Wednesday, July 8, 2026
HomeAnalisa AngkutanSempat Mandek 9 Tahun, Proyek Kereta Maglev Super Cepat Jepang Akhirnya Lanjut...

Sempat Mandek 9 Tahun, Proyek Kereta Maglev Super Cepat Jepang Akhirnya Lanjut Konstruksi

Ambisi Jepang untuk mengoperasikan kereta magnetik super cepat (Superconducting Maglev) rute Tokyo–Nagoya kini resmi berlanjut setelah sempat didera kebuntuan panjang. Proyek raksasa bertajuk Linear Chuo Shinkansen ini akhirnya keluar dari masa deadlock setelah mendapatkan persetujuan konstruksi krusial dari Prefektur Shizuoka.

Gubernur Shizuoka yang baru, Yasutomo Suzuki, secara resmi memberikan lampu hijau untuk memulai pengerjaan terowongan di wilayahnya pada sesi sidang parlemen prefektur. Keputusan penting ini sekaligus mengakhiri perselisihan sengit selama hampir sembilan tahun yang sempat membuat mega proyek masa depan ini mati kutu.

Sebagai informasi bagi Sobat Penumpang, proyek kereta maglev garapan perusahaan kereta api JR Central ini sejatinya sudah mulai dibangun di beberapa wilayah prefektur lain sejak tahun 2014. Namun, pengerjaannya mendadak macet total saat menyentuh segmen Shizuoka, sebuah celah terowongan sepanjang 8,9 kilometer yang menembus kawasan pegunungan Alps Jepang Selatan. Mantan Gubernur Shizuoka sebelumnya, Heita Kawakatsu, menentang keras pengeboran tersebut karena kekhawatiran dampak lingkungan yang masif.

Proyek terowongan di perut bumi tersebut dikhawatirkan dapat membocorkan dan menurunkan volume debit air Sungai Oi, yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan bagi sektor pertanian, konsumsi harian, dan pembangkit listrik warga lokal. Setelah melalui diskusi panjang dan alot, JR Central akhirnya berhasil meyakinkan panel ahli lingkungan dengan menyepakati 28 langkah proteksi alam serta menggelar puluhan sesi edukasi bersama warga setempat, sebelum akhirnya menandatangani pakta konservasi alam pada pertengahan Juli ini.

Teknologi Superconducting Maglev sendiri bukanlah jaringan kereta peluru Shinkansen biasa yang sering kita lihat. Kereta canggih seri L0 ini tidak berjalan di atas rel baja konvensional, melainkan “melayang” di atas lintasan guideway menggunakan gaya dorong magnet dengan kecepatan operasional fantastis mencapai 505 kilometer per jam. Nantinya, jika fase pertama rute Tokyo dari Stasiun Shinagawa menuju Nagoya ini rampung, waktu tempuh sepanjang 286 kilometer tersebut akan terpangkas drastis menjadi hanya 40 menit saja—jauh lebih cepat dibandingkan Shinkansen Tokaido saat ini yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Proyek jangka panjang ini juga direncanakan akan terus tersambung hingga ke Osaka dengan total waktu tempuh keseluruhan hanya 67 menit dari Tokyo.

Meskipun izin konstruksi penting ini sudah dikantongi, para calon penumpang tampaknya harus sedikit lebih bersabar untuk bisa menjajal kereta melayang ini. Dampak dari penundaan bertahun-tahun serta melonjaknya biaya material dan kelangkaan tenaga kerja membuat target awal operasional yang awalnya dipatok pada tahun 2027 dipastikan batal total.

Mengingat pengeboran terowongan di dalam perut bumi Shizuoka yang sangat dalam dan kompleks membutuhkan waktu pengerjaan setidaknya 10 tahun, JR Central kini membidik target realistis baru agar kereta maglev impian ini bisa mulai melayani penumpang paling cepat pada tahun 2036. Ketika resmi beroperasi nanti, koridor super cepat ini diprediksi tidak hanya sekadar memangkas waktu perjalanan, melainkan mampu melebur wilayah Tokyo, Nagoya, dan Osaka menjadi satu ekosistem mega-regional baru yang bernilai ekonomi sangat tinggi bagi Jepang.

Proyek Kereta Maglev Incheon Senilai 450 Miliar Won Kini Jadi “Gajah Putih” yang Sepi Penumpang

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru