Terombang-Ambing Selama Tujuh Jam, Penumpang Kapal Ferry ini Tidak Bisa Gunakan Toilet!

Hadirnya toilet di moda transportasi memang salah satu fasilitas yang didambakan oleh sebagian penumpang. Namun apa jadinya jika toilet tersebut tidak dapat digunakan ketika moda transportasinya mengalami masalah dan penumpang dipaksa menunggu hingga berjam-jam lamanya? Situasi seperti inilah yang menimpa Kapal Ferry Alaska Marine Highway M/V LeConte pada Kamis (5/67/2018) minggu lalu.

Baca Juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman juneauempire.com (6/7/2018), kapal ferry yang tengah mengangkut 52 penumpang ini terpaksa terombang-ambing di Angoon, Alaska karena sepasang generator yang ada di kapal tersebut mogok. Generator tersebut menggerakkan sistem pembuangan yang ada di dalam kapal dan jembatan yang digunakan penumpang dan kendaraan untuk masuk ke dalam. Ketika generatornya mati, maka secara otomatis semua fungsi tersebut pun akan mati.

“Semua fungsi yang berada di dalam kapal pun kehilangan daya,” tutur juru bicara dari Alaska Marine Highway, Aurah Landau. Aurah pun mengatakan bahwa situasi di kapal saat itu sangat sulit. “Ketika generator mati, maka sistem sanitasi pun akan mati. Sebuah kondisi yang sangat sulit bagi penumpang kala itu,” tandas Aurah sembari menggambarkan kondisi penumpang yang terombang-ambing selama tujuh jam lamanya.

Sepengetahuan Aurah, “Ini merupakan kali pertama Kapal Ferry Alaska Marine Highway kehilangan daya sepenuhnya,”

Beruntung, generator darurat tetap hidup dan beberapa instrumen yang berada di dalam kapal bisa tetap hidup, seperti lampu darurat, pompa pemadam kebakaran, dan sejumlah instrumen lain. Teknisi yang didatangkan langsung dari Juneau (sebuah kota kecil di Alaska) seketika itu juga langsung berusaha untuk mencari sumber masalah. Teknisi datang beberapa jam setelah generator mogok.

Setelah sang teknisi berhasil menemukan penyebab generator mogok, kapalpun dapat kembali dijalankan dan melanjutkan pelayarannya menuju Juneau. Namun beberapa waktu berselang, kapal kembali mengalami masalah dan semua awak yang berada di dalam kapal yakin bahwa ini merupakan permasalahan yang berbeda. Akhirnya sang nakhoda memutuskan untuk berlabuh sementara di Auke Bay untuk memeriksa kelaikan moda tersebut.

Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi

Setelah diperiksa dan diperbaiki secara menyeluruh, kapal dapat kembali melanjutkan perjalanannya menuju Hainnes dan Skagway. Hingga saat ini, pihak agensi masih melakukan penyelidikan guna mendapatkan jawaban atas gangguan yang merugikan penumpang tersebut.

Entah apa yang meyebabkan Kapal Ferry Alaska Marine Highway bisa sampai mengalami masalah hingga dua kali dalam sekali perjalanan, namun ini mengindikasikan kurangnya pengawasan terhadap persiapan pra pelayaran.

 

Pemerintah Ukraina Siap Rekonstruksi Jalur Kereta di Zona ‘Mati’ PLTN Chernobyl

26 April 1986 menjadi hari yang tak pernah terlupakan di dunia, saat itu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl di Ukraina yang dulu masih jadi bagian Uni Soviet, mengalami kebocoran reaktor. Akibatnya 31 orang pekerja langsung tewas dan ada ribuan warga kota yang mengalami dampak radiasi nuklir. Efek radiasi nuklir yang menetap hingga tahunan membuat kawasan reaktor menjadi zona mati yang ditinggalkan.

