Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta!

Semisal Anda menemui perlintasan sebidang di jalan raya, sepertinya itu bukan hal mengejutkan. Namun apa jadinya jika Anda menemukan jalur kereta aktif yang melintang di atas sebuah landas pacu? Tenang, ini bukan ada di dunia fiksi saja, tapi jika Anda pernah mengunjungi Gisborne Airport yang ada di Pantai Timur North Island, Selandia Baru, maka Anda akan percaya bahwa perlintasan tidak wajar ini benar-benar ada!

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ternyata, Gisborne Airport ini menjadi salah satu dari sedikit bandara di dunia yang memiliki sebuah jalur kereta api yang memotong landasan pacu. Bandara ini sendiri memiliki tiga landas pacu dan satu landas pacu utama yang tidak dipotong oleh Palmerston North – Gisborne Railway Line. Lebih uniknya lagi, jalur kereta ini masih aktif dan masih sering dilalui oleh hilir mudik kereta.

Sumber: charismaticplanet

Bandara dengan luas 160 hektar ini mulai beroperasi sejak pukul 06.30 hingga 20.30 waktu setempat, setiap harinya. Di luar dari jadwal itu, dua jalur beda moda tersebut ditutup dan tidak ada aktifitas apapun di dalamnya. Keunikan yang paling menonjol dari lokasi ini dilihat dari segi kedua moda yang jalurnya sama sekali tidak bisa diinterupsi oleh objek apapun.

Ya, seperti yang kita ketahui bersama, baik landas pacu atau yang akrab disebut runway maupun jalur kereta api memang sama-sama dikhususkan untuk moda yang bersangkutan. Berbeda dengan jalan raya yang dapat dipotong (diinterupsi) oleh jalur kereta api. Alhasil, kedua operator layanan harus saling bersinergi agar kelancaran operasional dari keduanya dapat terjalin.

Baca Juga: Di Lokasi Ekstrim, Pulau Saint Helena Kini Punya Bandara Internasional

Namun, beban yang lebih berat diemban oleh Gisborne Airport. Pasalnya, bandara yang dikelola oleh Eastland Group ini merupakan gerbang masuk utama dan satu-satunya yang ada di kota Gisborne via jalur udara. Dibalik keunikan sekaligus keterbatasannya dalam mengelola jalur udara di sana, bandara berkode GIS ini mampu melayani sekitar 60 penerbangan domestik setiap harinya, dengan kisaran 150.000 penumpang per-tahun.

Ingin Majukan Suatu Negara, Ubah Sistem Perkeretaapiannya!

Satu tahun bukanlah waktu yang lama bagi PT MRT Jakarta (PT MRTJ) sebelum memasuki masa operasionalnya yang diperkirakan rampung pada April 2019 mendatang. Sejumlah persiapan pun sudah bisa dibilang matang, mulai dari trek, beberapa rangkaian armada, hingga kini perusahaan yang digawangi oleh William P Sabandar cs. ini tengah disibukkan dengan mempersiapkan SDM bermutu. Tak ayal, kehadiran dari sarana transportasi berbasis massal ini kian dinantikan.

Baca Juga: Anies: Bukan Sekedar Alat Transportasi, MRT Juga Pembentuk “Budaya” Baru di Jakarta

Pada saat PT MRTJ memamerkan armada terbarunya di Depo MRT Lebak Bulus beberapa waktu yang lalu, tampak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun turut hadir guna meninjau perkembangan dari jaringan metro pertama di Indonesia ini. Dalam kesempatan itu, Anies mengaku optimis dengan kehadiran MRT Jakarta yang dipercaya mampu mengurangi volume kendaraan pribadi di jalanan.

“Obsesi kami adalah meninggalkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Jurus penambahan rute bukan jawaban yang tepat, tapi yang terpenting adalah bagaimana angkutan umum dapat terintegrasi dan lebih manjangkau warga,” ungkap Anies, Kamis (12/4/2018). Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan ini mengatakan bahwa hadirnya MRT Jakarta diharapkan mampu mengubah kebudayaan warga Indonesia – khususnya Jakarta, dalam melakukan mobilisasi.

“Saya harapkan (MRT Jakarta) bisa menjadi pembentuk budaya baru bagi warga Jakarta. MRT secara tak langsung mengajarkan pada warga pengguna untuk berlaku disiplin dan ketat dalam menjaga kebersihan, karena itulah standar dalam operasional MRT, termasuk budaya tersebut telah diterapkan selama ini oleh karyawan PT MRT Jakarta,” katanya.

Nah, pernyataan Anies ini tentu menyiratkan bahwa sarana transportasi dapat mengubah setidaknya budaya di satu daerah, bentuk mikro dari perubahan suatu daerah atau negara terkait. Ternyata, tidak hanya PT MRTJ saja yang tengah mengupayakan perubahan tersebut, pun dengan negara yang terkenal dengan Menara Eiffel-nya, Perancis.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Presiden Perancis Emmanuel Marcon tengah menghadapi tentangan yang dilayangkan oleh serikat pekerja kereta api karena dirinya tengah berusaha untuk mengubah sistem perkeretaapian di sana. Sang Presiden sendiri diketahui ingin mengubah status perusahaan kereta api milik negara, SNCF, menjadi perusahaan saham gabungan.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Adapun hal yang melatarbelakangi aksi Emmanuel Marcon ini adalah untuk melakukan revolusi industri dan mengurangi hutang dari SNCF sendiri. Alih-alih mulus, Emmanuel malah mendapati 48 persen pekerja kereta api di SNCF yang melakukan mogok massal selama beberapa hari karena tidak setuju dengan kebijakan yang ditempuh olehnya.

Layani Kendaraan Listrik, Momentum Dynamics Rilis Halte Berdaya 200 Kilowatt Nirkabel

Perkembangan teknologi yang kian merambah seolah memaksa setiap orang untuk turut berada di dalamnya agar tetap dapat bersaing, tidak terkecuali di dunia transportasi. Dewasa ini, sudah banyak perusahaan-perusahaan bus dari seluruh penjuru dunia yang mulai beralih menggunakan armada berbasis tenaga listrik yang didukung oleh pabrikan seperti Hyundai, Daimler, BYD, hingga Proterra.

Baca Juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!

Berbicara soal bus listrik, tak lengkap rasanya jika tidak menginggung soal sistem pengisian dayanya. Jika pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas soal seorang desainer yang merancang halte lengkap dengan stasiun pengisian daya listrik nirkabel untuk bus, kini sebuah perusahaan yang berbasis di Pennsylvania, Amerika, Momentum Dynamics, diketahui tengah memasarkan charger nirkabel berkekuatan 200 kilowatt pertama di Negeri Paman Sam sebelah Utara.

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (20/4/2018), Momentum Dynamics sendiri telah menguji coba charger nirkabel ini pada bus listrik yang menggunakan mesin BYD di Wenatchee, Washington beberapa waktu yang lalu. Bus tersebut mengisi daya sembari melakukan pemberhentian secara rutin. Bus-bus ini tidak melulu melakukan operasi secara terus-menerus, ada kalanya mereka berhenti – semisal menaik-turunkan penumpang atau berganti pengemudi. Nah, di saat itulah daya mereka diisi ulang.

Salah satu pihak dari Momentum Dynamics mengatakan bahwa ketika bus listrik BYD K9S melakukan pemberhentian terjadwal di Link Transit di Wenatchee selama 5 menit, baterainya secara nirkabel akan menerima lebih dari cukup daya untuk ‘menggelinding’ di rute berikutnya. Cara pengisiannya pun cukup sederhana, bus hanya perlu berhenti di atas mesin pemancar yang tertanam di jalan dan pengisian daya pun akan mulai secara otomatis.

“Kesederhanaan konsep pengisian dan kapasitas daya yang mampu disalurkan kepada bus-bus listrik ini memungkinkan setiap armada melakukan perjalanan secara terus menerus sepanjang hari tanpa harus melakukan pemberhentian khusus untuk mengisi daya,” tutur salah seorang juru bicara dari Link Transit, Todd Daniel.

Baca Juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya

“Kami berencana untuk memperluas sistem pengisian daya nirkabel ini hingga ke wilayah pedesaan dalam waktu dekat ini. Hadirnya prasarana semacam ini secara tidak langsung akan mendorong program penggunaan 100 persen moda elektrik,” timbalnya. Momentum Dynamics memperhitungkan bahwa penghematan biaya potensial untuk operator bus yang menjalankan armada listrik dapat menambah hingga jutaan dolar setiap tahun, dibandingkan dengan armada kendaraan diesel dan hibrida.

Komuter Paris Metro Adopsi Sistem Pengatur Suhu Lansiran Lembaga Antariksa

Berjulukkan City of Lights, ternyata Paris tidak hanya terkenal dengan keindahan menara Eiffelnya saja, melainkan jaringan komuternya pun, Paris Metro, digalang-galang sebagai salah satu jaringan kereta bawah tanah terbaik di dunia. Selain mengedepankan aspek keamanan dan ketepatan waktu operasi, Paris Metro pun diketahui menjunjung tinggi nilai kenyamanan para penumpangnya. Nah, dalam rangka meningkatkan perihal kenyamanan tersebut, Paris Metro melengkapi setiap armadanya dengan teknologi pendingin terbaru yang dikembangkan oleh European Space Agency (ESA), lho!

Baca Juga: Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman phys.org, pemasangan sistem pendingin ini dipercaya meningkatkan kenyamanan penumpang, karena sistem tersebut bekerja tanpa mengubah bagian kereta dan membebaskan lebih banyak ruang untuk digunakan penumpang.

Sistem pengatur suhu di jaringan kereta bawah tanah memang memiliki peran yang bisa dibilang vital semisal kereta mengalami masalah ketika berada di underground, sebut saja kereta mengalami masalah pada bagian kelistrikan. Jika hal ini terjadi dan tidak ada sistem pengatur suhu di dalamnya, maka suhu di dalam kabin penumpang akan meningkat secara drastis karena eksistensi dari berbagai alat pembangkit tenaga.

Alhasil, tidak membutuhkan waktu lama untuk ‘memanggang’ penumpang yang berada di dalamnya. Belum lagi terowongan bawah tanah yang akan meminimalisir udara segar dan kandungan oksigen di dalam kabin penumpang. Sayangnya, versi awal dari sistem pengatur suhu ruangan ini sendiri memiliki bentuk yang cukup besar, malah dalam pengoperasian, dan juga ringkih.

Hadirnya solusi pengatur suhu dari ESA ini seolah menjadi jawaban atas kekurangan dari sistem pengatur suhu yang sudah ada. Dengan menjadikan sirkulasi cairan sebagai basis dari teknologi ini, pihak dari ESA sendiri tidak menampik bahwa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan sistem pengatur suhu ini adalah bagaimana cara mendapatkan air untuk disirkulasikan.

Baca Juga: Ada Gambar Penari Bali di Metro Caracas, Ada Apa Ya?

Para insinyur antariksa yang mengelola sistem ini kemudian menggunakan aksi kapiler yang dikombinasikan dengan teknologi penukar panas udara, sehingga sistem pengatur suhu tersebut dapat menggantikan peran dari kipas mekanis konvensional yang digunakan kereta Paris Metro. Jika sistem ini dapat meningkatkan kenyamanan penumpang yang berada dalam kondisi ‘darurat’, bukan tidak mungkin pihak ESA akan kebanjiran order dari penyedia jasa kereta bawah tanah lainnya.

Dilarang Bersandar di Pintu Kereta? Ini Dia Penjelasannya!

Berdesak-desakan di kereta api nampaknya sudah bukan jadi satu hal yang aneh lagi di Indonesia, apalagi ketika jam sibuk mulai menderu. Penumpang demi penumpang terus memaksa masuk ke dalam rangkaian agar tidak terlambat sampai tujuan, tanpa memperdulikan kondisi hingga keselamatan dirinya sendiri dan penumpang lainnya. Ironisnya lagi, kejadian ini terus berulang selama kalender tidak berhenti di ‘tanggal merah’.

Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Bahkan, jaringan perkeretaapian Jepang sampai-sampai mempekerjakan seorang ‘juru dorong’ di setiap stasiun guna memadatkan penumpang di dalam gerbong. Tentu saja, kondisi seperti ini sudah menyalahi beberapa aturan yang berlaku, salah satunya adalah larangan berdiri di dekat pintu kereta. Padahal, bukan tidak mungkin spot ini menjadi titik kecelakaan yang mampu menghilangkan nyawa penumpang.

Salah satu bahaya yang mengancam penumpang yang berdiri atau bersandar di dekat pintu kereta adalah terjatuh ketika pintu terbuka. Semisal si penumpang tengah tidak fokus ketika si ular besi sampai di sebuah stasiun dan pintu terbuka, dikhawatirkan penumpang tersebut akan jatuh dan terluka. Ketika utamanya larangan berdiri di dekat pintu ditujukan untuk keselamatan penumpang, ternyata ada alasan lain terkait pengadaan larangan ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman londonist.com, pintu otomatis yang berada di kereta dewasa ini pada umumnya sudah tersematkan beberapa teknologi canggih di dalamnya. Tanpa mengurangi rasa nyaman penumpang yang bersandar di pintu kereta, ternyata alasan di balik pengadaan larangan ini adalah dikhawatirkan teknologi canggih tersebut akan rusak jika disandari oleh penumpang.

Rusaknya teknologi tersebut akan mengakibatkan pintu seolah tidak bisa mengidetifikasi apakah ada benda yang menghalangi di jalur pintu atau tidak. Semisal ada penumpang yang belum sepenuhnya masuk atau keluar dari rangkaian dan sialnya teknologi tersebut rusak, maka ketika masinis sudah menekan tombol penutup pintu, sensor pintu tersebut tidak akan mendeteksi ada objek yang menghalangi. Penumpang pun bisa terjepit terseret rangkaian.

Baca Juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Demi terciptanya keamanan dan kenyamanan ketika menggunakan kereta komuter dimana pun, ada baiknya Anda tetap mematuhi semua peraturan yang sudah dibuat oleh operator kereta. Diberlakukannya peraturan-peraturan tersebut semata-mata ditujukan untuk keselamatan penumpang.

Agar Tidak Kikuk, Intip Enam Tips Hidup di Jepang!

Dimana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung. Mungkin peribahasa tersebut perlu diingat setiap kali kita menyambangi tempat baru, terutama di luar negeri. Ambil contoh Jepang yang memiliki beberapa peraturan tidak tertulis yang emisal dilanggar, akan memberikan efek malu bagi si pelakunya. Maka dari itu, KabarPenumpang.com akan membocorkan enam etiket yang berlaku di Jepang, dikutip dari laman my.asiatatler.com.

Baca Juga: Stasiun Tokyo, Merangkap Jadi Museum dan Saksi Bisu Pembunuhan Dua PM Jepang

Membuat Kebisingan di Publik
Mungkin bagi kebanyakan orang di Indonesia, menerima telepon atau berbicara dengan kolega ketika di kereta merupakan suatu hal yang sangat lumrah, namun tidak jika Anda tengah berada di Jepang. Anda akan diperhatikan banyak orang, atau bahkan menjadi buah bibir satu gerbong.

Ini dikarenakan perjalanan menggunakan sarana transportasi publik diJepang seperti kereta atau bus diharapakan dapat menciptakan suasana yang damai dan tenang. Alasan lainnya adalah soal privasi, karena bagi warga Jepang, mendengarkan percakapan telepon orang lain merupakan hal yang sangat tidak nyaman.

Etika Bertukar Informasi Pribadi
Layaknya seorang professional yang bertukar kartu nama dengan kenalan barunya, ada baiknya Anda meluangkan waktu sejenak untuk membaca dan memberikan respon positif terhadap si pemberi kartu nama.

Langsung memasukkan kartu nama ke dalam saku dinilai tidak sopan, karena di Jepang, kartu nama dianggap sebagai perpanjangan dari kepribadian seseorang. Jika Anda berperan sebagai pemberi kartu nama, pastikan kartu nama Anda dalam keadaan rapi, bersih, dan tidak sobek.

Etika Ketika Makan di Restoran
Pastikan Anda bertanya kepada pelayan di sana, apakah Anda harus melepas sepatu atau tidak. Karena tidak sedikit restoran di Jepang yang mewajibkan para tamunya untuk menanggalkan alas kaki sebelum masuk.

Jika sudah selesai makan dan hendak membayar, jangan pergi ke kasir! Ada baiknya Anda meminta bill dan menyimpan jumlah tagihan di baki yang diantarkan oleh pelayan. Semisal ada kembalian, si pelayan akan mengantarkan kembaliannya menggunakan baki yang sama.

Pelajari Frasa Penting
Sebagai pendatang, ada baiknya Anda menguasai sedikit bahasa Jepang. Dimaksudkan untuk memudahkan Anda dalam berkomunikasi selama berada di negara yang terkenal dengan jaringan Shinkansen-nya ini.

Contohnya seperti ‘konnichiwa’ yang berarti ‘halo’ ; ‘sumimasen’ yang berarti ‘maafkan saya’ atau ‘maaf’ ; dan ‘arigatou’ yang artinya ‘terima kasih’. Alih-alih menggunakan Google Translate, Anda disarankan untuk mengunduh aplikasi kamus bahasa Jepang. Anda cukup menunjukkan frasa yang Anda maksud kepada penduduk setempat jikalau Anda terjebak dalam kata-kata.

Tertib dan Teroganisir
Mendorong seseorang ketika tengah mengantri di Jepang bukanlah sesuatu yang menarik untuk dicoba! Salah satu ciri khas orang Jepang di moda transportasi seperti kereta atau bus adalah mereka tidak pernah menghalangi orang lain untuk turun terlebih dahulu, jadi tidak ada tuh yang namanya saling bertubrukan ketika pintu moda terbuka.

Baca Juga: Ini Dia Kreator Jingle Kereta di Negeri Matahari Terbit

Tata Krama di Pemandian Umum (Onsen)
Karena ini adalah tempat pemandian air panas yang ditujukan untuk umum, maka ada baiknya agar Anda tidak mencampurkan sabun atau membiarkan handuk Anda masuk ke dalam kolam. Bagi Anda yang memiliki rambut panjang, maka ikatlah rambut Anda terlebih dahulu agar tidak masuk ke dalam air.

Jika air di kolam tersebut dirasa terlalu panas, tambahkanlah air dingin sedikit demi sedikit agar tidak mengganggu suhu dari orang lain. Bahkan, di beberapa tempat pemandian umum melarang untuk mencampurkan air dingin ke dalam kolam pemandian.

Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi

Meski namanya telah pudar di Asia Tenggara, Uber faktanya masih jadi raja di Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan belum lama ini Uber merilis fitur keselamatan dalam aplikasinya. Hadirnya fitur ini dibuat untuk meningkatkan proses penyaringan dalam penerimaan pengemudi baru bagi keamanan pengguna. Sebab dengan hal tersebut juga untuk masa depan Uber dan penggunanya. Fitur terbaru ini hadir dan diluncurkan pada 12 April 2018 kemarin.

Baca juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

KabarPenumpang.com melansir dari laman digitaltrends.com (12/4/2018), karena teknologi dalam aplikasi Uber digunakan oleh jutaan orang yang kemungkinan bersamaan di kota-kota seluruh dunia. CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan dalam sebuah postingan di blognya, bahwa hadirnya fitur baru ini untuk membantu menjaga penumpang tetap aman.

“Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan kami tidak menganggap enteng. Itu sebabnya saya sebagai CEO berkomitmen untuk menempatkan keselamatan sebagai inti dari semua yang kami lakukan,” ujar Dara.

Fitur terbaru ini akan mudah ditemukan dalam aplikasi dan juga Uber menambahkan pusat keamanan baru untuk membantu penumpang tentang informasi keamanan utama. Dengan ini, Anda akan dapat menemukan konten tentang kemintraan Uber dan penegak hukum, proses penyaringan driver, perlindungan asuransi serta pedoman komunitas.

Dalam fitur terbaru ini, Uber membuat penumpang memungkinkan untuk memilih lima teman atau anggota keluarga sebagai kontak terpercaya mereka. Sehingga setiap pengguna masuk dalam Uber, lima orang tersebut akan diberikan detail perjalanan sehingga tahu keberadaan Anda sebagai penumpang Uber.

Meski demikian, mungkin Anda tidak akan menggunakannya pada siang hari karena dianggap aman, sehingga fitur ini bisa digunakan pada waktu perjalanan malam hari. Dalam fitur terbaru ini juga dihadirkan nomor darurat 911 yang langsung terhubung ke pihak kepolisian.

Fitur ini juga menunjukkan lokasi secara realtime baik itu alamat maupun gambaran peta. Sehingga jika terjadi apa-apa terhadap penumpang, 911 bisa langsung membantu setelah membagi lokasi.

Fitur ini bukan hanya hadir untuk pengguna melainkan pengemudi. Adanya fitur terbaru ini, Uber bermitra dengan RapidSOS dan National Emergency number Association untuk menjelajahi waktu respons yang lebih cepat dan meningkatkan panggilan routing 911.

Di sisi pengemudi, Uber ingin meningkatkan uji tuntas untuk memperkuat proses penyaringannya. Kedepannya, Uber mengatakan bahwa akan secara proaktif mengulangi pemeriksaan kriminal dan kendaraan bermotor setiap tahun. Selain itu, Uber telah berjanji untuk mempertahankan dan mengawasi catatan kriminal para pengemudi.

“Dengan menggunakan sumber data yang mencakup sebagian besar pelanggaran kriminal baru, kami akan menerima pemberitahuan ketika seorang pengemudi terlibat dan memanfaatkan informasi ini untuk membantu terus menegakkan standar pemeriksaan kami,” tulis Khosrowshahi.

Baca juga: Hadirkan Layanan Sepeda Listrik di Negeri Paman Sam, Uber Akuisisi JUMP

Dengan hadirnya fitur terbaru ini, Uber mengangkat Dewan Penasihat Keamanan yakni Jeh Johnson, mantan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Dalam kapasitas barunya, Johnson akan bertindak sebagai Ketua dewan itu, yang sudah terdiri dari penegakan hukum, keselamatan jalan, peradilan pidana, kekerasan seksual dan pakar pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

Thai Lion Tambah Frekuensi dari Don Mueang ke Soekarno-Hatta

Thai Lion, maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) yang juga bagian dari Lior Air Group, diwartakan terus memperluas jangkauan layanannya untuk tujuan domestik (Thailand) dan internasional. Khusus untuk rute internasional, Thai Lion telah menambah frekuensi terbangnya dari hub Bandara Internasional Don Mueang Thailand menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Terima Boeing 737 MAX 9, Thai Lion Air Bakal Layani Rute Jarak Jauh

Jadwal terbang baru ini melengkapi jaringan yang sudah ada dan maskapai berkode SL tersebut kini memiliki dua penerbangan reguler harian yang menghubungkan Jakarta dan Don Mueang. Penerbangan SL116 tersebut lepas landas dari Don Mueang pukul 09.00 waktu setempat dengan pendaratan Boeing 737-900ER pukul 12.30 WIB yang membawa tujuh awak kabin dan 168 penumpang di bandara Soetta pada 23 April 2018 kemarin.

Dengan adanya frekeunsi tambahan ini, Lion Air Group menegaskan keputusan penambahan frekuensi berdasarkan kajian terhadap potensi konektivitas baru yang menghubungkan kota-kota di Asia. Pelanggan dari Jakarta melalui Bangkok Don Mueang dapat terkoneksi ke Chiang Mai (CNX), Chiang Rai (CEI), Phuket (HKT), Hat Yai (HDY), Singapura (SIN), Yangon (RGN), Hanoi (HAN), Taipei (TPE), Mumbai (BOM), Changsha (CSX), Chengdu (CTU), Chongqing (CKG), Guangzhou (CAN), Hangzhou (HGH), Nanchang (KHN), Nanjing (NKG), Shanghai (PVG), Xi’an (XIY), Zhengzhou (CGO) dan tujuan lainnya.

“Thai Lion Air yang tergabung dalam Lion Air Group sangat bangga dengan memberikan tambahan penerbangan dari Bangkok Don Mueang ke Jakarta melalui Cengkareng. Hal ini merupakan komitmen kami untuk terus memberikan pilihan jadwal bepergian terbaik bagi pebisnis dan wisatawan ke Thailand serta ke Indonesia bersama Thai Lion Air. Atas nama Thai Lion Air, saya mengucapkan terima kasih kepada awak pesawat, seluruh karyawan, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran operasional ekstra ini,” ujar CEO and Chairman Thai Lion Air Capt. Darsito Hendro Saputro dari pernyataan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com.

Darsito mengatakan, pihaknya melihat antusiasme pelanggan untuk terbang dengan Thai Lion Air di berbagai destinasi mereka antara lain Bangkok dan Jakarta. Thai Lion sendiri mempunyai kesungguhan dalam mendukung aktivitas ekonomi antar kedua kota metropolitan terbesar masing-masing negara.

