didominasi lokomotif uap pada 1958, mulai memasuki era lokomotif diesel seri BB300 pada 1965.

Di era digitalisasi dan modernisasi saat ini, KAI terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemudahan akses layanan membuat semakin banyak masyarakat di Sumatera Utara memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan.

Berdasarkan data dari PT KAI Divre I Sumatera Utara, sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 mencatat volume angkutan penumpang mencapai 1.857.059 penumpang. Angka ini tumbuh 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 1.773.706 penumpang.

Perubahan pada pola angkutan penumpang teraebut terlihat pada transaksi para pengguna jasanya. Warga Sumatera Utara saat ini kian terbiasa mengatur jadwal perjalanan kereta api lewat ponsel pintar, seiring pesatnya perkembangan sarana digital yang memudahkan pembelian tiket hingga pengelolaan rute tanpa perlu mendatangi loket fisik di stasiun.

Fenomena perubahan perilaku ini terlihat jelas dari data transaksi pembelian tiket via aplikasi Access by KAI di area KAI Divre I Sumatera Utara. Limpahan kemudahan ini membuat para penumpang tak lagi harus menghabiskan waktu guna berdiri di antrean stasiun. Urusan pengelolaan dokumen perjalanan seperti pengaturan ulang jadwal (reschedule) hingga proses pembatalan tiket kini bisa dituntaskan secara langsung melalui perangkat seluler.

Berbagai hal positif juga ditunjukkan pada angkutan barang yang menandakan bertambahnya kepercayaan para mitra logistik. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, KAI Sumut berhasil mengangkut volume barang sebanyak 550.162 ton, melambung 16 persen dari periode yang sama tahun 2025 sebesar 472.609 ton. Komoditas utama yang diangkut meliputi bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, crude palm oil (CPO), serta produk industri lainnya.

Dalam memperingati 81 tahun PT KAI, tidak hanya mengenang sejarah perjalanan perkeretaapian, tetapi juga membuktikan komitmen untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui peningkatakan kinerja layanan penumpang dan penguatan angkutan barang berbasis digitalisasi serta integrasi antarmoda, KAI Divre I Sumut siap terus menjadi penggerak roda ekonomi dan mobilitas masyarakat Sumatera Utara sambil menjaga warisan sejarah yang ada.

Usianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Hasil Investigasi Awal Insiden Vietnam Airlines di Munich: Rem Kapten Aktif Saat Lepas Landas Jadi Pemicu Utama

Hasil laporan awal dari Badan Investigasi Kecelakaan Udara Federal Jerman (Federal Bureau of Aircraft Accident Investigation – BFU) mengungkap fakta mengejutkan terkait insiden nyaris celaka yang menimpa pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik Vietnam Airlines di Bandara Munich pada 15 Agustus 2026.

Pesawat yang mengangkut 287 penumpang dan kru tersebut gagal mengudara tepat waktu hingga melampaui batas landasan (runway overrun) dan merusak lampu landasan sebelum akhirnya berhasil terbang rendah dan melakukan pendaratan darurat.

Berdasarkan rekaman data penerbangan (flight data recorder), tim investigator menemukan adanya masukan atau injakan pedal rem (brake pedal inputs) secara berulang dari posisi kursi kapten pilot selama proses takeoff roll. Hanya beberapa detik setelah pesawat mulai meluncur di landasan sepanjang 13.000 kaki (sekitar 3,9 kilometer) tersebut, sistem merekam pergerakan pedal kemudi (rudder) yang disertai penekanan rem di sebelah kiri.

Kondisi tersebut membuat pesawat kesulitan mencapai kecepatan ideal meskipun mesin telah memberikan daya dorong yang cukup. Kurang dari satu menit setelah meluncur, Brake System Control Unit (BSCU) mencatat adanya perintah pengereman maksimum hingga 27 persen di sisi kiri dan 17 persen di sisi kanan. Dampaknya, kecepatan pesawat tertahan di angka 163 knot saat awak kokpit mencoba melakukan rotasi (pitch up), padahal kecepatan rotasi ($V_R$) yang dihitung untuk penerbangan tersebut adalah 175 knot.