Namun musim telah berganti, setelah berselang 32 tahun, kini Pemerintah Ukraina memutuskan untuk menghidupkan kembali jalur kereta api yang terletak di zona sekitaran PLTN Chernobyl. Adapun keputusan Pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur kereta api di sekitaran PLTN Chernobyl yang sudah hancur ini diterbitkan pada Rabu (13/6/2018) bulan lalu.

Baca Juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman xinhuanet.com (13/6/2018), dengan rencana pengaktifan kembali jalur ini, kabinet mengalokasikan dana sebesar US$34,8 juta atau yang setara dengan Rp500,6 miliar. Sebuah nilai yang dirasa cukup untuk merekonstruksi ulang jalur kereta Vilcha-Yanov sepanjang 47 km yang berada di zona PLTN Chernobyl tersebut.

PLTN Chernobyl sendiri berada di dekat kota Pripyat, Ukraina, 14,5 km sebelah barat laut kota Chernobyl, 16 km dari perbatasan Belarus-Ukraina, dan sekitar 110 km sebelah utara kota Kiev. Setelah terjadinya tragedi Reactor No. 4 pada tahun 1986 silam, maka secara stimultan PLTN ini mulai tidak aktif dan statusnya berubah menjadi zona pengecualian. Kemudian pada 15 Desember 2000, PLTN Chernobyl ini secara resmi ditutup.

Sumber: chernobylplace.com

Pemerintah Ukraina sendiri menargetkan jalur kereta ini akan difungsikan untuk mengankut limbah radioaktif ke fasilitas penyimpanan bahan bakar terpusat yang kini tengah dibangun di dekat PLTN Chernobyl. Rencananya, rekonstruksi jalur ini akan rampung dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, terhitung sejak tanggal awal pembangunan. Diketahui, jalur kereta ini sendiri sudah tidak beroeprasi sejak tahun 2007 silam.

Sumber: chernobylplace.com

Pada bulan November 2017 silam, Pemerintah Ukraina telah memulai pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar terpusat yang seyogyanya siap untuk beroperasi pada tahun 2022 mendatang. Adapun pembangunan fasilitas pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampunan Ukraina dalam mengelola dan menyimpan limbah nuklirnya. Setelah rampung, fasilitas tersebut akan diproyeksikan untuk menyimpan bahan bakar nuklir bekas dari tiga PLTN yang ada Ukraina.

Baca Juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Kendati tengah dalam proses rekonstruksi, jaringan perkeretaapian yang ada di sekitaran PLTN Chernobyl yang sempat tidak terjamah ini mengundang minat tersendiri dari para pemburu foto. Dikutip dari laman sumber lain, tidak sedikit para fotografer yang sudah siap ‘perang’ datang ke lokasi untuk berburu jepretan yang ciamik. Hasilnya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesan terbengkalai dan angker sangat kuat mencuat dari foto-foto tersebut.

 

 

Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!

Tentu Anda semua masih ingat dengan sebuah rekor yang diciptakan oleh Negeri Tirai Bambu dimana sebanyak 1.500 orang saling bergotong royong untuk membangun sebuah stasiun kereta dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, bukan? Ya, nampaknya hal tersebut agak sulit dilupakan mengingat kecepatan dan jumlah orang yang terjun langsung dalam pembangunan stasiun di Provinsi Fujian, Cina Selatan ini.

Baca Juga: Tak Sampai 24 Jam, Cina Rampungkan Pembangunan Stasiun Ini!

Nah, kali ini ada negara lain yang mencoba untuk menorehkan rekor baru, dimana mereka membangun jaringan kereta bawah tanah dengan ketinggian terbatas dalam waktu hanya 4 jam 30 menit saja! Hebatnya lagi, jalur tersebut berada persis di bawah sebuah jalur kereta eksisting.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (6/7/2018), rekor tersebut tercipta di negara dengan kondisi jaringan perkeretaapian yang bisa dibilang agak tertinggal dari yang lain, India. Jalur Limited Height Subway (LHS) ini dibangun Indian Railways untuk meminimalisir persimpangan bertingkat di Kothavalasa-Pendurti Line di Waltair Division dari East Coast Railway, dimana persimpangan No.484 tersebut dilintasi oleh empat jalur kereta sekaligus.

