Situasi Israel Memburuk, Airbus A350 British Airways BA165 “Flight To Nowhere” London-Tel Aviv

Penerbangan British Airways BA165 dari Bandara Heathrow London (LHR) ke Bandara Internasional Tel Aviv Ben Gurion (TLV), menjadi sebuah penerbangan yang melelahkan bagi para penumpangnya. Rupanya pesawar Airbus A350 BA165 menjalani apa yang disebut ‘Flight To Nowhere’, setelah terbang empat jam dari Heathrow, dan saat pesawat sudah tiba di ruang udara Israel, tapi nyatanya pesawat diminta terbang kembali ke bandara asal di Inggris.

Baca juga: Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Dikutip dari Simpleflying, hal tersebut terjadi karena situasi keselamatan di Israel terus memburuk sejak serangan Hamas pada 7 Oktober lalu. Penerbangan British Airways BA165, terbang dari Bandara Heathrow London (LHR) ke Bandara Internasional Tel Aviv Ben Gurion (TLV), dijadwalkan mendarat di Israel pada pukul 15:05 waktu setempat (UTC +3).

Pesawatnya menggunakan jenis Airbus A350-1000, yang terdaftar sebagai G-XWBF. Saat pesawat tersebut mulai mendekati TLV, pesawat tersebut sempat memasuki ruang tunggu di udara, tetapi segera setelah itu, pesawat tersebut berbalik dan kembali ke Heathrow.

Menurut juru bicara British Airways, penerbangan tersebut kembali ke ibu kota Inggris karena masalah keamanan. Perjalanan ke TLV biasanya memakan waktu sekitar empat jam, namun bagi penumpang BA ini, akan menjadi penerbangan yang sangat panjang untuk kembali ke titik awal mereka memulai.

Maskapai ini saat ini menawarkan kepada penumpang opsi untuk mengubah tanggal perjalanan mereka jika mereka akan terbang ke TLV hingga dan termasuk 22 Oktober, secara gratis. Pembaruan dari maskapai penerbangan, pada pukul 14:28 waktu setempat (UTC +1).

Namun, pada pukul 16:02 waktu setempat (UTC +1), maskapai tersebut mengatakan pihaknya menangguhkan penerbangan dari/ke TLV “mengikuti penilaian situasi terkini.” Selain penerbangan BA165, British Airways juga mengoperasikan penerbangan BA167 dari LHR ke TLV. BA165 dan BA167 diterbangkan dengan pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A350-1000, Boeing 777, atau Boeing 787. Penerbangan dengan BA167 telah dibatalkan mulai 7 Oktober 2023.

Banyak maskapai penerbangan lain yang membatalkan penerbangan ke TLV karena situasi di Israel menjadi lebih tegang. Daftar tersebut mencakup maskapai penerbangan besar Amerika Serikat, termasuk American Airlines, Delta Air Lines, dan United Airlines.

Baca juga: Bermarkas di Bandara Ben Gurion, Inilah El Al, Maskapai Nasional Israel dengan Awak Kabin Wajib Berdinas Militer

Beberapa diantaranya terus terbang ke ibu kota negara, termasuk maskapai penerbangan utama, El Al. Maskapai penerbangan Israel, bersama Israir dan Arkia, bahkan menambahkan lebih banyak penerbangan untuk memulangkan warga yang dipanggil sebagai pasukan cadangan, serta warga negara Israel yang terjebak di luar negeri.

Honda Umumkan N-Van e, Kendaraan Mikro Bertenaga Listrik yang Meluncur di Musim Semi 2024

Honda telah mengumumkan versi elektrifikasi (listrik) dari N-Van yang lucu namun punya kemampuan untuk menjelajah sampai 210 km. Pegumuman kendaraan ini sebagai bagian dari misi Honda yang hanya akan menjual kendaraan listrik di Jepang pada tahun 2030.

Baca juga: CEO BMW: “Harga Mobil Listrik Tidak Akan Pernah Murah”

N-Van listrik komersial yang ringan dan berjalan senyap sangat cocok untuk pengiriman dalam kota yang bersifat stop-and-go dalam skala kecil, terutama pada dini hari atau setelah jam kerja. Kendaraan ini telah disetel agar sesuai dengan kinerja akselerasi optimal.

Teknologi bantuan pengemudi seperti pengenalan rambu lalu lintas, fungsi penjaga jalur, kontrol jelajah adaptif, dan sensor parkir disertakan sebagai bagian dari rangkaian Honda Sensing, dan dikatakan sebagai yang pertama di kelasnya yang dilengkapi kantung udara samping untuk pengemudi dan penumpang standar. Desainer Honda juga meningkatkan ukuran rotor cakram rem untuk meningkatkan pengendalian saat menuruni bukit.

Eksteriornya menggunakan bahan daur ulang dari bemper kendaraan Honda lama, sementara lantai datar dan rendah dengan baterai tipis dipasang di bawahnya dikombinasikan dengan langit-langit tinggi menjadikan “kompartemen kargo luas dan berkapasitas tinggi” di dalamnya.

Ruang belakang memiliki panjang 1,48 meter dengan bangku belakang dilipat, lebar 1,39 meter dan tinggi 1,36 meter – namun penumpang dan tempat duduk belakang dapat dilipat rata dengan lantai untuk menampung barang yang lebih panjang. Secara keseluruhan, N-Van listrik dapat mengangkut muatan hingga 300 kg

Van mikro listrik ini dilaporkan kompatibel dengan pengisi daya 6 kW untuk pengisian penuh dalam waktu sekitar 5 jam, dan port daya eksternal telah disertakan sehingga dayanya dapat digunakan untuk perkakas dan peralatan listrik, atau digunakan sebagai kendaraan- sumber listrik ke rumah dalam keadaan darurat.

Baca juga: Honda Hadirkan Skutik Roda Tiga “Gyro Canopy”

Prototipe N-Van e telah diuji sejak bulan Juni, dan perusahaan berencana untuk mengujinya di luar Jepang untuk mengonfirmasi spesifikasi kinerja sebelum peluncuran. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ketersediaan di Jepang sedang direncanakan untuk musim semi lokal tahun 2024, dan akan hadir dalam tiga konfigurasi.

Hari ini 34 Tahun Lalu, Santiago Airlines Flight 513 ‘Mendarat’ Setelah Hilang 35 Tahun

Hari ini, 34 tahun lalu yang bertepatan dengan 12 Oktober 1989, dikenal sebagai momen yang misterius dalam jagad dunia penerbangan. Meski terkesan sebuah cerita fiksi, namun pada tanggal tersebut, pesawat Lockheed Super Constellation Santiago Airlines flight 513 secara tiba-tiba muncul kembali dan berhasil mendarat di Porto Alegre dengan membawa 92 penumpang dan awak yang sudah menjadi tengkorak.

Baca juga: Cek Fakta Dibalik Kemunculan Flight 513 Pasca 35 Tahun Hilang!

Dari catatan sejarah, Santiago Airlines flight 513 pada 4 September 1954, dikabarkan hilang di Samudera Atlatik Utara dalam perjalanan dari Aachen, Jerman menuju Porto Alegre, Brasil. Namun, 35 tahun kemudian, yaitu pada 12 Oktober 1989, Santiago Airlines flight 513 tiba-tiba muncul kembali dan berhasil mendarat di Porto Alegre. Tak butuh waktu lama, insiden tersebut pun membuat heboh dunia.

Pihak berwenang tak sedikit pun berani membuka suara. Hal itu lantaran pemerintah khawatir malah membuat warga jadi takut. Namun, proses penyelidikan tetap dilakukan guna mencari fakta terkait kemunculan pesawat Santiago Airlines flight 513.

Selama proses penyelidikan dimulai, berbagai teka-teki terus bermunculan. Dr Celso Atello, seorang peneliti sekaligus paranormal percaya bahwa pesawat Santiago Airlines flight 513 telah memasuki time warp atau lorong waktu.

Black Hole (lubang hitam) dan Time Warps (lorong waktu) sendiri sudah lama dibicarakan karena kerap membuat pesawat dan kapal laut hilang misterius tanpa jejak dan tak pernah kembali. Alhasil, kemunculan pesawat tersebut dari lorong waktu benar-benar menjadi buah bibir di dunia.

Sementara itu, proses penyelidikan terus dilakukan. Sayangnya, para saksi yang melihat kejadian tak bisa menggambarkan dengan utuh proses kejadian.

Mereka hanya melihat, pesawat Lockheed Super Constellation muncul tiba-tiba dan mendarat di bagian Barat Bandara Porto Alegre dengan landing approach tak biasa, mulai dari kecepatan dan tahapan pendaratan itu sendiri. Terlebih, ketika dicek, penumpang dan awak sudah menjadi tengkorak; termasuk tengkorak Kapten Miguel Victor Cury yang masih memegang kemudi.

Begitu juga dengan para mantan karyawan. Sebagian dari mereka banyak yang sudah tiada, sebagian lagi sudah termakan usia dan hilang ingatan. Lagi pula, maskapai Santiago Airlines dikabarkan sudah lama bangkrut tak lama setelah armada mereka hilang bak ditelan bumi di Samudera Atlantik.

