Swiss Manfaatkan Drone Untuk Antar Sampel Laboratorium

Manfaat drone untuk menunjang aktivitas di keseharian sudah banyak contohnya, baru-baru ini, drone di Swiss di jajal untuk yang ke sekian kalinya sebagai “kurir” untuk mengantarkan sampel pemeriksaan laboratorium antar dua rumah sakit. Kota Lugano dipilih sebagai tempat dilakukannya uji coba ini. Swiss Post, sebuah perusahaan yang  bergerak di bidang logistik, terhitung telah melakukan ujicoba sebanyak 70 kali dan otoritas penerbangan sipil di sana sudah mengijinkan drone ini untuk mulai beroperasi. Rencananya, drone ini akan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang.

Sumber designboom.com
Sumber designboom.com

Swiss Post menggunakan quadcopter (drone dengan 4 baling-baling) buatan Matternet, sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan Mercedes-Benz dalam pengadaan sarana pengangkutan barang ringan. Kurir elektronik ini mampu mengangkut beban hingga 2 kg dan menempuh jarak hingga 20 km. Kecepatannya pun bisa terbilang cukup cepat, yaitu sekitar 36 km/jam. Nantinya, sampel akan di masukkan ke dalam sebuah wadah kuning bertuliskan Swiss Post. Wadah tersebut berbentuk seperti cooler box untuk menjamin sampel tersebut aman, dengan suhu yang sebelumnya sudah disesuaikan.

Tujuan dari pengadaan drone ini adalah untuk mempersingkat waktu pengiriman sampel tanpa harus terjebak macet, karena dikhawatirkan akan ada perubahan unsur yang terjadi dalam sampel apabila memakan waktu terlalu lama di jalan. Drone ini menggunakan sistem infra merah untuk mendeteksi lokasi pendaratannya.

Pengoperasiannya pun terbilang cukup sederhana, cukup memasukkan lokasi rumah sakit awal dan rumah sakit tujuan dari aplikasi di smartphone, maka kurir elektronik ini akan datang untuk menjemput sampel tersebut dan mengantarkannya sesuai dengan tujuan yang tercantum. Tidak heran, banyak pihak yang mengklaim bahwa tugas untuk mengantarkan sampel laboratorium merupakan pekerjaan yang cocok untuk drone, mengingat sample yang tidak terlalu berat dan bisa sampai di lokasi tujuan lebih cepat.

Ternyata, trend pengiriman barang menggunakan drone sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Sebut saja Perancis dan Australia sebelumnya sudah terlebih dahulu melakukan uji coba untuk menggunakan teknologi drone untuk mengantarkan barang, tentu saja barang yang ringan. Bahkan, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, Domino’s Pizza juga menggunakan drone untuk mengantarkan pizza kepada para pelanggannya. Dengan menggunakan sistem yang sama dengan jasa pengiriman lainnya, Domino’s Pizza Delivery ini memiliki sedikit perbedaan, yaitu pada saat menurunkan pizza. Drone ini menggunakan tali panjang yang terpasang di badan drone dan di atas tutup pizza untuk menurunkan makanan khas Italia tersebut.

Mei 2017, PT KCJ Tambah Portable Ramp di 74 Stasiun

Portable ramp atau tangga khusus biasanya berupa papan aluminium lipat yang fleksibel untuk dipindahkan dan juga digunakan untuk memindah kendaraan lain ataupun kursi roda saat masuk ke dalam kendaraan. Saat ini di Indonesia, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menambahkan fasilitas portable ramp untuk membantu para disabilitas pengguna kursi roda saat menaiki rangkaian CommuterLine.

Dilansir KabarPenumpang.com dari krl.co.id, pengadaan portable ramp ini dalam rangka peningkatan pelayanan pengguna KRL dengan disabilitas. Portable ramp akan digunakan untuk membantu para disabilitas pengguna kursi roda saat naik dan turun kereta. Prototipe portable ramp KRL sudah diuji coba, sedangkan portable yang akan di gunakan masih dalam tahap produksi.

Bulan Mei mendatang, KCJ menargetkan portable ramp ini tersedia di 74 stasiun KRL Jabodetabek. Para disabilitas yang akan menggunakan fasilitas portable ramp akan dibantu oleh passanger service di stasiun. Nantinya passanger service ini akan membantu disabilitas pengguna kursi roda sampai naik ke rangkaian KRL dan berkoordinasi dengan petugas pengawalan kereta serta pessanger service di stasiun tujuan pengguna disabilitas dengan mengirimkan nomor rangkaian dan nomor kereta. Hal ini agar para disabilitas pengguna kursi roda bisa dibantu di stasiun tujuannya.

Adanya portable ramp juga untuk memperbaiki aksebilitas KRL Jabodetabek. Sebelumnya, KCJ sudah memasang ubin disabilitas di 35 stasiun KRL Jabodetabek dan akan dipenuhi secara bertahap di semua stasiun KRL. Sebelum portable ramp dan ubin disabilitas, KCJ sudah menambah pelayanan dengan penyedia informasi visual dan audio baik di satsiun maupun di KRL. Tak hanya itu, pintu manual dan jalur khusus bagi disabilitas atau permanent ramp juga sudah di buat.

