Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Wine dalam penerbangan (www.mirror.co.uk)

Apa pun kelasnya, setiap penumpang tentu berharap mendapat perhatian penuh dari pramugari atau awak kabin. Tapi dalam banyak kasus, lepas dari senyum manis awak kabin yang menyambut kedatangan Anda di pintu masuk, terasa ada perlakuan yang berbeda, dimana perhatian awak kabin di kelas ekonomi tak semaksimal yang diberikan penumpang di kelas bisnis atau kelas satu.

Baca juga: Jika Terjadi Perkelahian di Kabin, Pilot Bisa Berlakukan Prosedur Pendaratan Darurat

KabarPenumpang.com merangkum dari laman thesun.co.uk (25/10/2017), menurut salah seorang mantan pramugari, itu semudah mengatakan hai kepada awak kabin saat Anda naik ke dalam pesawat. Amanda Pleva, mantan awak kabin yang kini menjadi seorang blogger mengatakan, bahwa menanggapi salam atau ucapan penumpang di pintu pesawat sudah cukup untuk memperlakukan istimewa penumpang.

Dalam postingan terbarunya di FlyerTalk, Amanda yang telah bekerja 15 tahun sebagai awak kabin di salah satu maskapai yang berbasis di New York mengungkapkan, bahwa akan banyak perilaku yang berbeda jauh saat pesawat sudah mengudara. Ada survei dimana hasilnya penumpang kelas bisnis dan kelas satu diperlakukan dengan lebih hormat dibandingkan kelas ekonomi.

Amanda Pleva (The Sun)

“Hasil survei tersebut membuat saya berpikir tentang bagaimana saya memperlakukan penumpang. Dan itu semua ada hubungannya dengan cara saya memperlakukan penumpang,” ujar Amanda. Ia mengaku, tidak tahu banyak bahwa awak kabin melihat penumpang kelas premium berbeda karena stasus ekonominya. Menurutnya, bidang pekerjaan yang dilakukannya memang dikenal sebagai tempat yang paling menguntungkan.

Sehingga awak kabin benar-benar tidak memiliki urusan untuk menghakimi orang lain karena tidak memiliki cadangan $3 ribu untuk sebuah kursi. “Namun saya jelas berbohong kepada Anda jika saya mengatakan bahwa kebanyakan dari kami tidak memilih penumpang kelas satu daripada penumpang ekonomi. Anda tahu bagian terburuk perkejaan saya? Ini tidak hanya sekedar membersihkan muntah atau menghadapi penumpang marah yang berteriak di depan wajah saya saat berdiri di depan pintu,” jelasnya.

Amanda mengatakan, dirinya dan awak kabin lainnya tidak memiliki waktu untuk melayani satu per satu penumpang di kabin ekonomi. Tapi penumpang akan sadar dengan kesopanan dan keramahan para awak kabin yang membantu jika diperlukan atau hanya sekedar memberi makanan dan minuman.

Baca juga : Bagi Pramugari, Melayani Penumpang di Kelas Ekonomi Adalah Berkah

“Bahkan jika Anda tidak meminta, kami toh akan menawarkan makanan, minuman, menepuk bahu agar Anda bisa berada di barisan kosong untuk menenangkan diri atau mungkin itu hanya layanan ekstra perhatian. Tapi kami selalu menyunggingkan senyum dengan wajah yang ramah,” ujar Amanda.