Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Sumber: flickr

Pada era kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1903, daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat seolah menjadi saksi lahirnya sebuah jembatan kereta yang nantinya akan dinobatkan sebagai jembatan kereta aktif terpanjang di Indonesia. Pembangunan jembatan ini dilakukan di atas sebuah sungai yang kemudian nama sungai tersebut diangkat menjadi nama dari jembatan itu sendiri. Bagi Anda yang pernah melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menggunakan kereta api, tentu sudah tidak asing dengan jembatan yang memiliki panjang 300 m ini. Ya, Jembatan Cikubang.

Sehubungan dengan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bandung – Purwakarta – Cikampek oleh kolonial Belanda pada rentan tahun 1881 hingga 1884, ditambah dengan kontur tanah di jalur tersebut yang berbukit dan berlembah memaksa pemerintah Belanda untuk membangun sebuah jembatan di atas sungai Cikubang.

Baca Juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

Adapun tujuan lain dari pembangunan jalur kereta ini adalah pemerintah Hindia Belanda merasa kereta api merupakan moda yang cocok untuk mengangkut hasil bumi dari Bandung menuju Jakarta, seperti kina dan teh. Sebenarnya, pemerintah Hindia Belanda bisa saja menggunakan rute Bogor – Sukabumi, namun jalur tersebut dinilai memutar dan memakan waktu perjalanan lebih lama. Rincian jalur Jakarta – Bandung melalui Cikampek – Purwakarta adalah Jakarta – Cikampek adalah 81 km, panjang jalur Cikampek – Purwakarta adalah 19 km dan panjang jalur Purwakarta – Bandung adalah 56 km, sehingga total jarak Jakarta – Bandung melalui Cikampek Purwakarta adalah 156 km.

Mengandalkan tenaga kerja yang tersedia, akhirnya perusahaan kereta api milik pemerintahan Hindia Belanda, StaatsSpoorwegen (SS) yang menangani proyek ini lalu membangun sebuah jembatan kokoh yang mampu untuk menopang berat dari kereta. Walaupun pembangunan jembatan ini menggunakan empat buah pilar baja yang beratnya kurang lebih 110 ton, namun rangka-rangka tersebut dinilai kurang kuat ketika lokomotif diesel melintas di atasnya. Menanggapi masalah tersebut, StaatsSpoorwegen lalu melakukan sedikit perubahan pada jembatan yang berdiri sekitar 80 m di atas sungai Cikubang tersebut. Perubahan yang dilakukan tersebut meliputi penambahan struktur jembatan dengan lengkungan logam setengah lingkaran sepanjang rel di bagian bawah bantalan dilakukan pada tahun 1953. Terhitung hingga sekarang, hanya ada satu perubahan yang terjadi pada Jembatan Cikubang.

Jembatan Cikacepit. Foto: mypangandaran.com

Jika berbicara mengenai jembatan kereta terpanjang di Indonesia, rekor tersebut dipegang oleh Jembatan Cikacepit yang terletak di jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang. Jembatan tersebut membentang sepanjang 1.250 m dengan ketinggian lebih dari 100 m dari permukaan tanah. Andai saja jembatan tersebut masih aktif, maka gelar jembatan terpanjang di Indonesia dan jembatan tertinggi di Indonesia akan diraih oleh jembatan Cikacepit. Dikarenakan beberapa pertimbangan, akhirnya pada tahun 1985 jembatan tersebut tidak kembali beroperasi. Bukan hanya jembatannya, namun jalur  Banjar-Pangandaran-Cijulang sudah tidak aktif lagi. Dengan kata lain, salah satu terowongan kereta api terkenal di Indonesia yang juga terdapat di jalur ini, Terowongan Wilhelmina pun turut non-aktif.

Baca juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Hingga kini, Jembatan Cikubang yang terlihat jelas dari tol Cipularang antara Plered dan Padalarang masih menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi setiap orang, terutama jika kereta api tengah melintas di atasnya.