Tidak Dapat Ongkos Losmen, Pengemudi Bus Mudik Gratis Kalang Kabut

Sumber: KabarPenumpang

Menjelang musim mudik, sejumlah pihak mulai melakukan persiapan guna melancarkan hajat tahunan negara tersebut, salah satunya adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Terhitung sejak Senin (5/6/2017) kemarin, KNKT sudah melakukan beberapa kunjungan guna meninjau kesiapan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) hingga perusahaan yang mengadakan perhelatan mudik gratis. Salah satu perusahaan yang mengadakan ajang mudik gratis adalah PT. Sido Muncul.

Baca Juga: KNKT Sosialisasi Keselamatan Pengemudi Ke Operator Bus

Dalam kunjungannya ke perusahaan yang berkutat dibidang obat tradisional ini, Rabu (7/6/2017), KNKT menghimbau agar PT. Sido Muncul mengingatkan PO Hiba Utama, selaku salah satu operator mudik gratis 2017, untuk selalu memperhatikan tiga aspek; Kelaikan moda, faktor pra sarana, dan juga kesiapan pengemudi moda tersebut. Humas KNKT, Indriantono mengatakan kesiapan pengemudi sangatlah penting, bukan hanya ketika musim mudik, pun dalam perjalanan sehari-hari. “Para pengemudi harus memperhatikan kondisinya sendiri, jika lelah, lebih baik menepi untuk beristirahat sejenak,” tuturnya saat ditemui KabarPenumpang.com. Tidak hanya itu, kelelahan yang biasanya timbul akibat macet akan jauh lebih berbahaya jika pengemudi sudah mulai mengalami gejala micro-sleep. “Jika pengemudi sudah kena micro-sleep, ya pedal gas akan terus diinjak dan moda akan hilang kendali dan akhirnya bisa saja menimbulkan kecelakaan,” tambahnya.

Pertemuan KNKT dengan PT. Sido Muncul di Cilandak

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor PT. Sido Muncul di Cilandak, Jakarta Selatan, poin utama yang selalu ditegaskan oleh pihak KNKT adalah beristirahat bila mulai kelelahan atau mengantuk. Lembaga pemerintahan nonstruktural ini juga mengatakan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan energy drink. “Itu (minuman berkafein) kan hanya menunda kantuk saja, nanti kalau efeknya sudah hilang, konsumen minuman itu akan merasa kantuk yang lebih parah,” terang Indriantono.

Sido Muncul sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Hiba Utama lebih dari 27 tahun, dengan puluhan kota yang menjadi destinasi ajang mudik bersama ini, seperti Banjar, Cirebon, Kuningan, Solo, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah. Namun, beberapa pengemudi bus ini mengaku merasakan adanya sebuah kecurangan manakala mereka tiba di Terminal Solo. “Kita disuruh bayar 30 ribu, dan setelah penumpang pada turun, kita langsung diusir. Kalau begitu, kita istirahatnya dimana?” keluhnya kebingungan. “Belum lagi kita nggak dapat uang buat nyewa losmen buat beristirahat,” tambahnya.

Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Menanggapi hal tersebut, pihak KNKT mengatakan bahwa rencana untuk membangun rest area khusus untuk para pengemudi angkutan berat sudah diajukan, namun untuk musim mudik tahun ini, prasarana tersebut belum bisa dinikmati. “Mungkin tahun depan sudah bisa digunakan,” terang KNKT. Keluhan lain yang dirasakan oleh para pengemudi bus ini adalah muatan yang dibawa oleh penumpang yang kadang tidak masuk di akal. “Pernah waktu itu ada yang bawa kulkas,” ujarnya sembari tertawa kecil. Untuk hal semacam itu, KNKT hanya bisa menghimbau kepada pihak penyelenggara untuk lebih kooperatif dalam mengarahkan para pemudik untuk membawa barang yang secukupnya saja.

Dalam pagelaran mudik bersama tahun ini, rencananya PT. Sido Muncul akan mengerahkan lebih dari 300 bus yang akan disebar ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Target utama dari mudik gratis tahun ini adalah para pedagang jamu dan asongan. Rencananya, tanggal 17 Juni 2017 mendatang, PT. Sido Muncul akan melakukan seremonial pelepasan peserta mudik gratis yang bertempat di TMII. Dalam acara tersebut, pihak Sido Muncul hanya mendatangkan sejumlah bus beserta para penumpangnya untuk dilepas secara simbolik.