“I Love Manado” Ramaikan Interior MRT di Guangzhou dan Shanghai

Wisatawan Cina sejak tahun 2016 menjadi wisatawan mancanegara terbanyak yang mengunjungi Indonesia dibandingkan dengan wisatawan asal Eropa, Jepang dan Timur Tengah. Ini tercatat pada tahun 2017 kemarin wisatawan asal Cina mencapai 2 juta orang.

Didorong letak geografis Cina yang relatif dekat dengan Indonesia, jumlah penduduk yang besar dan pendapatan ekonomi mereka yang tumbuh tinggi, menjadikan Cina sebagai potensi besar dalam mendukung tumbuhnya sektor pariwisata di Indonesia. Untuk itu serangkaian kampanye telah dijalankan untuk mempromosikan wisata Indonesia kepada khalayak di luar negeri. Wonderfull Indonesia bisa menjadi contoh yang menarik dalam hal ini, terutama saat armada bus tingkat wisata di Paris dipasangi livery ornamen wisata khas Nusantara pada Agustus 2017.

Baca juga: Kampanye “Wonderful Indonesia” Meriahkan Transportasi di Paris

Bila ditelisik lebih jauh lagi, ternyata tak hanya kampanye Wonderfull Indonesia saja yang melebarkan sayapnya di kancah intenasional. Baru-baru ini, Kabarpenumpang.com mendapatkan sesuatu yang menarik, yakni Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara juga melebarkan sayapnya. Sebab pariwisata di Manado semakin hari semakin berkembang dengan pesat.

Lantai MRT Guangzhou dan Shanghai ada liveru I Love Manado (Michael Winerungan)

Salah satunya adalah promosi dengan membuat iklan seperti pada 12 gerbong MRT di Guangzhou dan Shanghai di Cina. Iklan ini terlihat dari postingan seorang netizen di akun Facebook Michael Winerungan, dimana ada beberapa video serta foto dirinya saat berada didalam MRT dengan interior promosi Visit Manado.

Dalam foto dan video yang dibagikan tampak ikon pariwisata kota Manado baik itu keindahan taman laut Bunaken, perumahan dengan cat berwarna-warni dan juga tulisan Welcome to Manado serta adapula tulisan I Love Manado. Berkat Michael yang juga seorang fotografer, postingan ini viral sejak dirinya mengunggah pada 10 Januari 2018 lalu.

Kaca dan pintu MRT Guangzhou dan Shanghai ada liveru I Love Manado (Michael Winerungan)

Postingan ini sudah dibagikan lebih dari 2600 kali dan netizen lainnya berbangga serta meninggalkan jejak mereka dalam kolom komentar di akun Facebook Michael. Kunjungan akan makin meningkat kala Maskapai Lion Air menambah tiga rute ke Tiongkok masing-masing ke kota Changsa, Shenzen, Shanghai guna melengkapi rute Guangzhou yang rutin saat ini.

Baca juga: Gandeng Merek-Merek Ternama, Wonderful Indonesia Lebarkan Sayap

Data dari Kemenpar Indonesia mencatat wisatawan Cina ini berasal dari beberapa kota diantaranya yakni Guangzhou, Changsa, Wuhan, Sanghai, Shenzen, Chongqing, Chengdu dan Kunming. Kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara sendiri terbantu karena adanya 19 charter flight pada periode high season per minggunya dengan penerbangan langsung dari Cina ke Manado. Adapun ketersediaan seat pesawat mencapai 200 hingga 212 kursi.

 

Canangkan Pembayaran Non Tunai, AirAsia Luncurkan Dompet Elektronik “BigPay”

Siapa yang tak kenal dengan AirAsia? Maskapai yang dinobatkan sebagai maskapai bertarif rendah terbaik di dunia dan pelopor perjalanan berbiaya rendah di Asia ini lagi-lagi menghadirkan inovasi baru untuk memudahkan para pelanggannya. Kali ini AirAsia menghadirkan bagian baru di sektor keuangannya, yakni implementasi sistem pembayaran tanpa uang tunai (cassless) bagi para pelanggan.

