Sebaiknya Anda Tahu, Inilah Jenis-jenis Pintu pada Pesawat ‘Penumpang’

Bicara tentang pesawat penumpang, maka tak bisa dilepaskan dari keberadaan beragam jenis pintu. Tentu banyaknya pintu pada pesawat terkait dengan jenis dan besarnya pesawat itu sendiri. Nah, tahukah Anda jenis-jenis pintu yang umumnya ada pesawat?

Baca juga: Fitur-Fitur Rahasia di Kabin Pesawat, Salah Satunya Bisa Buka-Kunci Pintu Toilet dari Luar

Ada beberapa jenis pintu pesawat yang digunakan untuk memungkinkan penumpang masuk dan keluar dari pesawat serta pintu untuk memuat dan membongkar kargo. Berikut adalah beberapa jenis pintu pesawat yang umum digunakan:

1. Pintu Utama (Main Door)
Pintu utama adalah pintu besar yang terletak di depan pesawat. Ini adalah pintu utama yang digunakan untuk masuk dan keluar penumpang sebelum dan setelah penerbangan.

Ilustrasi pintu pesawat dibuka saat di udara. Foto: Istimewa

2. Pintu Darurat (Emergency Door)
Pintu darurat adalah pintu tambahan yang dirancang untuk digunakan dalam situasi darurat, seperti evakuasi pesawat. Pintu-pintu ini memiliki penutup berwarna merah dan biasanya memiliki tangga terkait.

3. Pintu Darurat di Sayap (Wing Emergency Door)
Beberapa pesawat memiliki pintu darurat tambahan yang terletak di sayap pesawat. Pintu ini digunakan dalam situasi darurat untuk evakuasi cepat.

penumpang wanita di sayap pesawat Ukraine International Airlines (okezone.com)

4. Pintu Kargo (Cargo Door)
Pintu kargo adalah pintu yang digunakan untuk memuat dan membongkar kargo di bagian kargo pesawat.

5. Pintu Bagasi (Baggage Door)
Pintu bagasi adalah pintu yang digunakan untuk memasukkan dan mengeluarkan bagasi penumpang ke dalam pesawat.

6. Pintu Kokpit (Cockpit Door)
Ini adalah pintu yang menghubungkan kokpit dengan kabin pesawat. Biasanya memiliki akses terkunci dan hanya dapat diakses oleh awak kokpit.

Ilustrasi pintu kokpit terbuka sebelum lepas landas atau selama boarding. Foto: Jalopnik

7. Pintu Darurat dalam Kabin (Cabin Emergency Door)
Di beberapa pesawat, ada pintu darurat tambahan di dalam kabin yang dapat digunakan untuk evakuasi dalam situasi darurat.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Pilihan dan jumlah pintu pesawat dapat berbeda-beda tergantung pada jenis pesawat, produsen, dan model. Setiap jenis pintu memiliki fungsi dan peran tertentu dalam keselamatan dan efisiensi operasional pesawat. Pintu-pintu ini dirancang untuk memenuhi standar keselamatan yang ketat untuk operasi penerbangan.

Padahal Sudah Pegang Tiket, Ini Sebab Calon Penumpang Rela Antre di Depan Gate Boarding

Yang satu ini tak hanya terjadi di Indonesia, meski calon penumpang pesawat yang berada di ruang boarding sudah memiliki tiket, tapi tetap saja saat akan masuk ke garbarata, maka akan terjadi antrean. Mengantre di gate boarding bandara meskipun sudah memiliki tiket tempat duduk adalah tindakan yang seringkali tidak perlu.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Tentu ada alasan tersendiri, mengapa puluhan atau bahkan ratusan sampai antre berdiri lama, yang kadang-kadang membuat akses jalan menjadi sulit dilalui. Dikutip dari forum quora.com, berikut beberapa alasan yang melatarbelakangi calon penumpang antre meski sudah memegang tiket pesawat.

1. Ketakutan Kehilangan Penerbangan
Beberapa penumpang mungkin takut melewatkan pesawat mereka jika mereka tidak masuk ke dalam antrean secepat mungkin. Mereka mungkin merasa bahwa mengantre lebih awal adalah cara untuk memastikan bahwa mereka akan segera bisa naik pesawat.

2. Ketidakpahaman Prosedur Boarding
Bagi penumpang yang kurang berpengalaman dalam bepergian udara, prosedur boarding mungkin tidak selalu jelas. Mereka mungkin mengira bahwa harus mengantre di gate untuk mendapatkan tempat duduk yang lebih baik atau untuk menghindari kebingungan.

3. Sifat Manusia
Sifat manusia termasuk dalam kebiasaan dan norma sosial. Beberapa penumpang mungkin merasa “lebih aman” atau lebih nyaman jika mereka berada dalam antrean bersama dengan orang lain.

