Atasi Kekurangan Pengemudi, Seoul Akan Luncurkan Bus Tanpa Pengemudi di Waktu Subuh

Layanan bus tanpa pengemudi pada waktu subuh atau jam-jam menjelang pagi akan diluncurkan di Seoul pada paruh kedua tahun ini. Layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi penumpang di pagi hari, demikian pertanyaan dari Pemerintah Metropolitan Seoul, Minggu (21/1/2024), seperti dikutip The Korea Times.

Baca juga: Inggris Uji Coba Bus Komersial Tanpa Pengemudi, Tempuh Rute 22,5 Km 

Bus otonom ini akan mulai beroperasi pada pukul 03.30, 30 menit lebih awal dibandingkan bus konvensional pertama yang biasanya mulai beroperasi pada pukul 04.00. Mirip dengan bus tanpa pengemudi yang memulai layanan malam hari pada 5 Desember, bus ini akan beroperasi secara mandiri.

Satu atau dua bus tambahan ini akan dioperasikan sebelum jadwal bus pertama pada rute yang ada. Inisiatif ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pekerja pagi hari, seperti pembersih jalan dan penjaga kantor, yang biasanya mengandalkan bus pertama pada hari itu untuk berangkat kerja.

Penumpang yang menaiki bus pertama pada hari itu biasanya menghabiskan lebih dari satu jam perjalanan. Oleh karena itu, menurut pemerintah kota, mereka menyatakan keinginannya untuk memulai pengoperasian bus lebih awal.

Selain meningkatnya permintaan, rute-rute utama dari daerah pinggiran Seoul ke daerah pusat kota, seperti Gangnam dan Yeouido, menghadapi banyak kemacetan dan masalah keselamatan karena penumpang berdiri di dalam bus yang penuh sesak.

Sementara pada dini hari, tantangan juga muncul karena kurangnya pengemudi, lantaran pengemudi bus umumnya enggan melakukan shift pagi. Meskipun ada kebutuhan untuk memperluas operasional bus, terbatasnya pasokan pengemudi merupakan kendala alami.

Sebagai respons strategis terhadap tantangan ini, pemerintah kota berencana untuk mengoperasikan bus pagi tanpa pengemudi, yang diharapkan dapat memenuhi permintaan penumpang dan memperluas layanan bus dengan lancar, sehingga mengurangi kendala yang disebabkan oleh kelangkaan pengemudi bus.

Awalnya, jalur bus 160 yang meliputi Stasiun Dobongsan hingga Stasiun Yeongdeungpo melalui Stasiun Jongro, Mapo dan Yeouido, dengan jarak kurang lebih 25.7 kilometer, akan menjadi jalur pertama pengoperasian bus otonom.

Bus Otonom Pertama di Jepang Meluncur di Prefektur Ibaraki

Rute ini dianggap paling padat di antara bus pagi hari, dengan lebih dari 50 penumpang menaiki masing-masing bus berjumlah 160 bus pada layanan fajar.

Selain itu, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti keselamatan dan kondisi operasional bus tanpa pengemudi, rute tersebut dipilih sebagai prioritas utama, menurut pemerintah kota.

Untuk mempersiapkan peluncuran bus pagi tanpa pengemudi ini, pemerintah kota berencana membangun infrastruktur penting, seperti konfigurasi sinyal lalu lintas. Berkolaborasi dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi, tujuannya adalah untuk menetapkan zona kendaraan otonom percontohan pada bulan Juli.

Perihal Koper Bertenaga Baterai Masuk ke Kabin, Ini Respon dari Garuda Indonesia

Terkait pemberitaan yang berkembang terkait ketentuan bagasi dalam hal ini penggunaan smart luggage atau jenis koper bertenaga baterai di dalam penerbangan, Garuda Indonesia merespon bahwa ketentuan barang penumpang yang dapat dibawa sebagai bagasi kabin mengacu pada aturan keselamatan penerbangan yang ditentukan berdasarkan ukuran, berat maksimal dan kapasitas baterai lithium serta spesifikasi lainnya dari cabin baggage yang tertuang pada kebijakan International Air Transport Association (IATA) maupun regulasi terkait di dalam negeri.

Baca juga: Revolve Air, Kursi Roda Lipat yang Bisa Masuk ke dalam Bagasi Kabin

Sesuai dengan kebijakan tersebut maka standar bagasi yang diperbolehkan untuk naik ke dalam kabin (cabin baggage) termasuk smart luggage adalah bagasi dengan berat maksimal 7 (tujuh) kilogram, dimensi paling besar yaitu 56 x 36 x 23 cm (linear 115 cm), serta kapasitas baterai yang tidak lebih dari 100 Wh. Lebih lanjut, kondisi baterai pada smart luggage yang diperbolehkan dibawa ke pesawat adalah yang memiliki spesifikasi removable battery.

