Kenapa Hari Pilot Internasional Dirayakan Setiap Tanggal 26 April? Begini Sejarahnya

Hari Pilot Sedunia (World Pilotsʼ Day) atau disebut juga Hari Pilot Internasional (International Pilots’ Day) diperingat setiap tanggal 26 April. Namun, kenapa harus setiap tanggal 26 April? Bagaimana sejarahnya?

Baca juga: Hari Ini, 97 Tahun Lalu, Penerbangan Pesawat Pertama di Turki Sukses Dilakukan

Meskipun cikal bakal penerbangan dimulai sudah sejak lama sampai memasuki penerbangan modern datang, Hari Pilot Internasional baru dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Meski begitu, penetapan tanggal 26 April bukanlah sebuah kebetulan.

Dilansir Aerotime Aero, usulan Hari Pilot Internasional jatuh pada tanggal 26 April datang dari Asosiasi Pilot Maskapai Turki (TALPA). Di tanggal tersebut, Mehmet Fesa Evrensev, memulai peranan pentingnya dalam pengembangan dunia penerbangan Turki di awal tahun 1910-an.

Di tanggal tersebut, Mehmet Fesa Evrensev sukses menjalani penerbangan perdana. Hanya saja tak disebutkan penerbangan tersebut menggunakan pesawat apa.

Menurut media lokal Turki, Fesan Evrensev adalah pilot militer Turki pertama yang ambil bagian dalam sejumlah misi penerbangan militer selama Perang Balkan pada tahun 1912 dan 1913.

Pada tahun 1933, sekitar 20 tahun setelah penerbangan pertamanya, Fesa Evrensev diangkat sebagai Direktur Jenderal organisasi transportasi udara pertama Turki, Airlines State Operations Administration, yag menjadi cikal bakal lahirnya maskapai nasional negara, Turkish Airlines.

Pada tahun 1944, Fesa Evrensev menjadi bagian dari Asosiasi Penerbangan Turki (TAA), dimana ia menduduki sejumlah posisi manajerial selama karirnya.

Gaung perayaan Hari Pilot Internasional pada tanggal 26 April semakin kencang usai berdirinya Federasi Internasional Asosiasi Pilot Maskapai ( IFALPA) pada tahun 1948 untuk menggabungkan berbagai asosiasi pilot menjadi satu. Saat ini, IFALPA mewakili sekitar 140 ribu asosiasi pilot sedunia.

Setelah berdiri, pada tahun 2013, IFALPA mulai menjaring berbagai masukan dari banyak negara di dunia untuk menetapkan Hari Pilot Internasional.

Ketika itu, banyak masukan datang. Namun, karena TALPA sudah mempunyai perayaan Hari Pilot sendiri untuk mengenang jasa-jasa Mehmet Fesa Evrensev, di samping itu IFALPA juga melihat tanggal dan ketokohan Mehmet Fesa Evrensev sangatlah luar biasa, akhirnya tanggal penerbangan perdananya atau pada tanggal 26 April ditetapkan menjadi Hari Pilot Internasional.

Baca juga: Spesial Hari Pilot Sedunia, Kepala Pelatihan Airbus A350 Cerita Repotnya Transisi Pilot Boeing ke Airbus

Di tahun berikutnya, pada tanggal 26 April 2014, Hari Pilot Internasional dirayakan untuk pertama kalinya oleh asosiasi pilot di seluruh dunia.

Pada tanggal 26 April 2022 ini, perayanaan Hari Pilot Internasional memasuki tahun ke sembilan. Meski masih dalam situasi pandemi, namun, masa depan pilot mulai kembali cerah seiring meningkatnya traffic penerbangan di seluruh dunia.

Pemerintah Kanada ‘Izinkan’ Airbus Gunakan Bahan Titanium dari Rusia

Kanada telah memberikan pengecualian kepada Airbus untuk mengizinkannya menggunakan titanium dari Rusia dalam produksinya, setelah menjadi pemerintah Barat pertama yang melarang pasokan logam strategis tersebut dalam paket tindakan terbarunya yang dipicu oleh perang di Ukraina.

