PT Angkasa Pura I Sasar Aviation Security Sosialisasi Kasus Penyelundupan Biota Laut

PT Angkasa Pura I (Persero) lakukan kerjasama dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Pengawasan Hasil Perikanan (PHP) Kelas I Denpasar di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dengan kerjasama keduanya ini, mengadakan sosialisasi di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (7/6/2017).

Baca juga: Optimalkan Pelayanan, PT Angkasa Pura I Luncurkan Concordia Lounge Card

Adanya kerjasama dan sosialisasi ini untuk mewujudkan implementasi AP I dengan bandara I Gusti Ngurah Rai dan BKIPM serta PHP Kelas I Denpasar untuk pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan. Adapun sosialisasi ini dihadiri oleh Co General Manager bandara I Gusti Ngurah Rai Putu Puja Supradnyana dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Komandan Pangkalan Udara TNI AU Ngurah Rai, Kapolsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kepala Kantor CIQ, Ketua AOC dan Management AP I bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sosisalisasi ini akan menyasar kepada petugas aviation security bandara I Gusti Ngurah Rai. “Mewakili manajemen, saya mengucapkan terima kasih dan apresisasi setinggi-tingginya kepada Kepala BKIPM atas pelaksananaan sosialisasi ini”, ujar Putu Puja yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima (8/6/2017).

Baca juga: Bos Angkasa Pura I Siapkan Kuda-Kuda Jelang Mudik Lebaran

BKIPM menggandeng Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia untuk memberikan pengajaran dan berbagi informasi dalam upaya optimalisasi pencegahan bibit lobster. Wujud kerjasama yang telah dilaksanakan adalah menghasilkan beberapa penindakan terhadap kasus penyelundupan.

“Sejak tahun 2016 hingga Mei 2017 terdapat 17 kasus yang sudah ditindaklanjuti diantaranya penyelundupan koral, cangkang kerang, sirip hiu dan lobster,”
Kepala BKIPM Kelas I Denpasar Ir Habrin Yake MM.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Karantina Ikan RI Riza Priyatna mengatakan bahwa hingga 2 Juni pihaknya telah menyelamatkan Rp158 miliar dari upaya penyelundupan bibit lobster. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan bahwa dengan peningkatan koordinasi dan komunikasi antara AP I dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan BKIPM Kelas I Denpasar, baik manajemen maupun petugas di lapangan, diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan pencegahan penyelundupan hasil perikanan.

Akibat Tas Obat, Sepasang Suami Istri Diusir dari Pesawat

Sepasang suami istri Maria Fronta dan Bryan Bridgwater diturunkan dari penerbangan WestJet di Inggris. Hal ini dikarenakan keduanya dianggap tidak sopan kepada awak kabin. Dilansir KabarPenumpang.com dari globalnews.ca (5/6/2017) Fronta yang saat itu membawa tas jinjing berisi obat darah tinggi untuk diletakkan di atas tempat duduk mereka.

Namun, pramugara melarang Fronta melakukan hal itu dan merekam kejadian tersebut menggunakan kamera telepon genggamnya. Saat itu Bridgwater, suami Fronta mengatakan sang pramugara menjadi sangat agresif dengan yang dilakukan istrinya tersebut. Kemudian pramugara membawa Fronta bertemu dengan pilot penerbangan saat itu. Dari situ sang pilot mengatakan bahwa Fronta tak boleh meletakkan tas di tempat duduk.

Baca juga: (Lagi), Awak Pesawat Gunakan Kabel Ties Untuk Lumpuhkan Penumpang

“Yang perlu saya ketahui adalah bahwa Anda menghormati aturan penerangan dan tidak perlu khawatir,” ujar pilot WestJet dalam video tersebut. Didalam video juga terlihat sang pramugara berteriak bahwa Fronta dan suaminya tidak diinginkan dalam penerbangan tersebut karena masalah tas yang dianggap melanggar aturan. “Ini tidak akan berjalan baik,” ujar sang pramugara yang terekam video sembari memukul ponsel yang dibawa Fronta untuk merekam.

Kemudian, saat itu juga Fronta dan sang suami diperintahkan untuk meninggalkan pesawat oleh pilot. Karena hal ini, keduanya harus menaiki bus menuju bandara Heathrow dan mengambil penerbangan melalui Reyjavik, Islandia untuk menuju Toronto.

Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora

“Banyak upaya telah dilakukan oleh kru untuk mengurangi situasi tapi tidak berhasil. Kru operasi kemudian menentukan bahwa tamu terlalu sulit diatur untuk terbang. “Ini adalah posisi WestJet bahwa perjalanan tamu dengan kami pasti memiliki potensi untuk membahayakan keselamatan awak kapal dan tamu lainnya,” ujar juru bicara WestJet Lauren Stewart dari surat yang dikirim ke Global New Senin (5/6/2017) malam.

Namun, hingga kini pun pihak WestJet masih terus menyelidiki dan menindaklanjuti semua awak kabin serta anggota staff yang terlihat dalam video tersebut. Hal ini juga dikomentari oleh Advokat Hak Penumpang, Gbor Lukacs, bahwa insiden ini merupakan masalah yang serius. “Saya tidak melihat pembenaran atas tindakan pramugara ini,” kata Lukacs.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

Frota dan Bridgwater, yang sering bepergian ke Inggris dan Brasil, mengatakan bahwa mereka terbiasa dengan prosedur perjalanan udara dan tidak pantas dikeluarkan dari penerbangan. Mereka menambahkan bahwa mereka sekarang kehabisan uang sekitar U$2.500 untuk membayar alternatif kembali ke Kanada.

Brian Godfrey, seorang konsultan pramugari, melihat video yang diambil Frota dan mengatakan bahwa staf tidak boleh berhubungan dengan penumpang. “Tidak lama lagi seorang pramugari bisa melabrak penumpang kapan saja atau pramugari bisa mengambil barang-barang milik penumpang.” Selama 17 tahun karirnya, dia telah mengakomodasi banyak permintaan khusus untuk membawa tas. “Tugas utama pramugari adalah keselamatan, kenyamanan, pelayanan pelanggan dan melakukan semua tugas pada waktu yang tepat.”

Gelar Expo Berskala Internasional, Kazakhstan dan Uzbekistan Luncurkan Kereta Lintas Perbatasan

Meski secara geografis jauh dari Indonesia, Kazakhstan dan Uzbekistan namanya begitu lekat di telinga. Kedua negara eks Imperium Uni Soviet ini selalu menyita perhatian dalam banyak hal, dan kali ini ada kabar terbaru antar kedua negara bertetangga tersebut, bukan soal politik dan manuver Rusia, melainkan Kazakhstan dan Uzbekistan telah meresmikan beroperasinya layanan kereta penumpang lintas perbatasan, menghubungkan ibu kota kedua negara lewat jalur rel.

Dikutip KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (6/6/2017), layanan kereta lintas perbatasan diluncurkan sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara untuk memperkuat kerjasama bilateral. Rute yang dilalui kereta ini mulai dari Samarkand, ibu kota Uzbekistan melalui Tashkent, Saryagash, Shymkent, Taraz, Shu, Saryshagan, Karaganda dan berakhir di Astana, ibu kota Kazakhstan. Karena melibatkan layanan di negara, peluncuran kereta ini juga dilakukan oleh dua operator, Kazakhstan Temir Zholy dan Uzbekiston Temir Yollari.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Selain memperkuat hubungan bilateral, adanya kereta ini dipastikan turut mendukung kampanye pariwisata di kedua negara. Perjalanan perdana kereta perbatasan ini dilakukan pada 3 Juni 2017 lalu dengan kedatangan penumpang kereta dari stasiun Nurly Jol.

Mobilitas menjadi kata kunci dalam kerjasama ini, kedua negara diketahui sedang mempersiapkan hajatan International Energy Exposition Expo 2017 yang akan berlangsung di Kazakhstan dan Uzbekistan. Acara internasional ini akan menghadirkan orang-orang dari seluruh dunia untuk pameran khusus bertemakan “Future Energy”. Expo dijadwalkan berlangsung hingga 10 September dan akan menampilkan 3000 tema, acara budaya dan hiburan. Untuk membuatnya lebih mudah bagi pengunjung, kedua negara telah menghapuskan persyaratan visa bagi pelancong dari 45 negara.

Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!

