Dukung Program ESG, KAI Services Adopsi Bahan Ramah Lingkungan untuk Kemasan Produk

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan, KAI Services mendukung program Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari pengelolaan sampah di stasiun dan kereta api, penggunaan bahan ramah lingkungan, hingga inisiatif edukasi kepada pelanggan. semua ini dilakukan untuk mewujudkan transportasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan Sosialisasi penggunaan kemasan produk yang ramah lingkungan digelar bersama gathering dengan teman-teman yang bergerak dibidang ramah lingkungan pada Jumat (6/12) di Loko Cafe Gambir. Hadir dalam kegiatan ini teman-teman yang mewakili berbagai komunitas seperti Koalisi Ekonomi Membumi, Bumi Lestari Ekosistem Sejahtera, Pelepah, Game changer Program serta hadir juga Praktisi Corporate Communication, Zulfikar Akbar.

Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Dalam acara ini, KAI Services berdiskusi dan menerima masukan dari teman-teman yang bergerak dibidang ramah lingkungan mengenai salah satunya penggunaan Wooden cutlery yang ramah lingkungan pada kemasan produk Kuliner Kereta. Berbagai masukan diberikan, seperti salah satunya masukan dari  Kevin Anandika dari Game Changer Program yang mengatakan, apakah penggunaan bahan yang ramah lingkungan untuk kemasan produk di Kuliner Kereta akan berkelanjutan. Ada juga Rengkuh Banyu darI Pelepah yang memberi masukan penggunaan wadah-wadah ramah lingkungan yang bisa jadi alternatif untuk kemasan produk Kuliner Kereta.

Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dan upaya KAI Services mendukung program ESG sekaligus meningkatkan kesadaran pelanggan kereta api akan pentingnya keberlanjutan alam serta gaya hidup ramah lingkungan.

Sebagai perusahaan yang melayani sektor transportasi, KAI Services menyadari perjalanan berkelanjutan tidak hanya terjadi di jalur rel, tetapi juga dalam cara kita menjaga bumi yang menjadi rumah kita bersama.

Menurut Director of Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, KAI Services sebagai perusahaan percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya sebuah pilihan, melainkan kewajiban moral dan tanggung jawab bersama.

Program ESG yang kami jalankan bukan sekadar inisiatif formal, tetapi merupakan upaya nyata untuk melahirkan inisiatif strategis yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang berintegritas.

”Perlu bagi kami di KAI Services untuk mendapatkan banyak insight dari teman-teman komunitas penggagas dan penggiat ramah lingkungan. Dengan demikian kami dapat lebih banyak dan berdiskusi dan mendapat masukan mengenai hal-hal serta upaya apa yang dapat kita lakukan bersama untuk memperluas jangkauan serta ide – ide kreatif yang dapat diterapkan dengan efektif di Perusahaan kami. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari komunitas, kami yakin bahwa kita dapat bersama-sama menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kepada para pelanggan kereta api, bahwa setiap perjalanan bisa menjadi langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau.” ujar Lies.

Lies menambahkan, KAI Services juga mengajak kita semua untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi ide, menyusun rencana, dan memperkuat kolaborasi. ”Mari kita manfaatkan momentum ini untuk menciptakan program-program yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu menginspirasi tindakan nyata di kalangan pelanggan dan masyarakat luas,” ujar Lies.

Bakso Popso, Kuliner ‘Mujarab’ dalam Dinginnya Gerbong Kereta

Menteri BUMN Arahkan Tiga Maskapai Plat Merah Tambah Armada Pesawat dari Boeing

Tiga maskapai plat merah, yaitu Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air, telah mendapatkan arahan untuk menambah armada pesawatnya. Namun, secara khusus penambahan pesawat tersebut merujuk kepada manufaktur dirgantara asal Amerika Serikat, Boeing.

Seperti dikutip Jakarta Globe, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menginstruksikan maskapai nasional, Garuda Indonesia, maskapai berbiaya rendahnya Citilink, dan Pelita Air milik PT Pertamina, untuk membeli lebih banyak pesawat Boeing buatan Amerika Serikat.

