Selain Kartu Elektronik, Ini Cara Gunakan QRIS Tap Bisa untuk Naik MRT Hingga KRL

Penggunaan metode pembayaran saat gunakan transportasi umum yang dilakukan setiap saat memang sangat praktis dan mudah. Salah satunya menggunakan transportasi berbasis rel ini. Ya, berbagai cara pembayaran yang dilakukan sudah bisa digunakan oleh masyarakat mulai dari penggunaan kartu elektronik, kartu kredit, hingga yang paling banyak digunakan adalah metode QRIS Tap.

Ya, percepatan digitalisasi sistem pembayaran di sektor transportasi berbasis rel ini terus diperluas melalui implementasi QRIS Tap. Metode ini merupakan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi cukup dengan menempelkan ponsel ke perangkat pembayaran.

Dukungan terhadap perluasan ekosistem tersebut datang dari ShopeePay Indonesia. Melalui aplikasinya, perusahaan menawarkan promo potongan harga hingga Rp5.000 untuk setiap transaksi menggunakan QRIS Tap selama 1-31 Agustus 2026. Promo tersebut berlaku untuk pembayaran di sejumlah transportasi publik, seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL, bahkan bisa digunakan pada perjalanan di TransJakarta. Pengguna dapat memanfaatkan promo hingga lima kali per bulan selama kuota harian masih tersedia.

Diketahui bahwa metode QRIS Tap ini telah diluncurkan sejak November 2025. Melalui fitur ini, pengguna ponsel Android hanya perlu menempelkan perangkat ke terminal pembayaran yang mendukung tanpa harus memindai kode QR, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

Perluasan QRIS Tap membuka lebih banyak pilihan pembayaran yang praktis bagi masyarakat, terutama ketika menggunakan transportasi umum. Tentunya hal tersebut dapat mendukung upaya Bank Indonesia dalam memperluas adopsi pembayaran digital yang inklusif, efisien, dan aman, sekaligus membantu masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Cara untuk menggunakan QRIS Tap di aplikasi ShopeePay, pengguna perlu mengaktifkan fitur NFC pada ponsel Android, membuka aplikasi ShopeePay dan memilih menu QRIS, kemudian memilih QRIS Tap. Selanjutnya, pengguna memilih Saldo ShopeePay sebagai metode pembayaran dengan saldo minimal Rp25.000, lalu menempelkan ponsel ke perangkat pembayaran yang mendukung QRIS Tap hingga transaksi berhasil.

QRIS Tap memiliki dua mekanisme pembayaran, yakni Single Tap untuk transaksi sekali bayar dan Tap In Tap Out yang digunakan pada layanan dengan tarif dinamis berdasarkan jarak, waktu, atau profil pengguna, seperti transportasi umum dan parkir.

Selain potongan harga hingga Rp5.000, pengguna juga berkesempatan memperoleh cashback Saldo ShopeePay hingga Rp3.500 sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Promo tersebut tidak hanya berlaku di moda transportasi umum, tetapi juga di berbagai lokasi lain yang telah mendukung pembayaran menggunakan QRIS Tap.

Seluruh transaksi juga didukung layanan ShopeePay Proteksi yang memberikan perlindungan tambahan terhadap risiko kerugian finansial akibat transaksi daring yang tidak sah atau pencurian dana yang tersimpan di akun ShopeePay, dengan jaminan pengembalian saldo hingga 100% sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Mulai September 2025, LRT Jabodebek Hadirkan QRIS Tap Sebagai Opsi Pembayaran

Inspiratif, Chicago Punya Taman Ramah Anak di Tepi Jalur Kereta

Area di pinggir perlintasan rel kereta umumnya dihindari sebagai lokasi bermain anak, tentu aspek keselamatan dan keamanan yang menjadi pertimbangan. Namun, kondisi setiap lokasi punya ciri yang berbeda. Seperti contohnya di Taman publik ramah anak Railayard yang hadir di Chicago dan letaknya berada di tepi jalur kereta api yang melintasi kota Rogers di Arkansas, Amerika Serikat. Taman dengan luas lima hektar tersebut dirancang oleh arsitek bernama Ross Barney.