Baca juga: Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears

Chief executive AirAsia Bhd Group Tan Sri Tony Fernandes memperkenalkan e-wallet atau dompet elektronik milik kelompok tersebut dengan nama BigPay. Dimana metode pembayaran cashless ini akan diadopsi dalam waktu dekat dan perusahaan yakin BigPay memiliki masa depan cerah yang besar.

Layanan ini diumumkan Fernandes melalui akun Twitter dan mengatakan ini adalah bagian dari strategi digital perusahaan. “Suatu hari produk ini akan bernilai lebih dari @AirAsia. Banyak fitur diluncurkan. Tak ada lagi uang tunai di AirAsia,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my (15/1/2018).

Fernandes menambahkan, dompet elektronik BigPay pada akhirnya juga akan menawarkan pengiriman uang asing dengan kekuatan basis data AirAisa yang mencapai 63 juta nama. Layanan e-wallet yang disediakan oleh BigPay sebenarnya terdiri dari dua elemen,  yakni aplikasi mobile BigPay dan kartu prabayar BigPay.

Aplikasi ini diterima lebih dari 30 merchant yang menerima Mastercard secara global. Selain itu pengguna akan mendapatkan loyalitas dari AirAsia Big jika pengguna membelanjakan dan mendapatkan biaya pemrosesan nol saat memesan penerbangan dengan maskapai ini.

Baca juga: AirAsia Hadirkan WiFi dalam Penerbangan Domestik dan Internasional

Halaman aplikasi BigPay juga meyakinkan bahwa ini semua diatur oleh Bank Negara Malaysia dan memiliki protokol keamanan terbaru termasuk pengenalan sidik jari dan wajah untuk memverifikasi identitas pengguna. BigPay sendiri bisa diunduh melalu Google Play Store bagi pengguna Android atau Apple App Store bagi pengguna iPhone. Untuk saat ini BigPay baru bisa melayani pelanggan AirAsia di Malaysia.

Israel Bangun Jalur Keret Cepat Yerusalem – Tel Aviv, Mengular Mulai Maret 2018!

Bukan Israel namanya jika tak rajin membuat kegaduhan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait kota Yerusalem, pasca Presiden AS Donald Trump yang menyatakan resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada 6 Desember 2017, maka hawa panas langsung menerjang politik global. Dan masih tentang Kota Suci Yerusalem, belum lama berselang otoritas Israel mengumumkan bakal membangun jalur kereta cepat di kota yang disucikan oleh Umat Muslim, Nasrani dan Yahudi tersebut.

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz mengumumkan segera akan membangun kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, dan hebatnya jalur kereta ini segera beroperasi dalam waktu dekat ini, tepatnya pada Maret 2018 mendatang. Dilansir KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (11/1/2018), kereta bertenaga listrik ini mampu melaju hingga kecepatan 160 km per jam dan dicanangkan dapat mengangkut hingga 1.000 penumpang dalam sekali perjalanan. Jalur Yerusalem ke Tel Aviv memang termasuk rute pendek, lantaran jarak di antara kedua kota hanya 66 km.

Pada awalnya, kereta ini dijadwalkan akan berangkat dari Stasiun Binyenei Ha’uma di Yerusalem menuju Stasiun Hagana di Tel Aviv, via Bandara Internasional Ben Gurion setiap setengah jam sekali. Namun pada akhirnya, frekuensi pengoperasian kereta ini ditingkatkan dengan menggunakan kedua jalur yang tersedia. Demi menjaring penumpang yang lebih banyak dan sebagai ajang promosi, operator kereta akan menggratiskan perjalanan para penumpangnya yang memiliki Rav-Kav Multi-Ride Public Transport Card. Promo ini akan berlaku selama tiga bulan pertama pengoperasiannya.

Baca Juga: Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul

Proyek konstruksi kereta cepat ini ternyata sudah dimulai sejak tahun 2001 dan telah menelan biaya sekitar $1,8 miliar atau yang setara dengan Rp24 triliun kurs sekarang. Diharapkan, jalur kereta cepat ini dapat melayani lebih dari empat juta penumpang setiap tahunnya, terhitung sejak dimulainya operasi penuh.

Dikutip dari sumber lain, layanan kereta ini akan menjadi jalur rel berat pertama di Israel yang menggunakan tenaga listrik dan akan menjadi rel kereta api utama yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem, dimana keberadaannya akan bersanding dengan jalur kereta Jaffa-Yerusalem yang sudah beroperasi sebelumnya.

Nyaris Terjun Ke Laut Mati, Boeing 737-800 Pegasus Airlines Tergelincir Akibat Cuaca Buruk

Adegan dramatis belum lama ini terjadi di Bandara Trabzon, Turki, Minggu dini hari lalu, sebuah pesawat Boeing 737-800 Pegasus Airlines telah tergelincir dari landasan, yang membuat berbeda adalah badan pesawat terperosok hingga mendekati bibir Laut Mati, posisi pesawat yang menjorok tajam dan hanya beberapa meter dari laut, menjadikan proses evakuasi pada 162 penumpang, dan enam kru pesawat berjalan mendebarkan.

Baca juga: Akibat “Teror” Kotoran Manusia, Penerbangan United Airlines Terpaksa Dialihkan

Salah seorang penumpang Fatma Gordu mengatakan bahwa pesawat yang sedang melakukan pendaratan tersebut miring, bagian depan jatuh saat bagian belakang pesawat naik. Saat itu juga tercium bau bahan bakar. Saat kejadian cuaca di lokasi pendaratan sedang mengalami hujan lebat.  “Kami pikir akan ada kebakaran. Orang-orang panik, ada ibu hamil dan anak-anak dalam pesawat,” ujar Gordu yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (15/1/2018).

Kejadian ini terjadi pada Sabtu (13/1/2018) malam, dimana pesawat dengan rute Ankara – Trabzon yang akan mendarat di bandara Trabzon Turki tergelincir saat di landasan pacu dan terperosok keluar landasan di tengah lereng curam dekat Laut Mati. Pesawat ini berangkat dari Ankara menuju Trabzon sekitar pukul 11.25 malam.

Sebelum pesawat tergelincir diketahui, saat itu kondisi cuaca hujan dan landasan pacu basah ketika mendarat. Pesawat tersebut kemudian sulit untuk melambat di landasan dan tergelincir ke arah sisi landasan tepat dekat Laut Mati.

Data dari situs pelacak penerbangan RadarBox menunjukkan bahwa pesawat tersebut berusaha mengurangi kecepatannya saat mendarat.  Pesawat tersebut melakukan perjalanan dengan kecepatan 110 knot atau 204 km per jam pada sepertiga akhir landasan pacu. Akibat insiden tergelincirnya Pegasus Airlines membuat bandara ditutup selama beberapa jam. Gubernur Trabzon Yucel Yavuz mengatakan semua penumpang selamat dari pesawat dan beberapa di antaranya pergi ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan.

Baca juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Atas kejadian ini, Pegasus Airlines yang merupakan maskapai penerbangan dengan biaya rendal (LCC) asal Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyesal penerbangan PC 8622 terjadi insiden tergelincir di landasan pacu saat mendarat. “Sebanyak 162 penumpang, 2 pilot dan 4 awak kabin telah turun dengan aman dari pesawat. Tidak ada kehilangan nyawa atau cedera pada siapa pun di kapal, “kata pernyataan tersebut.

Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Shinkansen? Nama kereta cepat asal Negeri Sakura ini begitu harum di dunia perkeretaapian dunia. Selain karena kecepatannya yang fantastis, Shinkansen juga kerap kali dijadikan benchmark oleh beberapa negara di dunia dalam menghadirkan layanan kereta cepat yang hampir serupa dengannya.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Jika dilihat dari segi kecepatannya, siapa ya kira-kira yang merajai kereta cepat di dunia? Apakah Shinkansen berhasil menduduki peringkat pertama? Berikut KabarPenumpang.com sarikan lima kereta tercepat di dunia, dikutip dari laman goeuro.com.

AVE (Spanyol)

Sumber: bbci.co.uk

Alta Velocidad Española (AVE) ini merupakan layanan kereta api berkecepatan tinggi di Tanah Matador yang dioperasikan oleh Renfe, perusahaan kereta api nasional Spanyol. Dengan alasan keselamatan, kereta yang dapat melaju hingga kecepatan 404 km per jam ini dibatasi kecepatannya hanya 320 km per jam saja. Untuk soal penyedia sarana, AVE bekerja sama dengan sejumlah manufaktur kereta terkemuka di dunia, seperti Alstom, Bombardier, Talgo, Siemens, hingga Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles (CAF).

