Bermasalah di Mesin, Airbus A330 China Eastern Terpaksa Return to Base

Sebuah pesawat jet terpaksa mendarat kembali setelah mengalami masalah pada bagian mesinnya, Minggu (11/6/2017) di Sydney, Australia. Maskapai China Eastern mengatakan awak pesawat melihat kerusakan pada saluran masuk udara di mesin kiri tak lama setelah lepas landas pada Minggu malam, sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Akibat kejadian tersebut, sang kapten memutuskan untuk kembali  mendarat. Faktanya, maskapai China Eastern menggunakan pesawat A330 dari Airbus dimana pesawat tersebut memiliki dua mesin.

Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman nbcnews.com, Senin (12/6/2017), penumpang mengaku mendengar suara yang cukup bising, dan mencium bau seperti ada yang terbakar. Tak lama berselang, kru lalu memindahkan seluruh penumpang ke sebelah kiri pesawat yang akan bertolak menuju Shanghai, Cina tersebut. Penumpang ini mengatakan awak kabin langsung turun tangan dengan menenangkan seluruh penumpang dan menyuruh mereka untuk mengencangkan sabuk pengaman.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

“Kami sangat panik karena kami tidak tahu apa yang terjadi,” tuturnya kepada media setempat. Ternyata keputusan sang pilot untuk mendaratkan pesawatnya kembali berbuah manis. Insiden tersebut tidak memakan korban luka maupun korban jiwa. Keterangan tersebut diperoleh dari General Manager China Eastern Airlines, Kathy Zhang. Keterangan berbeda didapatkan dari seorang ahli penerbangan di University of New South Wales, Profesor Jason Middleton. Darinya diperoleh penjelasan mesin pesawat dengan nomor penerbangan MU736 mengalami kerusakan yang akhirnya merobek baling-baling utama mesin kompresor. “Ketika pesawat mengalami kerusakan, Anda terkadang bingung kerusakan ada di titik mana, bisa saja dari baut yang kendor,” ujarnya.

Sumber: Twitter

Sementara itu, juru bicara Rolls-Royce, yang juga memproduksi mesin pesawat seri Trent 700 mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar mengenai kerusakan produknya yang hampir saja menghilangkan nyawa para penumpang serta awak pesawat China Eastern Airlines. “Kami mengetahui kejadian tersebut dan akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pelanggan dan mitra yang relevan guna menyelidiki penyebab dari masalah ini,” ujarnya dalam sebuah statemen.

Biro Keselamatan Transportasi Australia mengkonfirmasikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut. Akibat dari kejadian ini, cungkup baling-baling pesawat sebelah kanan berlubang dengan ukuran yang cukup besar.

Yang Sebaiknya Diketahui dari Tol Cipali dan Brexit

Guna mempersingkat waktu tempuh dalam perjalanan  musik, pilihan melewati Tol Cipali atau Cikopo – Palimanan dengan panjang 116 km menjadi prioritas bagi banyak warga yang ingin menuju ke arah Jawa Tengah. Tol ini menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Jika ditelisik lebih dalam, sejatinya tol Cipali merupakan perpanjangan dari tol Jakarta – Cikampek dan juga menjadi bagian dari tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Dengan adanya tol ini memperpendek perjalanan sejauh 40 km dan di prediksi mampu memotong waktu tempun satu setengah hingga dua jam dibandingkan bila melewati jalur Pantura, Jawa Barat. Bila dihitung dari Jakarta, tol Cipali memiliki panjang dan berhenti di kilometer 189. Pembangunan tol Cipali ini dimulai dengan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 8 Desember 2011 lalu yang kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015.

Baca juga: Pacu Konektivitas Infrastruktur, Jokowi Minta Pelayanan di Pelabuhan Bakauheni Ditingkatkan

Jalan tol Cipali berada di atas lahan seluas 1080,69 hektar dan memiliki delapan tempat peristirahatan, tujuh simpang susun dan tujuh tempat pertukaran antara lain di Cikopo, Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan. Sayangnya pada hari ke 10 setelah diresmikan, di tol ini sudah terjadi 30 kali kecelakaan yang mengakibatkan banyak orang meninggal dan luka-luka.