Lebih lanjut, apabila smart luggage memiliki berat dan atau dimensi dan atau kapasitas baterai melebihi standar tersebut maka bagasi tidak diperkenankan untuk naik ke dalam kabin. Sedangkan untuk smart luggage yang memiliki kapasitas baterai melebihi 100 Wh namun kurang dari 160 Wh maka dapat diangkut sebagai bagasi tercatat (checked baggage) dengan persyaratan mendapatkan persetujuan dari pihak maskapai. Adapun untuk smart luggage yang mempunyai kapasitas lithium baterai melebihi 160 Wh tidak diperkenankan diangkut baik sebagai bagasi kabin maupun bagasi tercatat.

“Kami akan terus mengkaji langkah prosedural yang dapat dimaksimalkan guna memastikan tatalaksana safety dalam kaitan penggunaan smart luggage penumpang sejalan dengan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku, termasuk proses screening dalam proses pre-flight,” ujar Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia dalam siaran pers (18/1/2024).

Irfan mengimbau penumpang untuk melaporkan penggunaan smart luggage ketika melakukan prosedur pre flight guna memastikan ketentuan terhadap aturan keselamatan penerbangan dapat terjaga sejalan dengan komitmen kami mengedepankan kepentingan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama penerbangan.

Hari Ini, 19 Tahun Lalu, Airbus A380 Resmi Diluncurkan dan Bikin Airbus Rugi Besar!

Pada hari ini, 19 tahun lalu, bertepatan dengan 18 Januari 2005, pesawat komersial terbesar di dunia Airbus A380 resmi diluncurkan ke publik untuk pertama kalinya di Toulouse, Perancis. Airbus total menghabiskan biaya sebesar Rp163 triliun untuk mengembangkan pesawat dengan lebar sayap 80 meter dan tinggi setara tujuh lantai tersebut.

Baca juga: Hari ini, 16 Tahun Lalu, Airbus A380 Sukses Terbang Perdana

Dilansir The Guardian, saat peluncuran Airbus A380, dihadapan sekitar 5.000 tamu, Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, memuji A380 sebagai pesawat yang paling menarik di dunia. Ia juga menyebut pesawat itu menandai “tingkat kerja sama antar negara yang belum pernah terjadi sebelumnya”, dan akan “mengubah cara kita bepergian”.

Tak lupa, ia juga memuji pesawat yang mampu menampung lebih dari 550 penumpang itu sebagai pesawat yang ramah lingkungan karena sejak awal pengembangannya sebisa mungkin meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan.

Sementara itu, Presiden Perancis, Jacques Chirac, bahwa Airbus A380 adalah “Penerbangan yang sesungguhnya” dan debutnya di jagat penerbangan global didedikasikan untuk semua berikut seluruh perasaan dan kebanggan.

Disebutkan, komponen pesawat raksasa ini tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan dari berbagai negara di dunia, walaupun Final Assembly Line (FAL) pesawat double deck ini dilakukan di pabrik Jean-Luc Lagardere, Toulouse, Perancis.

Sayap megajet ini dibuat di Broughton, Wales; Bagian badan pesawat (Fuselage Section) berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis; Horizontal Tail Plane dibuat di Cadiz, Spanyol; Dan Vertical Tail Fin juga diproduksi di Hamburg.

Baca juga: Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Setelah semua bagian selesai dibuat dan siap disatukan, partikel-partikel tersebut akan dikirimkan melalui tiga jalur, darat, laut, dan udara. Untuk menghindari kecurangan dan kerusakan yang terjadi selama masa pengiriman, proses loading menuju pabrik di Jean-Luc Lagardere diawasi dengan sangat ketat oleh Arnaud Cazeneuve, Oversize Surface Transportation Manager untuk Airbus.

Dari mulai komponen terkecil seperti baut, hingga bangku pesawat dan mesin, diperkirakan Airbus A380 terdiri dari empat juta komponen yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia.

Airbus mengaku menghabiskan biaya sebesar Rp163 triliun untuk mengembangkan pesawat A380. Karenanya, perusahaan memperkirakan bisa balik modal setelah mencapai 250 penjualan pesawat dalam tiga tahun pertama. Secara keseluruhan, CEO Airbus, Noel Forgeard, menargetkan penjualan sebanyak 750 pesawat.

Namun, pengamat pesimis dengan target penjualan Airbus. Sebab, dengan bobot dan bodinya yang superjumbo, tak semua bandara siap melayani A380. Karenanya, beberapa maskapai menahan pembelian pesawat tersebut, salah satunya seperti Virgin Atlantic, yang menunda pemesanan enam pesawat A380 sampai tahun 2008.

Setelah diluncurkan, Airbus A380 akan melakukan penerbangan perdana sebelum bulan Maret dan mulai memasuki layanan komersial bersama Singapore Airlines tahun depan.