KabarPenumpang.com
KabarPenumpang.com

TransJakarta salah satu moda trasnportasi umum lainnya, saat ini belum menyediakan portable ramp. Tetapi ada beberapa halte dengan akses menggunakan ramp seperti halte Balikota, Gambir 1, Gambir 2, Ragunan, Deplu, RSPAD, Istiqlal, Terminal Kp Rambutan, Terminal Pinang Ranti, Terminal Tj Priok, Garuda dan lainnya. Memang masih banyak halte bus TransJakarta belum begitu ramah disabilitas dengan kursi roda, tetapi, di dalam bus TransJakarta sendiri sudah tersedia ruang-ruang khusus untuk pengguna kursi roda tepat di bagian depan bus dan dibelakang pengemudi. Bagi disabilitas pengguna kursi roda yang akan menaiki bus TransJakarta akan dibantu oleh para petugas, baik saat menaiki ataupun turun dari Transjakarta.

TransPakuan, Solusi Kemacetan Bogor yang Kurang Perhatian

Berjuluk kota hujan, Bogor selalu ramai diperbincangkan karena angkot yang ada di sana selalu ngetem sembarangan dan akhirnya membuat kemacetan yang khas. Ya, Bogor, kota yang secara geografis masuk ke dalam wilayah Jawa Barat ini memang sangat terkenal dengan salah satu sarana transportasinya itu. Keberadaan angkot yang selalu membuat macet tidak jarang menuai kritik pedas dari berbagai kalangan.

Bak rantai makanan yang tak pernah putus, pada 20 Maret 2017 ratusan sopir angkot berdemo di depan Balai Kota Bogor menuntut agar angkutan berbasis aplikasi dihapus. Tindakan itu justru bertolak belakang dengan banyaknya suara masyarakat yang ingin angkot dihapus.

Namun, dibalik semua polemik yang melanda dunia transportasi di Bogor, TransPakuan hadir dengan harapan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di sana. Diresmikan pada tahun 2007, Bus Rapid Transit di Bogor ini dikelola oleh PDJT (Perusahaan Daerah Jasa Transportasi). Adapun rute awal dari bus ini adalah Bubulak – Baranang Siang dengan 16 halte di sepanjang rute itu. Dengan membayar Rp1.500 pada waktu itu, Anda sudah dapat menaiki bus ini.

Banyak yang bilang Bus TransPakuan memiliki sistem yang mirip dengan Bus TransJakarta, tapi lebih tepatnya Bus TransPakuan lebih mirip dengan sistem yang diadaptasi oleh Bus Trans Jogja. Sama seperti Bus Rapid Transit lainnya di Indonesia, Bus TransPakuan pun berhenti di setiap halte sesuai dengan rute perjalanannya. Ini berarti para penumpang tidak mungkin menggunakan bus ini dengan cara memberhentikannya di pinggir jalan. Selain itu, faktor lain yang menambah kemiripannya dengan Bur Trans Jogja adalah moda yang digunakan, yaitu bus berukuran sedang yang mampu menampung penumpang hingga 34 orang. Kemiripan lainnya muncul dari jalur Bus TransPakuan yang tidak memiliki separator layaknya Bus TransJakarta, sama seperti Bus Trans Jogja.

Bus yang menjadi diharapkan menjadi solusi kemacetan yang terjadi di Bogor ini sudah banyak mengalami perkembangan, salah satunya adalah penambahan rute perjalanan yang cukup signifikan. Terdapat 4 rute yang aktif saat ini, yaitu Teminal Bubulak – Cidangiang (Koridor 1), Cidangiang – Ciawi Harjasari (koridor 2), Cidangiang – Mall Bellanova (koridor 3), dan Cidangiang – Sentul City (koridor 3A). Semua koridor tersebut melewati jalan-jalan protokol di Bogor yang disinyalir menjadi pusat kemacetan, seperti Jl. Pajajaran, Jl. Siliwangi, serta daerah Tajur.

Sumber: baruaja.com
Sumber: baruaja.com

Namun dewasa ini, banyak penumpang yang mengeluhkan soal tampilan dari Bur TransPakuan yang terkesan kurang perhatian. Ini terlihat dari kulit jok penumpangnya yang sudah mulai robek. Begitu juga dengan AC yang sudah tidak terlalu sejuk pada bagian tengah bus, namun masih sejuk di bagian belakang. Anda juga dapat menemukan beberapa coretan spidol dari tangan-tangan jahil pada dinding bus.

Sumber: Bogor.TribunNews.com
Sumber: Bogor.TribunNews.com

Kondisi dari Bus Trans Pakuan yang kurang terawat bukan hanya terlihat pada sarananya saja, tapi juga dari pra sarananya. Berdasarkan berita yang dilansir KabarPenumpang.com dari TribunNewsBogor, Direktur PDJT, Krisna Kuncahyo mengatakan pihaknya pernah mencabut kursi calon penumpang yang berada di Jl. Pajajaran dekat Rumah Sakit Azra karena ada laporan halte tersebut dijadikan tempat tinggal sementara oleh orang-orang tunawisma. “Iya ada yang lapor kalau kursi disitu sering dipakai tidur jadi orang pada takut, makanya sementara kita cabut dulu, dan nanti kita pasang lagi, dan kita awasi,” ujar Krisna, Senin (10/10/2016).

