Si Jangkung Merah dari Inggris Pernah Jadi Primadona Transportasi Jakarta

London sedari dulu punya bus tingkat warna merah (Double Decker) dan sudah menjadi ikon yang sangat kuat hingga saat ini. Tapi tahukah Anda bus tingkat warna merah seperti halnya di London juga pernah beroperasi di Jakarta? Ya, bus ini digunakan oleh warga Jakarta sebagai angkutan umum perkotaan.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Saat di Jakarta, bus tingkat kuno pertama buatan Leyland, Inggris ini menjadi armada Perum PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta). Pertama kali beroperasi di rute 14 yakni Blok M – Salemba – Senen dari tahun 1968 sampai tahun 1982. Bus tingkat tersebut memiliki nama julukan Si Jangkung Merah karena memiliki badan lebih jangkung di antara bus tingkat lainnya.

Si Jangkung Merah memiliki panjang hampir 10 meter dan tingginya 4,5 meter dan mampu mengangkut penumpang 72 orang. Pada era tahun 70-80 an, konon katanya Si Jangkung Merah memiliki peminat yang sangat banyak, salah satunya adalah para pelancong.

SI Jangkung Merah kini di Museum Transportasi TMII

Dulu saat masih beroperasi di sekitaran wilayah ibu kota Jakarta, Si jangkung Merah bernomor polisi B 6629 X. Bus tingkat yang nyentrik dengan warna merahnya  menggunakan bahan bakar solar dan mesin penggerak tipe Titan.

Baca juga: Leyland Atlantean: Nostalgia Bus Tingkat Jakarta Era 80-an

Pada masanya selain bus tingkat Si Jangkung Merah, Indonesia juga memiliki bus tingkat lainnya dan beroperasi di kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Solo dan Ujung Panjang (Makassar). Tak hanya di Indonesia dan negara pembuatnya di Inggris, bus tingkat juga di gunakan oleh Italia dan beberapa negara Eropa lainnya.

SI Jangkung Merah

Bus tingkat sebenarnya cukup efektif di bandingkan bus biasa, karena dengan model seperti ini, bisa memisahkan penumpang laki-laki dan perempuan dan mencegah pelecehan seksual. Adanya bus tingkat juga bisa menjadi solusi mencegah kemacetan di Jakarta, karena daya tampung satu bus tingkat sama dengan dua bus Metro Mini.

Sayangnya Si Jangkung Merah ini hanya tinggal sejarah dan menjadi koleksi Museum Transportasi yang berada di Taman Mini Indonesia Indah dan digantikan denagn bus lainnya yang lebih baru. Masa kini bus tingkat yang ada di di Jakarta berfungsi sebagai bus wisata untuk menikmati ibu kota. Dengan pengoperasian di laksanakan oleh PT TransJakarta.

Ingin Berikan Tip Saat Melancong di Amerika Serikat, Pelajari Dulu Serba-Serbinya

Sebagai seorang pelancong Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam hal saat berkunjung ke suatu negara. Salah satunya adalah terkait pemberian tip baik saat berkunjung ke restoran, menaiki taksi atau parkir valet.

KabarPenumpang.com merangkum dari usatoday.com (24/9/2017), Laurel Barton seorang penulis buku yang telah lama tinggal di Eropa mengatakan, budaya tip Amerika Serikat saat ini sangat tidak terkendali. Dia terkejut dengan banyak dan seringnya memberi tip saat berada di Amerika Serikat.

Baca juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip

Dari penyelidikan yang dilakukan CreditCards.com, baru-baru ini menemukan bahwa empat dari lima orang di Amerika Serikat selalu memberikan tip di restoran dimana restoran tersebut juga sudah menambahkan biaya service dalam tagihan pembayaran mereka hingga 18 persen. Memang, untuk masalah pemberian tip ini tidak ada penelitian yang jelas, tetapi ada banyak bukti bahwa perlakuan pemberian tip ini terus berkembang.

