Dibutuhkan Segera! Peraturan Baku Bagi Para Vapers

Sebagai salah satu fenomena yang kini sedang menjamur, vaping dianggap sebagai cara ampuh bagi siapa saja yang hendak berhenti merokok atau hanya sekedar mengikuti perkembangan jaman. Memang, tidak ada yang bisa memungkiri bahwa asap yang dihasilkan oleh vaporizer (alat untuk vaping) memiliki aroma yang lebih bersahabat daripada rokok biasa, walaupun asap tersebut jauh lebih tebal dan pekat. Lalu, apakah vaping boleh dilakukan dimana saja? Atau adakah permasalahan sosial yang mungkin ditimbulkan dari generasi penerus rokok elektrik ini?

Baca Juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (21/9/2017), Public Health England meluncurkan iklan di televisi di Inggris yang berisikan dorongan bagi para perokok untuk berhenti dan beralih menggunakan vaporizer. Namun, karena fenomena ini masih terhitung baru, jadi belum ada aturan baku yang berlaku mengenai vaping. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum vaping.

Sebuah otoritas etiket tertinggi di Inggris, Debretts menyarankan agar tidak vaping di sembarang tempat, terutama di ruang publik tertutup, seperti lift, tempat mengantri tiket, hingga biskop. Jika Anda ingin vaping, sebaiknya Anda menggunakan fasilitas publik yang sudah tersedia sebelumnya, seperti di smoking area. Selain Anda tidak akan mengganggu orang lain yang memiliki alergi terhadap asap, Anda juga tidak akan mengganggu sekitar dengan kepulan asap tebal yang dihasilkan dari vaping.

Jika Anda tidak menemukan smoking area, Anda bisa menjauh dari kerumunan dan mulai melakukan vaping. Dari contoh kasus ini, Debretts menyarankan Anda untuk menggunakan akal sehat sebelum vaping dan memikirkan tentang lingkungan sekitar Anda. Hal ini juga berlaku ketika Anda tengah berada di transportasi umum.

Untuk di Indonesia sendiri, memang tidak diperbolehkan untuk merokok di sarana transportasi umum berbasis massal seperti Commuter Line dan TransJakarta, namun kembali lagi ke salah satu poin yang sudah disebutkan di atas tentang belum adanya aturan baku yang mengatur soal vaping. Jadi sebaiknya Anda menyamaratakan vaping dengan merokok dan tidak menggunakannya di sarana dan pra-sarana transportasi.

Baca Juga: Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok

Contoh kasus diperlukannya peraturan tentang vaping di sarana transportasi umum pernah KabarPenumpang.com temui sendiri di lapangan, tepatnya di kereta Argo Parahyangan awal Mei kemarin, dimana seorang pria melakukan vaping di bordes kereta. Walaupun hanya beberapa kali hisapan saja, dan asapnya langsung dikeluarkan melalui kaca di kamar mandi, namun tetap saja aroma dari vaporizer tersebut tercium hingga kabin.

Ini merupakan satu bukti nyata tentang diperlukannya sebuah aturan baku tersebut. Walaupun asap yang dikeluarkan berupa uap air dan berbeda dengan asap rokok, namun tetap saja hal tersebut bisa mengganggu kenyamanan publik.

Puncak HUT TNI Ke-72, Sejumlah Maskapai Alihkan Penerbangan Menuju Bandara Soetta

Sehubungan dengan HUT TNI ke-72 yang jatuh pada pada Kamis, 5 Oktober 2017, sejumlah pra-sarana transportasi dijadikan sebagai “panggung” bagi pasukan garda depan Republik Indonesia ini untuk merayakan hari jadinya. Selain Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten yang akan menjadi saksi bisu bersandarnya puluhan kapal perang TNI AL dalam berbagai jenis. Begitupun dengan markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI AU yang juga beroperasi sebagai bandara penerbangan sipil, Halim Perdanakusuma yang rencananya akan ditutup sementara untuk memperingati hari jadi TNI.

Baca Juga: HUT TNI 5 Oktober 2017, Inilah Rekayasa Layanan Penyeberangan Ferry di Pelabuhan Merak

Sejumlah maskapai dikabarkan akan dialihkan sementara ke Bandara Internasional Soekarno Hatta selama beberapa hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 5 Oktober besok. Walaupun dalam beberapa hari ke belakang masih ada penerbangan sipil dari bandara ini, namun mereka semua terpaksa ditunda keberangkatannya karena bandara tersebut dijadikan tempat latihan anggota TNI AU yang akan unjuk gigi besok.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID7533 tujuan Yogyakarta yang dijadwalkan berangkat pada Senin (2/10/2017) pukul 13.05 WIB terpaksa mengalami delay selama beberapa jam karena kesibukan di bandara yang terletak di Jakarta Timur tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang petugas Batik Air, bahwa hampir seluruh penerbangan komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa menyesuaikan jadwal mengingat kesibukan di tarmac dalam rangka menjelang HUT TNI ke-72, terhitung sejak Minggu (1/10/2017). Atas keterlambatan pemberangkatan tersebut, pihak maskapai menyampaikan permohonan maaf dengan alasan operasional penerbangan.