Tentu saja ini menjadi pertanyaan besar bagi khalayak ramai, bagaimana bisa bus yang diusung sebagai solusi kemacetan di Bogor kurang mendapatkan perhatian sehingga terkesan terbengkalai?

Miris! Selfie Berujung Maut Pada Moda Transportasi

Trend selfie atau swa-foto dewasa ini memang sudah bukan menjadi seusatu yang sulit untuk dilakukan. Berbekal kamera pada smartphone, semua orang sudah dapat melakukan selfie. Kegiatan semacam ini biasanya dilakukan untuk mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat, seperti teman, keluarga, hingga orang yang kita sayangi. Namun, tidak semua selfie mengabadikan momen-momen indah saja, beberapa diantaranya malah mengabadikan momen-momen terakhir dari hidup seseorang.

Dari sekian banyak kasus selfie yang berujung maut, berikut KabarPenumpang.com rangkum 5 kasus selfie berujung maut yang berhubungan dengan dunia transportasi dari dalam negeri. Diperingatkan, kejadian seperti ini memang bukanlah kehendak dari setiap insan, namun jadikanlah pelajaran bahwa tidak semua selfie dapat dilakukan dimana saja. Perhatikan pula keselamatan saat kita akan mengabadikan momen-momen berharga tersebut dan selalu patuhi peraturan yang berlaku.

Selfie 5 pemuda di Turki

Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk

Pada Desember 2015 lalu, 5 orang pemuda melakukan selfie di sebuah jalanan yang bersebelahan dengan Bandara Antayla di Turki. Kelima pemuda ini berniat untuk mengabadikan momen dengan cara berbaring di jalan dengan latar belakang pesawat yang terbang di atas mereka. Namun nahas, dua dari mereka tertabrak oleh sebuah truk besar yang tidak melihat keberadaan mereka, karena pada saat kejadian, hari sudah mulai gelap. Setelah dilakukan olah TKP dan interogasi oleh kepolisian setempat, kelima pemuda asal kota Alanya ini disinyalir sedang dalam pengaruh minuman keras.

Petugas kereta api yang tewas saat selfie di Pakistan

Sumber: cdn.siasat.com
Sumber: cdn.siasat.com

Sungguh malang nasib yang menimpa Jamshaid Khan, seorang pegawai kereta api berusia 22 tahun yang tewas secara mengenaskan saat melakukan selfie di sebuah rel kereta di daerah Rawalpindi, Pakistan pada Desember 2015 silam. Menurut kepolisian setempat, Jamshaid meninggal seketika setelah tersambar kereta yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Entah apa yang memotivasi Jamshaid dengan melakukan selfie di depan kereta yang tengah melaju kencang. Namun, pernyataan berbeda dilontarkan oleh pihak keluarga dari Jamshaid. Adalah Muhammad Pervez, ayah dari Jamshaid yang mengatakan bahwa anaknya meninggal saat tengah melintasi rel tersebut.

Wanita tewas tertabrak motor saat selfie

Sumber: popularManilla.blogspot.com
Sumber: popularManilla.blogspot.com

Liezel Wage, wanita asal Filipina tewas setelah tubuhnya tersambar oleh sepeda motor yang tengah melaju di daerah Pagudpud, Ilocos Norte, Filipina pada Juli 2015 lalu. Lebih parahnya lagi, ia meninggal di depan keluarganya sendiri saat mencoba untuk selfie dengan latar belakang pemandangan di sana. Liburan yang pada awalnya berjalan ceria berubah menjadi sebuah tragedi yang tidak mungkin dapat dilupakan oleh orang-orang tercintanya. Sayangnya, setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan penanganan medis, nyawa ibu muda ini tidak dapat terselamatkan.

Penggemar film tewas saat mencoba untuk memeragakan salah satu adegan berbahayanya

Sumber: novosti.rs
Sumber: novosti.rs

Barking at the Stars, sebuah film pada tahun 1998 ini menjadi salah satu alasan dibalik tewasnya seorang remaja berusia 22 tahun asal Serbia bernama Igor Kemeter ini. Igor tewas seketika setelah tubuhnya terhantam oleh kereta cepat ketika mencoba untuk mengabadikan momen dimana ia memeragakan salah satu adegan, dimana sang pemeran utama pada film itu berlari melintasi lokomotif yang tengah melaju. Kejadian yang terjadi di dekat rumah korban ini terjadi pada April 2015 lalu. Marko Milos, teman korban mengatakan Igor selalu saja melakukan hal-hal gila diluar batas. “Ia selalu kagum pada adegan dimana Nikola Djuricko (pemeran utama film tersebut) berlari di depan kereta. Saya tidak menyangka ia pergi secepat itu,” tuturnya seperti yang dilansir dari thesun.co.uk (9/4/2015).