KTX (Korea)

Sumber: youtube

Korea Train eXpress (KTX) merupakan sistem kereta cepat asal Negeri Ginseng yang diluncurkan pada 1 April 2004 silam. Layanan kereta cepat yang bermarkas di Daejeon, Korea Selatan ini mampu mengular dengan kecepatan maksimum 421 km per jam (HEMU-430X). Namun, Korail selaku operator KTX hanya mengijinkan armadanya ini melaju hingga batas kecepatan 300 km per jam saja. Sehubungan dengan terpilihnya Korea sebagai tuan rumah pagelaran Olimpiade Musim Dingin 2018, Korail kini tengah disibukkan dengan pembangunan jalur baru dari Wonju menuju Gangneung.

Shanghai Maglev Train (Cina)

Sumber: chinadiscovery.com

Posisi ketiga kereta tercepat di dunia dihuni oleh Shanghai Maglev Train. Berbeda dengan kedua kereta di atas, kereta yang memulai operasinya pada April 2004 silam ini menggunakan sistem Magnetic Levitation, yaitu objek yang melayang akibat gaya levitasi yang dihasilkan oleh magnet. Dengan kata lain, kereta ini sangat minim atau bahkan tidak ada gaya gesekan sama sekali. Kereta yang menghubungkan Shanghai Pudong International Airport dan Longyang Road Station ini melaju dengan kecepatan 350 km per jam, padahal kecepatan maksimum yang dihasilkan kereta ini mampu menembus angka 501 km per jam. Wow!

TGV (Perancis)

Sumber: raileurope.ca

Train à Grande Vitesse (TGV) menduduki peringkat kedua kereta tercepat di dunia dengan kecepatan 320 km per jam selama beroperasi mengangkut penumpang. Nyatanya, kereta yang berdomisili di Perancis ini mampu melaju hingga kecepatan 575 km per jam! TGV yang dioperasikan oleh Société Nationale des Chemins de fer Français (SNCF) ini sudah memulai operasi sejak tahun 1981 silam. Tentu saja TGV tidak sekonyong-konyong ‘mempekerjakan’ kereta berkecepatan tinggi seperti yang sudah disebutkan di atas.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

SCMaglev (Jepang)

Sumber: weeklybuffer.com

Peringkat pertama kereta tercepat di dunia diduduki oleh SCMaglev dari Negeri Matahari Terbit, Jepang. Tertanggal 21 April 2015 yang lalu, SCMaglev seri L0 yang menarik tujuh gerbong berhasil mencatatkan rekor dunia sebagai kereta Magnetic Levitation tercepat yang pernah ada, dengan kecepatan maksimum hingga 603 km per jam! Sungguh fantastis, bukan? Namun sayangnya, kereta yang mengular di jalur Chūō Shinkansen ini hanya akan berjalan 505 km per jam saja ketika tengah beroperasi.

Jika di mancanegara sana sudah menetaskan kereta-kereta yang mampu menembus kecepatan di luar nalar, apa kabar dengan Indonesia? Dengan sokongan pendanaan dan teknologi dari Cina, kereta cepat Jakarta-Bandung digadang mampu tembus hingga kecepatan 300 km per jam. Namun proyek kereta cepat tersebut hingga kini masih belum menemukan kejelasan, apakah proyek ini akan terus maju atau terbengkalai begitu saja? Melihat dari banyaknya mega-proyek di luar sana yang mangkrak untuk waktu yang cukup lama, ada baiknya kita juga beranggapan bahwa proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini tengah rehat sejenak sebelum melanjutkan proses penggarapannya.

Tunjang Wisata Kawah Ijen, Pemda Banyuwangi Canangkan Teknologi Kereta Gantung dari Swiss

Belakangan Kawah Ijen menjadi salah satu favorit para pelancong baik lokal maupun mancanegara. Hal ini karena adanya fenomena api biru atau blue fire dan di Indonesia hanya bisa di saksikan di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Sebagai salah satu favorit para pelancong, menjadi tantangan baru bagi pemerintah banyuwangi sendiri. Apalagi untuk membuat para pelancong semakin tertarik menikmati keindahan kawah ijen.