Dalam perjalanan Anda sebagai pelancong ada dua hal yang meyangkut masalah pemberian tip, pertama pada daftar orang-orang yang tidak boleh menerima tip dan kedua adalah mereka yang boleh menerima tip. Orang-orang yang masuk dalam daftar pertama yakni awak kabin, kapten kapal, pilot, pemandu wisata dan agen perjalanan. “Untuk mereka tidak ada pemberian tip, bahkan jika Anda bepergian ke Amerika. Karena mereka sudah mendapatkan kompensasi yang baik saat melayani perjalanan,” ujar Barton.

Ahli etika, April Masini mengatakan, baiknya sebelum membayar tagihan periksa terlebih dahulu sebelum membayar lebih untuk tip, karena terkadang biaya pelayanan sudah masuk dalam tagihan tersebut. “Anda akan memberikan tip yang double bila tidak mengeceknya dan yang seperti ini lebih sering terjadi,” ujar Masini.

Baca juga: Sedikit Rahasia Yang Terlupakan dari Sosok Awak Kabin

Dia mengaku, bahwa hal ini pernah terjadi pada dirinya ketika memesan layanan kamar pada sebuah hotel. Saat itu Masini sempat bertanya pada karyawan hotel terkait masalah tip dan pelayan hotel mengatakan bahwa sudah masuk dalam tagihan.

Untuk hal terkait pemberian tip kedua yakni pada pengemudi taksi, hotel valet, pengemudi Uber, pelayan restoran dan lainnya. Mereka bisa diberikan tip yang layak sebagai penghargaan jika pelayanan yang diberikan baik. Seorang pensiunan manager penjualan, Tom Krieg mengatakan tidak nyaman dengan tip service restoran tertentu dimana beberapa negara bagian baru-baru ini menaikkan upah minimum para pekerja. Di Minnesota, salah satu dari beberapa negara bagian yang meningkatkan upah minimum untuk para stafnya.

“Banyak pengunjing yang memberikan tip 15-20 persen dengan asumsi bahwa si pelayan menunggu,” ujarnya. Lain lagi dengan Ellen Chiantelli seorang asisten dokter hewan di California yang mengatakan, biasanya ia menyisihkan lebih dari 20 persen kepada seorang pelayan yang dikenalnya. Namun, dirinya tidak akan memberi tip jika seseorang berlaku kasar sombong dan semberono.

Sebagai seorang pelancong di AS, sebenarnya Anda tidak diharuskan membayar tip, jikalau Anda tidak ingin membayar tip baiknya saat beli makanan diluar untuk dibawa, bukan makan di tempat (restoran) tersebut. Hal ini bisa mengurangi biaya tambahan layanan meja yang disediakan.

Lenovo dan Boeing Kerja sama Daur Ulang Serat Karbon Jadi Komponen pada Laptop

Serat karbon adalah salah satu bahan paling populer dalam pembuatan pesawat terbang saat ini. Pesawat berbadan lebar modern seperti Airbus A350XWB dan Boeing 787 Dreamliner telah memanfaatkan segudang manfaat yang ditawarkan oleh material unik ini.

Baca juga: Inilah Rahasia Mengapa Kursi Pesawat Penumpang Bisa Sedemikian Kuat

Komposit karbon secara signifikan lebih ringan daripada aluminium, yang secara tradisional digunakan untuk membuat badan pesawat dan bagian lainnya. Material komposit baru tersebut sama kuatnya, bahkan lebih kuat, dan memungkinkan pesawat jet mencapai peningkatan efisiensi bahan bakar yang mengesankan.

Namun, industri penerbangan tidak secara khusus menginginkan komposit serat karbon, karena material tersebut berharga untuk berbagai kegunaan. Laporan terbaru dari TechRadar menunjukkan interkonektivitas unik antara industri komputer dan pesawat komersial, khususnya Boeing.

Jika Anda memiliki laptop Lenovo yang baru dibeli, maka laptop terbaru Lenovo telah memanfaatkan serat karbon daur ulang dari pesawat komersial bekas. Tapi bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Mengapa beberapa material pesawat yang keluar dari kuburan (pesawat) dan masuk ke laptop?

Di akhir masa pakai pesawat, maskapai penerbangan memiliki beberapa pilihan mengenai apa yang dapat dilakukan terhadap pesawat tersebut. Meskipun banyak yang memilih untuk menjual pesawat tersebut ke operator lain atau menyewakan jet tersebut ke perusahaan lain, beberapa jet yang sudah pensiun akan dibuang begitu saja.

Dikutip Simple Flying, Ketika sebuah pesawat terbang melalui proses ini, bagian-bagiannya dapat berakhir di berbagai tempat, dengan komponen dan material pesawat umumnya dilelang dan dijual kepada penawar tertinggi. Terkait dengan banyaknya jet Boeing lama yang mangkrak, maka sejumlah kecil serat karbon telah masuk sebagai komponen ke laptop terbaru Lenovo, khususnya pada seri ThinkPad X1 Carbon Gen 12.

Sasis laptop baru Lenovo telah didesain ulang secara menyeluruh agar lebih kuat namun ringan secara signifikan. Dengan ha ini, industri laptop, seperti halnya industri penerbangan, sedang bergerak menuju material yang lebih ringan dan kuat seperti serat karbon.

Inilah Alasan Airbus A350 dan Boeing 787 Dominan Menggunakan Material Komposit

Namun, karena material komposit karbon merupakan bahan yang sulit didapat, Lenovo harus kreatif untuk mencari pemasok dengan harga yang wajar. Hasilnya, Lenovo menemukan mitra yang sempurna yaitu Boeing, yang secara konsisten memasok bahan pesawat bekas kepada perusahaan perangkat keras komputer tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan produknya.

Dengan mendaur ulang serat karbon, industri dapat memastikan bahwa bahan-bahan tersebut, yang telah melalui proses produksi intensif karbon, tidak terbuang sia-sia, dan penerbangan dapat mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dari waktu ke waktu.

Tidak ‘Sembarangan’, Pembersihan Area Kokpit Harus Sesuai Standar yang Ketat

Bila ada standar dan tata cara khusus dalam pembersihan kabin pesawat, maka bagaimana dengan pembersihan pada kokpit? Meski sama-sama dalam pesawat, namun kokpit adalah area yang sangat vital, maka untuk pembersihan pada area kokpit dipastikan perlu standar yang lebih ketat ketimbang persihan pada kabin penumpang.

Baca juga: Tak Hanya Batasan Waktu, Ini Sederet Tantangan Pembersihan Kabin di Antara Dua Penerbangan

Pada prinsipunya, membersihkan kokpit bukanlah tugas yang mudah. Hal ini memerlukan perawatan dan perhatian khusus untuk menghindari kerusakan pada komponen sensitif dan mahal. Dikutip dari forum quora.com, pembersihan kokpit setidaknya melibatkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyedot lantai, kursi, dan panel untuk menghilangkan kotoran atau debu.

2. Membersihkan debu dan membersihkan instrumen dan layar tampilan dengan kain bersih, lembut, dan tidak berbulu serta sikat debu. Hanya pembersih gemuk dan sabun cuci ringan yang aman untuk aluminium yang digunakan untuk menghindari korosi atau goresan.

Larutan pembersih disemprotkan pada kain, bukan langsung pada permukaannya, untuk mencegah cairan masuk ke dalam peralatan.

3. Menyeka sakelar, kenop, tuas, dan gagang dengan kain untuk menghilangkan minyak atau sidik jari. Berhati-hatilah untuk menghindari pemindahan atau pengaktifan kontrol apa pun secara tidak sengaja.

4. Membersihkan jendela dan kaca depan dengan pembersih Plexiglas dan kain lembut. Pembersih diterapkan dengan gerakan memutar dan diseka dengan kain kering. Goresan atau noda apa pun dapat dihilangkan dengan cat akhir.

Pembersihan area kokpit umumnya dilakukan oleh profesional terlatih dan bersertifikat yang mengikuti pedoman dan prosedur keselamatan dari pihak pabrikan. Frekuensi pembersihan tergantung pada jenis dan penggunaan pesawat, namun secara umum disarankan untuk membersihkan kokpit setidaknya sebulan sekali atau setelah setiap penerbangan.

Kokpit yang bersih tidak hanya meningkatkan penampilan dan kenyamanan pesawat tetapi juga meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional penerbangan.