Hingga 30 September 2024, Garuda Indonesia telah mengalokasikan total Rp494 miliar (US$31,25 juta) sebagai pembayaran di muka untuk akuisisi pesawat.

Baca juga: Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air, “Masih Dalam Tahap Awal”

Arahan tersebut muncul setelah pertemuan antara Erick Thohir dan perwakilan bisnis Amerika, termasuk Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir dan pejabat Boeing, di kantor Kementerian BUMN di Jakarta pada hari Kamis. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembicaraan yang sedang berlangsung setelah roadshow Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini ke beberapa negara, termasuk AS.

Erick menekankan perlunya kolaborasi dengan Boeing sebagai bagian dari upaya untuk membangun kembali sektor penerbangan Indonesia, yang telah sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia hanya mengoperasikan 390 pesawat, jauh dari target 700 pesawat yang ditetapkan sebelum pandemi. “Solusi seperti ini membutuhkan kerja sama, baik dengan Boeing, Airbus, Comac China, atau produsen pesawat Rusia,” katanya.

Di antara berbagai lessor pesawat, Thohir memprioritaskan pembelian pesawat Boeing, yang bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan dengan AS dan memperkuat hubungan antara BUMN Indonesia dan pasar Amerika.

Sebelum melanjutkan, Thohir berencana untuk memastikan bahwa peta jalan pengadaan yang terperinci telah ditetapkan, yang memungkinkan perusahaan leasing untuk bernegosiasi langsung dengan Garuda, Citilink, dan Pelita Air. Ia juga berharap negosiasi ini akan meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan AS. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar US$13,55 miliar dengan AS hingga Oktober.

Laporan keuangan Garuda Indonesia untuk 30 September 2024, menunjukkan maskapai tersebut telah menyisihkan Rp494 miliar untuk pembayaran uang muka pesawat. Jumlah tersebut terdiri dari pesawat Boeing sebesar Rp383,49 miliar, pesawat Airbus sebesar Rp77,59 miliar, dan pesawat ATR 72-600 sebesar Rp33,13 miliar. Hingga September 2024, armada Garuda berjumlah 159 pesawat, turun signifikan dari 210 pesawat sebelum pandemi, dengan penurunan terbesar terjadi pada periode 2021-2022.

Sebelumnya, Garuda telah menandatangani perjanjian pembelian 50 pesawat Boeing 737 Max 8 pada 12 September 2014. Namun, hingga 31 Desember 2021, masih ada 49 unit yang belum terkirim akibat insiden Boeing 737 Max 8.

Cegah Turunnya Angka Kelahiran, Pemerintah Tokyo Luncurkan Program Kerja Empat Hari dalam Seminggu

Tokyo, ibu kota Jepang, memperkenalkan minggu kerja empat hari bagi pegawai kota dalam upaya untuk meringankan beban orang tua dan mendukung keluarga muda.

Perubahan kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan banyak pasangan Jepang enggan memiliki anak. Angka kelahiran yang menurun tahun lalu turun ke rekor terendah 1,2 anak yang diharapkan per wanita selama hidupnya.

Seperti dikutip Newsweek, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengumumkan minggu ini bahwa, mulai bulan April, pegawai pemerintah metropolitan akan memiliki pilihan untuk mengambil cuti tiga hari setiap minggu. “Kami akan terus meninjau gaya kerja kami secara fleksibel sehingga tidak ada yang harus meninggalkan karier mereka karena peristiwa kehidupan seperti melahirkan dan mengasuh anak,” kata Koike dalam pidato kebijakan di sesi reguler keempat Majelis Metropolitan Tokyo.

Melancong ke Tokyo, Pilih Turun Dimana? Bandara Haneda atau Narita?

“Sekaranglah saatnya bagi Tokyo untuk mengambil inisiatif guna melindungi dan meningkatkan kehidupan, mata pencaharian, dan ekonomi rakyat kita selama masa-masa yang penuh tantangan bagi negara ini,” tambahnya.