Baca juga: Livery “Aurora” Icelandair, Jadi Yang Paling Atraktif di Jagad Penerbangan

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Pemerintah Banyuwangi memiliki satu inisiatif dengan pengembangan fasilitas cable car (kereta gantung) sepanjang 2,3 km di Kawah Ijen. Namun, untuk pembuatan ini pihak pemerintah daerah Banyuwangi masih menunggu izin dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Tengah menunggu proses perizinan tapak lahan di KLHK, karena ini terkait dengan cagar alamnya sehingga prosesnya tidak seperti perizinan yang biasa,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Pihaknya mengatakan, yang akan menangani proyek cable car ini kemungkinan berasal dari Swiss.

Kwah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur

“Ada sebuah perusahaan nasional yang bawa investor dari luar, expert cable car ini bukan dari Indonesia tapi dari Swiss. Dan rekomendasi Kemenpar itu harus yang terbaik, oleh karena itu Swiss,” tambahnya.

Tak hanya itu, Dinas Kebudayaan dan Priwisata Banyuwangi juga menjelaskan, bahwa cable car tersebut akan dibuat dari Paltuding hingga puncak tertinggi Kawah Ijen. Rencananya adalah akan ada tangga termasuk lift menuju ke bawah dengan harapan panorama blue fire atau api biru bisa dinikmati oleh wisatawan sampai ke bawah.

Sambil menunggu perizinan yang sedang diproses, konsultan dan pihak ketiga atau operator pembangunan kereta gantung dari Swiss akan turun ke lapangan. Ini dilakukan untuk mengecek lapangan, melihat kondisi medan dan memetakan kontur tanah yang akan menjadi tapak dari kereta gantung.

Kawah Ijen sendiri adalah sebuah danau kawah yang memiliki sifat asam dan berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter diatas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah yang mencapai 5.466 hektar. Danau di kawah Ijen sendiri merupakan salah satu danau air sangat asam terbesar di dunia.

Kawah yang memiliki api biru ini masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk menikmati api biru atau blue fire ini, biasanya terjadi setiap dini hari sekitar pukulu 02.00 hingga 04.00 WIB.

Selain kawah Ijen, blue fire yang unik ini bisa dilihat juga di Islandia. Sebagai para pelancong yang menyukai keindahan danau kawah di atas Gunung Ijen, harus berhati-hati dengan gas belerangnya.

Baca juga: Islandia (3): Sensasi Mekakjubkan ala Dunia Es Interstellar

Sebab, gas belerang ini bukan hanya membuat Anda batuk, pusing ataupun pingsan saja, melainkan bisa menyebabkan kematian. Karena hal ini, kawah Ijen sering sekali ditutup karena kandungan belerang yang terlalu tinggi.

Terkoneksi Dengan Gadget, Ujet Hadirkan Asymmetrical Smart Scooter

Mungkin tidak terbayangkan oleh Anda bagaimana jadinya jika sepeda motor bisa menjadi moda transportasi yang terintegrasi dengan smartphone dan juga ramah lingkungan. Tapi Anda jangan dulu menyangkal pernyataan di atas, karena faktanya ada sebuah perusahaan yang tengah memberikan beberapa sentuhan akhir terhadap pengembangan teknologi tersebut dan siap untuk mengambil bagian di jalanan. Sudah barang tentu, inovasi ini akan mencuri perhatian siapa saja yang meliriknya.

Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (13/1/2018), sebuah perusahaan bernama Ujet menelurkan inovasi berupa sepeda motor listrik yang terkoneksi langsung  dengan smartphone Anda. Sepeda motor yang bernama sama dengan perusahaan ini sontak mengundang decak kagum para pengunjung Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018) yang diadakan di Las Vegas.

Sumber: newatlas

Dalam pagelaran dimana sepeda motor ini pertama kali dipertontonkan ke publik, pihak Ujet membeberkan kelebihan masterpiece-nya ini. Anda dapat ‘membuka kunci’ Ujet dengan menggunakan aplikasi yang sebelumnya harus diunduh terlebih dahulu melalui gadget Anda. Setelah melakukan berbagai personalisasi terhadap sepeda motor dan gadget, Anda dapat membuka berbagai platform sosial media, menggunakan maps, hingga menggunakan kamera yang terdapat di depan sepeda motor untuk merekam perjalanan Anda.

