Minggu Ini, Hyperloop Agendakan Uji Coba Jalur

Dalam waktu dekat, sebuah perusahaan penyedia jasa layanan transportasi masa depan, Hardt Global Mobility akan memulai uji coba terhadap fasilitas yang nantinya akan menjadi prasarana dari kendaraan super cepat, Hyperloop. Uji coba yang akan dihelat pada minggu-minggu ini rencananya akan bertempat di The Green Village di kampus TU Delft, Belanda. Adapun prasarana yang akan diuji oleh Hardt Global Mobility adalah sebuah tabung dengan panjang kurang lebih 30 meter dengan diameter 3,2 meter yang merupakan calon lintasan dari Hyperloop tersebut. Jika uji coba tersebut berhasil, maka dapat dipastikan empat tahun ke depan Hardt Global Mobility akan berkutat dengan pengadaan jalur yang menghubungkan dua kota di Eropa ini.

Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia

Pada uji coba nanti, Hardt Global Mobility akan memastikan semua unsur penting yang menunjang pengoperasian dari Hyperloop pada kecepatan rendah, mencakup keamanan, propulsi, bagaimana hyperloop nanti akan meluncur dan stabilisasi kendaraan. Lebih lanjut, Hardt Global Mobility juga akan melakukan penelitian ekstensif mengenai integrasi sosial serta tanggapan masyarakat mengenai kehadiran sarana transportasi baru.

Pihak pengembang yakin bahwa Hyperloop akan menjadi alternatif transportasi yang lebih hemat energi dibandingkan dengan moda transportasi lain dan menjanjikan pengalaman berkendara baru bagi para penumpangnya, yaitu melaju dengan kecepatan lebih dari 1000km/jam di dalam sebuah tabung dengan resistansi udara yang sangat rendah. Hardt Global Mobility juga berharap, kehadiran Hyperloop akan menjadi pilihan masyarakat yang tinggal berjauhan dengan tempatnya bekerja. Selain itu, tujuan lain dibalik pengadaan Hyperloop adalah untuk meredam kemacetan yang sudah terjadi di mana-mana. Kecepatan serta kenyamanan merupakan modal utama pemasaran kendaraan gagasan pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors dan SpaceX, Elon Musk.

CEO Hardt Global Mobility, Tim Houter mengatakan Hyperlop memiliki sistem perjalanan yang berbeda dengan kereta api atau moda transportasi berbasis massa lainnya. “Hyperloop tidak akan berhenti selama perjalanan, melainkan akan langsung mengantarkan penumpang menuju stasiun tujuan,” tutur Tim sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman plugin-magazine.com, Senin (5/6/2017). “Kami berusaha untuk menciptakan sebuah moda dimana jarak bukanlah menjadi sebuah masalah yang berarti. Dengan begitu, Anda tidak perlu menghiraukan jarak antara rumah serta kantor yang jauh,” tambahnya.

Sumber: SkyNews

Tidak hanya Hardt Global Mobility, ternyata ada beberapa perusahaan yang tengah mewujudkan konsep transportasi berkecepatan supersonik tersebut, ambil contoh sebuah startup bernama Hyperloop One. Startup yang tidak berafiliasi dengan Hyperloop Elon Musk ini sedang membangun jalur uji coba skala penuh di Gurun Nevada. Dalam pernyataan resminya, moda yang dikenal sebagai DevLoop ini akan mengadakan sebuah uji coba di penghujung musim panas tahun ini.

Qantas dan JetStar Izinkan Car Seat Dibawa ke Dalam Kabin

Penumpang dengan membawa bayi dalam pesawat terkadang dibuat bingung, apakah harus membeli tempat duduk lagi atau membayar sesuai harga untuk bayi dan menggendongnya saat di dalam pesawat. Sebab bayi tidaklah mungkin duduk seperti anak usia 3 tahun atau seperti Anda yang dewasa duduk di bangku sendiri.

Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

Tak hanya itu, soal keamanan bayi dalam tempat duduk pun menjadi tantangan utama yang sampai saat ini masih membuat bingung. Beberapa maskapai sudah menyediakan bangku yang bisa di dipesan untuk menggunakan kursi anak yang biasa digunakan dalam mobil.

Dilansir KabarPenumpang.com dari news.com.au (7/6/2017), Virgin Australia sudah mengizinkan pengangkutan perlengkapan bayi seperti kursi mobil anak (car seat) dan tambahan sabuk pengaman lainnya di dalan kabin pesawat. Namun ini tetap harus ada kerjasama yang disetujui CSR dengan sertifikasi pengangkutan di pesawat terbang. Tak hanya itu, Jetstar salah satu low cost carrier (LCC) asal Australia juga telah menyediakan layanan tempat duduk bagi penumpang yang akan membawa bayinya.

www.news.com.au

Tempat duduk tersbut digunakan untuk kursi mobil yang biasa digunakan anak, namun kursi mobil untuk bayi ini harus memenuhi persyaratan yang ketat. Tak hanya itu, bagi Anda yang membawa kursi anak dalam penerbangan dengan Jetstar, maka penumpang wajib memberitahukan kepada pihak maskapai melalui telepon untuk memesannya. Sebab tempat duduk ini diberikan terbatas pada setiap penerbangannya.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Hingga kini diketahui, Jetstar yang sudah memberikan pelayanan ini adalah penerbangan domestik di Selandia Baru. Qantas juga menjadi salah satu maskapai yang mengizinkan kursi mobil anak untuk dibawa ke atas pesawat. Sayang tidak semua maskapai memberikan izin untuk mebawa kursi mobil anak ke dalam kabin, seperti Tiger Airlines belum memperbolehkan masuknya car seat ke dalam kabin.

Mengenai Keselamatan bayi dalam penerbangan, perlu atau tidaknya menggunakan tempat duduk mobil anak, di jawab oleh Certified Child Passenger Safety Technician and Global Safety Advocate at Dionio, Allana Pikerton. Dia mengatakan kecelakaan pesawat jarang terjadi, dan bila pun ada resiko lainnya dari insiden penerbangan adalah hal yang tidak bisa ditentukan. “Tidak ada cara untuk memperdiksi kapan insiden dalam penerbangan terjadi, seperti Anda tidak bisa memprediksi kecelakaan mobil. Saya selalu mengatakan harus hati-hati saat membawa anak, jika anak tidak mendapatkan pengamanan yang benar bisa beresiko luka hingga terbunuh karena insiden dadakan dalam pesawat,” ujar Pinkerton.

Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass

Pinkerton juga mengingatkan kepada penumpang bahwa hukum fisika dalam pesawat sama seperti di dalam mobil, dimana tangan Anda tidak bisa mencegah atau mengamankan secara reflek saat bayi terlempar bila terjadi turbulensi. Insiden turbulensi mengingatkan pada kejadian belum lama, dimana pesawat Aeroflot dari Moskow meenuju Bangkok yang terkena turbulensi di langit cerah dan menyebabkan goncangan yang besar dan membuat penumpang terluka.

Saat itu, lampu sabuk pengaman tidak menyala sama sekali, sehingga 27 orang terkena luka serius dan seorang anak berusia satu tahun cedera. Banyak dari penumpang yang mengalamai patah tulang dan mendapatkan perawatan serius di rumah sakit saat pesawat mendarat di Thailand. Kejadian turbulensi langit cerah ini seperti mobil yang Anda kendarai tiba-tiba saja meledak. Karena turbulensi langit cerah tidak bisa diprediksi pilot dan terjadi sangat cepat tanpa peringatan di udara.

Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius

Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Bagi kebanyakan warga Australia, Bali adalah tujuan wisata terfavaorit saat berlibur ke luar negeri. Dan bagi Provinsi Bali, wisatawan asal Australia yang akrab disebut Aussie memang menempati urutan pertama pelancong berdasarkan asal negara. Data BPS Provinsi Bali pada September 2016 menyebut wisman asal Australia menempati urutan pertama dengan porsi 24,32 persen, dan kedua wisman asal Cina (18,02 persen). Tapi tahukah Anda masakapai mana yang paling banyak membawa Aussie ke Bali?

Baca juga: Kerjasama Jetstar dengan Doku, Mudahkan Pelanggan Membeli Tiket

Dalam sesi acara buka puasa bersama di Jakarta (7//6/2017), Robin Goh, Senior Communications Manager JetStar Asia menyebut, “Sampai saat ini kami adalah maskapai terbesar yang membawa penumpang dari Australia menuju Bali, berdasarkan riset kami, 40 persen wisatawan Australia ke Bali menggunakan JetStar,”ujar Robin Goh kepada KabarPenumpang.com. Lebih detail disebut, kota penyumbang wisatawan ke Bali paling banyak berasal dari kota Perth, berlanjut kemudian Melbourne, Sydney, Brisbane dan Adelaide.

Sebagai LCC (Low Cost Carrier), JetStar Asia dan JetStar Australia menjadikan Bali sebagai point penting. “Sejak membuka penerbangan perdana ke Bali pada tahun 2007, pertumbuhan penumpang dari Australia ke Bali telah meningkat 55 kali. Tak kurang ada 60 penerbangan JetStar ke Bali setiap minggu,” tambah Simon. Bahkan karena dianggap sebagai rute utama yang padat penumpang, sejak awal Januari 2014 JetStar telah mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 787 Dreamliner. Dengan Dreamliner, dalam satu kali terbang JetStar dapat mengangkut langsung 222 penumpang. Untuk tujuan Bali, JetStar juga menyiapkan pesawat narrow body dengan Airbus A320-200 yang berkapasitas 180 kursi.

Baca juga: Kementerian Pariwisata Gandeng Jetstar Bangun Pariwisata Indonesia

Bergabung dalam aliansi penerbangan internasional, JetStar kini telah menjalin kemitraan dengan 25 maskapai, seperti Qantas, Emirates, Srilankan, Finnair, dan Jet Airways, yang menghubungkan penumpang ke hampir semua rute penerbangam di Asia Tenggara dari Singapura. Jetstar diketahui adalah maskapai dengan LCC atau penerbangan dengan biaya murah teraman dikawasan oleh airlineratings.com baru-baru ini. Saat ini Jetstar sendiri sudah mengoperasikan 120 penerbangan dari dan ke Indonesia.

Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan

Sebagai salah satu manufaktur asal Korea Selatan yang bergerak dibidang otomotif sejak tahun 1967 silam, Hyundai tentu telah membuat banyak terobosan terhitung sejak setengah abad yang lalu. Tahun lalu, Hyundai merilis mobil listrik yang dilengkapi dengan teknologi IONIQ. Tak lama berselang, perusahaan yang bermarkas di Korea Selatan tersebut juga turut merilis produk anyarnya yang berupa skuter listrik. Kini, target dari Hyundai adalah mulai menjajal moda transportasi umum tanpa emisi berupa bus elektrik.

Baca Juga: Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge

Masalah kesehatan yang mengancam warga kota akibat adanya emisi dari moda berbahan bakar diesel seperti masalah pernapasan, sakit kepala, jantung, hingga kanker menjadi salah satu pertimbangan Hyundai dalam menyediakan moda transportasi baru yang lebih ramah lingkungan. Kehadiran penyakit-penyakit tersebut solah dipicu oleh pelepasan senyawa nitrogen oksida saat proses pembakaran bahan bakar. Tidak main-main, dalam sebuah studi komprehensif pada bulan April 2017 lalu, menunjukkan sebanyak 38.000 kematian dini pada tahun 2015 akibat polusi.

Dalam upayanya untuk mengurangi tingkat polusi yang terus menanjak naik, Hyundai menganggap konversi bus kota ke bus listrik dapat membantu mengurangu emisi berbahaya tersebut. Mereka percaya, konversi menuju bus listrik ini juga tidak akan berdampak buruk bagi para kostumernya. Walaupun biaya yang mesti dikeluarkan oleh pihak Hyundai pertama kali tidaklah sedikit, namun semua itu akan “balik modal” secara berkala karena tidak menggunakan bahan bakar minyak lagi, serta biaya perawatan yang bisa dibilang lebih murah dibanding bus konvensional lainnya.

Baca Juga: Gaffoglio Family Metalcrafters Luncurkan Bus Listrik

Tidak hanya Hyundai, beberapa perusahaan manufaktur otomotif mulai bergeliat untuk menghadirkan bus listrik, seperti Gaffoflio Family Metalcrafters dari Italia yang tengah mempersiapkan peluncuran dari bus yang dapat melaju sejauh 400km dalam sekali charge tersebut. Berbeda dengan kompetitornya yang berasal dari negeri Pizza tersebut, Hyundai ternyata mampu melebihi catatan jarak tempuh dalam sekali charge, yaitu 466km. Bus yang nantinya akan diberi nama Elec City tersebut menggunakan baterai berdaya 256kWh.

Jika Elec City dapat menembus pasar Amerika, maka Proterra Catalyst E2 akan menjadi saingan terberatnya. Bagaimana tidak, Proterra Catalyst E2 bermuatan tunggal dapat melaju sejauh 966km dalam sekali charge dalam sebuah uji coba. Selain ketiga nama tersebut, ada juga Lion Bus serta EZ10 dari Swiss yang turut pula melakukan serangkaian uji coba terhadap armada bus listrik masing-masing. Sebagaimana KabarPenumpangcom lansir dari newatlas.com, Kamis (1/6/2017) silam, pihak Hyundai mengatakan siap untuk merilis bus listrik mereka pada tahun 2018 mendatang.

