Monday, July 27, 2026
HomeAnalisa AngkutanDari Jadul Sampai Modern, Yuk Kenali Cara Kerja Persinyalan Kereta Api di...

Dari Jadul Sampai Modern, Yuk Kenali Cara Kerja Persinyalan Kereta Api di Indonesia

Perjalanan kereta api taj sekadar hanya menikmati di perjalanan dan tiba di tujuan dengan selamat. Karena dibalik itu semua, perjalanan kereta api tentunya diatur serta dikendalikan oleh bagian pusat kendali. Pusat kendali juga menginstruksikan kepada setiap stasiun yang tentunya oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) yakni berupa persinyalan.

Ya, sinyal-sinyal kereta api yang tentunya kita lihat saat di perjalanan kereta api, kini memang sudah terlihat modern. Sinyal tersebut memiliki 3 aspek warna yang terdiri dari merah, kuning, dan hijau. Atau ada juga yang hanya memiliki dua aspek, di antaranya kuning dan hijau atau pun merah dan hijau. Namun saat memasuki dari terpencil, persinyalan kereta api juga masih dikendalikan secara manual melalui persinyalan mekanik.

Untuk sinyal mekanik biasanya sinyal yang berupa tiang memiliki satu lengan menunduk ke bawah yang disebut sinyal muka, lalu ada sinyal dua lengan yang disebut sinyal masuk, dan sinyal satu lengan atau biasa disebut sinyal keberangkatan. Petugas yang melakukan nantinya akan memutar tuas sinyal mekanik dari rumah sinyal atau stasiun kereta api.

Dalam sinyal mekanik terdapat 3 semboyan, yaitu semboyan 5 dengan lengan diangkat ke atas (khusus sinyal masuk lengan paling atas yang diangkat) menandakan KA aman melintas. Lalu semboyan 6 untuk sinyal masuk dengan posisi lengan bawah diangkat dan lengan atas tetap tak diangkat artinya KA diizinkan masuk dan berhenti di stasiun. Terakhir semboyan 7 dengan posisi lengan sinyal tidak diangkat yang artinya jalur tidak aman dilalui KA.

Kemudian jenis lainnya adalah sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik, yaitu peralatan sinyal mekanik yang dihubungkan oleh perangkat blok (kunci elektrik), guna mencegah pemberian indikasi aman saat jalur KA tengah terisi. Pada saat sebelum jalur KA Semarang – Surabaya Pasar Turi menggunakan sinyal elektrik, terlebih dulu masih menggunakan sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik. Biasanya untuk sinyal muka menggunakan sinyal elektrik dan sinyal masuk serta keberangkatan menggunakan mekanik.

Jenis sinyal lainnya dalam kereta api yang lain adalah sinyal elektrik, sinyal ini tak ubahnya seperti lampu lalu lintas di jalan raya. Bedanya kalau dalam kereta api, nyala lampu merah menandakan semboyan 7 artinya jalur tidak aman dilalui KA, nyala lampu kuning semboyan 6 artinya laju KA dikurangi kecepatannya dan siap berhenti, dan nyala lampu hijau semboyan 5 yang artinya KA diizinkan melintas. Dalam sinyal masuk elektrik terdapat tanda dengan lampu atau tulisan bertuliskan 3, artinya laju kecepatan KA memasuki stasiun yang diizinkan di bawah 30 km/jam.

Itulah perbedaan antara persinyalan kereta api di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Sinyal-sinyal tersebut masih terus digunakan hingga saat ini. Meski jaman sudah mulai modern apalagi dalam perkeretaapian di Indonesia, namun hal-hal yang dijadikan sebagai cagar budaya tetap dipertahankan bahkan masih digunakan hingga kini karena perawatan yang baik.

Peran Penting Sinyal Kereta Api dalam Menjaga Keselamatan

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru