Libur Nataru, 11 Pelabuhan Ramai Diserbu Pemudik: Motor Mendominasi

Meningkatnya pergerakan masyarakat pada periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) sejalan dengan adanya kenaikan produktivitas di 11 lintasan penyeberangan utama yang dipantau oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di momen ini.

Baca juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Adapun 11 lintasan tersebut antara lain: Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Sibolga-Nias, dan Ajibata-Ambarita.

Begitu juga dengan lintasan Tanjung Api Api-Tanjung Keluan, Bajoe-Kolaka, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, dan Kupang-Rote.

“Pada 25 Desember 2023 jumlah penumpang di 11 lintasan 182.002 atau meningkat 23 persen dibanding 2022 sebanyak 147.702 orang,” jelas Direktur Transportasi Danau, Sungai, dan Penyeberangan Lilik Handoyo saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali Selasa (26/12).

Selanjutnya pada kendaraan roda 2 bertambah 53 persen dibandingkan tahun lalu. Yakni pada 2022 sebanyak 7.645 unit sedangkan tahun 2023 sejumlah 11.714 unit.

Pada kendaraan roda 4 (Kendaraan Kecil) sebanyak 20.307 unit atau meningkat 22 persen dari tahun 2022 yang sebanyak 16.624 unit kendaraan.

Bus bertambah 20 persen yang melakukan penyeberangan dari tahun lalu sejumlah 1.562 unit, kini 1.867 unit.

“Jumlah truk menyeberang berkurang 6 persen dari tahun 2022 yang sebanyak 8.319, tahun ini hanya 7.819,” kata Lilik.

Dengan demikian, total kendaraan roda 4 atau lebih bertambah 13 persen yakni sebanyak 29.993 sedangkan pada tahun lalu sejumlah 26.505 unit.

Lilik menyampaikan, ada dua lintasan utama yang selalu ramai dan terjadi peningkatan dari sisi penumpang dan kendaraan yakni Lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Adapun produktivitas Lintas Merak – Bakauheni di hari Natal kemarin (25/12) sebagai berikut :

1. Penumpang bertambah 16 persen
Tahun 2022 : 75.742
Tahun 2023 :  87.870

2. Roda 2 bertambah 74 persen
Tahun 2022 : 2.013
Tahun 2023 : 3.511

3. Roda 4 (KK) bertambah 16 persen
Tahun 2022 : 8.831
Tahun 2023 : 10.259

4. Bus bertambah 7 persen
Tahun 2022 : 736
Tahun 2023 : 791

5. Truk berkurang 16 persen
Tahun 2022 : 4.736
Tahun 2023 : 3.964

6. Total Roda 4 atau lebih bertambah 5 persen
Tahun 2022 : 14.303
Tahun 2023 : 15.014

Pada lintasan Ketapang – Gilimanuk antara lain:

1. Penumpang bertambah 35 persen
Tahun 2022 : 49.563
Tahun 2023 :  66.997

2. Roda 2 bertambah 49 persen
Tahun 2022 : 2.873
Tahun 2023 : 4.271

3. Roda 4 (KK) bertambah 32 persen
Tahun 2022 : 5.590
Tahun 2023 : 7.368

4. Bus bertambah 35 persen
Tahun 2022 : 649
Tahun 2023 : 876

5. Truk bertambah 9 persen
Tahun 2022 : 2.658
Tahun 2023 : 2.901

6. Total Roda 4 atau lebih bertambah 25 persen
Tahun 2022 : 8.897
Tahun 2023 : 11.145.

Baca juga: Ini Daftar 9 Pelabuhan Laut Tersibuk di Indonesia

“Kami berharap pengguna jasa tetap menjaga keselamatan dalam melakukan perjalanan dan pastikan kondisi juga dalam keadaan sehat,” ujar Lilik.

Sementara pihaknya pun akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terkait agar pelayaran kapal tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan.

Dua Bulan Beroperasi, Satu Juta Orang Telah Gunakan Kereta Cepat Whoosh

Kereta Cepat Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, Whoosh berhasil mencapai tonggak penting dalam pelayanannya dimana dengan mencapai 1 Juta Penumpang. Sejak mulai beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023, Kereta Cepat Whoosh kini sudah melayani 1.028.216 penumpang hingga 25 Desember 2023 dalam kurun waktu 2 bulan beroperasi.

Baca juga: Tiket Kereta Cepat Whoosh Naik, KAI Harap Penumpang KA Argo Parahyangan Meningkat

Adapun jumlah penumpang tertinggi yang dilayani dalam satu hari pada perjalanan kereta Whoosh telah mencapai hingga 21.500 penumpang per hari termasuk pada moment libur akhir tahun yang sedang berlangsung saat ini.

Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menyebut pencapaian ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat akan transportasi umum yang modern dan andal di Indonesia dengan efisiensi waktu tempuh dan kenyamanan.

“KCIC berterima kasih kepada seluruh penumpang Whoosh dan ini menjadi salah satu motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujar Dwiyana.

Berdasarkan survey, 48% penumpang Kereta Cepat Whoosh sebelumnya merupakan pengguna mobil pribadi. Artinya kehadiran Whoosh berhasil untuk membantu program pemerintah dalam mengalihkan masyarakat dari transportasi pribadi ke transportasi umum yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Dengan tersedianya fasilitas yang baik dan layanan yang efisien, masyarakat semakin memilih transportasi umum seperti Whoosh, sehingga berkontribusi terhadap berkurangnya ketergantungan pada mobil pribadi,” ujar Dwiyana.

Selain itu, capaian 1 juta penumpang ini juga menjadi salah satu bukti jika kereta cepat Whoosh telah mendapatkan kepercayaan masyarakat dan menjadi moda transportasi pilihan untuk perjalanan Jakarta-Bandung.

Sejak beroperasi hingga menjelang pergantian tahun, operasional Kereta Cepat Whoosh berjalan lancar dan mencapai Zero Accident. Para petugas juga telah melakukan SOP dengan baik agar kualitas pelayanan kepada penumpang bisa terjaga.

KCIC berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman penumpang Whoosh baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Berbagai masukan penumpang selalu menjadi evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada layanan Kereta Cepat Whoosh.

Lagi, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan Kereta Gegara KA Lokal Telat: Tiket Business Class Lenyap

“Mencapai 1 juta penumpang hanya dalam waktu dua bulan merupakan bukti tingginya kebutuhan akan transportasi umum yang modern dan andal di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada setiap penumpang yang telah memilih Whoosh. KCIC akan terus memberikan pelayanan tebaik untuk memastikan Whoosh tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan masyarakat antara Jakarta dan Bandung.” tutup Dwiyana

Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence

Perkembangan jaman yang semakin pesat dewasa ini seolah menyeret manusia ke arah otomatisasi hingga robotika. Jika di Bandara Incheon, Seoul sudah mulai dihadirkan dua robot keluaran LG yang bisa membantu para calon penumpang dan membersihkan bandara, lain cerita dengan robot keluaran Hitachi yang dipercaya mampu melakukan fungsi yang hampir serupa. Walaupun masih belum dioperasikan, namun robot produksi Hitachi ini dinilai cocok untuk membantu para calon penumpang di bandara.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon

EMIEW3, robot humanoid ini dirancang sedemikian rupa sehingga ia dapat secara spontan belajar bagaimana cara menanggapi pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat ia jawab. Bisa dibilang, EMIEW3 ini merupakan pendengar dan pemberi informasi yang sangat baik. Melalui active-learning dialogue data-based artificial intelligence (AI), EMIEW3 dapat mempelajari informasi yang dinamis, seperti status penerbangan, dan merespon setiap pertanyaan yang diajukan dengan benar.

EMIEW3 akan mengumpulkan setiap gerakan sensoris dan data operasional dari kamera keamanan, yang semuanya akan diproses di cloud sebelum akhirnya dikirim kembali ke robot itu sendiri dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh manusia. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman apex.aero, robot ini hanyalah setinggi tiga kaki atau setara dengan 90 cm dengan berat kurang lebih 15 kg.

Konektivitas robot akan memberinya kemampuan untuk membantu manusia, walaupun jaraknya melampaui jangkauan penglihatannya sendiri. Sembari memberikan layanan, EMIEW3 juga dapat secara otomatis menyelaraskan bahasa berdasarkan apa yang didengarnya. Ketika ia menawarkan bantuan dengan menggunakan bahasa Jepang, sedangkan lawan bicaranya menggunakan bahasa Inggris, maka secara otomatis EMIEW3 akan menimpali lawan bicaranya dengan bahasa Inggris. Walaupun belum diketahui persis bahasa apa saja yang ia kuasai.

Satu problematika yang kerap kali muncul adalah ketika robot ini jatuh. EMIEW3 sudah dirancang sedemikian rupa sehingga ia memungkinkan untuk bangun sendiri ketika jatuh. Untuk masalah desain, EMIEW3 dibalut dengan warna putih dan menggunakan helm berwarna merah dengan logo hati yang menyala pada bagian dadanya. Dalam laman sumber disebutkan bahwa sejumlah bandara tertarik untuk menggunakan jasa dari EMIEW3, terbukti mereka langsung melakukan serangkaian uji coba terhadapnya.

Baca Juga: Pepper Robot, Bantu Check In Penumpang Eva Air

Jika dibandingkan dengan robot yang ada di Bandara Incheon, jelas robot ini terlihat lebih menarik, terutama dari segi bentuk. EMIEW3 berjalan menggunakan roda dengan kecepatan layaknya manusia yang sedang berjalan normal. Dapat dipastikan kehadirannya di bandara akan membantu para calon penumpang yang tersasar atau hanya sekedar mencari informasi. Kita nantikan saja sepak terjangnya di bandara!

Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Melintang di atas Singapore River yang terletak di tengah kota, membuat jembatan ini mudah ditemui jika Anda tengah berkunjung ke Negeri Singa. Jembatan yang diresmikan pada tahun 1870 ini hingga kini masih mempertahankan bentuk aslinya. Pada awalnya, jembatan ini diberi nama Edinburgh Bridge, namun diganti sebagai penghormatan terhadap Gubernur terakhir Straits Settlements yang ditunjuk India, Major General William Orfeur Cavenagh. Perkenalkan, ini dia salah satu jembatan tertua di Singapura, Cavenagh Bridge.

Baca Juga: Barelang, Jembatan Dengan Seribu Nama dan Cerita

Jembatan ini menghubungkan Civic District di tepi utara ke Commercial District di tepi selatan Singapore River. Sebelum jembatan ini dibangun, para warga yang hendak menuju seberang diharuskan menggunakan perahu dan membayar seperempat sen. Pada awalnya, Cavenagh Bridge dirancang sebagai jembatan gantung, namun pada saat penyelesaiannya, jembatan ini ternyata lebih cocok dengan struktur tetap.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman eresources.nlb.gov.sg, pengerjaan konstruksi jembatan ini  dimulai pada tahun 1869 dan diresmikan setahun kemudian. Seiring perkembangan jaman, jembatan ini mulai kewalahan mengatasi peningkatan lalu lintas yang melintas di atasnya, maka dari itu pemerintah segera membangun Anderson Bridge pada 1910. Setelah Anderson Bridge rampung dan lalu lintas dipadatkan ke jembatan tersebut, Cavenagh Bridge beralih fungsi menjadi jembatan khusus pejalan kaki.

Demi mempertahankan nilai sejarah dari jembatan tersebut, sebuah papan peringatan yang dibuat oleh otoritas setempat pada masa itu masih berdiri kokoh hingga kini. Papan yang terdapat di kedua ujung jembatan tersebut berisikan himbauan beban angkut jembatan yang tidak boleh melebihi 152 kg, termasuk sapi dan kuda.

Monumen Papan Peringatan di Salah Satu Sisi Cavenagh Bridge. Sumber: roots.sg

Kini jembatan tersebut sudah sepenuhnya beralih fungsi menjadi jembatan penyebrangan orang yang hampir setiap hari dilewati oleh warga Singapura. Penambahan lampu-lampu yang menyala pada malam hari membuat jembatan tersebut semakin terlihat eksotis nan megah. Jembatan yang terletak di depan Hotel Fullerton tersebut kini sudah bertransformasi menjadi sebuah jembatan pejalan kaki yang sangat nyaman di Singapura, dengan beberapa perbaikan tanpa merubah struktur asli dari jembatan ini.