Akibat kecepatan yang tidak memadai saat mengudara, sistem perlindungan stall pesawat aktif secara otomatis dan memperpanjang leading edge slats untuk menambah daya angkat darurat. Pesawat akhirnya berhasil terangkat tipis di ujung landasan dan kembali ke Munich untuk mendarat selamat tanpa ada korban jiwa. Hingga saat ini, armada Boeing 787-9 tersebut masih dikandangkan (grounded) di Munich untuk pemeriksaan struktur lebih lanjut.

Temuan awal BFU ini memicu banyak pertanyaan di kalangan pakar penerbangan global. Secara prosedur standar, pilot hanya menggunakan pedal rudder untuk menjaga posisi pesawat tetap di garis tengah landasan (centerline) saat meluncur dan tidak boleh menekan bagian atas pedal yang berfungsi sebagai rem.

Investigator kini fokus mendalami apakah penekanan rem tersebut disebabkan oleh kelalaian manusia, gangguan mekanis/elektronik pada pedal, atau faktor lainnya, termasuk alasan mengapa awak kokpit tidak memutuskan untuk membatalkan lepas landas (rejected takeoff) saat menyadari akselerasi pesawat tidak normal.

Pesawat Boeing 787-9 Vietnam Airlines Mengalami Insiden Overrun di Bandara Munich

Peristiwa Tragis di Stasiun Bekasi Timur, Masinis KA Argo Bromo Anggrek jadi Tersangka

Peristiwa 27 April 2026 pukul 20.52 WIB lalu membuat masyarakat gempar. Ya, kejadian yang tak terhindarkan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan nomor KA 5568 tujuan Cikarang dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek (KA 4) rute Gambir – Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur ini telah memakan korban jiwa sebanyak 16 orang dan 107 orang mengalami luka-luka.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap kekacauan komunikasi sebelum KA Anggrek (dulu KA Argo Bromo Anggrek) menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, menyebut ada beragam masalah dalam komunikasi jelang kecelakaan terjadi.

Kronologi kejadian bahwa KA 4B awalnya berjalan langsung di Jalur III Stasiun Bekasi melewati sinyal keluar J12 dengan aspek hijau. Kemudian setelah melewati sinyal keluar J12 yang terletak di Km. 26+659, perjalanan KA 4B memasuki petak blok antara Stasiun Bekasi dengan Stasiun Bekasi Timur, menghadapi Sinyal Pembantu UB104 di Km 28+030 dan Sinyal Blok B104 di Km 28+440.

Sebelum Sinyal Pembantu UB104, terdapat jalan rel lengkung nomor IP.MC22D mulai lengkung (ML) Km 27+398.569 dan akhir lengkung (AL) Km 27+685.472 dengan radius lengkung 946 m. Berdasarkan hasil wawancara dan rekaman percakapan, pada saat KA 4B melintas di petak jalan antara Stasiun Bekasi – Stasiun Bekasi Timur, Sinyal Blok B104 menunjukkan aspek merah.

Hasilnya adalah Sinyal Keluar J12 keluar Jalur 3 Stasiun Bekasi menunjukkan aspek berwarna hijau (semboyan 5) yang mengindikasikan ‘berjalan’. Sinyal Pembantu UB104 menunjukkan cahaya mendatar menyala berwarna putih (semboyan 9C3) yang mengindikasikan Sinyal Blok B104 aspek berwarna merah (semboyan 7). Sinyal Blok B104 masuk Stasiun Bekasi Timur menunjukkan aspek berwarna merah(semboyan 7) yang mengindikasikan ‘berhenti’.

Saat tim KNKT melakukan observasi lapangan, ditemukan bahwa KRL menggunakan windshield dengan material laminated safety glass, dan lokomotif menggunakan windshield dengan material polycarbonate. Kondisi saat ini ditemukan adanya banyak goresan wiper dan swirl mark pada permukaan windshield polycarbonate lokomotif.

Dari hasil pengamatan pada kabin lokomotif CC206, sumber cahaya lampu tampak lebih berpendar dengan penyebaran cahaya yang signifikan (light scattering). Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kontras visual antara aspek sinyal dengan sumber cahaya lingkungan. Pada kabin KRL TM6000, kondisi light scattering teridentifikasi lebih sedikit dengan visibilitas terhadap sinyal lebih jelas.

KA 4B berjalan langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi dan dijadwalkan berhenti untuk naik – turun penumpang di Stasiun Cirebon. Pada saat melewati Sinyal Keluar J12 Stasiun Bekasi, masinis KA 4B memperoleh aspek hijau yang mengindikasikan berjalan dengan kecepatan sesuai dengan rencana atau kecepatan operasi dan tidak ada informasi bahwa sinyal berikutnya (B104) akan menunjukkan aspek merah.

