Dibalik Sengkarut Jadwal Kereta Bawah Tanah di New York

New York yang dijuluki Big Apple kini sedang mengalami krisis pada layanan kereta bawah tanahnya, pangkal musababnya adalah akibat banyak jadwal kereta yang tidak tepat waktu. Bulan lalu misalnya, sebuah kereta berhenti 45 menit saat cuaca panas.

Dilansir KabarPenumpang.com dari vox.com (11/7/2017), Ryan Cooper dari New York mengatakan, banyak masinis kereta bawah tanah yang mengungkapkan kemarahan di Twitter dan menyalahkan Gubernur Gordon Zomo sebagai yang bertanggung jawab atas layanan kereta bawah tanah. Layanan kereta bawah tahan di New York dikelola oleh  Otoritas Transit Meropolitan atau Metropolitan Transit Aithority (MTA).

Baca juga: Kereta Bawah Tanah Toronto Penyumbang Polusi Udara Tertinggi

Sebagai respon atas cibiran dari penggun jasa, MTA mengatakan, adanya masalah ini disebabkan kepadatan penduduk yang berlebihan. Biasanya penyebab penundaan yang mendadak adalah perubahan jadwal pemeliharaan yang membuat perjalanan kereta bawah tanah menjadi lebih lambat. Tetapi MTA belum menyesuaikan jadwal yang benar dan membutuhkan tinjauan yang sangat besar.

Kereta bawah tanah di New York sudah dibuka sejak tahun 1904 dan menawarkan kecepatan 24 km per jam untuk kereta lokal dan38,6 km per jam untuk kereta ekspress. Tarifnya pun saat itu terbilang murah yakni hanya 5 sen. Naiknya pendapatan para pekerja pengguna kereta membuat kereta api lebih menarik. Kemudian lingkungan sekitarnya dikembangkan dengan apartemen dibandingkan rumah keluarga biasa.

Baca juga: Inilah 10 Kereta Bawah Tanah Paling Keren di Dunia!

Pada Perang Dunia I, inflasi mengurangi separuh nilai dolar, namun harga tiket kereta tetap 5 sen. Kemudian di tahun 1940, diresmikan Otoritas Transit New York (NYTC) dan membuat ongkos kereta naik hingga 10 sen walaupun masih dianggap tidak cukup untuk pemeliharaan kereta. Pada 1970-an, NYCT digabung ke dalam MTA, sebuah otoritas negara, namun negara bagian lainnya tidak melakukan jauh lebih baik. Jarak rata-rata kereta bawah tanah antara kegagalan (MDBF) turun menjadi 6.000 mil pada tahun 1980,

Mulai tahun 1980-an, MTA berinvestasi dalam perawatan jangka panjang, pendekatan “perbaiki dulu” yang oleh banyak ahli sekarang mendukung jalan raya. MTA memulai proyek multi dekade untuk mencapai kondisi perbaikan yang baik, di mana tidak akan ada lagi jaminan pemeliharaan dan tidak perlu melakukan perawatan di luar perbaikan normal.

Ini bertepatan dengan adopsi perencanaan keuangan jangka panjang MTA yang terlambat, dengan rencana modal lima tahun, yang sebagian besar berfokus pada SOGR dan penggantian normal, dan sedikit uang tersisa untuk ekspansi. Ini mengurangi rencana penggalangannya: Kereta api yang dibeli pada tahun 1970-an berambisi namun ternyata menjadi lemon, sementara yang telah dibeli sejak tahun 1980-an telah konservatif, kehilangan Perkembangan seperti gang terbuka yang rutin di kebanyakan sistem kereta bawah tanah.

Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Meskipun muncul banyak keluhan, dalam praktiknya, MTA dan NYCT berjalan dengan autopilot. NYCT tidak membuat perubahan besar; MTA membuat sedikit usaha untuk membuat lembaga penyusunnya bekerja sama, termasuk NYCT, tetapi juga dua operator kereta api komuter.

Akibat pelajaran pada krisis tahun 1970-an mengajarkan MTA untuk bersikap konservatif tentang perluasan layanan, pemliharaan peralatan, dan kecepatan sistem. Sampai dekade 80-an dan 90-an tidak ada masalah yang berarti dalam strategi MTA, namun kini doktrin MTA tersebut telah menciptakan masalah sendiri, termasuk penundaan, jadwal yang tidak dapat diandalkan, dan kereta yang sering terlambat.

 

 

India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya

Dalam salah satu usahanya untuk melancarkan proyek Metro jalur Howrah-Kolkata di India, Kolkata Metro Railway Corporation (KMRC) selaku pengembang dari proyek ini baru saja menyelesaikan salah satu jalur krusialnya, yaitu membelah sungai Hooghly. Jalur yang berbentuk terowongan bawah air sepanjang 16,4km ini diperkirakan sudah menguras kocek sekitar Rs 9.000 crore. Dilansir KabarPenumpang.com dari asianage.com (23/6/2017), pembangunan jalur ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, terlebih sejak Kolkata mendatangkan kereta Metro pada tahun 1984 silam.

Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp

“Tim KMRC, termasuk insinyur dari luar negeri, telah menyelesaikan pembangunan terowongan bawah laut pertama India, tepatnya di bawah sungai Hooghly,” ungkap Satish Kumar, Managing Director dari KMRC. Lebih lanjut, Satish mengatakan proyek pembangunan terowongan bawah tanah ini bermula pada minggu terakhir bulan April tahun lalu. Howrah dipilih sebagai titik awal pengeboran hingga akhirnya pada 20 Juni, pengeboran tersebut mencapai titik akhirnya di Kolkata.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak dua terowongan rencananya akan dioperasikan oleh KMRC untuk melayani jalur Howrah-Kolkata. Bukan tanpa alasan, satu terowongan akan digunakan untuk perjalanan dari Howrah menuju Kolkata, sedangkan yang satunya lagi digunakan untuk perjalanan sebaliknya. Terowongan bawah air tersebut berada di kedalaman 13 meter dari dasar sungai atau setara dengan 30 meter dari daratan.

Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Apabila sesuai rencana, terowongan berdiameter 5,55 meter dengan ketebalan dinding mencapai 275 mm ini akan mulai dilalui oleh The East-West Metro pada Agustus 2019 mendatang. Dilansir dari sumber berbeda, pihak pengembang sengaja menempatkan satu buah jalur evakuasi yang dapat digunakan oleh penumpang atau kru kereta jika dalam kondisi darurat. Sebagaimana diketahui, penambahan jalur evakuasi tersebut bukanlah perihal yang mudah dalam melakukan sebuah pengeboran jalur bawah air.

Baca Juga: Bertha, Mesin Bor Raksasa Yang Pernah Terperangkap di Bawah Tanah Seattle

Tidak hanya untuk jalur Howrah-Kolkata, pengeboran lainnya pun tengah berlangsung untuk jalur kereta peluru (bullet train) Mumbai-Ahmedabad, dimana jalur ini akan dilalui oleh layanan bullet train pertama di India. Dengan adanya terowongan bawah air ini, kelak penumpang akan merasakan sensasi perjalanan di bawah laut pada kecepatan maksimum hingga 350 km per jam. Bagi Anda yang memiliki ketakutan saat melewati sebuah terowongan, maka jantung Anda akan berdegup dua kali lipat ketika mengetahui terowongan tersebut berada di bawah air.

Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina

Bak mendapat angin segar, Cina yang tengah berupaya untuk mengembangkan bisnisnya, terutama dari sektor transportasi menerima pemesanan sejumlah bullet train dengan nilai yang sangat fantastis dari Thailand. Ini merupakan pesanan luar negeri pertama Cina setelah pihak Thailand bersedia untuk menebus kereta-kereta berkecepatan super tersebut dengan nilai US $ 5,5 miliar atau setara dengan Rp6,7 triliun. Nantinya, bullet train ini akan digunakan untuk menghubungkan Bangkok dengan Cina Selatan.

Baca Juga: Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris

Sebagaimana yang diwartakan oleh KabarPenumpang.com dari laman ndtv.com (12/7/2017), proyek ini merupakan bagian dari rencana pengadaan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh Cina untuk membangun jaringan rel kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota di bagian selatan Kunming dengan Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Walaupun, dalam pelaksanaannya, tidak semua rencana yang telah ditata oleh Cina berjalan lancar.

Tahap pertama pembangunan jalur kereta khusus ini mencakup enam stasiun bullet train yang menghubungkan ibukota Thailand, Bangkok dan provinsi Nakorn Ratchasima di timur laut. “Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi regional, khususnya inisiatif One Belt One Road Cina yang akan menghubungkan negara-negara di Eropa, Asia dan Asia Tenggara secara menyeluruh,” tutur Korbsak Pootrakool, wakil Perdana Menteri Thailand.

Namun, Thailand tidak ingin sekonyong-konyong menerima hasil dari kerja samanya tersebut dengan Cina. Menurut Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, proyek kereta peluru ini menggunakan bahan dari Thailand, namun teknologi tetap dari Cina. “Kami akan mengirim orang untuk mempelajarinya sehingga kami bisa mengoperasikan sistem kereta api ini di masa yang akan datang,” ungkap Prayuth.

Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam

Konstruksi telah dibangun di Laos namun dari segi sarananya sendiri, pengadaan kereta api Thailand seolah macet karena adanya berbagai hambatan, seperti persyaratan pinjaman, tawar-menawar harga, hingga peraturan mengenai ketenagakerjaan di Thailand. Jika tidak meleset, salah satu mega proyek Cina ini akan mulai beroperasi pada tahun 2021 mendatang.