Proses penyelidikan yang tak kunjung menemui titik terang pada akhirnya menimbulkan berbagai teori konspirasi. Publik percaya, bahwa pemerintah telah menyembunyikan bukti-bukti terkait hal ini (fenomena time warp) dengan dalih melindungi masyarakat.

Baca juga: Update Misteri Hilangnya MH370, Ahli Sebut Pesawat Jatuh Gegara Kehabisan Bahan Bakar!

Namun, minimnya data dan fakta telah menunjukkan bahwa kemunculan Santiago Airlines flight 513 setelah 35 tahun hilang tak lebih dari sekedar hoax. Terlebih, kabar terkait hal itu diketahui muncul pertama kali dari Weekly World News. Pun bila memang benar masuk ke time warp atau empat dimensi, waktu di sana tidaklah sama dengan waktu di bumi. Satu hari di ruang empat dimensi bisa jadi bertahun tahun atau bahkan berpuluh tahun waktu dibumi

Mulai 29 Oktober, Bandara Husein Bandung Resmi Digantikan Bandara Kertajati, Ini Rute yang Dilayani

Bandara Husein Sastranegara (BDO) Bandung resmi digantikan Bandara Kertajati (KJT) di Majalengka mulai 29 Oktober 2023 mendatang. Itu berarti, penerbangan dari dan ke Bandung sudah tidak ke BDO lagi melainkan ke KJT yang notabene cukup jauh dari pusat kota Bandung.

Baca juga: Gunakan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Umrah dari Bandara Kertajati

Jelang pengalihan operasional tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub beserta jajaran dan stakeholder serta pihak terkait melakukan peninjauan langsung kesiapan infrastruktur dan ketersediaan antar moda.

Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa mulai Oktober Bandara Kertajati akan beroperasi penuh, sehingga penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara akan digeser ke Bandara Kertajati, utamanya untuk yang pesawat jet.

“Kami berharap, agar proses pengalihan operasional penerbangan yang sudah menjadi mandat dari Bapak Presiden, dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Sehingga nantinya dapat mendukung perekonomian dan pariwisata daerah Jawa Barat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni.

Kristi menambahkan selaku regulator penerbangan nasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) harus memastikan Bandara Kertajati dan operator penerbangan siap melayani konektivitas mulai akhir Oktober nanti.

“Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan dukungan dan kolaborasi antara regulator, operator dan stakeholder penerbangan lainnya, dan paling penting peran serta dan dukungan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) dan sekitarnya,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Dirjen Hubud juga mencoba moda transportasi umum Damri dari Kebon Kawung Bandung menuju Bandara Kertajati dengan menempuh perjalanan sekitar 1.30 menit.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Dirut PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Yufrudon Gandoz Situmeang, Direktur Utama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhamad Singgih, Presiden Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Jawa Barat.

Selain melakukan kunjungan ke Bandara Kertajati, Dirjen Hubud beserta rombongan juga melakukan rapat koordinasi dengan semua stakeholder terkait.

Kristi meminta agar peran serta pemerintah provinsi/daerah dalam memberikan informasi secara massif kepada masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi udara perlu lebih ditingkatkan lagi.

“Hal lain yang tidak kalah penting agar pemda setempat memberikan dukungan untuk ketersediaan penumpang (demand). Begitupun dengan ketersediaan antar moda seperti damri, shuttle bus, taxi, transportasi berbasis online untuk akses dari/ke Bandara Kertajati pun harus sudah tersedia dan beroperasi. Sehingga Bandara Kertajati sudah siap melayani konektivitas transportasi udara untuk masyarakat Ciayumajakuning dan sekitarnya,” ucap Kristi.

Kristi menambahkan, “Agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, pemda setempat perlu memanfaatkan sarana dan media komunikasi baik melalui media sosial, online, ataupun spanduk dan umbul-umbul,” ungkapnya.

Sebagai informasi untuk penerbangan berjadwal dari/ke Bandara Husein Sastranegara dengan menggunakan pesawat jet akan berakhir pada 28 Oktober nanti, sehingga Bandara Husein hanya melayani penerbangan berjadwal dalam negeri dengan pesawat jenis propeller untuk rute intra jawa seperti dari/ke Bandara Adi Sutjipto (JOG) oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR72-600.

