Kereta Bawah Tanah Toronto Penyumbang Polusi Udara Tertinggi

Seorang Insinyur Kimia dari University of Toronto, Greg Evans menyebutkan bahwa kereta bawah tanah di Toronto memiliki tingkat pencemaran udara tertinggi di Kanada. Sebuah fakta yang mencengangkan mengingat hal tersebut amat bertolak belakang dengan aksi mereka dalam mengurangi tingkat emisi  secara keseluruhan. Temuan tersebut berdasarkan pada data yang dikumpulkan di platform Toronto Transit Commission (TTC) dan di kereta api dalam kurun waktu tiga minggu di musim panas tahun 2010 dan musim dingin tahun 2011.

Dalam melakukan penelitian ini, Prof. Greg Evans selaku kepala peneliti bersama murid-muridnya menggunakan instrumen portabel yang berukuran sangat mini, yaitu 25 mikrogram. Partikulat materi kecil ini mudah terhirup, dan bisa menyebabkan masalah pernapasan. Guna mendapatkan hasil dari penelitiannya mengenai kualitas udara, Greg menggunakan sebuah metrik bernama PM2,5 (Particulate Matter yang diameternya kurang dari 2,5 mikron).

Sebagai patokan dalam penelitiannya, Greg mengatakan bahwa nilai PM2.5 untuk Toronto dalam kondisi normal akan berada di angka 10 mikrogram partikel per meter kubik udara. Sedangkan bila kualitas udara di Toronto sedang buruk, nilai tersebut bisa naik ke angka 30 mikrogram per meter kubik, dan partikelnya dapat terlihat di udara, mirip seperti kabut asap. Namun, dari penjabaran di atas, diperoleh fakta yang cukup mengejutkan dari penelitian yang dilakukan oleh Greg di jalur kereta bawah tanah Toronto. Greg bersama timnya tersebut mendapatkan nilai rata-rata 100 mikrogram per meter kubik udara dari jalur kereta bawah tanah Toronto. “Itu sebanding dengan hari biasa di Beijing,” Tutur Greg seperti yang diwartakan oleh sciencedaily.com, Selasa (25/4/2017).

Di jalan raya, penyumbang tingkat polusi paling besar adalah dari asap truk dan bus, namun hal berbeda ditemukan pada jalur kereta bawah tanah Toronto, dimana Greg mengatakan penyumbang polusi udara terbesar datang dari komponen yang berbeda. “Sebagian besar partikelnya berasal dari roda logam di rel. Jejak barium juga ditemukan di sampel udara, yang kemungkinan berasal dari rem sendiri,” ungkap Greg.

“Ketika Anda berdiri di atas sebuah stasiun bawah tanah, Anda bisa merasakan guncangan saat kereta bawah tanah masuk. Itu dikarenakan kereta bergerak menyusuri terowongan seperti sebuah piston, mendorong udara di depannya. Jadi tidak ada tempat bagi partikel untuk pergi. Saat kereta masuk ke stasiun, itu menyebabkan debu dan partikel mengudara,” tambahnya pada kesempatan yang sama.

Greg mengatakan perbandingan antara tiga sistem kereta bawah tanah menunjukkan bahwa penyebaran partikel radikal tersebut dapat dicegah dan para unsur masyarakat terkait harus mulai memikirkan cara untuk menguranginya. ” Partikel ini mungkin juga lebih beracun daripada partikel luar biasa karena kandungan logamnya yang amat tinggi.”

Pada akhirnya, Greg mengakui bahwa kereta bawah tanah memegang andil penting dalam kehidupan masyarakat Toronto, dan Ia pun akan tetap menggunakannya, paling tidak saat bersepeda tidak masuk ke dalam pilihan. “Ini tidak akan membuat saya untuk berhenti naik kereta bawah tanah, tapi pada saat yang sama, kita harus berusaha untuk mengurangi kecondongan kita untuk menggunakan kereta bawah tanah.” Tutupnya.