Dalam pemahaman masinis dan asisten masinis KA 4B terhadap aspek persinyalan tiga aspek, aspek sinyal hijau secara berurutan akan diikuti oleh aspek hijau atau, kemungkinan terburuknya, menunjukkan aspek kuning, sedangkan aspek merah yang mengindikasikan berhenti selalu didahului oleh aspek kuning sebagai indikasi untuk berjalan hati-hati.

Pemahaman yang dimiliki masinis dan asisten masinis KA 4B setelah melewati aspek hijau pada Sinyal Keluar J12 Stasiun Bekasi berpengaruh terhadap alokasi perhatian mereka.

Dengan adanya pemahaman bahwa sinyal berikutnya masih menunjukkan aspek yang mengizinkan untuk berjalan dan tidak adanya jadwal berhenti sampai dengan Stasiun Cirebon, perhatian masinis dan asisten masinis KA 4B cenderung lebih terarah pada informasi yang mendukung pemahaman tersebut.

Akibatnya, aspek yang ditunjukkan oleh Sinyal Pembantu UB104 berpotensi untuk tidak menjadi pusat perhatian bagi masinis, sehingga adanya aspek sinyal yang berbeda dari pemahaman masinis dan asisten masinis KA 4B menjadi tidak terantisipasi.

Kombinasi antara pemahaman terhadap perilaku urutan aspek persinyalan, berkurangnya visibilitas Sinyal Pembantu UB104 pada malam hari, serta adanya light scattering pada windshield lokomotif menurunkan efektivitas Sinyal Pembantu UB104 dalam menambah jarak pandang Sinyal Blok B104.

Tentu hal ini berpotensi menurunkan situational awareness masinis dan asisten masinis KA 4B terhadap posisi dan aspek sinyal, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kegagalan dalam mengidentifikasi aspek yang ditampilkan Sinyal Pembantu UB104.

Dengan tidak teridentifikasinya aspek Sinyal Pembantu UB104, aspek yang ditampilkan oleh Sinyal Blok B104 merupakan satu-satunya informasi yang dimiliki masinis bahwa blok di depannya tidak aman dilalui oleh KA 4B.

Investigasi menemukan bahwa Masinis KA 4B belum pernah mendapatkan pelatihan terkait skenario kondisi yang membutuhkan pengereman darurat serta pola atau taktis pengereman darurat (emergency brake). Berdasarkan pasal 40 PD 16A, pengereman darurat harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang dan rangkaian KA. Akan tetapi, tidak terdapat prosedur yang menjadi acuan untuk taktis pengereman darurat saat kecepatan tinggi di jalan rel lengkung sehingga taktis pengereman darurat dilakukan berdasarkan penilaian subjektif masinis.

Setelah dilakukan investigasi menyeluruh, Wakil Direktut Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dewa Anom memutuskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang telah dikumpulkan oleh penyidik, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka, yaitu inisial AN (37). AN merupakan masinis dari Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Terhadap tersangka dipersangkakan Pasal 323 dan/atau 324 dan/atau 474 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 198 dan/atau Pasal 206 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dengan ancaman hukuman maksimal 5 sampai 12 tahun penjara.

Usai Tragedi Fatal Terjadi di Bekasi Timur, KAI Akhirnya Menutup 29 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera, Ini Lokasinya

Sebanyak 182.000 Lebih Penumpang Gunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI Terus Perkuat Evaluasi Pelayanan

