Tenangkan Massa di Bandara Atlanta, Petugas Ini Meluncur dari Eskalator

Pemadaman listrik di bandara internasional Atlanta membuat ribuan penumpang terdampar dan berdesakan di sepanjang jalur. Karena pemadaman listrik tersebut, akhirnya membuat seorang petugas bandara dengan sigap berselancar menuruni eskalator untuk menenangkan para pelancong yang kesal karena masalah tersebut.

Baca juga: Pilot Salah Pilih Landasan, Tabrakan Maut Nyaris Terjadi di Bandara JFK, New York

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (18/12/2017), keberanian petugas ini terlihat dari sebuah video yang viral dimana dia terlihat meluncur menuruni bagian tengah eskalator di antara orang-orang yang berjalan di dua sisi. Dalam video tersebut juga terlihat setelah sang petugas berhasil sampai ke bawah eskalator, seorang penumpang memberikan tos kepada dirinya.

Video ini menjadi viral setelah penumpang bernama Sarahmanleyy mempostingnya di Instagram dengan menambah tulisan “Berurusan dengan pemadaman listrik di bandara Atlanta benar-benar gila dan saya akan mengirimkan video lainnya nanti. Tapi, staf harus meluncur menuruni eskalator untuk membantu orang dan itu sangat menghibur.”

Adanya pemadaman listrik di Bandara Internasional Hartsfield Jacson Atlanta disebabkan oleh kebakaran. Hal ini menyebabkan lebih dari 1.200 penerbangan di batalkan dan ribuan  penumpang terdampar di salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut.

Meskipun listrik sudah kembali pulih menjelang tengah malam pada hari Minggu lalu, insiden tersebut membuat malapetaka pada rencana perjalanan liburan bagi ribuan orang, pasalnya terjadi pembatalan penerbangan yang berlanjut hingga Senin. Pihak Georgia Power mengatakan, bahwa gagalnya pengoperasian peralatan milik mereka mungkin telah membuat kebakaran. “Sementara evaluasi atas insiden tersebut sedang berlangsung, Georgia Power percaya bahwa sebuah saklar Georgia Power yang terletak di fasilitas listrik bawah tanah bisa saja gagal dan menyalakan api,” ujar perusahaan tersebut melalui pernyataan tertulisnya.

Baca juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

Delta Airlines mengatakan, pihaknya membatalkan sekitar 300 penerbangan pada hari Senin dan 900 pembatalan hari minggu akibat bandara Atlanta terjadi pemadaman listrik. Di portal milik bandara, penerbangan dari berbagi maskapai yakni Qantas dan Virgin Atlantic tercatat dibatalkan karena hanya sedikit yang bisa beroperasi tepat waktu.

PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh PT MRT Jakarta (PT MRTJ) dalam pengoperasiannya kelak adalah ketersediaan coverage sinyal seluler. Maklum, sebagian dari jaringan MRT berada di terowongan bawah tanah yang jauh dari permukaan, artinya area tersebut tidak mendapatkan cakupan layanan seluler. Alhasil penumpang MRT bisa-bisa mengalami lost signal, tidak dapat melakukan panggilan ata pun koneksi data di smartphone.

Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Tentu ini menjadi elemen utama untuk diatasi, mengingat calon penumpang MRT Jakarta nantiya didominasi kalangan kelas menengah – atas, yang telah merogoh kocek tarif tak murah. Dengan kondisi seperti itu, maka MRT Jakarta harus menjamin ketersediaan coverage seluler, khususnya di area bawah tanah. Berbeda dengan implementasi pada jalur LRT (Light Railway Transit) yang berada di upper ground, tidak diperlukan dukungan coverage seluler khusus.

Ketersediaan jaringan seluler seperti sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat urban dewasa ini. Maka tidak heran, MRT Jakarta, yang sebagian besar jalurnya berada di bawah tanah, memikirkan cara bagaimana menyediakan jaringan seluler selama kereta berada di bawah tanah. Hal ini berkaitan erat dengan salah satu visi dari PT MRTJ, yaitu menyediakan layanan yang tidak hanya aman, tapi juga nyaman.