Baca juga: Eks Jalur Kereta di Milan Diubah Menjadi Taman dengan Jalan Setapak Bergaya High Line

Barney membuat taman ini dilengkapi dengan alun-alun yang dihubungkan oleh jalan setapak dengan bangku-bangku, zona bermain anak-anak dan pavilion. Bahkan untuk merancang taman ini, Barney mengumpulkan seribu tanggapan survei dari masyarakat setempat.

Rogers tempat taman ini berada merupakan sebuah kota di Pegunungan Ozark, didirikan pada 1800-an sebagai perhentian di jalur kereta api. Dulunya disebut Frisco Park, tetapi kini berganti nama menjadi Railayard setelah didesain ulang menjadi bagian dari sejarah kota.

Taman bermain anak-anak yang penuh warna di Railyard (dezeen.com)

Tak hanya menjadi taman saja, Railyard juga menjadi lokasi pasar tani lokal, yang disebut Pasar DTR, yang diadakan di Frisco Plaza setiap Sabtu pagi. Tempat penampuangan air yang dulunya digunakan untuk mengisi tangki kereta api telah berubah menjadi kanvas bagi para seniman.

Bahkan instalasi air diatur pada area khusus di taman sehingga orang tetap dapat bermain di air mancur selama musim panas. Sementara itu Play Yard, area bermain anak-anak menampilkan lantai warna-warni dan memiliki banyak terowongan agar bisa dieksplorasi.

Kanopi zig-zag membentuk paviliun di atas Butterfield Stage, area acara outdoor dengan kapasitas seribu orang yang dinamai sesuai jalur kereta pos lama yang melintasi area sebelum rel kereta api. Ini memberikan keteduhan bagi banyak bangku kayu dan meja piknik yang terlihat seperti bantalan kereta api tua.

Meja piknik memiliki roda sehingga orang dapat mendorongnya bersama-sama untuk membuat meja panjang. Proyek taman ini didanai sebagian oleh sumbangan dari Walton Family Foundation, organisasi yang didirikan oleh pendiri Walmart Sam Walton. Toko Walmart pertama kali dibuka pada tahun 1962 di Rogers.

Baca juga: Hilangkan Stres Penguncian di Masa Pandemi, Stasiun Phnom Penh Punya Kafe Kereta

Ross Barney Architects sendiri merupakan kantor yang berbasis di Chicago. Proyek sebelumnya ia rancang di kota ini misalnya kawasan pejalan kaki tepi sungai lengkap dengan tempat memancing.

Singkatan Nama Kereta Api Berasal dari Nama Kota, Apa Saja, ya?

Siapa yang tahu atau bahkan hafal nama – nama kereta api Indonesia yang terlintas di benak kalian? Pasti terlintas nama kereta api yang berasal dari nama tokoh pewayangan, sungai, gunung, atau bahkan dongeng yang ada di Indonesia. Namun kali ini, kabarpenumpang.com akan mengabarkan nama – nama kereta api yang berupa singkatan namun berasal dari nama kota yang ada di Pulau Jawa. Karena banyaknya nama kereta api yang unik, mudah diingat bahkan hingga menjadi favorit menjadikan kereta api di Indonesia oleh masyarakat sebagai moda transportasi paling unggul dalam melakukan perjalanan, baik jarak dekat hingga jarak jauh.
Kira – kira apa saja sih nama kereta api yang yang digunakan dari nama kota di Pulau Jawa?

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

1. Kereta Api Probowangi
Kita mulai dari Jawa bagian timur. Kereta api Probowangi merupakan rangkaian kereta menggunakan kelas ekonomi dengan rute Stasiun Ketapang (Banyuwangi) sampai dengan Stasiun Surabaya Gubeng. Asal mula nama Probowangi ini berasal dari nama kota Probolinggo dan Banyuwangi karena kereta api tersebut dengan tentu melintasi wilayah kota tersebut. KA Probowangi semula hanya memiliki rute Stasiun Probowangi sampai dengan Stasiun Banyuwangi (saat ini menjadi Stasiun Ketapang). Namun terlihat penumpang yang makin ramai dan mayoritas dari/ke Surabaya, akhirnya kereta api ini diperpanjang rutenya hingga Stasiun Surabaya Gubeng mulai tahun 2014.