Begitu pula nasib yang dirasakan oleh maskapai Citilink, dimana mereka harus menjalani pengoperasian penerbangannya sementara melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Total jumlah penerbangan yang disesuaikan tercatat ada 49 penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, diantaranya adalah destinasi Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Solo, Malang, Denpasar, Lombok, Medan dan Padang.

Baca Juga: Dorong Potensi Wisata, Citilink Buka Rute Baru Medan-Yogyakarta

“Kegiatan operasional penerbangan Citilink akan melakukan penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma,” ungkap Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny Butarbutar dilansir dari sumber terpisah. Akibat penyesuaian jadwal ini, seluruh calon penumpang diimbau untuk datang lebih awal menuju bandara, serta menggunakan fasilitas web check-in. “Hal tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang di bandara dan calon penumpang dapat mengikuti seluruh prosedur di bandara tanpa harus terburu-buru,” imbuh Benny.

Sesuai prosedur sebelumnya, pihak Citilink juga telah menginformasikan kepada para calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan pada tanggal tersebut melalui call center. Tak hanya itu, Citilink juga menyediakan opsi re-schedule dan re-route penerbangan yang prosesnya dapat dilakukan dengan menghubungi call center Citilink.

Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Guna meningkatkan kenyamanan para penumpang, Singapore Airlines diketahui tengah mempersiapkan peluncuran suite kelas satu mereka yang dipasang di armada Airbus A380 miliknya. Demi menghapuskan rasa penasaran para pecinta pesawat, pihak Singapore Airlines lantas mengunggah beberapa gambar kabin berkonsep mewah yang nantinya akan menghiasi salah satu sudut pesawat ini ke dunia maya. Rencananya, pesawat superjumbo ini akan mulai beroperasi pada 2 November 2017 mendatang.

Baca Juga: Staf Bandara Changi Resmi Gunakan Kacamata Augmented Reality

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ausbt.com.au (29/9/2017), anggota The Star Alliance tersebut akan meluncurkan produk ini seiringan dengan perhelatan media internasional yang akan diadakan di Singapura. Tidak hanya mengenalkan suite mewah tersebut, Singapore Airlines juga akan mengubah tampilan untuk kelas ekonomi dan ekonomi premium. Tentunya, desain baru ini akan memberikan “penyegaran” terhadap modelnya yang sudah berusia hampir satu dekade.

Sumber: ausbt.com.au

Disebutkan, kelas satu juga akan dipindahkan ke dek atas, bukan lagi di ujung dek utama pesawat superjumbo ini. Jacques Pierrejean, dari Pierrejean Design Studios mengatakan bahwa mock-up ini dapat mewujudkan gagasan perjalanan mewah bersama Singapore Airlines. “Perombakan desain besar-besaran ini merupakan bagian dari kesuksesan tender untuk tugas bergengsi tersebut,” ungkap Jacques. Dihimpun dari sumber terpisah, diharapkan desain baru ini dapat diaplikasikan di seluruh armada A380 milik Singapore Airlines.

Untuk desain kelas satu yang baru disinyalir akan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari maskapai lainnya yang sama-sama menggunakan pesawat Airbus A380, walaupun secara otomatis akan memangkas jumlah bangku yang tersedia. Diperkirakan, desain kelas satu yang baru hanya berisikan enam hingga delapan seat saja, sementara di armada yang lama berisikan hingga 12 bangku.

Baca Juga: Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu Lho!

Jika Anda berencana untuk menghadiri acara ini pada 2 November mendatang, maka Anda akan berkesempatan untuk masuk ke dalam armada baru ini dan mendapatkan penjelasan lebih mendalam tentang armada anyar Singapore Airlines ini. Tentu saja penjelasan tersebut bukan dilakukan oleh sembarang orang, melainkan oleh Jacques Pierrejean sendiri. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi perhelatan ini dan melihat armada baru dari Singapore Airlines?

Kereta Cepat Haramain Siap Layani Tamu Allah Akhir Tahun Ini

Bagi Anda yang berencana untuk menunaikan Ibadah ke Tanah Suci tahun depan, kemungkinan Anda sudah bisa menikmati sarana transportasi baru di sana berupa kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan beberapa kota penting di Jazirah Arab. Diketahui jarak total jalur kereta cepat yang tengah dalam masa pembangunan ini mencapai 4.492 km. Jalur ini juga rencananya akan terhubung dengan jaringan kereta nasional Arab Saudi yang terletak di kota Jeddah.

Baca Juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Kereta Cepat Haramain ini akan menghubungkan Kota Suci umat Islam Madinah dan Makkah melalui Kota Ekonomi Raja Abdullah, Rabigh, Jeddah dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Jalur kereta ini direncanakan sebagai sarana transportasi kereta listrik yang aman dan nyaman, dengan kecepatan maksimum mencapai 320 km per jam.

Adapun tahap pertama konstruksi dari proyek Haramain yang dimulai pada Maret 2009 ini mencakup pembangunan sebuah stasiun kereta api bagi jamaah Haji dan Umroh. Rencananya proyek kereta cepat ini akan memiliki total lima stasiun, dengan stasiun utama di Makkah. Stasiun utama yang melayani jamaah umroh dan haji ini rencananya memiliki lounge terpisah untuk kedatangan dan keberangkatan. Juga terdapat beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti masjid yang mampu menampung 600 orang sekaligus, sebuah helipad, 10 peron lajur untuk kereta, ruang untuk penumpang VIP, parkiran yang mampu menampung 500 mobil.

Terlepas dari pra-sarana yang bisa dinikmati, untuk urusan keretanya sendiri pihak Saudi Railways Organization (SRO) sudah melakukan uji coba perdananya pada 25 Juli 2017 kemarin. Kereta berlari dari Rabigh, Jeddah menuju Madinah dengan kecepatan 330 km per jam, dan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit, lebih cepat 15 menit dari estimasi awal. Tentu saja hadirnya kereta cepat ini seakan ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena dapat memangkas waktu perjalanan dari Jeddah ke Madinah yang jika ditempuh menggunakan bus atau mobil akan menghabiskan waktu hingga 5 jam.

Dalam acara uji coba tersebut, turut hadir Pangeran Abdullah Bin Bandar Bin Abdulaziz, Menteri Transportasi Saudi, Sulaiman Al-Hamdan, dan tim dari perusahaan Spanyol sebagai kontraktor pembuatan kereta.

Baca Juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Jalur kereta listrik tersebut didesain untuk melayani 60 juta penumpang setiap tahunnya dengan menggunakan 35 kereta. Untuk melancarkan proyek kereta cepat tersebut, otoritas setempat membangun 138 jembatan layang yang difungsikan sebagai jalur kereta, hingga 12 perlintasan mandiri untuk lalu lintas unta di berbagai kawasan gurun.

“Kami sudah siap untuk peluncuran secara resmi. Semua bekerja sesuai dengan rencana. Kereta akan dioperasikan segera setelah pemerintah Saudi memberikan kami lampu hijau,” ungkap manajer proyek kereta cepat Haramain, Mariano De La Vega dilansir dari sumber berbeda. Sedangkan manajer teknis proyek Haramain, Nayef Fawaier mengatakan baru ada 11 dari 35 kereta yang akan beroperasi di jalur ini. Adapun manufaktur produksi rolling stock asal Jerman, German DB menjadi penyedia sarana transportasi ini.

Dijadwalkan, kereta cepat Haramain ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017 ini.

Di Bandara Soetta – Perut Lapar Tapi Budget Ngepas, Yuk Makan di Sini!

Meski ukuran mahal untuk setiap orang tidak sama, namun sebagian orang beranggapan makan di restoran bandara terbilang mahal, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Mungkin wajar disebut mahal, lantaran pengenaan pajak restoran dan gerai kelontong di bandara juga dipatok lebih tinggi. Lantas bagaimana dengan Anda yang mungkin ber-budget pas-pasan, apakah masih bisa menikmati panganan yang murah, enak dan bersih di Bandara Soetta?

Baca juga: Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

Jawabannya tentu pasti bisa, seperti halnya bandara-bandara lainnya, di Bandara Soetta memiliki kantin karyawan dengan harga makanan jauh lebih murah dari gerai yang ada di dalam bandara. Bandara Soetta memiliki kantin yang letaknya di Terminal 1, Terminal 2 D dan F serta di Terminal 3. Bila saat Anda berangkat dengan jadwal pagi dan tidak membawa sarapan, bisa makan di areal kantin-kantin tersebut yang buka selama 24 jam.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, di Terminal 1 tepatnya di tengah parkiran mobil ada yang namanya Joglo. Karena memang berbentuk joglo tempat makan ini terbilang jauh lebih murah dari di restoran dalam bandara. Bisa dikatakan untuk makan di kantin ini Anda dengan budget pas-pasan bisa makan kenyang kurang dari Rp20 ribu.

Sementara di Terminal 2 untuk cari makan murah, para penumpang yang menunggu pesawat bisa menuju parkiran motor. Mungkin bila tidak lapar bisa ngopi atau sekedar minum teh sembari berbincang dan menunggu keberangkatan. Di kantin-kantin ini juga, karyawan bandara sering berkumpul untuk makan.

Bagi para karyawan kebanyakan, makan di kantin ini bukan lantaran bosan dengan makanan ada di dalam bandara, melainkan para karyawan bandara pun memiliki gaji yang sama dengan pekerja lainnya sehingga adanya kantin dapat menghemat pengeluaran. Sebagai bandara internasional, dan Terminal 3 sebagai keberangkatan penumpang internasional, juga ada tempat makan murah alias kantin karyawannya.

Kantin Terminal 3 berada agak sedikit kepelosok, berada tak jauh dari pagar pembatas dan dekat taman disitu terlihat bangunan yang lengkap dengan meja serta kursinya. Tempatnya cukup nyaman dan besar, makanan yang dijual pun seperti warteg, warung padang, warung soto dan penjual minuman. Harga jual makanannya pun sama seperti saat Anda berada di pinggir jalan atau sekedar mampir di warteg.

Nasi dengan soto ayam dihargai sekitar Rp13 ribu, sedangkan nasi yang dijual di warteg dengan berbagai pilihan lauk pauknya paling mahal Rp18 ribuan. Untuk air mineral pun cukup terjangkau dengan botol standar 600ml dihargai Rp5 ribu, lebih murah bila dibadingkan membeli di mesin otomatis dengan mengeluarkan kocek Rp10 ribu dan di dalam bandara Rp18 ribu.

Tak ayal saat makan masakan Padang pun dihargai paling mahal Rp20 ribu. Bukan hanya makan murah, saat makan di kantin karyawan ini pun Anda akan merasakan kenyamanan dan kebersihan tempat ini walaupun sedikit jauh untuk berjalan.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Uniknya, di kantin-kantin karyawan, bukan hanya karyawan bandara dan penumpang lokal, tetapi juga terlihat pelancong (backpacker) mancanegara ikut makan di kantin ini. Mereka menikmati makanan murah tanpa harus merogoh kocek yang dalam seperti makan di restoran. Terkadang pun Anda yang memang berada di parkiran sering melihat para penjual kopi, pop mie ataupun gorengan dengan pecel sayuran yang bisa di beli di tengah-tengah area parkir. Harga kopi yang dijual pedagang keliling ini dengan harga nongkrong di coffee shop dalam bandara dengan jarak perbedaan harga bisa Rp30 ribuan.

Sayangnya jalur untuk menuju area kantin tidak akrab bagi Anda yang membawa koper dengan roda. Tapi ada solusi lain, bagi Anda yang malas untuk jalan ke kantin, setiap terminal di bandara juga ada ritel baik Indomaret ataupun Alfamart yang juga menyediakan makanan beku di panaskan atau mie instan lengkap dengan air panasnya. Makan beku ini pun di jual dengan harga tak sampai Rp20 ribu, sehingga bisa dikatakan cukup untuk kocek kantong dengan budget rendah.

Singapore Airlines Jalin Kerjasama Codeshare dengan Lufthansa Group

Maskapai internasional papan atas, Singapore Airlines dan Lufthansa Group baru saja meluncurkan usaha kerjasama baru yang mencakup penerbangan dari Singapura, Australia dan Jerman, Swiss, Austria dan Belgia. Kerjasama ini digadang bisa memudahkan penumpang saat memilih jadwal perjalanan dan harga yang sesuai.

Baca juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip

Gagasan dari kerjasama ini adalah karena banyaknya jadwal dan harga yang ditawarkan oleh kedua perusahaan penerbangan. “Kami senang dapat meluncurkan usaha bersama dengan Lufthansa Group, dimana dapat memberikan fondasi yang kuat untuk bekerja sama yang memungkinkan banyaknya frekuensi penerbangan dan pilihan perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan dua maskapai penerbangan ini. Usaha bersama ini menunjukkan apa yang bisa kita capai dengan mitra yang tepat. Kami berharap dapat bekerja lebih intens lagi dengan Lufthansa Group,” ujar Tan Kai Ping, Singapore Airlines Senior Vice President Market Palanning yang KabarPenumpang.com kutip dari laman spicenews.com.au (3/10/2017).

Sebenarnya tandatangan perjanjian kerjasama ini sudah dilakukan sejak November 2015  dan memperluas kapasitas penerbangan antara Singapura, Jerman dan Swiss. Peluncuran kerjasama ini juga termasuk pengenalan penerbangan rute baru yang dioperasikan Singapore Airlines, yakni dari Singapura menuju Dusseldorf, Jerman yang telah dibuka pada Juli 2016.

Tak hanya itu, pada Maret 2017, Swiss Airlines yang merupakan bagian dari Lufthansa Group menghadirkan pesawat Boeing 777-300ER terbarunya pada penerbangan harian dari Singapura menuju Zurich (Swiss) dan sebaliknya. Di kesempatan yang sama, Lufthansa juga mengumumkan rencana membuka kembali layanan penerbangan dari Singapura menuju Munich yang akan dimulai Maret 2018 mendatang.

Layanan penerbangan ini juga akan meningkatkan pengaturan antar kedua grup penerbangan ini, yang secara signifikan meningkatkan hubungan codeshare di lebih dari 130 kota yang di tawarkan untuk pasar Eropa, Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya.

Baca juga: Zonal Employee Discount, Inilah Rahasia Terbang Murah Untuk Para Pekerja Maskapai

Mr Dieter Vranckx, Wakil Presiden Lufthansa Group President Sales Asia Pasifik mengatakan, “Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa bagi Lufthansa Group dan Singapore Airlines. Dengan diluncurkannya joint venture ini, dua grup maskapai penerbangan premium kini bersama-sama dapat mengoptimalkan penawaran produk dan layanan berkualitas tinggi di pasar yang sangat kompetitif di seluruh Eropa, Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Singapore Airlines, mitra high-end yang memiliki reputasi baik dan andal, memberi pilihan terbaik bagi pelanggan kami.”

HUT TNI 5 Oktober 2017, Inilah Rekayasa Layanan Penyeberangan Ferry di Pelabuhan Merak

Dua hari lagi puncak HUT TNI 5 Oktober akan digelar di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. Tidak hanya ratusan kendaraan tempur darat yang ikut memeriahkan defile di hajatan besar-besaran tersebut, namun di perairan Cilegon saat ini juga bersandar puluhan kapal perang TNI AL dalam berbagai jenis. Dan mengingat puncak HUT TNI akan dilangsungkan dengan defile dan atraksi penembakkan roket ke arah lautan, maka aktivitas tersebut akan berdampak langsung pada pelayanan kapal ferry di Pelabuhan Merak.

Baca juga: KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Bila dirunut dari lokasi perhelatan, antara Dermaga Indah Kiat dan Dermaga Ferry PT ASDP hanya berjarak kurang dari 1,2 kilometer. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam layanan penyeberangan ferry, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Provinsi Banten, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan pola operasi pada pelayanan di Pelabuhan Merak menjelang dan saat puncak HUT TNI.

Pada 5 Oktober 2017, pelayanan Angkutan Penyeberangan di Dermaga VI Pelabuhan Merak akan ditutup pada pukul 01.30 WIB, selanjutnya akan digunakan tempat sandar bagi KRI Tanjung Nusanive pada pukul 02.00 sampai dengan 15.00 WIB. Sedangkan Dermaga III dan IV Pelabuhan Merak akan ditutup mulai pukul 05.00 sampai dengan 13.00 WIB. Dengan adanya penutupan ini maka kapal kapal yang beroperasi di Dermaga III, IV dan VI akan dikeluarkan dari jadwal lintasan.

Sementara pelayanan di Dermaga I dan II tetap beroperasi dengan jumlah kapal beroperasi sebanyak 12 kapal. Di Pelabuan Merak sejatinya masih ada Dermaga V, namun hingga kini sedang dalam proses perbaikan pasca penabrakan KMP Prima Nusantara milik PT. Jembatan Nusantara pada tanggal 12 Juli 2017 dan diperkirakan baru selesai pada akhir Oktober ini.

Terkait keseluruhan aktivitas HUT TNI, seluruh dermaga di Pelabuhan Merak akan mulai beroperasi kembali setelah selesai acara puncak yakni pada pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni

Untuk hari ini (3/10), dilaksanakan Gladi Bersih dan Tabur Bunga, Dermaga VI di Pelabuhan Merak digunakan untuk sandar KRI DR. Soeharso mulai pukul 05.00 sampai 18.00 WIB, sedangkan untuk mendukung kegiatan Gladi Bersih Dermaga III dan Dermaga IV ditutup mulai pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. Kapal kapal yang beroperasi di Dermaga III, IV dan VI sementara dikeluarkan dari jadwal lintasan, selama penutupan maka jadwal kapal yang beroperasi menyesuaikan dengan jumlah Dermaga yang tersedia. Untuk besok, Rabu (4/10) merupakan hari tenang, tidak ada kegiatan latihan dan gladi dari pihak TNI, pelayanan ferry PT ASDP berlangsung normal.