2 wanita tewas tersambar sayap pesawat saat selfie

Sumber: mirror.co.uk
Sumber: mirror.co.uk

Nitzia Mendoza Corral (18 tahun) dan Clarissa Morquecho Miranda (17 tahun) terpaksa menelan pil pahit ketika mereka tengah mengabadikan momen di sebuah bandara di negara bagian Meksiko, Chihuahua pada 29 Maret 2017 kemarin. Kedua remaja ini mencoba untuk merekam aktifitas mereka di atas mobil van yang mereka tumpangi, dengan background pesawat yang hendak mendarat. Namun amat disayangkan, tindakan yang sebenarnya ilegal tersebut merenggut nyawa dari kedua remaja belia ini. Saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian sebelumnya sudah memperingatkan agar mereka turun dari atas mobil vannya karena itu sangat berbahaya, namun mereka berdua tidak mengindahkan peringatan itu. Alhasil, kepala mereka berdua tersambar oleh sayap pesawat yang hendak mendarat tersebut dan meninggal akibat benturan yang mengakibatkan luka fatal pada bagian kepala.

Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang

Beberapa hari ke belakang, Pemerintah Amerika Serikat menerbitkan sebuah peraturan baru yang berlaku pada seluruh penumpang maskapai yang hendak masuk Negara dibawah pimpinan Donald Trump, yaitu larangan membawa gadget yang berukuran besar ke dalam kabin pesawat. Peraturan yang harus diterapkan oleh seluruh maskapai penerbangan jarak jauh menuju negeri paman Sam ini dilatar belakangi oleh gerak-gerik teroris yang menjadikan penerbangan komersial sebagai target penyerangan mereka dengan cara memasukkan bahan peledak ke dalam gadget-gadget tersebut.

Menanggapi hal tersebut, salah satu maskapai penerbangan yang bebasis di Doha, Qatar Airlines menerapkan sebuah sistem yang dapat memberikan solusi terkait peraturan tersebut, yaitu melayani penyewaan laptop kepada para penumpang maskapai. Layanan penyewaan laptop ini tersedia di semua kelas bisnis dalam penerbangan menuju Amerika, karena kelas bisnis dinilai sebagai kelas yang menyumbangkan paling banyak keuntungan dibandingkan dengan kelas-kelas lainnya.

CEO Qatar Airlines, Akbar Al-Baker mengatakan penyewaan laptop gratis ini bertujuan agar para penumpangnya dapat terus bekerja selama dalam perjalanan. “Laptop tersebut bisa diambil penumpang tujuan AS dari gate keberangkatan tepat sebelum boarding,” tuturnya seperti yang dilansir dari laman bisnis.tempo.co, Jumat (31/3/2017) kemarin. Penumpang juga dapat terlebih dahulu memindahkan data yang ia bawa ke dalam flash disk.

Sedangkan menurut data yang dilansir dari thenextweb.com, rencananya para pesaing dari Qatar Airlines, yaitu Emirates dan Etihad Airways juga akan menawarkan penawaran serupa, malah lebih menarik, agar para penumpang lebih memilih untuk menaiki maskapainya masing-masing. Sementara Emirates berencana untuk mengadakan jasa penyewaan laptop kepada para penumpangnya, Etihad Airways tengah menyiapkan untuk pengadaan WiFi dan penyewaan tablet gratis untuk para penumpang kelas satu dan bisnis tujuan Amerika.

Tidak hanya sampai di situ, berdasarkan data yang dihimpun dari bbc.com, Qatar Airlines juga menawarkan WiFi gratis kepada seluruh penumpang selama 1 jam, dan apabila ada penumpang yang hendak menggunakan wi-fi sepanjang perjalanan, akan dikenakan biaya tambahan sebesar US$5.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pemerintah AS melarang gadget berukuran besar masuk ke dalam kabin kepada beberapa penerbangan dari beberapa Negara timur tengah, seperti Yordania, Kuwait, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Adapun larangan ini berdampak pada penerbangan internasional, yaitu Royal Jordanian, EgyptAir, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways, Royal Air Maroc, dan tentu saja Qatar Airlines, Emirates, dan juga Etihad Airways. Peraturan yang wajib ditaati oleh para pihak maskapai ini mulai berlaku pada awal bulan April 2017 kemarin. Sedangkan pihak Qatar Airlines berencana untuk mulai menerapkan program penyewaan laptop pada minggu kedua bulan April 2017.

Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Apabila Jakarta memiliki TransJakarta, lain ceritanya dengan salah satu sarana transportasi asal kota Gudeg, Yogyakarta. Kota Pelajar ini juga memiliki sebuah sarana transportasi yang hampir mirip dengan Trans Jakarta, yaitu Trans Jogja. Bus ini merupakan salah satu bentuk penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang direncanakan oleh Departemen Perhubungan dan mulai dioperasikan pada bulan Maret 2008 di bawah pengawasan Departemen Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DIY.

Faktanya, bus Trans Jogja merupakan evolusi dari bus patas. BusTrans Jogja lahir sehubungan dengan munculnya Studi Kelayakan Angkutan Eksekutif pada tahun Anggaran 2004 di Dinas Perhubungan Provinsi DIY. Setahun berselang, bus Trans Jogja gagal diimplementasikan karena butuh studi mengenai kelayakan yang lebih komprehensif. Karena tidak ingin hal yang sama terulang kembali, maka pada tahun 2005, Dinas Perhubungan Provinsi DIY menyiapkan berbagai kegiatan yang dapat menunjang pengadaan dari bus Trans Jogja ini, seperti Studi Kelayakan Reformasi Sistem Transportasi Angkutan Umum Perkotaan, sosialisasi operasional dari bus Trans Jogja, hingga persiapan pembentukan badan pengelola bus Trans Jogja.

Namun rencana pengadaan bus ini kembali gagal pada tahun 2006 karena gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta dengan kekuatan 6,2 skala richter. Pada tahun 2007, ada perkembangan yang cukup signifikan dari rencana pengadaan bus dengan jargon “Solusi Transportasi Perkotaan” ini, diantaranya brand-image baru yang diberikan oleh Gubernur DIY, terbentuknya wadah yang mengelola bus ini, yaitu Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), juga bantuan dari Ditjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Indonesia berupa 10 unit bus yang turut digabungkan dalam pengoperasian bus Trans Jogja.

Setelah sempat tertunda selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya pada 18 Februari 2008, bus ini mulai dioperasikan , dengan masa uji coba selama 10 hari. Adapun waktu operasional dari bus ini adalah dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, sedangkan untuk moda yang digunakan adalah bus berukuran sedang dengan 34 tempat duduk. Untuk menunjang pengoperasian dari bus Trans Jogja, terdapat 67 halte khusus untuk menunggu bus ini.

Bus Trans Jogja menghubungkan 6 titik penting di DIY, yaitu Stasiun KA Yogyakarta, Terminal Bus Giwangan (pusat perhubungan jalur bus antar propinsi dan regional), Terminal Condong Catur, Terminal Regional Jombor, Bandara Adi Sucipto, dan terminal Prambanan. Selain itu, Anda juga dapat menjumpai halte-halte Trans Jogja di sekitaran lokasi objek wisata serta sarana publik, seperti sekolah, rumah sakit, kampus serta perpustakaan. Sungguh mirip dengan Trans Jakarta, bukan?

Pada 15 Oktober 2010 silam, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi DIY meluncurkan 2 rute baru yang menjangkau berbagai daerah yang belum dilalui oleh bus Trans Jogja, seperti Puro Pakualaman, UIN Sunan Kalijaga, Balaikota Yogyakarta, dan Stasiun Lempuyangan.

Sumber: yogyakarta.panduanwisata.id
Sumber: yogyakarta.panduanwisata.id

Adapun beberapa hal sederhana yang membedakan antara Bus Trans Jogja dengan Bus TransJakarta terletak pada jalur serta haltenya. Bila Bus TransJakarta memiliki separator yang memisahkan antara bus dengan kendaraan konvensional lainnya, berbeda dengan Bus Trans Jakarta yang tidak memiliki separator, dengan kata lain bus ini berbaur dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum lain. Ukuran halte Bus Trans Jogja juga lebih kecil daripada halte Bus TransJakarta.

Untuk tarif dari Bus Trans Jogja juga bisa dibilang cukup murah, yaitu Rp4.000 untuk single trip serta ada sistem langganan yang tentu menawarkan harga yang lebih terjangkau daripada tiket single trip. Anda cukup melakukan pembelian perdana seharga Rp25.000 dan minimal isi ulang Rp15.000, Anda akan dikenakan tarif Rp2.700 per trip untuk umum, dan Rp2.000 per trip untuk pelajar dari SD hingga SMA.

Baru-baru ini, para awak angkutan perkotaan merasa keberatan dengan penambahan rute baru dari bus Trans Jogja ini yang lebih banyak mengarah ke sebelah barat dan tengah kota Yogyakarta. Salah seorang kru angkutan perkotaan bahkan merasa amat keberatan dengan adanya penambahan 3 jalur Trans Jogja. “Jangankan 3, tambah 1 jalur saja dampaknya berat bagi kami. Saya tidak habis pikir, kasihan dengan teman-teman kru perkotaan, mereka butuh menghidupi anak istri,” tutur Benny, Koordinator Paguyuban Kru Bus Prekotaan se-DIY, dikutip dari laman Solopos.com, Minggu (2/4/2017).

Menanggapi keluhan tersebut, Kabid Angkutan Darat Dishub DIY, Agus Harry Triono mengatakan keberadaan Trans Jogja sebenarnya bukan untuk “mematikan” bus perkotaan, tapi keduanya harus saling melengkapi guna melayani kebutuhan para penumpangnya. “Kami berharap bisa saling melengkapi antara Bus Trans Jogja ini dengan angkutan perkotaan,” tutur Agus seperti yang dilansir dari laman Solopos.com, Minggu (2/4/2017)

Mau ke Pulau Komodo? Ada Tiga Pilihan Untuk Anda

Pulau Komodo, salah satu dari tujuh keajaiban dunia, berada di Nusa Tenggara Timur. Pulau yang berisi reptil raksasa dari zaman purba ini hanya ada di Indoneisa dan tak ada di negara manapun. Anda harus tahu, komodo merupakan pemangsa liar yang gesit tak hanya di darat tapi di air. Sedikit saja mencium darah, reptil berdarah panas ini pasti langsung menghampiri dan memangsanya. Tak hanya penciuman yang tajam, bila Anda tergigit oleh Komodo pasti tidak akan selamat, karena air liur komodo mengandung bakteri yang menyebabkan kematian.

Penasaran dengan pulau Komodo? Tak hanya pulau dan komodonya saja, pantai serta laut yang indah membuatnya banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Ada beberapa transportasi yang bisa di gunakan menuju Pulau Komodo ini, melalui udara, darat maupun laut.

