Revitalisasi Stasiun Bogor Rampung Hingga September 2026, Seluruh Peron Bisa Layani 12 SF

Jalur Red Line terus alami perubahan terutama pada rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter. Ya, stasiun paling ujung arah selatan ini tentunya terus alami perubahan dan revitalisasi. Salah satunya pada pengerjaan peron yang kini telah di perpanjang dan bisa melayani rangkaian KRL hingga 12 kereta (SF). Hal tersebut tentunya karena penambahan penumpang yang naik dan turun di Stasiun Bogor terus meningkat secara signifikan.

Program peningkatan fasilitas di Stasiun Bogor ini menjadi bagian dari komitmen PT Kereta Apj Indonesia Persero (KAI) dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna kereta api. Adapun revitalisasi yang berlangsung di stasiun tersebut berjalan mulai dari 19 Juli hingga 30 September 2026.

Selama masa pengerjaan, aktivitas konstruksi dilakukan selama 24 jam setiap hari dengan tetap mengutamakan kelancaran operasional perjalanan kereta. KAI memastikan layanan kepada penumpang tetap berjalan normal meskipun terdapat pekerjaan di sejumlah area stasiun.

Dalam proyek revitalisasi ini, KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta melakukan sejumlah pekerjaan, termasuk pemasangan kanopi dan lampu penerangan di peron jalur 4 dan 5. Penambahan fasilitas tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama saat menunggu kereta pada malam hari maupun ketika cuaca hujan dan panas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan fasilitas merupakan investasi jangka panjang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan penumpang selama proses pekerjaan peningkatan fasilitas di Stasiun Bogor tengah berlangsung.

Menurutnya, revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam menghadirkan stasiun yang lebih representatif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas selama proyek berlangsung.

Diketahui bahwa Stasiun Bogor tercatat sebagai stasiun dengan aktivitas penumpang Commuter Line tertinggi di jaringan Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total pergerakan penumpang mencapai 18,4 juta orang, terdiri dari 9,3 juta penumpang masuk (gate in) dan 9 juta penumpang keluar (gate out). Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 101.942 pergerakan penumpang per hari. Tren penggunaan layanan juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

KAI menilai pengoperasian seluruh peron untuk rangkaian SF12 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur pola kedatangan dan keberangkatan kereta. Selain itu, distribusi penumpang di area peron menjadi lebih merata sehingga proses naik dan turun kereta berlangsung lebih tertib.

Saat ini pengerjaan pembangunan kanopi pada peron jalur 4 dan 5 masih dilakukan. Nantinya perpanjangan pembangunan kanopi di jalur 2 dan 3 turut dikerjakan agar seluruh area peron dapat melayani rangkaian SF12 dengan perlindungan yang lebih optimal bagi penumpang.

Dengan kehadiran rangkaian 12SF tentu akan meningkatkan kapasitas angkut dalam setiap perjalanan. Namun, optimalisasi manfaatnya harus didukung kesiapan infrastruktur, sistem operasional, hingga fasilitas penunjang di stasiun. Kedepannya, KAI terus menyelaraskan kesiapan peron 12SF, pengembangan kanopi, sarana baru, pola operasi, serta konektivitas menuju Stasiun Bogor Paledang agar perjalanan pelanggan semakin nyaman, aman, dan tertata.

Peron 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor Beres, Kini Giliran Peron 4 dan 5 yang Ditutup, Ini Alasannya

Ada Alat Pendeteksi Virus di KRL Commuter, Ternyata Ini Fungsinya

Sebagai pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) tentunya yang diinginkan penumpang adalah perjalanan yang aman, nyaman, dan juga sehat. Diketahui bahwa banyaknya lapisan masyarakat sudah menggunakan transportasi masal berbasis rel di wilayah Jabodetabek ini. Maka dari itu berbagai sistem mulai dari keselamatan penumpang juga harus di utamakan serta kesehatan pun penting di jaga saat terjadinya penumpukan penumpang.

Dari hal tersebut, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mulai mengadopsi teknologi pemurni udara (air purifier) Nanoe X yang telah digunakan pada kereta komuter di Jepang. Teknologi tersebut dipasang di dalam kabin Commuter Line lintas Bogor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pemasangan perangkat tersebut merupakan komitmen KCI dalam meningkatkan layanan transportasi publik. Selain efektif membunuh bakteri dan virus di dalam kabin penumpang, alat pemurni udara ini juga mampu menghilangkan bau tidak sedap yang menempel pada interior kereta.

Menurut Karina, teknologi Nanoe X diharapkan mampu menjaga kualitas udara di dalam rangkaian Commuter Line dengan menghambat pertumbuhan jamur, serbuk sari, bakteri, virus, serta partikel udara lain yang tidak terlihat oleh mata. KAI Commuter berharap inovasi ini dapat menghadirkan perjalanan yang lebih segar, sehat, dan bebas dari rasa khawatir bagi seluruh pelanggan setia Commuter Line.

Pemasangan Nanoe X saat ini masih memasuki tahap uji coba pada satu rangkaian Commuter Line, yakni rangkaian KRL seri 205 dengan 12 kereta yang melayani lintas Bogor. Tentunya berfungsi untuk memantau efektivitas dan kinerjanya secara langsung di lapangan. Apabila hasil uji coba menunjukkan kinerja yang optimal, KAI Commuter akan mempertimbangkan pemasangan perangkat tersebut pada rangkaian Commuter Line lainnya.

Diketahui bahwa perangkat Nanoe X yang digunakan memiliki sistem pelepasan partikel secara mandiri sehingga tidak memerlukan perawatan khusus dan lebih tahan lama. Teknologi tersebut memiliki daya tahan partikel hingga sekitar 600 detik atau enam kali lebih lama dibandingkan ion udara biasa. Dengan demikian, udara bersih dapat tersebar lebih luas dan merata di seluruh interior kereta.

Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Bahaya Terobos Palang Pintu, KAI Terus Gencarkan Sosialisasi Perlintasan Guna Menyadarkan Masyarakat

Perjalanan kereta api kini semakin ramai tiap waktunya. Banyak pula kereta api tambahan yang melintas dititik-titik tertentu dengan jeda waktu yang lumayan ramai. Selain itu berbagai titik perlintasan kereta api kini sudah semakin ramai dilewati arus lalu lintas. Bahkan pada jam-jam tertentu banyak terjadi kemacetan di perlintasan, sehingga mengakibatkan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan.

Diketahui beberapa perlintasan kereta api yang aktif, ternyata masih saja ada perlintasan liar yang bahkan memiliki palang pintu hasil swadaya masyarakat sekitar. Padahal kawasan tersebut sangat rentan dengan adanya kecelakaan di perlintasan karena tidak dijaga seperti layaknya perlintasan resmi yang lengkap dengan palang pintu.

Hal tersebut memunculkan tindak yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) untuk menutup perlintasan tidak resmi atau liar di kawasan tertentu yang seharusnya tidak dilewati oleh kendaraan bermotor. Dari kabar yang diterima hingga 17 Juli 2026, KAI telah menutup 31 titik perlintasan liar yang masuk dalam program prioritas wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Langkah tersebut tentu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi potensi kecelakaan di jalur kereta api.

Di wilayah Banten, penutupan perlintasan liar sepanjang tahun 2026 telah dilakukan di sejumlah lokasi, yakni pada petak jalan Tigaraksa – Cikoya, Maja – Citeras, Serpong – Cisauk, Cilegon – Krenceng, Cisauk – Parungpanjang, Jambu Baru – Catang, Serang – Karangantu, Tonjong Baru – Cilegon, serta dua titik di petak jalan Krenceng – Merak. Namun, KAI menegaskan bahwa penutupan akses liar bukan satu-satunya solusi untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang hanya dapat terwujud apabila seluruh pengguna jalan memiliki kesadaran dan disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas. Penutupan perlintasan liar menurutnya tidak cukup. Karena keselamatan hanya dapat terwujud apabila masyarakat juga disiplin mematuhi aturan.

