Manekin Jadi Penumpang, Jurus Kelabui Petugas Lalu Lintas

Siapa sangka dengan membawa boneka dan diletakkan pada kursi penumpang bisa menjadi masalah besar. Baru-baru ini terjadi di Charlestown, Boston tepatnya di Interstate 93 seorang pengemudi berusia 44 tahun yang mengendarai mobilnya membawa sebuah manekin di letakkan pada kursi penumpang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari bostonherald.com (22/6/2017), pria usia 44 tahun ini ditangkap polisi di jalur HOV dengan manekin di kursi penumpang dan diberi baju bila dilihat dari jauh seperti seorang manusia yang duduk. Entah alasan apa yang membuat pria ini meletakkan manekin pada tempat duduk penumpangnya.

Baca juga: Tolak Tilang, Serikat Pekerja Hong Kong Angkat Bicara

Kejadian ini ditemukan oleh Todd Gidden, petugas patroli lalu lintas yang sedang memantau lalu lintas di Interstate 93, Charlestown dan melihat mobil yang dikemudikan pria tersebut. Ternyata kejadian ini tak hanya ada di Boston, di Indonesia, Wellington, Selandia Baru dan California pun sering terjadi hal seperti itu.

Biasanya ini untuk mengelabui para polisi pada saat jalanan 3 in 1 dimana di kota Auckland, Selandia Baru untuk mengelabui para polisi lalu lintas yang berjaga pengemudi menempatkan boneka tiup, manekin hingga memasang baju pada seekor anjing peliharaan. Di Indonesia sendiri beberapa tahun lalu untuk meghindari para petugas lalu lintas biasanya membawa joki.

Baca juga: Auckland Transportation Mulai Pasang CCTV di Jalur Bus Pusat Kota

Biasanya taktik seperti memudahkan pengemudi untuk melewati jalan-jalan yang mengharuskan membawa penumpang minimal tiga orang dalam satu mobil. Di Selandia Baru sendiri setiap pelanggar 3 in 1 akan dikenakan denda hingga $150 Selandia Baru atau sekitar Rp1 juta.

Tahun lalu tepatnya 25 September 2016, seorang pengendara di California, Amerika Serikat juga berusaha mengelabui polisi dengan membawa manekin dalam mobil ketika melewati jalur 2 in 1 pada jam sibuk. Sebanarnya, usahanya hampir berhasil sampai seorang polisi menyadari penumpang yang berada di kursi penumpang terlihat seperti dari plastik.

Baca juga: Alasan Politik, Pemerintah Mesir Perintahkan Taksi Online Gunakan Aplikasi Pelacak

Polisi yang mengendarai sepeda motor itu pun memperingatkan pengemudi untuk menurunkan jendelanya dan benar yang terlihat adalah sebuah manekin. Si pengemudi sempat mengaku bila dirinya sering melakukan hal tersebut selama beberapa waktu, atas pelanggaran yang dilakukannya, si pengemudi di denda sekitar Rp6 juta.

Omprengan Riwayatmu Kini

Dari aspek regulasi, omprengan merupakan angkutan umum tidak sah dan sampai saat ini masih beredar di wilayah Jakarta. Wujudnya bisa disamakan dengan taksi gelap yakni mobil dengan plat hitam dan beredar di sekitaran Ibu Kota.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa omprengan ini ada karena moda transportasi saat itu yang masih bisa dijangkau masyarakat. Sayangnya, adanya omprengan ini tidak jelas keberadaannya sejak kapan dan siapa yang membuatnya. Omprengan kerap muncul atas desakan kebutuhan suatu komunitas dan peluang jalur transportasi yang belum terisi atau dilayani oleh moda angkutan kota.

Jelasnya, omprengan ini masih terus beroperasi karena bisa dikatakan murah dari tempat keberangkatan hingga tujuan akhirnya. Ada beberapa rute yang dilewati omprengan ini seperti Segitiga Emas Jakarta yakni Sudirman, Gatot Subroto dan Kuningan. Adapun jalur lainnya yang biasa di lewati omprengan adalah Blok M, Thamrin, Grogol dan Slipi.

Baca juga: Bemo, Mencoba Eksis Ditengah Himpitan Zaman

Sejatinya, jalur-jalur ini bisa dikatakan adalah jalur yang paling banyak dilewati para pekerja. Biasanya omprengan ini memiliki titik kumpul tersendiri yakni Cibubur Junction dan Taman Bunga Wiladatika, Cibubur. Namun, terkadang mobil-mobil omprengan ini juga mengangkut penumpang dari pinggir jalan tol. Biasanya, para pengguna omprengan yang naik dari pinggir jalan tol dikarenakan terlalu jauh untuk menuju titik kumpul.

Tarif yang dikenakan para pengemudi omprengan bisa dikatakan murah yakni sekitar Rp8 ribu hingga Rp12 ribu sekali jalan dari titik kumpul hingga tujuan akhirnya. Mengikuti kebutuhan transportasi para pekerja, omprengan biasanya beroperasi dari jam 05.00 hingga 09.00 pagi dan 17.00 hingga 20.00 malam.

Baca juga: “Timer,” Antara Utusan Operator Angkutan dan Pungutan Liar

Para pengguna omprengan lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki, sebab untuk naik angkutan umum terkadang tidak mendapat tempat duduk sehingga harus berdiri. Sementara bila naik omprengan, mereka akan mendapatkan duduk yang nyaman. Mobil-mobil yang digunakan yakni Isuzu Panther, Mitsubishi L300, dan Daihatsu Espass yang rata-rata keluaran tahun 80-an sampai 90-an. Namun tak sedikit juga mobil bertampang keren dan bertahun muda yakni menggunakan Toyota Avanza keluaran 2002.

Selain memudahkan para pekerja, omprengan juga masih berguna oleh karyawan yang bekerja di sekitaran segitiga emas kota Jakarta. Hingga kini, omprengan masih terus berjaya dengan ‘penumpang’ setianya. Yang perlu dicatat, karena menjadi angkutan yang ilegal, maka harus dipahami tidak ada santunan asuransi bila suatu waktu terjadi musibah di jalan raya.

Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental

Beberapa waktu yang lalu Boeing mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat jetliner jumbo Boeing 747 tidak lagi diproduksi untuk varian penumpang komersial dan menggantinya dengan pengembangan varian kargo. Namun, pada awal bulan Juli kemarin, sebuah Boeing 747-8 Intercontinental dengan motif maskapai Korean Air Lines nampak tengah mengudara menuju markas perusahaan tersebut di Washington, sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari laman cnn.com (19/7/2017). Mungkin, penampakan tersebut merupakan pesawat 747 terakhir yang pernah dibuat dari basis produksi Boeing di Seattle.

Baca Juga: Sepi Pesanan, Boeing 747 Beralih dari “Queen of the Skies” Jadi “Flying Truck”

Pesawat yang memiliki panjang sekitar 250 kaki (sekitar 76,2 meter) tersebut rencananya akan diterbangkan ke pihak pemesan, Korean Air Lines dalam beberapa minggu mendatang. Ini merupakan sebuah ironi dimana pamor dari perintis jumbo jet ini mulai kalah dengan saingannya, Airbus A380, pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini. Walaupun terkena ‘seleksi alam,’ pihak Boeing nampaknya sadar diri dengan menghentikan produksi pesawat komersilnya dan beralih menjadi pesawat kargo. Seperti yang dihimpun dari sumber tertera, pihak Boeing tidak mengharapkan sebuah comeback besar terhadap nasib perusahaan.

Pamor Boeing 747 mulai merosot ketika menjamurnya pesawat kecil yang bisa terbang jauh seperti pesawat jumbo jet lainnya, tentunya dengan penggunaan bahan bakar yang jauh lebih hemat. Secara otomatis, pihak maskapai yang menggunakan pesawat berukuran kecil untuk penerbangan jarak jauh dapat lebih cepat menerbangkan penumpangnya karena ketersediaan jumlah seat yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumbo jet.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