Jalan tol Cipali waktu sebelum pembukaan (Tempo)

Adanya kecelakaan yang terjadi lebih banyak karena adanya human error, pasalnya desain jalan tol ini cenderung lurus dan sangat panjang, sehingga pengemudi banyak yang mengantuk saat mengemudi di jalur tol ini. Penyebab lain kecelakaan, pada saat itu disebut-sebut jalur tol ini kurang memiliki penerangan jalan. Tak hanya tol Cipali, Tol Pejagan – Pemalang yang berakihir di Brebes exit atau biasa disebut Brexit juga menjadi salah satu ikon mudik tahun lalu.

Brexit menjadi ikon lantaran pintu keluar tol ini pernah membuat imbas macet parah. Tol yang terbentang sepanjang 57,5 km ini adalah perpaanjangan dari tol Kanci – Pejagan yang menghubungkan Pejagan, Brebes dengan kabupaten Brebes. Jalur ini sendiri diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu tepatnya 16 Juni 2016. Tol ini dibangun dengan investasi sebesar Rp4,8 triliun.

Baca juga: Hadapi Tol dan Penerbangan LCC, PT KAI Rancang Layanan “Door to Door Services”

Tol ini juga merupakan jalur Trans Jawa. Pada Juli 2016 lalu, tepatnya 1 Juli terjadi kemacetan luar biasa di pintu keluar tol Brebes Timur pada masa mudik lebaran. Pada kejadian ini diketaahui kendaraan bermotor berhenti hingga 20 jam di ujung jalan tol. Akibat kemacetan, sebanyak 12 pengguna kendaraan bermotor meninggal lantaran kelelahan berat.

Kemacetan di ruas tol Pejagan-Brebes Timur ‎menuju arah Tegal disebabkan tiga faktor utama, yaitu ribuan kendaraan yang melintas di jalan tol Pejagan-Brebes Timur tidak mampu ditampung jalan arteri, banyak pemudik yang menyerobot antrean lajur menuju SPBU, dan petugas di lapangan terlambat melakukan pengalihan arus sehingga lalu lintas macet total dan sulit diurai karena banyak pemudik berhenti di pinggir jalan karena kelelahan menghadapi kemacetan.

Kedua jalur tol ini baik Cipali maupun Brexit pastinya akan tetap digunakan pada arus mudik tahun 2017 ini. Namun, hingga kini belum terlihat jelas tol Trans Jawa ini akan seperti apa saat nanti lebaran.

NEVS Rilis Mobil dengan Pengubah Interior Melalui Kedipan Mata

National Electric Vehicle Sweden (NEVS) telah membeli aset Saab pada tahun 2002 lalu untuk menunjukkan visinya tentang perjalanan penumpang dengan menggunakan CES Asia. Mobil yang memiliki mobilitas khusus ini bukan hanya kendaraan yang bisa menjemput dan menurunkan Anda secara otomatis, melainkan kendaraan ini bisa mengubah interior dalam mobil sesuai keinginan Anda.

Baca juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com, dalam mobil ini Anda bisa menikmati perjalanan hanya dengan kedipan mata dan bisa menikmati hal yang menakjubkan dimana tema suasana bisa terganti secara otomatis. Ini membawa Anda seperti melakukan teleportasi dari tempat satu ke tempat lainnya, padahal hanya berada di dalam mobil, pasalnya mobil otonom ini memberikan Anda waktu relaksasi.

Dengan konsep InMotion NEVS, Anda bisa mengeksplorasi kenyamanan duduk seperti di rumah atau tempat kerja Anda. Uniknya mobil ini hanya memiliki satu pintu, saat dibuka sensasinya seperti Anda masuk ke dalam sebuah gua dengan pintu yang terangkat ke atas seperti sayap kupu-kupu terangkat sebelah. Sebenarnya ini mobil cantik untuk mengendarai kota, melainkan tentang interior dan letak tempat duduk fleksibel tergantung pengguna.

NEVS InMotion Concept 14 newatlas.com

Metode sosial yang digunakan adalah tata letak self-driving vis-à-vis yang lebih tradisional dengan memfasilitasi percakapan dengan pengendara lain. Selain itu sistem pencahayaan dan perangkat lainnya di dalam mobil otomatis bisa dikendalikan melalui sebuah aplikasi yang bisa menjaga kejernihan interior pencahayaan.