Konstruksi ini sendiri menggunakan pelat dasar dan kotak pra-fabrikasi dengan ukuran 1,5 X 4,65 X 3,65 meter. Konstruksi ini dikerjakan dengan mengerahkan 16 ekskavator, tiga crane, lima tipper, empat mesin hydra (mesin bor berkekuatan air), 1.000 karung pasir, dan kurang lebih sekitar 300 pekerja. Namun, adapun dampak dari pembangunan ini adalah terhambatnya kereta penumpang via Rammurthypanthulapeta selama kurang lebih tiga setengah jam.

“Penempatan kotak pra-fabrikasi terhitung satu jam, sedangkan menempatkan lembaran beton dasar memakan waktu kurang lebih satu setengah jam, dan keseluruhan konstruksi ini rampung dalam waktu empat setengah jam,” ujar salah satu juru bicara dari East Coast Railway.

Baca Juga: Indian Railways Siap Bangun Jalur Kereta di Atas Ketinggian 10.000 Kaki!

Tentu ini bukanlah satu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, apalagi dalam waktu yang relatif sangat singkat. Normalnya, dibutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam untuk membangun LHS yang mencakup dua jalur. Tapi kali ini sejarah telah dicatatkan oleh Indian Railways dengna membangun LHS empat jalur dalam kurun waktu kurang dari lima jam saja. Keren!

 

Mercedes eCitaro Diluncurkan Perdana September 2018

Era modern masa kini berbagai perusahaan bus berlomba-lomba untuk menghadirkan yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah Mercedes-Benz yang meluncurkan bus kota elektronik bebas emisi dan menjawab kebutuhan akan mobilitas di kota besar maupun kecil.

Baca juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Bus ini adalah Mercedes eCitaro yang mengambil ruang dalam transportasi di area padat penduduk. KabarPenumpang.com merangkum dari laman motor1.com (10/7/2018), Mercedes sendiri saat ini sudah mendapatkan pesanan pertamanya untuk bus bebas emisi tersebut.

Sebelum eCitaro hadir, pendahulunya yakni Citaro yang juga merupakan bus listrik sudah terkirim lebih dari 50 ribu ke seluruh dunia dan menjadi bus kota terlaris. Kedua bus ini memiliki sasis yang identik, tetapi eCitaro memiliki bodi yang didesain ulang.

Terlihat jelas perbedaannya yakni bagian depan dimana logo merek lebih besar yakni ukuran diameter 28 cm dan dikombinasikan dengan trim dekoratif tiga dimensi dan permukaan yang mengkilap. Bagian atapnya agak sedikit melengkung bagian depannya, sedangkan bagian belakang bus eCitaro ini diadopsi dari standar Citaro.

bagian dalam bus eCitaro buatan Mercedes-Benz (motor1.com )

Daya untuk menjalankan bus ini disediakan oleh versi poros listrik ZF AVE 130 dengan menghadirkan motor listrik di bagian roda. Output puncak sistemnya sendiri yakni 335 horsepower atau 250 KW dan 715 poundfeet atau 970 Newtown per torsi yang sudah tersedia dari awal.

Baterai yang digunakan ialah Lithium-ion yang terbagi hingga sepuluh modul dengan masing-masing memasok listrik sebesar 25 kWh untuk total 243 kWh. Modul baterai ini dipasang di bagian belakang dan atap bus eCitaro.

Untuk jumlah baterainya sendiri akan tergantung dengan spesifikasi, ada bus yang menggunakan enam, delapan atau sepuluh. Dimana maksimum baterai yang terpasang sebanyak sepuluh di setiap busnya.

Bus ini memiliki berat 13,44 ton dan mampu mengangkut lebih dari enam ton atau sekitar 85-90 penumpang. Untuk pengisian baterainya sendiri akan melalui soket konektor Combo-2 yang ditempatkan di atas lengkungan roda depan tepatnya di sisi kanan bus.