Selain melakukan penutupan perlintasan liar, KAI Daop 1 Jakarta juga terus menggencarkan edukasi keselamatan kepada masyarakat dan pengguna jalan. Sosialisasi dilakukan di sejumlah titik perlintasan sebidang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, unsur kewilayahan, serta komunitas pencinta kereta api.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan perlintasan resmi, tidak menerobos palang pintu, tidak melintas saat sirine berbunyi, tidak membuka kembali akses perlintasan liar, serta tidak beraktivitas di jalur rel. Masyarakat juga diajak menerapkan prinsip berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, lalu melintas.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 34 kejadian tabrakan di perlintasan sebidang. Sementara pada periode semester I 2025 terjadi 23 kejadian tabrakan di perlintasan sebidang dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Franoto menegaskan bahwa sebagian besar kecelakaan di perlintasan sebidang sebenarnya dapat dicegah apabila seluruh pengguna jalan mematuhi aturan yang berlaku. Serta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel, seperti membuat akses penyeberangan liar, berjalan di sepanjang rel, maupun beraktivitas di area yang menjadi ruang manfaat jalur kereta api.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

Manfaatkan Tarif Reduksi, Penumpang Lansia Meningkat Menggunakan Kereta Api

Pertumbuhan penumpang kereta api kini semakin banyak dan bertambah. Ini karena dengan menggunakan kereta api, masyarakat tentu terbantu dengan perjalanannya yang praktis dan mudah. Ditambah lagi dengan fasilitas di setiap rangkaian kereta kini lebih nyaman. Tak hanya penumpang biasa pada umumnya yang menggunakan kereta api sebagai perjalanan yang praktis, tapi penumpang lanjut usia (lansia) pun turut menikmati perjalanan yang nyaman.

Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat peningkatan yang signifikan dengan jumlah penumpang lansia dengan memanfaatkan fasilitas tarif reduksi pada layanan kereta api jarak jauh sepanjang Januari – Juni 2026. Selama enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 609.657 penumpang lansia menggunakan program tersebut, meningkat 31,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 465.078 penumpang.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tren tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat tetap tinggi meski telah memasuki usia lanjut. Karena kereta api menjadi sarana yang membantu lansia tetap terhubung dengan keluarga, layanan kesehatan, hingga berbagai aktivitas sosial.

Anne menambahkan, tingginya pemanfaatan tarif reduksi juga menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas pada usia lanjut tetap besar. Di balik setiap perjalanan ada cerita, mulai dari orang tua yang ingin menjenguk anak, kakek dan nenek yang ingin bertemu cucu, hingga mereka yang masih aktif menjalani berbagai kegiatan. KAI ingin memastikan setiap perjalanan tersebut berlangsung nyaman, aman, dan penuh perhatian.

Di sepanjang tahun 2025, terlihat jumlah pelanggan lansia yang memanfaatkan tarif reduksi tercatat mencapai 1,06 juta orang, sehingga tren pertumbuhan pada semester pertama 2026 dinilai menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya aksesibilitas layanan transportasi bagi kelompok usia lanjut.

Hingga kini pembelian tiket kereta api khusus lansia masih terus diterapkan. Tentunya penumpang lansia mendapatkan diskon seperti pada tarif reduksi yang sudah ditetapkan. KAI memberikan potongan harga sebesar 20 persen bagi pelanggan berusia 60 tahun ke atas untuk perjalanan kereta api jarak jauh kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Sebagai catatan, fasilitas yang disebutkan tidak berlaku untuk layanan kereta wisata, seperti: Priority, Imperial, Panoramic, Luxury, maupun Compartment Suite.

Untuk memperoleh tarif reduksi, pelanggan diwajibkan melakukan registrasi paling lambat dua hari sebelum keberangkatan melalui layanan Customer Service di stasiun yang melayani registrasi. Setelah data terverifikasi, pemesanan tiket dapat dilakukan melalui loket maupun aplikasi Access by KAI. Registrasi hanya dilakukan satu kali selama masa berlaku reduksi masih aktif.

Selain menghadirkan kemudahan akses, KAI juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan perjalanan yang lebih ramah bagi lansia, seperti memberikan prioritas saat antre, membantu proses naik dan turun kereta, serta menjaga komunikasi yang sopan dan penuh empati selama perjalanan.

Masyarakat Wajib Tahu, Ini Daftar Penerima Tarif Reduksi Terbaru yang Dikeluarkan KAI

Ini Lho Fungsi Lain dari Airplane (Flight) Mode!

Tentu Anda semua tidak asing lagi dengan yang namanya fitur Airplane Mode (flight mode). Fitur yang terdapat di hampir semua smartphone ini kerap kali disebut Flight Mode. Tapi, apa sih kegunaan dari Airplane Mode itu sendiri? Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman digitaltrends.com, fitur Airplane Mode dirancang khusus untuk mematikan semua koneksi yang ada di smartphone Anda, termasuk bluetooth, WiFi, dan juga koneksi data.

Baca juga: Google Ajukan Paten Fitur Baru pada Smartphone, Mampu Auto On/Off Flight Mode

Pengadaan fitur ini bukan tanpa alasan, keberadaan koneksi sinyal selama Anda mengudara dikhawatirkan akan mengganggu sensor dan sinyal yang ada di sebuah maskapai komersial. Banyak juga yang beranggapan bahwa benturan sinyal ini akan membahayakan hingga mencelakakan penerbangan tersebut. Memang, sinyal ponsel mengganggu radio pesawat, namun tidaklah terlalu berbahaya seperti yang diasumsikan orang selama ini.

Perlu Anda ketahui, jika saat mengudara ponsel Anda dalam keadaan menyala atau tidak menyalakan Airplane Mode, maka pilot akan mendengar suara dengungan dan suara-suara aneh lainnya di headphone mereka yang merupakan hasil dari pergesekan sinyal ponsel yang menyala dan sinyal lainnya. Bisa dibilang, suara tersebut mirip dengan dengungan yang dihasilkan jika Anda menyimpan ponsel di dekat sebuah speaker.

Baca Juga: Selain Mesin, Yuk Kenali Arti Suara-Suara di Dalam Kabin Pesawat

Walaupun gangguan yang ditimbulkan tidaklah semenakutkan yang dibayangkan, namun kehadiran suara tersebut di headphone pilot tetap saja mengganggu. Bayangkan jika ada 50 orang yang tidak mematikan ponsel mereka atau tidak menghidupkan Airplane Mode, tentu hal tersebut akan menimbulkan gangguan yang lebih besar pula.

Dengan kita mematikan ponsel atau  menghidupkan Airplane Mode, maka secara langsung Anda telah mencegah suara dengung tersebut muncul, dan juga dianggap sebagai cara penumpang untuk menghormati dan menghargai pilot yang tengah menjalankan tugasnya tersebut.

Pada tahun 2013 silam, United States Federal Aviation Administration memperbarui peraturannya dengan memperluas penggunaan barang elektronik yang penggunaannya menggunakan sistem sinyal. Dengan kata lain, Anda kini bisa menggunakan Bluetooth untuk menghubungkan ponsel Anda dengan headset, atau menggunakan Wi-Fi selama penerbangan. Dengan catatan, penerbangan tersebut menyediakan layanan Wi-Fi gratis.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Untuk Penerbangan Bagi Lansia

Ternyata, penggunaan Airplane Mode tidak melulu ketika Anda hendak mengudara. Ada beberapa fungsi lain dari fitur berlogo pesawat tersebut. Sebut saja menghemat penggunaan baterai, mempercepat pengisian daya, menghindari gangguan saat berkendara (biasanya ditimbulkan oleh notifikasi chatting yang masuk), memperkuat sinyal, karena secara otomatis smartphone kamu akan mencari jaringan baru sesaat setelah Anda mematikan Airplane Mode, dan me-refresh kinerja dari ponsel Anda. Jadi, sudah tahu kan fungsi dari Airplane Mode?