Baca juga: Olli, Bus Autonomous yang Bisa Diajak Bicara

NEVS mengajak para pengguna untuk merasa seperti menaiki mobil pribadi karena mengandalkan armada yang berjalan sendiri dengan bahan bakar listrik. Mobil otomatis ini hadir dalam berbagai model dan ukuran dan InMoion 9-3 berada di level lima, dimana bisa berkoordinasi dari mobil ke mobil yang mempermudahkan mobilitas. Dalam menggunakan mobil otomatis ini, waktu perjalanan Anda sangat menyenangkan dimana suasana bisa diubah sesuka hati pengguna dan Anda merasa sampai tempat tujuan lebih cepat dari biasanya.

Sistem mobilitas yang sempurna dan berjalan mulus itu tetap menjadi fantasi untuk saat ini. Dalam program ini, NEVS menggunakan armada sedang listrik 9-3 saat peluncuran di Tianjin, Cina. NEVS menjanjikan serangkaian teknologi, termasuk WiFi dalam kendaraan, pengelolaan baterai via smartphone, filter udara pada kabin, dan pembaruan perangkat lunak over-the-air.

Mobil ini juga dilengkapi sistem kunci smartphone digital, portal manajemen armada dan kontrol kendaraan cerdas. NEVS akan membangun 9-3 di Cina, sementara waktu peluncuran direncanakan pada tahun 2018. Selanjutnya NEVS akan mempersiapkan seri crossover 9-3X.

Raih Kemenangan Untuk Negara, Paralimpian Justru Dinistakan di Kereta

Sudah sepantasnya seorang atlet yang memenangkan perlombaan internasional mendapat penghargaan dan perhatian dari pemerintah, terlebih bagi seorang paralimpian (atlet penyandang disabilitas) India Suvarna Raj yang merasakan ketidaknyamanan di kereta. Dilansir KabarPenumpang.com dari ndtv.com (12/6/2017), Raj terpaksa tidur di lantai Garib Rath Express karena tempat tidur di gerbong terlalu tinggi untuknya yang menggunakan kursi roda.

Baca juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp

Kejadian ini terjadi satu hari setelah Raj memenangkan pertandingan tenis dan membawa pulang medali untuk negaranya. Raj saat itu merasakan seperti di tolak untuk tidur di tempat yang nyaman dalam kereta padahal dirinya telah meminta berulang kali agar mendapat kenyamanan. Atas kejadian ini, Menteri Perkeretaapian Suresh Prabu langsung memerintahkan penyelidikan atas perlakuan yang diterima Suvarna.

“Saat itu saya meminta bertukar pada penumpang lainnya agar saya bisa mendapatkan tempat tidur yang lebih rendah. Tetapi mereka menolak secara terang-terangan,” ujar Raj.

Survana saat menunjukkan tempat tidurnya di atas (www.ndtv.com)

Tak hanya itu, saat diwawancarai kantor berita ANI, Raj mengatakan dirinya ingin sekali bertemu dengan Menteri Perkeretaapian Suresh Prabu. “Saya ingin bertemu dengan Menteri Suresh Prabu dan menceritakan kepadanya tentang masalah yang harus saya dan penyandang disabibilitas alami saat bepergian dengan kereta api,” tegasnya.

Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta

Setelah itu, kantor berita ANI men-tweet kepada Menteri Suresh Prabu terkait masalah yang dihadapi oleh Raj dan dijawab langsung oleh Suresh melalui akun pribadinya. “Telah memeritahkan penyelidikan dalam masalah ini. Kami serius memastikan kelancaran perjalanan untuk Divyang. Sebagai tanggapan Ms Raj saya tidak ingin penyelidikan apapun. Saya ingin solusi yang permanen dan jelas untuk penyandang disabilitas,” tulis Prabu.

Diketahui, Suvarna Raj sudah menjadi seorang paralimpian selama 12 tahun mewakili India di pertandingan Tenis. Baru-baru ini, Raj memenangkan dua medali di Thailand Para Table Tennis Open tahun 2013. Tak hanya itu kini, Survana juga mewakili partai Yogendra Yadav Swaraj India dalam pemilihan kota baru.

Baca juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Selain kejadian yang diterima Raj, otoritas perkeretaapian India juga terlibat dalam kontroversi lainnya dimana beberapa bulan lalu, pengadilan tinggi Bombay menginstruksikan kereta api untuk memberi kompensasi kepada seorang wanita disabilitas yang tidak memiliki kaki saat naik kereta. Keluhan lainnya juga pernah terjadi di maskapai penerbangan. Tahun lalu, Mahkamah Agung memerintahkan maskapai domestik SpiceJet untuk membayar kompensasi Rs10 lakh kepada seorang aktivis Jeeja Ghosh yang menderita celebral palsy dan diturunkan dari pesawat empat tahun lalu.

