Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Sumber: investors.com

Sebuah teknologi mutakhir sebentar lagi akan dapat dirasakan oleh para pengguna jasa aviasi asal negeri Paman Sam, Delta Airlines, yaitu self-service bag drop. Teknologi pendeteksi wajah tersebut merupakan yang pertama di Amerika dimana Anda tidak perlu repot-repot menyerahkan barang bawaan Anda ke pihak agen Delta, Anda cukup memeriksanya sendiri sesaat setelah komputer memindai wajah Anda untuk memastikan bahwa Anda memberikan identitas asli.

Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman cbsnews.com (16/5/2017), pemasangan teknologi ini akan dimulai dari Bandara Internasional Minneapolis-St Paul pada musim panas tahun ini. Pihak Delta mengucurkan dana sekitar $600.000 untuk empat buah mesin swa-layan dimana satu diantaranya memiliki teknologi pemindai wajah yang akan mencocokan muka penumpang dengan foto yang ada di paspor mereka.

Baca juga: Exruptive Tawarkan Teknologi Scanner X Ray Terbaru di Bandara

Sumber: luchtzak.be

Menurut pihak maskapai, penggunaan teknologi seperti ini akan membebas-tugaskan beberapa petugas dan dapat diberdayakan untuk membantu dalam hal pelayanan konsumen. Lebih lanjut, Ia mengatakan penggunaan teknologi semacam ini memakan waktu pengerjaan yang jauh lebih singkat dari yang biasanya dilakukan oleh manusia. Rilis yang dikeluarkan oleh pihak Delta, sebagaimana dikutip dari laman CBS.com, seolah mempertegas keseriusan dalam menyediakan teknologi pemindai wajah tersebut. “Masih terus berlanjut,” ungkap Anil Jain, seorang pakar biometrik.

Lebih lanjut, Jain yang merupakan seorang professor asal Michigan State University mengatakan pemasangan alat semacam ini merupakan bentuk nyata dari pengaplikasian  perkembangan teknologi. Ia juga menambahkan penggunaan alat ini merupakan cara Delta Airlines untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpangnya, karena alat ini diandalkan dalam pengawasan, penegakkan hukum, kontra-terorisme, penegakkan imigrasi, dan lain-lain. Sebelumnya, ia telah melakukan penelitian ekstensif mengenai alat pemindai tersebut.

Dengan terpasangnya alat ini, para penumpang dapat lebih cepat melewati proses check-in, terutama saat pelanggan mengenal kopernya sendiri dan akan lebih cepat dengan menggunakan teknologi pemindai wajah tersebut. Namun, tetap saja teknologi terbarusekalipun memiliki sebuah kelemahan. Awal tahun ini, Jain dan beberapa peneliti MSU melakukan penelitian berskala besar yang mengevaluasi seberapa akurat teknologi pemindai wajah. Hasilnya cukup megejutkan dimana alat tersebut hanya dapat mengidentifikasi foto lama saja. Kesimpulannya adalah, sistem pemindai wajah menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam mengidentifikasi individu dengan menggunakan foto yang diambil dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Baca Juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Sementara itu, foto yang terpampang pada paspor diganti setiap 10 tahun sekali. Berarti ada kemungkinan alat pemindai wajah tersebut tidak dapat mendeteksi  wajah seseorang yang usia paspornya melebihi enam tahun. Lebih lanjut, Jain mengatakan teknologi chip yang terpasang di paspor dinilai kurang optimal, karena tidak semua Negara menggunakan chip yang dapat memuat semua data pengguna, termasuk foto.

Hampir setengah dari orang dewasa di Amerika memiliki foto mereka di database pemindai wajah, berdasarkan laporan yang diwartakan oleh CBS News pada tahun 2016 silam. Sebenarnya, program pemindaian wajah paling efektif untuk mencocokkan wajah saat ada foto resmi, seperti foto paspor, foto SIM, dan foto KTP. Semakin standar, semakin baik. Walaupun hasil dari alat pemindai wajah ini bisa dibilang sangat akurat, namun bisa saja oknum-oknum tertentu yang memiliki niat tidak baik, menyamarkan identitasnya  guna melancarkan niatan buruknya itu. Tentu saja, pemerintah harus menyiapkan siasat agar kejadian penyamaran identitas tersebut tidak terjadi.