Baca juga: Jadi Elemen Kunci pada Struktur Pesawat, Inilah Beberapa Bagian Burung Besi yang ‘Butuh’ Titanium

Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi Airbus di fasilitas produksinya di Kanada dan diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran bahwa operasi intinya dapat terdampak dengan secara efektif melarang impor jet buatan Eropa ke Kanada, yang sangat bergantung pada titanium ringan.

“Airbus mengetahui pemerintah Kanada menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan telah memperoleh otorisasi yang diperlukan untuk mengamankan operasi Airbus sesuai dengan sanksi yang berlaku,” kata Airbus Kanada menanggapi pertanyaan Reuters. Pemerintah Kanada tidak menguraikan lebih lanjut mengenai persetujuan tersebut atau mengatakan berapa lama persetujuan tersebut akan berlaku. Pemerintah Kanada tidak menanggapi permintaan komentar.

Industri penerbangan sangat bergantung pada titanium karena logam ini memiliki sifat yang sangat menguntungkan untuk aplikasi penerbangan. Titanium memiliki kekuatan yang tinggi namun ringan, tahan terhadap korosi, dan tahan terhadap suhu tinggi. Sifat-sifat ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam pembuatan pesawat, mesin jet, dan komponen-komponen penting lainnya.

Dan Rusia adalah salah satu produsen utama titanium dunia, dengan cadangan besar dan teknologi produksi yang maju. Ketergantungan industri penerbangan terhadap pasokan titanium dari Rusia terutama disebabkan oleh kualitas tinggi dan ketersediaan yang relatif baik dari negara tersebut.

Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada pasokan titanium dari satu negara, terutama dari Rusia, dapat menjadi risiko bagi industri penerbangan. Konflik geopolitik, perubahan kebijakan ekspor, atau masalah lainnya dapat mengganggu pasokan, yang dapat berdampak negatif pada produksi pesawat dan industri penerbangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya terus dilakukan untuk diversifikasi sumber pasokan titanium dalam industri penerbangan.

Sebagian Besar Dipasok Rusia, Inil Alasan Titanium Sangat Dibutuhkan Industri Dirgantara

Konflik Perbatasan dengan Cina, Fillipina Cari Investor Baru untuk Proyek Kereta Penghubung Subic dan Clark

Memburuknya hubungan bilateral antara Filipina dan Cina, yakni terkait konflik di perbatasan laut, rupanya telah berimbas pada sektor investasi. Persisnya, Filipina telah menarik diri dari negosiasi pendanaan dengan Cina untuk proyek kereta apa yang akan menghububungkan antara Subic dan Clark. Untuk itu, Manila kini tengah menjajajaki jalur pendanaan alternatif dengan dukungan Amerika Serikat dan Jepang.

Baca juga: Dua Set Kereta Diesel Produksi PT INKA Mulai Beroperasi di Filipina

Subic dan Clark adalah bekas pangkalan militer AS yang kondang beroperasi di era perang dingin. Subic adalah bekas pangkalan angkatan laut, sementara Clark adalah bekas pangkalan angkatan udara. Namun, setelah diserahkan kepada pemerintah Filipina, kedua fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan komersial.

Delfin Lorenzana, ketua Otoritas Konversi dan Pengembangan di Kedua bekas pangkalan tersebut, mengungkapkan rencana untuk mencari investasi dari AS dan Jepang untuk proyek kereta api senilai 50 miliar peso (US$868 juta).

Jalur kereta api yang diusulkan akan menghubungkan bekas pangkalan militer AS, yang kini diubah menjadi pusat komersial, dan diharapkan sebagai komponen utama Koridor Ekonomi Luzon – sebuah upaya ekonomi bersama antara AS, Jepang, dan Filipina, yang digagas dalam pertemuan puncak trilateral baru-baru ini di Gedung Putih.

Dalam sebuah wawancara, Lorenzana mengungkapkan harapannya bahwa AS dan Jepang akan berinvestasi dalam proyek ini, dan menggarisbawahi pentingnya proyek ini dalam meningkatkan konektivitas dan kerja sama ekonomi.

Keputusan untuk mencari pendanaan alternatif terjadi setelah Manila mengumumkan tahun lalu bahwa mereka tidak akan lagi menerima pinjaman Tiongkok untuk tiga proyek besar, termasuk jalur kereta api Subic-Clark, dengan alasan kurangnya kemajuan dalam negosiasi dan meningkatnya ketegangan atas sengketa maritim di Laut Cina Selatan.

Dengan tujuan ambisius untuk menarik investasi sekitar US$100 miliar selama lima hingga sepuluh tahun ke depan, proyek kereta api Subic-Clark diposisikan untuk meningkatkan konektivitas antara Subic Bay, Clark, Manila, dan provinsi Batangas di Luzon. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan kereta api, pelabuhan, solusi energi ramah lingkungan, rantai pasokan semikonduktor, dan usaha agribisnis.

Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia

Romantis dari Polandia, Kapten Pilot Lamar Pramugari Disaksikan Para Penumpang

Seorang pilot Polandia melamar pacar pramugarinya selama penerbangan dari Warsawa ke Krakow, dan dia menjawab ya. Pasangan berbahagia tersebut merupakan awak dari LOT Polish Airlines. Momen lamaran yang disaksikan para penumpang itu kemudian menjadi viral setelah videonya diposting di halaman Facebook mereka pada hari Senin lalu.

Baca juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara

Sang pelamar, adalah Kapten Konrad Hanc, memegang seikat bunga dan melontar pertanyaan kepada pramugari pujaan, “Hadirin sekalian, sekitar satu setengah tahun yang lalu dalam pekerjaan ini saya bertemu dengan orang paling luar biasa yang benar-benar mengubah hidup saya,” lanjut Hanc.

“Kamu sangat berharga bagiku. Kamu adalah impian terbesarku yang menjadi kenyataan. Inilah sebabnya aku harus meminta bantuanmu, sayang. Maukah kamu menikah denganku?,” kata Hanc.

Sementara sang pramugari idaman yang bernama Paula, kemudian terlihat berlari menyusuri lorong pesawat untuk memeluk calon suaminya.

“Saya tidak tahu apakah ini tangan yang tepat untuk ini,” katanya sambil menyelipkan cincin ke jarinya di depan penumpang yang gembira.

Video tersebut mendapat lebih dari seribu komentar di Facebook. “Selamat yang sebesar-besarnya! Semoga kalian berdua mendapatkan kebahagiaan dan cinta selama bertahun-tahun,” tulis Sławek Justyniarski.

Monica Zielinski menambahkan: “Selamat kepada kalian berdua! Semoga Anda mendapatkan kenangan indah dan perjalanan seumur hidup.”

Pasangan ini berharap hubungan mereka bisa bertahan lama seperti kisah cinta Ilona Zahn dan Ian Duncan selama 50 tahun. Semuanya bermula ketika Zahn menjadi pramugari dan Duncan menjadi pilot pada penerbangan Pan American World Airways dari Roma ke Teheran pada tahun 1970 dan berlangsung hingga kematian Duncan pada tahun 2021 di usia 86 tahun.

Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

Bukan Soal Teknologi, Inilah Sebab Kereta Cepat di Jepang Lebih ‘Ngacir’ Ketimbang Kereta Cepat di Eropa

Train à Grande Vitesse (TGV) dari Perancis, dan Shinkansen dari Jepang, selama ini lekat sebagai ikon kemajuan teknologi kereta berkecepatan tinggi, keduanya pun dapat melaju di rentang kecepatan yang relatif sama. Meski begitu, kerap muncul kesan kereta berkecepatan tinggi di Jepang, lebih cepat dari kereta cepat di Eropa. Benarkah demikian? Dan apa sebabnya?