Tidak Dapat Ongkos Losmen, Pengemudi Bus Mudik Gratis Kalang Kabut

Menjelang musim mudik, sejumlah pihak mulai melakukan persiapan guna melancarkan hajat tahunan negara tersebut, salah satunya adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Terhitung sejak Senin (5/6/2017) kemarin, KNKT sudah melakukan beberapa kunjungan guna meninjau kesiapan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) hingga perusahaan yang mengadakan perhelatan mudik gratis. Salah satu perusahaan yang mengadakan ajang mudik gratis adalah PT. Sido Muncul.

Baca Juga: KNKT Sosialisasi Keselamatan Pengemudi Ke Operator Bus

Dalam kunjungannya ke perusahaan yang berkutat dibidang obat tradisional ini, Rabu (7/6/2017), KNKT menghimbau agar PT. Sido Muncul mengingatkan PO Hiba Utama, selaku salah satu operator mudik gratis 2017, untuk selalu memperhatikan tiga aspek; Kelaikan moda, faktor pra sarana, dan juga kesiapan pengemudi moda tersebut. Humas KNKT, Indriantono mengatakan kesiapan pengemudi sangatlah penting, bukan hanya ketika musim mudik, pun dalam perjalanan sehari-hari. “Para pengemudi harus memperhatikan kondisinya sendiri, jika lelah, lebih baik menepi untuk beristirahat sejenak,” tuturnya saat ditemui KabarPenumpang.com. Tidak hanya itu, kelelahan yang biasanya timbul akibat macet akan jauh lebih berbahaya jika pengemudi sudah mulai mengalami gejala micro-sleep. “Jika pengemudi sudah kena micro-sleep, ya pedal gas akan terus diinjak dan moda akan hilang kendali dan akhirnya bisa saja menimbulkan kecelakaan,” tambahnya.

Pertemuan KNKT dengan PT. Sido Muncul di Cilandak

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor PT. Sido Muncul di Cilandak, Jakarta Selatan, poin utama yang selalu ditegaskan oleh pihak KNKT adalah beristirahat bila mulai kelelahan atau mengantuk. Lembaga pemerintahan nonstruktural ini juga mengatakan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan energy drink. “Itu (minuman berkafein) kan hanya menunda kantuk saja, nanti kalau efeknya sudah hilang, konsumen minuman itu akan merasa kantuk yang lebih parah,” terang Indriantono.

Sido Muncul sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Hiba Utama lebih dari 27 tahun, dengan puluhan kota yang menjadi destinasi ajang mudik bersama ini, seperti Banjar, Cirebon, Kuningan, Solo, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah. Namun, beberapa pengemudi bus ini mengaku merasakan adanya sebuah kecurangan manakala mereka tiba di Terminal Solo. “Kita disuruh bayar 30 ribu, dan setelah penumpang pada turun, kita langsung diusir. Kalau begitu, kita istirahatnya dimana?” keluhnya kebingungan. “Belum lagi kita nggak dapat uang buat nyewa losmen buat beristirahat,” tambahnya.

Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Menanggapi hal tersebut, pihak KNKT mengatakan bahwa rencana untuk membangun rest area khusus untuk para pengemudi angkutan berat sudah diajukan, namun untuk musim mudik tahun ini, prasarana tersebut belum bisa dinikmati. “Mungkin tahun depan sudah bisa digunakan,” terang KNKT. Keluhan lain yang dirasakan oleh para pengemudi bus ini adalah muatan yang dibawa oleh penumpang yang kadang tidak masuk di akal. “Pernah waktu itu ada yang bawa kulkas,” ujarnya sembari tertawa kecil. Untuk hal semacam itu, KNKT hanya bisa menghimbau kepada pihak penyelenggara untuk lebih kooperatif dalam mengarahkan para pemudik untuk membawa barang yang secukupnya saja.

Dalam pagelaran mudik bersama tahun ini, rencananya PT. Sido Muncul akan mengerahkan lebih dari 300 bus yang akan disebar ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Target utama dari mudik gratis tahun ini adalah para pedagang jamu dan asongan. Rencananya, tanggal 17 Juni 2017 mendatang, PT. Sido Muncul akan melakukan seremonial pelepasan peserta mudik gratis yang bertempat di TMII. Dalam acara tersebut, pihak Sido Muncul hanya mendatangkan sejumlah bus beserta para penumpangnya untuk dilepas secara simbolik.

Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Jelang puncak Hari Raya, ratusan kendaraan yang antre mengular di toll gate Pelabuhan Merak menjadi pemandangan yang menarik dari aspek fotografi, apalagi bila foto diambil dari ketinggian tertentu, menjadikan nuansa yang berbeda lagi jika pemotretan dilakukan pada malam hari. Sudah barang tentu pengambilan foto tak dilakukan dengan cara yang ‘biasa,’ melainkan butuh dukungan wahana nirawak yang kondang disebut drone.

Diantara BUMN transportasi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi salah satu perusahaan yang giat memanfaatkan keunggulan teknologi drone. Perusahaan yang melayani jasa penyeberangan ferry dan pengelolaan pelabuhan ini menggunakan drone untuk memantau kondisi lapangan dalam skup yang luas. Karena dianggap penting untuk memantau dan melaporkan kondisi keadaan di pelabuhan, kini selain di Merak, jasa drone mulai digunakan pada Pelabuhan Bakauheni, Lembar dan Kayangan.

Baca juga: Wow! Uber Canangkan Program Taksi Drone

Merak, sebagai pelabuhan penumpang tersibuk di Indonesia dengan luas area 20 hektar kini tak kurang sudah dilengkapi 100-an Closed Circuit Television (CCTV) untuk tugas pemantauan, namun CCTV hanya punya kemampuan ‘melihat’ pada satu sudut tertentu, ditambah secara kualias imaging, citra dari CCTV masih dirasa sangat rendah.

Berangkat dari kebutuhan taktis dan melengkapi fungsi pemantauan, sejak tahun 2015, PT ASDP Cabang Merak mulai mengoperasikan drone dalam wujud quadcopter. “Peran drone di ASDP Cabang Merak bukan untuk menggantikan tugas CCTV yang dapat dioperasikan kontinyu, melainkan diterbangkan hanya pada momen-momen tertentu, semisal untuk memantau trafik penumpang dan kendaraan di musim Lebaran dan liburan,”ujar Mario S. Oetomo, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.

Mengoperasikan drone di pelabuhan. Foto: Mario.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Kepada KabarPenumpang.com, Mario yang juga bertindak sebagai pilot drone menuturkan, bahwa menerbangkan drone di area pelabuhan penuh tantangan. “Di Pelabuhan Merak lebih banyak tantangan teknis, contohnya banyak berdiri antena BTS milik operator seluler, lalu ada sinyal kereta api, karena lokasi stasiun berada di dalam pelabuhan. Kemudian bangunan di pelabuhan banyak yang menggunakan beton, itu semua dapat membuat sinyal kompas dan gyro menjadi kacau,” kata Mario.

Karena ada potensi lost signal, maka penggunaan drone di Merak selalu mengaktifkan fitur return to home, yakni bila drone kehilangan sinyal dari operator, maka otomatis drone akan terbang kembali ke area take off. Sementara tantangan non teknis bisa terjadi karena faktor angin, meski begitu kondisi angin di Merak cenderung stabil.

Mario S. Oetomo (koleksi pribadi).

Jenis drone yang diterbangkan Mario adalah tipe DJI Phantom 3 Professional Quadcopter. Drone yang dijual seharga Rp10 jutaan ini memang lumayan laris digunakan para penggiat foto udara. Dari aspek imaging DJI Phantom 3 sudah dibekali kamera dengan resolusi 12 megapixels. Jika diterbangkan, drone akan difungsikan untuk foto dan rekam video untuk melaporkan kondisi di lapangan. Secara teori DJI Phantom 3 dapat terbang sejauh 2 Km, namun di Merak karena jarak pandang yang terbatas oleh banyak penghalang, maka drone maksimal diterbangkan sejauh 1,3 km dalam durasi 20 menit.

Mario yang mengaku hanya mempelajari tentang drone secara otodidak, dan melihat cara menerbangkan di YouTube. “Alhamdulilah hampir tiga tahun pemakaian, tidak pernah ada kendala apa pun dalam mengoperasikan drone ini,” tambah Mario. Menyambut musim Lebaran ini, Mario akan menerbangkan drone dua kali dalam sehari, memantau kondisi trafik di pelabuhan, bahkan sampai di luar pelabuhan demi lancarnya arus pemudik.

