Tips Aman dan Nyaman Untuk Penerbangan Bagi Lansia

www.nytimes.com

Dalam beberapa kasus, para penumpang lansia (lanjut usia) masih kerap kesulitan memperoleh kenyamanan saat berada di bandara ataupun di dalam penerbangan. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi bahwa penumpang tersebut adalah orang tua (lansia).

Padahal bila dari awal sudah diberitahu penumpang tersebut adalah seorang lansia, biasanya baik otoritas bandara ataupun pihak maskapai akan memberikan fasilitas untuk para penumpang lansia. Manager Kelompok Perjalanan AAA New York, Jill Rosenberg mengatakan, tidak ada tagihan lain untuk hak yang harus didapat oleh para lansia. Ini dikarenakan Rosenberg pernah merasakan sendiri bagaimana mertua dan kliennya yang lansia berjuang untuk melalui jalur check in dan keamanan di bandara.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com, memberikan beberapa tips terbang yang aman dan nyaman untuk para penumpang lansia. Biasanya, penumpang lansia yang memiliki masalah kesehatan serius mendapatkan beberapa perlindungan dari pihak bandara maupun maskapai. Air Carrier Acces Act memberikan asuransi untuk para penumpang dengan gangguan fisik atau mental dan tidak menutup berapapun usia mereka (penumpang dengan emphysema/paru-paru yang membutuhkan tabung oksigen portabel). Dalam pembaruan peraturan federal yang berlaku tahun 2009 lalu, bahwa bagi para penumpang yang membutuhkan kursi roda harus disediakan bersamaan pada waktu yang tepat. Tak hanya itu, untuk penumpang lansia yang bergeraknya lebih lambat dan tidak cacat masih banyak terintimidasi oleh pihak bandara.

Karena masalah ini, banyak keluarga penumpang lansia yang rela menghabiskan ribuan dolar untuk terbang bersama keluarganya menggunakan jet pribadi. Tetapi, untuk Anda yang tidak memiliki dana lebih hanya bisa mengikuti prosedur yang ada untuk melakukan perjalanan. Berikut ini tips yang bisa Anda gunakan saat untuk membawa orang tua (lansia) saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

1. Pemesanan
Para pengamat merekomendasikan untuk membuat permintaan saat melakukan pemesanan penerbangan. Adapun yang bisa diminta adalah tempat duduk dengan ruang kaki tambahan. Rosenberg dari AAA mengatakan, beberapa dari kursi tersebut merupakan sekat biasa atau tempat duduk lainnya. Selain itu para lansia atau disabilitas harus mendapat catatan dari dokter bahwa penumpang bisa hadir saat chek in. Sebab bila terjadi sesuatu dalam penerbangan, pramugari akan membantu dan tidak memandang penumpang tersebut dari kelas ekonomi maupun bisnis.

Saat memesan tiket penerbangan, baiknya pesan juga kursi roda bila memang benar-benar membutuhkannya. “Saat ini Delta Airlines menawarkan kursi roda di empat bandaranya yakni Kennedy (New York), Hartsfield-Jackson (Atlanta), Cincinnati (Nothern Kentucky Internasional) dan Salt Lake City,” ujar juru bicara Delta, Morgan Durrant.

2. Bandara
Jika Anda tidak bisa mengantarkan penumpang lansia, baiknya gunakan jasa pengangkutan medis. Seorang peneliti dari University of Missouri Hospital, James D Stowe mengatakan Independent Transportation Network of America (itnamerica.org) dapat membantu mengarahkan penumpang dengan pengemudi yang sudah terbiasa dengan masalah seperti mengangkat masuk ataupun keluar dari mobil. Tarif rata-rata jasa ini US$11,50 untuk perjalanan sejauh lima mil. Daat ini ITN sudah ada di California, Maine dan 15 negara bagian lainnya.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

3. Check in
Untuk membantu penumpang lansia, sebenarnya bandara memberikan layanan gratis. Tetapi bila ingin membayar saat langsung bisa saja seperti yang diberlakukan oleh American Airlines dengan program Five Star Service, dimana seorang petugas yang membantu para lansia bisa menyeberangkan jalan. Untuk biaya penerbangan domestik yakni $125 per orang dan $200 untuk dua orang, sedangkan internasional adalah $200 untuk satu atau dua orang. Sedangkan Royal Airport Concierge Service menetapkan tarif $150 untuk New York dan $250 untuk bandara lainnya di seluruh negeri. Dengan tarif ini, penumpang bisa mendapatkan bantuan pemeriksaan tas dan mengantar sampai tempat tunggu dan biasanya sebelum menjemput, petugas tersebut sudah datang satu jam sebelum penumpang datang dan memastikan kursi roda tersedia.

4. Keamanan dan Boarding
Senator negara bagaian Michael N Ganaris, Demokrat Queens yang sudah sering menangani masalah hak penumpang mengatakan, bahwa penumpang lansia harus memberitahu mengenai kondisi medis apapun yang diderita. Jika terjadi insiden yang kurang baik, dirinya mengatakan, penumpang harus mendapatkan nama petugas tersebut dan mengajukan keluhan ke bagain administrasi keamanan.

Beberapa maskapai seperti American Airlines mengijinkan penumpang lansia atau disabilitas untuk melakukan pengurusan di bagian keamanan dan boarding. Namun, pengantar harus memberikan nama lengkap, tanggal lahir dan surat berhaga yang dikeluarkan oleh pemerintah. Direktir Pelaksana Operasi Bandara untuk American Airlines, David Vance mengatakan, untuk meminta agar bisa membantu penumpang lansia ini harus dilakukan dalam waktu satu hari sebelum keberangkatan.

“Ini semua harus tepat, mereka membatasi satu orang pengantar untuk satu penumpang. Jadi Anda tidak bisa melihat keluarga dari gerbang selain orang yang mengantar,” ujar Vance.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Sedangkan JetBlue memiliki dua program yang menargetkan kemanan dan proses boarding. Even More Speed tersedia di 24 kota, ini untuk mempercepat screening keamanan. Sedangkan Even More Space ditawarkan untuk semua penerbangan dimana akses awal hingga ke ruang tunggu. Ketersediaan layanan ini bervariasi di antara bandara dan menghabiskan biaya $10-$65 untuk setiap kali perjalanan. Juru bicara JetBlue, Allison Steinberg mengatakan bila penumpang membayar Even More Space maka akan mendapatkan Even More Speed. “Ini adalah layanana yang digunakan untuk membantu penumpang, terutama penumpang lansia,” ujarnya.

Untuk mengatur perjalanan yang kurang mengintimidasi untuk penumpang lansia baiknya direncanakan lebih dulu. Mac Farlen dari Medaire mengatakan, bahwa maskapai penerbangan benar-benar ingin membantu. “Jangan ragu untuk meminta bantuan kru,” ujarnya