Kali ini, PT MRTJ tidak sembarangan menunjuk perusahaan yang dapat menyanggupi pokok permasalahan dari tantangan di bidang pelayanan ini. Pasalnya, menyediakan jaringan seluler di bawah tanah merupakan kasus baru di Indonesia. Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com pada acara Forum Jurnalis MRT Jakarta, Rabu (20/12/2017), Direktur Utama PT MRTJ, William P. Sabandar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan mitra yang dapat menyanggupi permasalahan jaringan tersebut.

“Tower Bersama Group akan menyanggupi masalah konektivitas selular dan WiFi di MRT kelak,” tutur William. Dalam acara yang digelar di pusat kota Jakarta tersebut, William juga menyebutkan bahwa kemitraan yang dijalin PT MRTJ dengan Tower Bersama tidak sekonyong-konyong terjadi. “Jadi sejak 10 April kemarin, kami sudah membuka pendaftaran bagi perusahaan-perusahaan yang hendak menjadi mitra MRTJ dalam hal konektivitas selular, terhitung ada 19 perusahaan yang mendaftar,” papar William. “Hanya lima kandidat hasil shortlisted yang akan mempresentasikan program mereka ke hadapan para panelis, yaitu kami selaku jajaran direksi. Consistel Indonesia, Inti Bangun Sejahtera, MAC Sarana Djaya, Solusi Tunas Pratama, dan Tower Bersama,” imbuhnya.

William juga menjelaskan bahwa dari lima kandidat tersebut, hanya dua calon kandidat dengan peringkat tertinggi yang diundang untuk klarifikasi dan negosiasi. “Hingga pada 10 Oktober kemarin, Tower Bersama keluar sebagai pemenang sayembara ini,” terangnya.

Baca Juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia

Perjanjian kerja sama yang berlaku hingga 10 tahun ke depan ini mencakup penyediaan infrastruktur yang diperlukan oleh operator telekomunikasi di area operasional MRT Jakarta dan juga menyediakan jaringan nirkabel yang dapat digunakan hingga puluhan meter di bawah tanah.

“Penandatanganan ini adalah permulaan kerja sama yang menjadi awal kerja keras kami. Perusahaan kami berkomitmen untuk memberikan dan menyediakan layanan telekomunikasi dan menjaga agar layanan tersebut tetap bekerja sesuai yang diharapkan selama operasional kereta MRT Jakarta ke depannya,” ujar Budianto Purwahjo, Direktur PT Tower Bersama, dilansir dari laman jakartamrt.co.id.

Ada 9 Hal dari Penumpang Yang Tak Disukai Oleh Awak Kabin

Pemikiran Anda tentang pekerjaan awak kabin yang sangat mudah tentu saja keliru, pasalnya pekerjaan awak kabin udara  sejatinya penuh risiko dan menantang. Beberapa waktu lalu, KabarPenumpang.com di artikel terdahulu telah membahas apa saja yang dilakukan awak kabin sebenarnya.

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Awak kabin juga manusia biasa seperti Anda, mereka bisa marah dan membenci. Hal ini akan terjadi jika ditemui penumpang yang sudah melakukan sesuatu yang tidak wajar atau melebihi batas kemampuan para awak kabin. KabarPenumpang.com merangkum dari laman bravotv.com, ada sembilan hal yang awak kabin tidak ingin penumpang lakukan dalam penerbangan.

1. Menggunakan toilet saat boarding
Toilet di pesawat biasanya berada di bagian depan atau belakang pesawat. Tapi, sebagai penumpang baiknya gunakan pikiran Anda saat kapan yang tepat menggunakannya. “Saya ingin penumpang berhenti menggunakan toilet saat boarding. Ada kamar mandi besar di terminal yang bisa digunakan sambil menunggu dua jam sebelum penerbangan mereka di lakukan,” ujar Cherise Stacy salah seorang awak kabin Jet Blue.