Jembatan Kota Intan. Sumber: Pinterest

Jika di Singapura punya Cavenagh Bridge sebagai jembatan tertua di sana, berbeda dengan Jakarta yang memiliki Jembatan Kota Intan, dimana jembatan yang dibangun pada tahun 1628 ini didaulat sebagai jembatan tertua di Indonesia. Jembatan yang dibangun oleh VOC ini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua, Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Pada tahun 1628-1629 Jembatan Kota Intan pernah rusak akibat penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi “Jembatan Pasar Ayam”, karena lokasinya yang berseberangan dengan pasar ayam. Pada tahun 1655, jembatan ini dibangun kembali menggunakan bebatuan setelah jembatan sebelumnya yang terbuat dari kayu, hancur diterjang banjir.

Baca Juga: Tahan Terpaan Bencana Alam, Jepang Perkenalkan Jembatan Darurat Multifungsi

Walaupun jembatan ini sudah berkali-kali berganti nama, namun bentuk dan gayanya tidak berubah hingga saat ini. Pada abad ke17 kapal-kapal masih dapat berlayar lebih jauh ke arah hulu Sungai Ciliwung dengan cara mengangkat bagian tengah jembatan itu ke atas.

Terkait Jalur Kereta Cepat, ‘Lima Besar’ Jembatan Kereta Terpanjang di Dunia Semua ada di Cina

Cina dikenal sebagai negara yang sangat maju dalam teknologi perkeretaapian, dengan populasi yang besar, Cina pun punya jaringan kereta yang disebut salah satu terpanjang di dunia. Lepas dari itu, rupanya Cina juga negara yang memiliki jembatan kereta terpanjang di dunia. Lebih heboh lagi, daftar lima besar jembatan kereta terpanjang di dunia, kesemuanya berada di Cina.

Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Berikut ini daftar lima besar jembatan kereta terpajang di dunia yang kesemuanya berada di Cina.

Jembatan Danyang–Kunshan Grand
Merupakan jembatan kereta terpanjang dunia, panjang jembatan kereta api mencapai sekitar 164,8 kilometer (102.4 mil). Jembatan kereta ini menghubungkan Danyang dan Kunshan di Provinsi Jiangsu. Jembatan ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api kecepatan tinggi Beijing–Shanghai.

Grand Danyang-Kunshan, Jembatan Kereta Yang Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Bandung!

Jembatan Kereta Api Tianjin Grand
Merupakan jembatan kereta api terpanjang kedua di dunia, panjang jembatan ini sekitar 113 kilometer (70 mil). Jembatan kereta ini menghubungkan kota Tianjin dan Hong Kong. Jembatan kereta ini dibangun untuk mendukung jalur kereta api kecepatan tinggi.

Jembatan Kereta Api Yangcun Grand
Merupakan jembatan kereta api terpanjang ketiga di dunia, panjang jembatan ini mencapai sekitar 104 kilometer (64.6 mil). Jembatan ini menghubungkan Beijing dan Tianjin. Jembatan kereta ini juga bagian dari jalur kereta api kecepatan tinggi.

Jembatan Kereta Api Weinan Weihe Grand
Merupakan jembatan jembatan kereta api terpanjang keempat di dunia, panjang jembatan ini sekitar 79,7 kilometer (49.5 mil). Jembatan ini menghubungkan Weinan dan Luoyang di Provinsi Henan. Jembatan kereta ini juga bagian dari jalur kereta api kecepatan tinggi.

Baca juga: Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia

Jembatan Kereta Api Wuxi–Yixing Grand
Merupakan jembatan jembatan kereta api terpanjang kelima di dunia, panjang jembatan ini sekitar 60,9 kilometer (37,8 mil). Jembatan ini menghubungkan Wuxi dan Yixing di Provinsi Jiangsu. Jembatan kereta ini juga bagian dari jalur kereta api kecepatan tinggi.

Ini Dia! Standar Sepatu Untuk Pramugari

Berparas menarik dengan lekak lekuk jalan bak model, menjadikan profesi pramugari kerap jadi dambaan bagi sebagian kalangan, khususnya kaum hawa. Selain busana yang pas, sisi menarik lain dari pramugari adalah sepatunya. Ya sepatu pramugari yang baik secara langsung akan terlihat pada penampilan mereka. Tapi tahukan Anda bahwa jenis sepatu untuk pramugari ada standar tersendiri, maklum sepatu untuk pramugari tak hanya harus apik dilihat, tapi juga harus kuat dan nyaman untuk menunjang kerja awak kabin dalam melayani penumpang.