4. Kompetisi Bagi Ruang Bagasi Atas
Dalam beberapa kasus, penumpang mungkin ingin memastikan bahwa mereka memiliki akses terlebih dahulu ke ruang bagasi atas untuk menyimpan barang bawaan mereka. Meskipun maskapai biasanya memiliki kebijakan yang mengatur penggunaan ruang bagasi atas, beberapa penumpang tetap ingin memastikan bahwa mereka memiliki bagasi kabin yang tak jauh dari tempat duduknya

Namun, dalam kebanyakan kasus, ketika Anda sudah memiliki tiket dan tempat duduk yang ditentukan, tidak ada kebutuhan untuk mengantre di gate sebelum waktu yang ditentukan untuk pemeriksaan tiket dan papan pesawat. Jika Anda memiliki kursi yang ditentukan, Anda bisa duduk nyaman sampai saatnya untuk proses boarding.

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

Pengantrean yang berlebihan di depan gate mungkin hanya menambah kerumitan bagi penumpang lain dan awak kabin. Sebaiknya, penumpang diizinkan untuk masuk pesawat sesuai dengan kelompok atau zona penerbangan mereka sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan.

Ini Daftar 9 Pelabuhan Laut Tersibuk di Indonesia

Pelabuhan merupakan tempatnya kapal-kapal bersandar baik untuk penumpang maupun peti kemas. Anda pasti tahu kalau Indonesia adalah Negara kepulauan yang sebagian besarnya adalah perairan. Sehingga setiap sudut pulau di Indoensia memiliki pelabuhan untuk kapal-kapal tersebut untuk bersandar.

Baca juga: “Tanjung Perak Tepi Laut”, Riwayat Pelabuhan Kedua Tersibuk di Indonesia

Pernah terpikir untuk naik kapal laut atau kapal pesiar? Atau Anda sama sekali tidak pernah datang atau naik kapal dari pelabuhan? Sayang bila Anda sama sekali tidak pernah merasakannya, padahal di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan ini, pelabuhan adalah satu dari jalur perekonomian baik nasional maupun internasional. Karena pelabuhan di Indonesia ada beberapa yang menjadi pelabuhan tersibuk dan mungkin tak pernah tidur dalam 24 jam.

Mungkin Anda berpikir lebih cepat menggunakan pesawat atau kereta api untuk menikmati pemandangan, sehingga Anda akan lebih memilik ke stasiun ataupun bandara. Tapi tidak ada salahnya bila Anda akan liburan dan memiliki waktu yang banyak untuk menggunakan kapal laut atau ferry untuk menyeberang menuju tempat Anda berlibur.

Berikut ini ada beberapa pelabuhan di Indonesia yang besar dan tersibuk.

Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan yang terletak di Jakarta Utara ini melayani kapal penumpang dan peti kemas, Tanjung Priok merupakan pelabuhan tersibuk nomor satu di Indonesia. Ini terlihat dari saat mudik atau libur tahun baru banyak masyrakat yang menggunakan kapal laut untuk mudik. Tak hanya itu, bila Anda memasuki kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Anda juga akan melihat peti kemas yang akan di angkut melalui kapal penumpang atau peti kemas.
createimage_smallPelabuhan Tanjung Perak
Pelabuhan tersibuk nomor dua di Indonesia ini terletak di Surabaya, Jawa Timur. Di pelabuhan ini, Anda akan takjub dengan terminal dan kapal pesiar yang bersandar di salah satu dermaganya. Dikatakan tersibuk, karena Tanjung Perak juga memiliki letak yang strategis untuk perdaganga ke Indonesia Timur.

Pelabuhan Merak
Pelabuhan yang menjadi jalur penyebrangan kapal ferry menuju pulau Sumatera ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Di Merak, Anda akan melihat bus, kendaraan pribadi, masyarakat yang akan menumpang kapal ferry untuk menyeberang ke Sumatera melewati Selat Sunda. Pelabuhan yang memiliki 6 dermaga ini setiap harinya melayani perajalanan kapal ferry sebanyak 50 perjalanan ke Bakauheni.

Pelabuhan Bakauheni
Pelabuhan yang terletak di ujung selatan pulu Sumatera ini tepatnya di Lampung, menjadi salah satu pelabuhan tersibuk sebagai jalur penyeberangan. Tak hanya menyeberangkan orang, pelabuhan terbesar dengan fasilitas yang lengkap ini juga menjadi pelabuhan yang mengirimkan barang dari Sumatera menuju pulau Jawa.
harbour-bayPelabuhan Belawan
Pelabuhan terpenting di Pulau Sumatera ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Tahun 2013 lalu, pelabuhan yang berada di Sumatera Utara ini mampu melayani bongkar muat peti kemas hingga 1,2 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) pertahunnya dan meningkat hingga 2 juta TEUs pertahunnya. Bukan hanya sebagai pelabuhan peti kemas, pelabuhan ini juga mengangkut penumpang dengan kapal laut tujuan nasional ataupun internasional.