Kampanye “Wonderful Indonesia” Meriahkan Transportasi di Paris

Ada rasa bangga saat melihat ada banyak atribut pariwisata Indonesia di luar negeri. Terlebih atribut promosi wisata ini tak sembarang hadir, bus-bus wisata berupa sight seeing bus yang terkenal di Paris terlihat hilir mudik di tengah kota, mencitrakan panorama dan obyek wisata andalan Indonesia lewat kampanye “Wonderful Indonesia.”

“Desain livery pada bus tingkat (wisata) di Paris ini sangat bagus untuk memperkenalkan obyek wisata di Indonesia. Dimana-mana terlihat kampanye Wonderful Indonesia, sangat menyenangkan untuk dilihat,” ujar Mahisa Murti, seorang videographer asal Jakarta yang tengah berada di Paris.

Baca juga: Gandeng Merek-Merek Ternama, Wonderful Indonesia Lebarkan Sayap

Persisnya ada 16 unit bus ‘Open Tours’ yang mewarnai jalan-jalan di kota yang terkenal dengan Menara Eiffelnya mulai 12 September hingga tanggal 9 Oktober 2017 mendatang. Bus ini di branding dengan Wonderful Indonesia seperti piala Eropa empat tahun lalu.

Gambar-gambar yang di tampilkan 16 bus ini memberikan pemandangan indah Indonesia yakni Candi Borobudur yang megah, Danau Toba di Sumatera Utara, penari bali yang cantik, Raja Ampat yang memesona dengan lautnya, Komodo binatang asli Indonesia hingga senyuman khas orang Indonesia yang penuh pesona. Di setiap livery pada dilengkapi dengan image QR code, sehingga seseorang yang tertarik dengan ikon wisata yang ditampilkan dapat langsung melakukan scan browsing dari smartphone.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyadari dengan biaya promosi untuk Wonderful Indonesia ini sangatlah terbatas, sehingga harus menggunakan banyak cara branding yang sudah ada di 47 negara tidak merosot. Apalagi untuk menjaga brand ini cukup berat dimana harus menaikkan valuenya dengan promosi.

“Tentu kita perlu budget dan harus tetap kreatif mencari momentum yang pas dan lokasi yang tepat,” ujar Arief yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com (14/9/2017). Untuk menyiasati budget ini, Arief melakukan co-branding dengan menggunakan momentum dan memilih media promosi yang pas. Dengan menggunakan bus, trem, kereta, taksi dan transportasi umum bergerak lainnya lebih efektif dan bisa cepat viral ke media sosial.

Arief mengatakan, bahwa tidak boleh berhenti promosi walaupun jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat. Inilah yang membuat akhirnya Perancis dilirik, dan membuat bus yang dipenuhi Wonderful Indonesia kembali wara-wiri di Perancis.

Menurutnya, dengan branding ini akan memberi umpan yang baik bagi warga Paris dan wisatawan negara lain yang sedang berada di kota tersebut, dan sesuai sasaran postingan di mesia sosial dengan hastag #wonderfulindonesia memang cukup ramai, diantaranya postingan tentang foto-foto bus wisata di Paris yang kini sedang menjajakan promo Indonesia.

“Sangat efektif. Wonderful Indonesia jadi makin dibicarakan publik di dunia nyata dan dunia maya. Yang hobi narsis, malah bisa dijadikan ‘senjata’ untuk posting dan menjadi viral di digital,” katanya.

Tahun 2016 kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia meningkat 19,8 persen dibandingkan 2015 lalu. Dari 209.466 orang naik menjadi 250,921 orang dan angka ini sudah melebihi target Kemenpar yang membidik 250 ribu orang tahun 2016 lalu. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, bus bertingkat yang berkeliling kota Paris menjadi sarana mempromosikan Wonderful Indonesia kepada masyarakat Perancis dan juga wisatawan yang berkunjung ke Paris.

Baca juga: Tourist Information Center, Mudahkan Wisman saat tiba di Bandara Soetta

“Promosi ini akan menunjukkan dan memperlihatkan keindahaan alam Indonesia dan kebudayaan ramah tamah bangsa Indonesia, kita harus terus tampil elegan dan di tempat-tempat yang vital,” ujar Pitana.

Sementara itu, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Perancis yang dipimpin Eka Moncarre mengatakan, bulan September akan penuh dengan aktivitas untuk mempromosikan Wonderful Indonesia dalam skala pemasaran penuh B to B dan B to C dalam rangka menjaring target wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Eka menjelaskan, Perancis merupakan pasar berpotensial untuk Indonesia. Dengan penduduk 66 juta orang, Indonesia merupakan salah satu negara favourit bagi orang Perancis.