Baca juga: Berharap Mampu Pasok Kebutuhan Bus di Bandara, Moeldoko Hadirkan Prototipe Bus Listrik Ketiga

Tak hanya itu, pada masa depan pembuat mobil Jerman juga akan menawarkan pilihan untuk mengisi bus melalui pantograph. Diketahui, peluncuran perdana eCitaro di publik yakni pada bulan September mendatang di IAA Commercial Vehicles di Hanover.

Bus eCitaro buatan Mercedes-Benz ini sendiri akan mulai diproduksi pada akhir tahun. Mercedes sendiri sudah mendapat pesanana sebanayk 20 bus listrik ini yang akan di produksi di Hamburg.

Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama!

Duduk di kursi yang nyaman dan dapat melakukan mobilitas dari satu titik ke titik yang lain dengan kecepatan yang luar biasa menjadi gambaran sederhana dari seorang penumpang kereta peluru. Kendati hingga saat ini Indonesia masih belum memilikinya, namun pemberitaan tentang kereta peluru seperti yang ada di Jepang kerap kali membuat warga Indonesia ingin merasakan sensasi ‘menungganginya’. Namun apa jadinya jika Anda disuruh untuk mengendalikan kereta dengan kecepatan di atas 200km/jam tersebut?

Baca Juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Bagi Anda yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di dunia perkeretaapian, khususnya masinis, mungkin akan sulit bagi Anda untuk membayangkannya. Tapi di Jepang, Anda tetap bisa merasakan sensasi mengendarai ikon dari jaringan kereta api di Negeri Matahari Terbit, lho! Dikutip KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (5/7/2018), Railway Museum yang terletak di Saitama menawarkan wahana simulasi mengemudikan kereta peluru.

Hadirnya simulator shinkansen E5 di Railway Museum per tanggal 5 Juli 2018 ini merupakan salah satu wahana yang disediakan oleh pihak museum dalam rangka peresmian gedung baru. Tak pelak, wahana simulator tersebut ramai dihampiri oleh para pengunjung, tidak terkecuali para railway geeks (penggila kereta api) yang diketahui memiliki minat lebih dalam dunia perkeretaapian. Di pameran itu juga, Anda juga dapat secara lebih mendalam memahami filosofi kerja, sejarah, dan gambaran masa depan dari perkeretaapian Jepang.

Siapapun boleh menjajal wahana E5 Simulator yang menjadi andalan pihak penyelenggara. Cukup merogoh kocek sebesar 500 yen atau yang setara dengan Rp65.000, Anda sudah bisa merasakan sensasi ngebut dengan kecepatan 320km/jam, lengkap dengan kursi kemudi yang didesain sangat mirip dengan aslinya. Sebuah layar besar pada bagian depan yang menayangkan video panorama semakin menambah nilai realistis dari wahana ini.

Ada banyak sekali ilmu pengetahuan yang dapat Anda gali di pameran ini. Sebut saja Anda dapat memahami lebih detail mengenai pekerjaan yang setiap harinya dibebankan kepada seluruh personel di jaringan perkeretaapian Jepang di “Job Station” yang terletak di lantai dasar museum ini.

Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Atau bagi Anda yang tertarik dengan sejarah perkeretaapian Jepang, Anda pasti akan betah berlama-lama di “History Station” yang terletak di lantai tiga. Nah, bagi Anda yang sekiranya ingin mengetahui gambaran masa depan dari jaringan perkeretaapian Jepang, Anda bisa menyambangi “Future Station” yang terletak di lantai dua. Bagaimana, sangat menarik bukan? Jangan lupa sempatkan diri Anda untuk mampir ke museum yang terkenal dengan nama Omiya Railway Museum ini ya!