Baca juga: Hadirkan Seragam Mini, Qantas dan Emirates Harapkan Anak-Anak Cintai Profesi Awak Kabin

KabarPenumpang.com merangkum dari laman sekolahpenerbangan.org, bahwa untuk berdiri cukup lama selain latihan, sepatu yang digunakan seorang pramugari juga menentukan. Maka, ada standar sepatu yang bisa digunakan oleh pramugari saat menjalankan tugasnya.

Seorang pramugari tidak diperbolehkan menggunakan sepatu dengan hak terlalu tinggi dan lancip atau stiletto. Hal ini karena hak lancip sepatu tersebut dapat merusak bahkan melubangi alat peluncur saat evakuasi dan juga bisa melukai pramugari itu sendiri serta orang lain disekitarnya.

Tak hanya itu, hak terlalu tinggi dan lancip juga tidaklah baik untuk kesehatan pramugari sendiri. Sebab, seorang pramugari biasanya berdiri selama berjam-jam dalam sebuah penerbangan.

Memang, sepatu dengan hak terlalu tinggi tidak akan pernah masuk standar yang bisa digunakan seorang pramugari. Sebagai gantinya sepatu yang baik digunakan oleh seorang pramugari adalah sepatu yang nyaman namun tetap sederhana dan tidak terlihat seperti orang yang akan pergi ke pesta.

Ornamen dan aksesoris yang terlalu meriah serta berlebihan juga tidaklah baik, bahkan membuat penampilan seorang pramugari murahan dan tidak profesional. Untuk itu, perusahaan penerbangan atau maskapai biasanya akan membagikan sepatu untuk para pramugari dan pramugaranya.

Selain agar terlihat sama dengan pakaian yang digunakan juga agar terlihat seragam antara pramugari dan pramugara. Namun, bagi maskapai yang tidak membagikan sepatu pada pramugarinya, peraturan mengenai keseragaman bagi awak kabin tetap harus dipatuhi serta menjadi pedoman saat mereka akan membeli sepatunya sendiri.

Nah, bagi Anda yang sering melihat penampilan pramugari dari atas sampai bawah atau dari sepatu, pakaian dan rambut pastinya selalu melihat sepatu yang dikenakan mereka hitam. Padahal tidak selalu warna hitam, biasanya warna sepatu disesuaikan dengan warna seragam yang dikenakan.

Beberapa maskapai yang menggunakan seragam jenis kebaya panjang seperti Singapore Airline atau Lion Air biasnya menggunakan sepatu sandal. Aksen dari baju mereka juga ditampilkan di sepatu sandal agar terlihat sesuai dan menarik.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Pramugari Emirates pun menggunakan sepatu berwarna merah senada dengan topi yang digunakan. Bagi pramugari dan pramugara, sepatu merupakan bagian dari kelengkapan seragam yang dikenakan dan diharapkan menunjukkan citra yang diciptakan maskapai.

Qatar Airways dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Umumkan Kemitraan Global

Qatar Airways Group dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menandatangani kesepakatan kemitraan global yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman penggemar kompetisi sepak bola Asia di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Gandeng Qatar Airways, Louis Vuitton Buka Lounge Mewah di Bandara Internasional Hamad

Kemitraan ini akan berjalan dari 2023 hingga 2029 pada seiring perhelatan Piala Asia AFC Qatar 2023™, yang dimulai pada 12 Januari. Paket perjalanan juga mencakup kompetisi utama lainnya seperti Piala Asia AFC Arab Saudi 2027TM, Piala Asia Wanita AFC 2026TM, Piala™ Asia AFC U23 Qatar 2024, Piala™ Asia Futsal AFC 2024, 2026 dan 2028, serta semua kompetisi tim nasional pemuda AFC selama periode tersebut.

Sponsor Qatar Airways juga mencakup semua pertandingan AFC Champions League 2023/24 Knockout Stage dan tiga kompetisi klub unggulan AFC baru yang ditunggu-tunggu yang akan berlangsung mulai musim 2024/25 dan seterusnya: AFC Champions League Elite, AFC Women’s Champions League dan AFC Champions League 2.

