Menhub Tawarkan COMAC Investasi Sektor Udara, Sinyal C919 Bakal Mengudara di Indonesia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan pimpinan perusahaan pesawat asal Tiongkok, Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) di Shanghai, Cina, Kamis (11/1).

Baca juga: Gallop Air dari Brunei, Jadi Maskapai Internasional Kedua Pengguna COMAC ARJ21 Setelah TransNusa

Menhub bertemu dengan Chairman & CPC Secretary COMAC He Dongfeng dan menyaksikan penandatanganan kerjasama antara COMAC dengan maskapai dalam negeri TransNusa. Transnusa menjadi maskapai Indonesia pertama yang menggunakan pesawat buatan COMAC.

“Kami menyambut baik kerjasama yang dilakukan antara kedua belah pihak. Kerjasama ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan di Indonesia,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengajak COMAC untuk terus memperkuat kemitraan dan mempertimbangkan untuk berinvestasi mengembangkan industri penerbangan di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Menhub berkesempatan berkunjung ke pabrik pesawat COMAC untuk menyaksikan langsung proses pembuatan pesawat berteknologi mutakhir dengan pengerjaan yang detail.

Baca juga: Terbang Perdana Ke Luar Cina Daratan, COMAC C919 Sukses Mendarat di Hong Kong

“Saya menekankan agar produksi pesawat terbang ini betul-betul mengutamakan kualitas yang lebih aman, efisien dan ramah lingkungan,” tutur Menhub.

Menhub juga berkesempatan mengunjungi COMAC Aircraft Operation Support Control Center.

Ural Airlines Bayar Sewa Tahunan untuk Ladang Gandum Lokasi Airbus A320 yang ‘Terdampar’

Pada 12 September 2023, pilot Ural Airlines terpaksa mendaratkan Airbus A320 di ladang gandum Rusia setelah awak pesawat khawatir pesawat tersebut tidak akan sampai ke Bandara Novosibirsk (OVB) karena kekurangan bahan bakar.

Baca juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung

Kisah jet A320 yang bermasalah menarik perhatian media global, ketika orang-orang berspekulasi apakah pesawat tersebut akan diterbangkan keluar lapangan atau dipotong dan diangkut melalui jalan darat. Faktnya, hingga hari ini, pesawat Ural Airlines masih berada di lapangan di luar Novosibirsk, di Siberia selatan, dilindungi oleh keamanan swasta 24 jam di area berpagar.

Sejak pendaratan darurat, berbagai cerita bermunculan tentang nasib pesawat tersebut. Satu laporan setelah insiden tersebut mengatakan bahwa maskapai tersebut sedang menunggu tanah mengeras sebelum mencoba menerbangkan Airbus A320 keluar dari lapangan, sementara laporan lain pada bulan November 2023 mengatakan bahwa proyek tersebut akan “dihentikan” hingga musim semi 2024.

Namun, pada tanggal 9 Januari 2024, gambaran yang lebih jelas tentang nasib sebenarnya dari pesawat tersebut muncul setelah komentar dari kepala Distrik Ubinsky di Rusia, Oleg Konyuk.

Menurut kepala wilayah, Ural Airlines mengadakan perjanjian sewa dengan pemilik ladang untuk menyewa ladang tempat jet yang terdampar itu berada selama satu tahun, dan perjanjian ini masih bisa diperpanjang lebih lama.

Otoritas Rusia Terpaksa ‘Mutilasi’ A321 Ural Airlines yang Lakukan Hard Landing di Ladang Jagung

“Ada keputusan bahwa tanah akan membeku pada musim dingin, dan mereka akan lepas landas. Namun tanahnya membeku – mereka tidak lepas landas. Maskapai ini mengadakan perjanjian sewa dengan pemilik lapangan selama satu tahun. Lalu – saya tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin mereka akan menandatangani kontrak satu tahun lagi,” kata Konyuk.

