Wednesday, July 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanTatap Jet Komersial Masa Depan, Airbus Luncurkan Program Uji Terbang Teknologi 'Wing...

Tatap Jet Komersial Masa Depan, Airbus Luncurkan Program Uji Terbang Teknologi ‘Wing of Tomorrow’

Produsen pesawat terbang asal Eropa, Airbus, secara resmi meluncurkan kampanye uji terbang (flight-test campaign) terbaru untuk menguji performa sayap berbentang panjang (high-span wings) pada pesawat lorong tunggal (single-aisle) generasi berikutnya. Pengumuman yang disampaikan di ajang Farnborough International Airshow 2026 ini menandai masuknya program riset dan teknologi terbesar Airbus, Wing of Tomorrow, ke fase evaluasi krusial.

Dalam rentang waktu tiga tahun ke depan, Airbus akan merancang, merakit, dan menguji penerbangan secara penuh ekstensi sayap (wing extensions) skala penuh. Komponen uji berupa perpanjangan sayap berukuran beberapa meter tersebut akan dipasang pada pesawat komersial A321neo untuk mengevaluasi bagaimana berbagai geometri sayap berkinerja langsung di bawah kondisi penerbangan nyata.

Ekstensi sayap tersebut dirancang untuk mereplikasi mekanisme sayap lipat (folding wing) dalam posisi terbentang penuh (fully extended) selama fase penerbangan. Seluruh struktur uji akan dilengkapi dengan instrumen pengujian komprehensif guna merekam perilaku aerodinamis di udara, serta mengukur dampak bentang sayap yang lebih panjang terhadap kendali dan penanganan (aircraft handling) pesawat.

“Selama lebih dari 50 tahun, Airbus selalu memelopori inovasi penerbangan dan terus mendobrak batasan untuk menghadirkan pesawat yang lebih efisien bagi generasi mendatang. Inilah yang membuat program Wing of Tomorrow menjadi perjalanan yang sangat krusial,” ujar Sue Partridge, Head of Wing of Tomorrow Programme Airbus. “Selain mesin, sayap adalah salah satu tuas terbesar yang kami miliki untuk meningkatkan efisiensi penerbangan. Kampanye uji terbang ini memungkinkan kami menembus batas desain tradisional secara aman dan mengeksplorasi manfaat nyata dari bentang sayap yang lebih panjang.”

Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

Saat ini, Airbus mengombinasikan pemodelan digital canggih dan pengujian terowongan angin (wind tunnel) untuk memfinalisasi desain ekstensi sayap sebelum nantinya diuji di fasilitas penerbangan utama Toulouse, Perancis. Data penerbangan riil ini sangat penting untuk meminimalisasi risiko (de-risk) sekaligus membuka potensi penuh dari penerapan sayap yang lebih panjang, lebih ringan, dan lebih tipis demi memaksimalkan efisiensi aerodinamis serta menekan konsumsi bahan bakar.

Komponen ekstensi sayap tersebut akan dirakit di Wing Technology Development Centre milik Airbus di Inggris. Sejak 2014, program Wing of Tomorrow telah disokong pendanaan sebesar 227 juta Poundsterling dari Aerospace Technology Institute (ATI) Inggris, sebuah kemitraan antara ATI, Department for Business and Trade, dan Innovate UK untuk menjaga kepemimpinan teknologi kedirgantaraan Inggris. Sebelum fase uji terbang ini, Airbus telah berhasil membangun tiga demonstrator sayap darat sepanjang 17 meter untuk menguji lebih dari 100 teknologi manufaktur dan perakitan baru.

Secara paralel, anak perusahaan riset Airbus UpNext juga tengah mempercepat proyek eXtra Performance WING, yang berfokus pada pengembangan sayap yang mampu mengubah bentuk secara dinamis saat terbang (morphing wing). Perakitan demonstrator penerbangan terpandu jarak jauh (remotely piloted) tersebut kini hampir rampung di Cazaux, Perancis selatan, dan dijadwalkan melakukan penerbangan perdana pada akhir tahun 2026. Kedua program ini disiapkan sebagai pijakan utama teknologi sayap pesawat lorong tunggal penerus keluarga A320neo di masa depan.

Airbus dan Toshiba Berkolaborasi dalam Penelitian Superkonduktivitas Pesawat Bertenaga Hidrogen

 

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru