Smart City dan Smart Airport, Bukti Integrasi Yang Tak Terpisahkan

Sumber: mybariatriclife.org

Layaknya konsep Smart City yang sudah mulai diterapkan di beberapa kota besar, konsep Smart Airport pun seolah ikut tergiring arus sehingga kerap kali ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Bagaimana tidak, bandara merupakan salah satu pintu masuk ke suatu negara atau kota sekaligus citra untuk menggambarkan kehidupan di kota itu sendiri. Tak ayal, banyak bandara di berbagai belahan dunia yang disolek sedemikian rupa sehingga dapat mencitrakan kondisi negara atau kota.

Baca Juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Bahkan, Richard Van Wijk selaku kepala dari Aviation Practice, Nokia, mengatakan bahwa setiap Smart City layak untuk mengoperasikan Smart Airport, dimana jantung dari kedua konsep futuristik ini terletak di jaringan komunikasinya. Lebih lanjut, Richard mengatakan bahwa dunia penerbangan komersial adalah bisnis yang sangat kompetitif yang mengharuskan setiap operator bandara perlu membuat dirinya lebih berkarakter, tanpa mengindahkan keamanan dan kenyamanan para pelancong.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman smartcitiesworld.net (31/10/2017), Richard mengatakan bahwa yang terpenting dari semuanya adalah jaringan komunikasi, karena ia menilai bahwa Smart City, Smart Airport, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya bergantung pada data dan jaringan komunikasi yang menumpunya. Tentu saja, bandara mengandalkan jaringan komunikasi selama bertahun-tahun, namun tuntutan yang diajukan pada mereka telah berubah secara dramatis belakangan ini.

Salah satu terobosan yang dapat meningkatkan kualitas komunikasi di bandara adalah jaringan Internet Protocol/Multi-Protocol Label Switching (IP/MPLS). IP/MPLS memiliki kemampuan untuk memisahkan lalu lintas data, hingga menunjang prioritas layanan. Tidak hanya itu, IP/MPLS juga dapat memprediksi kinerja yang tumbuh pada jaringan dan memberikan tingkat fleksibilitas, keamanan, keandalan, dan ketahanan yang diperlukan. Itu berarti, kehadiran IP/MPLS dapat mengamankan integritas video CCTV bandara dalam situasi apapun.

Bandara juga memiliki kebutuhan untuk mendukung layanan broadband nirkabel, dan memerlukan teknologi yang dapat melengkapi atau bahkan mengganti sistem Land Mobile Radio (LMR) yang ada, dimana sistem tersebut dioptimalkan untuk layanan suara, bukan data.

Selain itu, teknologi yang tengah dieksplorasi oleh pihak bandara dalam upayanya untuk meningkatkan jaringan komunikasi di sana adalah Internet of Things (IoT), yang menjanjikan pengelolaan siklus dari ribuan sensor dan memastikan kinerja mereka tetap aman. Masalah pada sensor yang kerap kali terjadi di bandara dipercaya dapat ditangani dengan mengaplikasikan sistem IoT.

Baca Juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things

Alih-alih menggunakan jaringan 4G LTE global yang berbaur dengan pengguna jaringan lain, Smart Airport akan menggunakan sebuah jaringan LTE broadband pribadi yang dikombinasikan dengan jalur data transport IP/MPLS Airport Campus dan sistem IoT. Penggabungan tersebut dinilai ampuh untuk mengentaskan masalah volume penumpang di bandara yang kian hari kian meningkat itu.

Pada akhirnya, jaringan komunikasi dapat memiliki dampak yang substansial terhadap daya saing dan keberhasilan bandara manapun. Akibatnya, operator bandara perlu mengevaluasi pilihan mereka dengan hati-hati dan meletakkan dasar yang memungkinkan mereka terus menyesuaikan diri dengan perubahan di pasar dan pengenalan teknologi dan layanan baru.