Menurut KP-Novosibirsk, perjanjian tersebut saat ini berlaku hingga September 2024 dan maskapai tersebut membayar lebih dari US$11.000.

Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta!

Kapas tidak hanya terkenal sebagai alat pembersih yang sering digunakan kaum hawa untuk membersihkan make up, atau di dunia medis untuk membersihkan luka. Tapi siapa sangka dunia perkeretaapian juga akrab dengan benda ringan berwarna putih ini. Eits, jangan salah sangka dulu! Tentu bukan kapas seperti yang disebutkan di atas, melainkan ada sebuah stasiun di daerah Bojonegoro, Jawa Timur yang bernama Kapas. Lucu ya namanya!

Baca Juga: Butuh? Ternyata Ini Nama Stasiun Lho!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, stasiun ini masuk ke dalam kategori kelas III atau stasiun kecil. Sesuai dengan namanya, stasiun yang terletak di di dekat Jalan Raya Babat-Bojonegoro ini berada di Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di sini sudah jelas bahwa penamaan stasiun ini diambil dari nama daerah tempatnya berdiri, berbeda dengan Stasiun Indro yang tidak diketahui asal usulnya mengapa stasiun tersebut dinamai seperti itu.

Stasiun dengan kode KPS ini berada di bawah teritori Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya, dan termasuk ke dalam kategori stasiun yang masih mudah dijangkau, karena letaknya tadi. Pada awal pembangunannya, stasiun ini hanya memiliki tiga jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Kini stasiun yang berada di ketinggian +20M ini sudah menambah satu jalur tambahan, sehingga terdapat empat jalur, dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus.

Pun dengan sistem persinyalan. Sebelum dibangun jalur ganda, stasiun ini masih menggunakan sistem persinyalan mekanik. Tapi setelah dibangun jalur ganda, tidak hanya bangunan lamanya saja yang dirombak dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar, tapi juga sistem sinyal mekanik yang sebelumnya menjadi andalan, diganti dengan sistem sinyal eletrik yang lebih mutakhir.

Namun siapa sangka, nama stasiun yang identik dengan sesuatu yang putih ini pernah menyimpan kenangan tragis, dimana sebuah kecelakaan terjadi pada 23 Januari 2009 silam. Kereta Api Rajawali yang menghubungkan Stasiun Pasar Turi di Surabaya dan Stasiun Semarang Tawang tidak bisa menghindari tabrakan dengan Kereta Barang Antaboga di Stasiun Kapas, tepatnya di jalur nomor 1.

Baca Juga: “Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Kecelakaan terjadi diduga karena keteledoran masinis dan asisten masinis KA Rajawali, yaitu melanggar sinyal masuk ketika aspek (isyarat) sinyal masih menandakan bahaya. Ditambah dengan petugas PPKA Stasiun Kapas tidak memindahkan wesel ke jalur dua yang masih kosong, alhasil tabrakan pun tak terelakkan. Masinis dan asisten masinis Kereta Barang Antaboga tewas seketika akibat terjepit lokomotif yang ringsek. Serem ya!

Walaupun insiden tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan, tapi biarlah itu menjadi satu kenangan pahit bagi stasiun ini dan dipetik pelajarannya agar lebih berhati-hati dalam bertugas. Kini, stasiun tersebut masih beroperasi hingga sekarang, walau hanya ada satu layanan perjalanan melalui stasiun ini, yaitu Ekonomi Lokal/KRD Bojonegoro tujuan Bojonegoro dan tujuan Sidoarjo (lokal ekonomi AC).

Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia

Mengingat medan yang dihiasi oleh pegunungan, perbukitan, dan lembah, maka tidak heran jika perkeretaapian Indonesia memiliki sejumlah jembatan yang menjadi pra-sarana penghubung titik satu dengan yang lainnya. Pada artikel sebelumnya  sudah diulas tentang jembatan kereta terpanjang di Indonesia, maka kurang afdol rasanya jika tidak mengenal peraih ‘medali perak’ dalam kategori yang sama. Perkenalkan, Jembatan Sakalibel!

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ada beberapa penamaan dari jembatan yang didirikan pada tahun 1917 ini, diantaranya Sakalimolas dan Sakalimalas. Sebenarnya, nama jembatan ini merupakan singkatan dari Saka Lima Belas (Bahasa Jawa: Saka artinya Tiang), yang berarti jembatan yang ditopang oleh 15 tiang. Jembatan terpanjang di Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto yang memiliki nomor bangunan hikmat 1153 ini terletak sekitar satu kilometer di sebelah timur Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Jembatan sepanjang 298 meter ini kokoh melintang 20 meter di atas Kali Keruh, salah satu sungai kecil di Kabupaten Brebes yang sarat akan cerita mistis. Walaupun diselimuti cerita horror, namun itu semua tidak menghalangi para pecinta fotografi untuk mengabadikan momen indah di atas Jembatan Sakalibel.

Sumber: wikipedia

Tidak bisa dipungkiri, pemandangan yang disuguhkan dari atas jembatan yang sudah tidak digunakan ini memang indah, itulah yang melatarbelakangi para pecinta kereta api (railfans) untuk menyempatkan diri berkunjung ke Sakalibel. Minat berburu foto semakin bertambah manakala pembangunan jalan lingkar luar kota Bumiayu yang melintas di kolong Jembatan Sakalibel rampung. Semakin menambah daya artistik menurut mereka.

Masa Pembangunan Jembatan Sakalibel. Sumber: wikipedia

Jembatan yang sempat diperkuat tiga kali (tahun 1968, 1972, dan 1997) ini menggunakan konstruksi besi baja dengan rasuk rangka lalu lintas atas, maka tidak heran jika fisik jembatan ini masih terlihat sangat kokoh walaupun usianya sudah menginjak satu abad. Sayangnya, sehubungan dengan pembangunan jalur ganda kereta api yang menghubungkan Purwokerto dan Prupuk seolah menandakan bahwa masa pensiun jembatan 15 tiang ini akan segera tiba.

Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Benar saja, sebuah jembatan baru dengan konstruksi beton yang lebih kokoh dibangun pada April 2010 silam, tepat di samping Jembatan Sakalibel yang namanya pun terinspirasi dari pendahulunya, yaitu Jembatan Sakanenem. Kenapa diberi nama Sakanenem? Senada dengan nama pendahulunya, jembatan ini ditopang oleh enam pancang beton, bukan lagi oleh 15 tiang besi baja. Jika diperhatikan, ada kemiripan antara Jembatan Sakalibel dengan Jembatan Cisomang, dimana keduanya sama-sama memiliki suksesor yang berdiri tepat di sampingnya. Unik ya!

Masalah Hidrolik, Airbus A330-300 Garuda Indonesia Rute Jakarta-Melbourne Terpaksa Return to Base

Penerbangan Airbus A330-300 Garuda Indonesia GA 716 rute Jakarta-Melbourne mengalami masalah pada hari Sabtu, 6 Januari 2024 yang mendorong pilot untuk memutuskan putar balik atau return to base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Usai Raih 63.900 Jam, Airbus A330-300 Pertama di Dunia Pensiun

Dilansir Antara, Kamis (11/1/2024), Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan pesawat itu putar balik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Dengan mempertimbangkan aspek safety, maka pilot in command (PIC) berkoordinasi dengan operation control center (OCC) dan memutuskan untuk kembali mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan kondisi baik dan normal di Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, pesawat itu kembali ke Bandara Soekarno-Hatta dengan mempertimbangkan kemudahan koordinasi kebutuhan spare part ataupun kesiapan pesawat pengganti. Irfan mengatakan penerbangan GA 716 diberangkatkan kembali dengan pesawat pengganti pada Minggu (7/1) dini hari.

Penerbangan GA 716 yang dilayani dengan A330-300 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, pada pukul 19.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Melbourne pada pukul 05.30 waktu setempat.

Pilot Ketumpahan Kopi, A330 Condor Airlines Terpaksa Return to Base!

Beberapa jam setelah pesawat mengudara, pilot melihat cockpit indicator yang menunjukkan kondisi hidrolik pesawat memerlukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. Pesawat kemudian putar balik dan mendarat kembali di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 00.25 WIB.

Para penumpang kemudian diberangkatkan kembali dengan armada A330-900 Neo pada pukul 02.45 WIB dan telah tiba di Bandara Internasional Melbourne pada pukul 13.10 LT. “Terkait penyesuaian jadwal keberangkatan ini, Garuda Indonesia juga memastikan para penumpang terdampak telah mendapatkan service recovery sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Irfan.

Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, PT KAI Daop 2 Bandung Layani 1.169.892 Pelanggan, Naik 15 Persen

Pada masa Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 ini, PT KAI Daop 2 Bandung melayani 1.169.892 pelanggan KA, naik 15 persen jika dibandingkan dengan periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Tahun lalu Daop 2 Bandung melayani 1.015.125 pelanggan KA pada periode 22 Desember 2022 – 8 Januari 2023.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

“Pada periode 21 Desember 2023 s.d 7 Januari 2024, PT KAI Daop 2 Bandung melayani 205.450 pelanggan KA Jarak Jauh dan 964.442 pelanggan KA Lokal. Seluruh pelanggan tersebut dipastikan sudah terlayani dengan baik sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi.

Tahun ini, puncak volume pelanggan pada masa Angkutan Nataru terjadi pada tanggal 1 Januari 2024 dengan jumlah pelanggan yang dilayani sebanyak 86.264 pelanggan. Pada masa Angkutan Nataru tahun ini, Daop 2 Bandung mengoperasikan 474 perjalanan KA Jarak Jauh, serta 1.028 perjalanan KA Lokal selama 18 hari masa Angkutan Nataru tahun ini.

Ayep mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan pihak-pihak lainnya yang telah mendukung kelancaran angkutan Nataru ini. PT KAI Daop 2 Bandung juga berterima kasih kepada para pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Nataru ini.

Ayep mengatakan, keberhasilan dalam melayani pelanggan di masa Nataru 2023/24 ini akan KAI jadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara detail dan komprehensif, termasuk kepatuhan terhadap pelaksanaan budaya keselamatan serta aspek pelayanan.

Baca juga: KAI Luncurkan KA Argo Dwipangga “New Generation”, Serba Canggih dan Nyaman

Insan KAI berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi dan membangun kereta api yang berkelanjutan sehingga tercapai visi KAI yakni ‘menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia’.

“Hasil evaluasi ini kami harapkan dapat menjadi strategi pembelajaran yang sangat penting bagi KAI untuk mempersiapkan operasional KA sepanjang tahun 2024, khususnya menjelang Angkutan Lebaran tahun 2024 yang tidak lama lagi akan kita laksanakan,” tutup Ayep.

Tingkatkan Kualitas Udara, Seoul Metro Kurangi Debu Halus di Stasiun Kereta Bawah Tanah

Operator kereta komuter Seoul Metro belum lama ini mengumumkan rencana komprehensifnya untuk mengurangi konsentrasi debu halus di stasiun kereta bawah tanah di ibu kota Negeri K-Pop tersebut. Menurut Seoul Metro, sistem ventilasi pembuangan akan dipasang di lebih banyak peron kereta bawah tanah tahun ini.

Baca juga: Atasi Kepadatan Penumpang, Seoul Metro Operasikan Gerbong Kereta Komuter Tanpa Kursi

Sepuluh sistem ventilasi dipasang di Stasiun Jongno 5-ga di pusat kota Seoul tahun lalu, dan akan diperluas secara bertahap ke 34 peron kereta bawah tanah pada tahun 2026. Operator kereta bawah tanah berencana untuk memprioritaskan penerapan di sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1, di mana pembatasan ruang mengharuskan penggantian udara sistem ventilasi yang menantang.