2. Kereta Api Tawang Jaya
Bagi kalian yang bolak – balik Jakarta hingga Semarang, pasti tak asing lagi dengan KA yang satu ini. Ya, Tawang Jaya yang sangat akrab bagi penumpang saat akhir pekan dengan tarif yang relatif terjangkau membuat kereta api ini selalu diminati warga Jakarta dan Semarang tentunya. Tawang Jaya merupakan singkatan dari nama Semarang Tawang, Cirebon dan Jakarta Raya ini masih menggunakan kelas ekonomi. Namun minat penumpang pengguna KA Tawang Jaya makin banyak, akhirnya dijalankan tambahan sebagai nama KA Tawang Jaya Premium.

3. Kereta Api Matarmaja
Pastinya dengan harga terjangkau namun perjalanan jauh memakan waktu lebih dari 10 jam, KA Matarmaja sudah menjadi pilihan masyarakat. Matarmaja yang memiliki kepanjangan dari Malang, Blitar, Madiun dan Jakarta ini adalah rangkaian kereta api yang bisa dikatakan kereta api paing melegenda. Bagaimana tidak, KA Matarmaja saat peluncuran perdana dioperasikan sejak tahun 1976 dengan rute Malang – Jakarta namun via Yogyakarta. Dan saat ini KA Matarmaja melayani rute Malang – Jakarta via Semarang, Solo dan tentu saja Cirebon yang makin diminati penumpang.

4. Kereta Api Bangunkarta
Inilah layanan kereta api yang memiliki dua kelas, yaitu ekonomi dan eksekutif. Semula KA Bangunkarta diberangkatkan dari Stasiun Gambir dengan rangkaian full eksekutif. Namun, banyaknya minat warga menuju Kota Jombang, menambah rangkaian dengan kelas ekonomi. Bangunkarta merupakan singkatan dari nama kota Jombang, Madiun dan Jakarta ini melewati rute dari Jombang ke Jakarta Pasar Senen via Yogyakarta. Saat ini KA Bangunkarta diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 11.40 dan tiba di Stasiun Jombang pukul 23.39. Sedangkan dari Jombang pukul 05.10 dan tiba di Stasiun Pasar Senen pada pkul 17.26.

Baca juga: Ini Dia Nama Kereta di Tahun 1961 Ketika Perusahaan Bernama “Djawatan Kereta Api”

5. Kereta Api Joglosemarkerto
Inilah kereta api jarak menengah dengan rute terpanjang yang memakan waktu hingg 11 jam. Kereta Api Joglosemarkerto atau kepanjangan dari Jogja, Solo, Semarang dan Purwokerto ini merupakan kereta api dengan rute kantong tau loop line. Namun, rute kantong ini cukup jauh dan panjang. KA Joglosemarkerto diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta melintasi Kroya, Purwokerto, Prupuk, Slawi, Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo dan berakhir kembali di Yogyakarta. Uniknya KA Joglosemarkerto ini juga menambah perjalanan tambahan yaitu rute Cilacap – Yogyakarta dan tidak sesuai dengan nama yang dijalankan kereta api tersebut. Rute tersebut merupakan rute tambahan untuk penumpang yang ingin ke Cilacap ataupun Yogyakarta saja. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tujuh Alasan Mengapa Terbang dari Bandara Kecil Lebih Murah dan Cepat

