KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?

Sumber: eteknix.com

Hawa panas, berjejalan, dan minimnya ruang gerak ketika Anda berada di moda transportasi berbasis massal seperti  kereta api tidak jarang memaksa Anda untuk menghirup aroma tidak sedap yang berasal dari penumpang lain. Tentunya hal seperti ini membuat perjalanan Anda kurang nyaman, bukan? Terlebih jika ‘wewangian’ tersebut terus setia menemani perjalanan Anda hingga tujuan. Atau mungkin, si penyebar aroma tidak sedap tersebut adalah Anda?

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Tidak melulu dari bau badan, bahkan salah satu kasus yang sedang hangat menjadi perbincangan publik dunia adalah ketika maskapai Transavia Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di Vienna Airport, Austria pada awal Februari 2018 kemarin. Hal tersebut terjadi lantaran salah satu penumpangnya enggan untuk berhenti buang gas. Dinilai mengganggu kenyamanan penumpang lainnya dalam penerbangan itu, alhasil penumpang terkait diturunkan.

Nah, untuk meminimalisir menyebarnya bebauan tidak sedap tersebut, Daisuke Koda yang bekerja untuk Konica-Minolta mengembangkan sebuah alat yang dapat mendeteksi aroma tidak sedap. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (26/8/2017), KunKun, begitulah nama dari alat ini, akan memberikan penilaian terhadap bau yang ia deteksi.

Dengan ukurannya yang tidak lebih besar dari smartphone dan berbentuk seperti sebuah radio transistor, Anda cukup mendekatkan KunKun ke objek yang dinilai menyebarkan aroma tidak sedap. Tunggulah sekitar 20 detik, hingga alat ini akan memaparkan tingkat kebauan dari si objek tersebut. “Kami ingin menciptakan budaya dimana Anda akan mendapatkan citra positif karena tidak memiliki bau badan,” tutur Daisuke Koda.

Mengingat Jepang merupakan salah satu negara yang menjadikan bau badan sebagai sumber dari masalah besar, maka tidak heran ketika karyawan di Konica-Minolta ini mengembangkan KunKun yang diharapkan dapat menjadi solusi masalah tersebut. “Di Jepang, ada yang namanya smell harassment, dimana orang yang memiliki aroma tubuh kurang sedap akan mendapatkan ‘perlakuan khusus’ ketika berada di tempat umum,” lanjutnya.

Baca Juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Jika menilik masa depan dari KunKun, maka alat pendeteksi bau ini bisa digunakan di banyak industri, sebut saja transportasi. Demi menunjang perjalanan yang nyaman, para operator layanan bisa terlebih dahulu menyaring penumpang yang memiliki bau badan sebelum mereka diperbolehkan untuk masuk ke dalam moda bersangkutan.