Tidak berhenti sampai di situ, Ujet Smart Scooter yang memiliki konstruksi asimetris ini juga menggunakan tenaga listrik, dimana hal tersebut akan menunjang Ujet sebagai sepeda motor yang lebih ramah lingkungan ketimbang sepeda motor konvensional lainnya yang masih menggunakan bahan bakar bensin. Walaupun kecepatannya tidak bisa menyaingi sepeda motor konvensional (maksimal 45 km/jam), namun bukanlah kecepatan yang menjadi daya jual utama Ujet, melainkan aksesibilitas dan keramahan lingkungannya.

Sumber: Ujet

Untuk masalah isi ulang daya, Anda cukup membuka bagian bagasi dan mencolokkan kabel pada stop kontak terdekat. Pihak ujet sendiri menyediakan dua jenis baterai yang terbagi dari jarak tempuhnya, yaitu 70km dan 150km. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengisi daya sepeda motor cerdas ini, cukup dua jam saja hingga baterai berada dalam kondisi fully charged. Jika kabel yang disediakan oleh pihak Ujet tidak dapat mencapai stop kontak, Anda tidak perlu bingung, karena kesatuan baterai yang menempel dan terletak di bawah jok pengemudi ini dapat dengan mudah dilepas dan dibawa kemana-mana.

Baca Juga: Niat Atasi Polusi, Mantan Pemilik Toko Sepeda ini Hadirkan Light Electric Vehicle

Lalu, bagaimana jika tidak ada lahan parkir untuk sepeda motor ini? Mudah! Cukup lipat Ujet smart scooter sesuai dengan buku panduan dan sepeda motor ini pun akan menciut sehingga tidak menghabiskan lahan parkir.

Ujet yang berbasis di Luksemburg ini berencana untuk meluncurkan smart scooter-nya di beberapa kota besar di Eropa, seperti Paris, Barcelona, dan Amsterdam pada paruh pertama tahun 2018. Sedangkan untuk wilayah Amerika Serikat dan Asia akan diluncurkan pada paruh kedua 2018. Menyinggung soal harga, Ujet mematok $8.900 (sekitar Rp119 juta) untuk Ujet Smart Scooter berdaya tempuh 70km, dan $9.900 (sekitar Rp132 juta) untuk yang berdaya tempuh 150km. Terdapat enam pilihan warna yang dapat Anda pilih sesuai selera. Tertarik untuk memilikinya?

Cina Rajai Populasi Bus Listrik di Seluruh Dunia

Bahaya laten polusi memang menjadi fokus pembahasan berbagai instansi terkait di dalamnya, tidak terkecuali para penyedia jasa transportasi. Bak sebuah koin, kehadiran transportasi memang terbukti memudahkan mobilitas khalayak ramai. Namun di sisi lain, menjamurnya penyedia jasa serupa membuat ancaman polusi menjadi semakin besar.

Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

Tapi seiring perkembangan jaman dan teknologi, mulailah bermunculan sejumlah opsi untuk mengentaskan masalah yang saling bersinambungan tersebut. Mulai dari ‘meramu’ bahan bakar yang lebih ramah lingungan hingga peralihan menggunakan kedaraan bertenaga listrik.

Di lihat dari dampak jangka panjangnya, penggunaan kendaraan listirk lebih banyak diminati oleh banyak pemangku kepentingan, sehingga tidak heran jika banyak manufaktur otomotif yang mulai menawarkan berbagai produk Electric Vehicle (EV) andalannya.

Tidak hanya kendaraan pribadi saja yang mulai menggunakan tenaga baru ini, melainkan kendaraan besar seperti bus dan truk juga sudah mulai ‘terinfeksi’ inovasi ini. Walhasil, semakin banyak kendaraan yang menggunakan tenaga listrik, maka semakin rendah pula tingkat polusi yang dihasilkan, dan Cina berhasil membuktikan bahwa negara berjuluk Negeri Tirai Bambu tersebut mampu membuat perubahan yang signifikan dalam urusan pemberantasan masalah polusi.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cleantechnica.com (1/1/2018), BYD Company sebuah manufaktur otomotif yang berbasis di Shenzhen berhasil menyulap semua armadanya dan beralih menggunakan tenaga listrik, termasuk bus. Diketahui, Shenzhen memiliki 16.359 bus dimana masing-masing di antaranya telah menggunakan energi listrik sebagai pembangkit tenaga utamanya.