Di masa-masa normal, terbang dari bandara besar amat melelahkan, mulai dari antrean check-in, pemeriksaan bagasi, lewati pos pemeriksaan dua sampai tiga kali, jarak dari gate masuk bandara ke boarding gate sampai ke jetway, lounge penuh, susah mendapat kursi untuk duduk, dan lain sebagainya. Baca juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda? Sudah begitu, berbagai tarif seperti parkir sampai airport tax di bandara besar juga lebih mahal dibanding bandara-bandara kecil. Jika dirinci, ada sekitar tujuh alasan mengapa penumpang bisa lebih menguntungkan saat menghindari terbang dari bandara besar dan memilih terbang dari bandara kecil. Dilansir The Point Guy, berikut ulasannya. 1. Parkir lebih murah atau bahkan gratis Parkir lebih murah atau gratis pada bandara-bandara kecil memang nyata adanya. Sekalipun ada Perda terkait tarif parkir di gedung-gedung, termasuk di bandara, tetapi, tetap saja, pada bandara kecil dan besar tarifnya berbeda. 2. Biasanya lebih dekat dengan rumah Bandara kecil umumnya dimungkinkan berada di tengah kota. Adapun bandara-bandara besar, lebih sering berada di pinggir laut atau pesisir mengingat tingginya frekuensi penerbangan. Berada di pusat kota, itu berarti bandara kecil besar kemungkinan lebih dekat dicapai dibanding bandara besar. 3. Rute lebih nyaman Maskapai LCC pada umumnya terbang dari bandara yang lebih kecil dan sisanya dari bandara besar. Karena frekuensi penerbangan bandara kecil tidak lebih besar dibanding bandara besar, sudah pasti rute yang ditempuh pun lebih merdeka ketimbang rute keberangkatan dari bandara besar. 4. Perjalanan menuju bandara lebih lancar Frekuensi penerbangan rendah sudah pasti kendaraan yang menuju bandara kecil juga lebih rendah dibanding bandara-bandara besar. Itu berarti, area luar dan dalam bandara bisa dibilang jarang terjadi kemacetan dibanding bandara besar. 5. Lebih mudah mencari bagasi Saat tiba di bandara tujuan penumpang sudah pasti menuju conveyer belt untuk mengambil bagasi. Tetapi, di bandara-bandara besar, terlebih bandara besar yang tak disokong teknologi terkini, menemukan bagasi adalah perkara sulit. Di samping banyaknya conveyer belt dan sibuknya penerbangan, memungkinkan ada conveyer belt yang beroperasi di waktu bersamaan, besarnya bandara juga membuat proses pencarian bagasi dan akses menuju conveyer beltnya lebih sulit dibanding bandara kecil. Baca juga: Teknologi Skrining Baru di Bandara: Tak Perlu Lepas Sepatu! 6. Harga makanan dan minuman lebih murah Bagi penumpang yang tak membawa perbekalan berupa makanan dan minuman, tentu tak ada pilihan lain kecuali membelinya di bandara. Celakanya, belanja di bandara besar jauh lebih mahal dibanding bandara kecil. 7. Lebih mudah menggapain keluar-masuk bandara Ukuran bandara yang kecil menjadikan aktivitas keluar masuk di bandara kecil jauh lebih mudah dan cepat.  

Dukung Mobilitas Masyarakat, KAI Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan di KA Cikuray Sebagai Peningkatan Pelayanan

Pengembangan terus dilakukan tentunya oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dalam strategi pemanfaatan rangkaian kereta api. Ya, seperti halnya pada perjalanan yang banyak diminati masyarakat khususnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dengan rute Jakarta – Garut. Tentunya menggunakan rangkaian inilah yang selalu menjadi minat masyarakat dengan fasilitas dan kenyamanan yang baru.

Ya, menggunakan Kereta Api (KA) Cikuray yang kini terlihat lebih berkesan dan juga nyaman. Menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KA Cikuray hadir dengan wajah baru yang membuat penumpang semakin bisa merasakan kenyamanan didalamnya. Tak hanya itu, bagian interior yang didasari dari hasil modifikasi tim Balai Yasa Manggarai ini telah dirasakan penumpang sebagai rangkakan kereta yang sangat baik.

Dari hal tersebut, KAI terus mengembangkan layanan kereta api kelas ekonomi yang terjangkau dengan kenyamanan perjalanan yang semakin baik. Melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI menghadirkan pilihan mobilitas bagi masyarakat dengan penataan interior dan tempat duduk yang lebih nyaman serta tarif yang tetap ramah bagi penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray merupakan bagian dari peningkatan pelayanan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan suara masyarakat. Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan antarkota dengan fasilitas yang semakin baik dan tarif yang tetap terjangkau.

Kereta Ekonomi Kerakyatan saat ini digunakan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pp. Sejak mulai beroperasi pada 11 Juni hingga 26 Juli 2026, layanan tersebut telah melayani 79.450 penumpang. Tingginya pemanfaatan tersebut menunjukkan peran KA Cikuray dalam mendukung mobilitas masyarakat Garut, Bandung, Purwakarta, Bekasi, Jakarta, dan sejumlah wilayah yang dilalui. Layanan ini membantu pelanggan menjalankan perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berwisata, serta mengunjungi keluarga dengan biaya yang lebih terjangkau.

Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan melalui pembaruan interior, penataan ulang tempat duduk, serta penggunaan kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan.