Pesona Indonesia
Pesona Indonesia

1. Jalur udara
Pesawat terbang, menjadi salah satu pilihan pertama wisatawan untuk sampai ke Pulau Komodo. Memang tak langsung sampai begitu saja, biasanya pesawat-pesawat ini akan mendarat di Labuan Bajo. Dari Jakarta-Labuan Bajo, maskapai Lion Air melayani penerbangan menuju Labuan Bajo.

Pesawat yang digunakan jenis ATR 72-600, sayangnya dari Jakarta belum ada pesawat Garuda Indonesia langsung Jakarta melainkan Denpasar-Labuan Bajo dengan penerbangan 2x sehari. Lion Air meyediakan penerbangan menuju Labuan Bajo, namun transit di Bali terlebih dahulu. Kemudian ada Kal Star dan Wings milik Lion yang terbang dari Denpasar menuju Labuan Bajo. Harga tiketnya pun beragam dari Rp700 ribuan-Rp1,5 juta tergantung maskapai pilihan Anda.

2. Jalur laut
Dari Jakarta, Anda tidak akan menemukan kapal laut yang langsung menuju ke Labuan Bajo sebelum menuju Pulau Komodo. Bila Anda ingin naik kapal laut, bisa menggunakan dari Bali atau Denpasar yang menuju Labuan Bajo. Biasanya, dengan pesawat Anda turun di Denpasar kemudian naik kapal milik Pelni yakni KM Tilongkabila dan KM Wilis.

Bila menggunakan KM Tilongkabila, rutenya adalah Denpasar (Pelabuhan Benoa)- Mataram- Bima- Labuan Bajo dengan perjalanan selama 36 jam perjalanan. Bila berangkat pagi, maka Anda akan tiba pukul 19.00 WITA. Tiket untuk penyeberangan ini Rp240 ribu perorang sudah dengan makan pagi, siang dan malam di atas kapal. Sedangkan KM Wilis dengan harga yang sama menyasar rute Denpasar (Tanjung Benoa)- Badas (Sumbawa)- Labuan Bajo dengan perjalanan 37 jam dan berangkat pukul 15.00 WITA.

pulaukomodo.com
pulaukomodo.com

3. Jalur darat
Cara lainnya adalah dengan menggunakan bus , bila dari Jakarta Anda bisa naik dari terminal bus Rawamangun, Pasar Rebo dan Kebayoran Lama. Perjalanan dengan bus ini, biasanya malam dari Jakarta – Surabaya dengan tarif Rp275-290 ribu.

Dengan bus malam,kelas yang ditawarkan adalah eksekutif dengan tempat duduk 2-2 yang nyaman dilengkapi toilet. Bus malam berangkat dari Jakarta pukul 15.00 sore dan sampai di Surabaya pukul 08.00 pagi esok harinya. Dan kemudian bisa diteruskan menggunakan kapal laut dari pelabuhan Tanjung Perak

Bila berangkat dari Bali, Anda bisa menaiki bus dari Bali – Sumbawa Besar dengan menumpang bis Jakarta atau Surabaya menuju Sumbawa. Tarif tiket bus biasanya Rp250 ribu sudah dengan makan selama perjalanan. Sesampai di Sumbawa, Anda bisa melanjutkan naik mobil travel atau Elf yang menyediakan rute Sumbawa Besar – Bima dengan tarif Rp150ribu perorang atau dengan bus langsung dari Sumbawa menuju Sape dengan tarif Rp120 ribu per orang.

Kemudian, menyeberang menuju Labuan Bajo dengan kapal ferry dengan waktu tempuh 7-8 jam perjalanan. Harga tiket terbilang mahal sekitar Rp60 ribu perorangnya. Penyeberangan menggunakan kapal ferry dari Sape – Labuan Bajo, hanya ada satu kali dalam sehari setiap pukul 08.00 WITA.

Nantinya, dengan pilihan ketiga moda transportasi tersebut, Anda harus tetap menyambung dengan kapal phinisi kecil dari Labuan Bajo menuju pulau Komodo. Ada baiknya untuk menyewa kapal phinisi ini, Anda bersama-sama teman atau wisatawan yang akan menuju Pulau Komodo.

Transportasi di Rusia Rawan Serangan Teroris

Kabar memilukan datang dari negeri Beruang Merah, Rusia. Sebuah bom meledak pada Senin (3/4/2017) pada pukul 14.40 waktu setempat. Bom tersebut memporakporandakan gerbong kereta bawah tanah yang sedang bertolak menuju Technical Institute di St. Petersburg. Hingga berita ini diturunkan, peristiwa ini sedikitnya menewaskan 11 penumpang dan puluhan lainnya luka-luka. Tak berselang lama dari kejadian tersebut, polisi menemukan bom lainnya di stasiun Vosstaniya. Untungnya, bom tersebut belum meledak dan pihak berwenang di sana berhasil menjinakannya.

Badan Anti teror Rusia, Natsionalnyi Antiterroristicheskii Komitet (NAK) menyebutkan ledakan yang terjadi di kota kedua terbesar di Rusia tersebut merupakan salah satu aksi terorisme yang selama ini diperangi oleh Negara dibawah pimpinan Vladimir Putin tersebut. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebutkan pihak otoritas sedang melakukan investigasi tahap awal terhadap penyebab ledakan. Ucapan belasungkawa langsung datang dari banyak pihak, salah satunya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Seperti yang dilansir dari Reuters, Trump turut angkat bicara mengenai ledakan tersebut. “Hal yang mengerikan. Benar-benar hal yang mengerikan,” ujar Trump, Selasa (4/4/2017).

Terkait ledakan bom ini, berbagai pihak langsung menuduh ISIS sebagai dalang dibalik aksi teror tersebut. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, ISIS melancarkan aksi terornya ke sejumlah Negara di benua Eropa, seperti Turki, Jerman, Perancis, dan yang terakhir adalah Inggris. Tuduhan tersebut bukan tanpa landasan, berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh NAK, aksi ini diduga kuat dilakukan oleh organisasi teror berhaluan Islam radikal.

Bila ditelisik lebih dalam, hubungan Rusia dengan ISIS memang sedang panas-panasnya, dilihat dari Rusia yang mendukung rezim Bassar Al Assad, yang notabene merupakan musuh ISIS di medan tempur Suriah. Ditambah lagi negeri beruang merah ini juga memiliki musuh bebuyutan, yaitu para pemberontak di Kaukasus. Sebenarnya, tuduhan terhadap ISIS dibalik aksi teror terbarunya ini bisa dibilang tidaklah semudah membalik terlapak tangan, mengingat kebanyakan aksi teror yang terjadi di Rusia didalangi oleh pemberontak Chechnya dan kelompok lain di pegunungan Kaukasus bagian selatan.

Apabila dilihat kebelakang, pada 29 dan 30 Desember 2013 silam Rusia juga pernah digemparkan oleh bom bunuh diri di sarana transportasinya, yaitu di depan stasiun kereta utama Volgograd pada tanggal 29 Desember dan di bus umum padat penumpang di kota Volgograd pada tanggal 30 Desember. Bom yang meledak pada tanggal 29 merupakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang wanita yang berdampak pada hilangnya 17 nyawa dan puluhan lainnya luka-luka, sedangkan bom yang meledak di bus umum padat penumpang menewaskan sedikitnya 10 orang dan 19 lainnya luka parah.

Tidak hanya itu, pada 27 November 2009, kelompok Umarov bertanggung jawab terhadap aksi peledakan di stasiun bawah tanah Rusia dan menewaskan sedikitnya 26 orang dan 100 lainnya luka-luka. Beberapa bulan berselang, tepatnya pada 29 Maret 2010, bom bunuh diri kembali dilakukan oleh kelompok Umarov melalui 2 wanita yang meledakkan dirinya di kereta bawah tanah Moskow dan menewaskan 40 orang serta 100 orang lainnya luka-luka.

Tidak hanya menyasar moda darat, aksi teror juga dilakukan pada moda udara. Pada Agustus 2004, 2 pesawat sipil mendapat serangan bom bunuh diri dan menewaskan 90 penumpang yang berada di dalamnya. Seakan belum puas dengan serangan udara etape pertama, bom bunuh diri meledak di bandara Domodedovo, Moskow pada 24 Januari 2011. Kejadian ini menewaskan 37 orang dan 180 lainnya luka-luka.

Bom yang meledak di St. Petersburg kemarin seolah menjadi pengingat agar Rusia dapat meningkatkan keamannya, mengingat perhelatan Piala Dunia yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 mendatang, pihak Rusia bertindak sebagai tuan rumah. Dengan kata lain, Rusia harus lebih meningkatkan pengamanannya dari berbagai aspek,agar gelaran akbar sepak bola dunia tersebut berjalan lancar.

 

Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Rusia menjadi sorotan publik dunia saat ini setelah sebuah bom meledak di salah satu gerbong kereta bawah tanahnya. Bom yang meledak di St. Petersburg Metro ini menelan 11 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan ledakan yang berisi gotri. Luka mendalam dirasakan oleh pihak keluarga yang ditinggalkan oleh para korban. Begitu juga dengan pemerintah setempat yang mengalami kerugian karena salah satu moda transportasinya perlu diperbaiki.

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Bom yang meledak pada Senin (3/4/2017) waktu setempat tentu saja membuat transportasi di kota St. Petersburg, terutama kereta bawah tanahnya, mengalami kelumpuhan sementara. Ini merupakan dampak yang harus dihadapi oleh masyarakat pengguna jasa layanan Metro, kereta bawah tanah di sana. Kepentingan masyarakat jadi tersisihkan akibat kejadian yang diusung-usung sebagai aksi teror ini. Sebagai salah satu sarana transportasi yang amat berpengaruh di Rusia, tentu saja ada banyak masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya tragedi ini.

Sebagai kota terbesar kedua di negeri beruang merah ini, St. Petersburg seolah menaruh tumpuan besar pada Metro, moda transportasi darat berupa kereta bawah tanah. St. Petersburg Metro yang mulai beroperasi pada 15 November 1955 ini melayani 6 rute perjalanan yang menghubungkan titik-titik penting di Rusia, baik itu pusat bisnis, pendidikan, hingga pusat perbelanjaan. Seolah menjadi nadi dari transportasi di St. Petersburg, Metro terus mengalami perubahan demi memberikan pelayanan maksimal pada para penumpangnya.