“Terus terang, kami benar-benar tidak melihat adanya permintaan untuk pesawat terbang berukuran besar,” ungkap Randy Tinseth, wakil presiden bidang pemasaran Boeing pada bulan Juni lalu. “Hanya ada segelintir permintaan mengenai pesawat jumbo tersebut, seperti penerbangan VIP, penerbangan kepresidenan, dan militer. Namun tidak ada angka signifikan yang melakukan pemesanan untuk pesawat penumpang 747-8s atau bahkan A380 sekalipun,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Korean Air Lines sendiri mengaku belum memiliki rencana untuk kembali mengadakan pesawat jumbo lagi, seperti 747-8s atau A380. Diketahui, Korean Air Lines masih mengoperasikan keduanya secara berdampingan. Versi penumpang dari 747-8 pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 silam dan hanya dipesan oleh beberapa maskapai, termasuk Korean Air Lines, Lufthansa dan Air China. Pesawat yang dapat menampung hingga 467 penumpang ini bisa terbang sejauh 8.000 nautical miles atau setara dengan 14.816 km.

Baca Juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat

Seolah mempertegas pernyataan Boeing terkait penghentian produksi pesawat penumpangnya, Randy menyatakan akan lebih fokus dalam produksi pesawat kargo. “Ke depan, penjualan pesawat terbang akan terkait erat dengan pasar kargo,” ungkap Randy. Ternyata, kesulitan penjualan pesawat raksasa ini juga dialami oleh kompetitor utama Boeing, yakni Airbus dalam menjual A-380 double decker-nya, dengan salah satu faktor penantangnya adalah keberadaan pesawat yang ukurannya lebih kecil, namun mampu melayani direct flight menuju destinasi yang jaraknya sangat jauh.

Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

Tega melihat seorang ibu harus berdiri dalam kereta dan saat itu menggendong bayi? Lalu Apa yang harusnya Anda lakukan untuk itu? Pastinya memberikan duduk pada ibu itu. Baru-baru ini, seorang ibu dengan membawa dua anak harus rela berdiri sambil menyusui anaknya yang masih berusia 15 bulan, ini terjadi di pada Bryony Esther (32 tahun) di kereta komuter C2C Lines di Inggris.

Baca juga: Stiker “Baby on Board” Ternyata Bisa Picu Kecelakaan Lalu Lintas

Dirangkum KabarPenumpang.com dari romper.com (21/7/2017), Esther tidak mendapatkan duduk dalam kereta tersebut, bahkan para pria yang berada di dalam kereta juga tidak mengindahkan dirinya dengan dua anak yang dibawa. Hingga akhirnya bayi Esther yang berusia 15 bulan harus mendapatkan ASI dan membuatnya mau tidak mau harus menyusui anak sembari berdiri.

Mungkin hal ini terlihat tak pantas untuk seorang ibu, tetapi Esther mau tak mau harus menceritakan kisahnya kepada publik melalui postingan di Facebook dan berbagi fotonya yang menampilkan beberapa pria dan tidak memberikan tempat duduk saat dirinya pun harus menyusi.

Dalam postingannya Esther mengatakan, “Harus berdiri di atas kereta sembari menyusui bayiku karena banyak yang lebih banyak penumpang yang mengutamakan dirinya sendir!!, ditambah lagi banyak yang melihat saya dan tetap tidak peduli. Tolong sebarkan kabar ini jika ibu, pacar dan istri mereka melihat perilaku tersebut.”

Postingan yang dibuat Esther di Facebook sudah menyebar dengan disukai (like) 32.000 orang hingga sekitar pukul 5 sore waktu setempat. Tidak mengherankan jika postingan ini membuat dampak tersendiri bagi pengguna internet. “Saya merasa terintimidasi dan tidak nyaman,” ujar Esther. Ternyata kejadian ini tak hanya dirasakan Esther, pada Juni 2017 lalu seorang ibu bernama Brei Theison mengungkapkan rasa kecewanya saat manajemen kolam renang umum menyuruhnya menutupi saat sedang menyusui bayinya. Bahkan dirinya disuruh untuk menyusui di kamar mandi.

Baca juga: Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan

Padahal, menyusui bayi adalah hak seorang ibu memberikan makan anaknya yang kelaparan dan biasanya memang tidak bisa ditunda. Dengan adanya postingan dari Esther dan Theison, bisa menjadi perhatian yang penting bagi seorang ibu dimanapun yang memang harus memberikan ASI pada anaknya dan banyak yang tidak mendukung agar pemberian ASI tetap dilakukan pada anak mereka.

Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima Arah

Sabuk pengaman alias safety belt bukan hal asing lagi dalam keseharian, namun tahukah seberapa besar bentuk perlindungan dari sabuk keselamatan ini? Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lebih dari 15.000 nyawa diselamatkan setiap tahun di Amerika Serikat karena pengemudi dan penumpangnya memakai sabuk pengaman saat mereka dalam kecelakaan.

Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat

“Sabuk pengaman mencegah pengemudi dan penumpang kendaraan dari cedera serius dalam lima cara,” ujar Direktur Proyek Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas Pennsylvania, Angela Osterhuber yang dikutip KabarPenumpang.com dari everydayhealth.com. Osterhuber mengatakan lima cara perlindungan sabuk pengaman yakni, pertama menjaga pengemudi dan penumpang di dalam mobil, kedua menahan bagian tubuh yang paling kuat. Ketiga, dengan sabuk pengaman bisa menyebarkan kekuatan dari kecelakaan yang terjadi.

Keempat, menjauhkan tubuh dari luka-luka yang lebih serius dan kelima melindungi bagian vital tubuh seperti tak dan sumsum tulang belakang. Osterhuber mengatakan, bila menggunakan sabuk pengaman dengan benar adalah sebuah keharusan, dimana pengemudi dan penumpang melintangkan tali di pangkuan pas di pinggul dan area paha atas. “Jika sabuk naik ke atas perut, itu bisa menyebabkan luka serius dalam kecelakaan,” kata Osterhuber.

Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak

Poin kelima, sabuk pengaman yang melintang sebaiknya berada tepat di dada dan bahu Anda di antara payudara Anda. Jangan pernah membiarkan tali pengikat jatuh di leher atau wajah Anda dan jangan sekali-kali meletakkan tali di bawah lengan atau di belakang punggung Anda. “Salah satu dari posisi ini dapat menyebabkan cedera serius,” kata Osterhuber.

Sabuk pengaman untuk anak-anak dan bayi berbeda dengan orang dewasa sebab, anak-anak dan bayi memiliki struktur kerangka yang berbeda. “Usia, tinggi, dan berat badan menentukan cara teraman bagi seorang anak untuk bepergian,” ujar Osterhuber.

Menurut American Academy of Pediatrics, berikut beberapa pilihan yang tepat untuk anak Anda menggunakan sabuk pengaman.

1. Kursi pengaman anak menghadap kebelakang, Anak-anak usia dibawah 1 tahun dan memiliki berat kurang dari 9 kg harus duduk di kursi belakang.

2. Kursi pengaman anak yang disetujui oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan harus ditempatkan di jok belakang mobil.

3. Kursi pengaman anak menghadap kedepan, bila usia anak 1 tahun dan memiliki berat lebih dari 9 kg harus duduk di kursi pengaman anak menghadap kedepan.

Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional

4. Kursi harus ditempatkan di bagian belakang kendaraan sampai anak mencapai batas atas atau tinggi tertentu. Biasanya seorang anak akan berada di kursi anak hingga berusia sekita 4 tahun dan dengan berat mencapai 40 kg.

5. Kursi penyokong. anak-anak yang berusia 4 tahun atau lebih dan memiliki berat lebih dari 40 kg harus duduk di kursi penyokong. Sebab anak tersebut dapat dengan aman duduk menggunakan sabuk pengamannya dengan pas.

Baca juga: Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet

Anak-anak bisa duduk tanpa bantuan kursi pengaman anak lagi saat mereka berusia 8 tahun dan minimal hingga berusia 13 tahun. Saat itu, anak-anak bisa dduk di jok belakang.

Dewan Keamanan Nasional baru-baru ini melaporkan penurunan korban tewas lalu lintas di tahun 2008, mengindikasikan rekor rendah sejak tahun 1920-an ketika mulai mempublikasikan laporan statistik. Salah satu alasan yang diberikan untuk penurunan adalah meningkatnya penggunaan sabuk pengaman.