Penataan tersebut memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan, dengan tetap mempertahankan kapasitas layanan yang sesuai bagi kebutuhan transportasi publik.

Sebelum digunakan pada KA Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani KA Tambahan relasi Lempuyangan – Pasarsenen pp selama masa Angkutan Lebaran, pada 11 Maret hingga 5 April 2026. Dalam periode tersebut, layanan ini digunakan oleh 24.398 penumpang, terdiri dari 12.262 penumpang relasi Lempuyangan – Pasarsenen dan 12.136 penumpang relasi Pasarsenen – Lempuyangan. Dengan demikian, sejak diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 103.848 penumpang.

Anne menambahkan Jumlah pelanggan tersebut menjadi masukan penting bagi KAI untuk mengevaluasi pengembangan layanan kelas ekonomi ke depan. Setiap peningkatan fasilitas diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau.

Kedepannya, KAI akan terus mendengarkan suara masyarakat, melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan, tingkat pemanfaatan, dan pengalaman selama berada di dalam rangkaian. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan dalam menentukan peningkatan pelayanan serta pengembangan sarana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

KAI Terus Tebar Diskon 20 Persen di Setiap Perjalanan, Ternyata Ini Syaratnya

Banyaknya pengalaman yang dirasakan penumpang saat menggunakan kereta api tentu merupakan hal yang menarik. Fasilitas serta pelayanan yang diberikan sudah sangat digemari penumpang agar tetap nyaman hingga tiba di stasiun tujuan. Tak hanya itu, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus memprioritaskan masyarakat sebagai pengguna setia kereta api untuk mendapatkan tempat yang layak dan nyaman selama di lingkungan kereta api.

Maka dari itulah, KAI terus memberikan harga terbaik kepada masyarakat yang memesan tiket perjalanan kereta api dengan cara memberikan diskon sebesar 20 persen. Namun, pembelian tiket dengan potongan tersebut bisa didapatkan dalam ajang Railway Technology Indonesia 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran pada 28–30 Juli 2026.

Promo tersebut dapat dimanfaatkan untuk perjalanan menggunakan kereta api komersial jarak jauh maupun menengah di Pulau Jawa dan Sumatera. Menariknya, tiket yang dibeli selama periode promo dapat digunakan untuk keberangkatan hingga 45 hari sejak tanggal pembelian.

Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, program tersebut dihadirkan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api dengan harga yang lebih terjangkau. Ia menambahkan dengan adanya diskon 20 persen tersebut, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan menggunakan kereta api. Kereta api menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, efisien, serta memberikan kepastian waktu karena tidak terhambat kemacetan di jalan raya.

Untuk memperoleh promo tersebut, masyarakat harus membeli tiket secara langsung di booth KAI selama penyelenggaraan Railway Technology Indonesia 2026 pada 28–30 Juli 2026. Diskon berlaku untuk tarif perjalanan penuh maupun parsial sesuai relasi yang tersedia pada kereta api komersial. Namun, promo ini tidak berlaku untuk layanan Suite Class Compartment, Luxury, Priority, Imperial, Panoramic, maupun kereta wisata lainnya.

Selain itu, tarif diskon tidak dapat digabungkan dengan tarif khusus, program reduksi, ataupun promo diskon lainnya. Meski demikian, tiket yang dibeli melalui program ini tetap dapat dibatalkan maupun dijadwalkan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai tambahan informasi, promo ini dapat dimanfaatkan untuk perjalanan hingga 45 hari setelah tanggal pembelian. Sejumlah kereta api yang masuk dalam alokasi promo di antaranya Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Anjasmoro, Manahan, Taksaka, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Merbabu, Senja Utama, Fajar Utama, Progo, Kertajaya, serta kereta api lainnya sesuai alokasi promo.

Contohnya, harga tiket Kereta Api (KA) Anggrek kelas eksekutif relasi Gambir – Surabaya Pasarturi turun dari Rp720.000 menjadi Rp576.000. Sementara KA Manahan kelas eksekutif relasi Gambir – Yogyakarta turun dari Rp570.000 menjadi Rp456.000. Adapun untuk kelas ekonomi, harga tiket KA Progo relasi Pasarsenen – Lempuyangan turun dari Rp275.000 menjadi Rp220.000. Sementara KA Kertajaya relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi turun dari Rp340.000 menjadi Rp272.000.