2. Memilih kantong muntah untuk sampah
Awak kabin bukanlah asisten rumah tangga atau ibu Anda yang akan terus-terusan membersihkan kotoran Anda. “Saya ingin penumpang berhenti menggunakan kantong muntah sebagai tempat sampah pribadi. Ini untuk muntah!” Ujar Stacy.

3. Mengajukan pertanyaaan tak layak
Di setiap pesawat tepatnya di belakang kursi penumpang selalu ada kartu menu. “Ini seperti pergi ke restoran dan kapan pelayan datang dan seseorang bertanya apa yang mereka dapatkan jika belum pernah terbang sebelumnya. Berhentilah meminta susu cokelat, Coke dan cookies, atau hal lain yang memang tidak ditawarkan,” kata Stacy.

4. Menggunakan meja untuk barang kotor
Sebagai penumpang, banyak hal yang bisa Anda lakukan di tempat duduk. Ini termasuk membaca, bermain game bahkan menonton tv. Membersihkan popok bayi? Memang tidak banyak yang menggunakan meja untuk mengganti popok bayi mereka. “Jika mengingat itu saya hanya akan muntah,” kata mantan seorang awak kabin Lisa Dinsmoor.

5. Bau Tak Sedap dari Penumpang
Kabin pesawat bukanlah kamar Anda sendiri, tetapi ruang publik. Melepaskan sepatu pada penerbangan jarak jauh sangat memungkinkan dilakukan. Tapi jika Anda memiliki kaki yang bau ini akan menjadi permasalahan bagi penumpang lain dan awak kabin.

“Suatu saat bekerja di kelas satu, saya harus membawa selimut ke seorang pria dan memintanya untuk membungkusnya di kakinya karena baunya sangat buruk,” kata Dinsmoor.

6. Berharap awak kabin tahu isi kepala Anda
Jangan berharap awak kabin tahu keinginan Anda. Jadi baiknya beritahu apa yang Anda butuhkan sebelum mereka berjalan meninggalkan Anda.

“Saya benci bertanya kepada seorang penumpang, apakah mereka mau minum kopi dan memberikannya kepada mereka. Kemudian mereka berteriak kepada Anda bahwa mereka menginginkan krim dan gula di dalamnya.” ujar Dinsmoor.

7. Ruang sisa pada bagasi kompartemen
Saat Anda mencoba memasukkan tas di kompartemen yang penuh, bukan di bawah kursi, awak kabin bukan tidak menghargainya tetapi mencoba untuk memberikan kepada pemilik untuk diletakkan dibawah. “Jika seseorang memiliki barang yang dipaksakan masuk ke kompartemen atas, tidak perlu khawatir karena saya akan bertanya itu barang milik siapa tanpa malu,” ujar Dinsmoor.

8. Mengabaikan peringatan
Dalam suatu penerbangan, ada saja penumpang yang kerap mengabaikan peringatan, sebut saja tidak mengindahkan peringatan untuk mematikan ponsel sesaat sebelum take off. Lainnya upaya menolak menegakkan sandaran kursi sebelum landing atau saat cuaca buruk. Dalam kasus ini, beberapa awak kabin kerap bersitegang dengan penumpang yang keras kepala.

Baca juga: Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

9. Bersikap kasar
“Saya berharap penumpang berhenti bersikap kasar satu dengan yang lainnya. Ya, kursi sempit, tapi itu tidak memberi siapapun hak untuk membuat frustasi mereka pada orang lain,” kata Heather Poole, petugas penerbangan yang juga penulis New York Times.