Digigit Anjing Sebelum Take-off, Penumpang ini Terpaksa Mendapat Perawatan Medis

Minggu (4/6/2017) kemarin ketegangan terjadi saat seorang penumpang yang berada di dalam maskapai Delta Airlines terpaksa di evakuasi oleh awak pesawat karena mengalami luka yang cukup serius pada bagian wajah. Bukan terpeleset atau terlibat adu jotos dengan penumpang lain, melainkan penumpang tersebut digigit oleh anjing yang turut ikut dalam penerbangan dari Hartsfield-Jackson International Airport menuju San Diego di Amerika Serikat.

Baca Juga: PT KAI Terbitkan Peraturan Baru Bagi Ibu Hamil

Anjing yang disinyalir membutuhkan perhatian khusus dari majikannya tersebut menggigit bagian wajah dari penumpang yang bernama Marlin Termaine Jackson. KabarPenumpang.com melansir dari fox5atlanta.com, Minggu (4/6/2017) salah seorang saksi mata mengatakan korban mengalami luka yang cukup parah pada bagian wajahnya. “Wajahnya dipenuhi darah, mulai dari mata, pipi, hidung, dan mulutnya semua luka. Sampai-sampai kemejanya pun berlumuran darah,” tuturnya. Lebih lanjut, ia mengatakan korban tengah duduk di pinggir dekat jendela, sedangkan si anjing dan empunya duduk di bangku tengah. Saksi lain mengatakan anjing itu duduk dipangkuan majikannya.

Menurut keterangan dari saksi, penumpang yang mendapat serangan dari anjing tersebut segera diturunkan dari pesawat untuk mendapatkan perawatan medis. “Kondisi korban sangat mengkhawatirkan,” tutur saksi. Keterangan lain datang dari seorang penumpang lain yang bernama Nathalie Pozo. Ia mendengar ada awak kapal yang menyebutkan bahwa penumpang tersebut merupakan seorang veteran perang. Lalu ia mengatakan, setelah insiden penggigitan itu, sang majikan lalu memeluk anjingnya. Sembari menangis di depan pintu masuk, sang majikan sempat bergumam, “Aku tahu mereka akan menyimpanmu di kargo,” ucapnya lirih.

Baca Juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Keterangan lanjutan diterima dari pihak kepolisian setempat yang turut mengambil posisi dalam insiden ini. Sang empunya anjing merupakan Veteran Angkatan Laut Amerika Serikat bernama Ronald Kevin Mundy Jr. yang sebelumnya sudah memohon kepada pihak yang berwenang untuk turut membawa anjingnya ke dalam kabin , karena ia beranggapan anjingnya tersebut membutuhkan perhatian khusus, sehingga tidak bisa ditinggalkan sendirian di dalam kargo. Walaupun, efek dari insiden penggigitan ini adalah anjing tersebut terpaksa dimasukkan ke dalam kandang untuk mencegah hal serupa kembali terjadi.

Sebenarnya, peraturan yang berlaku di setiap maskapai berbeda-beda mengenai kasus membawa hewan peliharaan ke dalam kabin, namun yang biasanya senada adalah menyimpan hewan tersebutdi dalam sebuah kandang agar tidak mengganggu penumpang lain. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga mesti memiliki sebuah surat keterangan sehat dari badan karantina hewan.

Keterangan lain didapat dari KLM, sebuah maskapai plat merah asal Belanda. Dalam lama resminya, pihak maskapai menyebutkan Kucing atau anjing kecil dapat dibawa masuk ke kabin sebagian besar penerbangan KLM Kelas Ekonomi dan pada sebagian besar penerbangan KLM Kelas Bisnis di dalam Eropa. Adapun peraturan lain yang harus ditaati oleh setiap orang yang hendak membawa peliharaannya ke dalam kabin, seperti:

  1. Dalam tas perjalanan hewan peliharaan yang cocok dengan ukuran maksimal 46 (panjang) x 28 (lebar) x 24 (tinggi) cm, atau dalam kandang keras dengan ukuran maks. 46 (panjang) x 28 (lebar) x 20 (tinggi) cm. Hewan peliharaan Anda harus dapat berdiri dan berbaring dengan nyaman.
  2. Berat total hewan peliharaan + tas perjalanan atau kandangnya mungkin maksimal 8 kg.
  3. Kandang harus diletakkan di bawah tempat duduk di depan Anda (sehingga baris keluar tidak disertakan). Anda tidak boleh mengeluarkan hewan peliharaan Anda dari tas perjalanan atau kandang.

Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional

Penumpang, pengemudi dan operator bus merupakan satu kesatuan dalam sebuah sistem angkutan umum. Dalam masa pengangkutan mudik lebaran ini, beberapa operator bus salah satunya Big Bird bakal menurunkan lebih dari 200 unit bus, baik bus besar, sedang dan tipe Elf.

Manager Bus Operasional Blue Bird, Bambang Kusumo Wijoyo mengatakan, bus yang ada di pool Blue Bird yakni Big Bird dari berbagai ukuran turun untuk digunakan oleh perusahaan swasta mengangkut karyawannya mudik. Dia menambahkan, sampai saat ini yang menggunakan bus milik Blue Bird baru dari swasta saja.

“Pengguna armada kami saat ini masih dari perusahaan swasta. Untuk pemerintahan sendiri belum ada sama sekali,” Jelas Bambang yang ditemui KabarPenumpang.com (6/6/2017). Tak hanya itu, diketahui saat ini armada bus Big Bird sudah dilengkapi oleh kamera pengawas atau CCTV, GPS Tracking, seatbelt di setiap tempat duduknya, alat pemadam kebakaran atau APAR hingga kotak P3K. Adanya penambahan GPS Tracking dan CCTV untuk memudahkan pool mengetahui hal-hal yang mengakibatkan bus miliknya jika terjadi kecelakaan dalam perjalanan.

Dalam sosialisasinya di Blue Bird, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga tetap membahas pada waktu istirahat pengemudi yang mengemudikan bus. Namun, tak hanya masalah tempat istirahat yang di bahas, KNKT juga membahas seatbelt atau sabuk pengaman tambahan.

Hal ini dikarenakan, beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang membuat sebagian penumpangnya terlempar dari tempat duduk sebab tidak ada yang mampu menahan penumpang di tempat duduknya. Kepala KNKT Surjanto mengatakan setiap bus harus dilengkapi dengan seatbelt pada tempat duduk penumpang bukan hanya pada pengemudi.

“Sebenarnya, dengan ada seatbelt ini membuat penumpang lebih aman kalau-kalu terjadi kecelakaan. Dimana penumpang tidak akan terlempar kedepan bila rem di injak dadakan oleh pengemudi saat menghindari terjadinya kecelakaan,” jelas Surjanto.

Menanggapi hal ini, General Manager Blue Bird, Agus Subroto menegaskan bahaw pihaknya ssudah melengkapi seatbelt pada kursi penumpang. Sebab bus Big bird milik mereka banyak disewa oleh sekolah-sekolah internasional.

“Karena banyak digunakan oleh sekolah internasional, maka bus kami ini juga sudah dilengkapi dan memiliki standar internasional,” ujarnya. Sehingga, untuk penumpang yang menggunakan armadanya akan merasakan lebih aman dibanding sebelumnya.

KNKT Sosialisasi Keselamatan Pengemudi Ke Operator Bus

Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) melakukan sosialisasi kepada operator bus angkutan lebaran, salah satunya adalah Primajasa. Kepala KNKT Surjanto mengatakan, dalam tiga tahun terakhir kecelakaan bus sering sekali terjadi.

Baca juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Menurutnya, faktor utama adalah lelahnya para pengemudi yang mengemudikan bus apalagi saat libur lebaran yang sebentar lagi tiba. Dengan adanya seperti ini, pihak KNKT konsen kepada waktu istirahat pengemudi yang bisa meminimalisir kecelakaan angkutan lebaran.

“Para pengemudi harus banyak istirahat saat berpuasa yakni dua jam sekali, memang perjalanan akan lebih lama tetapi yang penting adalah selamat sampai tujuan,” jelas Surjanto saat ditemui KabarPenumpang.com di pool Primajasa (6/6/2017).

Surjanto menambahkan, saat ini para pilot yang berpuasa tidak diperbolehkan menerbangkan pesawat. Hal ini disebabkan karena saat berpuasa, kadar gula di dalam tubuh menurun dan membuat konsentrasi bisa menurun dalam mengedarai kendaraan.

Selain itu, pihak KNKT juga berharap agar para operator bus bisa melakukan pengecekan rutin untuk kendaraan yang digunakan untuk angkutan lebaran. Selain itu, pihak operator bus Primajasa juga mengatakan, bahwa setiap perjalanan selalu melakukan pengecekan pada kendaraan.