Model layanan kereta api lintas perbatasan sudah jamak di Eropa Barat, bahkan di Asia Tenggara, antara Malaysia, Singapura dan Thailand dapat dihubungkan lewat jalur rel. Sementara di Asia Tengah, Kazakhstan dan Uzbekistan memulainya sebagai terobosan baru.

Tak Miliki Boarding Pass, Pria Ini Bentak Petugas Check In Hingga Menangis

Seorang petugas check in counter dari maskapai Ryanair di Bandara Brussels, Belgia terpaksa harus meneteskan air mata setelah dirinya dibentak oleh seorang pelanggan yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kejadian yang terekam dalam sebuah video ini menunjukkan bagaimana tekanan yang diterima oleh petugas Ryanair dari calon penumpang bersuara berat tersebut.

Baca Juga: Yang Tabu Saat Anda Berada di Bandara

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au, Jumat (9/6/2017) waktu setempat, insiden berawal setelah seorang calon penumpang pria diberitahu bahwa dia harus membayar €50 untuk naik pesawat terbang karena dia tidak memiliki boarding pass pra-cetak. Berdasarkan data yang diperoleh, petugas yang bernama Sabrina tersebut mencoba untuk memanggil pihak keamanan, namun usahanya sia-sia dan ia malah semakin dicecar oleh sang calon penumpang.

Dengan tetap mencaci Sabrina, calon penumpang pria ini menyelipkan beberapa kata-kata yang kurang pantas setelah ia melihat Sabrina sempat tertawa kecil bersama teman-temannya, dan dirasa telah melecehkan kostumer yang sedang naik darah tersebut. “Anda memiliki sikap yang buruk,” tutur sang calon penumpang. Dalam momen tersebut, sang petugas yang sudah mulai terguncang tersebut terlihat sudah mulai gelisah. Tak lama berselang, seorang pria datang menghampiri keributan tersebut dan mencoba untuk membela Sabrina, namun ia malah berdebat dengan si calon penumpang yang sedang mengamuk tersebut. “Enyahlah kau, botak! Anda tidak berwenang di sini,” teriak si kostumer pada pria yang mencoba untuk melerai.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

“Duduklah, orang tua. Katakan padanya untuk membiarkan saya berada dalam penerbangan. Dia seharusnya mencetak boarding pass saya, dia bekerja di sini. Anda bukan siapa-siapa, Anda bukan apa-apa,” Omelnya kepada pria berkacamata tersebut. Ketika emosinya semakin meluap, tangisan Sabrina pun tidak bisa dibendung. Dengan ketus, sang calon penumpang menyindir Sabrina yang mulai menangis tersebut. “Oh, apakah Anda mengalami gangguan emosional?” ucap calon penumpang dengan ketus.

Emosi sang calon penumpang baru berhasil diredam ketika seorang pengunjung lain mencoba untuk menghampirinya dan berusaha untuk berbicara dengannya secara perlahan. Pihak penengah ini juga meminta sang calon penumpang untuk mematikan kamera video yang semenjak awal ia gunakan untuk merekam omelannya.

https://www.youtube.com/watch?v=On4ABdO0Fv0

Akibat kejadian ini, juru bicara Ryanair mengatakan masih akan menyelidiki kasus memalukan semacam ini. “Bersama Aviapartner tengah menyelidiki kasus ini. Kami tidak akan mentoleransi perilaku semacam itu atau perilaku lain yang mengganggu kenyamanan,” tuturnya. Dalam video yang bisa diakses melalui Youtube, banyak komentar negatif mengenai tindakan pria tersebut. Banyak sekali cemoohan yang ia terima dari netizen yang tidak suka melihat  tindakannya tersebut. Namun, tidak semuanya kontra dengan si calon penumpang, ada juga yang mendukung tindakan tersebut, walaupun tidak harus dibarengi dengan bentakan.

Sambut Angkutan Lebaran, Damri Nyatakan “Well Prepared”

Dalam beberapa hari kedepan, musim angkutan Lebaran 2017 akan mulai berjalan di semua moda transportasi. Terkhusus bagi Perum Damri yang melayani pemudik dalam wahana bus, pun telah mempersiapkan secara matang untuk mengantisipasi trafik angkutan Lebaran. BUMN transportasi yang kini memiliki 62 cabang di berbagai kota ini tak hanya berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, tapi yang lebih penting Damri telah meningkatkan manajemen keselamatan berkendara.

Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional

Poin keselatan berkendara menjadi elemen penting yang disampaikan Gede Pasek Suardika, Direktur Keselamatan dan Pelayanan Perum Damri dalam perbincangan bersama tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di Pool Damri Kemayoran, Kamis (8/6/2017). Dalam program sosialisasi keselamatan angkutan lebaran, tim KNKT yang dipimpin Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT, memberi paparan tujuh (7) poin keselamatan yang harus dilakukan penyedia angkutan bus.

Berikut tujuh poin keselamatan yang disosialisasikan KNKT, dan tanggapan langsung yang disampaikan Gede Pasek Suardika yang menyebut Damri dalam kondisi well prepared untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini.

1. Beristirahat setiap 4 jam di perjalanan.
“Dalam hal ini Damri jauh-jauh hari sudah menerapkannya, bahkan untuk menjamin agar dapat tercapai, kami sudah merancang pos pantau (pos pengecekan) yang disesuaikan dengan rasio durasi dan jarak tempuh bus-bus tersebut.”

2. Beristirahat di tempat tujuan selama 8 jam dengan kualitas baik.
“Ini telah menjadi perhatian kami bersama, bahwa sopir membutuhkan waktu yang cukup. Bahkan telah ada kebijakan untuk rute diatas 500 km, maka wajib disertakan sopir cadangan. Dengan begitu beban pada salah satu sopir tidak terjadi.”

3. Kondisi sehat selama berkendara.
“Secara rutin (bukan Lebaran) ada pengecekan kesehatan secara berkala pada sopir. Seperti untuk angkutan Lebaran ini, setiap sopir yang akan mengemudi harus di cek kesehatannya. Bekerjasama dengan Jasa Raharja, nantinya akan ada dua dokter yang standby di pool selama 24 jam.”

4. Menggunakan sabuk pengaman (seatbelt) dan tidak menggunaka ponsel selama mengemudi.
“Menggunakan sabuk pengaman dan tidak mengguakan ponsel selama mengemudi adalah ketentuan yang tegas di Damri, apalagi di setiap bus kini sudah dilengkapi CCTV untuk pengawasan, siapa pun sopir yang melanggar akan diberikan sanksi keras. Namun untuk seatbelt di kursi penumpang, harus diakui Damri masih menjadi tantangan, mengingat sebagian besar bus belum ada seatbelt untuk penumpang.”

Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja

5. Doa bersama sebelum keberangkatan
“Selain doa yang sudah menjadi kewajiban bagi umat beragama, sebelum keberangkatan kami juga mengharuskan awak bus untuk melakukan greetings kepada penumpang.”

6. Sistem rem kendaraan berfungsi baik dan ganti selang fleksibel rem setiap 5 tahun.
“Saran dari KNKT ini kami jadikan sebagai perintah untuk dilaksanakan Damri, bahkan selang fleksibel akan diupayakan untuk diganti setiap 2 tahun.”

7. Fasilitas tanggap darurat berfungsi baik
“Untuk yang satu ini jadi perhatian penting, saat ini semua bus Damri sudah menggunakan kaca jenis safety glass. Kemudian palu pemecah kaca dipastikan sudah tersedia di setiap bus. Tinggal kedepan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi kepada para penumpang, seperti cara menggunakan palu pemecah kaca yang benar saat kondisi darurat.”

Antara Qatar Airways, Irlandia, dan Jamaah Umroh Indonesia

Pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh negara-negara timur tengah seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi terhadap Qatar tidak mempengaruhi rencana maskapai kebanggaan negara tersebut, Qatar Airways dalam meluncurkan rute terbarunya ke Irlandia. Arab Saudi, yang menjadi satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Qatar telah menutup perbatasan, memutuskan rantai perdagangan dan mencabut izin operasi Qatar Airways Saudi, dengan tuduhan dukungan yang diberikan oleh Qatar untuk gerakan teroris ISIS.

Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?