Pembersihan Kabin di Antara Dua Penerbangan, Inilah Standar Waktu yang Diperlukan

Namun, ada juga beranggapan beda, Sharon Smith yang menjadi teknisi di Boeing 737 series, menyebut bahwa proses pembersihan kokpit tidak dapat dilakukan sesering hal di atas. Petugas kebersihan tidak akan membersihkan area tersebut karena tanggung jawab, kemungkinan kerusakan pada peralatan yang sangat mahal.

Setelah cukup banyak pilot yang mengeluh tentang keadaan kokpit, hal itu mungkin akan dimasukkan ke dalam log teknologi pesawat dan seorang teknisi mungkin ditugaskan untuk membersihkannya sedikit. Satu-satunya saat pilot akan melihat kokpit bersih adalah ketika pesawat masih baru atau baru saja kembali dari perawatan berat, seperti saat “D” check.

10 Tips Perjalanan Liburan Nataru dari Lion Air Group, Nomer 10 Wajib Disiapkan

Tips seputar perjalanan liburan sudah banyak dipaparkan, meski begitu perkembangan situasi membutuhkan update informasi untuk menyesuaikan pada keadaan terkini. Dan menyongsong kegembiraan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lion Group lewat rilisnya memberikan rekomendasi terkini untuk perjalanan selama musim libur yang ramai ini.

Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!

Rekomendasi atau tipis dari industri dirgantara yang menjadi jaringan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, layak untuk disimak.

1. Ikuti Jejak Wisatawan Lokal di Media Sosial
Mengikuti akun media sosial wisatawan lokal dapat memberikan wawasan unik tentang destinasi yang belum terjamah oleh turis umum. Dapatkan tips eksklusif mengenai tempat makan lokal, kegiatan menarik dan pengalaman autentik lainnya.

2. Rencanakan Perjalanan Lebih Awal
Pilih destinasi, buat rencana perjalanan, dan pesan akomodasi lebih awal dengan menggunakan aplikasi travel online.

3. Pilih Waktu Perjalanan yang Tepat
Pilih berangkat beberapa hari sebelum atau sesudah puncak musim libur dapat memberikan pengalaman yang lebih tenang dan santai.

4. Gunakan Teknologi untuk Memudahkan Perjalanan
Manfaatkan aplikasi perjalanan untuk membantu menjadikan impian liburan lebih nyata., termasuk manfaatkan fitur check in online pada beberapa aplikasi maskapai penerbangan.

5. Membawa Obat-obatan yang Dibutuhkan
Jangan lupakan obat-obatan pribadi! Pastikan membawa persediaan obat-obatan yang diperlukan untuk mengatasi segala kemungkinan. Kesehatan adalah kunci untuk menikmati liburan tanpa kendala.

6. Menjaga Protokol Kesehatan
Keselamatan adalah tanggungjawab bersama. Tetap jalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan secara teratur dan lainnya. Liburan aman adalah liburan yang menyenangkan.

7. Tetap Terhubung Secara Virtual
Keseruan sangat diperlukan, tetap terhubung secara virtual dengan keluarga dan teman-teman. Berbagi momen liburan secara online dapat membawa keceriaan kepada mereka yang jauh.

8. Abadikan Momen dan Berbagi
Merekam setiap momen dengan kamera atau ponsel serta bagikan pengalman berkesan atau menarik setiap perjalanan, misalnya melalui berbagai platform sosial media.

Tips Agar Perjalanan yang Ditunda Menjadi Lebih Istimewa

9. Perjalanan Berkelanjutan dengan Meminimalkan Dampak Lingkungan
Para wisatawan semakin peduli terhadap lingkungan. Jangan merusak lingkungan, jaga kebersihan dan patuhi ketentuan-ketentuan lainnya.

10. Tetap Fleksibel dalam Rencana
Terkadang, rencana dapat berubah. Tetap fleksibel dan memiliki opsi (alternatif) dalam mengatur rencana perjalanan sehingga tetap menyenangkan.

Hari Ini, 35 Tahun Lalu, Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Antonov An-225 Mriya Terbang Perdana

Pada hari ini, 35 tahun yang lalu, bertepatan dengan 21 Desember 1988, pesawat kargo terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya terbang perdana. Pesawat dengan berat maksimum lepas landas (MTOW) sekitar 640 ton ini awalnya diproduksi untuk mengangkut dan menjadi wahana peluncuran (flying space launching) Buran, pesawat ulang-alik pertama Soviet (Rusia) yang bisa digunakan kembali.