Operator kereta bawah tanah tersebut berencana untuk berinvestasi sebesar 300 miliar won ($227 juta) selama tiga tahun ke depan untuk mengurangi rata-rata tingkat debu ultrahalus di peron dari 38,8 mikrogram per meter kubik menjadi 32 mikrogram per meter kubik pada tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan mempertahankan tingkat “sedang”, yang tertinggi ketiga dari sistem empat tingkat, atau lebih tinggi di setiap stasiun kereta bawah tanah.

Dikutip Koreajoongangdaily.joins.com (10/1/2024), keseluruhan 275 stasiun di sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1 hingga 8 telah mengalami penurunan konsentrasi debu sekitar 35 persen dan berada pada tingkat di bawah standar hukum – 50 mikrogram per meter kubik – yang ditetapkan untuk fasilitas tersebut. Namun, operator mengatakan perbaikan dianggap perlu karena fasilitasnya sudah ketinggalan zaman.

Bebatuan yang hancur di rel kereta api sepanjang jalur kereta bawah tanah No. 1 hingga 4 akan diganti dengan beton, karena akan menimbulkan debu setiap kali kereta bawah tanah lewat. Menurut Metro Seoul, sekitar 46 persen rel kereta api telah menghancurkan bebatuan, dan penggantian tersebut diharapkan dapat mengurangi konsentrasi debu halus di wilayah tersebut sekitar 28 persen.

“Tikar” pengontrol debu akan ditempatkan di lantai sebelum pintu putar di stasiun kereta bawah tanah untuk meminimalkan debu masuk ke area tersebut. Tikar ini awalnya akan dipasang di stasiun yang memiliki fasilitas rekreasi atau pegunungan di dekatnya. Metro Seoul mengatakan pihaknya mengonfirmasi keefektifan matras tersebut setelah pengujian di Stasiun Suyu di sepanjang jalur No. 4 mengurangi konsentrasi debu halus lebih dari 5 persen dari tahun 2020 hingga 2021.

Robot akan digunakan untuk membersihkan sistem ventilasi di stasiun kereta bawah tanah, dan operator kereta bawah tanah di ibu kota akan membersihkan saluran udara di atas langit-langit setiap lima tahun, lebih sering daripada interval sepuluh tahun saat ini.

Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia

“Langkah terbaru ini bermakna karena menandai rencana komprehensif pertama yang mencakup terowongan dan platform kereta bawah tanah,” kata CEO Seoul Metro Baek Ho, seraya menambahkan bahwa operator akan mengerahkan segala upaya untuk meningkatkan kualitas udara, menjadikan layanan dan fasilitas kereta bawah tanah sebagai transportasi yang dapat diandalkan. pilihan untuk semua orang.

Digarap Korea, Feasibility Study LRT Bali Relasi Bandara Ngurah Rai-Central Park Selesai April 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Wakil Menteri Infrastruktur, dan Transportasi Korsel Mr. Sangwoo Park, Selasa (9/1), untuk membahas upaya penyelesaian Feasibility Study (FS) dan pembiayaan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Bali.

Baca juga: TrollyBus Dipilih untuk Transportasi Koneksi Bandara Bali Utara dan Selatan

Dalam pertemuan yang berlangsung di Korea Territorial Development Museum, Seoul, Korsel, Menhub menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen membangun transportasi massal perkotaan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya yaitu di Bali.

“Kami akan fokus untuk memulai pembangunan LRT Bali Tahap 1 yaitu dari Bandara Ngurah Rai hingga Central Park,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan, pemerintah mengundang Korsel untuk bekerjasama membangun proyek transportasi massal berbasis rel pertama yang ada di Bali tersebut. Adapun Feasibility Study (FS) dilakukan oleh Korea National Railways dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank.

“FSnya sudah dimulai pada Januari 2023 lalu, dan kami targetkan studinya sudah selesai pada April 2024,” kata Menhub.

Menhub berharap, KNR yang memiliki pengalaman dan reputasi yang baik sebagai perusahaan kereta api di Korsel, dapat mendukung upaya penyelesaian FS sesuai tenggat waktu.

“Pengerjaan FS ini bukanlah suatu yang mudah, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan mulai dari teknis, finansial, dan institusional. Tapi kami yakin FS ini dapat kita selesaikan dengan baik,” ucap Menhub.

Terkait dengan pembiayaannya, Menhub mengungkapkan, pemerintah masih terus membahas berbagai skema antara lain memanfaatkan Official Development Assistance (ODA) Loan maupun Public Private Partnership (PPP).

“Kami meminta dukungan penuh Pemerintah Korsel kepada pihak Eximbank, KNR, dan pihak terkait lainnya, sehingga Bali dapat menikmati transportasi massal yang lebih baik,” tutur Menhub.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jaringan Kereta di Bali, Berpusat di Bandara Ngurah Rai, Pilih Trem Baterai atau ART?

Di sektor udara, Menhub juga mengundang Korea untuk meningkatkan frekuensi penerbangan langsung (direct flight) dari Korea ke Indonesia, khususnya ke Batam dan Bali. Selain itu Menhub juga mengharapkan kerjasama pengelolaan Bandara Batam dengan pihak Incheon dari Korea dapat ditingkatkan.

Dalam kunjungannya, Menhub juga bertemu dengan CEO Korea National Railway (KNR) Mr. Hanyoung Kim dan CEO Korea Exim Bank Mr. Hee-Seung Yoon. Selain itu, Menhub juga mengunjungi Depo Kereta Api bawah tanah (underground) di Seoul.

Singapore Airlines Raih Re-sertifikasi IATA untuk Penanganan Produk yang Rentan Rusak

Singapore Airlines (SIA) telah mendapatkan re-sertifikasi (sertifikasi ulang) global dari Asosiasi Transportasi Udara (International Air Transport Association – IATA) untuk penanganan produk yang rentan rusak (perishable product) yang dikirim melalui pusatnya di Singapura. Re-sertifikasi ini berlaku selama tiga tahun, berlaku mulai tanggal 1 Februari 2024.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Sistem Air dan Limbah Pesawat?

Sertifikasi ini berdasarkan pada Peraturan Kargo Rentan Rusak (Perishable Cargo Regulations) yang dikeluarkan oleh IATA, yang menggabungkan masukan-masukan mengenai peraturan dan operasional dari pemerintah dan para pakar industri. Sertifikasi ini memvalidasi upaya berkelanjutan SIA untuk memenuhi standar tertinggi industri kargo udara dalam hal keamanan pangan, dan mencegah pemborosan makanan (food waste) di sepanjang rantai pasok (supply chain).

Dengan demikian, para pelanggan SIA dapat memastikan bahwa kargo mereka yang rentan terhadap waktu dan suhu akan diangkut secara cepat melalui layanan THRUFRESH SIA.

THRUFRESH menyediakan layanan khusus dalam rantai dingin (cold chain), termasuk prioritas dalam pengangkutan dan penanganan, transfer yang cepat, serta fasilitas ruang pendingin (cold room) untuk menjaga keutuhan barang yang mudah rusak. Di Bandara Changi, juga tersedia pengisian biang es (dry ice) untuk transshipment.

Gantikan Boeing 747-400F, Singapore Airlines Finalisasi Pengadaan Tujuh Pesawat Kargo Airbus A350F

SIA bekerja sama dengan operator terminal dan penyedia layanan ground handling terkemuka di seluruh dunia untuk membentuk koridor mutu dalam jaringan pengiriman kargo pada tahun 2021. Tujuannya adalah untuk menjamin keutuhan produk yang rentan rusak selama perjalanan, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh IATA. Saat ini, sembilan station SIA – Amsterdam, Barcelona, Brussel, Frankfurt, Ho Chi Minh City, Hong Kong SAR, Hyderabad, Singapura, dan Zurich – telah memperoleh sertifikasi dalam jaringan koridor mutu tersebut.