Pada bulan April silam, Qatar Airways mengumumkan penerbangan pertama dengan rute terbarunya, yaitu Irlandia. Pengumuman tersebut juga seolah menegaskan hubungan internasional yang coba dijalin Irlandia dengan Qatar, negara Teluk pertama yang bekerja sama dengannya. Layanan Dublin-Doha setiap hari akan diluncurkan, dan pada sejak Senin depan, pihak Qatar akan membuka kesempatan bagi para penumpangnya untuk dapat merasakan perjalanan mewah ke lebih dai 150 destinasi, termasuk Far East dan Australia.

Pada saat pengumuman tersebut, Chief Executive Qatar, Akbar al-Baker, menyebut Dublin sebagai pusat internasional yang penting dan berkembang. “Permintaan tiket menuju Dublin yang tinggi membuat rute ini menjadi salah satu ladang investasi yang baik,” ungkapnya seperti KabarPenumpang.com lansir dari laman irishexaminer.com, Rabu (7/6/2017). Juru bicara pihak Qatar Airways mengatakan perjalananan ini awalnya terdengar sulit apabila harus memutar negara yang sudah membatasi wiayahnya.

“Operasi Qatar Airways berjalan seperti biasa, tanpa gangguan kecuali dari ke empat negara yang telah membatasi Qatar Airways untuk melintas di atasnya,” kata juru bicara tersebut. Namun tetap saja sedikit banyaknya, blokade yang dilakukan oleh aliansi negara-negara di Timur-Tengah akan membawa kekhawatiran sendiri bagi para penumpang maskapai tersebut yang hendak melakukan perjalanan internasional.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

Kekhawatiran para penumpang tersebut seolah langsung dibuktikan oleh Mesir yang dilaporkan telah menutup wilayah udaranya untuk maskapai milik Qatar. Penutupan ini dimulai pada pukul 04.00 waktu setempat pada Selasa (6/6/2017) hingga waktu yang belum ditentukan. Ternyata, blokade yang dilakukan oleh aliansi negara Timur-Tengah tersebut berdampak pula pada Indonesia.

Ditjen Perhubungan Udara akan mencarikan solusi untuk para jamaah yang tengah melakukan perjalanan ke Tanah Suci dengan mengalihkan penerbangan ke maskapai lain yang bisa mengangkut jamaah tersebut dengan lancar dan nyaman. “Kita tidak bisa mencampuri urusan politik negara lain. Yang bisa kita lakukan adalah membuat kebijakan untuk tetap memudahkan para jamaah umroh dari Indonesia, yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap melaksanakan ibadahnya dengan lancar,” tutur Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, Selasa (6/6/2017).

Tragis! Air Canada Batalkan Tiket dengan Pembayaran via Kartu Kredit

Seorang wanita bernama Nina Chung asal kota Vancouver mengaku tidak mendapat pemberitahuan pembatalan tiketnya menuju Hong Kong. Saat itu diketahui untuk membeli tiket pesawat Air Canada, Nina menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayarannya.

Baca juga: Air Canada Pisahkan Dua Sejoli dalam Penerbangan

Dilansir KabarPenumpang.com dari cbc.ca (6/7/2017), Selain Nina masih ada delapan penumpang lain yang tiketnya dibatalkan setelah membeli menggunakan kartu kredit. Menurut Canadian Transportation Agency sebenarnya hal ini menjadi pelanggaran berat bagi Air Canada yang tiba-tiba membatalkan tiket penumpang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya.

Nina Chung (CBC.ca)

Menurut Nina, saat itu dirinya melakukan pengecekan status penerbangan melalui website Air Canada dan tertulis bahwa tiketnya terkonfirmasi. Tetapi saat dirinya mengkonfirmasi ke pihak maskpai justru hal yang tidak nyaman dirasakannya, dimana pihak Air Canada mengatakan website tersebut salah dan Nina tidak memiliki tiket sama sekali.

Baca juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu

Hal itu dirasakannya pada saat akan meminta tiketnya pada 10 Mei 2017 lalu dan tanggal 15 Mei uang yang digunakan untuk membeli tiket sudah dikembalikan. Namun baru masuk kembali tanggal 29 Mei. Nina yang kaget akan hal itu langsung mengingat bahwa tidak ada masalah sama sekali dengan kartu kredit yang digunakan untuk membayar tiket tersebut. Sebab secara teratur dirinya membayar kartu kredit tanpa tunggakan sedikitpun.

Tiket Nina Chung (CBC.ca)

Nina yang merasa kaget kemudian menghubungi pihak perusahaan kartu kredit miliknya, apakah ada kecurangan atau tidak. Tetapi pihak kartu kredi menyatakan bahwa kesalahan bukan dari pihak mereka, tetapi kesalahan ada di pihak Air Canada dan mengatakan kepada Nina untuk menghubungi maskapai tersebut untuk mendapat kepastian yang jelas kenapa uangnya dikembalikan.

Atas kejadian ini, suami Nina yakni Wilkins Chung ikut terlibat untuk menyelesaikan masalah ini. Dirinya bersama suami melakukan perbincangan melalui laman Facebook milik Air Canada dan semua screen shootnya dikirim ke CBC.

Baca juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties

“Agen reservasi kami tidak akan bisa membantu Anda melalui telepon. Air Canada meninjau semua transaksi tiket untuk validitas, dan tampaknya transaksi Anda tidak memenuhi semua pemeriksaan validitasnya. Untuk bantuan lebih lanjut, Anda perlu menyelesaikan transaksi bertatap muka di bandara,” ujar admin anonim tersebut di laman Facebook.

Wilkins Chung (CBC.ca)

Atas kejadian ini, seorang advokat yang menangani hak penumpang udara mengatakan masalah ini berasal dari perubahan sistem deteksi kecurangan di Air Canada yang dengan sengaja menandai bahwa kartu kredit pelanggan yang valid. Gabor Lukacs mengatakan dirinya banyak menerima keluhan dari penumpang Air Canada dalam beberapa pekan terakhir yang melibatkan pembatalan pemesanan secara mengejutkan. “Tidak diragukan lagi ada sesuatu yang salah secara fundamental dengan sistem ini. Sistem deteksi kecurangan yang memiliki banyak false positive jelas salah, ” kata Lukacs.

Karena adanya kejadian ini, membuat juru bicara Air Canada, Anglea Mah angkat bicara dan membantah telah terjadi perubahan dalam kejadian penggunanan kartu kredit sebagai alat pembayaran tiket Air Canada.

“Kami mengoptimalkan alat deteksi dan pencegahan anomali dan sistem keamanan secara konstan, karena penipuan kartu kredit merugikan semua orang. Kami mengubah sistem notifikasi pada bulan April untuk memberi tahu pelanggan sesegera mungkin (tentang pembatalan) menggunakan kartu lain untuk pembayaran. Kami dengan tulus menyesalkan ketidaknyamanan yang dapat mempengaruhi pelanggan kami, dan kami akan dengan senang hati melihat situasi pelanggan yang tampaknya tidak mengikuti proses pemberitahuan,” tulis Mah dalam sebuah email ke CBC News.

Mah mengklaim bahwa Nina diberitahu melalui email tentang pembatalan tiket mereka. Namun, Nina mengatakan satu-satunya email yang mereka terima melibatkan Air Canada yang mengkonfirmasikan jadwal perjalanan mereka. Dengan respon seperti ini Lukacs menambahkan bahwa respon Air Canada tidaklah cukup baik.

Lukacs mengatakan kompensasi bisa setinggi $800, “karena penumpang memang memiliki tiket yang valid yang dibatalkan oleh Air Canada.” Selain Nina Chung seorang pria dari Calagary, wanita dari Toronto, pada Januari lalu, kemudian seorang wanita dari New Brunswick, pasangan Newfoundland pada bulan Maret, seorang pria Saskatoon, dan seorang warga Kanada yang tinggal di San Francisco, pada bulan Mei. Harus merasakan pembatalan tiket yang sepihak saat akan berangkat dan sudah sampai di bandara. Tak hanya itu, mereka diharuskan membeli tiket di bandara dengan harga yang lebih tinggi.

Bus Bandara Kini Lewati Jalur Mall dan Hotel Jabodetabek

Sering bingung saat berada di mall atau hotel dan harus berangkat ke bandara dengan budget rendah? Pada 30 Mei 2017 kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan angkutan bus Jabodetabek Airport Connection (JA Connection) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus ini akan mengangkut penumpang dari 15 hotel dan 7 mall di Jabodetabek.