 

Sampai Berhari-Hari! Inilah Lima Macet Terparah di Dunia

Siapa sih yang suka terjebak dalam kemacetan? Bisa dibayangkan sebagaimana lelahnya Anda setelah seharian bekerja, dan terjebak dalam kemacetan panjang ketika hendak pulang. Macet 15 menit saja rasanya sudah seperti macet satu jam lebih, bukan? Sangat menyebalkan! Opsi lain agar tidak kena macet adalah menggunakan sarana transportasi umum, namun penuhnya bukan main! Mau tidak mau, Anda harus menerjang macet tersebut agar tidak terlalu larut sampai di rumah.

Baca Juga: Terjebak Macet? Yuk Lakukan Hal Berikut Ini Biar Tidak Stress!

Ngomong-ngomong soal macet, laman worldatlas.com menyebutkan pernah ada sejumlah macet parah yang sampai-sampai masuk ke dalam sejarah, lho! Kira-kira, macet di Jakarta atau ketika musim arus mudik masuk ke dalam perhitungan mereka tidak ya? Berikut KabarPenumpang.com himpun lima macet terparah di dunia yang pernah terjadi!

Beijing, Cina – Agustus 2010
Terjebak macet selama tiga sampai empat jam rasanya masih belum ada apa-apanya dengan macet yang pernah terjadi pada 14 Agustus 2010 silam. Tercatat, kemacetan yang memerah hingga 100 km di Beijing-Tibet Expressway ini berlangsung selama 12 hari! Disinyalir, kemacetan ini terjadi karena adanya perbaikan dan pengerjaan konstruksi jalan tol.

Rusia – Desember 2012
Kali ini giliran Negeri Beruang Merah yang dilanda macet berhari-hari setelah badai salju hebat melanda Tver, Barat Laut Rusia pada 30 November 2012. Tidak diketahui pasti berapa panjang dari macet ini, namun yang pasti, kemacetan baru mereda pada 2 Desember 2012 atau selama tiga hari.

Bethel, New York – Agustus 1969
Woodstock Music Festival tahun 1969 ternyata membawa petaka tersendiri terhadap jalanan di New York. Lebih dari 500.000 orang menyambangi venue, dan menyebabkan kemacetan parah hingga 20 mil (32 km) panjangnya! Alhasil, macet selama tiga hari pun tak dapat terelakkan.

Baca Juga: Riset INRIX: Setelah Jakarta, Bandung Jadi Kota Termacet Kedua di Indonesia

Texas – September 2005
Amukan Badai Rita pada September 2005 silam berdampak pada catatan kemacetan terparah di Amerika Serikat. Tepatnya pada 21 September 2005, 2,5 juta penduduk Houston berbondong-bondong mengungsi via Interstate 45. Hanya membutuhkan waktu selama 48 jam untuk mengumpulkan hampir seluruh warga Houston di jalan bebas hambatan tersebut. Tak pelak, macet sepanjang 160 km ini baru bisa terurai tiga hari berselang.

Chicago, Illionis – Februari 2011
1 Februari 2011 akan menjadi hari yang tidak akan dilupakan oleh warga Chicago, pasalnya badai hebat yang menghantam berimbas pada tebalnya salju yang mengubur daerah ini. 20 inchi salju yang memutihkan kota ini membuat kemacetan hingga 12 jam lamanya!

 

 

Sophia, Robot Humanoid yang Gagal Makan Malam dengan Perdana Menteri Ethiopia

Robot humanoid sosial yang dikembangkan oleh Hason Robotics yang berbasis di Hong Kong harus melewatkan makan malamnya dengan Perdana Menteri Ethiopia. Robot humanoid artificial intelligence (AI) dengan nama Sophia yang terkenal ini diketahui tiba di Ethiopia pada hari Jumat (29/6/2018) lalu.

Baca juga: RADA! Robot Berteknologi Artificial Intelligence di Bandara Indira Gandhi

KabarPenumpang.com melansir dari laman africanews.com (30/6/2018), Sophia yang tiba di Ethiopia harusnya dijadwalkan bertemu dengan PM Ethiopia Abiy Ahmed untuk makan malam. Sayang saat berada di Bandara Frankfurt menuju ke Addis Ababa, tas berisi beberapa bagian dari Sophia hilang.

Sementara saat itu sebenarnya Sophia ingin sekali makan malam dengan Abiy. Tetapi Getahun Merkuria, Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ethiopia mengatakan, Sophia masih akan muncul di MCIT Internasional Expo meski gagal bertemu dengan PM Abiy.

Manager Icogs Labs, Getnet Asefa menjelaskan bahwa Sophia bisa diperbaiki dan mereka menemukan bagian-bagian alternatif untuknya. Sophia sendiri diaktifkan pada 19 April 2015 lalu dan hadir pada penampilan perdananya di publik saat di South by Southwest Festival (SXSW) pertengahan Maret 2016 di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Sophia diketahui mampu menghadirkan 50 ekspresi wajah. Selain itu, robot AI ini juga telah diprogram untuk berbicara bahasa Amharik yang merupakan bahasa resmi Ethiopia dan menjadi bahasa pertama yang digunakan selain bahasa Inggris.

Sophia merupakan robot pertama dalam sejarah yang mendapat penghargaan kewarganegaraan Arab Saudi. Kulit yang digunakan pada robot humanoid ini dari kulit organik maupun non organik.

Baca juga: Bandara Munich Gandeng Lufthansa Hadirkan Robot Humanoid Untuk Bantu Penumpang

Pada tubuhnya tepatnya bagian mata, Sophia mampu mengenali wajah manusia karena dipasangi kamera. Robot ini pun telah di program untuk melakukan percakapan tanpa menggunakan naskah dan mampu mengumpulkan data emosional dalam membentuk hubungan emosional dengan manusia.

Pada bulan Oktober 2017, Sophia menjadi robot pertama yang menerima kewarganegaraan dari negara mana pun. Pada bulan November 2017, Sophia dinobatkan sebagai Juara Inovasi pertama dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan orang pertama yang tidak diberi gelar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Garuda Indonesia dan Citilink Raih “TripAdvisor 2018 Travellers Choice Awards”

Penikmat dunia wisata tentu familier dengan nama TripAdvisor.com, yang tak lain merupakan situs rekomendasi wisata terbesar di dunia dan cukup akrab diakses oleh netizen di Indonesia. Mulai dari destinasi wisata, penginapan sampai moda transportasi tak luput dari ulasan situs yang bermarkas di Massachusetts, Amerika Serikat ini. Dan hari ini, Garuda Indonesia Group yang terdiri dari flag carrier Garuda Indonesia dan Citilink mendapatkan kado istimewa, berupa penghargaan “TripAdvisor 2018 Travellers Choice Awards.”

Baca juga: Garuda Indonesia Capai OTP Tertinggi 95,8 Persen di Arus Mudik Lebaran 2018

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh President Flights and Cruise TripAdvisor, Bryan Saltzburg, dan diterima oleh Direktur Layanan Garuda Indonesia, Nicodemus P. Lampe, serta Direktur Niaga Citilink Indonesia, Andy Adrian, di kantor Pusat Garuda Indonesia di Kebon Sirih, Jakarta (11/7/2018).

Selain menjadi maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia juga berhasil masuk pada pemeringkatan Travelers’ Choice Winner, Major Carriers-Asia dan Travelers’ Choice Winner, Economy Class–Asia. Penghargaan tersebut diberikan menyusul hasil pengumuman resmi oleh TripAdvisor pada 9 April 2018 lalu setelah merampungkan survei pemeringkatan maskapai penerbangan terbaik di seluruh dunia. Hal ini membuat Garuda Indonesia untuk kedua kalinya kembali dinobatkan sebagai maskapai penerbangan terbaik di Indonesia.