Jelang Musim Panas, AS Perketat Prosedur Keamanan di Bandara

Proses masuk ke Negeri Paman Sam pada Musim panas ini (21 Juni – 22 September) nampaknya bakal bertambah lama, lantaran otoritas bandara internasional di Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan untuk memperketat prosedur keamanan. Dilansir KabarPenumpang.com dari cnbc.com (11/6/2017), dari beberapa survei yang dilakukan kepada para wisatawan didapat hasil bahwa 68 persen merasa puas dengan pemeriksaan pada keamanan bandara.

Persentase ini naik sekitar tiga persen dari survei ahun lalu yang hanya memberikan hasil 65 persen. Baru-baru ini The Transportation Security Administration (TSA) akan melakukan pengujian keamanan baru untuk melihat isi barang yang dibawa penumpang lebih detail pada sepuluh bandara.

Baca juga: Angkasa Pura I Perketat Prosedur Keamanan di 13 Bandara

Dengan kebijakan baru ini memang akan membuat para penumpang yang barangnya diperiksa akan sedikit lebih lama, artinya waktu tunggi di bandara bisa lebih panjang. Dalam perubahan ini, nantinya penumpang dipastikan akan mengeluarkan lebih banyak barang dari barang bawaannya saat memasuki security check.

Salah seorang konsultan penerbangan dan juga presiden Boyd Group Internasional, Mike Boyd mengatakan dirinya tidak masalah dengan memisahkan barang-barang yang akan dibawa. Menurutnya ini akan memudahkan petugas pemeriksa di bandara dalam memeriksa barang-barang penumpang.

Saat ini, bandara-bandara yang akan dilakukan uji coba oleh TSA untuk keamanan yakni Los Angeles, Phoenix, Las Vegas, Boston, Detroit, Fort Lauderdale dan Puerto Rico. Adapun barang-barang yang akan diperiksa dalam perjalanan ini selain laptop, ada tablet, dan perangkat elektronik lainnya.

Baca juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

“Secara keseluruhan ini adalah langkah positif. Namun yang menjadi pertanyaan mengapa harus diumumkan nama-nama bandara tersebut? Mengapa tidak mengirim memo ke Al Qaeda saat Anda melakukannya?” kata Boyd. Boyd mengatakan kepada CNBC bahwa pengungkapan publik tidak diperlukan, dan bahkan bisa menjadi kontraproduktif. “Katakan saja kita akan memiliki keamanan yang lebih tinggi di beberapa tempat jadi Anda mungkin harus memisahkan beberapa barang Anda dan menjaga agar barang elektronik Anda tetap terpisah. Itu hal yang sangat mudah dilakukan, tapi untuk mengatakan bahwa kita akan melakukannya di Los Angeles untuk teroris, itu adalah tempat yang baik untuk dihindari,” katanya.

Penyesuaian pada prosedur ini dilakukan setelah adanya larangan penggunaan laptop di dalam kabin pesawat terbang dari beberapa bandara di Timur Tengah. Minggu lalu, Homeland Security mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memperluas larangan tersebut ke 71 bandara.

Baca juga: Laptop Anda Diperiksa di Bandara? Jangan Keburu Panik!

Nantinya bila terjadi pada penerbangan domestik, Boyd berujar bisa mengubah transportasi udara menjadi saluran komunikasi. Menurut Boyd, dirinya masih membutuhkan laptop dalam perjalanannya. Dia menambahkan, bila laptop diambil maka akan ada penurunan penumpang pada perjalanan domestik. Boyd mengatakan, pada musim panas ini, maskapai Amerika baru-baru ini memproyeksikan penerbangan akan meningkat empat persen. “Perbedaan di musim panas adalah perpaduan antara pelancong, lebih banyak anak dan lebih banyak kereta bayi,” katanya.

Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya

Sebagai salah satu moda transportasi masa depan yang tengah menggodok segala sesuatunya hingga siap dioperasikan, Hyperloop One kini baru saja menambahkan sembilan rute potensialnya di Benua Biru, diantaranya, Estonia ke Finlandia, Spanyol ke Maroko, Corsica ke Sardinia, Belanda, Polandia, Skotlandia sampai Wales, Liverpool ke Glasgow, dan London ke Edinburgh.

Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia

Diharapkan, dengan sembilan rute tersebut dapat membantu mobilitas para penggunanya sehingga mereka dapat bepergian dengan waktu yang sangat singkat, mengingat kendaraan ini digalang-galang dapat menempuh kecepatan di atas 1000km per jam. Salah satu rute yang menarik perhatian adalah Helsinki menuju Tallin di Estonia, karena moda kapsul super cepat ini akan meluncur di bawah Laut Baltik.

Seperti yang sudah diketahui bersama, Hyperloop merupakan salah satu rancangan moda masa depan yang akan menghubungkan dua titik tanpa transit dan dengan kecepaan yang fantastis. Berbeda dengan Hyperloop yang juga tengah dikembangkan oleh Elon Musk, Hyperloop One diusung-usung sebagai moda yang pengoperasiannya lebih sederhana ketimbang Hyperloop. Senada dengan Hyperloop, Hyperloop One juga menggunakan media tabung  sebagai lintasan dari moda tersebut. Penumpang akan masuk ke dalam sebuah kapsul kargo yang akan membawa penumpangnya melesat dengan kecepatan 620 mph atau setara dengan 1000km per jam.

Kapsul penumpang tersebut akan dilontarkan oleh alat yang memiliki fungsi seperti ketapel, namun menggunakan tenaga elektromagnetik. Terdapat juga kompresor udara pada bagian depan kapsul penumpang yang berfungsi untuk mengurangi tekanan udara di depan dan akan mengalirkannya ke belakang.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Hyperloop One telah mempertegas keseriusannya dalam pengadaan kendaraan masa depan itu dengan memperkenalkan cara kerja dari Hyperloop One yang secara operasionalnya hampir serupa dengan kereta, namun di setiap jalurnya hanya memiiki dua stasiun, stasiun awal dan akhir.

Baca Juga: Minggu Ini, Hyperloop Agendakan Uji Coba Jalur

Pada awalnya, Hyperloop akan melakukan uji coba pertamanya di fasilitas uji perusahaan di sebelah utara Las Vegas pada pertengahan tahun 2016 lalu, namun karena berbagai halangan, akhirnya uji coba tersebut terpaksa diundur hingga enam bulan lamanya. “Hyperloop One adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang telah membangun jalur uji sistem Hyperloop yang berfungsi penuh,” kata pendiri dan Presiden Teknikisi Hyperloop One, Josh Giegel sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari newatlas.com, Selasa (6/6/2017).

“Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, tim kami yang terdiri dari hampir 200 insinyur, teknisi dan perakit mengembangkan teknologi kami dan mengubah hamparan padang pasir di A.S. menjadi jalur uji coba yang membuktikan bahwa kami dapat membangun sistem Hyperloop di manapun di dunia. Kami menantikan untuk menampilkan teknologi kami dan percaya bahwa Eropa adalah wilayah yang tepat untuk dijadikan target pemasangan sistem Hyperloop pertama di dunia,” tukasnya.

Mantan Presiden Ini Salami Penumpang Delta, Ada Apa?

Para penumpang yang berada di dalam maskapai Delta Airlines dibuat terkejut dengan kehadiran seorang mantan Presiden Amerika Serikat ke 39, Jimmy Carter. Kedatangannya ke dalam maskapai tersebut sontak membuat para penumpangnya kebingungan. Tidak hanya masuk ke dalam maskapai tujuan Atlanta ke Washington saja, Pria kelahiran 1 Oktober 1924 tersebut juga menyalami para penumpangnya satu per satu.

Baca Juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Dilansir KabarPenumpang.com dari esquire.com, Minggu (11/6/2017), Jimmy Carter ternyata memiliki kebiasaan untuk menyalami semua penumpang yang berada dalam satu maskapai bersamanya. Kejadian langka bagi para penumpang Delta Airlines tersebut terjadi pada Kamis (8/6/2017) dan berhasil direkam oleh salah satu penumpang sebelum akhirnya diunggah ke media sosial Twitter pada keesokan harinya (9/6/2017).

Adalah James Parker Sheffield, penumpang yang merekam kejadian tersebut menuliskan, “Jimmy Carter berada satu maskapai dengan saya, tujuan DC (Washington) dari ATL (Atlanta). Dan ia baru saja menyalami semua penumpang,” tulis James di akun Twitternya. Walaupun umurnya sudah menyentuh kepala Sembilan, namun fisik Carter masih terlihat bugar. Senyum hangat menghiasi wajahnya ketika menjabat tangan para penumpang. Dengan dikawal oleh seorang ajudannya, Carter terlihat sangat antusias untuk menyalami mereka satu per satu.

Mantan orang nomor satu di Amerika sejak Januari 1977 hingga Januari 1981 ini sebelumnya menghadiri acara mengenang wafatnya salah satu legenda rock, Gregg Allman di Macon, Ga. “Gregg and The Allman Brothers sangat membantu saya dalam kampanye kepresidenan pada tahun 1976 silam,” jelas Jimmy menjawab pertanyaan wartawan di lokasi. Tidak diketahui pasti apakah Jimmy turut menyalami para penumpang dalam penerbangannya menuju Macon pada Sabtu (3/6/2017), namun jika itu sudah menjadi kebiasaan, maka seharusnya ia tetap melakukannya.

Baca Juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series

Reaksi para penumpang dan orang-orang yang melihat video Carter menyalami penumpang sangatlah beragam. Bahkan salah seorang penumpang yang berada di maskapai tersebut meneriakkan, “Saya mencintai Anda, Jimmy Carter,” ujar seorang netizen kepada Pemenang Hadiah Nobel tersebut. Ada juga netizen yang turut berkomentar di dunia maya mengenai tindakan yang dilakukan oleh Jimmy Carter. “Jimmy selalu menjadi contoh bagaimana seorang Presiden harus bersikap di depan umum,” begitu tulis netizen yang tidak diketahui namanya tersebut.

Sumber: istimewa

Ternyata, kejadian ini pernah terjadi juga pernah terjadi pada tahun 2015 silam, ketika Jimmy Carter hendak betolak dari Twin Cities untuk memoderatori diskusi mengenai hak asasi manusia dan demokrasi sebagai bagian dari forum Nobel Perdamaian. Dalam penerbangan itu, Jimmy turut menalami masing-masing penumpang, tanpa terkecuali. Masih didampingi oleh ajudannya, ia berjalan menyusuri lorong kabin untuk berjabat tangan dengan tiap penumpang.

Angkutan Lebaran 2017, PT Angkasa Pura II Prediksi 6,9 Juta Penumpang di 13 Bandara

PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada masa angkutan lebaran di seluruh bandara yang dikelola AP II mencapai 6,90 juta penumpang. Perkiraan jumlah ini meningkat dari tahun lalu sebanyak empat persen. Pada H-10 hingga H-1, AP II memperkirakan jumlah penumpang yang menggunakan pesawat sebanyak 3,45 juta.

Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

Sedangkan untuk hari lebaran pertama dan kedua hanya sebanyak 537.146 penumpang. AP II memprediksikan untuk arus balik penumpang tahun ini dari H+1 hingga H+5 lebaran sebanyak 2,91 juta penumpang. Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri, AP II memprediksi hampir 60 persen atau 4,02 juta penumpang dari total penumpang pada masa angkutan lebaran 2017 ini akan memadati Bandara Soetta.’

Hingga kini, tiga minggu sebelum lebaran, maskapai-maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight sebanyak 2.663 penerbangan untuk 13 bandara yang dikelola oleh AP II. President Director AP II Muhammad Awlauddin mengatakan, AP II siap melayani mudik pada masa angkutan lebaran tahun 2017 ini. Apalagi saat ini sudah didukung oleh media baru dalam hal pelayanan yakni aplikasi Indonesia Airports yang bisa di gunakan pada ponsel pintar. Dimana para pemudik bisa mengetahui berbagai informasi penting sebeleum melakukan perjalanan atau sesaat seteah tiba di bandara tujuan.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”

“Kami juga berharap kepadatan peenumpang di bandara pada masa angkutan lebaran tahun ini dapat lebih terurai karena beroperasinya terminal-terminal baru khususnya Terminal 3 bandara internasional Soekarno-Hatta. Beroperasinya Terminal 3 yang melayani penerbangan domestik dan luar negeri Garuda Indonesia membuat Terminal 1 dan 2 memiliki ruang yang lebih sehingga kepadatan dapat terurai,” ujar Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (7/6/2017).

Dia menambahkan, saat ini Terminal 3 juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas terkini untuk peningkaatan pelayanan dalam mengantre taksi yang bisa dipesan melalui aplikasi Indonesia Airports. Selain itu, jumlah usollah yang cukup banyak memudahkan pemudik untuk melaksanakan ibadah sholat tanpa harus berdesakan dengan penumpang lain yang akan mudik.

“Ada juga teknologi dimana penumpang pesawat bisa memantau langsung penanganan bagasi dari pesawat ke baggage area dan juga ada cinema,” tambah Awaluddin.

Baca juga: PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi

Selain fasilitas dengan aplikasi ada lagi parkir inap yang disediakan oleh bandara Soetta yang letaknya di area perkantoran dan Terminal 1. Penumpang pesawat juga bisa memesan parkir inap melalui aplikasi Parkir Inap CGK yang bisa di unduh melalui play store. Tak hanya itu, saat ini pemudik yang menggunakan transportasi publik bisa menggunakan JA Connexion yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dari pusat perbelanjaan maupun penginapan dari dan ke bandara Soetta.

“Ja Connexion merupakaan solusi cepat yang dapat meningkatkan standar pelayanan bandara Soetta serta satu upaya dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke bandara. Kami sangat berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan dan BPTJ yang datang dengan inovasi ini sehingga bisa membantu kebutuhan transportasi dari dan menuju bandara di saat angkutan lebaran ini,” jelas Awaluddin.

Saat ini di Terminal 3 juga sudah mengaplikasi sistem Video Docking Guidance System (VDGS) sehingga operasional pesawat bisa semakin maksimal khususnya terkait dengan performa tepat waktu dalam angutan lebaran. Di bandara Soetta juga dibuat posko angktan lebaran untuk mendukung kelancaran dan operasional bandara serta penerbangan yang bisa membantu pemudik dari 15 Juni hingga 11 Juli 2017 mendatang di seluruh bandara AP II.

Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series

Memiliki tempat tinggal yang berdekatan dengan sarana transportasi tidaklah selalu menguntungkan, sebut saja Bandara. Kebisingan yang diakibatkan oleh aktifitas Bandara akan menjadi teman sehari-hari yang setia menemani Anda. Tak ayal, hal semacam ini akan berdampak pada kurang nyamannya kehidupan warga yang tinggal di sekitaran lokasi tersebut. Ditambah lagi dengan waktu istirahat yang tersita akibat dipaksa mendengar suara mesin pesawat yang terkenal amat berisik.

Baca Juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Ambil contoh para warga yang tinggal di sekitaran Reagan National Airport, Virginia. Telinga mereka seolah sudah kebal dengan yang namanya kebisingan aktifitas bandara. Toh, mereka pun tidak bisa menyalahi pihak Bandara, karena Reagan National Airport sudah berdiri jauh sebelum pemukiman di sekitarnya ada. Walaupun permasalahan kebisingan ini sudah pernah dibahas selama beberapa dekade ke belakang, namun tetaplah tidak menemukan jalan keluar yang pas.

Pihak Reagan National Airport pernah membatasi penerbangan pada era 80-an, namun upaya tersebut tidaklah bertahan lama setelah volume penumpang yang terjadi di Bandara dengan kode DCA tersebut mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Terdengar sepele, namun pada kenyataannya masalah ini berbuntut pada pergantian sejumlah armada dari beberapa maskapai penerbangan. Walaupun tidak sepenuhnya pergantian armada ini dikarenakan kebisingan yang ditimbulkan, tapi sedikit banyak faktor tersebut pun turut berpengaruh.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, pihak Bombardier selaku salah satu produsen pesawat turut memberikan solusi dalam masalah ini. Wujudnya adalah penggunaan pesawat C Series yang terbaru diharapkan dapat menjadi solusi dalam permasalahan ini, tidak hanya di Reagan tapi juga di seluruh wilayah yang bersinggungan dengan Bandara. Jet regional ini menerapkan sebuah teknologi termutakhir yang sengaja dipasang untuk mengurangi kebisingan.

Jet C Series ini didukung oleh dua mesin turbofan Pratt & Whitney, dibangun dengan konfigurasi roda gigi yang unik yang mampu mengurangi kebisingan mesin hingga 50 sampai 75 persen. Diharapkan, pesawat ini dapat menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih nyaman dan mengurangi dampak kebisingan di lapangan. Tidak hanya dari segi mesin, Bombardier pun turut memberikan beberapa sentuhan futuristik pada bagian desain dan sistem pembakaran. Jadi, tidak hanya mengurangi faktor kebisingan, tapi juga kehadiran Jet C Series ini juga memberikan pengalaman terbang baru bagi para penumpangnya, dan penggunaan bahan bakar yang lebih irit.