Dengan Pengeras Suara dan Lampu Sorot: Drone Patroli Cina Paksa Perenang Malam Keluar dari Laut Qingdao

Sebuah rekaman video berdurasi 15 detik dari kawasan pantai populer di Qingdao, Cina, mendadak viral di media sosial X setelah merekam momen futuristik sekaligus kontroversial dalam penegakan hukum keselamatan publik. Video tersebut memperlihatkan sebuah drone patroli yang dilengkapi pengeras suara dan lampu sorot bertenaga tinggi tengah mengintai dari udara dan menginstruksikan seorang warga yang sedang berenang di malam hari untuk segera keluar dari air.

Mendengar peringatan tegas dari udara tersebut, sang perenang terlihat merespons instruksi secara kooperatif dan berjalan kembali ke tepi pantai dengan selamat tanpa ada insiden yang membahayakan.

Penggunaan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) oleh otoritas lokal Qingdao ini merupakan bagian dari strategi pengawasan pantai modern untuk menguatkan larangan berenang pada malam hari. Langkah tegas ini diambil guna meminimalkan risiko kecelakaan dan fatalitas tenggelam yang kerap dipicu oleh arus bawah laut yang kuat serta jarak pandang yang sangat terbatas setelah matahari terbenam.

Dengan mengoperasikan drone yang mampu menyisir garis pantai secara cepat, tim penyelamat dan otoritas keamanan tidak perlu lagi mempertaruhkan nyawa personel penjaga pantai (lifeguard) untuk melakukan patroli langsung ke tengah laut yang gelap dan berbahaya.

Sontak, fenomena penegakan aturan berbasis teknologi ini memicu perdebatan hangat di kalangan netizen dan pengamat teknologi global. Di satu sisi, banyak pihak memuji inovasi tersebut sebagai langkah preventif yang sangat efektif dan responsif dalam menyelamatkan nyawa manusia tanpa memunculkan risiko keselamatan bagi petugas penolong.

Namun di sisi lain, sebagian masyarakat mengkritik penggunaan teknologi tersebut sebagai bentuk pengawasan yang terlalu invasif dan berlebihan (over-surveillance), bahkan menyamakannya dengan taktik kontrol publik distopia ala Big Brother yang kian mengikis ruang privasi di area publik.

Inilah Alasan Ada Toilet Melingkar di Kabin Pesawat Lockheed L-1011 TriStar

Angkutan Batu Bara Diperkuat, KAI Sumatera Tambah 54 Lokomotif Seri CC 205

Kereta api angkutan batu bara makin jadi primadona PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) di Sumatera. Tak heran, hingga kini batu bara menjadi satu-satunya pemasukan besar kereta api di wilayah Divisi Regional (Divre) 3 Sumatera Selatan maupun 4 Lampung. Selain gerbong muatan batu bara yang kian banyak beroperasi, hal ini membuat lokomotif penarik juga harus menambah armadanya guna memenuhi operasional angkutan batu bara yang beroperasi setiap hari.

Hal ini membuat KAI menuntaskan pengadaan 54 lokomotif CC205 dari Progress Rail untuk memperkuat kapasitas angkutan logistik di Sumatera Selatan. Lokomotif generasi terbaru tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan angkutan logistik, terutama distribusi batu bara dan komoditas lain di Sumatra bagian selatan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan armada memperkuat kesiapan operasional sekaligus mendukung pengembangan layanan logistik yang lebih efisien. Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik.