Nicodemus P. Lampe menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi dan dukungan masyarakat Indonesia dan dunia pada survei yang telah dilakukan TripAdvisor tersebut terhadap Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. “Pencapaian yang kami peroleh pada hari ini tentunya sangat membanggakan, mengingat saat ini kami tengah melaksanakan berbagai program dan inovasi yang berkesinambungan untuk peningkatan layanan, khususnya melalui konsep layanan unggulan kami, Garuda Indonesia Experience, yang kami terjemahkan dari kekayaan budaya dan keramahtamahan khas Indonesia,” ujarnya.

TripAdvisor secara resmi mengumumkan Garuda Indonesia berhasil masuk dalam list 10 maskapai terbaik di Asia tahun 2018 berdasarkan hasil rating dan review selama tahun 2017 lalu yang diperoleh dari penumpang, dimana penilaian rating tersebut mencakup kualitas dan kuantitas layanan dari seluruh maskapai di Asia.

Baca juga: Mei 2018 – OTP Citilink Berada di Urutan Kedua di Asia Tenggara Setelah Bangkok Airways

Untuk Citilink, dinobatkan TripAdvisor sebagai salah satu LCC terbaik di Asia berdasarkan ulasan travellers yang menyatakan bahwa para wisatawan menghargai keramahtamahan staf, ketepatan waktu di atas 80 persen, tingkat keamanan, serta kebersihan pesawat.

Penumpang Menurun, MRT Singapura Merugi Hampir Rp1 Miliar di Q1 2018

Guncangan pada sebuah bisnis seringkali terjadi dan membuat rugi. Hal ini juga tak menutup kemungkinan pada bisnis transportasi massal yang memudahkan penumpang untuk bepergian seperti SMRT selaku operator mass rapid transit (MRT) Singapura. Perusahaan plat merah ini dilaporkan merugi besar seiring menurunnya jumlah penumpang pengguna MRT dan tercatat kerugian yang dirasakan SMRT setelah pembayaran pajak senilai S$86 juta atau setara dengan Rp905 miliar untuk kurtal pertama 2018 yang berakhir pada 31 Maret lalu.

Baca juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

KabarPenumpang.com melansir dari laman Channel News Asia, pada periode yang sama tahun 2017 lalu, SMRT sendiri bahkan mampu meraup laba setelah pajak sebesar S$26 juta atau setara dengan Rp247 miliar. SMRT mengatakan, terkikisnya keuangan tak lepas dari menurunnya jumlah penumpang. Dimana data baru yang diterima bahwa MRT Singapura sudah kehilangan 15 juta penumpangnya, dari sebelumnya 768 juta penumpang menjadi 753 juta penumpang saat ini.

Tak hanya merosotnya jumlah penumpang, biaya operasional MRT Singapura pun membengkak. Ini disebabkan naiknya biaya operasional dari S$785 juta pada tahun lalu menjadi S$838 juta pada 2018 ini. Naiknya biaya operasional tersebut karena tingginya biaya pemeliharaan akibat menuanya jaringan kereta dan stasiunnya sendiri.

Chief Executive Officer SMRT Lee Ling Wee mengakui, kepuasan penumpang sebenarnya sudah mulai menurun sejak 2017 silam. Lee mangatakan, penyebabnya adalah seringnya kereta mengalami gangguan. Bahkan, layanan MRT Singapura sempat lumpuh 20 jam akibat banjir pada Oktober lalu. Lee berjanji, MRT Singapura berupaya semaksimal mungkin mengatasi gulungan permasalahan.

“Belajar dari peristiwa terowongan banjir pada 7 Oktober 2017, kami terus memperkuat proses kerja dan pengawasan di setiap lini organisasi,” kata dia.

Baca juga: Gas Freon di MRT Singapura Bocor, Gangguan Kesehatan Mengintai Penumpang

Menurunnya penumpang dan meruginya MRT Singapura, mengingatkan pada MRT Malaysia yang sepi penumpang. Jaringan yang mengangkut dari Sungai Buloh menuju Kajang dinilai gagal menarik minat masyarakat. Padahal, pembangunan MRT Malaysia ini menghabiskan dana RM23 miliar ata Rp81 triliun.