Bombardier’s Jet C Series C100 milik Delta Airways. Sumber: businessinsider.com

Sebagaimana yang KabarPenumpang.com kutip dari laman insidesources.com, Kamis (7/6/2017), banyak penumpang yang sudah menantikan kehadiran dari Jet C Series ini. Kehadiran jet buatan Bombardier ini seolah mematok standar yang tinggi bagi para pengguna modanya, dengan mengedepankan kenyamanan serta keamanan para penumpangnya. Diberitakan, Delta Airlines baru saja menggelontorkan sejumlah dana untuk membeli 75 pesawat Jet C Series tersebut guna meremajakan pesawat bertubuh lansing yang sudah mereka miliki sebelumnya.

Sebentar Lagi, Bandara Brisbane Akan Operasikan Bus Listrik

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Australia, Bandara Brisbane tengah bersiap untuk pengadaan 11 armada bus listrik baru guna menunjang aktifitas di Bandara yang menyediakan fasilitas perawatan berat bagi pesawat 767-300 dan A330 milik Qantas. Adapun Carbridge, sebagai pihak penyedia moda tersebut melayangkan kontrak berdurasi lima tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli mendatang. Berita ini dilansir KabarPenumpang.com dari laman busnews.com.au, Rabu (7/6/2017).

Baca Juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Walaupun kontrak yang diberikan oleh pihak Carbridge terhitung sejak tanggal 1 Juli 2017 mendatang, namun armada bus listrik tersebut baru akan beroperasi penuh pada Februari 2018. Layaknya kebanyakan moda keluaran anyar yang mengedepankan embel-embel ramah lingkungan, tujuan utama pihak Bandara Brisbane dalam pengadaan ini pun kurang lebih sama. “Armada baru akan sangat nyaman dan ramah lingkungan, mengurangi polusi suara serta penggunaan knalpot yang tidak mengeluarkan emisi,” ungkap Kepala layanan parkir dan transportasi Bandara Brisbane, Martin Ryan.

Lebih lanjut, ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan oleh pihak Bandara Brisbane dalam rangka mengurangi emisi karbon yang dinilai sudah terlalu besar tersebut. “Sebenarnya, pergantian bus lama dengan bus listrik akan mengurangi 250 ton emisi karbon setiap tahun. Nilai itu setara dengan menghilangkan 100 mobil dari jalanan,” tambahnya. Ternyata, kerja sama yang diajukan pihak Bandara Brisbane disambut hangat oleh pihak Carbridge.

Seperti yang diungkapkan oleh CEO Carbridge, Luke Todd, ia mengaku senang bekerja sama dengan pihak bandara dalam menyuplai bus berteknologi mutakhir. “Kami bangga dapat bermitra dengan Bandara Brisbane dalam hal pengadaan bus dengan teknologi termutakhir untuk menunjang mobilitas para pengunjung di bandara,” ungkap Luke.

Baca Juga: Pacu Ekspor Ke Australia, Kemenhub Harapkan Pelni Buka Jalur ke Darwin

Bus ini menggunakan baterai produksian BYD, sebuah manufaktur asal Tiongkok yang bergerak di bidang baterai isi ulang. Selain itu, badan bus terbuat dari alumunium aerospace yang terkenal ringan, namun memiliki ketahanan yang amat kuat. Bus yang diberi nama Toro ini diklaim sebagai bus terbaik di dunia yang dapat menempuh jarak 600km dalam sekali charge. “Carbridge Toro menggunakan teknologi regenerasi daya kinetik yang akan mengurangi frekuensi pengisian baterai,” tukas Luke. “Teknologi regenerasi daya kinetik ini berisikan pembangkit listrik yang akan berfungsi ketika bus tengah berjalan,” tambahnya.

“Kami selaku pihak Carbridge merasa senang bisa membangun hubungan jangka panjang kembali dengan Bandara Brisbane. Kerja sama ini sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu,” terang Luke. Sementara itu, Carbridge sendiri masih akan mengoperasikan bus standar dengan pihak Qantas dan Virgin dalam sebuah perjanjian kontrak yang terpisah.