Baca juga: (Video) Pertama Kalinya, Pesawat Ulang-Alik Buran Meluncur dari ‘Punggung’ Replika Antonov An-225 Mriya

Dilansir laman resmi perusahaan, sebagaimana disebutkan di atas, sepak terjang An-225 Mriya memang tak bisa dilepaskan dengan proyek pengembangan Buran. Keduanya nyaris dibuat bersamaan. Penerbangan perdana keduanya juga tak jauh berbeda. Antonov An-225 Mriya terbang perdana pada 21 Desember 1988 sedangkan Buran terbang perdana pada 15 November 1988.

Antonov An-225 pertama kali terbang bersama tujuh orang kru, mulai dari Oleksandr Galunenko sebagai kapten pilot atau pilot pertama yang menerbangkan An-225 Mriya, Sergii Gorbik (co-pilot), Sergii Nechayev (navigator), Oleksandr Shuleshchenko (senior flight engineer), Volodymyr Gusar (flight engineer), Vyacheslav Belousov (radio operator), dan Mykhaylo Kharchenko (Kepala tes flight engineer).

Antonov An-225 sebetulnya diproyeksi akan dibangun sebanyak dua unit. Unit pertama pun selesai dibangun dan dengan cepat membuat 106 rekor dunia dalam satu penerbangan. Pesawat kargo terbesar di dunia, yang diberi kode ‘Cossack’ oleh NATO ini, dapat terbang dengan Buran orbiter di dalam atau di atasnya dan ikut dalam Paris Air Show 1989. Akan tetapi karena program Buran dihentikan, Uni Soviet memutuskan untuk melakukan penjualan An-225.

Antonov An-225 awalnya didesain untuk mengangkut Buran, sebagaimana di foto ini. Sputnik / Igor Kostin

An-225 tetap berada di hanggar pangkalan udara Gostomel, sebuah fasilitas penyimpanan di Ukraina, hingga tahun 2000. Pada saat itu, Antonov menghabiskan US$20 juta untuk mengembangkan sistem avionik baru dan peralatan modern lainnya. Versi baru An-225, yang diberi kode An-225-100, mulai beroperasi pada 2001 sebagai pesawat angkut komersial. Pesawat ini dioperasikan bersama oleh Antonov dan Air Foyle, Inggris.

Adapun unit kedua proyeknya terus mangkrak hingga bertahun-tahun. Tetapi karena permintaan dari berbagai kalangan, pembangunan pesawat kedua Antonov An-225 Mriya kembali dilanjutkan dan rencananya selesai pada 2008. Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan terkait kelanjutan unit kedua Antonov An-225.

Meski demikian, diketahui, satu-satunya pesawat Antonov An-225 Mriya, yang merupakan kombinasi dari desain jadul dan inovasi modern, mencakup sistem kontrol fly-by-wire dan hidraulik triple-redundan, serta memiliki roda pendarat utama yang berjumlah 32 roda tersebut, telah menerima sistem avionik yang lebih baik dan setidaknya satu mesin baru dari pemasok Ivchenko-Progress.

Baca juga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Hal itu tentu membawa angin segar bagi para pecinta aviasi untuk tetap melihat burung besi terbesar di dunia tersebut tetap terus mengudara dengan beberapa peningkatan tersebut. Namun, tetap saja, sebagai An-225 Mriya satu-satunya di dunia, tentu akan sangat menyedihkan bila pesawat itu hancur akibat insiden fatal.

Sebagai pesawat kargo terbesar di dunia, pesawat dengan kemampuan angkut sebesar 250 ton ini memiliki panjang 84 meter, tinggi 18,2 meter, dan lebar sayap 88 meter. Meski berbobot besar, pesawat dengan enam mesin jet serta sayap anhedral ini, mampu melaju dengan kecepatan jelajah mencapai 800 km per jam, jangkauan terbang sejauh 15.400 km, serta ketinggian jelajah di kisaran 9.000 meter.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Tak sedikit orang yang ‘ketakutan’ bila membayangkan Korea Utara, negeri yang dipimpin diktator kejam yang tak segan melenyapkan nyawa orang dengan sadis. Meski serba tertutup dari pelancong asing, namun bukan berarti Korea Utara tak mengharapkan pemasukan atau devisa dari wisata. Dengan akses yang terbatas, sejatinya Korea Utara dapat diakses oleh warga negara Cina, yang notabene merupakan sekutu Pyongyang.