Minat masyarakat gunakan jenis Kereta Ekonomi Kerakyatan terus dirasakan manfaatnya oleh penumpang kereta api. Apalagi fasilitas yang diberikan selama perjalanan terasa lebih baik dan lebih bermanfaat. Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dijalankan dengan rute Stasiun Pasar Senen – Garut pulang pergi ini juga membawa dampak yang baik bagi semua kalangan, ditambah dengan tarif yang masih relatif murah, yakni Rp45.000.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 182.208 pelanggan telah memanfaatkan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026. Jumlah tersebut berasal dari layanan K3 Kerakyatan sebanyak 181.900 pelanggan dan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh sebanyak 308 pelanggan pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan kereta ekonomi kerakyatan hadir untuk memberikan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Hal ini membuat KAI terus melakukan evaluasi berdasarkan data perjalanan pelanggan untuk menghadirkan layanan kereta api yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Layanan K3 Kerakyatan pertama kali hadir melalui KA Tambahan relasi Lempuyangan–Pasar Senen dan Pasar Senen–Lempuyangan pada masa Angkutan Lebaran 2026, yaitu periode 11 Maret hingga 5 April 2026. Pada periode tersebut, layanan ini mencatat sebanyak 24.398 pelanggan. Sebagai rinciannya, perjalanan Lempuyangan menuju Pasar Senen melayani 12.262 pelanggan, sedangkan perjalanan Pasar Senen menuju Lempuyangan melayani 12.136 pelanggan.

Pun setelah periode Angkutan Lebaran, KAI melanjutkan layanan K3 Kerakyatan melalui KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut mulai 11 Juni 2026. Hingga 9 September 2026, layanan tersebut telah melayani sebanyak 157.502 pelanggan.
Jumlah tersebut terdiri atas perjalanan Garut menuju Pasar Senen sebanyak 81.368 pelanggan dan perjalanan Pasar Senen menuju Garut sebanyak 76.134 pelanggan.

Selain layanan K3 Kerakyatan, KAI juga menghadirkan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut mulai 11 Juni 2026. Hingga 9 September 2026, layanan tersebut telah melayani 308 pelanggan. Rinciannya, perjalanan Garut menuju Pasar Senen melayani 153 pelanggan, sedangkan perjalanan Pasar Senen menuju Garut melayani 155 pelanggan.

Anne menjelaskan bahwa data perjalanan pelanggan menjadi salah satu bahan evaluasi KAI dalam mengembangkan layanan kereta api, mulai dari pola perjalanan hingga kebutuhan mobilitas masyarakat. Tentunya, KAI terus memantau perkembangan jumlah pelanggan dan pola perjalanan sebagai bahan evaluasi layanan. Setiap pengembangan layanan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kebutuhan masyarakat.

Hingga 9 September 2026, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang terdiri atas K3 Kerakyatan dan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh telah melayani 182.208 pelanggan. KAI akan terus melakukan pengelolaan layanan kereta api berdasarkan perkembangan mobilitas masyarakat agar perjalanan kereta api semakin memberikan kemudahan bagi pelanggan.

Naik Kereta Petani dan Pedagang di KA Cikuray Harus Registrasi Dulu, Simak Persyaratannya

Resmi Pensiunkan Seluruh Airbus A330, Qatar Airways Beralih Fokus dan ‘Kirim’ Pilot ke RwandAir

Qatar Airways secara resmi mengakhiri era pengoperasian pesawat widebody legendaris Airbus A330 dari jajaran armada penumpangnya. Langkah pensiunnya armada A330 ini dilakukan setelah pesawat tipe tersebut bertahan di jajaran armada Qatar Airways lebih lama dari rencana awal, menyusul penyesuaian strategi maskapai dalam menghadapi dinamika industri penerbangan global dan lonjakan harga bahan bakar.

Keputusan penarikan penuh ini diambil di tengah tekanan eksternal wilayah Teluk yang terus memicu lonjakan harga bahan bakar avtur (jet fuel). Dalam kondisi ekonomi penerbangan saat ini, mengoperasikan pesawat generasi lama yang kurang efisien secara konsumsi bahan bakar menjadi sangat mahal. Manajemen maskapai menilai memarkir pesawat tua jauh lebih ekonomis daripada mengoperasikannya di tengah melambungnya biaya operasional penerbangan.

Sebelumnya, maskapai asal Qatar ini sempat menyewa empat unit A330 dari Oman Air pada tahun 2025 yang direncanakan beroperasi hingga akhir 2026, meski pada akhirnya armada sewaan tersebut tidak pernah masuk ke layanan komersial secara penuh. Dua unit A330 yang tersisa di Doha kini dijadwalkan akan dikembalikan ke perusahaan penyedia jasa sewa (lessor) Jetran pada Oktober 2026. Kehadiran A330 sendiri sebelumnya menyumbang sekitar 7% dari total armada penumpang widebody Qatar Airways.

