Air Canada Pisahkan Dua Sejoli dalam Penerbangan

www.cbc.ca

Sepasang muda mudi yang akan kembali ke Saskatoon dari Winnipeg di Kanada terpisah karena ada masalah verifikasi data diri. Hal ini terjadi pada Qingyang Liu yang tertahan saat akan masuk ke gate, sedangkan sang kekasih sudah menaiki pesawwat dengan barang bawaan mereka. Akibat hal ini, Liu menjadi penumpang yang terlantar di di bandara.

Dia mengatakan, bahwa ini bukanlah masalah kompensasi melainkan tentang perasaan dan emosional. Dilansir KabarPenumpang.com dari cbc.ca (14/5/2017) Liu mengatakan usai bertemu dengan teman-temannya dan akan meninggalkan bandara Winnipeg pada Sabtu siang untuk naik pesawat namun tertahan di gate karena masalah terkait verifikasi data dirinya.

Saat dirinya tertahan, Liu menjelaskan bahwa sang kekasih sudah berada di pesawat dan seorang karyawan dari Canada Air mencoba untuk memperbaiki masalah ini. Namun kekecewaan menimpa Liu saat petugas itu mengatakan bahwa pesawat sudah penuh dan akan segera berangkat menuju Saskatoon.

“Itu membuat saya merasa sangat bingung, tersesat dan tertekan,” kata Liu kepada CBC News pada hari Minggu pagi saat wawancara telepon dari Calgary.

Liu bisa sampai ke Calgary karena pihak Air Canada mengatakan dengan pergi ke Calgary adalah satu-satunya cara untuk bisa mengejar pesawat menuju Saskatoon. Saat itu untuk menunggu keberangkatan menuju Saskaton, Liu menginap di salah satu hotel dan mengatakan Air Canada menolak untuk membayar tagihan untuk tinggal ataupun menawarkan kompensasi apapun untuk masalah dirinya.

Padahal Badan Transportasi Kanada mewajibkan Air Canada harus membayar penumpang antara US$200 dan US$800 secara tunai kepada penumpang yang ditolak naik ke dalam sebuah penerbangan. Walaupun ada kewajiban, Liu yakin pihak maskapai tidak akan memberikan kompensasi karena dirinya tiba satu jam sebelum keberangkatan dan bukan 90 menit sebelumnya seperti yang disarankan Air Canada pada penumpang.

Memang, maskapai ini juga memiliki kebijakan yang mengharuskan staffnya meminta penumpang secara sukarela untuk meninggalkan pesawat jika sudah terlalu padat. Namun, untuk masalah Liu, tidak jelas apakah hal ini atau bukan. Selama melakukan perjalanan ke seluruh dunia, Liu menambahkan, dirinya tidak pernah mengalami pengalaman seperti ini. “Ini jelas pengalaman terburuk yang pernah saya alami,” ujarnya.

www.cbc.ca

Tak hanya bercerita kepada CBC, Liu juga menunjukkan screenshot tentang percakapan yang dirinya lakkukan dengan Air Canada di Twitter. Dalam penjelasan di Twitter, perwakilan Air Canada mengatakan melalui pesan langsung bahwa tidak biasa untuk menolak mengakomodasi perjalanan dan mengatakan kalau kasus ini memerlukan peninjauan lebih lanjut.

Selain itu, pada hari Minggu, juru bicara Air Canada mengatakan, penumpang yang diturunkan dari pesawat karena penuh sangat langka dan mengatakan senang mendengar penjelasan dari Liu. Tetapi dalam pernyataannya tidak mengatakan apakah pihak maskapai akan memberi Liu kompensasi atau tidak.