Terobosan baru dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) rasanya tak berhenti begitu saja. Berbagai macam rangkaian kereta berbagai fasilitas bahkan yang berkelas pun sudah di operasionalkan dan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Ini karena buah karya dari tim KAI di berbagai balai yasa yang ada di Jawa dan Sumatera.
Ya, dalam hal modifikasi rangkaian kereta yang semula sudah tidak terpakai, kini bisa digunakan kembali sebagai perjalanan yang memuaskan para penumpang. Salah satunya pada kereta wisata. Berbagai interior dan fasilitas kereta wisata yang beroperasi saat ini telah memanjakan penumpang yang telah merasakan selama di perjalanan. Kereta wiaata yang twlah beroperasi ini juga hasil dari karya tim balai yasa.
Namun, terobosan terbaru kembali hadir untuk kereta wisata yang sebentar lagi akan menjelajah jalur di Pulau Jawa. Seperti kabar yang beredar bahwa nantinya akan hadir rangkaian baru kereta api hasil modifikasi dari Balai Yasa Suarabaya Gubeng. Dan rangkaian ini tengah di uji coba di jalur utama kereta api pada lintas pantura. Kereta ini diberi nama The Nusantara Explorer.
Kereta wisata tersebut di uji coba perdana pada Kamis 23 Juli 2026. The Nusantara Explorer membawa 6 susunan formasi kereta yang setiap unitnya diberi julukan nama yang berbeda, diantaranya: Signature Class, Advance Class, Compact Class, Lounge Class, Grand Restaurant, dan Kitchen Crew. Kesemua unitnya tentu memiliki fungsinya masing-masing.
Menggunakan lokomotif seri CC 206 13 03 Depo Induk Cirebon (CN) sebagai penarik rangkaian uji coba, dikakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Jalur yang ditempuh berawal dari keluar area Balai Yasa Surabaya Gubeng menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Kemudian lokomotif dilangsir menuju arah jalur utara Pulau Jawa atau mengarah ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.
Setelah lokomotif selesai lakukan langsir dan kembali menyambung rangkaian uji coba, beberapa menit setelahnya kereta pun dijalankan. Perjalanan uji dinamis ini menempuh waktu selama sekitar satu setengah jam hingga berakhir di Stasiun Lamongan. Pemeriksaan berkala selama perjalanan dilakukan oleh tim balai yasa termasuk kecepatan yang ditempuh hingga 100 km/jam.
Saat tiba di Stasiun Lamongan, rangkaian kereta uji coba ini melakukan pengecekan kembali secara menyeluruh selama 40 menit. Tampak bagian luar kereta tersebut memang memiliki keunikan pada livery-nya. Corak yang terlihat seperti batik ini menggambarkan memang cocok dengan namanya yang berarti ‘Sang Penjelajah Nusantara’.
Sekitar 40 menit berlalu, rangkaian uji dinamis tersebut kembali melanjutkan perjalanannya menuju Balai Yasa Surabaya Gubeng dan tentunya kembali pengecekan serta perawatan hingga nantinya bisa dioperasikan 100 persen dan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kabar dioperasikan secara reguler untuk kereta The Nusantara Explorer ini masih belum dipastikan. Namun, dalam waktu dekat tentunya KAI akan segera menginformasikan setelah dilakukan peluncuran perdana dan dapat dirasakan oleh penumpang yang penasaran ingin mencoba hasil terobosan terbaru dari buah karya tim Balai Yasa Suarabaya Gubeng.
Sebelumnya KAI tengah menyiapkan kereta mewah demi menangkap potensi pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, KAI menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai historis dalam satu rangkaian layanan. Pengembangan konsep wisata ini dilakukan karena jumlah wisatawan mancanegara pengguna layanan kereta api jarak jauh terus meningkat yakni mencapai 131 persen dalam periode waktu tiga tahun terakhir di Pulau Jawa.
Gubeng, Angkut Hasil Bumi Hingga Serdadu Belanda, Inilah Stasiun Kebanggaan Arek Suroboyo!