Baca juga: Bawa Muatan Mesin Pendingin dari Houston, Pesawat Kargo An-124 Ruslan Mendarat di Kertajati

Adapun rute penerbangan yang dialihkan ke Bandara Kertajati merupakan rute yang saat ini dilayani oleh Bandara Husein dengan pesawat Jet seperti:
1. Balikpapan (BPN)
2. Banjarmasin (BDJ)
3. Batam (BTH)
4. Denpasar (DPS)
5. Makassar (UPG)
6. Medan (KNO)
7. Palembang (PLM)

Rute-rute penerbangan tersebut dioperasikan oleh maskapai Citilink, Indonesia AirAsia, Super Air Jet, Lion Air, dan Batik Air. Sedangkan rute penerbangan berjadwal luar negeri dengan tujuan Kualalumpur telah beroperasi sejak pertengahan Mei 2023 dengan frekuensi 2x perminggu.

MIT Kembangkan Air Guardian – Teknologi ‘Kopilot’ Berbasis Kecerdasan Buatan

Laboratorium Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan – Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dikabarkan sedang mengembangkan teknologi kopilot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diberi label Air Guardian yang secara aktif bekerja sama dengan pilot, menjadikan komputer tersebut sebagai bagian dari tim, dan bukan sebagai cadangan darurat.

Baca juga: Korean Air Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Rute Tersibuk di Dunia 

Menerbangkan pesawat modern mungkin menyenangkan, namun terkadang juga bisa sangat sulit. Lepas landas, mendarat, terbang di wilayah udara yang ramai, atau menghadapi kegagalan fungsi yang tiba-tiba dapat membuat pilot menghadapi aliran data yang sangat banyak dari berbagai tampilan, sementara pilot hanya punya waktu sepersekian detik untuk memproses semuanya dan mengambil keputusan.

Salah satu contohnya adalah pada tanggal 15 Januari 2009 ketika US Airways Flight 1549 menabrak sekawanan burung saat lepas landas dari Bandara LaGuardia di New York. Pilot Chesley “Sully” Sullenberger menjadi pahlawan pada hari itu ketika dia membuat keputusan untuk mendaratkan Airbus A320 di Sungai Hudson, yang akhirnya dapat menyelamatkan nyawa 155 penumpang dan awak.

Ironi dari insiden tersebut adalah, menurut pakar AI yang meninjau insiden tersebut dan memilih untuk tidak disebutkan namanya, Sullenberger seharusnya tidak perlu mendaratkan pesawat di sungai, pasalnya Ia masih bisa terbang sampai ke bandara terdekat. Masalahnya adalah dia tidak mempunyai cukup waktu untuk menilai situasi dengan tepat dan harus melakukan tindakan terbaik yang dia bisa.

Sebuah studi mengenai insiden tersebut menemukan bahwa jika pesawat tersebut dilengkapi dengan sistem AI, pendaratan di pesawat tersebut dapat dihindari karena kemampuannya menangani kelebihan data.

Sistem penerbangan AI seperti ini telah menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena potensi keselamatannya serta kemungkinan penggantian awak manusia pada penerbangan kargo rutin. Namun, pendekatan yang biasa dilakukan adalah memperlakukan AI sebagai sesuatu seperti sistem peringatan darurat. Pada dasarnya, tugasnya hanyalah duduk di dalam kotaknya memantau data penerbangan dan kemudian bertindak jika ada sesuatu yang menyimpang dari parameter keselamatan yang ditentukan.

Menurut MIT, Air Guardian mengambil pendekatan berbeda dengan memantau tidak hanya pesawatnya, tapi juga pilotnya, sehingga bertindak lebih seperti kopilot daripada ‘rem darurat’. Hal ini dilakukan dengan melacak pergerakan mata pilot dan membuat “peta arti-penting”, yang merupakan istilah berharga untuk mencatat di mana pilot melihat dan seberapa besar perhatian diberikan pada apa yang sedang dilihat.

Kedengarannya sangat sederhana, namun hal ini bergantung pada beberapa algoritma yang sangat canggih, dan apa yang disebut “liquid neural networks,” yang merupakan jaringan sangat fleksibel yang dapat beradaptasi bahkan setelah jaringan tersebut dilatih. Mereka juga dapat mengatasi beberapa hambatan matematis, memungkinkan AI untuk membangun model tentang apa yang terjadi dari detik ke detik dan belajar bekerja sama dengan pilot.

Baca juga: Dari Kecerdasan Buatan-Tinggalkan Botol dan Gelas Plastik di Pesawat, Ini Sederet Inovasi Maskapai AS

Intinya adalah pilotlah yang menerbangkan pesawat, sehingga keahlian dan pengalaman mereka dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sementara itu, Air Guardian memantau perhatian pilot. Jika mereka tidak memperhatikan sesuatu yang penting atau terlalu memperhatikan hal lain, AI mengambil tindakan untuk menghindari potensi risiko.

Airbus Uji Sistem Kendali Penerbangan pada Prototipe eVTOL CityAirbus NextGen

FlightLab demonstrator dari Airbus Helicopters, telah berhasil menguji sistem kontrol penerbangan listrik dalam persiapan antarmuka mesin manusia – human machine interface (HMI) baru yang akan melengkapi CityAirbus NextGen, prototipe eVTOL Airbus. Tonggak sejarah ini mewakili langkah penting menuju generasi baru pesawat mobilitas udara perkotaan bertenaga listrik.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Kontrol pilot telah disederhanakan berkat bantuan piloting yang ditingkatkan yang disediakan oleh sistem kontrol penerbangan listrik. Menandai yang pertama dalam industri helikopter, satu tongkat pilot menggantikan tiga kontrol pilot konvensional (siklik, pedal, kolektif) dan mampu mengendalikan semua sumbu pesawat. Dengan menggunakan tongkat tunggal, pilot mampu melakukan semua manuver: lepas landas & mendarat, pendakian, penurunan, akselerasi, perlambatan, belokan, dan pendekatan.

Tongkat tunggal memakan lebih sedikit ruang, menawarkan peningkatan visibilitas kepada pilot dan dikombinasikan dengan HMI revisi yang menggunakan tampilan sederhana, memberikan pilihan informasi yang secara khusus disesuaikan dengan eVTOL.

“Sejak awal, kami merancang sistem ini dengan mempertimbangkan setiap parameter sertifikasi karena ini akan menjadi langkah maju yang besar dalam memvalidasi desain eVTOL mobilitas udara perkotaan kami, CityAirbus NextGen. Keuntungan dari sistem kendali penerbangan listrik sangat besar, terutama dalam hal mengurangi beban kerja pilot dan pada akhirnya meningkatkan keselamatan misi. Ini juga merupakan contoh bagus tentang bagaimana para demonstran kami terbiasa mematangkan teknologi yang diperlukan untuk mempersiapkan masa depan penerbangan vertikal,” kata Tomasz Krysisnki, Kepala Riset & Inovasi di Airbus Helicopters.

Setelah keberhasilan kampanye uji terbang, Airbus Helicopters berupaya menyelesaikan rincian sistem baru ini sebelum pengujian baru dilakukan dalam kerangka Vertex, sebuah proyek yang dilakukan dalam kemitraan dengan Airbus UpNext yang akan memajukan otonomi lebih jauh lagi dengan mengelola navigasi dan menyederhanakan persiapan misi.

Baca juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Airbus telah menjadi salah satu pionir dalam mengeksplorasi bagaimana propulsi listrik dapat membantu mendorong pengembangan kendaraan udara jenis baru. Pada bulan September 2021, perusahaan meluncurkan prototipe eVTOL yang sepenuhnya listrik, CityAirbus NextGen. Airbus sedang mengembangkan solusi mobilitas udara canggih dengan eVTOL, tidak hanya untuk menawarkan layanan mobilitas baru, namun juga sebagai langkah penting dalam misinya untuk mengurangi emisi dalam penerbangan di seluruh rangkaian produknya.

Perubahan Iklim Berdampak Serius pada Keselamatan Penerbangan? Cek Faktanya

Perubahan iklim hampir dialami di seluruh dunia, saat sebagian besar wilayah Indonesia terpapar panas ekstrem akibat super El Nino, maka di belahan negara lain, justru ada yang mengalami hujan badai. Pun begitu dengan wilayah-wilayah lain di dunia, perubahan iklim membuat cuaca tidak lazim serta musim yang bergeser.

Baca juga: 100 Bandara Bakal Tenggelam Gegara Perubahan Iklim, Mayoritas Asia

Dalan aspek penerbangan, perubahan iklim dapat memiliki dampak yang signifikan pada keselamatan penerbangan. Berikut beberapa poin dari perubahan iklim yang langsung berdampak pada jasa dan layanan penerbangan pada umumnya. :

1.Cuaca yang Ekstrem
Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca yang lebih ekstrem, termasuk badai, angin kencang, hujan deras, dan kondisi cuaca buruk lainnya. Ini dapat mengakibatkan peningkatan gangguan dan tantangan dalam operasi penerbangan. Pesawat dan awak kabin harus menghadapi kondisi cuaca yang lebih berbahaya, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Turbulensi Udara
Pemanasan global dapat mempengaruhi pola aliran udara di atmosfer, yang dapat menghasilkan turbulensi udara yang lebih intens dan tidak terduga. Turbulensi dapat mengganggu penerbangan, menyebabkan cedera pada penumpang dan awak kabin, serta kerusakan pesawat.