Poole berharap agar penumpang berhenti panik dan belajar bagaimana mengekspresikan keinginan dan kebutuhan mereka. “Saya mungkin akan sedikit lebih bersedia untuk melampui panggilan tugas jika mereka meneriaki saya terlebih dahulu. Saya berharap, lebih banyak penumpang akan mengenal saya dengan kontak mata, tolong dan terima kasih juga akan baik, saya juga berharap penumpang juga bisa mengingat saya juga orang, walaupun saya adalah awak kabin.”

Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya

Dalam upayanya untuk menghemat energi listrik yang digunakan, perkeretaapian di Negara Bagian New South Wales, Australia, baru saja meluncurkan kereta api bertenaga sel surya pertamanya pada Sabtu (16/12/2017) kemarin. Tidak heran, kereta yang merupakan realisasi dari mimpi seorang pemilik resor Elements of Byron sekaligus pengembang dari proyek ini, Jeremy Holmes disambut antusias masyarakat. Penggunaan energi terbarukan pada kereta ini merupakan mimpi Jeremy sejak delapan tahun yang lalu.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (15/12/2017), kereta bertenaga sel surya ini dikelola oleh sebuah entitas nirlaba terpisah, The Byron Bay Railroad. Nantinya, kereta ini akan membawa penumpang dari North Beach Station menuju pusat kota dari Byron Bay. Uniknya lagi, kereta akan beroperasi di atas rel yang  berusia 110 tahun, dimana layanan kereta regular yang melintasi jalur ini terakhir mengular pada tahun 2004 silam.

Untuk harga, penumpang akan ditagih ongkos sebesar Aus$3 untuk perjalanan tiga kilometer yang ditempuh dalam waktu hanya tujuh menit ini. Hadirnya layanan kereta ini bak memberi opsi lain bagi para tamu resor yang hendak naik kapal, namun enggan untuk melintasi kepadatan lalu lintas di kota Byron. Rangkaian kereta yang panjangnya tidak melebihi dari layanan konvensional ini mampu menampung penumpang hingga 100 orang, termasuk ruang untuk barang bawaan mereka, surfboards, dan juga ruang untuk penumpang berdiri.

“Kami telah mendesain kereta ini sejak lama, dan perkembangan jaman mampu menyusul proyek kami ini, sehingga kami pun merasa tertantang untuk mengubah desain kereta dengan menggunakan tenaga surya dan membuatnya layak untuk digunakan oleh khalayak ramai,” tukas Jeremy. Kereta seberat 70 ton ini menggunakan 6,5 kilowatt panel surya yang terletak di bagian atapnya untuk mengisi baterai lithium berukuran besar. Tidak hanya pada bagian atap kereta, panel surya berukuran 30 kilowatt juga terpasang North Beach Station.

“Kereta ini juga memiliki rem regeneratif, yang berarti kita bisa mengatur energi saat kita mengerem agar bisa mempercepat,” papar Jeremy. Tentu saja, Jeremy sudah memperhitungkan semuanya dengan matang jikalau kereta bertenaga panel surya tersebut mengalami kendala pada pasokan energinya. “Ada mesin diesel, yang akan berperan sebagai emergency back up jika terjadi gangguan listrik,” imbuhnya.

Tidak hanya di New South Wales, India telah terlebih dahulu mencuri start dengan menggunakan sel surya sebagai energi terbarukan di dunia transportasi. Senada dengan yang diterapkan oleh The Byron Bay Railroad, perkeretaapian India juga diketahui telah meluncurkan kereta bertenaga sel surya pada bulan Juli 2017 silam.

Baca Juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya

Penggunaan sel surya ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminimalisir penggunaan energi listrik di armada mereka, seperti contohnya untuk menghidupkan lampu, kipas angin, hingga layar penampil informasi.

Tidak sebatas sampai di situ, otoritas perkeretaapian India juga mengumumkan bahwa telah menjamin sebesar 25 persen pasokan sumber energinya juga dapat dipasok dari energi terbarukan pada tahun 2025 mendatang. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.

