Bandara King Abdulaziz Miliki Penanganan Bagasi Canggih Sepanjang 34,6 Kilometer

Kehilangan barang atau koper di bandara seringkali terjadi pada penumpang yang menyimpan tasnya di bagasi kargo. Biasanya kehilangan ini karena penumpang lain tak sengaja mengambil barang yang sama dengan punya Anda bahkan bisa saja salah masuk dalam penerbangan atau tidak dalam penerbangan yang sama dengan pemilik.

Baca juga: Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah

Namun, sebagai penumpang jangan panik jika barang hilang atau tertukar. Sebab dengan adanya layanan bagasi kalim, barang bisa kembali dengan selamat ke tangan Anda. Salah satu bandara yang memiliki penanganan bagasi klaim terbaik adalah Arab Saudi, khususnya di bandara King Abdulaziz, Jeddah.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman arabnews.com, ada beberapa curhatan penumpang yang didapati terkait kehilangan barang mereka di bandara Jeddah saat berkunjung ke Arab Saudi. Abdullah Omer, penumpang yang mengikhlaskan tasnya karena tidak menemukannya.

“Saya memang bila melakukan perjalanan tidak membawa apa-apa dengan saya di pesawat, tetapi waktu itu berbeda. Ternyata ada barang berharga di dalam tas dan mengingatnya ketika tiba di rumah. Saya tidak menghubungi maskapai karena yakin tas itu hilang,” ujar Omer.

Berbeda dengan Omer, Ola Hamed yang berangkat dari Yordania menuju Jeddah saat Umroh kehilangan tasnya dan panik karena tidak menemukannya saat menunggu di ban berjalan. Kemudian salah seorang anaknya yang bepergian dengan Hamed mengatakan untuk mengadukan kehilangan tersebut ke klaim bagasi.

Untungnya Hamed melaporkan kehilangan tasnya dan setelah dilacak, tas miliknya terbawa ke Nigeria secara tak sengaja. Sedangkan seorang pria Arab yang membeli jas di London untuk pernikahannya di Jeddah kehilangan tasnya.

“Saya membawa tas yang berisi jas pernikahan. Salah satu penumpang ternyata memiliki tas yang sama dengan saya dan mengambilnya. Tapi saya kemudian menyerahkan formulir kehilangan dan menuliskan apa saja yang ada di dalam tas itu dan untungnya di tas itu ada stiker yang berisikan nomor telepon saya. Satu jam kemudian saya mendapatkan telepon dari penumpang yang salah mengambil tas,” jelas Mohammed.

Reem Omer, petugas pelayanan pelanggan General Authority of Civil Aviation (GACA) mengatakan, dalam kasus kehilangan barang, penumpang sebaiknya secara pribadi memberitahukan dan menyerahkan formulir kehilangan ke bagasi klaim karena akan di bantu dalam pencariannya. GACA pada tahun 2017 pernah menulis di akun Twitter-nya, dimana jika bagasi telah rusak, hilang atau tertunda maka penumpang berhak mengkalim kompensasi.

Bandara King Abdulaziz atau King Abdulaziz International Airport (KAIA) baru akan dibuka pada Mei 2018, bandara baru ini menambahkan fitur penting untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi penumpang dan karyawan bandara lama. Bandara baru ini juga akan menjadi yang terbesar di dunia dan menjadi bandara tersibuk selama musim Haji.

Bandara baru tersebut diketahui memiliki menara observasi (ATC) setinggi 136 meter, salah satu yang tertinggi di dunia. Hal paling penting adalah akan adanya sistem penanganan bagasi penumpang canggih dengan panjang 34,6 km yang terhubung ke sistem keamanan multi-level terbaru.

Baca juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen

KAIA dikenal dengan terminal Hajinya, yang khusus dibangun untuk jamaah Umroh yang setiap tahun ke Mekah dan dapat menangani 80 ribu penumpang dalam satu waktu. Bandara ini juga memiliki masjid yang dapat menampung tiga ribu jamaah dengan halaman luar untuk shalat seluas 2.450 meter persegi, di samping lantai atas sebagai area sholat wanita yang akan menampung sekitar 700 orang.