“Tahun ini Indonesia menjadi negara TOP 5 pilihan orang Perancis. Apalagi sekarang, tidak diperlukan visa untuk berkunjung ke Indonesia selama 30 hari maksimum, minat mereka berwisata meningkat luar biasa,” kata Eka. Tak hanya Paris, Korea Selatan yang diwakili Seoul dan Busan juga menjadi bagian promosi Wonderful Indonesia. Apalagi pengunjung Korea Selatan lebih banyak ke Bali dan Yogyakarta.

PT Angkasa Pura 2 Tawarkan Paket Investasi Rp11 Triliun di Bandara Kualanamu

Salah satu jurus ekspansi bisnis adalah dengan menawarkan paket investasi kepada pemodal. Terlebih bagi investasi di bandara yang padat modal, maka kehadiran investor swasta bisa menjadi solusi untuk mempercepat rencana pengembangan bandara. Seperti dua paket investasi Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara telah ditawarkan senilai Rp11 triliun oleh PT Angkasa Pura II (Persero). Kedua paket ini ditawarkan ke sektor swasta pada ajang The 4th Asia- Europe Meeting Transport – Transport Minister Meeting (ASEM – TMM) di Bali pada 26-28 September 2017 kemarin.

Baca juga: Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu

Kedua paket investasi ini juga ditawarkan dalam seminar Investasi di Infrastruktur: Peranan BUMN dan Investasi Asing yang berlangsung di Jakarta 28 Setember 2017. Paket investasi I ditawarkan senilai Rp7 triliun dan paket II senilai Rp4 triliun.

Investasi paket I mencakup pengembangan runway sehingga dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar Airbus A380-800, lalu perluasan area kargo menjadi 24.715 m2 dari saat ini 13.450 m2, kemudian terminal penumpang dari menjadi 224.256 m2 atau saat ini berkapasitas 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun.

Paket I merupakan bagian dari tahapan pengembangan bandara dari keseluruhan tiga tahap yang direncanakan. Targetnya, pengembangan paket I dapat di mulai tahun 2018 mendatang.

“Melalui Paket investasi ini investor dapat memiliki saham maksimal 49 persen di perusaahan yang akan berperan sebagai pengelola Bandara Internasional Kualanamu. Sisa saham, atau pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut masih dimiliki oleh AP II,” ujar Direktur Utama AP II, Muhammad Awalludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (30/9/20117).

Untuk paket II dengan nilai Rp4 triliun untuk pengelolaan lahan sekitar 200 hektar guna pengembangan area komersial yang berada di luar terminal penumpang. Areal komersial dibangun berkonsep airport city yang akan terdapat hotel bintang 3, 4 dan 5. Kemudian di bangun supermarket, gedung perkantoran, theme park, golf course, food arcade, convention center, rumah sakit, bioskop dan lainnya.

“Tujuan AP II menawarkan investasi tidak lain agar mendapat sumber pendanaan secara cepat guna melakukan ekspansi sehingga pelayanan di Bandara Internasional Kualanamu dapat semakin meningkat di samping tentunya membuat bandara ini mampu berperan signifikan dalam mendorong perekonomian nasional. Kami juga menggunakan prinsip kehati-hatian atau secara prudent dalam memilih investor dalam kerjasama dalam artian salah satu syarat adalah rekanan tersebut harus memiliki keahlian kelas dunia dalam hal pengelolaan bandara,”kata Awaluddin.

Adapun pada ASEM – TMM, AP II mengikuti dua bilateral meeting untuk lebih detail menawarkan kedua paket investasi tersebut, di mana bilateral meeting dilakukan dengan perwakilan dari Korea Selatan dan Tiongkok.

“Pada ASEM – TMM ini AP II juga membuka booth dengan tema Transportation Infrastructure and Logistic Exhibition sebagai media one on one business meeting dengan investor potensial,” jelas Awaluddin.

Baca juga: Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pengembangan Bandara Internasional Kualanamu termasuk bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sektor logistik dan konektivitas transportasi di Indonesia.

Sementara itu, pada seminar Investasi di Infrastruktur: Peran BUMN dan Investasi Asing, Menteri BUMN Rini M Soemarno menuturkan, “Kami memberi ruang besar kepada sektor swasta melalui berbagai kesempatan, karena pemerintah dan BUMN tidak dapat membangun dan membiayai setiap proyek infrastruktur sendiri. Kami memiliki keterbatasan, termasuk dalam pendanaan.”

Bandara Internasional Kualanamu merupakan bandara terbesar kedua yang dikelola AP II, setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pergerakan penumpang di bandara ini meningkat setiap tahunnya hingga kini sekitar 9 juta penumpang per tahun atau mencapai kapasitas bandara.