Pilihan Awak Kabin, Inilah Posisi Tempat Duduk Favorit Selama Penerbangan

Anda sering naik pesawat? Apakah duduk di samping kaca merupakan tempat duduk favorit Anda? Tentu setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda ketika dihadapkan pada pertanyaan semacam ini. Tidak menutup kemungkinan juga ada sebagian orang yang lebih senang duduk di samping aisle. Itu dari sudut pandang seorang penumpang, lalu bagaimana jika seorang awak kabin dilontarkan pertanyaan serupa? Berikut KabarPenumpang.com beberkan beberapa jawaban awak kabin tersebut, disarikan dari laman mydomaine.com.

Baca Juga: Saat Take Off and Landing, Penutup Jendela Pesawat Wajib Dibuka, Inilah Sebabnya!

Sebagai catatan, nama yang dicantumkan dalam tulisan ini merupakan nama samara, untuk melindungi identitas yang bersangkutan.

“Saya akan memilih untuk duduk di samping jendela, baris kedua dari pintu keluar. Karena di sana anda bisa duduk meringkuk,” tutur Kelly.

“Dimana pun, selama itu di samping jendela. Karena saya bisa menyenderkan kepala ke jendela dan tidur. Tapi jika bisa memilih, saya akan memilih baris kedua dari pintu keluar, karena saya bisa menggunakan reclining seat tanpa mengganggu penumpang lain,” ujar Lee.

“Menurut saya bangku 1A merupakan yang terbaik, karena semua pelayanan di kabin akan dimulai dari sini, dan saya bisa tidur lebih awal daripada penumpang lain,” tukas Lauren.

“Saya lebih suka duduk di baris kedua dari pintu keluar, tepatnya di samping jendela. Jangan memilih untuk duduk di baris pertama karena Anda tidak bisa memanfaatkan reclining seat (karena mengganggu penumpang yang ada di belakang), dimana hal ini tidak akan nyaman jika Anda menempuh perjalanan jarak jauh,” ungkap Anne.

“Selama penerbangan jarak jauh, saya lebih condong untuk duduk di samping aisle (gangway), karena saya memiliki kandung kemih yang kecil sehingga harus sering ke toilet. Tapi untuk penerbangan jarak dekat, duduk di samping jendela merupakan sebuah keuntungan. Secara umum, duduk di bagian depan kabin merupakan yang terbaik dari semuanya, karena akan memudahkan Anda untuk turun ketika pesawat sudah landing,” kata Mark.

“Pilihan saya jatuh ke bangku samping gang, baris manapun yang dekat dengan pintu keluar. Ini akan memudahkan untuk proses deplaning (keluar dari pesawat), dan pelayanan selama penerbangan,” terang Paul.

“Dimana pun, selama itu di samping jendela. Saya bisa mulai mendengarkan lagu melalui headphone, dan bersandar ke jendela. Itu sangat membantu saya untuk ‘bersembunyi’ dari penumpang lain,” pungkas Amy.

Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Dari sekian testimoni yang disampaikan oleh awak kabin dari berbagai maskapai penerbangan, duduk di samping jendela mendominasi pemungutan suara tersebut. Jika diperhatikan, rata-rata para awak kabin tersebut lebih memilih di barisan depan, karena itu akan memudahkan mereka untuk proses keluar pesawat ketika pesawat sudah landing. Jadi, apakah Anda akan mencoba untuk mengikuti tempat duduk favorit para awak kabin tersebut?

Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah merilis aplikasi KAI Access pada September 2014. Saat diluncurkan, aplikasi yang hadir di Android dan iOS ini menawarkan fitur Booking Ticket, Schedule, Booking Check, History, Profile, News, dan Map. Dan tiga tahun berselang, apa kabar dengan aplikasi yang di Google Play Store telah diunduh 1 juta kali ini? Nah, belum lama ini PT KAI merilis update terbaru untuk KAI Access, tentu saja ada fitur menarik baru yang ditawarkan.