Gandeng Merek Restoran Ternama, Dongkrak Popularitas Layanan Penerbangan

Setelah operator kereta di Indonesia dan India menghadirkan layanan makanan siap saji dari restoran ternama lewat pemesanan online, kini serupa tapi tidak sama, maskapai penerbangan internasional mulai menerapkan kolaborasi eksklusif dengan mitra restoran untuk mendongkrak popularitas layanan penerbangan.

Dikutip KabarPenumpang.com dari apex.aero (10/7/2017), makanan yang di berikan maskapai biasanya ada kerjasama antara maskapai dan food brand association untuk memberikan hidangan yang mewah dalam tampilan sederhana. Salah satunya seperi EVA Air yang berkolaborasi dengan Hello Kitty dan membuat EVA Air semakin dikenal banyak orang dan popularitasnya meningkat dari sebelumnya.

Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

Umumnya kolaborasi ini bisa menghasilkan ‘keajaiban’ dalam promosi dan pencitraan, sehingga membuat perusahaan penerbangan di seluruh dunia mencari mitra dengan merek yang tepat untuk menumbuhkan loyalitas pelanggan. Delta Airlines, salah satu maskapai asal Amerika Serikat, saat ini sudah melakukan pengujian ekstensif dan menyimpulkan bahwa pengenaan merek terhadap produk dapat memperkuat pengalaman dalam penerbangan. Hal yang paling jelas terlihat adalah perubahan pada katering makanan maskapai belum lama ini.

Baca juga: Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up

Juru bicara Delta Airlines, Catherine Sirna mengatakan, pengujian tersebut membuktikan bila lebih banyak pilihan, merek yang dicintai dengan porsi lebih besar adalah yang terpenting bagi Delta Airlines. Ini yang membuat kabin premium Delta menyugukan makanan Union Square Hospitality Group, di sini penumpang akan merasakan kenyamanan dan mendapatkan bar yoghurt Yunani Yasso beku di penerbangan tertentu. Selain itu, penumpang ekonomi dilayani makanan dari Luvo, merek yang mengenalkan dirinya pada makanan lezat dan dibuat dengan bahan makanan asli.

“Makanan ringan Luvo telah menjadi bagian dari strategi katering bermerek Delta sejak tahun 2014, dan sekarang mereka akan ditawarkan di rute terpilih sebagai bagian dari program makan gratis pada Main Cabin,” ujar Sirna.

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Dengan adanya asosiasi ini, merek restoran di kabin pesawat telah mendorong kemitraan koki selebriti. Di Hong Kong, ada restoran berbintang Micheline dimana Hongkong Airlines membawa masakan khas Kanton yang otentik dengan hidangan Hoi King Heen dari InterContinental Grand Stanford, sementara maskapai Cathay Pacific memperkenalkan menu dari Tosca Ritz-Carlton pada Februari lalu.

“Membawa merek-merek yang familiar bagi penumpang dan membuat menu eksklusif dalam penerbangan hanya beberapa cara dari maskapai untuk menggunakan pendekatan inovatif untuk layanan katering mereka. Kualitas makanan dan minuman adalah kunci dalam hal kepuasan pelanggan. Pihak maskapai  dan penyedia makanan akan bekerja ekstra untuk memastikan pengalaman yang mengesankan dan menggugah selera,” kata Jane Bernier-Tran, President International Flight Services Association.

Baca juga: Hapus Sajian Es Sundae Sesaat, Penumpang United Airlines Ungkap Kekesalan di Media Sosial

Pada akhirnya, loyalitas merek tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor tunggal, namun memberi kesan kepada penumpang tentang apa yang mereka sukai di lapangan, dan dapat membantu mereka kembali melakukan pemesanan saat mereka melakukan penerbangan lagi.

Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse

Bermalam di pra-sarana transportasi umum, seperti stasiun, terminal, hingga bandara bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Biasanya, orang-orang terpaksa menginap di tempat ini karena beragam alasan, seperti moda mereka mengalami delay atau para penumpang yang lebih memilih datang lebih awal karena takut terlambat.

Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Namun, bagi Anda yang tengah berada di Ibu Kota Swedia, Stockholm, Anda tidak perlu khawatir jika terpaksa bermalam di pra-sarana transportasi umum, khususnya bandara. Mari tengok transformasi mengejutkan yang dilakukan oleh otoritas setempat dengan menyulap menara Air Traffic Control (ATC) menjadi sebuah kamar tinggal yang super nyaman, bak sebuah apartemen.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (10/7/2017), menara ATC yang sudah tidak digunakan tersebut dialih-fungsikan menjadi sebuah kamar sewa dengan latar belakang landas pacu. Pihak bandara Arlanda sendiri mengaku sudah bermitra dengan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan vakansi, HomeAway dan Swedavia AB, sebuah BUMN setempat yang mengelola bandara utama di Swedia. Dengan menggaet kedua perusahaan tersebut, Bandara Arlanda lalu menghidupkan kembali menara setinggi 80m tersebut dengan tujuan untuk menarik minat para penggila dunia penerbangan, dan para penumpang yang sekiranya hendak bermalam di bandara.

Baca Juga: Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!

Adalah Cilla Ramnek, yang menjadi otak dibalik transformasi menara ATC yang kini dikenal sebagai apartment Scandi-cool (Istilah keren untuk segala sesuatu di Swedia). Dalam menangani kasus ini, Cilla memilih warna abu-abu sebagai dominan agar nuansa 1960-an yang hendak ia kembangkan dapat membaur dengan nuansa di landas pacu. Nuansa menara ATC pun tetap melekat dari ruangan ini, dilihat dari kaca yang mengelilingi hampir seluruh ruangan ini. Pada siang hari, para penyewa kamar dapat melihat aktifitas bandara secara langsung. Ketika malam, semburat cahaya di landas pacu seolah menjadi lukisan yang menghiasi dinding di ruangan dengan desain minimalis ini, sungguh fantastis.

Sumber: cnn

“Ini merupakan proyek yang paling menyenangkan yang pernah saya tangani,” tutur Cilla kegirangan. “Saya terinspirasi dari bangunan ini sebelumnya, lengkap dengan kondisi serta letaknya yang sangat istimewa, sehingga tidak perlu menambahkan interior berlebih yang takutnya akan mengurangi nilai estetik dari menara ATC tersebut,” tambahnya.

Guna mempromosikan penthouse tersebut, otoritas setempat lalu menjadikan penthouse ini sebagai hadiah bagi mereka yang memenangkan sebuah kompetisi, tentu saja untuk bermalam, bukan memilikinya. Lima pemenang beruntung, bersama dengan seorang lainnya akan menginap di kamar sewa tersebut, diikuti dengan tiga hari menginap di tempat lain yang disediakan oleh HomeAway.

Baca Juga: Menara ATC Tintin: Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota

Tidak hanya itu, para pemenang akan mendapatkan pula kesempatan untuk menyambangi control room dari menara ATC yang baru, dan menyantap hidangan yang disajikan oleh Pontus in the Air, sebuah restoran terkena milik salah satu koki Swedia yang disegani di dunia kuliner, Pontus Frithiof. Bagi Anda yang mendapat kesempatan mengunjungi salah satu negara Skandinavia tersebut, sempatkan diri Anda untuk bermalam di sini agar bisa merasakan sensasi menginap di bekas menara ATC tersebut.

Hendak Bepergian Naik Bus? Cek Dulu Bangku Yang Dinilai Paling Aman dan Nyaman!

Setiap moda transportasi berbasis massal memiliki tempat duduk andalannya tersendiri, tidak terkecuali bus. Tempat duduk andalan  tersebut tidak hanya menawarkan kenyamanan lebih selama berkendara, tapi juga tingkat keamanan yang bisa dibilang setingkat lebih tinggi dari bangku lainnya. Tentu saja, setiap orang memiliki tempat duduk favoritnya masing-masing, baik itu di bagian depan, tengah, maupun belakang. Itu semua tergantung selera Anda. Namun, di sini KabarPenumpang.com akan mencoba untuk menjabarkan tempat duduk terbaik di dalam bus, dilansir dari laman thehungrysuitcase.com.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Bagi Anda yang lebih memilih duduk di baris depan bus, sebenarnya ini merupakan salah satu titik yang dinilai paling berbahaya jika mengalami bus tersebut kecelakaan. Terlepas dari pernyataan tersebut, terkadang orang beranggapan kalau bangku teraman di dalam bus adalah bangku pengemudi, karena dari sinilah semua manuver ditentukan. Bangku di baris depan juga kerap kali dianggap sebagai titik yang memungkinkan penumpang melakukan interaksi dengan pengemudi, dimana penumpang bisa mulai menegurnya ketika sang pengemudi mulai mengantuk.