Pelabuhan Harbour Bay
Pelabuhan yang terletak di Batam ini, merupakan jalur pengakutan penumpang baik dalam maupun luar negeri. Dari sini pun bukan hanya kapal cepat atau ferry saja yang berlbuh, kapal pesiar juga mengangkut penumpang dari pelabuhan ini. Tak hanya ramai oleh pengunjung yang datang ataupun pergi dari Batam, pelabuhan ini juga menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Sayangnya pelabuhan ini hanya untuk penumpang, sedangkan untuk peti kemas ada di pelabuhan Batam Center.

Pelabuhan Tanjung Emas
Tak berbeda jauh dengan palbuhan lainnya, di Tanjung Emas ini juga disibukkan dengan pelayarannya baik penumpang maupun peti kemasnya.
Pelabuhan-Tanjung-Emas-SemarangPelabuhan Ketapang
Pelabuhan yang terletak di Banyuwangi ini sama seperti Merk dan Bakauheni yang menjadi pelabuhan untuk penyeberangan penumpang melalui kapal ferry. Pelabuhan yang menjadi salah satu gerbang jalur masuk dari Jawa menuju Bali ini disibukkan dengan ratusan kapal ferry yang berlabuh di pelabuhan ini.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Pelabuhan Soekarno-Hatta
Bukan hanya bandara saja yang memiliki nama Soekarno-Hatta, namun pelabuhan di Makassar ini juga menjadi pelabuhan tersibuk. Terlihat kesibukan di peti kemasnya maupun penumpang yang akan menaiki kapal menuju pulau lainnya.
pelabuhan-petikemas-makassar

Dikendalikan Langsung oleh Pilot, Inilah Kondisi Dimana ‘Seatbelt Sign’ Harus Dinyalakan

Tanda sabuk pengaman (seatbelt sign) selalu kita lihat dalam penerbangan. Lantaran merupakan tanda penting yang wajib diperhatikan untuk keselamatan penumpang, maka kendali yang menyalakan dan mematikan seatbelt sign adalah pilot secara langsung. Sudah barang tentu ada ketentuan, mengenai kapan seatbelt sign dinyakan atau sebaliknya.

Baca juga: Dirancang Tahan Tekanan dan Tarikan, Sabuk Keselamatan Penumpang Pesawat Terbuat dari Bahan Ini

Pilot pesawat umumnya menginstruksikan penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan saat pesawat berada dalam kondisi berikut:

1. Landing dan Takeoff
Selama fase lepas landas (takeoff) dan pendaratan (landing) pesawat, sabuk keselamatan biasanya harus dikencangkan oleh semua penumpang. Fase-fase ini adalah momen kritis selama penerbangan, dan mengenakan sabuk keselamatan adalah tindakan yang diperlukan untuk melindungi penumpang dari guncangan atau turbulensi yang mungkin terjadi.

2. Turbulensi
Ketika pesawat mengalami turbulensi, baik yang terduga maupun yang tidak terduga, pilot akan menginstruksikan penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan. Turbulensi adalah gerakan tiba-tiba dan tidak terduga yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan penumpang, jadi mengenakan sabuk keselamatan adalah tindakan yang bijaksana.

3. Kondisi Cuaca yang Buruk
Jika pesawat masuk ke dalam kondisi cuaca buruk atau mengalami kondisi cuaca ekstrim, pilot akan meminta penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan. Cuaca buruk dapat menciptakan guncangan udara dan getaran pesawat yang dapat memengaruhi penumpang.

4. Instruksi Pilot atau Awak Kabin
Penumpang juga diharapkan untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh pilot atau awak kabin. Jika ada instruksi untuk mengenakan sabuk keselamatan, baik itu sebagai tindakan pencegahan atau dalam respons terhadap situasi tertentu, penumpang seharusnya patuh.

Baca juga: Mengapa Penumpang Harus Tetap Duduk Pakai Sabuk Pengaman Setelah Pesawat Mendarat?

Selain situasi di atas, penumpang juga disarankan untuk menjaga sabuk keselamatan terkencang selama seluruh penerbangan, terutama jika mereka duduk di kursi mereka. Ini adalah tindakan yang bijaksana untuk menjaga keamanan pribadi selama penerbangan, terutama jika pesawat mengalami turbulensi yang tak terduga.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Stasiun Manggarai, menjadi salah satu tombak perkeretaapian Indonesia khususnya di Jakarta. Hal ini dikarenakan Stasiun Manggarai selain menjadi salah satu stasiun tersibuk juga menjadi salah satu stasiun terbesar di jantung ibu kota Jakarta.