Baca juga: Transjakarta Siapkan Rute Baru ke Bandara Soekarno Hatta

Dirangkum KabarPenumpang.com, tarif JA Connexion ini berbeda antara dari hotel ataupun mall walaupun tujuannya sama-sama ke bandara. Dari pertama ditetapkan, hingga kini tarif yang diberikan masih dalam masa promo. “Tarif dari hotel ke Bandara Rp50 ribu, tarif mal ke Bandara Rp 25 ribu,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Adriani Sinaga yang dikutip KabarPenumpang.com dari Kompas.com (30/5/2017).

Baca juga: Terganjal Pembebasan Lahan, Pengoperasian Kereta Bandara Soetta Mundur dari Jadwal

Diketahui ada empat perusahaan otobus (PO) dengan 91 bus yang melayani dari 15 hotel dan 7 mall ke bandara Soetta. Keempat PO tersebut adalah Blue Bird, Sinar Jaya, Perum Damri dan Perum PPD. Budi Karya mengatakan JA Connexion ini sebagai bagian dari Bus Rapid Transit (BRT) yang menjadi sebuah keharusan bagi Jakarta.

Traffic penumpang di Bandara Soekarno Hatta setiap harinya adalah 150 ribu orang ditambah sekitar 25 ribu pekerja di Bandara Soekarno Hatta, sehingga kehadiran bus ini menjadi suatu keharusan,” ujar Budi Karya. Adanya JA Connexion ini menambah dan mempermudah masyarakat menuju bandara Soetta dan menjadi salah satu alternatif seperti kereta api bandara yang sebentar lagi juga akan segera beroperasi.

Baca juga: Perum DAMRI Hadirkan Bus High Deck dengan Pengalaman Pesawat Terbang

Light Rail Transit (LRT) itu lebih efisien tiga kali lipat dari bus dan bus lima kali lipat lebih efisien dari kendaraan pribadi. Sehingga layanan bus ini harus diselenggarakan secepatnya dengan tingkat pelayanan yang baik,” ujar Budi Karya.

Diketahui berikut 15 hotel di Jabodetabek yang melayani angkutan bus ini yakni Hotel Borobudur, Alila, Luminor, Sari Pan Pacific, Aryaduta, Grand Cemara, ibis Tamarin, Milenium, Grand Sahid Jaya , Hotel Ascot, Hotel Amaris Thamrin City, Hotel Aston Sentul City, Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang dan Hotel Mall BTM Bogor.

Sedangkan untuk mall, JA Connexion ini melalui rute dari Mall Taman Anggrek, Mall Plaza Senayan, Mall ITC Cempaka Mas, Mall Kelapa Gading, Mall Thamrin City dan Tanah Abang, Mall BTM Bogor dan Mall Grand Indonesia.

Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Menjadi tuntutan banyak orang karena digunakan sebagai transportasi massal, perkembangan teknologi kereta boleh dikata terbilang pesat. Setelah evolusi kereta peluru dan sistem broadband pada kereta, kini muncul terobosan baru, yakni kereta tanpa rel yang telah diluncurkan di Zhuzhou, salah satu kota kecil di Cina. Bagaimana bisa sosok kereta tapi berjalan tanpa rel?

Baca juga: Belmond Andean Explorer, Kereta Tidur Pelintas Pegunungan Andes

Pemerintah Negeri Tirai Bambu memang tengan mencanangkan penggelaran sistem kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) di kota-kota kecil. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (6/7/2017), China CRRC Zhuzhuo Institude Co Ltd mengatakan akan membangun sistem kereta ringan pada kota-kota kecil yang masih belum mampu berkembang sendiri. Pihak CRRC Zhuzhou juga dengan membantu ini masih mendapatkan keuntungan.

Dalam pembangunan kereta ringan yang dibuat adalah kereta tanpa rel pertama di dunia yakni kendaraan listrik yang berjalan di jalur aspal dengan menggunakan ban karet bukan roda besi seperti kereta biasanya yang berjalan di rel khusus. Kereta ringan yang digunakan adalah Autonomus Rail Rapid Transit (ART) dengan panjang sekitar sembilan meter per gerbongnya, dan kereta dengan cat hijau ini bisa berjalan hingga kecepatan maksimal 70 km per jam dan mampu bergerak sejauh 40 km per-charge dari sistem baterai.