3. Kenaikan Permukaan Air Laut
Perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan permukaan air laut, yang dapat mengancam bandara dan fasilitas penerbangan yang terletak di dekat pantai. Banjir akibat naiknya permukaan air laut dapat merusak landasan pacu, bangunan, dan peralatan di bandara. Tak sedikit, lokasi bandara berada di wilayah pesisir, umumnya desain bandara di dekat pantai, terkait dengan aspek keselamatan bila terjadi pendaratan darurat.

4. Panas Ekstrem
Suhu udara yang sangat tinggi dapat memengaruhi kinerja pesawat. Pada suhu yang sangat panas, pesawat mungkin memerlukan landasan pacu yang lebih panjang untuk lepas landas, atau mereka mungkin harus mengurangi beban penumpang dan kargo. Panas ekstrem juga dapat memengaruhi kinerja mesin pesawat.

5. Asap Kebakaran Hutan
Perubahan iklim juga telah menyebabkan peningkatan kejadian kebakaran hutan yang parah di beberapa wilayah. Asap dari kebakaran hutan ini dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi keselamatan penerbangan, terutama pada saat lepas landas dan mendarat.

6. Kebijakan Pengurangan Emisi
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, pemerintah dan organisasi penerbangan telah memperkenalkan kebijakan dan aturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari penerbangan. Ini termasuk langkah-langkah seperti pemotongan emisi mesin pesawat dan peningkatan efisiensi bahan bakar. Meskipun ini adalah langkah positif dalam mengurangi dampak perubahan iklim, kebijakan ini juga dapat memengaruhi operasi penerbangan dan biaya.

Baca juga: Pesawat Lepas Landas dalam Kondisi Suhu Tinggi, Ternyata Bikin Maskapai Merugi

Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama, dan maskapai penerbangan serta otoritas penerbangan terus memantau perubahan iklim dan kondisi cuaca yang terkait. Mereka juga mengambil tindakan untuk memitigasi risiko dan menjaga keselamatan penerbangan selama kondisi cuaca ekstrem.

Dibalik Kemewahan Kereta Compartment Suites, Ada Dukungan KAI Services

PT KAI (Persero) hari Selasa (10/10) kemarin resmi meluncurkan Kereta Compartment Suites yang sarat dengan kemewahan, layaknya kursi first class di pesawat, seperti monitor LCD yang berisi train onboard infotainment system (di pesawat dikenal sebagai IFE) sampai layanan yang memanjakan penumpang -kolaborasi dengan KAI Services- dengan adanya call button. Dengan men-klik tombol tersebut, pramugara (prama)/pramugari (prami) akan mendatangi penumpang dan memberikan pelayanan.

Baca juga: Sederet Inovasi KAI 2023: Lin Lingkar Jabar-Jateng dan Jatim-Jateng Sampai Kereta Luxury Gen 3

Diketahui, Kereta Compartment Suites PT KAI dilengkapi dengan berbagai fasilitas dalam satu ruangan yang dapat diisi hanya untuk satu penumpang. Selain fasilitas ruang pribadi, kursi kereta kelas ini dapat direbahkan hingga 180 derajat secara otomatis.

Kursi dengan fasilitas kenyamanan tersebut dihadirkan untuk menambah pengalaman menyenangkan dan kenyamanan serta memberikan ruang privasi lebih kepada para penumpang di Kereta Compartment Suites.

Di samping kursi juga terdapat pula monitor LCD yang berisi train onboard infotainment system yang dapat digunakan pelanggan untuk mengisi waktu luang selama perjalanan. Tidak ketinggalan, Kereta Compartment Suite juga dilengkapi dengan toilet mewah yang dilengkapi dengan teknologi automatic sensor. Antara lain keran otomatis dan tombol pilihan di closet.

Kereta Compartment Suites diisi dengan 16 kompartemen yang dapat memberikan privasi lebih kepada penumpang sepanjang perjalanan. Setiap kompartemen dilengkapi dengan kursi canggih yang dapat dioperasikan secara digital. Kursi dan fasilitas kompartemen ini bisa dikustomisasi oleh para penumpang sesuai kebutuhan. Mulai dari mengatur pencahayaan, level pendingin udara, hingga posisi duduk semuanya dapat disesuaikan dengan keinginan penumpang.

Selain itu, fasilitas kompartemen ini juga dilengkapi dengan call button yang dapat digunakan penumpang yang memerlukan bantuan kepada prama dan prami KAI Services yang sedang bertugas. Tidak hanya itu, prama dan prami KAI Services juga memberikan pelayanan dengan beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang seperti bantal, selimut, headset serta hot towel.