Banyak pekerja kota Tokyo menikmati fleksibilitas, seperti dapat memilih kapan harus masuk dan keluar dan pilihan untuk mengambil cuti satu hari kerja setiap empat minggu.

Dalam sambutannya, Koike juga mengumumkan kebijakan terpisah untuk mengizinkan orang tua siswa kelas satu hingga tiga untuk pulang kerja hingga dua jam lebih awal dengan imbalan gaji yang sedikit dikurangi.

Masalah demografi Jepang terus memburuk, menimbulkan pertanyaan tentang dampak jangka panjang pada ekonomi terbesar kedua di Asia tersebut.

Antara Januari dan Juni, negara itu hanya mencatat 350.074 kelahiran—penurunan hampir 6 persen dari tahun ke tahun dan angka enam bulan terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1969. Sementara itu, kematian meningkat sebesar 2 persen menjadi 811.819, yang merupakan rekor baru dalam 55 tahun. Hampir 30 persen penduduk Jepang kini berusia di atas 65 tahun.

Angka kesuburan, atau jumlah rata-rata anak yang diharapkan dimiliki seorang wanita dalam hidupnya, turun ke rekor terendah 1,2 tahun lalu. Jumlah pernikahan juga turun menjadi 474.717, jumlah paling sedikit sejak Perang Dunia II.

Kementerian Kesehatan Jepang telah memperingatkan bahwa negara itu hanya memiliki beberapa tahun lagi untuk membalikkan penurunan demografinya. Sebagai tanggapan, pemerintah pusat dan daerah telah meluncurkan berbagai inisiatif, mulai dari tunjangan tunai per anak hingga aplikasi perjodohan, dalam upaya untuk meningkatkan angka kelahiran.

Pemerintah telah mendorong perusahaan untuk mengadopsi empat hari kerja seminggu sejak 2021. Namun, Associated Press melaporkan bahwa hanya sekitar 8 persen perusahaan yang telah menerapkan kebijakan tersebut.

Sebuah studi tahun 2022 oleh Universitas Cambridge—uji coba terbesar di dunia untuk minggu kerja empat hari—menemukan bahwa 71 persen karyawan melaporkan tingkat kelelahan yang lebih rendah, sementara 30 persen merasa kurang stres. Studi tersebut juga menemukan penurunan 57 persen dalam pergantian staf selama periode uji coba enam bulan.

Mulai Januari 2025, Air Canada Kenakan Biaya pada Penumpang yang Membawa Tas Jinjing ke dalam Kabin

Dengan meningkatnya biaya operasional, maka maskapai penerbangan harus pasang ‘kuda-kuda’ untuk meningkatkan pendapatan, terdengar kontroversial, maskapai besar asal Kanada dikabarkan berencana untuk mengenakan biaya kepada penumpang yang membawa tas jinjing (carry-on bags) ke dalam pesawat, yang kemudian memicu protes dari publik, yang menyebut hal tersebut tidak dapat diterima.

Mulai Januari 2025, Air Canada akan mengenakan biaya tambahan kepada penumpang kelas ekonomi dasar karena membawa tas jinjing yang lebih besar dari tas tangan atau ransel kecil. Biaya tersebut akan berlaku untuk penerbangan di Amerika, menurut Miami Herald.

Penumpang yang memilih opsi tarif yang terjangkau akan dikenakan biaya $25 untuk tas jinjing pertama mereka — yang mencakup tas beroda dan ransel besar — ​​dan tambahan $36 untuk tas kedua.

Wow, Ada Awak Kabin Southwest di Bagasi Kabin! Lagi Ngapain Ya?

Jika penumpang gagal membayar saat memesan tiket atau check in untuk penerbangan mereka, mereka akan dikenakan biaya tambahan di bandara sebesar $46.