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

KAI Access versi terbaru dilengkapi dengan layanan check in online hingga pemesanan porter. Untuk proses check in online dengan menggunakan aplikasi KAI Access terbaru sudah bisa dilakukan dari dua jam sebelum keberangkatan. “Jadi, tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin check in counter di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (14/12/2017).

Pemesanan Meals KAI Access

Tak hanya memudahkan dalam check in online, dalam aplikasinya, KAI Access juga dilengkapi dengan menu Train untuk memesan tiket kemudian menu Meals untuk fitur layanan pesan menu makanan restorasi kereta api secara preorder. Untuk pemesanan makanan dan minuman ini bisa dilakukan dua hari sebelum keberangkatan penumpang. Pada aplikasi sudah ada fitur E-Moda dan Porter, tetapi belum keduanya bisa di akses untuk saat ini.

Chat with Loko

“Kedepan akan dilengkapai dengan E-Moda, ini fitur layanan tambahan preorder jasa antar ke stasiun, maupun jemput di stasiun menggunakan moda transportasi oleh mitra KAI. Juga Porter yaitu fitur layanan tambahan preorder jasa angkut barang atau bagasi oleh petugas porter stasiun,” kata Humas PT KAI Agus Komarudin. Memang tak banyak yang diperbaharui dan beberapa fitur lama masih dipertahankan, seperti fitur My Trips atau riwayat pemesanan tiket kereta. Fitur Deals yang berisi info promo menarik terkait kereta api.

Baca juga: Pyka, Aplikasi Unik Untuk Penumpang Yang Sering Ketiduran di Kereta

E-Magazine

Tak kalah penting, fitur Remind Me atau pengingat perjalanan ini bisa diatur waktu 10-60 menit sebelum keberangkatan kereta api. Fitur E-Magazine, merupakan majalah elektronik yang berisi berita seputar KA atau tempat wisata di Indonesia untuk menemani perjalanan penumpang agar tidak membosankan. KAI juga tak lupa menambahkan Location, fitur ini untuk mengetahui keberadaan atau lokasi terkini dari kereta yang akan dinaiki penumpang. Terakhir, Chat with Loko, ikon Loko hadir untuk membantu penumpang jika ingin bertanya. Chat with Loko ini hadir dengan dua pilihan chat melalui web milik KAI maupun Messenger Facebook.

Mudahkan Penumpang Agar Tak Tertinggal Pesawat, Traveloka Hadirkan Fitur Check In Online

Agen perjalanan online Traveloka baru-baru ini meluncurkan fitur check in online untuk memudahkan pelanggan. Fitur ini bisa digunakan pelanggan untuk check in penerbangan mereka sebelum tiba di bandara.

Baca juga: Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, fitur terbaru ini tersedia setelah memperbaharui aplikasi traveloka di Android Anda menjadi versi 2.18 ke atas. Check in online bisa diakses pelanggan di Indonesia untuk penerbangan domestik dengan maskapai Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

Proses check ini online bisa dilakukan melalui aplikasi 24 jam sebelum keberangkatan atau sesuai dengan kebijakan maskapai penerbangan. Para pelancong yang akan memanfaatkan layanan ini bisa masuk ke akun mereka di Traveloka yang terdaftar dan klik menu Pemesanan Saya atau Online Check in di bandara untuk mengakses tiket elektronik mereka.

Setelah berhasil melakukan check in, pelancong juga harus mengkonfirmasi rincian check in dan memilih tempat duduk sesuai keinginan. Selain itu juga pelancong akan mendapatkan boarding pass yang dapat diakses malalui tiket elektronik mereka.

Senior Vice President Business Development Traveloka, Caesar Indra mengatakan, layanan check in online menjadi komitmen Traveloka untuk menghadirkan layanan perjalanan yang semakin praktis kepada pelanggan. Sehingga pelanggan tak lagi harus terburu-buru ke bandara dan khawatir telat check in, sebab proses bisa langsung dari aplikasi.