Seakan membangkitkan rasa percaya diri, pesanan kereta api dari Thailand dengan harga fantastis tersebut secara otomatis menjadi pelecut setelah sebelumnya Cina sempat terpuruk akibat masalah politik dan keuangan yang membelenggu, ditambah lagi persaingan ketat dengan Negeri Sakura, Jepang.

Selain berkutat dengan mega proyeknya tersebut, Cina juga tengah berusaha untuk mendapatkan proyek lainnya dari India, yaitu pengadaan rute New Delhi – Chennai untuk kereta api berkecepatan tingginya, dan sesegera mungkin untuk melakukan studi kelayakan. Cina telah membangun jaringan kereta peluru terbesar yang menghubungkan sebagian besar kotanya. Tercatat, dari total keseluruhan jalur kereta api di dunia yang menyentuh angka 22.000km pada akhir 2016, 60 persen dari jaringan tersebut merupakan milik Negeri Tirai Bambu.

Di Negeri Uwak Sam, Kereta Cepat Pun Masih Berstatus Dalam Rencana

Lambang supremasi teknologi transportasi suatu negara salah satunya diukur dari adaptasi wahana yang digunakan. Di moda darat, keberadaan kereta cepat alias HSR (High Speed Railway) bisa dipandang sebagai ukuran tersebut.

Namun karena dinilai sebagai bentuk investasi yang lumayan mahal, mewujudkan HSR tak semuanya bisa berjalan mulus. Seorang pengamat transportasi menyebutkan dalam perusahaan penyedia layanan HSR di Cina, beraneka ragamnya kesulitan telah menganggu kinerja perusahaan.

Baca juga: Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura

Utamanya adalah masalah arus keuangan yang mendorong pembiayaan meningkat secara signifikan, bila ini tak diatasi kemungkinan proyek HSR bisa saja tidak berlanjut. Kasus yang terjadi pada HSR Florida bisa menjadi contoh menarik. Seperti beberapa hal yang mengungkap perhitungan di balik HSR Florida menyebutkan pemerintah federal menjanjikan kucuran US$2,4 miliar dari total US$2,6 miliar untuk membangun jalur berkecepatan tinggi sejauh 85 mil (136,7 km) di antara Tampa dan Orlando.

Dilansir KabarPenumpang.com dari aei.org, sebenarnya rute ini sendiri dianggap kurang optimal, sebab bisa dilalui hanya dengan mobil alias sangat dekat. Sehingga untuk pembuatan jalur ini bisa saja menghabiskan uang yang banyak dan tentunya tidak banyak bermanfaat.

Dari beberapa artikel ternyata, Gedung Putih lebih percaya bahwa pembangunana kereta futuristik baru yang meluncur dengan kecepatan 242 km per jam akan menjadi prestasi tersendiri. Ini juga bisa mengangkat semangat dari negara tersebut.

Baca juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Reihan Salam Nasional mencatat bahwa HSR relatif menyedot penggunaan anggaran publik. Salam juga menuliskan bahwa dana yang diabiskan untuk membangun rute Florida bisa digunakan untuk hal yang lainnya dalam penanganan lalu lintas dan mengurangi jumlah kecelakaan. Leg pertama jalur San Francisco-to-Los Angeles yang dibanggakan diperkirakan menghabiskan biaya $4,3 miliar untuk menjangkau sekitar 54 mil (87 km) di dekat Fresno. Jalur kereta api kemana pun melampaui rute Tampa-to-Orlando dengan biaya per mil yang tidak berguna.

Baca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Nantinya jika HSR berhasil menghubungkan Los Angeles ke San Francisco, dengan mengabaikan masalah NIMBY (Not In My BackYard) yang signifikan, berapa banyak orang California akan memilih untuk meninggalkan mobil mereka untuk melakukan perjalanan dari satu megalopolis yang bergantung pada mobil ke mobil lain? Bahkan jika perjalanan menghemat beberapa jam dan banyak kejengkelan, bagaimana penumpang bisa berkeliling Bay Area atau LA Basin tanpa roda. Namun, politik semata-mata untuk membangun bahwa di California bagi penggemar HSR, sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar dimana mendapatkan pijakan di suatu tempat, di mana saja, untuk membangun momentum untuk pengembangan kereta api lebih lanjut.

Sekarang, semua ini berarti rel kecepatan tinggi tidak bisa bekerja dengan baik di beberapa penjuru negeri. Koridor Boston – New York – Washington, tentu saja, sangat ideal. Beberapa pusat metropolitan padat penduduk yang relatif dekat, masing-masing memiliki pusat kota dan jaringan angkutan umum yang luas. Tidak mengherankan bila Amtrak menguntungkan hanya di koridor ini, dan HSR tampak sangat sesuai untuk wilayah ini.

Sebelumnya di tahun 2016, pembangunan kereta cepat di AS akan didanani oleh Cina. Operator KA, XpressWest mengumumkan memutuskan hubungan kemitraan dengan China Railway International (CRI). Alasannya, CRI tak mampu memenuhi persyaratan yang diberikan oleh regulator dan tak bisa memenuhi target waktu yang dicanangkan pemerintah.