Baca juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Inilah Perbedaan Mendasar Antara TGV dan Shinkansen

Dari aspek teknologi, antara kecanggihan teknologi kereta Perancis dan Jepang bisa diadu, dan masing-masing punya keunggulan tersendiri. Namun, lepas dari aspek teknologi, rupanya pengguaan rel ikut berpengaruh. Kekurangan yang mendasar dari kereta api berkecepatan tinggi di Eropa (Perancis, Spanyol, terutama Jerman) adalah bahwa tidak ada yang memiliki jalur eksklusif khusus untuk layanan kereta berkecepatan tinggi.

Seperti kereta Eurostar – Inggris dan ICE (InterCity Express) – Jerman, kereta cepat tersebut berbagi lintasan dengan layanan regional dan antarkota pada kereta non kecepatan tinggi. Ini artinya kereta cepat tersebut akan menghadapi jalur perlintasan sebidang, meskipun layanan kereta dapat beroperasi dengan kecepatan lebih dari 300 km per jam.

Sementara itu, TGV Perancis sebagian besar bertingkat dan dipisahkan rute, tetapi tidak 100 persen memiliki jalur sendiri. Kereta cepat ICE Jerman sering mengalami penundaan knock-on yang disebabkan oleh masalah dengan peralatan yang tidak menempati jalur berkecepatan tinggi.

Sebaliknya, Shinkansen dibangun dari awal sebagai layanan dan jalur terpisah (tidak ada perlintasan sebidang dengan jalan raya) bahkan dengan pengukur rel yang berbeda dari layanan komuter dan ekspres yang ada di Jepang. Sebagian besar jalur Jepang masih menggunakann narrow gauge (1067mm), sedangkan Shinkansen dan beberapa layanan komuter baru dibangun sejak menggunakan pengukur standar barat (1435 mm).

Rel dengan narrow gauge lebih murah untuk dibuat, tetapi memiliki masalah dengan kecepatan tinggi. Ketika jalur Shinkansen dibangun, semuanya dipasang dengan ukuran standar.

Di sisi lain, hampir semua rel kereta api Eropa dibangun dengan ukuran standar. Ketika rel kecepatan tinggi pertama kali digunakan secara praktis, beberapa jalur dibangun khusus untuk tujuan ini, tetapi hari ini, rel kecepatan tinggi juga dioperasikan di jalur yang dibangun di masa lalu.

Baca juga: Mulai Diuji Coba, Inilah Kecanggihan Kereta Cepat Terbaru Perancis TGV M yang Ramah Lingkungan

Faktanya, rangkaian kereta TGV Prancis terbaru sebenarnya rata-rata lebih cepat dari titik ke titik dan memiliki kecepatan tertinggi yang lebih tinggi daripada rangkaian kereta Jepang. Ini bukan karena teknik canggih yang luar biasa, tetapi sebagian besar karena geografi Prancis. Sebagian besar Prancis adalah dataran datar terbuka lebar yang membentang sejauh seratus kilometer atau lebih ke segala arah.

Korea Selatan Hadirkan Pembayaran Tarif Bus dengan Sistem Bluetooth

Pembayaran tanpa uang tunai atau cashless kini sudah jamak. Solusi terbaru datang dari Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, dimana penumpang yang akan bepergian menggunakan bus tak lagi membayar tarif dengan mengetuk kartu ke pembaca nirsentuh di dalam bus tetapi dengan sistem baru.

Baca juga: Apple Pay dan Google Pay Dilarang di Rusia, Metro Moskow Kacau

Sistem itu adalah menggunakan teknologi Bluetooth untuk memungkinkan pembacaaan tarif onboard di dekat pintu bus. Nantinya, perangkat pembaca tarif akan mendeteksi sinyal Bluetooth dari ponsel pintar penumpang saat mereka naik dan turun dari bus.

Pelanggan yang ikut serta dalam uji coba tidak perlu lagi mengetuk pembaca nirsentuh onboard untuk membayar

Sistem tersebut mulai digunakan pada Jumat (18/3/2022) lalu dan Senin (21/3/2022), sebanyak 1.760 bus yang melintasi 212 rute di seluruh provinsi, akan dilengkapi dengan teknologi pembayaran tarif baru. Kehadiran sistem ini, membuat bus tingkat dan dua pintu dikeluarkan dari skema itu.