Baca juga: Anti Mainstream, Bandara Pyongyang Diklaim AS Terhubung dengan Fasilitas Nuklir Terbesar Korea Utara

Dikutip newsweek.com (18/12/2023), Korea Utara telah menyambut pelancong di masa lalu. Sebelum pandemi, ribuan pelancong mengunjungi Korea Utara setiap tahunnya, sebagian besar berasal dari Cina daratan. Namun, di masa depan, kecil kemungkinannya bahwa salah satu turis tersebut adalah orang Amerika Serikat atau orang Eropa Barat. Selain risiko terhadap keselamatan warga AS, para pejabat AS khawatir bahwa uang pariwisata yang dibelanjakan di Korea Utara dapat mendanai beberapa program senjata negara tersebut.

Kini, setelah bertahun-tahun mengalami kemunduran dan penundaan, Korea Utara yang secara resmi dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea—diduga melanjutkan pembangunan Zona Wisata Pesisir Wonsan-Kalma, demikian yang dilaporkan surat kabar Metro yang berbasis di Inggris, dengan harapan bahwa produk akhirnya akan selesai menyerupai Benidorm, destinasi wisata populer di Spanyol yang dilengkapi dengan pantai, gedung pencakar langit, dan hotel.

Proyek Zona Wisata Pesisir Wonsan-Kalma awalnya dijadwalkan selesai pada pertengahan tahun 2018, menawarkan wisatawan kesempatan untuk menjelajahi taman rekreasi air, hotel, dan lapangan terbang di dekat Wonson, sebuah kota pelabuhan di pantai timur Korea Utara. Namun, pandemi COVID-19 menunda pembangunan.

Awal tahun ini, Metro melaporkan bahwa lokasi pembangunan tersebut dihuni oleh para tunawisma. Situs tersebut dilaporkan dipenuhi kotoran manusia dan jelaga dari kebakaran, menurut laporan bulan Februari oleh surat kabar Korea Utara Daily NK.

Namun, pemimpin Korea Utara Kim Jong Um mempunyai rencana besar untuk lokasi tersebut, yang konstruksinya mungkin akan selesai pada tahun 2025. Situs ini bisa menjadi tujuan wisata bagi pelancong asing, terutama yang berada di negara-negara Eropa seperti Inggris.

Dari Citra Satelit, Jalur Kereta Api Korea Utara – Rusia Mulai Hidup

Terlepas dari potensi proyek ini, larangan perjalanan ke Korea Utara dapat mencegah pelancong yang berminat untuk mengunjungi tujuan wisata tersebut setelah dibuka.

Warga AS telah lama didesak untuk tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara, yang menimbulkan “risiko serius terhadap penangkapan dan penahanan jangka panjang terhadap warga negara AS,” menurut peringatan perjalanan yang diposting di situs web Departemen Luar Negeri AS.

Untuk Rute Jarak Pendek dan Menengah, Lufthansa Group Pesan (Tambahan) 40 Unit Airbus A220

Lufthansa Group memutuskan untuk melakukan pemesanan pasti atas tambahan 40 unit pesawat narrow body A220-300 untuk armada jarak pendek dan menengahnya. A220 telah dioperasikan Lufthansa Group sejak tahun 2016, ketika SWISS mengoperasikan pesawat pertamanya ke dalam layanan terjadwal.

Baca juga: Tampilkan Corak Karya Seni Aborigin, QantasLink Terima Unit Perdana Airbus A220

“Dengan pesanan tambahan 40 Airbus A220 hari ini, kami melanjutkan kemitraan unik kami dengan Airbus,” kata Carsten Spohr, Ketua Dewan Eksekutif dan CEO Deutsche Lufthansa AG. “Baru beberapa bulan yang lalu, sebagai pelanggan maskapai penerbangan terbesar, kami menerima pesawat ke-600 dari Airbus, dan kami berharap dapat menerima pengiriman nomor 700. Pelanggan kami menantikan pesawat tambahan yang modern, ekonomis, dan hemat bahan bakar ini. ”

Dengan pesanan terbarunya, Lufthansa memperkuat hubungan jangka panjangnya dengan Airbus. Sejak A300 pada tahun 1970-an, Lufthansa Group telah mengoperasikan seluruh anggota keluarga produk Airbus, mulai dari A220, A320-Family, A330/A340, A350, dan A380.

A220-300 tercanggih terbaru adalah saudara kandung dari keluarga A220 yang sukses, pesawat ini membawa antara 120 hingga 150 penumpang dalam penerbangan hingga jarak 3.400 mil laut (6.300 km). Pesawat ini menawarkan pembakaran bahan bakar dan emisi CO2 per kursi 25% lebih rendah dibandingkan pesawat generasi sebelumnya. Ia juga memiliki kabin, kursi, dan jendela terbesar di kelasnya, memastikan kenyamanan superior.

Baca juga: Airbus A220 SWISS Dicegat ‘Bersahabat’ oleh Jet Tempur F/A-18 Hornet

Seperti semua pesawat Airbus, A220 sudah mampu beroperasi dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) hingga 50%. Semua pesawat komersial, militer, dan helikopter Airbus akan mampu dioperasikan dengan SAF hingga 100% pada tahun 2030.

Spruce Creek, Hunian yang Bikin Pesawat Mondar-mandir di Jalan Raya Bak Mobil

Melihat mobil dan motor melintas di jalan raya tentu hal biasa. Sebaliknya, bila pesawat melintas di jalan raya, menyapa penduduk lainnya sambil mengendai pesawat di jalan raya dari dan menuju rumah, tentu luar biasa. Namun, hal tersebut bukan isapan jempol bekala. Melainkan, mimpi yang jadi kenyataan.

Baca juga: Haerul Montir Pembuat Pesawat dari Pinrang, Kisahnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, ide untuk membuat gaya hidup penerbangan seperti Spruce Creek ini pertama kali dikembangkan pasca berakhirnya Perang Dunia II. Saat itu, populasi pilot di Amerika Serika mendadak melonjak 13 kali lipat, dari semula 34 ribu di tahun 1939 menjadi 400 ribu di tahun 1946. Menyikapi ketidaksamaan antara populasi pilot (termasuk banyaknya pesawat) dengan banyaknya lapangan terbang membuat otoritas penerbangan setempat kemudian mengusulkan pembangunan 6.000 taman udara perumahan, tersebar di seluruh penjuru negeri.

Meskipun terbentur aturan yang menyulitkan, akhirnya pembangunan taman udara benar-benar terwujud. Salah satuya Spruce Creek. Spruce Creek sendiri baru dibangun sejak tahun 2000 lalu. Meskipun demikian, perumahan yang terletak di Volusia County, Florida, Amerika Serikat, tersebut saat ini menjadi komunitas fly-in terbesar. Selain itu, konsep kompleks perumahan yang berhadapan langsung dengan segitiga bermuda ini (Samudera Atlantik Utara) juga telah disadur oleh beberapa pengembang di negara lainnya, seperti Kanada, Afrika Selatan, hingga Kosta Rika.

Namun, Spruce Creek bukanlah satu-satunya komunitas fly-in yang ada di Amerika. Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, otoritas penerbangan setempat mengusulkan untuk dibuatkan taman udara yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Maka dari itu, selain di Spruce Creek, beberapa wilayah lainnya juga menyediakan tempat bagi komunitas tersebut. Tercatat, di Arizona, tepatnya di distrik Queen Creek ada Pegasus Airpark. Di Colorado terdapat Colorado Airpark. Texas ada Texas Airpark Homes, Hidden Valley Airpark, RJW Airpark, dan lainnya. Serta Northwest Airport Airpark Homes di Washington.

Dikutip dari situs livingwithyourplane.com, hunian-hunian tersebut saat ini jumlahnya cukup banyak. Hingga kini, di Florida ada sekitar 71 kompleks hunian, Texas 67, dan Washington 58. Bahkan negara bagian yang lebih kecil seperti Illinois dan Ohio masing-masing memiliki 18 dan 13 kompleks hunian seperti itu.