Sebanyak 54 lokomotif CC205 seri 25 dan 26 akan beroperasi di wilayah Divisi Regional III Palembang. Pengiriman dilakukan secara bertahap sejak Agustus 2025 hingga seluruh armada diterima pada Mei 2026. Bobby menambahkan bahwa setiap sarana memang perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja, serta pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal.

Diketahui bahwa lokomotif seri CC205 menggunakan sistem traksi AC dengan mesin berkekuatan 2.200 tenaga kuda. Lokomotif ini dilengkapi Driver Safety System untuk memantau kondisi masinis, PowerView Detect untuk membantu pemantauan jalur, serta UpTime Connect yang memungkinkan pemantauan performa lokomotif secara real time selama 24 jam.

Dalam uji operasional di Palembang, satu lokomotif CC205 mampu menarik rangkaian hingga 60 gerbong. Hasil uji tersebut menjadi dasar penyusunan pola operasi dengan mempertimbangkan kapasitas sarana, kondisi lintas, kesiapan prasarana, kompetensi masinis, dan aspek keselamatan.

Selain menambah armada, KAI memperkuat kesiapan sumber daya manusia dan sistem pemeliharaan. Sebanyak 305 pegawai mengikuti pelatihan, terdiri dari 195 personel bidang perawatan mesin, mekanik, dan kelistrikan, serta 110 personel operasional. Program pengadaan juga mencakup dukungan perawatan selama dua tahun, pendampingan teknis, transfer pengetahuan, dan peningkatan kompetensi agar KAI mampu melakukan perawatan lokomotif secara mandiri.

Dari sisi operasional, CC205 memiliki daya angkut lebih besar sehingga meningkatkan efisiensi perjalanan kereta barang. Dalam pola operasi tertentu, satu lokomotif CC205 berpotensi menggantikan dua lokomotif generasi sebelumnya dengan tetap mempertimbangkan hasil evaluasi keselamatan dan kondisi lintas. Pengadaan 54 lokomotif tersebut dipersiapkan untuk mendukung target peningkatan kapasitas angkutan logistik hingga sekitar 85 juta ton per tahun secara bertahap.

Pencapaian target tersebut bergantung pada penyelesaian infrastruktur pendukung, kapasitas lintas, kesiapan terminal, dan perkembangan permintaan pasar. Bobby menegaskan KAI akan terus memperkuat kerja sama dengan Progress Rail untuk mendukung pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Yuk Kenali Nama-nama Stasiun di Lampung yang Terbilang Unik

Emirates Tingkatkan Kenyamanan Economy Class dengan U-Dream Headrest, Inovasi Sandaran Kepala Pertama di Dunia

Emirates kembali memperkuat posisinya sebagai pelopor kenyamanan penerbangan dengan memperkenalkan U-Dream Headrest, inovasi sandaran kepala multi-arah pertama di dunia yang dirancang khusus untuk penumpang Economy Class. Pemasangan fitur baru ini sedang dilakukan secara bertahap pada armada Airbus A350, serta akan diterapkan di armada Airbus A380 dan Boeing 777.

Berbahan dasar kulit berkualitas tinggi dengan penyangga fleksibel di kedua sisi, U-Dream Headrest dari Safran Z400 ini mampu menopang kepala dan leher secara optimal agar posisi tidur penumpang tetap stabil tanpa membutuhkan bantal leher tambahan. Fitur ini dapat disesuaikan secara vertikal maupun dimiringkan sesuai tinggi badan, serta telah memenuhi standar keselamatan ketat dari European Union Aviation Safety Agency (EASA). President Emirates Airline, Sir Tim Clark, menegaskan bahwa inovasi ergonomis ini dihadirkan untuk memberikan tingkat kenyamanan setara kabin premium bagi penumpang jalur penerbangan jarak jauh.