KabarPenumpang.com melansir dari laman koreaherald.com (18/3/2022), untuk menggunakan sistem Bluetooth ini, penumpang perlu menginstal aplikasi Tagless pay di ponsel pintar Android mereka. Penumpang juga akan bisa menggunakan layanan tersebut setelah mendaftaran kartu transit pra atau pasca bayar untuk pembayaran otomatis.

Bagi penumpang yang menggunakan iPhone, diharuskan membali stiker kartu Cashbee dari Naver Shopping dan menempelkannya di bagian belakang ponsel mereka sebelum menginstal aplikasi. Harga stiker tersebut adalah 12.000 won atau sekitar Rp141 ribu.

Penumpang juga bisa mendapat diskon transfer ketika berpindah bus atau kereta bawah tanah yang tidak menyediakan layanan. Bagi mereka yang tidak dapat atau tidak mau menginstal aplikasi termasuk orang tua, masih dapat menggunakan uang tunai atau kartu transportasi seperti biasanya.

Baca juga: LinkAja Resmi Jadi Pembayaran Non Tunai Pertama di TransJakarta

Sejak Januari, kantor provinsi telah menjalankan program percontohan untuk layanan di daerah-daerah tertentu termasuk Gimpo, Uijeongbu dan Pocheon. Untuk diketahui sebelum digunakan sepenuhnya pada Maret kemarin, sistem ini sudah diuji mulai Juni tahun lalu dan dikembangkan oleh Korea Selatan Loca Mobility.

 

Agar Tidak Terjatuh Saat Turun dari Bus, Ini Dia Tipsnya!

Keselamatan dalam berkendara merupakan hal penting yang patut digaris bawahi oleh semua pengguna jasa layanan transportasi. Bukan hanya oleh para penggunanya, pengemudi pun mesti menyadari betul mengenai hal tersebut. Seperti kejadian memilukan yang dialami oleh seorang wanita muda asal Korea, dimana Ia terseret oleh bus yang dtumpanginya sesaat setelah turun dari bus tersebut.

Baca juga: Ini Kata Pengemudi di Glasgow Ketika Penumpang Paksa Turun dari Bus Saat Macet

Berdasarkan infiormasi yang dilansir dari laman korea.stripes.com, wanita tersebut terseret sejauh 10 meter setelah baju yang ia kenakan tersangkut di pintu bus.

Awalnya, wanita berusia 22 tahun tersebut turun di daerah Saha-Gu 18th sebelum akhirnya baju yang dikenakan korban tersangkut di pintu bus. Pada awalnya, ia dapat mengimbangi laju bus yang masih berjalan perlahan, namun lama kelamaan, tubuhnya malah terseret seiring bus yang mulai memacu kecepatannya. Sang pengemudi bus sudah diperingatkan untuk berhenti oleh penumpang lain yang menyadari kejadian tersebut, namun ia yang tidak mengetahui kejadian tersebut lalu tidak mengindahkan seruan dari penumpangnya itu.

Setelah mengetahui bahwa ada sesuatu yang janggal, si pengemudi lalu menghentikan busnya di dekat kantor polisi setempat, petugas kepolisian mencoba untuk memberhentikannya. Namun sayang, gadis belia tersebut sudah terseret sejauh 10 meter. Untungnya, gadis yang namanya tidak dicantumkan tersebut berhasil untuk melepaskan pakaian yang tersangkut di pintu  bus, dan mendapatkan beberapa luka yang tidak terlalu parah. Jika wanita tersebut tidak dapat melepaskannya, kemungkinan ia akan mengalami luka yang lebih serius. Akibat kejadian ini, pengemudi bus tersebut mendapatkan beberapa hukuman ringan karena kelalaiannya.

Berkaca dari kejadian tersebut, ada beberapa tips aman untuk naik atau turun dari kendaraan umum seperti bus yang akan KabarPenumpang.com coba rangkum untuk Anda.

Tunggu Kendaraan Berhenti dengan Sempurna

Sumber: gazette.com
Sumber: gazette.com

Kebanyakan penumpang tidak sabaran untuk segera turun atau naik kendaraan walaupun moda tersebut masih melaju dengan pelan, namun ini adalah cara yang salah dan dapat berakibat pada keselamatan Anda di perjalanan. Tunggulah moda tersebut berhenti dengan sempurna, maka keseimbangan Anda akan lebih terjaga dan terhindar dari kemungkinan jatuh saat naik atau turun dari moda tersebut.

Dahulukan Orang yang Turun

Sumber: guim.co.uk
Sumber: guim.co.uk

Di beberapa sarana transportasi umum Ibu Kota seperti KRL dan Bus TransJakarta terpampang himbauan yang kerap kali diabaikan oleh para penumpangnya, yaitu “Dahulukan Penumpang yang Hendak Turun”. Pada kenyataannya, para penumpang yang hendak naik justru tidak memberikan kesempatan pada penumpang lain yang hendak turun, sehingga risiko kecelakaan semakin bertambah. Adapun tujuan dari dibuatnya larangan tersebut adalah agar memberikan ruang gerak untuk penumpang yang hendak naik ke dalam moda yang bersangkutan, sehingga mereka bisa lebih leluasa untuk masuk ke dalam.

Gunakan Kaki Prioritas dan Berhati-hati Saat Melangkah

Sumber: merdeka.com
Sumber: merdeka.com

Menurut ilmu fisika, setiap benda bermasa memiliki kelembaman, dengan kata lain, benda yang sedang diam akan sulit untuk bergerak dan sebaliknya benda yang sedang bergerak pun akan sulit untuk berhenti. Berdasarkan teori di atas, jika Anda berada di dalam sebuah bus yang sedang bergerak kemudian turun ke aspal yang diam, maka tubuh Anda akan cenderung tetap bergerak sehingga memungkinkan Anda terjatuh. Fenomena tersebut muncul di negara yang lajur kendaraannya berada di sisi kiri, atau kendaraan dengan kursi pengemudi disebelah kanan, salah satunya adalah Indonesia.

Sehingga jika Anda turun dengan mendahulukan kaki kiri, yang Anda lakukan adalah mempertahankan posisi tubuh kita agar ketika turun ke aspal, Anda cenderung bergerak ke depan dan tubuh menjadi lebih seimbang dengan bergerak ke depan. Tapi sebaliknya, jika kaki kanan yang terlebih dahulu turun, maka tubuh Anda akan sedikit berputar ke kiri, akibatnya, Anda akan cenderung bergerak ke samping dan menjadi tidak stabil. Dari 2 contoh kejadian di atas, akan lebih mudah untuk mempertahankan keseimbangan dengan bergerak ke depan.

Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Mau menyusuri sepanjang pantai timur Korea Selatan? Sea Rail menjadi solusi yang memudahkan pelancong. Pasalnya, kereta yang mulai beroperasi sejak 25 Juli 2007 ini akan membawa pelancong menyusuri wilayah pantai timur Korea Selatan. Sea Rail sendiri adalah kereta wisata yang dioperasikan oleh Korail Tourism Development.

Baca juga: Inilah Stasiun Jeongdongjin, Stasiun Kereta Paling Dekat dengan Laut di Dunia

Sea Rail menempuh jarak sejauh 36 mil atau sekitar 58 km melalui Gangneung, Donghae dan Samcheok. Ketiga kota ini semuanya berada di Gangwon-do yang memberikan pemandangan ke arah Laut Jepang. Ketiga kota ini bersama dengan Korail Tourism mengembangkan perjalanan kereta api wisata terintegrasi.