“Penambahan fitur check in online diharapkan dapat menambah kenyamanan dan kemudahan perjalanan seluruh pelanggan kami. Kehadiran fitur terbaru ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan serta meningkatkan produktivitas dalam melakukan proses check in bahkan sebelum tiba di bandara, hanya dengan menggunakan aplikasi Traveloka,” ujar Indra melalui siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com (14/12/2017).

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

Indra menambahkan, adanya fitur baru ini juga semakin melengkapi kenyamanan pelanggan dengan menyediakan layanan pengaturan pemesanan langsung di aplikasi Traveloka dari check in, perubahan jadwal hingga permintaan refund atau uang kembali.

Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Berada dalam sebuah penerbangan jarak jauh memang kerap kali mengundang kebosanan yang diperlukan beberapa trik khusus untuk mengatasinya. Tapi, sebagaian dari Anda mungkin lebih memilih untuk rileks, mendengarkan musik kesukaan Anda, dan beristirahat hingga pesawat mendarat di tujuan. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran Anda tentang apa yang tengah terjadi di balik pintu kokpit? Sedang apakah sang pilot yang akan mengantarkan Anda ke destinasi tujuan dalam sebuah penerbangan jarak jauh?

Baca Juga: Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cntraveler.com, seorang pilot mengemban tugas yang tidaklah mudah. Bagaimana tidak, mereka harus mengudara di atas medan yang mungkin tidak bersahabat dengan kecepatan 800 km per jam. “Suhu udara di luar bisa mencapai -60 derajat Celcius, dan kandungan oksigen di luar sana sangatlah tipis. Sehingga hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk membunuh seseorang yang duduk di sayap pesawat ketika mengudara,” ungkap Nick Anderson, seorang kapten maskapai penerbangan internasional yang berbasis di London Inggris.

“Belum lagi pesawat akan melayang di atas populasi manusia yang sangat besar, dan beberapa penerbangan mengharuskan pesawat mengudara di atas samudera yang butuh waktu berjam-jam untuk menyeberanginya,” imbuh Nick. Ia juga mengatakan bahwa penerbangan jarak jauh memungkinkan para pilot bekerja ekstra keras karena harus menghadapi berbagai macam jenis cuaca. “Cuaca adalah masalah besar bagi kami dalam penerbangan yang panjang, dan kami di dalam ruang kokpit tidak bisa hanya duduk rileks dan bersantai mengandalkan fitur auto-pilot,” tutur Nick.

Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan pilot sangat strategis dan complicated. Pesawat merupakan mesin yang rumit, dan ada banyak alat pengukur dan sistem yang tidak boleh luput dari pantauan, mulai dari tekanan oli engine sampai kandungan cairan hidrolik dan saluran pendingin udara. Semuanya saling terkorelasi dan tugas pilot dan kopilot di sini mencakup pemantauan dari keseluruhan sistem, tidak hanya mengemudikan pesawat tersebut.

Baca Juga: Peran Kopilot, Tak Sekedar Memperingan Kerja Pilot

Selain itu, pesawat juga tidak memungkinkan untuk membawa bahan bakar cadangan dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu, pilot harus menghitung jumlah pengeluaran bahan bakar dan mengambil keputusan untuk menempuh rute mana yang sesuai dengan volume bahan bakar yang dibawa. Jadi, jangan berpikiran kalau pilot yang berada di balik ruang kokpit dapat bersantai ya!