Langkah ini mempertegas standar pengalaman Economy Class Emirates yang terus menjadi tolok ukur di industri penerbangan global. Seluruh penerbangan jarak jauh dioperasikan menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Airbus A350, A380, dan Boeing 777 yang menawarkan ruang kabin luas, ruang kaki lapang, serta konfigurasi kursi 3-3-3 pada A350 terbaru yang dilengkapi layar hiburan 4K berukuran 13,3 inci dan pengisian daya USB-C.

Kenyamanan di dalam kabin disempurnakan oleh sistem hiburan ice yang menyediakan lebih dari 6.500 pilihan konten—mulai dari film, musik, hingga siaran langsung dari berbagai platform populer—serta layanan internet gratis berkecepatan tinggi melalui koneksi Starlink yang terus diperluas di seluruh armada.

Selain keunggulan fasilitas fisik dan hiburan, Emirates juga memanjakan penumpang melalui pengalaman bersantap unggulan yang terinspirasi dari cita rasa regional lengkap dengan ragam pilihan minuman tanpa biaya tambahan. Prestasi ini terbukti dari diraihnya penghargaan hidangan Economy Class terbaik dalam Best Airline Food and Drinks Survey 2026.

Seluruh pengalaman terbang tersebut dipadukan dengan layanan ramah dari awak kabin multinasional yang menguasai lebih dari 70 bahasa, fasilitas ramah keluarga seperti paket aktivitas anak dan amenity kit khusus penerbangan jarak jauh, serta jaminan keandalan operasional hub Dubai yang mencatat tingkat keberhasilan penanganan bagasi mencapai 99,9% bagi jutaan penumpangnya di seluruh dunia.

Bila Ada Headrest Boom, Penumpang Pesawat Tak Lagi Perlu Bawa Bantal Leher

Dari Jadul Sampai Modern, Yuk Kenali Cara Kerja Persinyalan Kereta Api di Indonesia

Perjalanan kereta api taj sekadar hanya menikmati di perjalanan dan tiba di tujuan dengan selamat. Karena dibalik itu semua, perjalanan kereta api tentunya diatur serta dikendalikan oleh bagian pusat kendali. Pusat kendali juga menginstruksikan kepada setiap stasiun yang tentunya oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) yakni berupa persinyalan.

Ya, sinyal-sinyal kereta api yang tentunya kita lihat saat di perjalanan kereta api, kini memang sudah terlihat modern. Sinyal tersebut memiliki 3 aspek warna yang terdiri dari merah, kuning, dan hijau. Atau ada juga yang hanya memiliki dua aspek, di antaranya kuning dan hijau atau pun merah dan hijau. Namun saat memasuki dari terpencil, persinyalan kereta api juga masih dikendalikan secara manual melalui persinyalan mekanik.

Untuk sinyal mekanik biasanya sinyal yang berupa tiang memiliki satu lengan menunduk ke bawah yang disebut sinyal muka, lalu ada sinyal dua lengan yang disebut sinyal masuk, dan sinyal satu lengan atau biasa disebut sinyal keberangkatan. Petugas yang melakukan nantinya akan memutar tuas sinyal mekanik dari rumah sinyal atau stasiun kereta api.

Dalam sinyal mekanik terdapat 3 semboyan, yaitu semboyan 5 dengan lengan diangkat ke atas (khusus sinyal masuk lengan paling atas yang diangkat) menandakan KA aman melintas. Lalu semboyan 6 untuk sinyal masuk dengan posisi lengan bawah diangkat dan lengan atas tetap tak diangkat artinya KA diizinkan masuk dan berhenti di stasiun. Terakhir semboyan 7 dengan posisi lengan sinyal tidak diangkat yang artinya jalur tidak aman dilalui KA.