Divisi rekreasi maskapai, Qatar Airways Holidays, meluncurkan paket perjalanan bagi penggemar global untuk menghadiri Piala Asia AFC Qatar 2023. Dengan penerbangan pulang-pergi, pilihan hotel, dan tiket pertandingan, paket-paket ini dirancang untuk membawa penggemar lebih dekat dari sebelumnya dan mengubah cara penggemar di seluruh benua menikmati sepak bola Asia. Anggota Privilege Club dapat mengumpulkan Avios dan Qpoints pada paket perjalanan ini, dengan opsi untuk memesan secara online menggunakan Cash + Avios.

Baca juga: Seminggu Piala Dunia Qatar 2022, Bandara Hamad dan Doha Tembus 7000 Penerbangan

Kemitraan dengan AFC menyoroti komitmen Qatar Airways Group terhadap visinya untuk menghubungkan dunia, dengan terus menyatukan orang-orang melalui kekuatan olahraga.

Pertahankan Sektor Industri Penerbangan Dalam Negeri, Rusia Kucurkan Dana $12 Miliar

Pemerintah Rusia telah menggelontorkan dana lebih dari $12 miliar untuk subsidi dan pinjaman negara guna menjaga sektor penerbangannya tetap bertahan sejak sanksi Barat, yakni sejak invasi Moskow ke Ukraina yang memutus pasokan suku cadang penting dan layanan pemeliharaan.

Baca juga: Satu Tahun Pasca Invasi, Layanan Penerbangan Domestik Rusia Masih ‘Sehat’, Ini Resepnya

Bergantung pada pesawat buatan luar negeri, Rusia menghadapi tantangan berat untuk mengembangkan industri penerbangannya sendiri dengan suku cadang yang bersumber dari dalam negeri, sambil membeli pesawat dari pihak asing untuk menghindari lebih banyak armadanya disita.

Seperti diketahui Airbus dan Boeing menghentikan pasokan layanan dan suku cadang pada Maret 2022 dan menghentikan dukungan pemeliharaan rutin untuk maskapai penerbangan Aeroflot dan maskapai penerbangan Rusia lainnya.

Sejak itu, Rusia telah menghabiskan 1,09 triliun rubel ($12,07 miliar) untuk mendukung industri penerbangan sipil, termasuk pembuatan pesawat terbang dan bantuan keuangan untuk maskapai penerbangan.

Pengeluaran tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pembayaran yang dilakukan pada tahun 2020-2021 sebesar 547 miliar rubel, ketika pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan drastis dalam perjalanan udara, dan menyoroti skala upaya Kremlin untuk merebut kendali atas industri penting ini.

“Armada pesawat kami sangat kelebihan beban…dengan pesawat buatan luar negeri,” kata Presiden Vladimir Putin pekan lalu, dikutip dari reuters.com. “Kami berencana memproduksi lebih dari 1.000 pesawat secara mandiri pada tahun 2030.”

Rusia Rayakan 100 Tahun Industri Penerbangan, Inilah Pesan dari Vladimir Putin

Menurut penyedia intelijen penerbangan Swiss ch-aviation, maskapai penerbangan Rusia saat ini mengoperasikan 991 pesawat, termasuk 405 buatan Rusia. Namun hanya 133 unit Superjet yang dibuat oleh produsen milik negara United Aircraft Corporation. Pesawat produksi Rusia lainnya – Tupolev, Yakovlev dan Ilyushin – justru jarang digunakan untuk penerbangan komersial.

Hari Ini, 15 Tahun Lalu, Sempat Berjalan Miring, KA Putri Deli Anjlok di Wesel Stasiun Medan

Mengenang hari ini, 15 tahun lalu, yaitu peristiwa di tanggal 22 Desember 2008 adalah anjloknya Kereta Api Putri Deli rute Tanjung Balai – Medan wilayah Divisi Regional (Divre) I Medan. Lokomotif yang menarik KA Putri Deli adalah seri BB 303 22. Anjlok KA tersebut membuat perjalanan kereta api dari dan menuju Kota Medan pun terhambat dan mengganggu perjalanan kereta api. Empat jalur memenuhi anjloknya rangkaian tersebut dalam keadaan miring dan juga menutup semua wesel yang terhubung di jalur utama Stasiun Medan.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