Baca juga: Orang Berpengaruh di Airbus Sebut (Dibohongi Soal) Mesin Jadi Sebab Kegagalan A380

Belasan tahun berselang, tepatnya pada Februari 2019, Airbus mengumumkan menyetop produksi A380 dengan angka penjualan akhir diperkirakan mencapai 242 unit, sedikit dari target minimum penjualan untuk mencapai break even di angka 250 unit pesawat.

Selain itu, Airbus juga banyak mendapat hal-hal di luar ekspektasi terkait A380, seperti target penerbangan perdana pada bulan Februari menjadi 27 April 2005, tahun layanan komersial yang meleset dari semula di 2006 menjadi 25 Oktober 2007, dan angka penjualan akhir dari semula ditargetkan 750 unit menjadi hanya 242 unit, membuat Airbus mengalami kerugian besar.

 

Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang

Tak hanya manusia yang membutuhkan toilet, tetapi hewan peliharaan pun juga sama. Bahkan baru-baru ini Bandara Internasional Helsinki-Vantaa di Finlandia meluncurkan fasilitas toilet untuk hewan peliharaan yang dibawa penumpang.

Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat

Peluncuran toilet hewan peliharaan tentu ada alasannya, dimana menurut data, di Bandara Helsinki lebih dari sepuluh ribu anjing bepergian dengan pemiliknya setiap tahun. Operator bandara Finavia mengatakan puluhan ribu anjing setiap tahunnya membuat mereka untuk merespon penumpang dengan memudahkan membuang kotoran hewan peliharaan di tempat yang disediakan.

“Toilet hewan peliharaan menjadi lebih umum di seluruh dunia. Kami ingin berada di garis depan di area ini,” kata Hanna Hämäläinen, direktur layanan perjalanan Finavia.

Menurut Hanna, kehadiran toilet khusus hewan peliharaan ini membuat para pejabat tertarik untuk memastikan bahwa fasilitas hewan peliharaan tetap higienis setiap saat. Dilansir KabarPenumpang.com  dari laman yle.fi, toilet dilengkapi dengan pegangan bidet sehingga pemilik bisa membasuh urin hewan peliharaan mereka.

Tak hanya itu, wadah terpisah juga disediakan untuk membuang feses. Toilet hewan di Bandara Helsinki salah satunya terletak di area penerbangan yang menuju ke luar wilayah Schengen Eropa di bagian terbaru bandara. Sedangkan toilet lainnya berada di luar area keberangkatan di Terminal 2.

“Kami ingin mengembangkan layanan untuk memastikan bahwa perjalanan berlangsung senyaman mungkin. Ketika hewan peliharaan dapat melakukan hal yang diperlukan, pemiliknya juga akan merasa santai,” jelasnya.

Sebagian besar maskapai menerima hewan peliharaan dan menuntun anjing ke kabin, asalkan pemiliknya membeli tempat duduk untuk mereka. Namun aturan dapat bervariasi antar maskapai. Anjing, kucing, dan musang harus memiliki paspor hewan UE sendiri, yang dapat dibeli dari dokter hewan.

Baca juga: Gara-Gara Ikan, Mahasiswi Ini Dikawal Bak Kriminal Saat Masuk Pesawat

Sementara itu, Hana mengatakan dia tidak bisa berjanji bahwa fasilitas hewan peliharaan tambahan akan dipasang. Dia mengatakan bahwa Finavia menganalisis rute dan kebiasaan penumpang termasuk hewan peliharaan mereka untuk memberikan pengalaman yang bebas gangguan.

“Malu Bertanya Sesat Dijalan,” Bingung di Hotel Cari Concierges

Pramutamu atau concierges hotel tidak hanya melayani kebutuhan tamu yang menginap. Ternyata ketika Anda melancong dan menginap di sebuah hotel dan bingung sesuatu atau ingin makan di sebuah restoran bisa bertanya kepada pramutamu tersebut. Sebab seperti kata pepatah ‘Malu bertanya, sesat di jalan.”

Baca juga: Jangan Ragu! Barang-Barang di Kamar Hotel Ini Memang Gratis Dibawa Pulang

Maka, sebagai tamu hotel Anda bisa meminta tolong dan pramutamu akan membantu dengan semua masalah perjalanan yang tengah dihadapi dan tak perlu memberikan biaya tambahan. KabarPenumpang.com merangkum usatoday.com, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pramutamu hotel jika Anda membutuhkan bantuan. Berikut ini beberapa hal yang bisa membantu Anda dengan segala kebingungan dan bahkan bisa membuat lebih irit.

#1 Menghemat uang dan menerima bantuan sebelum tiba
Pramutamu akan membantu memberitahukan cara ke bandara dengan lebih murah, ke tempat wisata gratis yang bisa didatangi hingga harga taksi ketika bepergian ke tujuan Anda. Pramutamu dapat menjadi sumber daya tidak hanya sekali Anda berada di hotel tetapi juga sebelumnya. Misalnya, ia dapat membantu merencanakan hari pertama Anda, termasuk reservasi restoran untuk makan malam.

#2 Tempat kebugaran
Terkadang di hotel banyak yang tidak menyediakan kebugaran, Anda bisa menanyakan kepada pramutamu. Biasanya mereka akan mengarahkan ke hotel yang bekerja sama dengan fasilitas lebih baik. Selain itu juga direkomendasikan ke pusat keburan terdekat yang menawarkan latihan harian atau mingguan.

#3 Dapat tumpangan
Ketika jam sibuk, hari hujan atau terlambat menghadiri sesuatu biasanya mencari taksi atau kendaraan online cukup sulit. Tetapi ketika meminta bantuan pramutamu mereka bisa membantu lebih cepat. Bahkan beberapa diantaranya ketika menawarkan tip ke mereka, maka dalam sekejap Anda bisa langsung mendapat tumpangan.

#4 Tiket
Ke suatu tempat dan tidak punya tiket masuknya? Biasanya para pramutamu tak langsung mengatakan mereka memiliki koneksi, tetapi berhati-hati sebelum memberitahu hal tersebut. Sehingg ketika Anda bertanya mereka tidak langsung menjawab dan menanyakan tiket apa yang dibuthkan, sebab mereka memiliki koneksi dengan broker atau pemegang tiket musisman yang tidak menggunakan tiket mereka.

#5 Keamanan
Pramutamu biasanya akan membuat tamu hotel aman dan nyaman dalam bepergian. Bila Anda kehabisan ide, biasanya pramutamu bisa menyarankan taman atau berbagai aktivitas yang bisa dikunjungi dan sudah direkomendasikan keamanannya.

#6 Membantu perayaan
Ketika menginap di hotel dan akan melakukan perayaan seperti melamar atau memberikan ucapan ulang tahun. Pramutamu hotel bisa membantu menghias kamar hotel dengan bunga atau balon serta fotografer untuk mengabadikan momen tersebut.

#7 Pekerjaan
Pergi ke suatu tempat dan menginap di hotel saat melaksanakan tugas luar bisa terjadi pada siapapun. Namun ketika Anda kebingungan untuk mencetak bahan, hingga mengirim paket atau butuh ruangan rapat, maka pramutamu bisa membantu dengan sigap segala sesuatu yang dibutuhkan.

#8 Membantu terlihat formal
Bepergian ke suatu negara atau ke suatu tempat tak semuanya model pakaian Anda bawa. Maka ketika ada undangan khusus yang mengharuskan menggunakan pakaian formal Anda akan kebingungan. Saat seperti ini, ketika meminta bantuan pramutamu, maka mereka akan membuat janji dengan salon dan menyiapkan pakaian sewaan atau hal lainnya.

#9 Masalah dokumen
Jangan berpikir pramutamu hanya bisa membantu pekerjaan hotel, nyatanya mereka bisa membantu membuat janji dengan keduataan jika paspor hilang dicuri, memfasilitasi perbaikan ponsel. Mereka juga menerima surat atau koper yang datang terlambat.

#10 Restoran
Biasanya pramutamu akan menghubungi restoran tempat tamu akan makan. Jika restoran penuh, mereka bisa membuat daftar tunggu direstoran tersebut tanpa harus berpindah ke tempat lainnya.

Baca juga: Aston Pluit Hotel & Residence Gelar ‘Master Chef Kids’

#11 Layanan lokal
Butuh pengasuh bayi, bengkel mobil atau alat bantu lainnya? Pramutamu bisa membantu melengkapi semuanya. Baik menjadi pengasuh pengganti ketika mereka bertugas atau mencarikan bantuan lainnya

#12 Kebutuhan khusus
Ketika sakit dan membutuhkan dokter, pramutamu siap membantu memanggilkan taksi yang bisa diakses kursi roda dan mencari dokter bahasa Inggris. Merekomendasikan restoran yang dapat mengakomodasi alergi makanan tertentu.

Jangan Lagi Takut Turbulensi, Teknologi ini Bisa Buat Pesawat Nyaris Terbang Mulus

Bagi sebagian orang, bepergian dengan menggunakan pesawat mungkin jadi salah satu hal yang menyenangkan. Selain dapat mempersingkat waktu, pemandangan di luar pesawat dari ketinggian tertentu juga dapat menjadi obat penghilang rasa jenuh selama di udara. Belum lagi berbagai hiburan yang disediakan maskapai, lengkap sudah pengalaman menarik di udara.