Baca juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Stasiun Manggarai saat ini memiliki 14 jalur kereta dengan letak berada di persimpangan tujuh arah Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, Dipo Bukit Duri, Pengawas urusan kereta serta Balai Yasa Manggarai. Tak hanya menjadi perlintasan jalur commuter dan luar kota, stasiun ini juga menjadi tempat penyimpanan kereta jarak jauh seperti KA Jayabaya, Gaya Baru Malam Selatan, Majapahit, Brantas dan Kertajaya. Biasanya rangakaian KA ini disimpan di sepur simpan stasiun Manggarai.

My Manggarai

Dilansir dari Wikipedia.org, Sebelum menjadi sebuah stasiun, Manggarai merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores. Kemudian berkembang menjadi Gementee (Kotamadya) Meester Cornelis. Sejak tahun 1873, sudah ada jalur kereta api Jakarta-Bogor yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Nederlansch-Indische Spoorweg Maatschappji (NISM). Kemudian Stasiun Manggarai mulai dibangun pada 1914 dan diresmikan 1 Mei 1918. Sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis dan menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut.

Salah satunya pembongkaran stasiun Boekitduri dan pembangunan stasiun baru di Manggarai yang kita lihat sampai saat ini. Pembangunan Stasiun Manggarai ini dipimpin oleh seorang arsitektur Belanda bernama Ir. J Van Gendt. Selain stasiun, Van Gendt juga membangun sekolah pedidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas untuk para pegawai SS di sekitaran stasiun Manggarai.

Salah satu stasiun terbesar di Jakarta ini memiliki bengkel paling besar dan lengkap yang dimiliki SS untuk merehabilitasi dan merakit ulang kereta, gerbong dan lokomotif uap. Selain menjadi salah satu stasiun yang berperan penting dalam operasional jalur SS di Batavia (Jakarta), stasiun ini juga menjadi salah satu stasiun bersejarah. Buktinya yakni pada 1945, dalam suasana kemerdekaan, stasiun ini diambil alih oleh puluhan ribu demonstran massa pemuda dan buruh kereta api setelah melakukan long march dari stasiun Jakarta Kota. Kemudian 3 Januari 1946 silam, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan, deretan gerbong barang diletakkan pada jalur satu. Pada pukul tujuh malam, KLB yang dinaiki rombongan Soekarno melintas perlahan dari Pegangsaan melalui jalur 4.

brilio.net
brilio.net

Tak hanya menjadi salah satu stasiun sejarah, Manggarai juga menjadi stasiun dengan cerita-cerita mistis. Ini karena stasiun Manggarai memiliki areal yang luas untuk meletakkan gerbong-gerbong kereta. Namun, banyak dari gerbong dan lokomotif yang di simpan ini rusak akibat kecelakaan kereta yang merenggut banyak korban jiwa penumpangnya.

Baca juga: Dibangun Tahun 1897, Jalur Kereta Lori Pertama di Indonesia Hubungkan Manggarai-Pulomas

Salah satu lokomotif pemeliharaan rel kereta yakni krane kereta yang digunakan untuk mengangkut gerbong saat tragedi Bintaro ikut anjlok secara misterius di stasiun ini. Sayangnya areal ini, tidak bisa dimasuki secara bebas oleh masyarakat umum, namun cerita-cerita mistis di stasiun ini tak bisa hilang karena gerbong dan lokomotif rusak masih ada di sini.

Mengapa Ada Batasan Ketinggian Terbang untuk Pesawat? Ini Jawabannya

Bagi travelers yang kerap bepergian naik pesawat, mungkin di beberapa momen pernah mendengar awak kabin menginformasikan pada ketinggian berapa pesawat berada. Di saat yang bersamaan, kadang kala muncul pertanyaan, mengapa harus pada ketinggian tersebut dan tidak berada di ketinggian lain?

Baca juga: Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

Jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin memang tidak mudah. Namun, secara kemampuan, masing-masing pesawat tentu saja mempunyai batasan terbang. Bila dipaksakan, mungkin pesawat akan mengalami shutdown engine, restart engine, atau bahkan overheat dan terbakar karena telah mencapai ketinggian maksimum. Airbus A380, misalnya, bisa terbang maksimum atau ‘service ceiling’ di ketinggian 43 ribu kaki. Demikian juga dengan Boeing 787 787-8 dan -9 yang bisa terbang maksimum pada ketinggian tersebut.

Adapun pesawat komersial yang mampu dan diizinkan terbang di ketinggian lebih dari itu, tepatnya di ketinggian 60 ribu kaki lebih, hanya pesawat supersonik Concorde dan Concorde dari Rusia, Tupolev Tu-144. Ada beberapa hal yang membuatnya mampu dan diizinkan terbang di ketinggian tersebut, mulai dari efisiensi hingga teknologi.

Dikutip dari Simple Flying, prinsipnya, semakin tinggi terbang, udara akan lebih ringan, sedikit resistensi angin, lebih banyak daya, lebih sedikit usaha, dan lebih sedikit hambatan. Hal itu berarti, beban kerja mesin akan menjadi berkurang dan output-nya pesawat akan lebih hemat bahan bakar. Kemudian, dengan kecepatan supersonik, kedua pesawat tersebut tak akan mampu mencapai kecepatan yang diharapkan bila berada pada ketinggian di bawah itu, di samping lalu lintas yang lebih padat dan membahayakan pesawat lainnya bila terbang dengan kecepatan penuh.

Selain itu, kedua pesawat tersebut juga didukung sejumlah teknologi yang memungkinkan untuk terbang di ketinggan tersebut, seperti jendela yang lebih kecil (bahkan tak lebih besar dari ukuran tangan orang dewasa) untuk meminimalis dekompresi, bentuk sayap delta, fitur keselamatan berupa sistem mencegah kemungkinan terburuk saat terjadi rapid emergency descent atau penurunan cepat, serta tekanan di dalam kabin yang masih dalam batas normal bagi penumpang. Pasalnya, bila tidak didukung teknologi tersebut, maka, bukan tak mungkin penumpang akan pingsan.

Masih ingat misteri hilangnya Boeing 777-200ER (extended range) milik Malaysia Airlines MH-370? Dikutip dari Indomiliter.com, dalam sebuah teori terkait hilangnya pesawat nahas tersebut, MH-370 diduga sempat menaikkan ketinggian terbang hingga 45.000 kaki (13.716 meter), dan kemudian dalam sekejab, pesawat diturunkan kembali ke ketinggian 23.000 kaki (7.104 km). Sesuai standar pabrik, service ceiling Boeing 777 adalah 43.100 kaki dan dibatasi dengan wing critical dan engine critical. Bila pesawat dipaksakan terbang lebih dari 43.100 kaki, bisa menyebabkan terjadinya high speed stall.

Baca juga: Kenali Clear Air Turbulence yang Menghantam Emirates EK450 di Ketinggian 35.000 Kaki

Bila high speed stall terjadi, maka ancaman G (gravitasi) negatif dapat menyebabkan para penumpang mengalami kondisi red out. Darah mengalir keras ke kepala dan kondisi tubuh akan menjadi sangat buruk karena pesawat stall sekitar 22.000 kaki (7 km). Akibatnya pembuluh darah di kepala bisa pecah, darah bisa keluar dari mata, telinga, hidung, dan mulut. Penumpang dan awak pesawat yang tidak siap akan kolaps, bahkan bisa tewas. Aksi ini diduga kuat sebagai upaya pilot untuk menguasai keadaan pesawat tanpa gangguan.

Namun, terlepas dari teori tersebut, poin utamanya adalah, bila pesawat mencapai ketinggian maksimum atau ketinggian tertentu di luar batas wajar, seluruh penumpang dan awak hanya memiliki beberapa detik kemungkinan untuk hidup. Istilah ini disebut time of useful consciousness (TUC). Pada ketinggian 35 ribu kaki, harapan hidup seluruh penumpang dan awak hanya memiliki kemungkinan hidup selama 15 hingga 30 detik. Pada ketinggian 50.000 kaki akan berkurang menjadi hanya lima detik, lebih dari pada itu, mereka akan pingsan. Bila kondisi tak beranjak kembali normal, bukan tak mungkin mereka akan menemui ajalnya, kecuali menggunakan masker oksigen.

Inilah Penyebab Ketika Pilot Benar-Benar Kelelahan!

Menjadi seorang pilot pesawat terbang bukanlah hal mudah, apalagi saat harus bekerja ekstra dalam penerbangan yang panjang. Meski punya skill tinggi, fisik yang prima dan terlatih dalam menghadapi tantangan di udar, namun seorang pilot adalah manusia biasa yang juga bisa mengalami bahaya akibat faktor kelelahan. Tentu faktor kelelahan pada pilot tak bisa diabaikan begitu saja, keselamatan penerbangan adalah taruhannya.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

KabarPenumpang.com merangkum dari thebalance.com, kelelahan pada pilot pada dasarnya sudah menjadi isu lama dalam babak awal dunia penerbangan dimulai. Contohnya seperti Charles Lindbergh yang berjuang untuk tetap terjaga dalam penerbangan Transatlantic selama 33,5 jam dari New York menuju Paris pada tahun 1927. Terkadang ada juga pilot yang kelelahan dan tertidur di ruang kokpit, tak hanya itu, pilot pesawat kargo yang melakukan penerbangan malam hari juga mengalami kelelahan karena menantang jam tidur.

Sebenarnya contoh Lidbergh adalah yang paling bagus untuk menjelaskan masalah  dimana kelelahan menjadi risiko yang diterima atas kerja keras pilot tanpa istirahat. Anda penasaran berapa jam waktu kerja pilot dalam satu hari? Ya, seorang pilot mungkin hanya terjaga selama 6 sampai 6,5 jam atau sama dengan rata-rata waktu tidur orang Amerika Serikat.

Apalagi dalam perjalanannya, kelelahan akibat kurang tidur ditambah lagi dengan stress pada saat bekerja menerbangkan pesawat 10 jam dalam perjalanan panjang, makanan yang kurang sehat, layovers panjang di lounge bandara hinggi potensi jet lag meningkatkan risiko operasional bagi pilot.

Sebenarnya ada masalah yang membuat seorang pilot kelelahan seperti gangguan tidur, stress mental atau emosional biasanya masalah keluarga dan lainnya, terlalu berat berolahraga, kesehatan buruk dimana pola makan yang berantakan dan tidak terhidrasi secara baik.

Namun ada masalah khusus yang membuat seorang pilot benar-benar kelelahan, berikut ini masalah besar tersebut.

1. Perjalanan
Beberapa orang pilot memulai kerja mereka 2-3 jam lebih awal dari yang lain. Beberapa harus menempuh perjalanan jarak jauh ke suatu bandara sebelum bekerja karena tempat tinggal yang cukup jauh.

2. Layovers di bandara
Kadang pilot akan singgah selama 12 jam di sebuah bandara, ini sebenarnya agar para pilot bisa beristirahaat sebelum melanjutkan penerbangan berikutnya. Namun kenyataannya lebih sering perjalanan jauh dan harus terbang dari bandara yang berbeda sehingga menambahkan jadwal lebih awal dalam hidupnya.

3. Jet lag
Jet lag bisa menjadi masalah besar saat menghadapi kelelahan pilot. Sebagian besar operator maskapai penerbangan memberi cukup waktu bagi yang membutuhkannya untuk meredakan jet lag yang dialami pilot.

4. Terbang malam
Biasanya pilot kargo yang akan melakukan perjalanan semacam ini akan merasa kelelahan karena ketidakseimbangan ritme alami dalam tubuh. Hal ini juga berlaku pada pilot yang memiliki jadwal terbang bervariasi atau bergeser ke malam.

5. Tugas monoton
Pilot yang menerbangkan dengan rute yang sama ke bandara yag sama setiap hari cenderung kelelahan karena bosan.

Baca juga: (Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat

Risiko utama kelelahan pilot adalah kecelakaan pesawat terbang dan potensi korban jiwa, seperti kecelakaan Colgan Air yang terjadi pada awal 2009. Masuk ke sembilan jam dari total penerbangan selama 33 jam dalam misi Transatlantic, Charles Lindbergh menulis di jurnalnya bahwa, “saat itu tak ada yang diinginkan dalam hidup, kecuali hanya tidur.”

Dia melanjutkan untuk mencatat banyak efek kelelahan pada penerbangannya, termasuk tertidur dengan mata terbelalak dan pesawatnya lepas kendali. Kelelahan adalah masalah yang sangat nyata bagi awak pesawat. Sementara FAA dan operator penerbangan dapat membantu mengurangi risiko kelelahan pilot melalui pendidikan, perubahan batas waktu penerbangan dan program manajemen kelelahan lainnya, pada dasarnya tanggung jawab utama manajemen kelelahan ada pada pilot sendiri.

Mengenal ACARS, Sistem Komunikasi yang Hubungkan Antara Pesawat, ATC dan Pusat Kendali Maskapai

Dari hasil investigasi, Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak pada 8 Meret 2014, diketahui bahwa transponder dan ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) pada pesawat itu telah dengan sangaja dimatikan. Hal itu menjadikan posisi pesawat tidak bisa dipantau oleh radar pengawas lalu lintas udara (ATC). Nah, berbicara tentang dunia aviasi, istilah ACARS masih terasa asing bagi kebanyakan orang.

Baca juga: Bikin Geger, Transponder Boeing 747 Emtrasur Sengaja Dimatikan, Motif Kriminal?

ACARS adalah sistem komunikasi yang digunakan dalam penerbangan untuk mengirim dan menerima pesan antara pesawat dan pusat kontrol lalu lintas udara atau operator maskapai. Sistem ini digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pemantauan pesawat, komunikasi dengan awak pesawat, pelaporan kondisi pesawat, dan mengirim pesan teks.

ACARS menggunakan komunikasi data digital melalui saluran radio VHF (Very High Frequency) atau HF (High Frequency) untuk berkomunikasi dengan sistem darat. Pesan yang dikirim melalui ACARS dapat berisi informasi seperti posisi pesawat, kondisi mesin, pesan keamanan, dan data operasional lainnya. Pesan-pesan ini dapat disampaikan secara otomatis atau oleh awak pesawat.

Saluran radio VHF digunakan untuk komunikasi ACARS dalam jarak yang relatif dekat, seperti ketika pesawat berada dalam jarak pandang dari stasiun darat. HF digunakan ketika pesawat berada di area yang lebih jauh atau di wilayah yang tidak tercakup oleh saluran VHF. HF memiliki jangkauan komunikasi yang lebih luas tetapi seringkali memiliki kualitas suara yang kurang baik dibandingkan dengan VHF.

ACARS merupakan alat penting dalam manajemen operasi maskapai penerbangan dan pemantauan pesawat. Dengan menggunakan sistem ini, operator maskapai dapat mengikuti status pesawat, memantau kondisi pesawat secara real-time, dan berkomunikasi dengan awak pesawat untuk memberikan instruksi atau informasi penting.

Selain saluran radio, ACARS juga dapat menggunakan komunikasi satelit untuk mengatasi jarak yang lebih jauh, terutama ketika pesawat beroperasi di daerah terpencil, lepas pantai, atau selama penerbangan lintas samudra. Komunikasi satelit memungkinkan ACARS untuk terhubung ke stasiun darat melalui jaringan satelit komunikasi yang mencakup seluruh permukaan Bumi.

Baca juga: Terungkap, Kecelakaan Pesawat A320 EgyptAir Gegara Pilot Merokok!

Selain itu, ACARS juga memiliki peran penting dalam penyelidikan kecelakaan pesawat, karena dapat merekam data yang membantu dalam rekonstruksi peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaan.

Sistem ACARS telah berkembang seiring waktu, dan sekarang juga dapat mengirim pesan melalui satelit untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas komunikasi.

“La Tante DC10 Restaurant” – Jejak Pesawat Trijet Legendaris yang Tinggal Kenangan

Badan pesawat yang disulap jadi restoran kerap menarik perhatian pengunjung, khususnya bagi pecinta dunia dirgantara dan penikmat kuliner. Salah satunya dari Benua Hitam, sebuah restoran unik di Ghana yang bernama “La Tante DC10 Restaurant” atau disebut “The Green Plane” yang mengambil badan utuh dari pesawat trijet legendaris jawara penerbangan jarak jauh, McDonnell Douglas DC-10.

Baca juga: Mengenang DC-10: Pelopor Penerbangan Jarak Jauh Modern Sekaligus Berlabel Jebakan Maut

Selama bertahun-tahun, “The Green Plane” menyambut penumpang untuk bersantap di dalam pesawat. Namun, sayangnya hal itu tidak mungkin dilakukan lagi, karena restoran tersebut telah menutup semua operasionalnya.

Semasa beroperasi melayani penerbangan, pesawat tersebut memulai debutnya di Thai Airways. Dibangun pada bulan Desember 1976 dan mulai beroperasi pada bulan Maret 1977 dengan registrasi HS-TGD. Pada bulan Januari 1987, ia didaftarkan ulang sebagai HS-TMC.

Pada bulan Desember tahun 1987, maskapai ini pindah ke Eropa untuk melayani Scandinavian Airlines. Pesawat ini terbang selama kurang dari tiga tahun sebagai OY-KDC untuk SAS sebelum kembali ke Asia untuk melayani Malaysia Airlines sebagai 9M-MAW pada bulan Oktober 1990.

Perubahan kepemilikan terakhir pesawat terjadi pada Oktober 1999, ketika DC-10 tersebut dipindahkan ke Ghana Airways. Maskapai ini menghabiskan empat tahun terbang untuk maskapai Afrika yang terdaftar sebagai 9G-ANB hingga pensiun dari layanan pada tahun 2003 setelah karir yang luas dan bervariasi yang berlangsung selama 26 tahun.

Setelah pesawat ini pensiun, masa depannya tampak jauh dari cerah. Memang, awalnya disimpan di Bandara Internasional Kotoka (ACC) di Accra, Ghana, likuidasi Ghana Airways pada tahun 2005 mengakibatkan ditinggalkannya maskapai tersebut.

Banyak bagian pesawat, termasuk tiga mesin General Electric (GE), kemudian dijual sebagai barang bekas, menjadikan jet tersebut hanya bayangan dari pesawat andalan wide body. Namun, intervensi pada menit-menit terakhir pada tahun 2011, ketika komponen aluminiumnya dikeluarkan untuk peleburan, berhasil menyelamatkan situasi tersebut. Hal ini datang dari istri seorang menteri asal Togo.

Tak lama kemudian dipastikan bahwa pemilik baru pesawat berencana mengubahnya menjadi restoran. Setelah memindahkan sisa-sisa pesawat ke pinggiran Kota Bandara Accra, fasilitas tersebut akhirnya diresmikan, seperti dilansir News Ghana, pada November 2013.

Setelah dua setengah dekade terbang, DC-10 melanjutkan warisannya sebagai pengalaman bersantap yang unik. Meskipun tempat ini gagal bertahan selama lebih dari satu dekade, namun hal ini meninggalkan kenangan abadi bagi pelanggan yang pernah mengunjunginya.

Biasanya, ketika sebuah restoran tutup atau pindah operasional, beberapa pelanggan setia sering mengunjungi gedung tersebut untuk bernostalgia. Namun dalam kasus ini, seluruh struktur telah dipindahkan dari lokasi. Menurut BBC, para tamu biasanya ‘menaiki’ pesawat melalui tangga dari darat, seperti yang biasa mereka lakukan pada tahun-tahun operasionalnya.

Karena diperlukannya ruang ekstra untuk bersantap, pesawat ini dapat menampung 118 tamu, sedikit lebih sedikit dari kapasitas 276 penumpang pada tahun-tahun penerbangannya.

Baca juga: Hari ini 53 Tahun Lalu, McDonnell Douglas DC-10 Terbang Perdana

Menu restoran terdiri dari berbagai macam hidangan Ghana, seperti banku dengan bumbu Tilapia dan nasi Jollof dengan ayam, serta piring kecil dan sandwich untuk pengunjung yang mencari makanan ringan. Barnya juga menyajikan beragam minuman beralkohol dan ringan yang mengesankan.

100 Bandara Bakal Tenggelam Gegara Perubahan Iklim, Mayoritas di Asia

Perubahan iklim berdampak buruk bagi kehidupan umat manusia. Terkhusus di dunia penerbangan, perubahan iklim akibat pemanasan global bakal menenggelamkan sekitar 100 bandara di dunia. Itu bukanlah akhir, selanjutnya, ada ratusan bandara lainnya yang juga akan tenggelam menjadi total 364 bandara andai dunia gagal menekan emisi karbon.

Baca juga: Bandara di Seluruh Dunia Menuju Bebas Emisi CO2! Berikut Empat Tahapannya

Menindaklanjuti pemanasan global yang semakin ekstem, negara-negara di dunia berkumpul di Paris, Perancis pada tahun 2016. Dari sini kemudian muncul perjanjian Paris atau Paris Agreement tentang perubahan iklim. Salah satu fokus utamanya adalah menekan pemanasan global sampai di bawah 2 derajat celcius. Jika tidak, sekitar 100 bandara diyakini bakal tenggelam akibat kenaikan air laut.

Saat sektor dirgantara berkomitmen mencapai emisi nor persen di seluruh duniapada tahun 2050 mendatang, permukaan laut di sepanjang garis pantai Amerika Serikat (AS) akan naik setengah meter. Sedang naik beberapa milimeter saja sudah berbahaya apalagi sampai setengah meter.

Tahun lalu, sebuah studi di Fakultas Teknik Universitas Newcastle menemukan bahwa kenaikan suhu global 2°C, yang ingin dicegah oleh Perjanjian Paris, akan menempatkan 100 bandara di seluruh dunia di bawah permukaan laut. Celakanya, itu bukanlah akhir melainkan akan ada tambahan ratusan bandara lainnya yang akan tenggelam di seluruh dunia menjadi total 364 bandara.

Ancaman banjir di bandara seluruh dunia bukan isapan jempol belaka. Pada September 2021, operasional Bandara Internasional Liberty Newark lumpuh total akibat hujan deras disertai angin kencang Badai Ida membuat banjir cukup tinggi di bandara.

Beberapa tahun sebelumnya, topan Jebi dan gelombang badai setinggi tiga meter memaksa Bandara Kansai berhenti melayani penerbangan. Itu karena bandara, yang dibangun di atas lahan reklamasi, banjir parah dan jembatan yang menghubungkannya dengan daratan putus akibat ditabrak kapal tanker yang terbawa arus.

Badai dan cuaca ekstrem seperti contoh di atas pada akhirnya menjadi salah satu faktor terbesar yang mengganggu kinerja sektor penerbangan dan ekonomi secara keseluruhan.

Di AS, kerugian finansial saat musim badai Atlantik pada tahun 2021 diperkirakan mencapai US$70 miliar. Bahayanya, menurut penelitian dari MIT, badai menjadi lebih sering terjadi di luar musim yang seharusnya lantaran perubahan iklim akibat pemanasan global.

Dalam lansiran Climate Risk Management, sebagian besar bandara-bandara yang terancam tenggelam di masa mendatang akibat perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan muka air laut, datang dari Asia Tenggara dan Asia Timur.

Baca juga: Seberapa Amankah Bandara yang Terletak di Pesisir Laut dari Ancaman Bencana Alam?

Pada tahun 2050, ketinggian air laut diperkirakan berada di atas seluruh wilayah Bangkok, termasuk Bandara Suvarnabhumi. Di Inggris dan AS, masing-masing ada Bandara London City dan Bandara LaGuardia serta Bandara Liberty Newark yang akan tenggelam dan masuk dalam daftar 100 bandara di dunia yang akan tenggelam.

Bandara lain yang juga masuk dalam daftar tersebut adalah Bandara Shanghai Hongqiao, Bandara Internasional Louis Armstrong, Bandara Internasional Key West, dan banyak lagi.