Kemudian jenis lainnya adalah sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik, yaitu peralatan sinyal mekanik yang dihubungkan oleh perangkat blok (kunci elektrik), guna mencegah pemberian indikasi aman saat jalur KA tengah terisi. Pada saat sebelum jalur KA Semarang – Surabaya Pasar Turi menggunakan sinyal elektrik, terlebih dulu masih menggunakan sinyal mekanik dengan blok elektro mekanik. Biasanya untuk sinyal muka menggunakan sinyal elektrik dan sinyal masuk serta keberangkatan menggunakan mekanik.

Jenis sinyal lainnya dalam kereta api yang lain adalah sinyal elektrik, sinyal ini tak ubahnya seperti lampu lalu lintas di jalan raya. Bedanya kalau dalam kereta api, nyala lampu merah menandakan semboyan 7 artinya jalur tidak aman dilalui KA, nyala lampu kuning semboyan 6 artinya laju KA dikurangi kecepatannya dan siap berhenti, dan nyala lampu hijau semboyan 5 yang artinya KA diizinkan melintas. Dalam sinyal masuk elektrik terdapat tanda dengan lampu atau tulisan bertuliskan 3, artinya laju kecepatan KA memasuki stasiun yang diizinkan di bawah 30 km/jam.

Itulah perbedaan antara persinyalan kereta api di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Sinyal-sinyal tersebut masih terus digunakan hingga saat ini. Meski jaman sudah mulai modern apalagi dalam perkeretaapian di Indonesia, namun hal-hal yang dijadikan sebagai cagar budaya tetap dipertahankan bahkan masih digunakan hingga kini karena perawatan yang baik.

Peran Penting Sinyal Kereta Api dalam Menjaga Keselamatan

Cetak Rekor Penerbangan Perdana, Airbus A350-1000ULR Mendarat di Melbourne Usai Tempuh 17.000 KM dari Perancis

Dunia penerbangan komersial global kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah penerbangan jarak jauh (ultra-long-haul). Pesawat raksasa generasi terbaru buatan Uni Eropa, Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range), resmi menyelesaikan penerbangan nonstop terpanjangnya setelah berhasil mendarat dengan mulus di Melbourne, Australia, pada Jumat pagi.

Pesawat ini menempuh jarak fantastis mendekati 17.000 kilometer secara langsung tanpa henti dari pabrik perakitannya di Toulouse, Perancis. Keberhasilan penerbangan uji coba jelajah ekstrem ini menjadi sinyal kuat bahwa impian maskapai nasional Australia, Qantas, untuk menghubungkan benua Australia dengan Eropa dan Amerika secara langsung kian mendekati kenyataan.

Penerbangan bersejarah A350-1000ULR ini merupakan bagian krusial dari persiapan proyek ambisius maskapai Qantas yang dikenal dengan nama Project Sunrise. Proyek ini dirancang untuk membuka rute-rute penerbangan komersial terjauh di dunia tanpa transit, seperti Sydney dan Melbourne menuju London serta New York.

Varian Ultra Long Range (ULR) dari keluarga A350-1000 ini memang dikembangkan secara khusus oleh Airbus dengan modifikasi sistem tangki bahan bakar tambahan, efisiensi konsumsi aft-fan, serta konfigurasi kabin penumpang yang dioptimalkan untuk menjaga kenyamanan fisik dan psikologis selama mengudara lebih dari 19 jam nonstop.

Pendaratan perdana armada A350-1000ULR di Melbourne tidak hanya membuktikan keandalan teknis dan batas efisiensi bahan bakar mesin Rolls-Royce Trent XWB-97 yang diusungnya, tetapi juga menandai era baru dalam industri transportasi udara.

Bagi para penumpang dan pelaku bisnis global, terwujudnya penerbangan langsung melintasi benua tanpa perlu melakukan transit di titik perhentian (layover) kawasan Timur Tengah atau Asia Tenggara akan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Langkah maju ini kian mendekatkan penerbangan komersial nonstop antar-ujung bumi menjadi rutinitas perjalanan udara harian di masa depan.

Tembus Batas Penerbangan Langsung Terjauh, Airbus A350-1000ULR Sukses Terbang Perdana di Perancis