Demi menunjukkan keseriusannya dalam memberantas masalah polusi, misi selanjutnya yang akan dijalankan oleh BYD adalah mengkonversi semua taksi yang mereka produksi dengan menggunakan energi listrik. “Kami secara bertahap akan mengganti taksi bertenaga bahan bakar yang ada dengan yang bertenaga listrik dan menyelesaikan target pada tahun 2020, atau bahkan lebih cepat dari jadwal,” ungkap Zheng Jingyu, kepala departemen transportasi umum biro transportasi umum kota tersebut.

Diketahui pula, jumlah bus berlabel BYD yang tersebar setara dengan rataan 3 kali lipat keseluruhan bus  yang ada di New York City, dan 8 kali lipat keseluruhan bus yang ada di Los Angeles.

Tidak hanya perubahaan dari segi sarananya saja, Shenzhen pun turut membenahi semua prasarananya, dengan membangun 300 bus charger dan melengkapi sekitar 8.000 tiang lampu jalan dengan stasiun pengisian daya kendaraan listrik. Semua ini tidak terjadi tanpa uang. Pada tahun 2017 saja, kota ini menyiapkan hampir $500 juta untuk mempromosikan adopsi bus listrik dan pemasangan infrastruktur pengisian daya.

Baca Juga: Sebentar Lagi, Bandara Brisbane Akan Operasikan Bus Listrik

Selain masalah polusi, penggunaan bus listrik juga dipercaya dapat menghemat biaya operasi ketimbang bus bertenaga diesel. “Penggunaan bus listrik dan taksi yang luas memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas udara dan membangun Shenzhen yang indah,” tutur Lou Heru, wakil kepala komisi transportasi kota Shenzhen.

Ketika Cina sudah mulai mengganti semua armada bus konvensional mereka dengan yang bertenaga listrik, lalu apa kabar dengan Ibu Kota yang hingga kini masih memperdebatkan soal regulasi penggunaan jalan?

Pangkas Human Error, Nanyang University Gandeng Volvo Hadirkan Bus Otonom

Ada banyak cara yang dapat ditempuh dalam rangka meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh human error, salah satunya adalah mengembangkan teknologi bus nirawak. Walaupun solusi ini masih terhitung baru di dunia transportasi, namun banyak kalangan yang tengah berlomba untuk mencuri hati konsumen seraya membuktikan bahwa produknyalah yang paling baik.

Baca Juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

Begitu pula yang terjadi di negara tetangga kita, Singapura, dimana negara ini tengah bersiap untuk mengoperasikan bus nirawak, sebagai bentuk peningkatan layanan dan antisipasi kecelakaan yang dilatarbelakangi oleh faktor human error.

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (11/1/2018), Nanyang Technological University (NTU) akan mulai menerjunkan bus nirawak yang akan mengambil peran sebagai moda transportasi umum dan akan diuji coba para awal 2019 di sirkuit uji di NTU. Otoritas tersebut mempercayai produk yang dikeluarkan oleh salah satu raksasa otomotif, Volvo.

Kedua belah pihak menandatangani sebuah kesepakatan pada hari Kamis (11/1/2018) untuk menguji dua buah bus listrik otonom berkapasitas 40 penumpang di NTU’s Centre of Excellence untuk Pengujian dan Penelitian Kendaraan Otonom. Sirkuit uji ini akan mereplikasi kondisi jalan di Singapura, lengkap dengan skema lalu lintas umum, infrastruktur jalan dan peraturan lalu lintas. Tidak hanya itu, sirkuit ini juga dilengkapi simulator hujan dan zona banjir untuk menguji kemampuan navigasi kendaraan di bawah kondisi iklim tropis.

Uji coba bus otonom ini juga akan didukung oleh operator transportasi SMRT, yang akan terlibat dalam menentukan kelaikan jalan bus bus tanpa pengemudi. Nantinya, salah satu bus akan menjalani tes di depot bus yang dikelola oleh SMRT, untuk menilai kemampuan kendaraan tersebut untuk secara otonom menavigasi kendaraan di vehicle washing bays dan parkir dengan aman di area pengisian. Jika uji coba tersebut berhasil, pihak SMRT mengatakan akan menjalin kerja sama dengan Volvo, serupa dengan yang dilakukan oleh pihak NTU.