Baca juga: Tumpangi Truk Karena Gratis? Lebih Baik Tidak Daripada Celaka

Kepala wilayah pool Jakarta, Endang mengatakan, untuk para pengemudi sendiri sudah disiapkan tempat beristirahat yang layak di dalam pool. Ini untuk memudahkan pengemudi mendapatkan istirahat yang cukup. “Kami menyediakan tempat yang layak untuk pengemudi untuk beristirahat. Kami juga melakukan pengecekan pada bus yang datang ke pool atau yang akan berangkat,” ujarnya.

Endang menambahkan, pihaknya juga menambahkan pengemudi cadangan untuk menggantikan para pengemudi yang kelelahan. Hal ini, agar tidak ada pengemudi yang kelalahan dalam perjalanan.

“Setiap pengemudi, kami menyediakan cadangannya baik di pool yang Jakarta atau di daerah tujuan Primajasa lainnya. Para pengemudi kami juga tidak akan langsung berangkat lagi bila sampai di pool Jakarta atau tujuaan,” tambah Endang.

Hal ini dikarenakan banyak bus yang lebih dahulu sampai dan bus lainnya akan berangkat setelah bus lainnya yang duluan sampai kembali berangkat dan pengemudi bus yang baru tiba di tujuan bisa beristirahat. Sayangnya, setiap terminal tempat tujuan bus-bus ini belum di sediakan ruang istirahat yang layak untuk pengemudi, bahkan terkadang tidak ada sama sekali.

Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass

Siapa yang tak kenal Lampung, Provinsi paling selatan di Pulau Sumatera? Bukan hanya terkenal dengan kota kopi dan pelabuhan Bakauheni serta pintu masuk menuju provinsi lain di Sumatera. Lampung sekarang juga terkenal dengan bandaranya yang baru saja menjadi Bandara Internasional yang awalnya hanya bandara domestik saja.

Bandara Lampung diberi nama Radin Inten II yang menjadi salah seorang Pahlawan Nasional asal Lampung. Bandara ini dikelola dan dimiliki oleh Kementerian Perhubungan, padahal bandara Radin Inten II masuk dalam kawasan PT Angkasa Pura II (Persero). Pada tahun 2016 lalu, bandara ini diperbesar agar bisa menjadi embarkasi haji tahun 2017 dan menerima pesawat dengan body yang lebar untuk.

Tak hanya itu, bandara ini pada Januari 2017 yang sudah berbenah infrastruktur salah satunya adalah lorong sepanjang 120 meter menghubungkan gedung terminal kedatangan – keberangkatan dengan gedung parkir empat lantai. Bentuknya yang unik seperti ular yang panjang dan berwarna cerah menarik perhatian masyarakat.

Lorong fiberglass dari terminal kedatangan-keberangkatan menuju tempat parkir

Lorong ini dibuat dari fiberglass warna warni sehingga banyak penumpang yang menyempatkan diri untuk berfoto karena bentuknya yang unik. Tak hanya lorong kedatangan – keberangkatan saja, lahan parkir pun mampu memuat 400 kendaraan. Selain itu, landasan pacu yang sebelumnya hanya 2.500 meter diperpanjang menjadi 3.200 meter.

Adapun saat ini setelah di perbaharui, bandara Radin Inten II mampu melayani penerbangan hingga 8000 penumpang perhari atau tiga juta penumpang pertahunnya. Bandara di bawah naungan Kementerian Perhubungan ini dilayani maskapai-maskapai Indonesia seperti Garuda Indonesia tujuan Batam, Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta), Garuda Indoensia/ Explore Garuda tujuan Palembang. Batik Air tujuan Jakarta (Halim Perdana Kusuma) dan Medan, Lion Air tujuan Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) dan Wings Air tujuan Bandung dan Palembang.

Bandara Radin Inten II juga melayani penerbangan Express Air tujuan Bandung dan Palembang, Sriwijaya Air tujuan Batam, Jakarta (Soekarno-Hatta), Surabaya dan Yogyakarta. Nam Air tujuan Jakarta (Soekarno-Hatta) dan Susi Air tujuan Krui.

Semakin besar bandara Radin Inten II, aktivitasnya pun semakin banyak, dengan terminal kedatangan dan keberangkatan yang semakin mewah. Ini membuat Lampung bisa menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun internasional, sebab bandara sudah bisa melayani pesawat dengan body lebar. Tak hanya itu, bandara Radin Inten II menambah banyak bandara yang diperluas.