Demi Kereta Cepat “Aero Train,” Cina dan Jepang Resmi Berkolaborasi

Seolah tiada henti menelurkan beragam teknologi baru, Cina dan Jepang terus berada di jalur persaingan demi memenangkan pasar, tidak terkecuali di sektor transportasi. Baru-baru ini, kedua negara kampiun industri ini saling bahu membahu dalam mengembangkan sebuah kereta berkecepatan tinggi yang mampu melesat hingga kecepatan 500 km per jam. Konsep Aero Train ini digadang bakal menandingi kecepatan yang kini dijawarai oleh Shanghai Maglev yang punya kecepatan 430 km per jam.

Baca Juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (26/4/2018), desain Aero Train ini sendiri terinspirasi dari burung albatros, salah satu jenis burung laut besar. Dengan menggunakan desain ini, kedua negara penghasil kereta cepat ini mempercayai bahwa mampu mencuri perhatian publik. Selain cepat, desainnya pun sangat menarik perhatian.

Menurut Lai Chenguang, seorang profesor dari Chongqing University of Technology menyebutkan bahwa pembuatan dan uji coba Aero Train versi pertama dan kedua ini telah dilakukan di Jepang. Semisal rampung kelak, kereta ini akan memangkas estimasi perjalanan dari Tokyo menuju Osaka, yang semula membutuhkan waktu dua setengah jam, menjadi satu jam saja.

Menggunakan dasar teknologi yang sama seperti Shanghai Transrapid, Aero Train ini pun mengaplikasikan gaya levitasi magnetik (maglev), yang menjadikan kereta tidak berjalan di atas rel. Adapun kehadiran sayap yang menyerupai huruf U ini membuat kereta lebih aerodinamis.

Menurut laporan dari Industry Leaders, kereta Shanghai Transrapid terkesan tidak efisien dan memiliki biaya pengoperasian yang diatas ambang, karena adanya hambatan angin yang khas di antara bagian bawah kereta maglev dan rel.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Tidak bisa dipungkiri, Cina memang salah satu eksportir kereta cepat ke seluruh dunia. Ini merupakan bagian dari program “Belt and Road Initiative”, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan hubungan perdagangan dan infrastruktur dengan negara-negara dari Asia ke Afrika.

Pada kesempatan yang sama, Lai Chenguang mengemukakan bahwa desain Aero Train yang menyerupai burung albatros ini pun mengadopsi teknik terbangnya, yaitu Dynamic Soaring untuk mencapai elevasi antara massa udara dengan kecepatan yang berbeda. Unik ya!

Tak Ada Lagi ‘Duty Free Shop’ di Bandara New Delhi

Sebelum keluar dari area imigrasi atau saat berada di area transit, umumnya para pelancong dirgantara senang berjalan-jalan di seputaran toko bebas pajak, alias duty free shop. Maklum di retail ini harga yang ditawarkan konon bisa lebih murah, lantaran tak ada pengenaan pajak penjualan. Namun buat Anda yang ingin belanja di Bandara New Delhi, India, kini harus lebih cermat.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Pasalnya, bandara internasional di Ibu Kota India kini punya kebijakan baru. KabarPenumpang.com merangkum dari timesofindia.indiatimes.com (23/4/2018),penumpang pesawat mau tak mau harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar pajak barang yang dibelinya di bandara.

Hal ini dikatakan oleh Authority for Advance Ruling (AAR), disebutkan bahwa gerai Duty Free di bandara Delhi tidak lagi bebas dari bea di bawah rezim baru. Padahal sebelumnya untuk belanja di Duty Free benar-benar dibebaskan dari pungutan pajak penjualan pusat dan pajak pertambahan nilai.

Ini dikarenakan penjualan dari toko-toko tersebut sebagai ekspor dan pasokannya terjadi di luar perbatasan bea cukai India. AAR dalam keputusannya baru-baru ini memberitahukan, bahwa pasokan barang kepada penumpang yang pergi keluar negeri dari toko Duty Free berada di luar perbatasan bea cukai India dan ada di bawah GST Act Terpadu.

Keputusan ini dianggap sebagai tanggapan terhadap aplikasi yang diajukan oleh Rod Retail Private Ltd yang memiliki gerai ritel di Terminal 3 keberangkatan internasional Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi.