“Selain itu, penambahan penerbangan ini merupakan jawaban dari tingginya permintaan terhadap jasa transportasi udara di Asia Tenggara,” ujar Darsito.

Thailand masih menjadi salah satu primadona bagi wisatawan Indonesia, karena tetap jadi pilihan berwisata yang menyimpan berbagai jenis wisata. Bangkok sangat popular sebagai pusat perdagangan, bisnis serta ekonomi yang berada di tepi barat Sungai Chao Phraya sejak dua abad silam.

Jika ingin lebih fokus menjelajahi Negeri Gajah Putih, Thai Lion Air mengajak bertualang ke bagian Utara Thailand yang terkenal destinasi wisatanya yaitu di Chiang Mai dan Chiang Rai. Timur laut Thailand sangat khas adalah wilayah Khon Kean, Ubonrathani dan Udonthani. Sementara, Thailand Selatan memiliki ikonik seperti Krabi, Nakhon Si Thammarat, Phuket, Surat Thani, Hat Yai dan Trang.

Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, telah lama memberikan pengalaman yang menyenangkan dengan menawarkan bervariasi tempat wisata, belanja mewah dan jalan-jalan, gemerlap malam, kuliner khas nusantara serta bersenang-senang menikmati destinasi lain. Di Jakarta, wisatawan tidak akan pernah kekurangan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi.

Thai Lion Air optimis, peluncuran jadwal terbaru ini akan semakin menawarkan layanan udara yang nyaman dan terjangkau. Diharapkan bisa membawa lebih banyak wisatawan menuju Indonesia melalui Jakarta yang merupakan salah satu jalur bisnis dan perjalanan wisata. Lion Air Group senantiasa mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke dalam negeri, salah satunya dari Thailand. Grup maskapai ini berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mendatangkan 17 juta wisatawan ke tanah air. Para turis yang berkunjung dapat saling terhubung dengan menggunakan Lion Air, Batik Air, Wings Air, Malindo Air, Thai Lion Air untuk melakukan serta melanjutkan penerbangan.

Baca juga: Lion Air Group Beli 50 Unit Boeing 737 Max 10 Senilai Rp858 Triliun

Selain itu, diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand melalui pengembangan dan peningkatkan berbagai aktivitas di luar sektor sosial budaya, pariwisata dan perdagangan.

Berikut ini jadwal keberangkatan DMK-CGK, SL 116 pukul 09.00 dan SL 118 19.05 waktu Thailand. Sedangkan keberangkatan dari CGK-DMK SL 117 pukul 13.10 WIB dan Sl119 06.30 WIB.

KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang

Sebagai satu-satunya moda yang dapat menyeberangkan penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, keberadaan kapal-kapal ferry yang mengarungi luasnya Selat Sunda ini menarik untuk dibahas. Berada di bawah pengelolaan PT ASDP Indonesia Ferry, puluhan hingga ratusan ferry setiap harinya melakukan pelayaran dari pulau Jawa menuju pulau Sumatera, pun sebaliknya.

Baca Juga: Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni

Nah, dari sekian banyak ferry yang beroperasi di sini, ada satu armada yang mencuri perhatian banyak orang. Ya, Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Athaya yang merupakan salah satu armada kepemilikan PT Perusahaan Angkutan Ferry (Jemla Ferry). Berdasarkan pada pantauan langsung KabarPenumpang.com di Pelabuhan Merak (21/4/2018), sekilas, KMP Athaya ini bisa dibilang hampir tidak ada bedanya dengan ferry lain dari bagian luar.

Eskalator KMP Athaya. Sumber: istimewa

Namun persepsi tersebut langsung terbantahkan ketika Anda masuk ke bagian dalamnya. Sebuah eskalator tunggal akan menyambut dan mengantar Anda menuju dek penumpang yang berada tepat di atas dek kendaraan. Begitu masuk ke dek penumpang, gambaran pertama yang langsung terlintas di benak Anda adalah mewah.

Ya, bagaimana tidak, bagian dek penumpang di desain sedemikian rupa sehingga menyerupai hotel berbintang, lengkap dengan cafetaria, tangga melingkar khas hotel mewah, pendingin ruangan, dan beberapa buah TV yang memutar tayangan dari saluran televisi swasta. Layaknya KMP lain, dek penumpang dari kapal yang memiliki berat mati 3.096 ton ini terbagi menjadi dua ‘kubu’, yaitu lesehan dan tempat duduk.

