Garasi Terapung Terbesar di Dunia: Cina Serahkan Kapal Pengangkut 10.800 Mobil

Industri manufaktur kapal dan logistik transportasi maritim dunia kembali mengukir sejarah baru. Galangan kapal Guangzhou Shipyard International (GSI), anak perusahaan dari China State Shipbuilding Corporation (CSSC), secara resmi menyerahkan Glovis Leader, kapal pengangkut kendaraan (Pure Car and Truck Carrier/PCTC) berkapasitas 10.800 unit mobil.

Kapal raksasa ini mencatatkan rekor sebagai kapal ro-ro (roll-on/roll-off) terbesar di dunia di kelasnya yang pernah dibangun. Diserahkan kepada pemilik kapal Korea Ocean Business Corporation (KOBC) untuk dioperasikan oleh Hyundai Glovis, kehadiran monster laut ini disiapkan guna mendukung akselerasi pengiriman kendaraan secara global yang tengah melonjak pesat.

Raksasa pengangkut kendaraan ini memiliki dimensi masif dengan panjang mencapai 230 meter, lebar 40 meter, serta dilengkapi 14 tingkatan dek garasi (garage decks). Sembilan dari dek tersebut bersifat tetap, sementara lima dek lainnya dirancang fleksibel dan dapat disesuaikan (adjustable decks).

Fleksibilitas susunan interior ini memungkinkan kapal untuk memuat berbagai variasi moda transportasi darat, mulai dari mobil penumpang berbasis baterai (electric vehicle/EV), kendaraan berbahan bakar hidrogen, bus, hingga truk kelas berat dan mesin-mesin industri. Dengan kapasitas angkut hingga lebih dari 10.000 slot kendaraan dalam sekali jalan, kapal ini memangkas durasi serta biaya logistik pengiriman kendaraan antarbenua secara signifikan.

Tak hanya unggul dari segi kapasitas angkut, Glovis Leader juga dirancang sebagai kapal niaga modern yang ramah lingkungan. Ditenagai oleh mesin dual-fuel berbahan bakar Gas Alam Cair (LNG) dan minyak konvensional, kapal ini juga dilengkapi dengan generator poros magnet permanen (shaft generator) serta sistem pembangkit listrik tenaga surya (panel fotovoltaik) berkapasitas puncak 200 kilowatt. Kombinasi teknologi ini membuat emisi gas buang kapal mematuhi standar ketat Organisasi Maritim Internasional (IMO Tier III). Kehadiran armada generasi baru ini menandai era baru dalam rantai pasok transportasi otomotif dunia,

Berbobot Hampir 70.000 Ton dan Angkut 7.000 Mobil, Kapal Kargo RoRo BYD Zhengzhou Sandar di Tanjung Priok

Penampakan Kereta Wisata ‘The Nusantara Explorer’ Karya Balai Yasa Surabaya Gubeng di Uji Coba

Terobosan baru dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) rasanya tak berhenti begitu saja. Berbagai macam rangkaian kereta berbagai fasilitas bahkan yang berkelas pun sudah di operasionalkan dan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Ini karena buah karya dari tim KAI di berbagai balai yasa yang ada di Jawa dan Sumatera.

Ya, dalam hal modifikasi rangkaian kereta yang semula sudah tidak terpakai, kini bisa digunakan kembali sebagai perjalanan yang memuaskan para penumpang. Salah satunya pada kereta wisata. Berbagai interior dan fasilitas kereta wisata yang beroperasi saat ini telah memanjakan penumpang yang telah merasakan selama di perjalanan. Kereta wiaata yang twlah beroperasi ini juga hasil dari karya tim balai yasa.

Namun, terobosan terbaru kembali hadir untuk kereta wisata yang sebentar lagi akan menjelajah jalur di Pulau Jawa. Seperti kabar yang beredar bahwa nantinya akan hadir rangkaian baru kereta api hasil modifikasi dari Balai Yasa Suarabaya Gubeng. Dan rangkaian ini tengah di uji coba di jalur utama kereta api pada lintas pantura. Kereta ini diberi nama The Nusantara Explorer.