Baca juga: Beginilah Kondisi Pramugari Thomas Cook yang Patah Kaki Akibat Turbulensi

Akan tetapi, semua euforia yang terjadi di udara seketika sirna saat cuaca buruk menghadang. Terlebih ketika awan cumulonimbus memenuhi sekeliling pesawat dalam jumlah yang banyak. Dijamin penerbangan akan menjadi horor. Bahkan pesawat berbadan besar seperti A380 dan Boeing 747 sekalipun tak kuasa menahan ‘serangan’ awan yang bisa menghasilkan badai petir dan cuaca dingin tersebut.

Berbagai insiden yang diakibatkan oleh turbulensi hebat sejak dahulu memang sering menghantui penumpang. Khususnya dalam penerbangan jarak jauh. Yang patut diketahui, seperti penerbangan Air New Zealand NZ5715 dari Christchurch, Selandia Baru menuju Invercargill, Januari tahun lalu. Kala itu, seisi pesawat hampir seluruhnya mengalami mual dan muntah-muntah. Saking hebatnya turbulensi yang terjadi dalam waktu yang tak sebentar.

Mencari jalan keluar atas ketakutan berlebih akan turbulensi hebat, Andras Galffy, seorang mahasiswa doktoral dari Technische Universität Wien asal Austria pun menemukan titik terang. Dalam penelitian yang masih menjadi bagian dari disertasinya, ia berhasil menemukan sebuah teknologi sensor yang mampu mengurangi resiko turbulensi hingga 80 persen.

Selain dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan akibat turbulensi, teknologi yang sudah mendapat hak paten tersebut dinilai juga dapat menghemat bahan bakar. Pasalnya, ketika turbulensi terjadi, sistem perputaran angin pada sayap pesawat menjadi tak beraturan hingga mengurangi daya angkat pesawat. Akibatnya, pesawat harus mengeluarkan ‘tenaga’ ekstra untuk tetap mempertahankan jalur, ketinggian, serta gaya angkat.

Meskipun teknologi sensor tersebut baru diuji ke pesawat tak berawak, sebagaimana Andras Galffy yang memang ahli di bidang sistem autopilot dan pesawat tak berawak, namun, ia percaya bahwa temuannya ini dapat diaplikasikan ke pesawat berawak atau pesawat komersial. Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa teknologi tersebut juga dapat diaplikasikan bukan hanya pada pesawat baru, namun juga pada pesawat-pesawat yang sudah ada.

Seperti dikutip dari laman innovationorigins.com, Kamis, (30/1), cara kerja dari teknologi sensor tersebut, secara umum sangat mudah. Mula-mula, sensor yang terpasang di depan pesawat akan mengukur dan mencatat tekanan udara serta menyajikannya kepada pilot. Ketika pesawat sudah memasuki wilayah dengan tekanan udara tinggi (turbulensi), pilot hanya perlu melakukan langkah-langkah sederhana dengan bantuan sistem kontrol aktuator cerdas yang dikembangkan Andras Galffy dan rekan-rekannya.

Sistem kontrol aktuator, yang dikembangkan oleh kelompok penelitian Advanced Mechatronic Systems dimana Andras Galffy menjadi salah satu di antaranya, tersebut kemudian akan memicu langkah kecil dan tepat secara otomatis untuk meredam turbulensi dan memaksimalkan gaya angkat pesawat sehingga berdampak pada berkurangnya getaran dan guncangan.

Baca juga: Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Turbulensi Menyerang Saat Berada di Toilet

Meskipun demikian, Andras Galffy berdalih, masih ada cara yang lebih baik untuk mengurangi turbulensi dibanding teknologi sensor yang juga dapat digunakan untuk helikopter ini. Salah satunya, terletak pada sayap pesawat. Ia terinspirasi oleh konstruksi sayap burung yang ia sebut sebagai Morphing Wings.

Namun, cara tersebut tentu tak mudah, mengingat akan membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk mendesain ulang sayap pesawat, termasuk winglet dan wingtip, sistem navigasi, dan aerodinamika sayap. Tentu saja hal tersebut juga hanya berlaku pada pesawat baru, tak seperti teknologi sensor yang berhasil ditemukannya, yang dapat ditanamkan pada pesawat yang sudah ada.

Van Don, Bandara Pertama Vietnam yang Dikelola Swasta

Vietnam sebagai salah satu negara anggota ASEAN, baru-baru ini telah meresmikan Bandara Internasional Van Don. Bandara ini merupakan milik swasta pertama di Vietnam yang beroperasi untuk memperoleh pendanaan demi mengembangkan proyek infrastruktur nasional lebih lanjut.

Baca juga: Beberapa Faktor Fundamental Pacu Pertumbuhan Sektor Aviasi Vietnam

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (2/1/2019), Bandara Internasional Van Don berada di provinsi pesisir timur laut Quang Ninh. Dengan luas 290 hektar, bandara tersebut mampu menampung pesawat besar seperti Boeing 777 dan Airbus A350.

Menjadi milik swasta pertama, Bandara Van Don sepenuhnya milik Sun Group yang dibangun dengan kerja sama Konsultan Bandara Belanda. Manajer Proyek dan Arsitek NACO, Romy Berntsen mengatakan, ini adalah bandara paling modern di Vietnam. Nantinya kehadiran bandara baru tersebut akan memiliki pengaruh positif pada pengalaman para penumpang.

Dikatakan paling modern di Vietnam, sebab bandara ini dilengkapi dengan teknologi terbaru di terminal utama dan landasan pacunya. Bahkan kehadirannya diperkirakan mampu menampung 2,5 juta penumpang pertahun selama dua tahun kedepan dan lima juta penumpang per tahun di tahun 2030 mendatang. Adanya Bandara Van Don, perusahaan berharap bisa memulihkan investasi selama 45 tahun kedepannya.

Bandara ini sendiri dibangun dengan investasi US$310 juta atau setara dengan Rp4,42 triliun. Sebelum Sun Group masuk tahun 2016, investor bandara ini juga merupakan investor bandara Korea yang menarik diri dari proyek pada 2015 lalu. Penarikan dirinya saat mereka mengetahui Bandara Van Don akan beroperasi dengan fokus utama penerbangan domestik.

Namun, setelah Sun Group menjadi investor, usulan Bandara Van Don menjadi bandara internasional diputuskan untuk direalisasikan dan juga mendukung rencana pemerintah untuk mengoperasikan 13 bandara internasional dan 15 bandara domestik di tahun 2023 mendatang.

Baca juga: Go International, Go-Jek Rambah Vietnam Melalui Aplikasi Go-Viet!

Saat ini di Vietnam sendiri memiliki 21 bandara. Vietnam juga berencana untuk melakukan investasi sebesar US$3 miliar atau Rp42,8 triliun untuk membangun enam bandara baru selama lima tahun kedepan. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk memodernisasi fasilitas yang ada.

Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri

Berlayar dengan kapal pesiar, menikmati semua kemewahannya, mungkin adalah impian sebagian besar pelancong. Namun, karena harga yang di bandrol lumayan mahal, banyak juga pelancong yang mengurungkan niatnya untuk bepergian dengan kapal pesiar. Tapi, tahukah Anda bukan hanya pesawat, bus dan kereta yang memiliki tipe penumpang yang berbagai macam. Ternyata, tipe penumpang ini juga bisa ditemukan di perjalanan kapal pesiar.

Baca juga: Restoran di Kapal Pesiar Ini Menyajikan Hidangan Segar

Apalagi dengan perjalanan yang berhari-hari dibandingkan pengguna moda transportasi lain. Berikut ini ada lima tipe pelancong pengguna kapal pesiar yang KabarPenumpang.com rangkum dari laman thesun.co.uk 

1. Kursi geladak
Banyak pelancong yang ingin menikmati keindahan pagi kolam renang atau hanya untuk berjemur sebelum sarapan. Tapi, apa daya saat sampai di kolam dan ingin bersantai di kursi, yang terlihat dari kursi satu dengan lainnya sudah bertebaran barang-barang seperti handuk, tabir surya, topi, buku dan lainnya.

ilustrasi penumpang yang banyak menuntut (www.thesun.co.uk)

Sebenarnya ini hanya trik lama para pelancong kapal pesiar agar kerabat mereka bisa bersantai di sana sepanjang hari. Padahal penumpang kapal pesiar banyak dan juga ingin menikmati keindahan alam atau hanya untuk bersantai.

2. Tahu semua tentang kapal pesiar
Terkadang pelancong yang sering menggunakan kapal pesiar adalah teman yang tahu segalanya, baik itu celah atau sudut-sudut favorit pelancong di kapal pesiar tersebut. Untuk pemula, mereka sangatlah informatif.

Tapi, ketika bertemu pelancong yang tahu dan sering menggunakan kapal pesiar terlalu bangga dengan keahlian mereka tersebut justru membuat risih. Seperti memberitahukan pada Anda bahwa mereka pernah pergi ke setiap pelabuhan dan melebih-lebihkan cerita. Jadi, baiknya bertanya secukupnya dan menikmati sendiri keindahan yang didapat di kapal pesiar.

3. Bandit prasmanan
Mungkin kata-kata bandit terlalu kasar, tapi itulah yang mereka lakukan saat berada di restoran kapal pesiar. Mereka akan mengantri dengan penuh semangat dan mengisi piring mereka dengan salmon, udang sampai penuh dan membiarkan penumpang lainnya menunggu serta kembali beberapa waktu kemudian dan menyantap makanan mereka lagi.

Sebenarnya bukan rakus atau kelaparan, tapi ada kemungkinan mereka bisa naik kapal pesiar dengan harga yang cukup murah dan menikmati makanan sebanyak mungkin.