Layaknya kendaraan otonom lain, bus sepanjang 12m ini dilengkapi dengan sistem laser pendeteksi rintangan serta sistem navigasi terpadu yang mencakup kemudi otomatis, penggantian gigi dan kemampuan mereduksi kecepatan. Menurut Volvo, bus otonom ini akan menghemat energi sebesar 80 persen ketimbang bus diesel dengan ukuran yang sama. Meski akan lebih mahal untuk membeli bus listrik otonom, namun Volvo meyakini bahwa biaya operasionalnya akan jauh lebih rendah.

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

“Kami akan memanfaatkan pengalaman kami yang luas dalam mengoperasikan dan memelihara bus untuk mendukung pengerahan kendaraan otonom di masa yang akan datang,” ungkap CEO SMRT, Desmond Kuek.

“Penggunaan bus otonom diharapkan bisa diterjunkan dalam skala yang lebih besar di bawah rencana induk transportasi darat di masa depan. Kendaraan semacam ini akan memungkinkan penempatan tenaga kerja yang optimal, memungkinkan bus dikerahkan di jalan untuk layanan yang aman, tepat waktu dan efisien, siang dan malam, di semua cuaca dan kondisi lalu lintas,” imbuhnya.

Diketahui, NTU dan Volvo juga akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi ABB untuk mengembangkan solusi pengisian daya untuk kendaraan listrik.

Tahan Pintu Kereta Cepat, Guru Wanita Ini Diganjar Skorsing

Nasib apes menimpa seorang guru, pasalnya Ia mendapat skorsing dari pekerjaannya karena perbuatan yang cukup unik. Persisnya seorang guru di Cina Timur diskors dari sekolah tempatnya mengajar saat sebuah video dirinya memblokir pintu kereta tersebar secara luas di media sosial.

Baca juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (10/1/2018), bahwa saat itu dirinya melakukan penahanan agar pintu tidak tertutup dan suaminya bisa naik kereta yang sama dengan dirinya serta anak mereka. Wanita tersebut merupakan guru sekolah dasar yang bernama Luo Haili dan saat itu sedang bepergian bersama anak dan suaminya.

Diketahui, satu keluarga tersebut terlambat melakukan perjalanan dengan kereta berekecepatan tinggi dari Hefei di Provinsi Anhui menuju Guangzhou. Keterlambatan tersebut dikarenakan mereka awalnya pergi ke stasiun yang salah.

Dalam video berdurasi kurang lebih satu menit tersebut, Luo dan putrinya sudah berada di kereta yang hendak berangkat itu. Namun, karena suaminya ditahan diloket tiket, maka Luo menahan pintu kereta dengan tubuhnya agar pintu tidak tertutup.

Karena menahan pintu kereta, Luo ditarik oleh petugas stasiun dan ada satu cuplikan dimana Luo ditarik dan jatuh ke peron tapi bangkit kembali dan menuju ke pintu sebelum pintu tersebut ditutup. “Suami saya ada di pintu masuk tiket, saya akan pindah saat dia datang,” ujar Luo saat berada di stand off.

Perjuangan Luo untuk melawan petugas berlangsung selama lima menit dan akhirnya dia, suami dan anak perempuannya tidak dapat naik kereta tersebut. Viralnya video ini membuat para warganet bertanya-tanya bagaimana keputusan para petugas stasiun atas gangguan tersebut.

“Saya merasa kasihan pada putrinya. Pasti sangat memalukan bagi dirinya saat menyaksikan ibunya melakukan hal itu,” ujar salah seorang pengguna internet.

Baca juga: Tuai Pro dan Kontra, Thailand Setujui Proyek Pembangunan Kereta Cepat dengan Cina

Atas kejadian ini, Luo diskors dari pekerjaannya sambil menunggu penyelidikan oleh biro pendidikan setempat. Karena menghalangi pengoperasian layanan kereta cepat di Cina, Luo bisa di denda hingga 2000 Yuan atau sebesar US$307.