“Outlet tersebut bukan di luar India tetapi hal yang sama ada di wilayah India sebagaimana didefinisikan dalam Bagian 2 (56) UU CGST, 2017 dan Bagian 2 (27) dari Undang-undang Bea Cukai, 1962, dan karenanya pemohon adalah tidak mengambil barang dari India dan karenanya persediaan mereka tidak dapat disebut ekspor berdasarkan Bagian 2 (5) dari Undang-Undang IGST, 2017, atau pasokan nol dinilai berdasarkan Bagian 2 (23) dan Bagian 16 (1) dari IGST Act, 2017. Dengan demikian, pemohon diharuskan membayar GST dengan tarif yang berlaku,” ujar putusan hasil tanggapan.

Mitra AMRG dan Rekanan Rajat Mohan mengatakan putusan itu akan membuat toko-toko ini tidak kompetitif melalui-yang-berada di luar bandara. Vonis ini akan membawa toko-toko bebas bea sejajar dengan toko-toko lain dan menghilangkan insentif bagi toko-toko tersebut untuk beroperasi di luar stasiun bea cukai setelah membayar sewa yang mahal.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

“AAR telah memungut retribusi GST pada premis pasokan yang tidak diambil di luar India oleh toko bebas bea dan karena tidak memenuhi syarat sebagai ekspor. Interpretasi yang sempit seperti di atas akan memerlukan peningkatan harga dan ketidakkaitan terkait untuk toko-toko Duty Free, yang merupakan penghasil devisa untuk India,” ujar Ernst and Young Pertenr Abhishek Jain.

Langkah yang diambil oleh AAR ini berdampak pada pengalaman belanja penumpang yang sama dengan saat belanja di luar karena harga Duty Free dengan di luar bandara menjadi tak berbeda.

Telat Sosialisasi, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta ke Kinabalu

Sebagai airlines andalan Lion Air Group dengan layanan premiumnya atau full service, Batik Air telah membuka rute internasionalnya ke Kinabalu, Malaysia sejak 20 Desember 2017 kemarin. Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Kota Kinabalu ini memiliki dua kali penerbangan dalam seminggu.

Baca juga: Thai Lion Tambah Frekuensi dari Don Mueang ke Soekarno-Hatta

Jadwal penerbangannya yakni setiap Rabu dan Minggu dengan frekuensi satu kali sehari baik dari Jakarta maupun Kinabalu. Keberangkatan dari Jakarta pukul 01.00 WIB dan tiba di Kinabalu pukul 05.00 waktu setempat. Sedangkan penerbangan dari Kinabalu pukul 06.00 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 07.55 WIB.

Adanya rute dari Jakarta menuju Kinabalu ini, tujuannya untuk menarik lebih banyak turis ke Indonesia dari kota di Malaysia ini ataupun sebaliknya. Capt. Achmad Lutfie, CEO Batik Air mengatakan, pada 26 April 2018 memperkenalkan kembali salah satu destinasi internasional menuju Kinabalu.

“Khususnya traveler, wajib mengunjungi dan sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Batik Air sangat memberikan apresiasi penuh atas antusiasme pelanggan dari Indonesia ke Kinabalu dan sebaliknya. Batik Air senantiasa menyediakan pilihan perjalanan terbaik bagi pelanggan, dalam bisnis atau berwisata. Kami memiliki keseriusan untuk selalu menghadirkan rute-rute yang sangat potensial bagi masyarakat. Rute regional ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan mobilitas arus orang, barang, sektor perekonomian, sosial budaya dan pariwisata,” ujar Achmad melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (26/4/2018).

Nantinya, pelanggan yang terbang dari Jakarta juga akan memiliki koneksi lanjutan dengan penerbangan Lion Air Group atau Malindo Air ke kota lainnya. Kini, Lion Air Group juga memberikan lebih banyak pilihan tujuan wisata serta bisnis di kedua negara.