Penyebab Anjloknya KA Putri Deli
KA Putri Deli alami anjlok diantaranya satu unit lokomotif dan 2 unit kereta kelas ekonomi. Kejadian berawal pukul 16.30 waktu setempat, saat lokomotif memasuki wesel di Stasiun Medan terlihat berjalan miring. KA Putri Deli berjalan tidak kecepatan tinggi, karena memasuki wesel kereta api. Secara operasional perjalanan KA, setiap KA ysng memasuki wesel harus berjalan kecepatan maksimal 10 – 30 km/j. Saat KA Putri Deli melewati wesel dan posisi Lokomotif BB 303 22 sudah keadaan miring, terjadilah anjlok berikut dengan 2 unit kereta dibakangnya. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Rel kereta api yang dilintasi KA tersebut pun patah akibat hantaman yang anjlok. Akibatnya perjalanan KA dari dan ke Stasiun Medan pun terganggu.

Dari beberapa sumber informasi yang diperoleh, anjlokan ini murni kecelakaan bukan sabotase. KA Putri Deli anjlok sekitar 100 meter dari Stasiun Medan. Dua orang terluka dalam peristiwa ini dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mandiri, Sena, Medan. Dari peristiwa ini diduga akibat wesel kereta api yang tiba – tiba bergeser. Yang semula normal untuk dilewati KA Putri Deli, namun bergeser kembali ke posisi lawan arah. (Pras – Cinta Kereta Api)

Si Jangkung Merah dari Inggris Pernah Jadi Primadona Transportasi Jakarta

London sedari dulu punya bus tingkat warna merah (Double Decker) dan sudah menjadi ikon yang sangat kuat hingga saat ini. Tapi tahukah Anda bus tingkat warna merah seperti halnya di London juga pernah beroperasi di Jakarta? Ya, bus ini digunakan oleh warga Jakarta sebagai angkutan umum perkotaan.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Saat di Jakarta, bus tingkat kuno pertama buatan Leyland, Inggris ini menjadi armada Perum PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta). Pertama kali beroperasi di rute 14 yakni Blok M – Salemba – Senen dari tahun 1968 sampai tahun 1982. Bus tingkat tersebut memiliki nama julukan Si Jangkung Merah karena memiliki badan lebih jangkung di antara bus tingkat lainnya.

Si Jangkung Merah memiliki panjang hampir 10 meter dan tingginya 4,5 meter dan mampu mengangkut penumpang 72 orang. Pada era tahun 70-80 an, konon katanya Si Jangkung Merah memiliki peminat yang sangat banyak, salah satunya adalah para pelancong.

SI Jangkung Merah kini di Museum Transportasi TMII

Dulu saat masih beroperasi di sekitaran wilayah ibu kota Jakarta, Si jangkung Merah bernomor polisi B 6629 X. Bus tingkat yang nyentrik dengan warna merahnya  menggunakan bahan bakar solar dan mesin penggerak tipe Titan.

Baca juga: Leyland Atlantean: Nostalgia Bus Tingkat Jakarta Era 80-an

Pada masanya selain bus tingkat Si Jangkung Merah, Indonesia juga memiliki bus tingkat lainnya dan beroperasi di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Solo dan Ujung Panjang (Makassar). Tak hanya di Indonesia dan negara pembuatnya di Inggris, bus tingkat juga di gunakan oleh Italia dan beberapa negara Eropa lainnya.

SI Jangkung Merah

Bus tingkat sebenarnya cukup efektif di bandingkan bus biasa, karena dengan model seperti ini, bisa memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan dan mencegah pelecehan seksual. Adanya bus tingkat juga bisa menjadi solusi mencegah kemacetan di Jakarta, karena daya tampung satu bus tingkat sama dengan dua bus Metro Mini.

Sayangnya Si Jangkung Merah ini hanya tinggal sejarah dan menjadi koleksi Museum Transportasi yang berada di Taman Mini Indonesia Indah dan digantikan denagn bus lainnya yang lebih baru. Masa kini bus tingkat yang ada di di Jakarta berfungsi sebagai bus wisata untuk menikmati ibu kota. Dengan pengoperasian di laksanakan oleh PT TransJakarta.