Tahan Terpaan Bencana Alam, Jepang Perkenalkan Jembatan Darurat Multifungsi

Mobile Bridge Version 4.0. Sumber: viatechnik.com

Mengingat potensi bencana alam yang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam bentuk yang beragam, beberapa periset dari Hiroshima University merancang sebuah struktur jembatan darurat yang dipercaya dapat tahan dari terpaan bencana alam seperti badai, banjir, gempa bumi, hingga tsunami. Dapat dibayangkan jika salah satu pra-sarana transportasi ini lumpuh akibat bencana dan memutus akses evakuasi, tentunya bencana alam tersebut akan memakan lebih banyak korban.

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman viatechnik.com, tidak hanya berperan sebagai jalur evakuasi ketika bencana datang, tapi jembatan juga dapat menjadi akses regu penyelamat untuk memasok kebutuhan medis para korban selamat. Selain itu, jembatan juga harus memiliki banyak jalur untuk memungkinkan kendaraan bantuan melintas. Maka dari itu, periset dari Hiroshima University membuat struktur jembatan darurat yang berbentuk seperti gunting untuk menguji keefektifannya terhadap lalu lintas kendaraan yang terpaksa melintasi sungai.

Jembatan yang diberi nama Mobile Bridge Version 4.0 ini memiliki desain yang bisa dilipat, diatur, dan di naik turunkan dengan cepat dan mudah. Dr. Ichiro Ario dari Institute of Engineering di Hiroshima University mengaku bahwa desain jembatan ini terinspirasi dari Origami, seni melipat kertas dari Jepang. “Dibutuhkan sekitar satu jam untuk merakit jembatan darurat ini hingga siap digunakan,” ungkap Dr. Ichiro.

Untuk mengangkut jembatan darurat ini pun tidak dibutuhkan sebuah kendaraan khusus, cukup mobil trailer sederhana. Dr. Ichiro mengatakan Mobile Bridge Version 4.0 ini merupakan jembatan yang kuat, ringan, dan mudah untuk dibongkar-pasang. Ketika ia bersama timnya menguji coba jembatan ini, hasil positif pun dituai. Kendaraan yang melintas di atasnya tidak mengalami masalah dan hanya membutuhkan sedikit orang untuk memasangnya.

Dr. Ichiro percaya bahwa Mobile Bridge Versin 4.0 merupakan salah satu opsi hemat biaya ketika terjadi bencana, pasalnya untuk memasang jembatan ini pun tidak membutuhkan pembangunan pondasi sebelumnya, penggunaan kendaraan berat untuk mengangkutnya, dan tenaga kerja yang banyak, seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Baca Juga: Lintasi Tol JORR, Inilah “Special Bridge,” Jembatan Unik di Jalur MRT Fatmawati

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap Mobile Bridge Version 4.0 ini agar lebih kuat, lebih tahan lama, lebih ringan, dan mempersingkat waktu pemasangan di masa yang akan datang,” terang Dr. Ichiro. “Kehadiran jembatan ini juga dapat mendorong pengembangan teknologi konstruksi infrastruktur secara global,” imbuhnya.

Tidak hanya digunakan dalam kondisi darurat, jembatan ini juga bisa digunakan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di suatu daerah. “Bisa dijadikan sebagai rute alternatif,” tukas Dr. Ichiro. Diketahui, sejumlah perusahaan lain juga tengah mengembangkan inovasi yang hampir serupa, seperti Jembatan Mabey di South Wales, Jembatan Acrow di New Jersey, dan Unibridge di Sydney, Australia. Jika ditinjau dari segi penggunaan non-daruratnya, apakah bisa jembatan ini menjadi salah satu solusi kemacetan di Indonesia, khususnya Jakarta?