TSMA 2017: PT ASDP Sabet Predikat I Untuk Jasa Angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan

BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hari Selasa ini (19/12/2017) meriah predikat penyelenggara pelayanan jasa angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan Terbaik I di ajang Penganugerahan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan/Transportation Safety Management Award (TSMA) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

PT ASDP berhasil meraih peringkat I dengan nilai 94,32 yang diikuti posisi kedua oleh Dharma Lautan Utama dengan nilai 84,46 dan di posisi ketiga diraih oleh PT Pelni dengan nilai 83,49. “Memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa tentunya tidak lepas dari pengawasan aspek keamanan dan keselamatan. Keselamatan bagi kami bukan hanya kewajiban melainkan sebuah kebutuhan.Oleh karenanya, kami selalu berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aspek keselamatan dan keamanan di lapangan lebih baik lagi sehingga dapat terwujud service excellent,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi, dikutip dari siaran pers hari ini.

Arahan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator terkait aspek keselamatan sangat ASDP perhatikan. Pemenuhan alat-alat keselamatan yang sesuai standar, peningkatan kompetensi dan awareness sumber daya manusia tentang aspek keselamatan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan regulator, diterapkan dengan sebaik-baiknya, “Ini adalah komitmen kami,” tegas Faik Fahmi.

Ia nemambahkan, bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh insan ASDP untuk memprioritaskan aspek keselamatan baik di sisi operasional maupun layanan kepada pengguna jasa. Bagi kami, keselamatan seluruh pengguna jasa adalah hal yang pertama dan utama.

Baca juga: Buffer Zone, Solusi PT ASDP Untuk Memecah Konsentrasi Pemudik

Kegiatan Transportation Safety Management Award (TSMA) digelar oleh Kementerian Perhubungan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sebagai pengguna jasa sektor transportasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Penilaian dilakukan berpedoman kepada Pedoman Penilaian dan kriteria sebagai berikut :
a. Organisasi (15%)
b. Sarana (Pelaksanaan Program) (35%)
c. SDM (Pelaksanaan Program) (40%)
d. Pendukung Manajemen Keselamatan (10%)

Kegiatan penilaian/termasuk penilaian ke lapangan telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Nopember 2017, dilanjutkan proses penetapan pemenang lomba pada bulan Desember 2017.

Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears

Sebagai penumpang, yang ada di benak Anda seorang awak kabin hanya melakukan pekerjaannya di kabin baik melayani hingga menjaga keselamatan penumpangnya. Bayangkanlah jika seorang awak kabin menari sambil menyanyi di dalam kabin dan ada di depan mata Anda?

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Maret 2017 ini, beredar sebuah video viral tentang seorang awak kabin AirAsia X yakni Assraf Nasir yang membawakan kembali lagu Toxic milik penyanyi terkenal Britney Spears dengan gayanya sendiri. KabarPenumpang.com yang merangkum dari laman bravotv.com (20/3/2017), terlihat gaya Nasir yang hampir mirip menirukan Britney.

Nasir diketahui seorang pramugara asal Malaysia yang menyenangkan, galak dan tak kenal takut serta hebat di AirAsia X. Dalam video berdurasi satu menit lebih tersebut diambil di dalam kabin Airbus A330 yang diawali dengan Nasir memulai duduk di kursi awak kabin dan mengangkat telpon sambil duduk mengangkat kaki.

Kemudian menari di lorong kabin, mendorong troli makanan menyusuri lorong dengan berjalan lenggak-lenggok bagaikan seorang model sambil memonyongkan bibirnya.

Terlihat gayanya yang luwes saat menirukan gaya Britney, apalagi saat Nasir bersandar ke pintu toilet pesawat dan bergoyang dengan seksinya. Memang tidak terlalu banyak kesamaan, namun video ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi penikmatnya.

Video ini kemudian viral, dikarenakan seorang teman yang memvideokannya kemudian memposting di media sosial dan 9GAG membagikannya. Di Youtube sendiri sudah sebanyak 555 ribu yang melihat dan lima ribu orang menyukainya serta meninggalkan 284 komentar dari penonton video tersebut.

Baca juga: Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

Tak hanya itu bahkan CEO Air Asia, Tony Fernandes membagikan video tersebut di akun Instagramnya. Ini menyatakan menyukai video tersebut dan bangga terhadap awak kabinnya.