Sedangkan untuk bangku paling belakang juga dinilai tidak terlalu aman, karena bagian ini merupakan bagian yang paling rentan jika terjadi tabrakan dari belakang, walaupun kecelakaan seperti ini jarang terjadi. Bagian belakang bus yang tinggi tentu akan melindungi penumpang dari tabrakan belakang, apalagi dari kendaraan pribadi yang notabene ukurannya lebih kecil. Lain cerita jika bagian belakang ditabrak oleh sebuah truk yang memiliki tinggi hampir sama dengan bus.

Baca Juga: Auckland Transportation Mulai Pasang CCTV di Jalur Bus Pusat Kota

Menurut sumber tertera, bangku yang paling aman di dalam sebuah bus adalah bangku baris tengah, karena di titik ini, penumpang bisa sedikit terlindungi jika terjadi tabrakan, baik dari depan maupun dari belakang. Namun, patut diperhatikan pula pemilihan sisi mana yang dianggap lebih aman, walaupun sama-sama berada di baris tengah. Untuk negara-negara yang memiliki lalu lintas lajur kiri, para penumpang bisa memilih sisi kiri searah laju bus, begitupun sebaliknya. Negara-negara yang memiliki lalu lintas jalur kanan, para penumpang bisa memilih sisi sebelah kanan searah laju bus.

Sumber: Thehungrysuitcase.com

Kini beralih ke bangku yang menawarkan kenyamanan selama Anda berkendara menggunakan bus. Bangku baris depan dinilai sebagai bangku yang menyuguhkan pemandangan kendaraan lain yang berada di depan bus, dan akan sangat mengerikan jika sebuah kecelakaan terjadi. Penumpang akan melihat secara langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Terlepas dari asumsi tersebut, bangku baris depan bus dianggap kurang nyaman, karena Anda akan duduk tepat di atas ban, dimana setiap bus menghantam sebuah lubang di jalanan, maka Anda akan merasakan guncangan yang cukup keras.

Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

Sama halnya juga dengan bangku belakang. Ditambah lagi dengan aroma tidak sedap yang dikeluarkan dari toilet, walaupun tidak semua bus memilikinya. Di Indonesia sendiri, tidak jarang bus yang menyediakan smoking area yang terletak di bagian belakang. Bagi para perokok, keberadaan smoking area ini dinilai sebagai sebuah keuntungan tersendiri.

Kembali, bangku baris tengah dinilai paliing nyaman karena guncangan yang ditimbulkan ketika bus menghantam lubang tidak sekeras bangku baris depan dan belakang. Selain itu, jika Anda memilih bangku di samping jendela, Anda akan disuguhkan pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan. Setidaknya Anda tidak akan melihat hilir mudik orang di gangway bus.

Diterjang Bau Kentut, Tiga Awak Kabin Tumbang

Kentut dalam kabin pesawat? Tentu wajar saja-saja, apalagi jika Anda tengah melakukan penerbangan jarak jauh, kentut jadi sesuatu yang alamiah dan tak bisa dihindarkan. Namun apa jadinya bila kentut justru membuat satu kabin pesawat merasa mual, bahkan sampai menghadirkan petugas medis saat pesawat mendarat?

Baca juga: Kentut di Tempat Umum Ternyata Ada Aturannya!

KabarPenumpang.com melansir craveonline.com (17/7/2017), dalam penerbangan American Airlines dari Charlotte menuju Bandara Internasional Raleigh-Durham pada hari Minggu (16/7/2017) tiga orang awak kabin langsung disambut oleh para petugas medis setelah mengeluh sakit kepala dan iritasi. Para awak kabin tersebut mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan di Terminal 2.

Untungnya para awak kabin hanya membutuhkan pertolongan pertama tanpa harus di rawat di rumah sakit akibat bau kentut tersebut. Awal kejadian ini bermula dari beberapa orang penumpang American Airlines yang tiba-tiba mual dan sakit kepala.