Dengan populasi kota St. Petersburg yang mencapai 7.500.000 jiwa, Metro dapat mengangkut penumpangnya hingga 2 juta penumpang setiap harinya, dan membawanya ke peringkat 19 sistem metro tersibuk di dunia. Dengan fakta ini, dapat Anda bayangkan berapa jumlah orang yang terhambat aktifitasnya akibat teror bom yang terjadi kemarin. Ditambah lagi dengan ditutupnya semua stasiun yang dilintasi oleh St. Petersburg Metro, ini tentu akan membuat keadaan di sana semakin kacau. Dengan adanya pemberlakuan penutupan sementara semua stasiun Metro di St. Petersburg akibat tragedi bom tersebut, seakan membekukan aktifitas masyarakat di sana yang biasa mengandalkan Metro.

Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org

Lokasi peledakan berada diantara stasiun Tekhnologichesky Institute dan Sennaya Ploschad . Menurut kabar yang dilansir dari detik.com, ketika sang masinis mendengar ledakan, ia tidak langsung memberhentikan keretanya, namun tetap berjalan menuju stasiun selanjutnya, yaitu Sennaya Ploschad. Gambar yang Anda lihat di media sosial dimana  ada sebuah kereta berwarna biru dengan pintu yang rusah, serta ada beberapa jenazah, diambil dari stasiun Sennaya Ploschad.

Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org

Stasiun Sennaya Ploschad berada di jalur yang menghubungkan Moskovsko dengan Petrogradskaya. Stasiun yang mulai beroperasi pada 1 Juli 1963 ini pernah melenyapkan nyawa 7 orang ketika kanopi yang berbahan dasar beton runtuh pada tahun 1999. Nama Sennaya sendiri diambil dari lokasi dimana stasiun itu berada, yaitu Sennaya Square. Pada era 1963 hingga 1991, daerah tersebut lebih akrab disapa dengan sebutan Peace Square.

Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020

Bandara Supadio di Kota Pontianak, Kalimantan Barat punya peran strategis bagi penerbangan sipil dan militer. Di bawah manajamen PT Angkasa Pura II (Persero), Supadio adalah Bandara Internasional, sementara menggunakan landas pacu (runway) yang sama, Supadio juga berperan sebagai Lanud (Pangkalan Udara) bagi jet-jet tempur TNI AU.

Didorong tren peningkatan trafik transportasi udara, mendorong BUMN PT Angkasa Pura II untuk membangun runway kedua di Bandara Supadio. Dilansir dari angkasapura2.co.id, runway kedua ini paling cepat pembangunannya akan dimulai pada akhir tahun ini dan paling lambat awal 2018 mendatang. Dalam pembangunan runway kedua, AP II berharap akan selesai tahun 2020.

Investasi pembangunan runway kedua mencapai sekitar Rp2 triliun dengan rencana dimensi 3.000 x 60 meter. Dengan dimensi yang besar ini, landasan dapat mengakomodir lalu lintas pesawat kecil hingga berbadan lebar atau widebody sekelas Boeing 777. Runway eksisting saat ini memiliki dimensi 2.240 x 45 meter dan akan dikembangkan menjadi 2.600 x 45 meter yang akan berfungsi sebagai paralel taxiway.

Adanya pengembangan runway eksisting dan pembangunan runway kedua, dipercaya dapat meningkatkan pelayanan hingga 51.772 penerbangan per tahun atau meningkat secara drastis dari saat ini 24.790 penerbangan per tahun. Tak hanya untuk pengembangan pariwisata dan perekonomian, pembangunan runway kedua juga mendukung kelancaran operasional penerbangan militer. Sebab, bandara Supadio berstatus enclave militer atau pangkalan udara sipil yang juga digunakan untuk penerbangan militer. Sebagai informasi, di bawah manajemen TNI AU, Bandara ini menjadi home base yang menaungi Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51.

“Potensi perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat khususnya Pontianak sangat besar sehingga Bandara Internasional Supadio berkewajiban untuk mendukung pemerintah maupun masyarakat untuk dapat meraih peluang tersebut demi kemajuan Provinsi Kalbar. Pembangunan terminal baru Bandara Internasional Supadio dan runway kedua ini merupakan wujud komitmen AP II turut mendukung kemajuan perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Ia menambahkan, nantinya AP II akan berkerjasama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan frekuensi penerbangan di bandara Supadio semakin banyak rute domestik dan internasional yang beragam seiring adanya runway kedua di tahun 2020 mendatang.

Saat ini, bandara Supadio beroperasi dengan terminal baru yang mampu menampung 3,8 juta penumpang per tahun. Nantinya, terminal ini akan dikembangkan hingga mampu menampung 5,5 juta penumpang per tahun dan beroperasi Juni 2017 ini.

Selain runway dan terminal, AP II akan memperluas apron bandara menjadi 75.600 m2 dari 47.200 m2 di tahun ini. Tahun 2016 lalu, pergerakan penumpang domestik dan internasional di bandara Supadio tercatat 3,18 juta penumpang dan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 2,71 juta penumpang. Tahun ini, diperkirakan pergerakan penumpang domestik dan internasional meningkat hingga 3,42 juta penumpang dan kargo ekspor-impor sebanyak 15,77 juta ton. Bandara Supadio saat ini penerbangannya dilayani hampir semua maskapai besar di Indonesia dan maskapai perintis.