Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Brilio.net

Setiap maskapai pastinya memiliki seragam masing-masing untuk awak pesawat, salah satunya pramugari Garuda Indonesia. Maskapai dengan predikat bintang lima atau 5-Star Airlines dari Skytrax ini juga memiliki seragam yang menjadi ciri khas pramugarinya. Tapi, pernahkan Anda sadari bahwa seragam pramugari Garuda Indonesia berwarna warni?

Seragam yang berwarna warni ini, sebenarnya ada arti dan filosofi tersendiri. Saat ini ada empat warna seragam pramugari garuda Indonesia yakni biru, jingga, ungu dan hijau toska. Warna-warna ini, adalah penanda dari jenjang karir awak kabin alias jabatannya di dalam pesawat dan menandakan posisi awak kabin saat bekerja.

Diketahui, di dalam kabin sendiri ada tingkatan atau jenjang karir, pertama adalah pelaksana (junior dan senior), kedua ada Maitre d’cabin dan terakhir ada Purser atau Flight Service Manager (FSM).

Kompas.com

Pelaksana dalam kabin baik junior maupun senior akan menggunakan seragam berwarna hijau toska ataupun jingga. “Dalam penerbangan Garuda tidak ada namanya anak baru dan anak lama, semua punya tanggung jawab yang sama dalaam pelayanan dan keselamatan,” ujar Jani seorang pramugari Garuda Indonesia yang dikutip dari detik.com.

Biasanya pramugari yang menggunakan seragam hijau toska dan jingga adalah yang paling sibuk di dalam pesawat untuk menyediakan kebutuhan konsumsi penumpang dan membantu penumpang jika dibutuhkan. Seragam berwarna ungu biasanya digunakan oleh Maitre d’cabin. Posisi Maitre d’cabin merupakan posisi baru pada struktur awak kabin Garuda yang diluncurkan bersamaan dengan pelayanan Garuda Experience.

Maitre d’cabin, ditempatkan pada pesawat-pesawat ukuran besar seperi Airbus dan Boeing 777. Sedangkan seragam berwarna biru biasanya digunakan oleh Purser atau FSM. Jabatan ini adalah yang tertinggi seorang pramugari. Peran FSM adalah menjadi jembatan antara pramugari atau awak kabin dibawahnya dengan kapten pilot karena jabatan FSM langsung dibawah pilot. FSM sendiri memiliki tanggung jawab adanya komunikasi di kabin penumpang dengan kockpit.

Selain menandakan jenjang karier bagi pramugari, ternyata warna-warna yang digunakan pun memiliki arti dibaliknya. Dikutip dari garuda-indonesia.com, model kebaya yang dimodifikasi terinspirasi batik corak Parang Gondosuli yang memiliki nilai falsafat sinar kehidupan yang harum. Warna hijau toska yang bernuansa tropis dan menyegarkan, untuk jingga memberikan kesan hangat, ramah serta penuh energi. Biru memancarkan kesan andal, terpercaya, abadi dan menenangkan. Sedangkan warna ungu menggambarkan sisi elegan, kreatif dan inspiratif, warna ini sangat cocok untuk pelayanan baru Garuda Experience yang terlihat anggun dan elegan.