Baca juga: Kencing di Botol, Pemuda Ini Langsung Diamankan Saat Mendarat

Para penumpang terebut menduga kejadian ini akibat salah seorang penumpang yang kentut. Hal ini yang membuat semua penumpang dan para awak kabin keluar dari pesawat, kejadian ini tidak diakui secara gamblag oleh awak kabin dan hanya mengakui adanya pemanggilan layanan darurat kesehatan dari wilayah Wake County.

Juru bicara American Airlines pada hari Minggu malam mengatakan salah satu pesawat mereka memang saat ini sedang bermasalah dengan bau, namun menyangkal bahwa itu dikarenakan kentut.

Baca juga: Hindari Penumpang Pingsan, Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin

“Kami memang memiliki jadwal terbang dari Charlotte ke Raleigh-Durham hari Minggu siang. Pesawat telah mendarat pukul 2:19 sore. Tetapi meyangkut berita yang muncul, yang benar adalah bahwa pesawat tidak bisa beroperasi karena masalah mekanis. Sebenarnya ini adalah masalah bau di kabin. Tapi itu bukan karena kentut seperti yang diberitakan sebelumnya,” kata Ross Feinstein, juru bicara American Airlines.

Bila memang penyebabnya adalah benar berasal dari kentut, harus ada penyelidikan, penumpang tersebut makan apa sehingga membuat beberapa awak kabin mual dan penumpang merasakan iritasi pada matanya.

Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

Bahasa lokal biasanya lebih banyak dipakai di daerah itu sendiri atau di kalangan masyarakat yang memang dominan dari satu daerah tertentu, bahasa lokal setiap daerah juga merupakan kearifan budaya yang bisa digunakan untuk mengenalkan lebih tentang satu daerah tersebut. Dulu, artian bahasa kearifan lokal Indonesia seperti bahasa Jawa, Batak, Sunda dan lainnya hanya bisa di cari dalam mesin pencarian seperti Google.

Baca juga: Optimalkan Pelayanan, PT Angkasa Pura I Luncurkan Concordia Lounge Card

Belum lama ini, tepatnya 17 Juli 2017 kemarin, bahasa Jawa sebagai salah satu kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta digunakan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Sleman. Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Israwadi, mengatakan, bahasa Jawa yakni bahasa dan dialeknya yang biasa digunakan oleh masyarakat Pulau Jawa kini bisa dapat langsung dirasakan di bandara.

“Penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Adisutjipto akan merasakan nuansa khazanah budaya Yogyakarta dengan hadirnya informasi announcement yang menggunakan Bahasa Jawa,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Israwadi, melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (20/7/2017).

Baca juga: Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan

Bandara Internasional Adisutjipto menambahkan layanan kepada penumpang dengan menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian informasi announcement di bandara, yang saat ini disampaikan dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penambahan bahasa dalam penyampaian informasi announcement ini diharapkan dapat menghadirkan nuansa keramahan Yogyakarta di bandara, sekaligus untuk mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang melalui Bandara Adisutjipto.

Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi utama di Pulau Jawa, memberikan peranan penting bagi bandara dalam mendukung industri kepariwisataan suatu daerah. Bandara menjadi etalase karena fungsi konektivitasnya dari dan menuju suatu lokasi wisata. Hal ini pula menjadi langkah Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dalam mendukung Pemerintah Daerah untuk mencapai target 4 persen wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta pada tahun 2018, melalui promosi wisata DIY.

Baca juga: Angkasa Pura I Perketat Prosedur Keamanan di 13 Bandara

“Ini menjadi yang pertama. Bandara Adisutjipto merupakan bandara pertama yang menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian informasi announcement kepada penumpang. Semoga ini dapat menjadi wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandara, sekaligus sebagai upaya mendukung kearifan lokal seni budaya dan pariwisata di Yogyakarta,” kata Israwadi.

Lebih lanjut, adanya penggunaan bahasa kearifan lokal ini adalah inisiatif langsung dari pihak bandara tersendiri dan ini menjadi terobosan baru untuk dunia penerbangan. Untuk bandara lainnya, pihak Angkasa Pura Airports sampai saat ini juga mendukung bandara lainnya untuk mengikuti hal yang sama seperti Adisutjipto.