4. Penumpang kapal yang menuntut
Banyak peenumpang yang seperti ini, tak hanya di pesawat dan kereta api, di dalam kapal pesiar juga ada tipe seperti ini. Dimana lebih banyak menuntut daripada melakukannya sendiri.

ilustrasi penumpang berendam di spa kapal pesiar (www.thesun.co.uk)

Seperti merapikan tempat tidur yang meminta bantuan room service. Bahkan saking banyaknya menuntut, mereka tidak memperikan tip atau persenan kepada yang membantu mereka.

Baca juga: 12 Kapal Pesiar dengan Kolam Renang Mewah

5. Siput spa
Saat melihat kolam spa di brosur kapal pesiar, yang ada di benak Anda adalah rasa ingin mencoba ketika sudah berada di kapal pesiar. Namun, saat ingin mencoba selalu ada seseorang yang sama disana dari pagi hingga sore, kemarin dan sehari sebelumnya.

Sayangnya, pelayan spa tidak ada yang menegur dan pelancong tersebut juga tidak beranjak dari situ walaupun jari-jarinya sudah keriput oleh rendaman air hangat siang dan malam.

Jadi, manakah tipe Anda saat berada di kapal pesiar?

Jangan Sungkan Bertanya Ke PSA di Bandara, Mereka Ada Untuk Anda!

Umumnya berpenampilan menarik dan dengan sigap berdiri tak jauh dari konter check in, inilah sosok berseragam maskapai yang dikenal sebagai Passenger Service Assistance (PSA). Mesi tak di setiap konter check in ada PSA, banyak yang bertanya apa sebenarnya tugas dari PSA? Melayani kebutuhan informasi calon penumpang sudah jelas. Tentu tak cuma itu.

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

KabarPenumpang.com mengulik dari berbagai laman sumber dan mendapatkan bahwa, PSA sejatinya tak melulu identik dengan layanan di bandara, seharusnya PSA juga hadir di jalur pelayaran dan kereta api. Memeriksa penumpang, menangani penanganan bagasi, membuat pengumuman, membantu di gerbang serta ruang tunggu dan keamanan juga menjadi tugas PSA.

Namun, untuk maskapai plat merah seperti Garuda Indonesia, PSA membantu penumpang dengan memastikan kemudahan dan kenyamanan baik saat keberangkatan maupun kedatangan. Layanan PSA milik Garuda Indonesia dulunya bernama Valet Service. Seiring dengan bertambahnya penumpang dan penerbangan, petugas PSA memiliki tugas dan tanggung jawab yang semakin luas.

Saat ini PSA Garuda Indonesia tak hanya melayani penumpang kelas C, tetapi membantu semua penumpang yang membutuhkan bantuan saat di bandara. Layanan petugas PSA Garuda ditentukan dalam Service Level Agreement (SLA). Namun untuk pelayanan PSA Garuda baru ada di bandara Soekarno-Hatta.

Pelayanan PSA Garuda sendiri meliputi penerbangan domestik dan internasional saat proses check in, imigrasi Fast Track (khusus penerbangan internasional) baik saat keberangkatan maupun kedatangan. Selain itu saat proses transit dan khusus penumpang kelas C proses penyerahan bagasi di terminal kedatangan.

Pelayanan PSA juga diberikan pada program Premium Check-in yang diluncurkan oleh Garuda Indonesia di bandara Soetta. Para penumpang akan dibantu dalam proses check in, termasuk untuk proses passenger profiling dan baggage profiling. Setelah penumpang kelas C dan penumpang pemegang GFF Platinum mendapat bantuan untuk proses check in, mereka akan mendapat layanan lanjutan yaitu proses asistensi menuju loket imigrasi untuk Immigation Check (khusus penerbangan internasional). Petugas akan memberikan asistensi hingga penumpang berada di ruang tunggu Executive Lounge.

Tak jauh berbeda, PSA lainnya juga memiliki tugas yang sama yakni saat proses check in, mereka membantu memeriksa tiket penumpang, paspor dan dokumen lainnya di loket tiket atau gerbang menggunakan komputerisasi maskapai penerbangan. Selain itu juga menyediakan label bagasi dan memeriksa bagasi penumpang sesuai dengan spesifikasi penerbangan.

PSA juga membantu memastikan barang bawaan tidak melebihi ukuran, jumlah atau berat tertentu serta memproses biaya tambahan bila diperlukan. Adapun bantuan lainnya check in melalui kios eletronik dan menginformasikan gerbang penerbangan penumpang serta membantu penumpang memproses penerbangan penumpang yang tertinggal pesawat.

Tak hanya itu, saat boarding, mereka bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penumpang untuk naik ke pesawat dengan menggunakan interkom saat mengumumkan kapan penumpang untuk berada di gerbang naik ke pesawat sesuai dengan kelas tempat duduk mereka. Para PSA juga membantu penumpang berkebutuhan khusus seperti penumpang yang menggunakan kursi roda untuk menaiki pesawat.