Berikut ini syarat dan ketentuan bagi masyarakat yang ingin membeli tiket agar bisa mendapatkan diskon 20 persen:
• Pembelian tiket diskon dilakukan di booth KAI selama Railway Technology Indonesia 2026 pada 28–30 Juli 2026.
• Diskon sebesar 20 persen berlaku untuk keberangkatan hingga 45 hari sejak tanggal pembelian.
• Berlaku untuk kereta api komersial jarak jauh dan menengah di Pulau Jawa dan Sumatera.
• Berlaku untuk tarif perjalanan asal–tujuan maupun perjalanan parsial.
• Tidak berlaku untuk Suite Class Compartment, Luxury, Priority, Imperial, Panoramic, dan kereta wisata lainnya.
• Tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya.
• Tiket dapat dibatalkan atau diubah jadwal nya sesuai ketentuan yang berlaku.
• Promo berlaku selama alokasi tempat duduk dan tarif diskon masih tersedia.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Dari Restoran Mewah Sampai Ruang Tidur, Kereta Nusantara Explorer Bakal Manjakan Penumpang Selama Perjalanan

The Nusantara Explorer terus alami perkembangan yang makin tak terduga. Ya, uji coba rangkaian yang dilakukan beberapa hari lalu tersebut, menambah daftar kereta wisata yang tentunya bisa dirasakan masyarakat dengan interior yang makin dimanjakan. Tahap uji coba kecepatan yang dilakukan tim Balai Yasa Surabaya Gubeng membuat yang melihatnya tentu makin penasaran.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentunya terus mematangkan pengembangan The Nusantara Explorer, kereta luxury sleeper terbaru yang dirancang menghadirkan pengalaman perjalanan premium. Saat ini, dua kereta perdana telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior dan menjalani uji statis serta uji dinamis sebagai bagian dari proses pengembangan.

Pengujian tersebut menjadi langkah penting sebelum rangkaian kereta ini memasuki tahap penyempurnaan berikutnya. Nantinya, The Nusantara Explorer akan hadir dengan berbagai fasilitas eksklusif, mulai dari kabin tidur privat, restoran mewah, hingga lounge untuk bersantai selama perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Nusantara Explorer masih berada dalam tahap pengembangan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Ia menambahkan Dari rencana pengembangan rangkaian yang terdiri atas 12 kereta, saat ini dua kereta telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior serta menjalani uji statis dan dinamis. Hasil pengujian akan menjadi bahan evaluasi untuk proses penyempurnaan berikutnya.

KAI merancang The Nusantara Explorer sebagai rangkaian luxury sleeper train yang menawarkan pengalaman perjalanan berbeda dibanding kereta reguler. Rangkaian ini nantinya terdiri atas 12 kereta, meliputi: kereta kabin tidur, Grand Restaurant Lounge, serta kereta pendukung operasional. Seluruh proses modifikasi dan pengembangan dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Salah satu daya tarik The Nusantara Explorer adalah hadirnya tiga pilihan kabin tidur yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, yaitu:
• Signature Class, menawarkan ruang kabin lebih luas dengan fasilitas privat.
• Advance Class, menggabungkan kenyamanan ruang tidur dengan penataan kabin yang efisien.
• Compact Class, hadir dengan desain lebih ringkas namun tetap menyediakan fasilitas istirahat dan ruang penyimpanan yang nyaman.
Dengan pilihan tersebut, pelanggan nantinya dapat menyesuaikan pengalaman perjalanan sesuai kebutuhan dan preferensi.

Gubeng, Angkut Hasil Bumi Hingga Serdadu Belanda, Inilah Stasiun Kebanggaan Arek Suroboyo!

Perjalanan 13 Jam Yogyakarta – Banyuwangi Cukup Rp94.000 dengan KA Sri Tanjung, Catat Jadwal Terbarunya

Perjalanan ke Banyuwamgi memang sudah banyak sekali pilihan dengan kereta api. Dari berbagai arah pun, kereta api hadir menjadi pilihan masyarakat yang ingin berkunjung ke kampung halamannya maupun sekadar berwisata. Apalagi ditambah perjalanan kereta api dengan tarif yang sangat murah, tentu tidak mau terlewatkan bagi masyarakat yang tak mau ribet merogoh kocek terlalu dalam.

Seperti pada perjalanan dari Yogyakarta yang ternyata masih bisa menggunakan kereta dengan tarif yang relatif murah dan bisa langsung hingga Banyuwangi. Bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan biaya hemat, tersedia Kereta Api (KA) Sri Tanjung yang melayani rute Stasiun Lempuyangan hingga Stasiun Ketapang maupun sebaliknya dengan tarif hanya Rp94.000.

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan sejumlah kereta lain yang melayani rute menuju Banyuwangi. Tarif terjangkau itu bisa dinikmati karena KA Sri Tanjung merupakan kereta ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Melalui program subsidi tersebut, masyarakat tetap dapat menikmati transportasi antarkota dengan biaya yang lebih ringan tanpa mengurangi aspek keselamatan dan layanan perjalanan. Tentunya, KA Sri Tanjung menjadi salah satu pilihan favorit bagi penumpang yang ingin bepergian dari Yogyakarta menuju Banyuwangi maupun sebaliknya dengan anggaran terbatas.

Sebagai perbandingan, penumpang yang memilih kereta lain pada rute serupa perlu menyiapkan biaya lebih besar. Misalnya, KA Logawa untuk rute Lempuyangan – Ketapang dibanderol sekitar Rp320.000 untuk kelas ekonomi dan Rp570.000 untuk kelas eksekutif. Sementara KA Wijayakusuma rute Yogyakarta – Ketapang memiliki tarif mulai Rp370.000 untuk kelas ekonomi dan Rp550.000 untuk kelas eksekutif.

Untuk jadwal KA Sri Tanjung yang masih berlaku, berangkat dari Stasiun Lempuyangan pukul 07.00 WIB tiba di Stasiun Ketapang pukul 20.00 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Ketapang pukul 07.33 WIB dan tiba Stasiun Lempuyangan 19.33 WIB. Bagi calon penumpang yang ingin bepergian dari Yogyakarta ke Banyuwangi, KA Sri Tanjung tersedia setiap hari dengan jadwal keberangkatan reguler.

Sekedar pengingat bahwa tingginya minat masyarakat terhadap kereta ekonomi subsidi ini membuat tiket KA Sri Tanjung ini cepat habis. Karena itu, penumpang disarankan memesan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan kursi sesuai jadwal yang diinginkan. Diketahui tentu dengan tingginya jumlah pengguna menunjukkan bahwa kereta bersubsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dengan biaya yang lebih hemat.

Selain mendukung mobilitas, keberadaan KA PSO juga dinilai membantu pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui serta mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Bagi masyarakat yang berencana berlibur ke Banyuwangi atau melakukan perjalanan antarkota dengan anggaran terbatas, KA Sri Tanjung rute Lempuyangan–Ketapang PP seharga Rp 94.000 bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

63 Tahun Lalu Terbang Perdana, Ini Alasan Tupolev Tu-134 Gunakan “Glass Nose”

Hari ini 61 tahun lalu, bertepatan dengan 29 Juli 1963, adalah momen besar dalam dunia penerbangan Rusia, di masa kejayaan Uni Soviet tersebut, terbang perdana pesawat penumpang twin engine regional Tupolev Tu-134. Lantaran sudah uzur, saat ini sudah sangat jarang maskapai yang mengoperasikan Tu-134. Meski begitu, ada satu atau dua maskapai di Rusia yang masih menerbangkan Tu-134, sementara di luar negeri ada Air Koryo dari Korea Utara.

Selain punya keunikan, yakni sebagai satu-satunya pesawat penumpang dengan toilet yang dilengkapi jendela, Tu-134 juga dikenal masih mengadopsi ciri khas pesawat era jadoel, yakni dengan penggunaan glass nose ala pembom strategis zaman perang dingin. Penggunaan “glass nose” pada pesawat penumpang seperti Tupolev Tu-134 terutama dikaitkan dengan kebutuhan navigasi dan visibilitas.

Tupolev Tu-134: Satu-satunya Pesawat Penumpang dengan Toilet yang Dilengkapi Jendela

Pada era sebelum teknologi navigasi canggih seperti GPS dan avionik modern, navigasi visual sangat penting, terutama untuk penerbangan di wilayah terpencil atau saat pendaratan di bandara dengan peralatan navigasi minimal. Glass nose memberikan visibilitas yang lebih baik bagi navigator untuk mengamati lanskap dan landmark.