Sebenarnya, hengkangnya perusahaan Cina dari proyek kereta cepat di Los Angeles-Las Vegas disebabkan oleh aturan pemerintah AS yang ketat. Regulator mengharuskan pembangunan kereta cepat itu harus dilakukan di Amerika Serikat. Masalahnya, di sana tak ada manufaktur kereta. Ini yang membuat XpressWest bertanya-tanya.

“Semuanya tahu tak ada manufaktur kereta cepat di Amerika Serikat. Persyaratan yang ketat ini menjadi kendala utama pembiayaan kereta cepat di negeri kami,” kata XpressWest dalam Los Angeles Times. Selama satu dekade, publik Amerika Serikat menunggu langkah otoritas untuk memberikan kesempatan perusahaan membangun kereta cepat. Perusahaan tersebut tentunya harus profesional dan mengutamakan keselamatan.

Ada ‘Sesuatu’ di Hidangan Full Service, Antara Fakta dan Sensasi dalam Penerbangan

Dalam layanan penerbangan full service, terutama pada rute jarak sedang dan jauh, penumpang akan mendapat sajian makanan ‘hangat’ dalam kemasan yang tersegel, setengah tersegel, atau paling tidak paket makanan dipastikan tersegel saat proses loading ke dalam kabin. Citra makanan yang higienis dengan racikan bumbu ala chef andalan maskapai tentu menjadi pikiran yang terlintas kala hidangan tersaji.

Baca juga: Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up

Namun apa yang terjadi bila dalam kemasan makanan tersebut justru ada ‘sesuatu’ yang terselip dan sangat tak layak masuk ke dalam tubuh, seperti rambut, jarum suntik, semut dan yang terparah adalah binatang kecil yakni lalat mati. Dirangkum oleh kabarPenumpang.com, ada beberapa maskapai yang secara tidak sengaja telah membuat penumpang tidak nyaman dengan kejadian diatas.

Seperti Air India (AI) pada Juli 2015, salah seorang penumpangnya yang menaiki maskapai tersebut tujuan Kathmandu melaporkan telah menemukan lalat di dalam makanan yang disajikan kepadanya. Sayangnya, menurut Air India, hingga pihaknya menerima pengaduan tersebut, justru tidak ada sample ataupun bukti makanan tersebut tercampur dengan lalat mati. Sehingga pengaduan tersebut tidak bisa di memverifikasi klaim tersebut.

Baca juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier

Express.co.uk

AI menjelaskan bahwa insiden tentang ‘serangga’ dalam makanan tersebut diungkapkan oleh penumpang penerbangan KTM-CCU. Namun, setelah diminta untuk memeriksa, sampel makanan tidak dibagi atau dikembalikan kepada kami untuk diperiksa atau menyelidiki. Dengan demikian pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran klaim yang dibuat.

Dia mengatakan, AI mengikuti prosedur pengarsipan tersebut dan diperlukan spesimen untuk diselidiki. Diketahui, maskapai ini pernah terkena pengaduan masalah yang sama sebulan sebelumnya yakni Mei 2015, dimana ditemukan seekor kadal dan ternyata hal tersebut palsu, setelah di telusuri oleh pihak otoritas AI.

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Lain lagi dengan masalah maskapai Qantas, pada maskapai Australia ini ditemukan jarum suntik dalam ayam mentega yang disajikan pada penerbangan dari Brisbane ke Sydney. Hal ini telah dilaporkan oleh Ben Sabeto dari Pulau Bribie di Queensland.

Atas penemuan jarum suntik ini, Ben melalui pengacaranya David Adams menuntut Qantas yang membawanya pada penerbangan QF552 pada 19 Desember 2016 lalu. Awal kejadiannya saat Sabeto memakan ayam mentega dengan cauli pea masala dan merasakan ada benda tajam yang menusuk ujung lidahnya dan saat memuntahkannya ternyata ada jarum suntik dan tetesan darah dari lidahnya.

Makanan dengan isi jarum suntik (www.news.com.au)

Saat itu kru kabin diberitahu dan pengawas mengambil makan tersebut serta mengabadikan gambar tersebut untuk dijadikan bukti. Kemudian pihak maskapai mengatakan, akan menghubungi Sabeto, tetapi tidak juga ada pernyataan klaim kepadanya sehingga membuat Sabeto untuk melaporkan masalah tersebut.

Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa

“Kami telah menolak klaim berdasarkan laporan awak pesawat serta penyelidikan terhadap pemasok katering kami. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jarum suntik ada dalam makanan pada tahap apapun selama persiapan di pusat katering atau on-board,” ujar juru bicara Qantas.