Untuk mengatasi nasib para penerbang dari armada yang dikandangkan, Qatar Airways menawarkan program penugasan sementara secara sukarela (short-term secondment) bagi puluhan pilot tersertifikasi A330 untuk diperbantukan ke maskapai Afrika, RwandAir. Penugasan ini memungkinkan para pilot tetap menjaga jam terbang dan keahlian operasional mereka selama masa transisi, sekaligus mendukung ekspansi operasional RwandAir yang tengah membangun armada A330 milik mereka sendiri.

Kerja sama penempatan pilot ini diperkuat oleh hubungan kemitraan erat antara kedua maskapai yang telah terjalin melalui perjanjian codeshare. RwandAir secara bertahap menerima unit A330 untuk mendukung operasionalnya, di mana salah satu pesawat yang diterima maskapai berbasis di Rwanda tersebut merupakan bekas armada milik Qatar Airways. Langkah ini membantu Qatar Airways mempertahankan kapasitas sumber daya manusianya sebelum nantinya merekrut dan memindahkan para pilot tersebut ke pesawat generasi baru.

Pensiunnya Airbus A330 merupakan bagian dari pembaruan armada secara menyeluruh dan bukan bentuk penurunan skala bisnis jangka panjang. Antara September 2026 hingga akhir 2027, Qatar Airways merencanakan pengeluaran enam pesawat tua dan penerimaan 19 pesawat baru.

Secara keseluruhan dalam lima tahun ke depan, maskapai ini menargetkan penerimaan 138 pesawat baru dari total pesanan mencapai 410 unit pesawat ke Airbus dan Boeing untuk mendukung pertumbuhan jaringan rutenya di masa depan.

Qatar Airways Umumkan Lebih dari 100 Pesawat Widebody Telah Dilengkapi Akses Internet Starlink

Indonesia Buka Peluang Cina Garap Kereta Api Trans-Kalimantan 2.772 Km dengan Kewaspadaan Tinggi

Pemerintah Indonesia tengah menjajaki peluang investasi asing untuk merealisasikan proyek raksasa jaringan kereta api Trans-Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer (1.722 mil) yang membentang di pulau yang kaya akan sumber daya alam tersebut. Langkah ini mengemuka menyusul rampungnya proyek jalur kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang mengeksplorasi potensi investasi asing untuk membangun jaringan rel di Kalimantan tersebut. Dua negara besar, yakni Cina dan Rusia, dilaporkan telah menyatakan minat resmi mereka untuk terlibat dalam proyek strategis ini.

Meski Cina menjadi salah satu kandidat kuat penyedia investasi dan teknologi perkeretaapian, para pengamat menilai bahwa kesepakatan komersial di masa depan akan dinegosiasikan secara sangat berhati-hati. Sikap waspada ini dipicu oleh pengalaman dari beban keuangan yang sempat membayangi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, serta berbagai tantangan yang menyelimuti rencana proyek kereta bawah tanah (MRT) di Provinsi Bali.

Ketakutan akan potensi pembengkakan biaya (cost overrun) dan skema jeratan utang (debt trap) menjadi sorotan utama para analis ekonomi sebelum pemerintah mengetok palu kerja sama. Proyek infrastruktur berskala megah yang melintasi ribuan kilometer medan geografis berat di Kalimantan membutuhkan kepastian skema pembiayaan yang transparan, agar modal asing yang masuk tidak sampai membebani keuangan negara atau mengganggu stabilitas APBN di masa depan.

Di sisi lain, kehadiran jaringan rel Trans-Kalimantan diproyeksikan menjadi tulang punggung baru dalam mengakselerasi distribusi komoditas tambang, hasil bumi, hingga konektivitas penumpang antarprovinsi.

Keberadaan moda transportasi massal berbasis rel ini diharapkan sanggup memangkas biaya logistik secara signifikan sekaligus mengintegrasikan kawasan industri lokal dengan pusat pemerintahan baru di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pembangunan jaringan rel Trans-Kalimantan sendiri dinilai krusial untuk membuka aksesibilitas wilayah, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, guna menghindari potensi pembengkakan anggaran dan risiko finansial jangka panjang, pemerintah Indonesia diprediksi akan menerapkan syarat kerja sama yang lebih ketat, transparan, dan terukur sebelum menyepakati komitmen pendanaan final.

Sebelum Dibangun Trans Kalimantan, Ternyata di Kalsel Dulu Punya Jejak Sejarah Kereta Api yang Hampir Terlupakan