Kursi gerbong Sea Rail menghadap ke laut. Foto: Wikipedia

Persisnya Korail memberikan kontribusi layanan kereta penumpang dan ketiga kota menginvestasikan uang untuk memodifikasi gerbong penumpang biasa dengan konfigurasi kursi menghadap langsung ke laut. Lantaran melayani jalur di sepanjang pantai timur, kereta ini sering disebut kereta laut atau Sea Rail.

Ini adalah salah satu renovasi kereta industri dan bagian dari inisiatif pengembangan pariwisata Korail pada pertengahan 2000-an untuk mengubah jalur kereta api industri batubara yang ada. Bahkan bisa dikatakan layanan ini telah menurun menjadi jalur tur.

Sea Rail memiliki empat gerbong dengan tiga diantaranya mempunyai kursi yang menghadap ke jendela untuk membuat penumpang bisa melihat pemandangan laut. Gerbong keempat memiliki kursi keluarga yang mana penumpang bisa duduk saling berhadapan.

Dinding interior kereta dicat dengan warna biru laut untuk mensimulasikan dunia bawah laut. Ada beragam kegiatan penumpang di kereta, mulai dari pembicaraan tentang daerah Gangneung dan Samcheok, menikmati musik dan berbagi cerita melalui pesan teks. Tak hanya itu, ada juga yang meminta gerbong kereta untuk charter prosesi lamaran pernikahan.

Sea Rail juga berhenti di Stasiun Jeongdongjin yang pernah dipopulerkan oleh drama Korea tahun 90-an yang populer yakni The Hourglass. Menjadi populer dikalangan masyarakat Korea Selatan, Jeongdongjin merupakan tempat melihat matahari terbit dan juga karena memiliki beberapa aktivitas wisata lokal di luar kereta seperti sepeda rel yang membentang dari Stasiun Jeongdongjin ke tempat-tempat lokal.

Baca juga: Hubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania, Mesir Kembangkan Jaringan Kereta Cepat

Untuk perjalannya sendiri dari Stasiun Gangneung ke Stasiun Samcheok memakan waktu sekitar satu jam sepuluh menit. Sea Rail menggunakan jalur Yengdong dengan fasilitas selain pemandangan laut adalah katering kafe di dalam gerbong.

 

Kabar Baik Buat Pelancong, Mulai Bulan Depan, Gyeongbok Palace Buka di Malam Hari

Gyeongbok Palace adalah destinasi yang wajib disambangi oleh para pelacong yang bertandang ke Korea Selatan. Lantaran menjadi magnet wisata utama, Cultural Heritage Administration (CHA) mengumumkan akan membuka Gyeongbok Palace di malam hari mulai bulan depan. Tur malam hari di Istana Gyeongbok memungkinkan pelancong merasakan suasana malam yang tenang dari istana tua yang terletak di pusat kota Seoul.

Baca juga: Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Seperti dikutip Yonhap News, CHA mengatakan akan membuka tur malam musim semi tahunan di istana mulai 8 Mei hingga 2 Juni 2024. Setiap musim semi dan musim gugur, istana kerajaan utama era Joseon (1392-1910) membuka gerbangnya pada malam hari, yang biasanya ditutup untuk umum, untuk waktu terbatas, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan istana yang diterangi cahaya di bawah sinar bulan.

CHA menyebut program tahun lalu menarik sekitar 274.000 pengunjung Tur malam yang akan datang berlangsung mulai jam 7 malam. sampai jam 21:30 malam. dan tiket masuk ditutup pada pukul 20:30. Tur tidak tersedia pada hari Senin, Selasa, dan selama periode 17-19 Mei. Reservasi tiket online diperlukan untuk semua pengunjung, tidak termasuk orang asing.

Gyeongbok Palace, juga dikenal sebagai Gyeongbokgung, merupakan istana kerajaan yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Istana ini sangat disukai oleh wisatawan asing karena memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang luar biasa. Sebagai salah satu istana kerajaan terbesar dan paling ikonik di Korea, Gyeongbok Palace menawarkan pengalaman yang kaya akan budaya dan sejarah Korea.

Selain itu, sering diadakan acara khusus, seperti upacara pergantian penjaga dan pertunjukan budaya tradisional, yang menambah daya tarik wisatawan yang ingin merasakan keindahan dan kekayaan warisan budaya Korea.

Gyeongbok Palace dibangun pada tahun 1395 oleh Raja Taejo, pendiri Dinasti Joseon, setelah ia memindahkan ibu kota ke Seoul (sebelumnya dikenal sebagai Hanyang). Istana ini menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja selama berabad-abad.

Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Selama masa Dinasti Joseon, Gyeongbok Palace mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi. Pada puncak kejayaannya, istana ini memiliki lebih dari 500 bangunan dan mencakup area yang luas. Namun, pada tahun 1592, selama invasi Jepang ke Korea (Perang Imjin), istana ini hancur hampir seluruhnya. Istana kemudian direkonstruksi pada awal abad ke-20 selama masa pemerintahan Kaisar Gojong.

Sayangnya, sebagian besar bangunan istana hancur lagi selama masa penjajahan Jepang di Korea (1910-1945). Pada tahun 1911, pemerintah Jepang merobohkan sebagian besar istana untuk membangun jalan dan bangunan pemerintah kolonial. Namun, sejak tahun 1990-an, pemerintah Korea Selatan telah melakukan upaya besar untuk memulihkan dan merestorasi istana ini. Saat ini, Gyeongbok Palace adalah salah satu situs bersejarah paling terkenal di Korea Selatan dan menjadi daya tarik wisata utama di Seoul.

New Private Room Hadir di Tokaido Shinkansen, Ubah Gaya Perjalanan Bisnis dari Tokyo ke Kyoto

Jepang saat ini memiliki sepuluh jalur Shinkansen untuk mengantar penumpang keliling Jepang dengan kecepatan super tinggi, namun yang tersibuk sejauh ini adalah Tokaido Shinkansen, yang diketahui mengoperasikan lebih dari 470 kereta di sepanjang rute tersebut dalam satu hari.

Baca juga: Mampu Melesat 300 Km Per Jam dalam Tiga Menit, Inilah Rahasia Shinkansen

Tokaido Shinkansen membentang dari Tokyo hingga Kyoto dan Osaka, menjadikannya salah satu yang paling dikenal oleh wisatawan asing di negara ini, dan dalam waktu dekat akan ada kursi kelas baru yang menjanjikan lebih mewah dibandingkan kelas satu saat ini.

Menurut operator jalur tersebut, Central Japan Railway Company (JR Central), private room adalah bagian dari keinginan perusahaan untuk menanggapi diversifikasi kebutuhan dari perubahan hidup dan gaya kerja pelanggan, serta meningkatkan lingkungan bisnis di dalam kereta.

Seperti dikutip Sora News, Private room baru ini akan dilengkapi di sejumlah kereta N700S pada rute Tokaido Shinkansen, dengan awalnya dua kamar per kereta. Setiap kamar akan memberikan privasi tingkat tinggi, dengan beberapa fasilitasnya adalah WiFi gratis, pencahayaan yang dapat disesuaikan, dan kursi reclining dengan sandaran kaki.

Fasilitas lain yang direncanakan untuk ruangan ini adalah panel AC dan pengatur volume untuk pengumuman di dalam pesawat, memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat suara dan suhu serta pencahayaan agar sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.

Meskipun kamar-kamar ini ditujukan untuk pelancong bisnis yang mungkin ingin mengadakan pertemuan online atau melakukan panggilan telepon selama perjalanan, siapa pun yang ingin bersantai dan menikmati privasi akan mendapatkan keuntungan dari pengaturan baru ini.

Private room akan menawarkan tingkat kenyamanan dan privasi tertinggi di dalam kereta peluru Jepang, dan ini akan menjadi populer ketika diperkenalkan pada tahun 2026. Detail lebih lanjut mengenai spesifikasi kamar, layanan, zona operasi, dan harga akan diumumkan menjelang tanggal peluncurannya.

Kamome – Inilah Desain Shinkansen “Merah Putih” yang Akan Melayani Jalur ke Nagasaki