Ben Sabeto (www.news.com.au)

Makanan di Qantas dipindai dua kali oleh detektor logam sebelum dimasukkan ke dalam pesawat terbang, sebuah proses yang akan mengidentifikasi benda asing seperti jarum suntik. News Corp memahami mesin yang digunakan untuk makan pada penerbangan itu diuji dan ternyata berfungsi normal. Perusahaan katering Qantas Snap Fresh telah ditunjuk sebagai responden kedua dalam kasus ini. Seiring dengan Qantas mereka memiliki 28 hari untuk menanggapi klaim tersebut secara formal.

Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia

Bagaimana dan dimana awak kabin serta pilot istirahat dalam perjalanan jauh? Hal ini pasti sering sekali ada di dalam benak pikiran para penumpang pesawat dalam perjalanan jauh lebih dari lima jam.

KabarPenumpang.com melansir dailymail.co.uk (1/5/2017), para awak kabin Virgin Australia telah menyingkap tempat ‘persembunyian’ mereka untuk beristirahat yang sangat kecil di dalam kabin. Belum lama ini awak kabin dan pilot Virgin Australia merilis foto-foto yang menunjukkan dimana mereka tidur dalam penerbangan internasional dan pastinya lebih nyaman dari kursi ekonomi yang sempit walaupun tidak terlalu mewah.

Baca juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat

Foto yang tersebar ini saat perjalanan maskapai tersebut langsung dari Australia menuju Amerika Serikat. Dari atas Boeing 777-300ER yang digunakan terlihat foto tempat tidur pilot dan awak kabin untuk beristirahat agar tetap awet muda dan selalu ceria membantu penumpang.

dailymail.co.uk

Tempat beristirahat ini letaknya di atas kabin kelas ekonomi dan bisnis Virgin Australia. Dari foto-foto yang disebar tersebut memberikan pemikiran baru dan langka serta tempat tersembunyi tentang kehidupan awak kabin dan pilot yang selalu dibatasi agar tidak ada penumpang yang tahu keberadaan tempat tersebut.

dailymail.co.uk

“Mengingat penerbangan durasi penerbangan bisa mencapai 15 jam, maka penting bagi awak pesawat dan kabin kami untuk beristirahat selama penerbangan berada pada posisi terbaik saat mengoperasikan pesawat dan melayani penumpang. Untuk mencapai hal ini, kru kami akan kembali ke dua tempat istirahat kru yang ditunjuk dalam shift selama penerbangan untuk beristirahat selama sekitar empat jam dalam penerbangan seperti di rute Sydney – Los Angeles,” ujar juru bicara Virgin Australia.

dailymail.co.uk

Dalam pesawat ini pilot memiliki dua tempat tidur yang terletak di kedua sisi pesawat, sedangkan awak kabin memiliki delapan tempat tidur single dengan seprai, selimut dan bantal yang nyaman. Tempat tidur ini memiliki ukuran sepanjang enam kaki yang bisa dilipat kecil dan di simpan pada sudut-sudut pesawat yang sempit.

Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas

Dalam 15 jam perjalanan para awak kabin biasanya membuat shift agar bisa bergantian untuk beristirahat, begitupun juga dengan sang pilot. Pada saat beristirahat, biasanya mereka bisa menikmati hiburan yang sama dengan penumpang.

dailymail.co.uk

Jangan berpikir awak kabin akan menggunakan bajunya untuk tidur, sebab dari mereka banyak yang menggunakan piyama saat beristirahat dan biasanya mengatur alarm untuk memastikan tidak terlambat saat kembali ke dek. Biasanya baju seragam yang digunakan para awak kabin ini, di gantung di depan tirai agar tahu siapa yang ada di balik tirai tersebut.

Akhirnya! KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express

Tentu masih hangat dalam ingatan peristiwa terbakarnya kapal MV Zahro Express di Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1/2017). Peristiwa yang terjadi sesaat setelah malam pergantian tahun baru tersebut sangat memilukan, 23 penumpang tewas dengan luka bakar mencapai 100 persen. Zahro Express terbakar saat membawa ratusan penumpang dari Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kapal tersebut terbakar di tengah laut.

Baca juga: Soal Keselamatan Penumpang, Moda Laut Seperti Dianaktirikan

Penyebab tewasnya puluhan penumpang sudah diketahui dari kobaran api, namun yang jadi pertanyaan, dari mana asal sumber api tersebut? Dan selang tujuh bulan kemudian, tepatnya hari ini (14/7/2017), KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menggelar acara Media Release KM. Zahro Express dan FGD – “Mengungkap Penyebab Kecelakaan KM. Zahro Express” di Terminal Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara.

Dari paparan penyidik KNKT, ditemukan penyebab kebakaran berawal dari generator yang selanjutnya menyambar konstruksi kayu. Berdasarkan penelitian dan pengujian terhadap generator yang mengalami masalah, didapatkan adanya tanda tanda goresan yang menunjukkan adanya gesekan antara stator dan rotor yang menimbulkan adanya lompatan bunga api (electric spark).

Zahro Express.