Kereta wisata tersebut di uji coba perdana pada Kamis 23 Juli 2026. The Nusantara Explorer membawa 6 susunan formasi kereta yang setiap unitnya diberi julukan nama yang berbeda, diantaranya: Signature Class, Advance Class, Compact Class, Lounge Class, Grand Restaurant, dan Kitchen Crew. Kesemua unitnya tentu memiliki fungsinya masing-masing.

Menggunakan lokomotif seri CC 206 13 03 Depo Induk Cirebon (CN) sebagai penarik rangkaian uji coba, dikakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Jalur yang ditempuh berawal dari keluar area Balai Yasa Surabaya Gubeng menuju Stasiun Surabaya Gubeng. Kemudian lokomotif dilangsir menuju arah jalur utara Pulau Jawa atau mengarah ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Setelah lokomotif selesai lakukan langsir dan kembali menyambung rangkaian uji coba, beberapa menit setelahnya kereta pun dijalankan. Perjalanan uji dinamis ini menempuh waktu selama sekitar satu setengah jam hingga berakhir di Stasiun Lamongan. Pemeriksaan berkala selama perjalanan dilakukan oleh tim balai yasa termasuk kecepatan yang ditempuh hingga 100 km/jam.

Saat tiba di Stasiun Lamongan, rangkaian kereta uji coba ini melakukan pengecekan kembali secara menyeluruh selama 40 menit. Tampak bagian luar kereta tersebut memang memiliki keunikan pada livery-nya. Corak yang terlihat seperti batik ini menggambarkan memang cocok dengan namanya yang berarti ‘Sang Penjelajah Nusantara’.

Sekitar 40 menit berlalu, rangkaian uji dinamis tersebut kembali melanjutkan perjalanannya menuju Balai Yasa Surabaya Gubeng dan tentunya kembali pengecekan serta perawatan hingga nantinya bisa dioperasikan 100 persen dan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kabar dioperasikan secara reguler untuk kereta The Nusantara Explorer ini masih belum dipastikan. Namun, dalam waktu dekat tentunya KAI akan segera menginformasikan setelah dilakukan peluncuran perdana dan dapat dirasakan oleh penumpang yang penasaran ingin mencoba hasil terobosan terbaru dari buah karya tim Balai Yasa Suarabaya Gubeng.

Sebelumnya KAI tengah menyiapkan kereta mewah demi menangkap potensi pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, KAI menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai historis dalam satu rangkaian layanan. Pengembangan konsep wisata ini dilakukan karena jumlah wisatawan mancanegara pengguna layanan kereta api jarak jauh terus meningkat yakni mencapai 131 persen dalam periode waktu tiga tahun terakhir di Pulau Jawa.

Gubeng, Angkut Hasil Bumi Hingga Serdadu Belanda, Inilah Stasiun Kebanggaan Arek Suroboyo!

Rizer Hadirkan Sepeda Statis ‘Dinamis,’ Serasa Naik Turun Bukit

Ketika bersepeda, seorang pengendara hanya akan duduk datar dan mengayuh sepeda mereka kedepan. Namun, Rizer menghadirkan sepeda statis yang bisa membuat pengendara mengayuh ke atas atau ke bawah sesuai dengan bukit dan lembah pada program sambil tetap di dalam rumah.

Baca juga: Cek Tekanan Angin Ban Sepeda Kini Bisa Lewat Ponsel NFC

Ini adalah simulator gradien Rizer yang diproduksi oleh perusahaan Italia Elite dan dirancang untuk digunakan dengan alat latih stasioner terpisah yang dibuat oleh pihak ketiga. Di mana bagian belakang sepeda dipasangkan dengan pelatih tersebut, garpu akan menempel pada Rizer.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (26/7/2021), saat pengguna melaju di jalur animasi di salah satu program yang kompatibel, Rizer menggunakan Bluetooth atau ANT+ untuk berkomunikasi secara nirkabel dengan tablet atau laptop yang menjalankan program. Sehingga saat tanjakan atau turunan dilalui di lingkungan layar, Rizer merespons dengan mengangkat bagian depan sepeda hingga 20 derajat, atau menurunkannya sebanyak -10 derajat.

Rizer memanfaatkan kontrol tombol tekan atau aplikasi iOS/Android yang menyertainya, pengguna juga dapat mengatur perangkat secara manual ke sudut pilihan mereka. Pengaturan Kickr Climb yang ada dari Wahoo Fitness sudah menawarkan fungsi serupa, meskipun garpu dan setang tetap terkunci dalam orientasi lurus ke depan.

Sebaliknya, Rizer memungkinkan garpu dan palang untuk diputar bolak-balik dari sisi ke sisi. Menurut Elite, ini tidak hanya membuat pengalaman bersepeda stasioner yang lebih realistis, tetapi juga meningkatkan rasa dan kenyamanan stang, ditambah lebih baik melatih kelompok otot yang akan ikut bermain saat berkendara di jalan yang sebenarnya.

Nilai tambahnya tentu saja, ini memungkinkan pengguna secara virtual mengarahkan avatar bersepeda mereka di dalam program, yang tidak mungkin dilakukan dengan semua platform. Perangkat itu sendiri memiliki menara aluminium dan platform baja/aluminium, diklaim sangat stabil berkat empat kakinya yang tingginya dapat disesuaikan, dan dilaporkan dapat menangani beban maksimum 264,5 lb (120 kg).

Baca juga: Inilah Velo 2 Beeline, Kompas Digital Khusus Sepeda, Goweser Wajib Coba!

Ini juga dikatakan kompatibel dengan hampir semua sepeda tegak, karena dilengkapi dengan adaptor melalui porosnya sendiri. Elite Rizer akan tersedia mulai musim gugur ini (Belahan Bumi Utara), dengan harga US$1.099,99.

Rylaxo, Bukan Hanya Pemijat Leher Tapi Juga Penghilang Stres

Bekerja seharian di depan komputer, bisa membuat leher kaku dan pegal. Apalagi bila ditambah harus naik kendaraan umum dan berdesak-desakan. Ini akan menambah kelelahan di tubuh Anda.

Baca juga: Bantu Relaksasi Para Pelancong, Bandara Helsinki Tawarkan Pengalaman Hutan yang Unik

Nah untuk mengurangi kelelahan cara yang paling efektif adalah dengan The Rylaxo Neck Massager atau Pijat Leher Multifungsi Rylaxo. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (27/6/2021), ternyata alat pijat leher ini bukan hanya sekedar alat pijat.

Tetapi juga alat penyelamat dan penghilang stres saat harus bekerja menatap layar komputer sepanjang hari. Alat ini memiliki dua pilihan untuk kontrol kecepatan. Di mana bisa menggunakan tombol di samping perangkat atau menggunakan remote super tipis dan ultra ringan yang disertakan untuk relaksasi hands-free.

Bahkan alat pemijat leher ini memberikan kenyamanan saat Anda menggunakannya. Saat Anda mengalami hari yang sangat menegangkan, maka hanya perlu menggosok cepat. Anda juga bisa memilih empat dari teknik pijat yang dikendalikan kecepatan yang berbeda.

Di mana ini meliputi mengetuk, memijat, menekan jari dan menguleni. Selain itu ada tiga mode pijat termasuk otomatis, uleni serta getaran. Jika itu tidak cukup kustomisasi untuk Anda, U-ring neck flow fit dirancang untuk memperbaiki masalah vertebra serviks dengan cara yang ergonomis.

Rylaxo sangat kompak, ringan, dan portabel, jadi apakah Anda selalu bepergian atau benar-benar nyaman saat diam, Anda dapat mengemas bantuan genggam ini di mana pun Anda mau sehingga tidak memakan terlalu banyak ruang. Pijat Leher Multifungsi Rylaxo dengan Pengontrol Kecepatan, mencakup pengisi daya USB, pengontrol jarak jauh dan panduan pengguna.

Baca juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Pijat Leher Multifungsi Rylaxo ini berkisar seharga $68,95 atau sekitar Rp1 juta, atau diskon sembilan persen. Itu harga kecil yang harus dibayar untuk kelegaan setelah seharian bekerja.

Subsidi Tetap jadi Incaran Masyarakat Gunakan Kereta Api, Ini Data dari KAI

Perjalanan jarak jauh menggunakan kereta api terus menjadi pilihan masyarakat. Selain cepat dan praktis, fasilitas yang nyaman pun menjadi hal utama yang dirasakan hingga tiba di stasiun tujuan. Berbagai pelayanan selama di kereta api memang tak semua sama. Namun yang terpenting penumpang bisa tiba di tujuan dengan selamat. Selain itu, berbagai fasilitas yang diberikan pun beragam tergantung dari kelas dipilih.