Kinabalu mempunyai banyak tempat wisata yang mempesona. Kota Kinabalu merupakan ibu kota Sabah, Malaysia Timur, sangat popular terutama wisata alam dan bahari. Tujuan wisata terkenal ialah Gunung Kinabalu yang berbalut hutan hujan tropis di Taman Nasional Kinabalu. Berkunjung ke Kinabalu, wisatawan juga berkesempatan untuk berbelanja, karena kota ini dikenal sebagai sentra perbelanjaan dan industri.

Tak hanya itu pelaku bisnis lokal sudah dikenal lama dengan mengembangkan sumber daya alam sebagai salah satu kekayaan yang patut dipertahankan untuk memikat pengunjung dari luar. Sementara Jakarta telah menawarkan pusat perekonomian dan pemerintahan Indonesia, telah melekat bagi pengunjung sebagai tujuan wisata metropolitan.

Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia

“Batik Air berharap, kini para pelanggan setia yang ingin bepergian menuju Kota Kinabalu menggunakan pelayanan kelas premium bisa terakomodasi dengan baik dengan kenyamanan lebih selama penerbangan. Pelanggan dapat menikmati fasilitas in-flight entertainment, in-flight newspaper, in-flight meal dengan jarak antarkuris (seat pitch) luas,” papar Achmad.

Mampu Menahan Terjangan Angin 140 Km Per Jam, Inilah Karakteristik Garbarata

Hadirnya garbarata atau yang akrab disebut aerobridge di dunia aviasi global ini tentu membawa kemudahan tersendiri kepada para penumpang. Mereka tidak harus berpanas-panasan atau kehujanan ketika berjalan di tarmak untuk masuk ke dalam pesawat. Selain itu, garbarata ini sendiri bisa dibilang sebagai salah satu faktor yang mengindikasikan kemajuan sebuah bandara.

Baca Juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Nah, jika diperhatikan, garbarata sendiri memiliki bagian berkerut pada bagian ujungnya. Bagian ini juga merupakan salah satu partisi yang menggunakan material non-metal di jet bridge itu sendiri. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman quora.com, ternyata bagian yang menyerupai alat musik akordeon tersebut berfungsi untuk melindungi penumpang dari faktor cuaca seperti panas, hujan, angin, dan salju, dan faktor lain seperti jet blast mesin pesawat, suara bising dan debu.

Dapat dibayangkan jika garbarata yang terbuat dari mayoritas material metal, bertemu dengan body pesawat yang juga terbuat dari bahan metal? Tentu akan sulit untuk mengkoneksikan keduanya, bukan? Hadirnya bagian fleksibel tersebut pun dapat melindungi suhu di dalam garbarata sendiri, sehingga dapat mengikuti suhu di dalam ruang tunggu dan kabin penumpang.

Sumber: istimewa

Sekedar informasi, teknologi canggih garbarata atau jet bridge yang saat ini banyak digunakan diciptakan oleh Frank Der Yuen, dan digunakan pertama kali pada tanggal 26 Juli 1959 di Bandara San Francisco, Amerika Serikat. Garbarata ini sendiri menggunakan sistem Electro Mechanical yang dikendalikan pada sebuah control console (monitor Control Desk) yang berada di kabin dan dilengkapi dengan CCTV untuk memantau keadaan di sekitar garbarata. Sistem kendali ini menginterintegrasikan peralatan keselamatan dan alat sistem kendali elektronik.

Patut diketahui, tidak semua jadwal penerbangan dapat menggunakan fasilitas garbarata, dengan dalih keterbatasan parking stand. Garbarata sendiri dibangun dengan ketahanan terhadap angin yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 140 km per jam ketika tidak beroperasi, dan 90 km per jam ketika tengah beroperasi.

Baca Juga: Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Si belalai penghubung ruang tunggu dan mulut pesawat ini pun harus mampu menahan beban lebih dari lantai dan atap yang disebabkan oleh pergerakan penumpang, sebesar 200 kg/m2 dan 100 kg/m2. Tahukah Anda bahwa ternyata garbarata tidak hanya ada di dunia aviasi saja? Ya, fasilitas tambahan ini pun dapat Anda temui di pelabuhan, walaupun bentuknya berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Kendati dunia perkeretaapian global tengah diramaikan oleh armada bertenaga listrik yang digadang-gadang rendah emisi, namun bukan berarti kereta diesel elektrik (listrik) kehilangan pamornya. Dewasa ini, masih banyak armada kereta api dari berbagai penjuru dunia yang menggunakan kereta bertenaga hibrida semacam ini. Lalu terbesit sebuah pertanyaan, bagaimana bisa sebuah moda seperti kereta dapat beroperasi dengan menggunakan dua tenaga secara bersamaan?

Baca Juga: Kereta Listrik Diesel Keluaran Siemens, Solusi Pertumbuhan Populasi di Amerika

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman midcontinent.org, pengapian bahan bakar diesel akan mendorong piston terhubung ke generator listrik. Sementara itu, daya listrik yang dihasilkan akan terhubung ke roda lokomotif. Seperti itulah kira-kira gambaran sederhana dari cara kerja mesin diesel elektrik. Adapun mesin jenis ini ditemukan oleh Dr. Rudolph Diesel dan dipatenkan pada tahun 1892.

Mengapa kereta menggunakan bahan bakar diesel? Sebenarnya, bahan bakar diesel telah menjadi bahan bakar pilihan untuk penggunaan lokomotif karena volatilitasnya yang lebih rendah ketimbang bahan bakar lain. Volatilitas di sini maksudnya adalah sifat kecenderungan bahan bakar untuk berubah fasa menjadi fasa uap. Tekanan uap yang tinggi dan titik didih yang rendah menandakan tingginya volatilitas.

Selain tingkat volatilitasnya yang rendah, alasan lain dibalik penggunaan bahan bakar diesel adalah biayanya yang relatif lebih rendah dan bukan termasuk barang yang sulit untuk dicari.

Lalu, bagaimana dua tenaga ini bisa saling bersinergi? Awal-awal, bahan bakar diesel (solar) di simpan di dalam tangki penyimpanan dan dikirim ke mesin oleh pompa bahan bakar listrik. Mesin diesel ini sendiri merupakan mesin pembakaran internal yang terdiri dari beberapa silinder yang terhubung ke poros engkol (crankshaft).

Ketika bahan bakar dinyalakan oleh kompresi yang kuat, maka piston pun akan terdorong naik-turun. Gerakan dari piston ini lalu akan memutar poros engkol.

Mesin diesel yang terhubung ke generator utama akan mengubah penggunaan tenaga, yang semula menggunakan tenaga diesel akan dikonversikan menjadi tenaga listrik. Setelah itu, listrik yang telah dikonversi tadi kemudian didistribusikan ke motor traksi melalui sirkuit yang dibentuk oleh berbagai komponen switchgear (panel distribusi yang menyalurkan beban ke panel-panel yang kapasitasnya lebih kecil).

Baca Juga: GE CC200, Lokomotif Diesel Elektrik Perdana di Indonesia, Ikut Sukseskan KTT Asia Afrika 1955

Para teknisi yang merancang mesin diesel-elektrik semacam ini mengontrol output daya lokomotif yang dikendalikan oleh arus medan eksitasi ke setiap belitannya dengan menggunakan throttle (yang dikendalikan secara elektrik). Semakin banyak bahan bakar yang disuntikkan ke silinder mesin, maka semakin meningkat pula output listriknya.

Setiap motor traksi secara langsung diarahkan ke sepasang roda penggerak. Penggunaan listrik sebagai “transmisi” untuk lokomotif jauh lebih andal ketimbang menggunakan transmisi mekanis dan kopling.

Jadi, sekarang sudah ada gambaran kan bagaimana kedua tenaga ini bisa saling bersinergi menggerakkan lokomotif?

Pat Green, 32 Tahun Mengabdi Sebagai Pramugari Kereta Api

Tak bisa dipungkiri, kereta juga punya pramugara/pramugari atau train attendant. Tugas mereka pun sebenarnya tak terlalu jauh berbeda dengan flight attendant dalam sebuah penerbangan milik maskapai.

Baca juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Kenali Sosok Train Attendant PT KAI

Train attendant sendiri, di Indonesia sudah ada sejak masa PT Kereta Api Indonesia (KAI) bernama Perumka ataupun DKA. Biasanya sebelum melakukan tugas di dalam gerbong, para train attendant ini membantu penumpang dengan memberikan petunjuk gerbong dimana penumpang harus naik saat masih di peron stasiun.

Scrapbook milik Pat Green yang berisi kumpulan fotonya bersama petugas stasiun dan penumpang (www.desmoinesregister.com)

Jika di Indonesia biasanya train attendant ini berperawakan cantik dengan tinggi dan berat badan proporsional, tetapi berbeda dengan train attendant yang satu ini.

Seorang wanita bernama Pat Green sudah bekerja selama 32 tahun di stasiun Osceola Amerika Serikat. Bisa di katakan wanita 78 tahun ini sudah mengabdi dengan dunia perkeretaapian Amerika Serikat dari dirinya masih muda. KabarPenumpang.com yang merangkum berita tentang Green dari desmoinesregister.com mendapatkan bahwa dirinya jarang sekali melewatkan satu hari selama 32 tahun bekerja atau bisa dikatakan tak pernah meminta libur atas pekerjaannya tersebut.

Catatan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta di stasiun Osceola (www.desmoinesregister.com)

Bahkan bisa dikatakan dalam satu tahun tepatnya selama 365 hari, Green melakukan pekerjaannya setiap pagi dan malam hari ketika kereta api penumpang Amtrak datang dan berhenti di stasiun Osceola di Lowa. Green diketahui merupakan satu-satunya petugas yang membantu penumpang naik atau turun dari kereta Amtrak menuju perjalan selanjutnya.

Baca juga: Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood

Diusia yang tak lagi muda, Green sudah mengabadikan dirinya selama bekerja di stasiun Osceola salah satu stasiun di Amerika Serikat tersebut baik dengan penumpang, masinis, teknisi dan pekerja stasiun lainnya. Dokumentasi yang diabadikannya dengan foto di simpannya dalam sebuah buku atau yang biasa dikenal dengan scrapbook.

Tak hanya itu, para pekerja stasiun baik itu masini, teknisi atau staf lainnya sudah di anggap keluarga sendiri oleh Green. Ada suatu waktu Green berbagi bunga kertas yang dibuat dari kertas musik bekas dan dibagikan kepada penumpang. Saat ini, Green juga memiliki catatan waktu kedatangan dan keberangkatan kereta di Osceola yang ditulisnya dengan tulisan tangan.

Lakukan Rekrutmen dan Tes Online, Perusahaan Kereta Api India Selamatkan Hutan

Pemanasan global setiap tahunnya meningkat dan membuat suhu bumi semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah pembabatan hutan besar-besar, dimana hutan adalah paru-paru dunia.

Baca juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India

Kereta Api India, baru-baru ini membantu mengurangi pemanasan global dengan melakukan perekrutan karyawannya dengan cara online. Tak hanya itu, tes yang dilakukan juga melalui online tanpa selembar kertas.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman economictimes.indiatimes.com (24/4/2018), keputusan yang dilakukan kereta api India ini ternyata sudah menghemat setidaknya 7,5 lakh kertas atau hampir setara dengan menyelamatkan 10 lakh pohon. Sebagai informasi, di India lakh adalah satuan nilai, yang menyiratkan 1 lakh sama dengan 100 ribu.

“Ada 62 ribu pos yang melibatkan awak pemeriksaan jejak dan yang lain terkait dengan peningkatan keselamatan, sementara lebih dari 26 ribu posting berhubungan dengan driver mesin dan teknisi, untuk ini, lebih dari dua orang crore telah diterapkan,” ujar petugas perkerutan kereta India.

Ujian online ini akan diadakan di 300 tempat dan saat ini pihak kereta api masih menyelesaikan perinciannya. Tak hanya untuk menyelamatkan pohon yang menjadi paru-paru dunia, ujian online ini juga dilakukan untuk menghindari bocornya soal ujian kepada peserta colon petugas di kereta api India.

“Satu pelamar biasanya membutuhkan tiga sampai empat lembar kertas ukuran A4 untuk menulis ujian. Jadi, dengan seluruh tes melalui online, perusahaan kereta api telah menyelamatkan sejumlah besar lembar kertas,” kata petugas itu lagi.

Dengan tes tersebut, pihak kereta India mengklaim bahwa pihaknya melakukan perekrutan online terbesar di dunia. Sebab, bukan hanya menyediakan ribuan pekerjaan tetapi proses yang dilakukan juga melakukan penghematan kertas dan pohon sebagai bahan bakunya dengan jumlah yang cukup besar.

Sebelum tes yang sesungguhnya akan dilakukan, maka pihak kereta api India juga melakukan tes percobaan sebelum yang sesungguhnya untuk memberikan kesempatan pelamar dalam membiasakan diri dengan proses ujian berbasis komputer.

“Sistem Aplikasi Online telah menyelamatkan kandidat dari kekhawatiran dan ketidakpastian tentang penundaan pos atau tidak terkirimnya aplikasi mereka. Mereka yakin pengajuan aplikasi mereka dan mendapatkan SMS dan pemberitahuan email pada berbagai tahap perekrutan. Pemeriksaan berbasis komputer memberikan kandidat fleksibilitas untuk beralih antara bahasa pertanyaan dan meninjau kembali dan merevisi jawaban mereka, jika diperlukan,” ujar Kementerian Perkeretaapian India.

Kementerian mengatakan tidak akan ada wawancara dalam pemeriksaan tes online ini dan sistem pengunggahan kunci jawaban telah diperkenalkan untuk meningkatkan transparansi dan keadilan.

Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

“Dalam Tes Berbasis Komputer, para kandidat diperlihatkan kertas pertanyaan mereka, menjawab buklet bersama dengan kunci jawaban yang benar. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan mengenai kebenaran kunci pertanyaan dan jawaban, jika ada,” kata Kementerian.

India Punya Lifeline Express, Kereta “Rumah Sakit” Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Bila di Indonesia PT KAI mengoperasikan Rail Clinic, yakni klinik berjalan di atas rel yang mengandalkan platform Kereta Rel Diesel (KRD). Maka jauh lebih komplit dari ‘sekedar’ klinik, di India ada yang disebut kereta rumah sakit dengan label Lifeline Express. Banyaknya penduduk miskin yang minim dukungan fasilitas kesehatan menjadi latar dari gagasan diluncurkannya Lifeline Express.

Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

KabarPenumpang.com yang melansir dari thequint.com (24/4/2018), didapatkan fakta bahwa  beberapa provinsi di India masih langka akan pelayanan kesehatan yang layak, bahkan dokter spesialis pun hanya bisa ditemukan di kota-kota besar di India seperti Mumbay, Bangalore dan New Delhi.

Belum lama ini, seorang buruh di India, Bhawri Devi mengira dirinya sekarat karena kehilangan pendengannya. Devi sempat pergi ke rumah sakit milik pemerintah di dekat desa terpencilnya di negara bagian Rajasthan untuk dirawat.

Gerbong yang digunakan untuk rumah sakit (www.thequint.com)

Sayangnya rumah sakit itu pun tidak memiliki dokter spesialis yang bisa menangani penyakit Devi. Sehingga dia memutuskan untuk kembali kerumahnya.

“Saya bahkan tidak punya 5000 rupee,” ujar buruh yang berusia 41 tahun itu saat kembali kerumahnya di Jalore.

Tak lama Devi keluar dari rumah sakit, beberapa hari kemudian, muncul berita bahwa dokter-dokter spesialis akan datang ke Rajasthan dan membuka pengobatan gratis. Para dokter spesialis ini datang awal April 2018 dengan menggunakan Lifeline Express.

Kereta dengan tujuh gerbong ini diubah menjadi rumah sakit berjalan, dan ternyata kereta rumah sakit ini sudah 27 tahun berkeliling India untuk membantu pengobatan masyarakat tak mampu seperti Devi di daerah yang langka akan pelayanan kesehatan. Ranjnish Gourh seorang dokter yang juga COO Impact India Foundation, mengatakan, sejak diluncurkan 1991 silam, Lifeline Express telah membantu 1,2 juta masyarakat India.

Dengan penduduk 1,3 miliar jiwa, India menjadi salah satu negara diantara yang terendah terkait pengadaan alat untuk perawatan kesehatan. Sehingga dengan hadirnya rumah sakit berjalan seperti Lifeline Express membuat kesenjangan sosial antar masyarakat dapat berkurang.

Perdana Menteri Narendra Modi pada Februari 2018 lalu meluncurkan skema yang bertujuan untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan pada 500 juta orang. Namun, para kritikus mengatakan rencana tersebut tidak mungkin berhasil kecuali sistem kesehatan masyarakat meningkat secara dramatis.

Lifeline Express sendiri dihiasi dengan karangan bunga mahoni dan kereta berwarna biru langit yang diparkir di stasiun Jalore, beberapa orang mengiranya sebagai kereta penumpang baru. Fasilitas medisnya sendiri akan menyaingi banyak rumah sakit umum India.

Baca juga: LIfeline Express India, Kereta “Rumah Sakit” Pertama di Dunia

Lifeline Express sendiri mempekerjakan 20 staf paramedis permanen, dengan sebagian besar dokter sukarela dari perguruan tinggi kedokteran terdekat atau rumah sakit di sekitaran. Biasanya, ia menghabiskan sebulan di sebuah distrik, melakukan operasi mulai dari katarak dan kanker dan bedah ortopedi. Tujuannya bukan untuk bersaing dengan sistem kesehatan masyarakat India, tetapi mendukungnya. “Kita tidak bisa memiliki seratus Lifeline Expresses di negara ini,” kata Gourh.

Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal setuju untuk menyediakan kereta kedua pada pertemuan dengan pejabat Lifeline Express pada Februari.

Sambut Olimpiade Musim Dingin 2022, Beijing Siapkan Kereta Cepat “Olympic”

Baru usai Olimpiade musim dingin di korea Selatan, Cina yang akan menjadi tuan rumah pada Olimpiade musim dingin Beijing dan Paralimpiade pada 2022 mendatang sudah mempersiapkan diri untuk perhelatan akbar empat tahunan tersebut. Kali ini untuk mempermudah para kontingen dan yang terlibat lainnya, China Railway menghadirkan kereta berkecepatan tinggi yang diberi label Olympic.

Baca juga: 10 Fakta Seputar Kereta Cepat di Cina

KabarPenumpang.com melansir dari laman railjournal.com (24/4/2018), China Railway Coporation (CRC) pada 23 April 2018 kemarin baru saja mengungkapkan rincian armada terbarunya tersebut. Nantinya armada kereta berkecepatan tinggi ini akan melayani kontingen olah raga ke tempat-tempat perhelatan akbar Olimpiade musim dingin Beijing 2022.

Diketahui, kereta tersebut akan melaju dengan kecepatan 350 km per jam dan ini merupakan pengembangan dari CR400BF Fuxing EMU yang sudah ada. Kereta tersebut adalah yang biasa digunakan pada jalur kecepatan tinggi ini dari Beijing menuju Shanghai dan diberikan sejumlah peningkatan untuk kenyamanan dan mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan kereta cepat.

Nantinya satu set prototipe akan diluncurkan sebelum akhir tahun dan uji coba akan selesai pada 2019 mendatang. Konfigurasi gerbong kereta yang disediakan standar alias sama dengan kereta cepat lainnya.

Namun, kereta cepat yang satu ini akan dilengkapi dengan rak ski dan kompartemen media dengan WiFi berkecepatan tinggi untuk menyiarkan siaran olimpiade secara langsung. Nantinya armada kereta cepat ini juga akan dikerahkan di jalur utara Beijing di Zhangjiakou sepanjang 174 km yang menyediakan koneksi cepat bagi para penonton yang ingin melakukan perjalanan dari ibu kota ke Taizicheng di Chongli County.

Baca juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

Chongli County yang dekat dengan Zhangjiakou sendiri diketahui menjadi salah satu dari dua tempat untuk arena pertandingan ski pada Olimpiade musim dingin 2022 mendatang. Jalur ini juga akan dilengkapi dengan Operasi Kereta Otomatis atau Automatic Train Operation (ATO) diatas China Train Control System (CTCS) level 3. CRC mengatakan penggunaan ATO pada jalur kereta cepat sendiri akan meningkatkan kapasitas dan mengurangi konsumsi energi.