Pada pesawat seperti Tupolev Tu-134, glass nose memberikan pandangan langsung ke depan dan ke bawah, yang sangat berguna bagi navigator yang bertugas memandu pesawat, terutama selama fase penerbangan rendah dan pendaratan. Beberapa pesawat menggunakan glass nose untuk menempatkan peralatan navigasi atau instrumen lainnya yang memerlukan pandangan langsung keluar pesawat. Ini termasuk perangkat seperti radar cuaca, peralatan pengintai, atau kamera.

Banyak pesawat penumpang awal, termasuk Tupolev Tu-134, dikembangkan dari atau dipengaruhi oleh desain pesawat militer. Pesawat pembom dan pengintai sering menggunakan glass nose untuk memberikan visibilitas yang lebih baik kepada kru, dan desain ini diteruskan ke beberapa pesawat penumpang awal.

Seiring dengan kemajuan teknologi navigasi, kebutuhan untuk glass nose berkurang. Navigasi berbasis radar dan sistem navigasi elektronik mengurangi ketergantungan pada pengamatan visual.

Varian selanjutnya dari Tupolev Tu-134 dan pesawat penumpang modern lainnya menghilangkan glass nose karena sudah tidak diperlukan lagi. Peningkatan dalam avionik dan sistem navigasi otomatis memungkinkan penerbangan yang lebih efisien dan aman tanpa perlu visibilitas tambahan dari glass nose.

Tupolev Tu-116 – Pesawat VVIP Soviet dari Plaftorm Pembom Strategis Tu-95 Bear

FAA Peringatkan Potensi Bahaya Kursi Salah Pasang pada Ratusan Pesawat Boeing 737 MAX

Keselamatan dan kenyamanan penumpang udara kembali menjadi sorotan. Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) menerbitkan usulan petunjuk kelaikan udara (Airworthiness Directive) terkait ditemukannya indikasi pemasangan kursi penumpang yang tidak presisi pada armada Boeing 737 MAX.

Peringatan wajib ini menargetkan setidaknya 453 unit pesawat Boeing 737 MAX yang terdaftar dan beroperasi di wilayah Amerika Serikat. Pihak regulator mengungkapkan telah menerima laporan bahwa sejumlah rangkaian kursi penumpang tidak terpasang secara benar pada rel pengunci (seat track) di dalam kabin pesawat.

FAA menegaskan bahwa posisi penguncian kursi yang tidak sempurna berisiko fatal apabila pesawat mengalami guncangan hebat (turbulensi ekstrem), beban gravitasi tinggi, atau saat melakukan prosedur pendaratan darurat. Kursi dapat terlepas dari rel pengikatnya dan bergeser dari posisi semula.

Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan cedera fisik secara langsung bagi penumpang dan awak kabin, tetapi juga dapat menciptakan hambatan serius di lorong utama (aisle). Jika rangkaian kursi bergeser atau lepas, lorong evakuasi darurat bisa tertutup, sehingga berisiko memperlambat proses penyelamatan seluruh penumpang saat situasi krisis.

Menurut data teknis regulator, setiap satu unit pesawat Boeing 737 MAX memiliki hingga 69 rangkaian kursi yang terpasang pada rel kabin. Kendati jumlahnya mencapai ratusan unit pesawat yang harus diperiksa, prosedur perbaikan dilaporkan relatif sederhana.

Proses pemeriksaan dan penyesuaian penguncian rel diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam kerja untuk setiap rangkaian kursi, tanpa memerlukan komponen pengganti. Pihak Boeing sendiri menyatakan dukungan penuhnya terhadap instruksi kelaikan udara yang dikeluarkan oleh FAA demi menjamin standar keselamatan penerbangan tertinggi.

Meski usulan instruksi FAA ini secara hukum mengikat pesawat yang terdaftar di Amerika Serikat, regulator penerbangan sipil di berbagai negara termasuk Indonesia biasanya turut mencermati dan mengadopsi direktif FAA sebagai pedoman keselamatan armada nasional yang mengoperasikan tipe pesawat serupa.

Inilah Rahasia Mengapa Kursi Pesawat Penumpang Bisa Sedemikian Kuat