Untuk kenyamanan saja, penumpang tentu memilih kelas yang lebih baik pelayanan serta kenyamanan selama perjalanan. Dan tentu saja dengan tarif yang wajar, pastinya selama di perjalanan kereta api lebih merasakan kenyamanan yang lebih. Lalu, bagaimana dengan kenyamanan di kereta api dengan tarif yang lebih murah? Ternyata tetap tak menyurutkan minat penumpang untuk menggunakan kereta api hingga tiba di stasiun tujuan.

Ya, tarif kereta api memang beragam. Ada yang tertinggi hingga terendah, bahkan hingga tarif yang disubsidi. Namun begitu, masyarakat tentu masih bisa merasakan naik kereta api dengan tarif subsidi tersebut. Tentunya hal tersebut menjadi dukungan pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan layanan kereta api perintis terus menjadi tulang punggung penyediaan transportasi publik yang terjangkau.

Menurut data dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang diterima sepanjang semester I 2026, melayani 258,99 juta penumpang, dengan sekitar 90,79 persen di antaranya menggunakan layanan yang berada dalam kelompok operasional PSO, kereta perintis, maupun penugasan pemerintah. Volume penumpang KAI pun pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 258,9 juta orang, itu berarti meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 240,8 juta penumpang.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pada berbagai layanan, mulai dari kereta jarak jauh, kereta lokal, commuter line, Light Rapid Transit (LRT), hingga kereta bandara. Keberadaan PSO dan layanan perintis memungkinkan masyarakat tetap memperoleh akses transportasi berbasis rel dengan tarif yang terjangkau, sekaligus memperluas konektivitas di berbagai daerah.

Dari total pelanggan Semester I 2026, sebanyak 235,14 juta pelanggan berasal dari kelompok layanan yang mencakup PSO, KA Perintis, dan penugasan pemerintah. Kelompok tersebut meliputi layanan KA jarak jauh dan lokal bersubsidi, KAI Commuter, LRT Jabodebek, sebagian layanan KA Bandara, LRT Sumatra Selatan, hingga KA Makassar – Parepare.

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, sebanyak 9,54 juta penumpang menggunakan kereta bersubsidi selama enam bulan pertama 2026, meningkat 8,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rinciannya, KA jarak jauh PSO melayani 5,96 juta penumpang atau naik 4,88 persen, sedangkan KA lokal PSO mengangkut 3,58 juta penumpang, tumbuh 13,85 persen secara tahunan.

Layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pusat ekonomi. Dari situlah dukungan pemerintah memberi ruang agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat dilayani dengan tarif sesuai penugasan.

Sementara itu, KAI Commuter mencatatkan pertumbuhan pelanggan menjadi 204,15 juta orang sepanjang Semester I 2026 atau naik 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian untuk LRT Jabodebek mengangkut 16,02 juta pelanggan, meningkat signifikan 22,84 persen secara tahunan.

Untuk kereta bandara, layanan yang memperoleh dukungan PSO melayani 3,05 juta pelanggan selama semester I 2026, naik 3,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut mencakup layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport serta KA Srilelawangsa relasi Medan – Kualanamu dan Medan – Kuala Bingai.

Sementara itu, layanan kereta api perintis juga terus menunjukkan kontribusi dalam memperluas akses transportasi berbasis rel. LRT Sumatra Selatan melayani 2,21 juta pelanggan selama penumpang hingga Juni 2026, sedangkan KA Makassar – Parepare mengangkut 172.011 penumpang.

Hal tersebut menegaskan keberhasilan penyelenggaraan transportasi publik berbasis rel tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, regulator, operator, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan Pemerintah melalui PSO dan KA Perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal.

Australia Punya Jalur Lurus Kereta Api Terpanjang di Dunia

Forcite, Helm Futuristik yang Siap Manjakan Para Bikers!

Ketika dewasa ini embel-embel kata “pintar” selalu melekat di setiap benda yang mendampingi kehidupan kita sehari-hari, maka sama halnya dengan produsen helm Forcite yang juga tengah mengupayakan kehadiran dari helm pintar di masa yang akan datang. Ya, perusahaan asal Sydney tersebut memang tengah mempersiapkan sebuah helm yang kelak akan menunjang setiap perjalanan yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor.

Baca Juga: Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (3/5/2019), pendiri dari Forcite, Alfres Boyadgis mengatakan bahwa pihaknya akan melengkapi helm rakitannya dengan sejumlah kegunaan lain, seperti bluetooth, kamera built-in, sistem audio, hingga performance-tracking system. Adapun bentuk dari helm ini adalah helm full-face dan memiliki desain yang cukup sporty.

Untuk bahan dari helm ini sendiri, Forcite menggunakan serat karbon yang ringan – jadi kepala Anda akan senantiasa aman kendati bobot dari helm ini sendiri terbilang cukup ringan. Lalu ada pula kamera built-inyang terletak pada bagian moncong depan helm – tidak bisa dipungkiri bahwa belakangan ini vlog tentang safety riding memang tengah digalakkanoleh sejumlah pihak. Nantinya gambar yang dihasilkan oleh kamera ini akan menampilkan kualitas ultra wide angle HD, lho! Kamera ini juga dilengkapi dengan fitur image stabilization, jadi gambar yang dihasilkan tidak akan banyak getaran.

Sumber: forcite.com

Bagi Anda yang suka menggunakan headset ketika berkendara agar tidak bosan atau mengantuk di jalan, nah Forcite juga melengkapi helm pintar ini dengan sistem audio yang juga memiliki tombol pengeras dan pengecil suara pada bagian sisi helm. Jadi, Anda tidak perlu repot lagi mengatur suara dari lagu yang Anda putar melalui ponsel atau headset Anda.

Baca Juga: Helm Ini Dapat Sadarkan Anda Ketika Mulai Mengantuk!

Lalu yang paling mengagumkan adalah adanya sejumlah sensor yang dapat menampilkan sejumlah fungsi, mulai dari gyroscope, barometer, accelerometer, altimeter, hingga GPS. Ya, Forcite di sini tidak hanya membangun perangkat keras saja, melainkan software yang juga dapat menganalisa, menyusun, dan mengumpulkan data yang dihasilkan dari sensor-sensor tersebut.

Wah, nampaknya ini akan menjadi helm futuristik yang siap melengkapi perjalanan Anda, ya! Tapi, ada baiknya Anda untuk bersabar terlebih dahulu karena Forcite masih perlu menyempurnakan helm ini sebelum dipasarkan di kemudian hari.

 

Abu Dhabi dan Etihad Airways Hadirkan Asuransi Kesehatan Gratis untuk Wisatawan Internasional

Kabar gembira bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan liburan maupun transit di Uni Emirat Arab (UEA). Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) resmi menjalin kemitraan strategis dengan maskapai penerbangan nasional UEA, Etihad Airways, untuk meluncurkan program asuransi kesehatan gratis bagi para wisatawan internasional yang berkunjung ke Abu Dhabi.

Inisiatif terobosan ini dirancang untuk memberikan perlindungan medis secara menyeluruh serta meningkatkan kenyamanan dan rasa aman (peace of mind) para penumpang selama menjelajahi berbagai destinasi wisata unggulan di Abu Dhabi.

Melalui program kerja sama ini, setiap wisatawan asing yang tiba di Abu Dhabi—baik yang menggunakan penerbangan Etihad Airways maupun maskapai internasional lainnya—akan secara otomatis mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dasar tanpa dipungut biaya tambahan.

Sistem perlindungan medis ini terintegrasi langsung dengan proses kedatangan dan penerbitan visa turis di bandara. Wisatawan akan menerima cakupan asuransi kesehatan yang berlaku sepanjang durasi masa berlaku visa atau izin tinggal kunjungan (visit permit) mereka di Uni Emirat Arab.

Manfaat yang ditanggung dalam polis asuransi kesehatan gratis ini meliputi:
1. Layanan Medis Darurat: Pengobatan dan perawatan medis darurat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terintegrasi di Abu Dhabi.
2. Biaya Rawat Inap & Dokter: Perlindungan biaya kondisi darurat tak terduga selama masa liburan.
3. Layanan Penanganan Bencana/Krisis Medis: Penanganan evakuasi darurat jika terjadi kondisi medis kritis pada penumpang.

Langkah kolaboratif antara otoritas pariwisata Abu Dhabi dan Etihad Airways ini menegaskan posisi Uni Emirat Arab sebagai salah satu hub penerbangan dan destinasi wisata global paling aman di dunia. Bagi penumpang Etihad Airways, fasilitas ini melengkapi berbagai kenyamanan ekstra yang ditawarkan maskapai, seperti program transit gratis di hotel berbintang Abu Dhabi yang sebelumnya juga telah sukses menyedot antusiasme traveler dunia.

Dengan adanya fasilitas perlindungan kesehatan otomatis ini, para traveler yang hendak berkunjung ke Abu Dhabi kini dapat menikmati perjalanan dengan jauh lebih tenang tanpa perlu khawatir akan risiko biaya medis tak terduga selama berada di luar negeri.

Etihad Lipat Gandakan Rute Jakarta – Abu Dhabi, Optimalkan Penumpang Tiba Pagi Hari

Mulai dari Rp35.000, Penumpang Sudah Bisa Rasakan Kenyamanan Kelas New Generation ke Sukabumi

Menghabiskan waktu liburan singkat tentu sangat menarik jika menggunakan kereta api. Selain praktis dengan waktu yang waktu tempuh yang tak begitu jauh, menggunakan kereta api ini bisa juga menghemat biaya. Ya, masyarakat pengguna kereta api khususnya yang biasa berkunjung ke Kota Bogor, pasti paham betul dengan kereta api yang satu-satunya memiliki rute menuju Sukabumi.

Pada pemberhentian terakhir inilah, Kereta Api (KA) Pangrango yang sangat digemari masyarakat tentunya bisa merasakan perjalanan yang nyaman dan tentunya dengan tarif yang terjangkau. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) secara resmi telah mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi New Generation untuk KA Pangrango relasi Bogor – Sukabumi pp. Rangkaian ini sudah memiliki standar kenyamanan pada jarak yang hanya memakan waktu kurang lebih dua jam.

Perubahan paling signifikan pada kereta jenis baru ini terletak pada kapasitas penumpangnya. Jika sebelumnya satu kereta memuat 80 tempat duduk, kini kapasitasnya dipangkas menjadi 72 tempat duduk per kereta. Pengurangan jumlah kursi ini sengaja dilakukan agar para penumpang mendapatkan ruang kaki (legroom) yang jauh lebih lega serta desain kursi yang lebih ergonomis demi kenyamanan selama perjalanan.

Secara keseluruhan, total daya tampung KA Pangrango kini menjadi 460 kursi. Pihak KAI optimistis jumlah tersebut tetap mampu melayani volume penumpang rute Bogor – Sukabumi secara optimal, mengingat koridor ini merupakan salah satu jalur terpadat, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan sekolah.

Terkait pembaruan ini, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa Kereta Ekonomi New Generation yang dipakai pada rangkaian KA Pangrango merupakan buah karya modifikasi dan perawatan intensif dari Balai Yasa Manggarai. Unit perawatan sarana milik KAI tersebut tercatat telah berhasil memproduksi puluhan kereta serupa sebagai bagian dari komitmen peremajaan armada.

Berdasarkan data dari KAI, minat masyarakat terhadap KA Pangrango terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Tahun 2023 mengangkut 786.001 penumpang, tahun 2024 meningkat menjadi 874.789 penumpang dan tahun 2025 (Januari – Juni) menyentuh angka 554.394 penumpang, yang terdiri dari 87.326 penumpang kelas eksekutif dan 467.068 penumpang kelas ekonomi.

Modernisasi armada KA Pangrango ini didukung penuh oleh peran krusial Stasiun Bogor sebagai hub konektivitas wilayah regional. Stasiun bersejarah ini mencatat pergerakan penumpang yang luar biasa, dengan rata-rata harian mencapai sekitar 49.369 pengguna yang masuk (gate-in) dan 49.024 pengguna yang keluar (gate-out) layanan Commuter Line.

Sebelumnya diketahui bahwa KA Pangrango resmi menggunakan kereta ekonomi new generation pada Juli 2025. Hal tersebut mencerminkan kapasitas Balai Yasa dalam mendukung in-house modernisasi sarana KAI secara berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional.

Tarif KA Pangrangp rute Bogor – Sukabumi maupun sebaliknya, untuk kelas ekonomi new generation yaitu Rp55.000 dan untuk kelas eksekutif yaitu Rp85.000. Sedangkan untuk rute Bogor – Cibadak maupun sebaliknya pada kelas ekonomi new generation yaitu Rp35.000 dan kelas eksekutif yaitu Rp50.000. Pemesanan dan pembelian bisa langsung melalui aplikasi Access by KAI melalui ponsel maupun laman resmi kai.id atau via telpon di 021-121.

Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Fenomena Penumpang Menginap di Stasiun Cikarang Demi Bisa Naik Kereta Pertama, Ini Respons dari KAI

Memilih transportasi kereta api tentunya bikan sekadar lebih praktis dan efisien, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari dalam setiap aktivitas masyarakat. Berbagai jadwal perjalanan yang disediakan tak melulu bisa dirasakan oleh penumpang untuk bisa menempuh waktu yang ditentukan hingga sampai di tempat tujuan. Bahkan untuk menghindari keterlambatan dalam beraktivitas, masyarakat rela bermalam hingga mendapat jadwal kereta pertama.

Seperti penumpang yang akan beraktivitas dari Stasiun Cikarang. Ternyata fenomena menginap dan bermalam di stasiun tersebut masih kerap terjadi. Bahkan beberapa masyarakat yang datang dari malam hari harus beristirahat di Stasiun Cikarang, demi bisa mendapat jadwal kereta pertama agar tak ketinggalan waktu pada saat di tempat tujuan untuk bekerja.

Fenomena ini terjadi pada saat kereta terakhir tiba dan sebagian besar penumpang pulang ke rumah, ada orang-orang yang justru memilih menghabiskan malam di sana. Mereka rela tidur di kursi ruang tunggu, bersandar di sudut ruangan, bahkan beralaskan lantai agar bisa naik kereta pertama keesokan harinya dan berangkat bekerja tanpa harus berdesakan.

Pukul 00.40 WIB, kereta terakhir tiba di Stasiun Cikarang. Penumpang bergegas turun sambil membawa tas dan barang bawaan. Sebagian langsung pulang menggunakan sepeda motor atau dijemput keluarga. Tak lama kemudian, peron yang semula ramai kembali lengang.

Namun suasana berbeda terlihat di ruang tunggu lantai dua. Beberapa orang sudah terlelap di kursi, sementara yang lain masih duduk sambil memainkan ponsel. Menjelang pukul 01.00 WIB, jumlah mereka semakin banyak. Kursi yang tersedia mulai penuh. Mereka yang tidak kebagian tempat memilih duduk atau berbaring di lantai dengan beralaskan jaket maupun tas. Bagi mereka, yang penting bisa memejamkan mata beberapa jam sebelum kereta pertama berangkat.

Suasana lampu stasiun memang tetap menyala terang sepanjang malam. Di area charging station pun sejumlah penumpang memanfaatkan waktu untuk mengisi daya ponsel. Sementara yang lain sudah tertidur pulas meski berada di tengah lalu lalang orang yang datang silih berganti.

Sementara itu, petugas keamanan berkeliling ruang tunggu. Mereka mendata para penumpang dengan menanyakan nama dan tujuan perjalanan. Lalu petugas meminta kartu identitas untuk dicocokkan. Bagi penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) diminta menunjukkan kartu elektronik, sedangkan calon penumpang kereta lokal maupun jarak jauh diminta memperlihatkan tiket.

Menanggapi hal tersebut, KAI Commuter merespons bahwa memang Stasiun Cikarang beroperasi 24 jam untuk melayani penumpang. Stasiun ini beroperasi penuh karena berfungsi sebagai stasiun integrasi yang melayani Commuter Line, Kereta Api Lokal, dan Kereta Api Jarak Jauh. Menurut kabar dari berbagai sumber, rata-rata setiap harinya terdapat 20 ribu pengguna Commuter Line yang naik dari Stasiun Cikarang dan Commuter Line Lokal Walahar sebanyak 5.500 orang.