Baca juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Berkomunikasi yang baik adalah kuncinya karena, mereka berfungsi sebagai layanan pusat komunikasi utama di bandara. Menyapa dan memberikan segala informasi kepada penumpang dari hal kecil sampai yang penting. PSA juga bertanggung jawab atas beberapa tugas terkait keamanan.

Leo C. Young, Insinyur Radio AS yang Berjasa Mengembangkan Sistem Radar Pertama di Dunia

Tepat pada hari ini, 16 Januari, 43 tahun yang lalu (16 Januari 1981), Leo C. Young, seorang insinyur radio Amerika Serikat (AS) menghembuskan napas terakhirnya. Kendati demikian, jasa-jasanya selama hidup tidak akan pernah terlupakan. Bagaimana tidak, pria yang tumbuh dan berkembang dari sebuah pedesaan kecil di Ohio, AS, ini menjadi salah satu orang di dalam sebuah tim yang berhasil mengembangkan sistem radar pertama di dunia.

Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit

Dilansir history.navy.mil, sejak remaja, bakat Young di bidang nirkabel memang sudah menonjol. Di usia yang masih sangat muda, 14 tahun, ia bahkan sudah berhasil membangun radio receiver pertamanya dan memantik dirinya untuk berbuat lebih.

Pada tahun 1913 atau saat Young berusia 22 tahun, ia diundang untuk mendirikan stasiun radio amatir di Sekolah Menengah Fort Wayne. Transmitter satu kilowatt menjadi stasiun kendali pusat untuk Jaringan Amatir Angkatan Laut. Young bekerja langsung dengan Stasiun Radio Angkatan Laut NAJ, yang berlokasi di Great Lakes, Illinois, dalam mengelola jaringan ini.

Sadar anak muda bernama Young ini akan sangat berguna dalam berbagai misi, Korps Sinyal Angkatan Darat dan Angkatan Laut pun berebut jasanya pada tahun 1917 untuk membantu mereka memenangi Perang Dunia I. Tetapi, Young lebih memilih Angkatan Laut dan bergabung sebagai spesialis radio di Naval Reserve Force.

Setelah Perang Dunia I berakhir, begitupun juga dengan tugas singkatnya di stasiun Angkatan Laut di sekitar Great Lakes, Young diberikan tugas baru untuk melakukan penelitian dan pengembangan radio di Great Lakes di bawah arahan langsung Dr. A. Hoyt Taylor, yang saat itu menjabat sebagai District Director of Naval Communications.

Keduanya kemudian bergeser ke Belmar, New Jersey, AS, dimana Taylor menjadi petugas komunikasi yang bertanggung jawab atas beberapa pembangkit listrik bertegangan tinggi di East Coast.

Setelahnya ia ditugaskan di pengembangan peralatan penerima radio frekuensi rendah sampai tahun 1918 sebelum akhirnya ia dikirim ke Washington dan bergabuung dalam tim untuk pembentukan Laboratorium Radio Pesawat Angkatan Laut, pertama di Biro Standar sampai tahun 1919, dan kemudian dikirim lagi ke Pangkalan Udara Angkatan Laut di Anacostia, Maryland, untuk pengembangan radio frekuensi tinggi.

Sebelum dikirim ke Anacostia, Young dan mentornya, Dr. Taylor, disatukan kembali. Selama tahun 1922, keduanya berkerja bersama dengan mengamati pantulan gelombang radio frekuensi tinggi dari kapal di Sungai Potomac saat mereka melewati antara transmitter dan receiver portabel.

Output dari pengamatan tersebut, proyek pengembangan radar pimpinan Taylor menjadi semakin progresif dan radar 200-MHz pun menjadi pembuktian hingga akhirnya dipasang di kapal pada tahun 1937.

Pada tahun 1930, Leo Young ditugaskan untuk proyek penelitian di Naval Research Laboratory (NRL) yang menghasilkan deteksi pertama pesawat oleh gelombang radio yang dipantulkan. Empat tahun kemudian, ia bertanggung jawab untuk penelitian yang mengarah pada pengembangan sistem pertama di dunia yang menggunakan radio pulses untuk penentuan jarak benda diam atau bergerak. Sistem ini kemudian dikenal sebagai radar, singkatan dari radio detection and range.

Baca juga: Penerbangan Bersejarah di Iran, Seluruh Kru Kokpit Perempuan

Atas berbagai jasa-jasanya, ia pun menerima sederet penghargaan, seperti Presidential Certificate of Merit dari Presiden Truman pada tahun 1946, Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute pada tahun 1957, dan Distinguished Civilian Service Departemen Angkatan Laut pada tahun 1958.

Sebelum meninggal di Forestville, Maryland, Leo Young yang juga perintis radio amatir, sempat membantu melakukan penelitian yang mengarah pada penggunaan frekuensi tinggi untuk komunikasi radio di seluruh dunia.