Baca juga: Jejak Boeing 707 di Indonesia: Pernah Dioperasikan 4 Maskapai Hingga Jadi Pesawat Kepresidenan

Meskipun hampir seluruh warganya mempunyai pesawat, mulai dari Boeing 707, Cessnas, P-51 Mustang, L-39 Albatros, Eclipse 500, Fouga Magister Perancis, hingga jet tempur Rusia MiG-15, warga yang tinggal di Spruce Creek tidak semuanya adalah pilot. Justru cenderung sangat beragam, seperti dokter, pengacara, hingga spekulan tanah. Namun, satu hal yang pasti, mereka semua penggila penerbangan.

Kesamaan hobi, selanjutnya, juga membuat seluruh warga di sini hidup dalam keakraban yang sangat erat satu sama lain. Setiap Sabtu pagi, mayoritas dari mereka akan berkumpul di samping landasan pacu, lepas landas dalam tiga kelompok, dan terbang ke satu bandara setempat untuk sarapan – sebuah tradisi yang mereka sebut Saturday Morning Gaggle.

Dengan Airbus A350-900, Singapore Airlines Bersiap Buka Penerbangan Langsung ke Gatwick London

Singapore Airlines (SIA) akan meluncurkan penerbangan non-stop perdananya antara Singapura dan Bandara Gatwick di London pada Juni 2024. SIA akan mengoperasikan layanan ini lima kali seminggu menggunakan armada Airbus A350-900 untuk penerbangan jarak jauh.

Baca juga: London Gatwick-Singapura, Menjadi Rute Penerbangan LCC Terjauh di Dunia!

Dengan layanan SIA ke Bandara Heathrow London sebanyak empat kali sehari, jumlah penerbangan ke ibu kota Inggris akan meningkat menjadi 33 penerbangan per minggu dari sebelumnya 28 penerbangan per minggu. Selain itu, SIA juga mengoperasikan lima kali penerbangan per minggu ke Bandara Manchester.

Bergantung atas persetujuan regulator, layanan penerbangan SQ310 akan beroperasi pada hari Senin, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Penerbangan perdana dari Singapura menuju Bandara Gatwick direncanakan berangkat pada pukul 23.55 (waktu setempat) pada 21 Juni 2024 dan akan tiba di London pada pukul 06.25 (waktu setempat) pada 22 Juni 2024.

Sementara itu, layanan penerbangan sebaliknya dengan nomor penerbangan SQ309 dari Bandara Gatwick menuju Singapura akan beroperasi pada hari Senin, Selasa, Jumat, Sabtu dan Minggu. Penerbangan perdana untuk rute sebaliknya ini akan dioperasikan pada pukul 10.15 (waktu setempat) tanggal 22 Juni 2024 dan akan tiba di Singapura pada pukul 06.20 (waktu setempat) tanggal 23 Juni 2024. Jadwal kedatangan pagi hari ini memberikan pilihan kepada pelanggan untuk terhubung ke penerbangan SIA dan Scoot ke berbagai destinasi di Kawasan Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru.

Armada A350-900 jarak jauh milik Singapore Airlines ini memiliki 253 kursi dalam tiga kelas kabin: 42 kursi di Business Class, 24 kursi di Premium Economy Class, dan 187 kursi di Economy Class.

Bandara Gatwick London merupakan pintu gerbang yang ideal bagi para pelancong untuk menjelajahi Ibu Kota Inggris dan wilayah Tenggara Inggris. Bandara ini juga menawarkan berbagai layanan transportasi menuju pusat kota London, dengan kereta api yang menghubungkan pelancong ke berbagai hub utama, seperti London Blackfriars, London Bridge, City Thameslink, St. Pancras International, dan London Victoria, di mana sejumlah tempat wisata utama berada.

Diam-diam Airbus Modifikasi A350 untuk Penuhi Kebutuhan di Masa Depan

Dengan penambahan Gatwick, jumlah destinasi Eropa dalam jaringan SIA bertambah menjadi 14 destinasi. Tiket penerbangan Singapore Airlines ke Bandara Gatwick London akan mulai dijual secara bertahap melalui berbagai jalur distribusi dari tanggal 19 Desember 2023.