Air Canada mengatakan bahwa kebijakan baru, yang akan dimulai pada 3 Januari 2025, “menyelaraskan struktur tarif maskapai dengan penawaran tarif serupa oleh maskapai Kanada lainnya,” menurut Miami Herald, meskipun telah menuai pengawasan dari anggota parlemen Kanada.

“Katakan saja saya tidak begitu senang hari ini dengan apa yang saya dengar dari Air Canada,” Menteri Transportasi Federal Anita Anand menyatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini. “Saya pikir mereka perlu memeriksa orang-orang yang menjadi target mereka dengan biaya tambahan ini. Itu tidak dapat diterima.”

Tidak itu saja, pada 21 Januari 2025, Air Canada juga akan mengenakan biaya kepada penumpang berbiaya rendah untuk mengubah tempat duduk yang ditetapkan secara otomatis saat check-in, sebuah kebijakan, menurut Miami Herald, yang mendapat reaksi keras dari pelanggan awal tahun ini.

Kebijakan barang bawaan Air Canada mengikuti jejak maskapai penerbangan berbiaya rendah yang mengenakan biaya tambahan untuk barang bawaan yang lebih besar dari satu barang pribadi gratis.

Frontier, misalnya, telah menghadapi kritik karena memberi insentif kepada agen gerbang untuk menangkap pelanggan yang mencoba menyelundupkan barang bawaan dan menghindari biaya, meskipun CEO Frontier Barry Biffle menggandakan kebijakan tersebut minggu ini.

Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Mulai 1 Desember, Pelancong Ke Malaysia Harus Lengkapi ‘Kartu Kedatangan Digital’ 3 Hari Sebelum Tiba

Malaysia telah memberlakukan persyaratan perjalanan baru untuk pengunjung internasional, yang berlaku mulai 1 Desember 2024. Semua pelancong yang menuju ke negara jiran tersebut kini harus melengkapi Kartu Kedatangan Digital Malaysia – Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) sebelum kedatangan.

Inisiatif baru ini dirancang untuk memperlancar proses imigrasi dan meningkatkan protokol keamanan di perbatasan Malaysia.

MDAC harus diisi dalam waktu tiga hari sebelum memasuki Malaysia, dengan memberikan informasi perjalanan dan kesehatan yang diperlukan. Setelah diisi, pelancong diharuskan mencetak salinan formulir untuk ditunjukkan di konter imigrasi. Petugas imigrasi akan memeriksa ulang MDAC bersama paspor pelancong, yang harus tetap berlaku setidaknya selama enam bulan sejak tanggal masuk.

Malaysia Lebih Banyak Dapatkan Akses ‘Free Visa’ Ketimbang Indonesia, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Meskipun sebagian besar pelancong diharuskan untuk melengkapi MDAC, ada pengecualian khusus. Pengecualian ini berlaku untuk penduduk tetap Malaysia, pemegang izin Sistem Izin Otomatis Malaysia (MACS), dan pelancong yang transit atau pindah melalui Singapura tanpa menjalani izin imigrasi. Untuk daftar lengkap pengecualian dan perincian lebih lanjut, para pelancong disarankan untuk mengunjungi situs web MDAC milik Departemen Imigrasi.

Pengenalan MDAC merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Malaysia untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi prosedur imigrasinya. Dengan mengumpulkan data penting para pelancong terlebih dahulu, sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses imigrasi, mengurangi waktu tunggu, dan meminimalkan kepadatan di pos pemeriksaan perbatasan.

Inisiatif ini juga berkontribusi pada upaya Malaysia yang lebih luas untuk menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan perjalanan internasional yang lancar karena dunia terus beradaptasi dengan kondisi pascapandemi.

Para pelancong yang merencanakan perjalanan ke Malaysia diimbau untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang setiap perubahan persyaratan MDAC guna memastikan kelancaran masuk ke negara tersebut.

Sambut Libur Nataru 2024, KAI Services Siapkan Layanan KAI Services Facility Care 

Menghadapi masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, KAI Services menyiapkan berbagai pelayanan untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang termasuk menjaga kebersihan stasiun. KAI Services menghadirkan layanan KAI Services Facility Care yang akan memberikan pengalaman yang berbeda dengan menghadirkan petugas cleaning khusus yang siap melayani pengunjung stasiun dan penumpang kereta api terhadap kebutuhan  layanan kebersihan.