KAI Services juga memberikan pelayanan yang memanjakan penumpang dengan fasilitas makan dengan menu appetizermain course, dan dessert yang menghadirkan beragam menu yang bisa dipilih penumpang. Tidak hanya itu, KAI Services juga memanjakan penumpang dengan menyediakan aneka pilihan minuman yang memberikan kesegaran saat dalam perjalanan.

Penumpang Kereta Compartment Suites juga dapat memilih menu-menu makanan Asian, tradisional Food, dan Western. Selain itu,  penumpang Kereta Compartment Suite juga akan mendapatkan welcome drink dan amenities seperti handuk hangat.

KAI Services juga menjamin kebersihan didalam Kereta Compartment Suites dengan memberikan pelayanan petugas cleaning yang terdiri dari beberapa bagian tugas yakni Kebersihan kereta meliputi Cuci Kereta dan On Train Cleaning (OTC).

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services mendukung kehadiran Kereta Compartment Suite dengan memberikan pelayanan terbaik dari sisi pelayanan prama dan prami, makanan, minuman, hingga tenaga petugas kebersihan. Semua dukungan ini diberikan demi kenyamanan yang lebih untuk para penumpang kereta Compartment Suite.

Baca juga: KAI Services Beri Dukungan Tenaga Kebersihan Kereta Cepat Whoosh

“Kereta Compartment Suites dihadirkan untuk memberikan kenyamanan serta privasi yang lebih kepada para penumpang, untuk itu kami di KAI Services mendukung dengan menghadirkan pengalaman terbaik kepada penumpang,” ujarnya.

Kereta Compartment Suites yang resmi diluncurkan pada Selasa (10/10) pada  tahap awal akan beroperasi di rangkaian KA Bima dan Argo Semeru relasi Stasiun Gambir –  Stasiun Surabaya Gubeng dengan harga promo tiket Rp 1.950.000.

Bandara Internasional King Fahd, Bandara dengan Wilayah Terluas di Dunia

Predikat pada bandara ada beragam, dari mulai bandara terpadat sampai bandara terbesar. Mamun, jangan dilupakan ada predikat bandara dengan predikat terluas, yang dilihat dari total luas wilayah. Nah, tahukah dimana bandara terluas di dunia ini? Dengan geografi berupa dataran luas yang datar, negara-negara di Timur Tengah jelas punya keuntungan untuk mewujudkan bandara dengan luas super.

Baca juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

Bandara Internasional King Fahd (IATA: DMM, ICAO: OEDF) adalah bandara yang memiliki area seluas sekitar 780 kilometer persegi (sekitar 301 mil persegi), menjadikannya bandara terluas di dunia berdasarkan luas daratan yang dimiliki.

Bandara utama ini terletak di Dhahran, Provinsi Timur, Arab Saudi. Bandara ini diberi nama Raja Fahd untuk menghormati Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud, yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Arab Saudi dan memegang berbagai posisi pemerintahan, termasuk Raja Arab Saudi dari tahun 1982 hingga 2005. Ia juga merupakan Raja Arab Saudi saat pembangunan bandara ini dimulai.

Gagasan untuk membangun bandara internasional di Dhahran muncul pada tahun 1970-an ketika pengembangan ekonomi dan industri di wilayah Timur Arab Saudi sedang berlangsung. Rencana ini segera mendapat dukungan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Bandara Internasional King Fahd dibuka secara resmi pada tahun 1999. Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Dhahran yang sebelumnya digunakan sebagai bandara utama di wilayah Timur.

Bandara King Fahd berfungsi sebagai hub penting bagi beberapa maskapai penerbangan, termasuk Saudia (Saudi Arabian Airlines), maskapai penerbangan nasional Arab Saudi. Ini adalah pusat utama bagi Saudia dan menyediakan koneksi ke berbagai tujuan domestik dan internasional.

Bandara ini terus mengalami perkembangan dan perluasan untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas udara dan meningkatkan fasilitas bagi penumpang. Pada tahun 2009, bandara ini meluncurkan Terminal 2 yang lebih besar untuk menangani jumlah penumpang yang semakin meningkat.

Bandara Internasional King Fahd (DMM) memiliki dua terminal penumpang utama:

Terminal 1 (T1) adalah terminal internasional utama di Bandara King Fahd. Ini melayani sebagian besar penerbangan internasional dan merupakan pintu gerbang bagi penumpang yang datang ke Arab Saudi dari luar negeri. T

Terminal 2 (T2) adalah terminal domestik dan regional yang lebih baru. Dibuka pada tahun 2009, terminal ini dirancang untuk menangani jumlah penumpang yang semakin meningkat, terutama pada rute-rute domestik dan regional.