AP II memikiki rencana pengembangan hingga terminal penumpang berkapasitas 42 juta penumpang pada 2027. Dari sisi keuangan, Bandara Internasional Kualanamu mampu membukukan kinerja cukup baik pada 2016 untuk pendapatan bisnis aeronautika, nonaeronautika dan juga kargo.

Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

Penundaan keberangkatan sebuah pesawat dapat disebabkan oleh banyak aspek, sebut saja masalah pada mesin hingga kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Salah satu masalah yang kerap kali muncul di landas pacu adalah terkait crosswind, alias terjangan angin samping yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Kini, masalah yang berkaitan dengan kelancaran pengoperasian di dunia aviasi tersebut nampaknya sudah menemukan sebuah titik terang yang dapat diaplikasikan di masa yang akan datang.

Baca Juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Pada tahun 2015 lalu, Henk Hesselink, seorang insinyur senior R&D untuk Netherlands Aerospace Center (NLR) ditugaskan oleh European Commission (EC) untuk menemukan solusi terhadap masalah yang berulang ini. Tidak hanya itu, Henk juga ditugaskan untuk meningkatkan kapasitas bandara yang diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (10/7/2017), Henk lalu menggagas konsep Endless Runway, dimana konsep jalur lurus landas pacu yang diterapkan di hampir semua bandara diganti dengan konsep melingkar yang tidak berujung. Nantinya, landas pacu ini memiliki panjang total 10 km jika ditarik garis lurus, dengan diameter lingkaran yang mencapai 3 km. Untuk bangunan bandara sendiri akan ditempatkan di tengah-tengah lingkaran.

Para periset beropini bahwa pesawat akan selalu bisa beroperasi dengan lancar walaupun kondisi angin sedang tidak kondusif, ini berarti bahwa pesawat bisa berangkat dengan aman ke segala arah setiap saat. “Salah satu masalah yang dihadapi di runway adalah angin,” ungkap Henk. “Dan saya berpikir: apakah hal seperti ini masih akan menjadi masalah di tahun 2050? Seharusnya masalah angin ini sudah bisa dipecahkan dalam waktu dekat, tapi bagaimana caranya? Yaitu dengan menggunakan Endless Runway,” imbuhnya.

Gagasan mengenai landas pacu melingkar tersebut hingga kini masih dalam tahap uji coba, dimana penggunaan landas pacu seperti ini akan menjanjikan beberapa keuntungan, diantaranya lintasan pesawat yang lebih baik, hingga efisiensi mobilitas penumpang dari gerbang ke gerbang.

Proyek Endless Runway tanpa henti dikembangkan di bawah pengawasan EC’s 7th Framework Programme, yang bersiap untuk terus membuat teknologi terobosan di waktu yang akan datang. Bahkan, sebuah konsorsium yang terdiri dari pusat penelitian aeronautika nasional masing-masing berada di Belanda, Prancis, Jerman, Spanyol dan Polandia bekerja sama dalam meneliti dan menguji konsep landas pacu tersebut.

Namun jangan kira ini merupakan ide baru di dunia aviasi. Model Endless Runway telah dieksplorasi oleh sebagian negara di dunia, sebut saja Perancis, dimana konsep Endless Runway pertama diadopsi pada akhir abad ke-19, diikuti oleh serangkaian artikel, laporan, dan paten atas gagasan yang diajukan untuk penggunaan di abad ke-20.

Pada tahun 1960, pilot Angkatan Laut AS, James R. Conrey mengemukakan sebuah paten untuk konsep ini, dengan keyakinan bahwa konsep tersebut akan memungkinkan pesawat untuk mendarat dalam kondisi angin yang parah sekalipun. Hal ini pula yang akhirnya mengilhami Henk untuk menghidupkan ide Endless Runway kembali.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Seperti yang sudah dijabarkan di atas, selain masalah angin, efektifitas akomodasi penumpang juga akan berubah dengan pengaplikasian model landas pacu seperti ini. Melihat ke 2050, European Research Establishments in Aeronautics (EREA) memprediksi jumlah penumpang udara hampir 14 miliar dalam periode satu tahun. Diharapkan konsep Endless Runway ini juga dapat mengatasi masalah penumpang ini.

Lalu, kenapa konsep landasan pacu belum rilis sampai sekarang? Menurut sebuah laporan tahun 2014 yang diterbitkan oleh EC’s Community Research and Development Information Service (CORDIS), landasan pacu tersebut sejauh ini tetap berada pada tingkat eksperimen karena biaya tinggi, kebutuhan untuk memperkenalkan prosedur, dan teknik pendaratan baru. Laporan tersebut berpendapat bahwa biaya konstruksi akan lebih tinggi daripada landasan pacu konvensional, terkait keseluruhan fisik landas pacu yang lebih besar. Selain itu, pilot juga mesti mempelajari teknik baru untuk mendarat di landas pacu ini.