Layanan KAI Services Facility Care ini akan menghadirkan petugas yang akan tersebar di beberapa stasiun antara lain, Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiara Condong, Cirebon Kejaksaan, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Dengan total jumlah petugas sebanyak 145 personil. Untuk tugas pokok mereka nantinya akan membantu petugas cleaning eksisting menjaga dan mempertahankan kebersihan (pembersihan dan pengeringan) area toilet.

Bertarung Melawan Bau Busuk, Inilah Peran Petugas Pembersih Limbah Toilet Kereta

Para petugas KAI Services Facility Care ini nantinya akan bertugas melakukan mobile cleaning untuk memastikan dan menjaga area yang menjadi titik berkumpul pengunjung dan juga memastikan toilet stasiun terjaga kebersihannya agar penumpang merasakan kenyamanan selama berada di stasiun. Selain itu, petugas juga memastikan agar toilet tersedia bahan yang consumable serta para petugas juga wajib melakukan pembersihan setelah toilet digunakan pengunjung.

Selain itu, untuk mendukung masa libur Nataru yang akan dimulai tanggal 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025  ini, terdapat penambahan personil unit Cleaning KAI Services yakni untuk petugas On Trip Cleaning (OTC) sebanyak 202 orang serta penambahan petugas cuci kereta yakni 124 orang petugas.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services akan menyiapkan pelayanan terbaik selama masa Nataru 2024 yang akan dimulai tanggal 19 Desember 2024 sampai dengan tanggal 5 Januari 2025. Semua unit bisnis KAI Services akan memberikan pelayanan terbaik selama masa Nataru 2024 termasuk unit cleaning yang akan menghadirkan layanan KAI Services Facility Care.

“Salah satu yang kita hadirkan dalam masa Nataru 2024 ini adalah layanan KAI Services Facility Care yang akan memberikan layanan kebersihan di stasiun serta memastikan toilet stasiun selalu dalam keadaan bersih agar para penumpang merasakan kenyamanan saat berada di stasiun,” ujar Firhan.

LRT Jabodebek Catat Rekor Pengguna Harian dan Tambah Perjalanan Akhir Pekan pada November 2024

LRT Jaodebek mencatatkan total 2.033.103 pengguna pada bulan November 2024. Rata-rata jumlah pengguna pada hari kerja mencapai 83.609, sementara pada akhir pekan tercatat 36.096 pengguna.

Pada 26 November 2024, LRT Jabodebek mencatatkan rekor jumlah pengguna harian tertinggi sejak diresmikan pada 28 Agustus 2023, dengan total 94.172 pengguna. Angka ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek telah menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi yang efisien, nyaman dan dapat diandalkan.

LRT Jabodebek Uji Coba Aturan Membawa Sepeda Standar pada Akhir Pekan

Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak pada November 2024 yakni Stasiun Dukuh Atas BNI, Harjamukti, dan Kuningan. Stasiun Dukuh Atas BNI mencatatkan 312.364 pengguna tap in dan 276.789 pengguna tap out, disusul Stasiun Harjamukti dengan 231.860 pengguna tap in dan 240.456 pengguna tap out, serta Stasiun Kuningan dengan 186.180 pengguna tap in dan 178.908 pengguna tap out.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa LRT Jabodebek sangat menghargai kepercayaan masyarakat yang terus terjaga. “Hal ini memotivasi LRT Jabodebek untuk terus berinovasi dan memastikan layanan tetap menjadi pilihan bagi masyarakat Jabodebek,” ujar Mahendro.

Sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan pengguna, LRT Jabodebek menambah 10 perjalanan pada akhir pekan mulai 23 November 2024. Penambahan ini bertujuan memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi para pengguna, terutama pada akhir pekan yang semakin ramai. Selain itu, LRT Jabodebek berhasil mempertahankan ketepatan waktu yang baik, dengan angka 98,68% pada bulan November, lebih tinggi dibandingkan 98,32% pada bulan Oktober.

Bulan November juga menjadi momen penting dengan peresmian naming right Stasiun Dukuh Atas menjadi Stasiun Dukuh Atas BNI. Langkah ini juga menandakan bahwa LRT Jabodebek semakin dikenal sebagai mitra strategis dalam kerjasama branding, dengan berbagai peluang kemitraan yang terbuka untuk mendukung pengembangan lebih lanjut. LRT Jabodebek juga terus membuka peluang bagi mitra yang tertarik untuk bekerja sama dalam berbagai bentuk kemitraan, guna memperluas jangkauan layanan dan mendukung pengembangan transportasi publik di Jabodebek.

Dengan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, LRT Jabodebek berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap mobilitas masyarakat Jabodetabek dan mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.

Pernah Dengar dan Tahu Makna Ferry Flight? Simak di Sini Jika Belum

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah ferry flight di dunia penerbangan. Namun, riset sederhana redaksi, belum banyak yang mengetahui hal itu sekalipun sering atau pernah mendengar. Di samping itu, ferry flight diartikan berbeda-beda dan saling bertolakbelakang satu sama lain.

Baca juga: Dari Bandung ke Paris, N250 Jadi Pesawat Buatan Asia Pertama yang Lakoni Ferry Flight Lintas Benua

Penerbangan ferry flight belakangan mulai kembali pamor di Indonesia setelah wabah Covid-19 melanda. Sebab, di beberapa kasus, maskapai di Indonesia mau tak mau menjalankan penerbangan ferry flight untuk menjemput warga negara Indonesia (WNI) di suatu negara atau memulangkan warga negara asing (WNA) kembali ke negaranya, untuk kemudian kembali ke Indonesia sebagai penerbangan ferry flight.

Selain saat wabah Covid-19 menerjang, pamor ferry flight juga sempat massif diperbincangkan saat pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus 330-900neo PK-GHE dengan nomor penerbangan GA 9721 rute Toulouse-Jakarta, tahun lalu tiba di Jakarta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Rabu (27/11) malam.

Penerbangan ferry flight pesawat tersebut dinilai ilegal, sebab pesawat membawa serta kargo yang tak ada hubungannya dengan penerbangan itu sendiri, yakni Harley-Davidson Electra-Glide Shovelhead rakitan 1970 dan dua unit sepeda Brompton. Akibat kejadian itu, Direktur Utama Garuda Indonesia saat itu, Ari Askhara, selaku pemilik barang tersebut akhirnya dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis, 5 Desember 2019.

Padahal, menurut dokumen Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) berjudul Attribute Values keluaran 29 April 2013 lalu, seperti dilihat KabarPenumpang.com, menyebut ferry flight atau ferry flying adalah penerbangan non komersial yang diterbangkan untuk tujuan atau maksud tertentu, seperti menjalankan perawatan rutin.

Penerbangan ferry flight juga kerap diberlakukan bagi suatu maskapai penerbangan saat membuka rute baru, dimana pesawat saat terbang tidak membawa penumpang atau dalam keadaan kosong, dari dan ke luar serta dalam negeri.

Singkatnya, dari kacamata penerbangan ferry flight yang dirilis ICAO, GA 9721 sah-sah saja, sebab sesuai pengertian ferry flight lembaga tersebut serta tak dijelaskan lebih rinci turunan dari itu. Namun, tidak demikian dengan ferry flight menurut regulator penerbangan sipil Indonesia, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Ketika Fly by Wire Dianggap Usang, Teknologi Fiber Optic “Fly by Light” Bersiap Gantikan

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub saat itu, Polana B. Pramesti, kepada wartawan, menyebut pengiriman pesawat menggunakan penerbangan ferry flight baik dalam dan luar negeri, wajib memiliki persetujuan terbang (flight approval/FA). Selain itu, tidak diperbolehkan untuk membawa kargo dan penumpang dengan tujuan komersial.