Baca juga: Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!

Kapasitas penumpang Bandara Internasional King Fahd (DMM) adalah salah satu yang terbesar di wilayah Timur Tengah. Pada tahun 2019, Bandara King Fahd mencatat lebih dari 11,5 juta penumpang.

Namun, bandara ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan dapat menangani lebih banyak penumpang dalam satu tahun. Kapasitas ini mencakup layanan penerbangan domestik dan internasional, yang melibatkan berbagai maskapai dan tujuan.

Tuntas Uji Coba Sustainable Aviation Fuel, Garuda Indonesia Jajaki Gunakan Energi Terbarukan pada Penerbangan Komersial

Garuda Indonesia berkolaborasi bersama Pertamina serta didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI, serta Tim Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil merampungkan rangkaian uji coba bioavtur yang termasuk dalam klasifikasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis bahan bakar nabati yang memiliki kandungan minyak inti kelapa sawit (J2.4) pada pesawat penerbangan komersial.

Baca juga: Garuda Indonesia Uji Coba Penggunaan Bioavtur di Pesawat Boeing 737-800NG

Rampungnya rangkaian uji coba bioavtur J2.4 tersebut ditandai dengan diselesaikannya uji terbang pada armada Garuda Indonesia B737-800NG PK -GFX dengan mesin pesawat CFM56-7B melalui uji coba penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta yang kemudian dilanjutkan menuju Area Pelabuhan Ratu Airspace pada Rabu (4/10). Sebelumnya dihari yang sama, uji coba bioavtur J2.4 tersebut juga telah melalui serangkaian prosedur Engine Ground Run Test dengan menggunakan armada yang sama di Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Uji coba tersebut melengkapi uji statis yang telah dilaksanakan pada akhir bulan Juli lalu dengan menggunakan komponen mesin pesawat CFM56-7B. Melalui berbagai rangkaian uji coba tersebut, Tim Peneliti PT LAPI ITB bersama stakeholder terkait menyampaikan hasil yang positif bahwa SAF dengan jenis Bioavtur J2.4 pada tipe pesawat Boeing 737-800 menunjukkan respon pesawat baik dan terkendali. Dengan hasil baik ini Garuda Indonesia bersama sama dengan Pertamina siap melanjutkan sinergi BUMN ini ke tahap selanjutnya yaitu rencana penggunaan SAF dalam penerbangan komersial Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa dirampungkannya uji coba penggunaan bioavtur J2.4 ini merupakan bagian dari komitmen serta upaya berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam mendukung berbagai inisiatif dekarbonisasi yang salah satunya dilaksanakan melalui penjajakan penggunaan SAF pada penerbangan Garuda Indonesia.

“Ini adalah milestone yang sudah kita tunggu-tunggu. Hal ini tentunya menjadi optimisme tersendiri bagi langkah kita bersama untuk merealisasikan mimpi besar kita mewujudkan green energy pada ekosistem aviasi Indonesia untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission yang diproyeksi dapat terealisasi pada tahun 2060 mendatang,” kata Irfan menambahkan.

“Setelah melewati seluruh rangkaian uji penggunaan SAF, kiranya ke depannya misi kita bersama untuk menorehkan sejarah baru dalam industri aviasi nasional dapat terealisasi melalui langkah penerapan SAF pada penerbangan komersial Indonesia. Kami memahami dalam mewujudkan komitmen pengelolaan green energy khususnya dalam ekosistem aviasi tidak dapat tercapai tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Karena itu, dalam kesempatan ini kami juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mewujudkan langkah awal dalam penerapan energi terbarukan pada penerbangan Garuda Indonesia”, jelas Irfan.

“Dengan hasil tersebut, selanjutnya Garuda Indonesia siap untuk menjajaki penggunaan SAF tersebut pada lini penerbangan komersial. Tentunya kesiapan tersebut akan diselaraskan dengan kajian implementasi SAF secara komprehensif atas kesiapan sektor korporasi dalam mengadaptasi penggunaan energi terbarukan ini khususnya pada lini penerbangan komersial. Ini merupakan langkah awal yang kiranya dapat menjadi misi berkelanjutan bagi ekosistem aviasi untuk bergerak semakin adaptif dalam menghadirkan kontribusi bagi keberlangsungan lingkungan hidup”, tutup Irfan.

Baca juga: Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal

Dirampungkannya uji terbang ini dengan penggunaan energi terbarukan ini merupakan bagian dari penyusunan SAF roadmap dengan kolaborasi antara Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Tim Peneliti ITB, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan stakeholder terkait lainnya.