Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

Sumber: chrisguillebeau.com

Ternyata, gelar bandara tersibuk di dunia yang pegang oleh Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Atlanta memiliki fasilitas yang kurang memadai guna menunjang kenyamanan dari para pendatang. Bagaimana tidak, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson tidak memiliki gerbang khusus yang dapat mengakomodasi penumpang pesawat Super Jumbo Airbus A380, pesawat terbesar di dunia. Padahal, bandara ini memiliki 200 gerbang untuk penerbangan biasa, namun tidak memiliki 1 gerbang khusus untuk pesawat terbesar di dunia tersebut, dimana pengguna dari pesawat ini salah satunya adalah maskapai Qatar Airways.

Akibatnya, setiap kali pesawat jenis ini mendarat di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, para penumpang terpaksa harus menggunakan tangga dan bus shuttle. Akibat kejadian ini, pihak bandara dan Delta Air Lines, pesaing utama Qatar Airways, kemudian menyalahkan pihak Qatar karena tidak menyertakan informasi yang jelas kepada pihak bandara bahwa telah mengirimkan pesawat besar, dimana bandara tersebut hanya memiliki 1 gerbang yang dapat melayani maskapai jenis itu.

“Ini tercantum di perjanjian guna sewa yang selama ini kita terapkan,” ujar juru bicara bandara, Reese McCranie seperti yang dilansir dari laman cnn.com (2/6/2016). “Kami membutuhkan waktu untuk menukar peralatan di lapangan,” tambahnya. Kala itu, 4 dari 6 maskapai Delta Air Lines membutuhkan akses penumpang A380 dan Qatar Airways seolah memperkeruh suasana di bandara dengan meminta akses yang sama.

Delta Air Lines yang mencoba berlaku bijak lantas menawarkan sebuah solusi dimana A380 milik Qatar dapat memarkirkan maskapainya di dekat terminak internasional. Menanggapi hal tersebut, Vice President Qatar Airways untuk Amerika, Gunter Saurwein menanggapinya secara santai, “Secara umum, kami sudah memberikan informasi bahwa maskapai kami akan mendarat di sini,” ujar Gunter seperti yang dilansir dari laman cnn.com.

Pihak Qatar tidak mau mengambil pusing mengenai statemen yang mengatakan pihak Delta mungkin telah sengaja menghalangi Qatar untuk menggunakan gerbang tersebut. “Saya tidak mau berkomentar mengenai itu, jangan asal tuduh,” tambahnya. Akibat kejadian ini, para awak kapal baru bisa turun setelah sekitar 45 menit mereka menunggu 517 penumpang turun, termasuk pengidap disabilitas. Walaupun proses itu terbilang cukup lama, namun Saurwein menganggap hal itu sebagai sebuah kesuksesan di balik sebuah masalah.

Tidak hanya sampai di situ, cnn.com melaporkan pernah ada kejadian serupa menimpa maskapai lain yang menggunakan pesawat jenis A380. Lebih parahnya lagi, pesawat tersebut terpaksa mengalami keterlambatan selama 2 jam akibat kejadian gerbang khusus tersebut. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, pihak Qatar rencananya akan mengganti armadanya menggunakan Boeing 777-200LRs untuk perjalanan dari Doha menuju Atlanta, dimana armada tersebut memiliki jalur dari bandara dan maskapai.