Sejauh ini, pihak KAI sudah menyediakan sejumlah fasilitas yang bisa digunakan oleh para penumpang. Namun, belum ada ruang tunggu khusus untuk tempat beristirahat. KAI Commuter juga sudah menyediakan bangku-bangku di area hall stasiun sebagai tempat tunggu pengguna yang turun di stasiun pada dini hari dan menunggu perjalanan pertama Commuter Line.

Diketahui, jadwal keberangkatan pertama Commuter Line tujuan Angke saat ini yaitu pada pukul 04.12 WIB. Selama jeda kedatangan kereta terakhir dan keberangkatan pertama, KAI Commuter terus memastikan petugas keamanan berjaga dengan baik. Soal penambahan jadwal kereta pertama, KAI Commuter tentu harus mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai dari sarana dan prasarana hingga pembersihan stasiun secara menyeluruh untuk kenyamanan pengguna di operasional pada pagi hari.

Tentunya, KAI memastikan petugas keamanan mengedepankan cara-cara humanis dalam menjalankan tugas. Selagi tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Selain itu, KAI Commuter juga terus berkoordinasi dengan petugas berwajib hingga stakeholder terkait untuk menghadirkan layanan bagi penumpang yang aman dan nyaman. Serta mengimbau kepada para penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan dan tetap waspada selama di stasiun.

Polemik Stasiun Cikarang jadi ‘Hotel Darurat’, Masyarakat: Berharap KRL Beroperasi 24 Jam

Garuda Indonesia dan Saudia Perkuat Sinergi Strategis untuk Perluas Rute Global

Garuda Indonesia resmi memperkuat kolaborasi strategis bersama maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi, Saudia, guna memperluas konektivitas udara yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah, Eropa, Afrika, hingga Australia. Langkah strategis yang menjadi bagian dari akselerasi transformasi kinerja Garuda Indonesia ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sela-sela ajang IATA Annual General Meeting 2026 di Rio de Janeiro, Brasil.

Melalui kemitraan ini, kedua anggota aliansi SkyTeam tersebut akan menjajaki berbagai inisiatif kolaborasi terintegrasi. Fokus utama kerja sama mencakup penguatan skema penerbangan berbagi kode (codeshare), perluasan perjanjian interline, hingga eksplorasi potensi usaha bersama (joint business) di masa depan. Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pilihan fleksibilitas rute yang lebih luas serta kemudahan layanan perjalanan bagi para pengguna jasa kedua maskapai.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, tidak hanya dalam memperluas jaringan internasional tetapi juga memperkuat koridor perjalanan penting antara Indonesia dan Timur Tengah. Menurutnya, koridor ini memegang peranan krusial bagi mobilitas masyarakat Indonesia, baik untuk keperluan perjalanan ibadah Umrah dan Haji, bisnis, perdagangan, maupun konektivitas antarwilayah.

Selain mempermudah akses perjalanan ibadah ke Tanah Suci secara lebih nyaman dan efisien, kerja sama ini juga membuka pintu bagi penumpang Saudia dari Timur Tengah, Eropa, dan Afrika untuk mengakses berbagai destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi utama di pelosok Nusantara melalui jaringan rute domestik Garuda Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta investasi nasional.

Senada dengan hal tersebut, Chief Commercial Officer Saudia, Arved von zur Muehlen, menyambut baik fondasi kemitraan bernilai tinggi ini. Melalui konektivitas jaringan yang saling melengkapi, Saudia dan Garuda Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan alur perjalanan yang lebih lancar (seamless) mulai dari proses pra-keberangkatan, transit, hingga penerbangan lanjutan ke berbagai negara tujuan.

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, kedua maskapai juga menjajaki pengembangan pengaturan terminal bersama (co-terminal). Langkah ini ditujukan untuk mempermudah operasional di lapangan, mempercepat proses transfer penumpang dan bagasi antar-pesawat, serta memberikan kenyamanan ekstra bagi para penumpang. Melalui sinergi ini, Garuda Indonesia makin mengukuhkan perannya sebagai national flag carrier dalam menjembatani Indonesia dengan panggung penerbangan global.

Garuda Indonesia dan Japan Airlines “Joint Business” Berupa Codeshare