Karpet yang dilapisi dengan kertas plastik tebal siap menyambut para penumpang yang hendak rebahan sembari menyebrangi Selat Sunda. Dua buah televisi, puluhan bantal empuk, dan sejumlah pedagang yang menjajakan makanan instan dan kopi siap menemani perjalanan Anda di ‘cluster’ lesehan.

Sebelum digunakan oleh pihak Jemla Ferry, kapal yang dirakit pada tahun 1995 ini pernah digunakan sebelumnya oleh pihak Jepang dengan nama Venus. Diperkirakan, Jepang mulai menggunakan kapal ini sejak tahun 2012 silam hingga awal 2017. Praduga ini semakin kuat dengan adanya tirai khas Jepang pada bagian toilet pria dan wanita yang ada di altar utama dek penumpang, lengkap dengan tulisan Jepangnya.

Baca Juga: PT ASDP Naikkan Tarif Ferry Merak- Bakauheni Hingga 14 Persen

Bagi Anda yang penasaran dengan sensasi berlayar khas hotel bintang lima, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup Rp15.000 untuk orang dewasa dan Rp8.000 untuk anak-anak, maka Anda sudah bisa menikmati kemewahan yang ditawarkan oleh KMP Athaya.

Gigih Lawan Petugas Keamanan Bandara, Penumpang American Airlines Diamankan Polisi Miami

Seorang pria diamankan dari pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 2446 di Miami setelah diduga menyentuh penumpang wanita tanpa izin. Kejadian tersebut sebelum pesawat lepas landas dari Miami menuju Chicago dan dilakukan oleh Jacob A Gracia.

Baca juga: Raba-Raba Seorang Remaja Putri, Penumpang United Airline Ditangkap FBI

KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (23/4/2018), dimana pacar seorang wanita di pesawat menghubungi awak kabin karena perlakuan Jacob pada pacarnya. Kemudian pihak awak kabin menghubungi bandara untuk meminta bantuan pihak berwajib mengamankan Jacob dalam pesawat tersebut.

Sebenarnya sebelum memanggil pihak berwajib, awak kabin telah lebih dahulu meminta secara baik-baik agar pria 28 tahun itu berpindah dari tempat duduknya. Namun bukannya berpindah, Jacob justru berteriak dan menghina awak kabin, sehingga awak kabin meminta bantuan pihak keamanan bandara.

“Kami memulai proses deplaning seluruh pesawat. Selama proses itu, pertengkaran fisik terjadi antar dua penumpang tersebut. Tetapi saat pihak kemanan berada di pesawat, penumpang menjadi agresif kepada petugas keamanan dari Departemen Kepolisian Miami-Dade,” ujar American Airlines melalui sebuah pernyataaan.

Tiga orang pihak keamanan yang melakukan penahanan terhadap Jacob dibuat kesulitan meski salah satu polisi telah mencengkram leher Jacob. Pasalnya Jacob saat akan di borgol terus melawan dan mencoba mengambil pistol dari salah satu petugas.

Sayangnya pistol tersebut tak bisa diambil karena tidak terlepas dari sarungnya. Untungnya pihak keamanan membawa taser atau alat kejut listrik untuk melemahkan Jacob.

“Kami mencoba mengamankannya dengan menggunakan taser, tapi itu tak mempengaruhinya. Kami tetap mencoba untuk mengendalikannya dan setelah sepuluh menit baru bisa diamankan dengan tenang,” ujar Polisi Miami-Dade Sgt Lazaro Llerena.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

Untungnya setelah berhasil ditangani, Jacob dibawa ke Turner Guilford Knight Correctional Centre untuk ditangani karena mencoba merampas senjata api milik petugas, kejahatan kriminal dan memiliki perilaku tidak tertib. Hingga Senin (23/4/2018), Jacob masih dalam tahanan karena belum jelas apakah dirinya memiliki pengacara atau tidak.

Diketahui karena hal ini penerbangan American Airlines yang dijadwalkan berangkat dari Miami ke 9.30 malam menjadi terlambat satu jam sekitar pukul 10.34 malam waktu setempat menuju Chicago.