Sebentar Lagi, Bandara Brisbane Akan Operasikan Bus Listrik

Sumber: carbridge.com.au

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Australia, Bandara Brisbane tengah bersiap untuk pengadaan 11 armada bus listrik baru guna menunjang aktifitas di Bandara yang menyediakan fasilitas perawatan berat bagi pesawat 767-300 dan A330 milik Qantas. Adapun Carbridge, sebagai pihak penyedia moda tersebut melayangkan kontrak berdurasi lima tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli mendatang. Berita ini dilansir KabarPenumpang.com dari laman busnews.com.au, Rabu (7/6/2017).

Baca Juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Walaupun kontrak yang diberikan oleh pihak Carbridge terhitung sejak tanggal 1 Juli 2017 mendatang, namun armada bus listrik tersebut baru akan beroperasi penuh pada Februari 2018. Layaknya kebanyakan moda keluaran anyar yang mengedepankan embel-embel ramah lingkungan, tujuan utama pihak Bandara Brisbane dalam pengadaan ini pun kurang lebih sama. “Armada baru akan sangat nyaman dan ramah lingkungan, mengurangi polusi suara serta penggunaan knalpot yang tidak mengeluarkan emisi,” ungkap Kepala layanan parkir dan transportasi Bandara Brisbane, Martin Ryan.

Lebih lanjut, ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan oleh pihak Bandara Brisbane dalam rangka mengurangi emisi karbon yang dinilai sudah terlalu besar tersebut. “Sebenarnya, pergantian bus lama dengan bus listrik akan mengurangi 250 ton emisi karbon setiap tahun. Nilai itu setara dengan menghilangkan 100 mobil dari jalanan,” tambahnya. Ternyata, kerja sama yang diajukan pihak Bandara Brisbane disambut hangat oleh pihak Carbridge.

Seperti yang diungkapkan oleh CEO Carbridge, Luke Todd, ia mengaku senang bekerja sama dengan pihak bandara dalam menyuplai bus berteknologi mutakhir. “Kami bangga dapat bermitra dengan Bandara Brisbane dalam hal pengadaan bus dengan teknologi termutakhir untuk menunjang mobilitas para pengunjung di bandara,” ungkap Luke.

Baca Juga: Pacu Ekspor Ke Australia, Kemenhub Harapkan Pelni Buka Jalur ke Darwin

Bus ini menggunakan baterai produksian BYD, sebuah manufaktur asal Tiongkok yang bergerak di bidang baterai isi ulang. Selain itu, badan bus terbuat dari alumunium aerospace yang terkenal ringan, namun memiliki ketahanan yang amat kuat. Bus yang diberi nama Toro ini diklaim sebagai bus terbaik di dunia yang dapat menempuh jarak 600km dalam sekali charge. “Carbridge Toro menggunakan teknologi regenerasi daya kinetik yang akan mengurangi frekuensi pengisian baterai,” tukas Luke. “Teknologi regenerasi daya kinetik ini berisikan pembangkit listrik yang akan berfungsi ketika bus tengah berjalan,” tambahnya.

“Kami selaku pihak Carbridge merasa senang bisa membangun hubungan jangka panjang kembali dengan Bandara Brisbane. Kerja sama ini sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu,” terang Luke. Sementara itu, Carbridge sendiri masih akan mengoperasikan bus standar dengan pihak Qantas dan Virgin dalam sebuah perjanjian kontrak yang terpisah.