“Tanda-tanda gesekan dari keduanya, ditemukan tanda goresan pada stator maupun rotor dan tanda tanda electric spark pada permukaan keduanya. Gesekan antara stator dan rotor diakibatkan adanya kerusakan bearing penopang rotor, dimana jarak diantara keduanya sangat kecil, sehingga dengan adanya kerusakan pada bearing titik putar poros jadi bergeser,” ujar Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT kepada KabarPenumpang.com

Baca juga: Kapal Pelni KM Express Bahari Resmi Layani Rute Ke Kepulauan Seribu

Kebakaran dipercepat dengan adanya kandungan bahan bakar solar yang menempel pada konstruksi serta terbakarnya material FRP sebagai pelapis geladak. Hasil simulasi evakuasi menunjukkan bahwa minimnya akses pada saat proses evakuasi yang kurang lancar berkontribusi terhadap timbulnya korban meninggal. Ditambah lagi dengan kurang efektifnya penanganan kebakaran serta tidak adanya prosedur darurat di kapal berkontribusi terhadap kebakaran yang lebih besar serta adanya korban jiwa.

Proses evakuasi yang tidak baik menyebabkan sebagian penumpang terjebak dalam waktu yang cukup lama sehingga mengalami masalah pernapasan. Tidak standarnya pintu darurat yang ada serta minimnya jumlah akses darurat menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di satu titik.

Anyer – Panarukan, Sengsara Dulu Membawa Nikmat Sekarang

Siapa yang tak kenal dengan jalan Anyer – Panarukan? Jalan ini adalah buatan pada zaman penjajahan Belanda tepatnya pada masa pemerintahan Gubernur Herman Willem Daendels dengan panjang kurang lebih 1000 km yang terbentang sepanjang utara pulau Jawa. Pada pemerintahannya yang hanya tiga tahun yakni dari 1808 hingga 1811, membuat Daendels dengan tangan besinya membangun beberapa bidang yang luar biasa salah satunya jalan Anyer – Panarukan yang mampu di buka hanya dalam waktu tiga tahun.

Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Dirangkum KabarPenumpang.com, jalan Anyer – Panarukan ini disebut jalan Raya Pos karena di setiap 4,5 km didirikan pos sebagai tempat perhentian dan penghubung untuk pengiriman surat-surat. Sebenarnya tujuan awal pembangunan jalan Raya Pos adalah untuk memperlancar komunikasi antara daerah yang di kuasai Daendels di sepanjang pulau Jawa dan sebagai benteng pertahanan di pantai utara pulau Jawa.

Titik Nol Anyer

Namun, tahukan Anda banyak korban dalam pembuatan jalur di utara pulau Jawa ini? Sebab saat pemerintahan Daendels sendiri, pengerjaan jalur ini yang membentang dari Pantai Anyer hingga ke Panarukan mewajibkan setiap penguasa pribumi untuk memobilisasi rakyat dengan target pembuatan jalan sekian kilometer dan yang gagal akan dibunuh termasuk para pekerjanya. Tak hanya itu, kepala-kepala korbannya pun di gantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri dan kanan ruas jalan. Dalm pembuatan jalan ini diperkirakan memakan korban hingga 12.000 orang.

Pada pengerjaan selama tiga tahun ini, sejauh 1000 km, membuat seorang sastrawan Pramoedya Ananta Toer mengatakan pembuatan jalan ini sama dengan pembuatan jalan Amsterdam – Paris yang saat itu hanya setahun pengerjaan tepatnya tahun 1808 hingga 1809. Tetapi justru pembuatan jalan ini justru menjadi infrastruktur penting dan untuk selamanya alias hingga saat ini masih digunakan.

Baca juga: Yang Sebaiknya Diketahui dari Tol Cipali dan Brexit

Ada beberapa hal yang bisa diketahui selain menelan banyak korban dalam pembuatan jalan Raya Pos ini yakni titik nol berada di sekitar Mercusuar Anyer yang terletak di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer Serang, Banten. Disini terdapat tapal yang memandai titik awal pembangunan Jalan Anyer – Panarukan. Padahal awalnya Daendels hanya membutauhkan jalan dari Anyer menuju Batavia, tetapi diteruskan hingga ke Panarukan sebab, saat awal Agustus 1808 Daendels berkunjung ke Surabaya dan melihat perlu diperpanjang ke arah timur.

Tujuannya karena wilayah Ujung Timur (Oosthoek) merupakan daerah yang potensial bagi produk tanaman tropis selain kopi, seperti gula dan nila. Di samping itu ada kemungkinan perairan di sekitar selat Madura memberikan peluang bagi pendaratan pasukan Inggris. Untuk itu, dia memerintahkan F Rothenbuhler, pemegang kuasa (gesaghebber) Ujung Timur sebagai penanggungjawab pembangunan jalan Surabaya sampai Ujung Timur yang dimulai pada September 1808.