Bila terdapat kargo dan penumpang yang harus diangkut, imbuhnya, hal itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan guna mendukung operasional penerbangan ferry flight tersebut; seperti awak pesawat tambahan/extra crew, teknisi pesawat udara, inspektur penerbangan, komponen pesawat udara, dan peralatan.

Bridge Above The Tracks, Stasiun Ini Padukan Konsep Natural dan Hi-Tech

Sebentar lagi kota Afragola, Naples di Italia akan memiliki sebuah prasarana transportasi modern yang diharapkan dapat menunjang kesejahteraan warganya. Adalah Rete Ferroviaria Italiana (RFI), operator kereta api milik Italia yang akan bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek pembangunan stasiun tersebut. Adapun tujuan dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan prasarana transportasi umum di kota metropolitan.

Baca juga: Stasiun Malang, Pertahankan Gaya Nieuwe Bouwen Bersiap Direnovasi

Stasiun ini nantinya akan digunakan oleh semua kereta berkecepatan tinggi di jalur kereta cepat Roma-Naples dan akan diintegrasikan dengan jalan-jalan utama dan jalur kereta api regional. Ke depannya, para penumpang kereta cepat tersebut dapat transit di stasiun ini untuk berpindah kereta dari kereta cepat ke layanan kereta lain. Sebenarnya, ide pembangunan stasiun ini sudah ada sejak tahun 2003 silam, namun karena terbentur masalah finansial akhirnya pembangunan tersebut terpaksa ditunda.

Pembangunan stasiun yang dilaksanakan oleh Astaldi Group, sebuah perusahaan konstruksi multinasional asal Italia terhitung sejak bulan Februari 2015 silam dan pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini. Pembangunan stasiun Afragola di Naples akan menjadi proyek pertama dan yang utama dari rencana pembangunan perkotaan.

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Pembangunan ini dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan seluruh aspek dengan berbagai proyek, seperti laboratorium berteknologi tinggi, pusat eksperimen pertanian, peralatan olah raga, dan tempat pameran. Ialah seorang arsitek kelahiran Inggris, Dame Zaha Mohammad Hadid, DBE, RA dari Zaha Hadid Architects yang merancang pembangunan dari stasiun yang menggabungkan aspek natural namun berteknologi tinggi.

Penggunaan kaca-kaca besar yang menyelimuti bangunan inti membuat bentuk stasiun menyerupai  kereta yang sedang bergerak. Bentuk stasiun pun bisa dibilang cukup unik karena mirip dengan sebuah jembatan yang berdiri kokoh di atas jalur kereta, maka dari itu, tidak sedikit orang yang menjulukinya sebagai bridge above the tracks. Pembangunan stasiun berbentuk jembatan ini  bertujuan agar tidak mengganggu aktifitas lain di jalan sekitarnya. Pada bagian atas stasiun akan digunakan sebagai titik temu dan tempat menunggu para penumpang kereta. Dengan kata lain, dipastikan bagian atas stasiun akan berukuran sangat besar mengingat fungsi dari ruang tersebut.

Baca juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia

Stasiun baru ini akan bertempat di sebelah utara dari pusat kota, kurang lebih jaraknya sekitar 3km. Ini akan menjadi semacam pintu gerbang menuju kota sekaligus menjadi katalisator bagi pembangunan masa depan. Bangunan stasiun empat tingkat ini akan menduduki area seluas 20.000 m², dengan kemungkinan perluasan sekitar 10.000 m².

Adapun fasilitas yang dapat dijumpai dalam stasiun ini adalah gerai ritel dan beberapa layanan lain yang ditempatkan pada sebuah koridor yang lebar, sehingga keberadaannya tidak mengganggu aktifitas calon penumpang yang melewati tempat tersebut. Stasiun ini juga akan dilengkapi oleh 1.400 tempat parkir mobil dan permberhentian bus. Para calon penumpang juga dapat menyantap berbagai penganan yang disediakan oleh beberapa restoran, bar, dan kafe yang berada di atas area tunggu.

Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya

Diam-diam menghanyutkan, mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan jembatan Pamban di India. Bagaimana tidak, kereta api yang Anda tumpangi akan membelah laut dengan mediator jembatan ini. Jembatan yang menghubungkan kota Rameswaram di Pulau Pamban menuju daratan India ini terbentang di atas selat Palk.

Adapun rencana pembangunan jembatan ini telah diusulkan sejak 1870, ketika British Administrations sedang mencari cara untuk mendongkrak segi perdagangan dengan Ceylon, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Srilanka. Namun karena menempuh berbagai halangan, kontruksi baru dimulai pada 1911, dengan membangun rel sepanjang 2.065 meter. Setelah memakan waktu tiga tahun pembangunan, akhirnya pada 1914 jalur kereta ini pun siap beroperasi.

Jembatan kereta api laut pertama di india ini dulunya adalah jembatan dengan rel berukuran sedang. Namun, perusahaan kereta api yang dioperasikan oleh Pemerintah India melalui Menteri Perkereta-Apian India, Indian Railways merenovasinya agar jembatan tersebut dapat dilewati oleh kereta berukuran besar. Jembatan ini terdiri dari 143 tiang dan ditengahnya terdapat dua tiang penyangga yang membentang 67 meter dan masing-masing beratnya 100 ton.

Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Pada awal pembangunannya, banyak pertimbangan yang seolah menghambat terbentangnya jembatan Pamban ini. Selain mempertaruhkan nyawa teknisi yang membangunnya, lokasi pembangunan jembatan juga dinilai sebagai salah satu lingkungan paling korosif di dunia setelah Florida, AS. Benar saja, pembangunan jembatan ini memakan banyak korban jiwa. Kebanyakan korban meninggal tersebut jatuh ke laut ketika memasang material rel, ditambah keseimbangan para korban seolah dipertaruhkan dengan adanya hembusan angin keras yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya.

Ketika cuaca ekstrim melanda, jembatan ini seolah siap menenggelamkan kereta yang lewat. Hembusan angin keras yang mendorong air laut bisa saja menghantam dan merusak perlintasan kereta tersebut. Lantaran biaya perawatannya yang tinggi, jembatan Pamban kerap kali dianak tirikan, sehingga mengancam keselamatan penumpang. Hebatnya, hingga kini jembatan tersebut masih kokoh berdiri, walaupun sudah melewati beberapa kali renovasi, seperti pada tahun 2007, 2009, dan yang terakhir pada tahun 2013.

Baca juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Sumber: istimewa

Jembatan laut terpanjang kedua di India setelah Bandra-Worli Sea Linkin ini pernah ditabrak oleh sebuah kapal tongkang yang tengah berlayar di dekat Pamban Bridge pada tahun 2013 silam. Alhasil, jembatan mengalami kerusakan minor dan ditutup beberapa waat untuk dilakukan renovasi. Adapun penyebab kapal tongkang angkatan laut tersebut menabrak jembatan yang hendak dijadikan situs warisan dunia versi UNESCO adalah karena kendala cuaca buruk.

Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Dalam kasus terbaru, jembatan ini sempat menunda keberangkatan dari beberapa kereta hingga dua jam akibat hembusan angin yang sangat kuat. Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari thehindu.com, Rabu (17/5/2017), kereta Rameswaram-Chennai Sethu Express dan Madurai-Rameswaram tidak bisa melewati jembatan tersebut karena hembusan angin melebihi batas maksimal kecepatan angina, yaitu sekitar 58km/jam. Kereta Sethu Express yang bertolak dari stasiun Rameswaram pada pukul 20.20 waktu setempat terpaksa diberhentikan oleh pihak stasiun Pamban mengingat kerasnya  hembusan angin. Bahkan, kondisi tersebut semakin parah ketika waktu mendekati tengah malam, kecepatan angina malah semakin kencang, hingga 60km/jam.