Korea Utara Luncurkan Layanan Seluler 4G dengan Perangkat Bekas dari Huawei

Pihak berwenang Korea Utara mulai mendaftarkan pelanggan 4G setelah negara tersebut meningkatkan jaringan telekomunikasinya dengan perangkat bekas yang sebagian besar dibeli dari Huawei, perusahaan telekomunikasi asal Cina.

Baca juga: Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Menurut situs berita lokal Daily NK, pihak berwenang Korea Utara telah menyelesaikan pembangunan menara seluler 4G di beberapa wilayah di negara ini – dengan tujuan membangun lebih dari 80% menara seluler yang direncanakan pada tahun 2025. Saat ini, layanan 4G sebagian besar tersedia di distrik pusat ibu kota, Pyongyang.

”Orang-orang yang berlangganan jaringan baru mengatakan sinyalnya sangat bagus, tanpa gangguan saat menjelajahi intranet atau menonton acara,” kata sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Daily NK.

Namun, sumber tersebut menambahkan bahwa sinyal tersebut menghilang ketika pengguna berada jauh dari pusat kota. Hal ini mendorong masyarakat Korea Utara untuk menunggu hingga jangkauan 4G di seluruh negaranya meningkat secara signifikan sebelum berlangganan jaringan baru tersebut. Pertama, perangkat seluler di Korea Utara tidak otomatis beralih ke 3G ketika sinyal 4G lemah.

“Orang-orang dengan perangkat 4G tetap menggunakan perangkat 3G mereka, menggunakan kedua ponsel secara bersamaan,” kata sumber anonim kepada media lokal. Hal ini terjadi di tengah jaminan dari pemerintah akan cakupan 4G yang kuat dengan sinyal yang menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya merupakan zona mati, termasuk di bawah tanah.

Pengamat industri mencatat bahwa Korea Utara secara tradisional tertinggal satu generasi di belakang teknologi seluler yang ada saat ini karena negara tersebut menggunakan peralatan bekas yang ada di pasaran ketika operator lain meningkatkan jaringan mereka.

Sunnet, jaringan 2G, diluncurkan pada tahun 2002 tepat ketika negara lain mulai meluncurkan teknologi 3G, dan Koryolink meluncurkan jaringan 3G pada akhir tahun 2008, hanya beberapa bulan sebelum jaringan 4G pertama diperkenalkan.

Laporan berita lokal mengatakan pemerintah Korea Utara mulai mengganti peralatan telekomunikasi pada bulan Oktober untuk meningkatkan jaringan 3G yang ada serta membuka jalan bagi pembentukan layanan berbasis 4G di negara tersebut.

Dengan menggunakan peralatan bekas Huawei, Korea Utara secara bertahap mengganti repeater, monitor jarak jauh, penguat transmisi dan penerimaan radio, kontrol pemrosesan sinyal radio di stasiun-stasiun base transceiver, dimulai di kota-kota besar Pyongyang, Nampo, Pyongsong, Sariwon, Wonsan, dan Hamhung.

Air Koryo, Flag Carrier Korea Utara dengan Predikat Bintang 1 Versi Skytrax

Data terbaru dari GSMA Intelligence menunjukkan bahwa sekitar 28,3% dari 26,2 juta penduduk Korea Utara memiliki koneksi seluler – semuanya merupakan langganan prabayar dan hanya seperempatnya yang memiliki ponsel pintar.

Pada tahun 2023, tingkat pertumbuhan tahunan koneksi seluler kurang dari 3%, sementara koneksi ponsel pintar meningkat hampir 12% menjadi 1,9 juta. Menurut unit penelitian GSMA, operator seluler Byol menutup tahun 2023 dengan 7,1 juta pelanggan 3G, sementara saingannya Koryolink mengakhiri tahun 2023 dengan 400,000 pelanggan 3G.