Peta Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan)

Titik akhir jalan di Ujung Timur terletak di Panarukan, dan tidak dibangun hingga Banyuwangi. Pertimbangannya Banyuwangi dianggap tidak memiliki potensi sebagai pelabuhan ekspor. Sedangkan Panarukan dipilih karena dekat daerah lumbung gula di Besuki dan dengan tanah-tanah partikelir yang menghasilkan produk-produk tropis penting.

Baca juga: Optimalkan Keselamatan di Jalan Raya, Uji KIR Wajib Bagi Kendaraan Umum

Setelah jalan Raya Pos dari Anyer ke Panarukan ini selesai, Daendels selaku Gubernur mengeluarkan tiga peraturan terkait pengaturan pengelolaann jalan raya ini. Peraturan pertama dikeluarkan pada 12 Desember 1809 berisi aturan umum pemanfaatan jalan raya, pengaturan pos surat dan pengelolaannya, penginapan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kereta pos, komisaris pos, dinas pos dan jalan. Peraturan kedua keluar pada 16 Mei 1810 tentang penyempurnaan jalan pos dan pengaturan tenaga pengangkut pos beserta gerobaknya. Peraturan ketiga tanggal 21 November 1810 tentang penggunaan pedati atau kereta kerbau, baik untuk pengangkutan barang milik pemerintah maupun swasta dari Jakarta, Priangan, Cirebon, sampai Surabaya.

Green Laser Pointer 303, Teror Baru Untuk Dunia Aviasi

Maraknya penjual laser mainan berwarna hijau belakangan ini membuat sebagian kalangan ketar-ketir karena bisa mengganggu aktifitas mereka, seperti para pilot. Dalam sebagian kasus yang terjadi dewasa ini, para pilot ini mengeluhkan ‘tembakan’ sinar laser yang mengganggu visual saat mereka terbang rendah, terutama jika hendak landing. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Makassar dimana General Manager Makassar Air Trafic Service Center (MATC) Perum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia, Novy Pantaryanto mengungkapkan ada kurang lebih sekitar 50 serangan laser yang terjadi sejak tahun 2017, 15 kasus diantaranya terjadi pada minggu lalu.

Baca Juga: Balon Udara, Teror Si Bulat Warna-Warni Untuk Dunia Aviasi

“Selasa lalu, ada tujuh laporan yang kami terima. Kemudian besoknya ada tiga laporan, kemudian Jumat malam tadi ada lima laporan serangan laser. Total ada 15 serangan,” ungkap Novy.

Serangan laser ini terjadi pada Selasa, (4/7/2017), dimana tujuh pilot diteror oleh penyalahgunaan sinar laser, yang sengaja diarahkan ke badan pesawat saat hendak mendarat. Berdasarkan data yang diperoleh MATSC, tujuh pesawat itu yakni maskapai Sriwijaya 726 dari Bali, Lion Air 640 dari Yogyakarta, Batik Air 6231 dari Palu, Batik Air 6183 dari Papua, Garuda 620 dari Jakarta, Lion Air 740 dan Citilink 612 masing-masing dari Surabaya.

Lalu pada Jumat (7/7/2017), sebanyak empat pilot melaporkan adanya serangan laser. Empat pesawat yang mendapatkan teror serangan laser yakni Lion Air 777, Sriwijaya Air 726, Batik Air 6183, Citylink 612 dan Lion Air 640.

Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Tentu saja, tembakan sinar laser mainan ke langit seolah menjadi teror baru bagi dunia aviasi. Bayangkan jika tembakan sinar laser tersebut tepat jatuh di mata pilot yang tengah dalam kondisi krusial, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan kecelakaan. Sehubungan dengan bahaya yang mungkin ditimbulkan, Novy melayangkan surat ke sejumlah pemerintah daerah yang berisikan langkah-langkah untuk menindaklanjuti masalah ini.

“Semua daerah, kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Bandara Sultan Hasanuddin, kita surati untuk meminta bantuan terkait sosialisasi surat edaran Mendagri nomor 553/2443/SJ dan nomor 553/2444/SJ tanggal 29 Mei 2017 tentang Pengelolaan Kawasan di Sekitar Bandara dalam Rangka Menjamin Keselamatan Penerbangan,” ujarnya, dilansir KabarPenumpang.com dari laman viva.co.id (8/7/2017).

Dalam surat tersebut, berisikan tiga poin yang dapat meminimalisir serangan dari sinar laser. Pertama adalah membantu penertiban penjualan laser. Kedua adalah membantu melakukan sosialisasi di tingkat sekolah tentang bahaya penyalahgunaan laser. Dan yang Ketiga adalah usulan pembuatan Peraturan Daerah. Perda itu, kata dia, supaya ada regulasi, mengenai syarat khusus sebelum laser dapat diperjualbelikan secara bebas di masyarakat.

Baca Juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata pointer berwarna hijau ini berjenis green laser pointer 303 yang dijual bebas di pasaran. Pointer tersebut dapat menembakkan cahaya dari jarak yang beragam, namun tercatat yang paling jauh hingga lima kilometer. Cukup dengan merogoh kocek paling mahal sekitar Rp200.000, maka Anda bisa membawa pulang mainan yang tengah hits ini.

Beberapa testimoni pemakai mengatakan alat tersebut bisa dipakai untuk pendukung konser, menunjuk sebuah fenomena di langit, atau penunjuk arah saat di kegelapan, terutama di pegunungan. Namun ada saja oknum yang menyalahgunakan alat ini untuk menyoroti pertandingan sepak bola, hingga mengganggu laju kendaraan. Adanya himbauan untuk tidak menembakkan alat ini ke moda transportasi seolah tidak diindahkan oleh para pembelinya. Maka, lebih bijaksanalah dalam menggunakan suatu barang, tidak menutup kemungkinan dengan sinar laser yang Anda tembakkan ke udara akan jatuh di mata seorang pilot lalu menimbulkan sebuah kecelakaan fatal.

Rajin Naik Garuda Indonesia, Terbang ke Jepang dengan First Class Hanya Bayar US$76

Garuda Indonesia menjadi salah satu maskapai dengan layanan penuh (full service) di setiap penerbangannya. Dengan layanan penuhnya ini, Garuda Indonesia memberikan Garuda Frequent Flyer (GFF) yang merupakan loyalty program dari Garuda Indonesia yang diberikan pada pengguna setianya.

Baca juga: Lakukan Go Around, Pilot Garuda Indonesia GA425 Selamatkan Penerbangan dari Petaka

Dari GFF miles setiap terbang dengan Garuda Indonesia dan partner terbangnya, akan ada akumulasi miles yang bisa ditukarkan dengan berbagai macam award seperti tiket destinasi favorit, upgrade kelas terbang dari ekonomi ke bisnis. Kedua award ini bisa menjadi hadiah unuk keluarga, teman ataupun orang-orang terdekat penumpang setia Garuda Indonesia.

Tiket Sam Huang (nextshark.com)

Selain itu, anggota GFF juga bisa menikmati banyak keuntungan dan keistimewaan yang eksklusif seperti konter check ini khusus di airport, kuota bagasi tambahan, prioritas baggage handling, prioritas wait list untuk reservasi tiket, akses lounge Garuda Indonesia hingga penawaran menarik dari partener Garuda Indonesia di seluruh dunia. Sebagai anggota GFF, wajib memiliki kartu yang memiliki empat macam jenis yakni, GFF Blue, Silver, Gold dan Platinum yang memiliki keunggulan masing-masing.

Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Dilansir KabarPenumpang.com dari nextshark.com (10/7/2017), baru-baru ini seorang pria bernama Sam Huang menjadi orang paling beruntung terbang di First Class Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Jepang hanya dengan membayar US$76 atau sekitar Rp1 jutaan. Padahal harga asli tiket untuk First Class Garuda Indonesia US$7.000 atau sekitar Rp93 juta.

Penasaran bagaimana bisa pria dengan kedua orangtuanya berkewarganegaraan Taiwan ini bisa mendapatkan harga fantastis itu? Ternyata Sam adalah pelanggan setia dari Garuda Indonesia dan sudah mengumpulkan 13.500 Garuda miles. Belum lama Sam mengikuti promo 90 persen Desember 2016 lalu, saat itu Sam hanya perlu menukarkan poin dari Garuda mile miliknya da menambah 1000 poin lagi atau senilai dengan US$76 (Rp1 jutaan) dan bisa mendapatkan satu tiket kelas utama dengan segala fasilitasnya.

Diketahui, dengan membayar kelas utama Garuda Indonesia yang seharga US$7000, siapapun akan dijemput dengan Mercedes di rumah atau tempat Anda mengipap dan diantar ke bandara. Saat sampai di bandara pun, Anda akan dilayani dan disambut, tak lupa passport dan tas juga sudah dibawakan. Seperti seorang raja, saat check in pun ditemani dan sepanjang jalan, para staf menuju ruang tunggu akan menyapa dan menundukkan kepala.

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Saat itu Sam bisa masuk ke lounge khusus penumpang First Class untuk menunggu boarding dengan sangat mewah, dimana meja maka lengkap dengan hidangan ala hotel bintang lima yang bisa di santap. Tak hanya itu, jika Anda lelah terdapat sofa bed yang bisa digunakan untuk beristirahat. Dalam lounge ini juga mdisediakan ruang keluarga, kamar mandi mewah hingga spa.

Tak hanya di lounge, keberadaan Anda di dalam pesawat juga seperti menjadi seorang raja yang disambut saat terbang, kabin dengan isi bangku pribadi yang bisa di tutup. Hidangan langsung disajikan koki profesional, bahkan awak kabin juga melepas sepatu Anda dan menggantinya dengan sendal agar istirahat Anda menjadi lebih nyaman.