Autonomus Rail Rapid Transit(newatlas.com)

Disebutkan bahwa ART ini mampu mengangkut 300 penumpang dalam tiga rangkaiannya dan bisa menampung hingga 500 penumpang bila ada mobil tambahan. Uniknya dari foto-foto memperlihatkan ART ini bergerak secara otomatis mengikuti garis yang tergambar pada jalan aspal. CRRC sebagai pembuat ART ini mengatakan, bahwa kereta ringan ART yang mampu berjalan di darat ini dilengkapi dengan sensor yang bisa membaca jalan dan mampu merencanakan perjalanannya sendiri (otonomus).

Baca juga: Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022

Namun, hingga kini belum jelas apakah pada ART ini ada sistem untuk menghindar dari tabrakan dan juga memiliki kursi pengemudi di bagian depannya. Sayangnya, belum jelas apakah nantinya akan ada pengemudi atau tidaknya. Hal ini yang membuat cara kerja kendaraan ini tidak jelas, sebab di awal dikatakan bahwa dilengkapi sensor untuk bergerak sesuai rute tetapi memiliki ruang kemudi.

Hingga kini, rencana ART dengan cat berwarna hijau ini, jalurnya akan dibangun melalui pusat kota Zhuzhuo dan akan mulai beroperasi tahun 2018 mendatang.

Tersengat Kalajengking Dua Jam, Penumpang Ini Dalam Kondisi Stabil

Dalam suatu penerbangan sangat mungkin selalu muncul hal yang tidak dapat diduga. Seperti halnya kasus ditemukannya ular di dalam pesawat, kondisi yang tentu sangat menyeramkan. Sebab ular yang berdarah dingin pastinya mencari tempat yang hangat untuk membuat dirinya tetap hangat di dalam pesawat yang dingin. Turbulensi pada langit cerah yang tidak bisa di prediksi juga menjadi momok menakutkan, sehingga penumpang bisa saja terlempar, pasalnya tidak ada peringatan terlebih dahulu menjelang datangnya turbulensi.

Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Dan ada kabar baru-baru ini, seorang penumpang pesawat tersengat kalajengking dalam penerbangan menuju ke Chicago pada Senin (5/6/2017) sekitar pukul 11 malam. Insiden tersebut terjadi di dalam pesawat AeroMexico dengan nomor penerbangan 628 dari Mexico City menuju bandara internasional O’Hare.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nbcchicago.com (6/6/2017), pihak AeroMexico telah membenarkan ada seorang pria berusia 32 tahun yang disengat kalajegking tepat di siku sebelah kanan. Atas kejadian sengatan kalajengking ini, petugas pemadam kebakaran setelah ada pemberitahuan langsung menuju bandara O’Hare untuk menolong pria tersebut di pesawat yang baru saja mendarat.

Baca juga: Terlihat Cantik, Ternyata Awan-Awan Ini Berbahaya

Breaking Travel News

Namun petugas pemadam kebakaran yang membantu mengatakan, pria tersebut tidak mau diberikan perawatan dan dibawa dari tempat kejadian. Diketahui dari cerita korban, dirinya sudah tersengat selama dua jam sebelum pesawat tiba di berada O’Hare.

Penumpang lain yang berada di pesawat AeroMexico telah melihat upaya pertolongan atas kejadia tersebut. “Kami mendengar, ada seruan yang ditujukan kepada petugas medis bahwa ada keadaan darurat di dalam pesawat. Kami benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi saat itu,” ujar salah seorang penumpang AeroMexico, Monica Amborn.

Juru bicara maskapai mengatakan, saat tim medis tiba di dalam pesawat, langsung menuju ke penumpang yang tersengat kalajengking. Sayangnya tidak terlihat reaksi yang membuat sang pria terlihat kesakitan atau bekas di sengat kalajengking. Sebab, kondisi saat tim medis sampai, pria tersebut stabil. “Aeromexico berkomitmen dengan keselamatan penumpang dan kru karena ini adalah prioritas utama kami dalam setiap operasi,” ujar juru bicara AeroMexico.