Kapasitas pengangkutan MRT juga sekitar 400 ribu sampai 500 ribu penumpang. Namun, nyatanya setiap hari jalur ini hanya mengangkut 150 ribu penumpang setiap harinya pada pertengahan 2017 lalu. Bahkan mengalami penurunan hingga 132 ribu penumpang perharinya pada Januari 2018 kemarin.

Gara-Gara Takut Tertinggal Kereta, Pria Ini Laporkan Adanya Bom

Bom bukanlah hal untuk di permainkan, apalagi ketika itu menyangkut nyawa orang banyak. Ini bisa membuat kepanikan luar biasa bahkan kengerian tersendiri bagi orang-orang disekitarnya. Tapi bagaimana bila ancaman bom itu palsu dan hanya untuk membuat sesorang tidak terlambat saat naik kereta?

Baca juga: Akibat Ancaman Bom, Lion Air JT120 Alami Delay Selama Dua Jam

Dikutip KabarPenumpang.com dari Times of India, penumpang kereta Rajdhani Express di India dengan tujuan Kolkata dilanda kepanikan setelah pihak berwajib menerima laporan adanya bom. Kabar bom tersebut didapatkan setelah kereta baru meninggalkan stasiun New Delhi.

Akibatnya masinis langsung menghentikan kereta di Ghaziabad dan pihak kepolisian yang diterjunkan langsung menyisir kereta selama dua jam namun tidak menemukan adanya bom. Kemudian pihak kepolisian menyelidiki telepon yang melaporkan adanya bom tersebut dan petunjuk mengarah pada Supriyo Mukherjee (43 tahun) yang akhirnya digelandang ke kantor polisi untuk di interogasi.

Ternyata alasannya untuk mengatakan bom karena saat itu Mukherjee diketahui baru kembali dari Patiala bersama istrinya dan harus berangkat ke Rajdhani dari Delhi. Dikarenakan dirinya mampir ke apotek, Mukherjee tertinggal kereta api dan menghubungi ruang kendali di stasiun dengan mengatakan ada bom yang sebenarnya hanya bualan alias tidak ada.

“Dia menyebar hoax bom itu agar bisa tiba di stasiun Ghaziabad untuk naik kereta. Kami sebelum mengamankan pelaku sudah melakukan pemeriksaan di kereta dengan tim anti teror bom dan anjing pelacak,” ujar petugas kepolisian stasiun kereta Parvaiz Ahmed.

Setelah beberapa jam dilakukan pengamanan, polisi memasktikan kabar bom yang ada di dalam kereta merupakan hoax dan kereta kembali melaju pukul 19.05 waktu setempat. Sebelum mengamankan Mukherjee, polisi sempat mencurigai seorang penumpang di stasiun kereta Ghaziabad, tapi kemudian segera melepasnya karena menangkap pelaku yang asli.

“Kami interogasi dia, ternyata pria tersebut bukanlah penyebar hoax,” ujar kepala polisi stasiun kereta, Rupesh Singh.

Baca juga: TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Hal ini beberapa waktu lalu juga terjadi di Indonesia, dimana salah satu maskapai penerbangan yakni Lion Air mendapat ancaman bom berkali-kali dalam jangka waktu tidak jauh. Hal ini bahkan membuat keterlambatan penerbangan hingga berjam-jam.

Pasalnya, ancaman bom menjadi sangat serius di Indonesia karena saat itu sedang dalam kondisi siaga terorisme. Ancaman bom juga bukanlah bercandaan, bahkan saat semua penumpang sudah dalam pesawat dan ada sebutan kata bom saja bisa membuat panik dan perjalanan tertunda agar pihak kepolisian bisa menyisir semua kabin. Kini diketahui, bila mengatakan bom sembarangan dalam penerbangan, pelaku akan di amankan dan akan diberi sanksi oleh pihak keamanan.