Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Mercedes Benz Citaro. Sumber: insideevs.com

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pada April 2017 silam PT Transportasi Jakarta meluncurkan 100 buah armada baru berlogokan Mercedes Benz dengan seri OC500RF 2542. Ya, PT Transportasi Jakarta yang menunggangi layanan BRT TransJakarta ini memang diketahui sebagai salah satu pengguna setia dari produk asal Negeri Bavaria. Tidak hanya berfokus pada mobil sporty nan elegan saja, ternyata pergerakkan Mercedes Benz di dunia bus pun turut mendongkrak laba dari perusahaan tersebut.

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung

Berbicara soal armada bus dari Mercedes Benz, merk dagang yang didirikan pada tahun 1926 ini memiliki satu varian low deck yang kini tengah menjadi primadona di kelasnya, yaitu Mercedes Benz Citaro. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, bus ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 silam dan menggantikan peran dari Mercedes-Benz O405 / O405N series.

Bus listrik yang sudah terjual lebih dari 500.000 unit di seluruh dunia ini menggunakan baterai Lithium-ion (Li-ion) seperti yang biasa ditemui di kebanyakan bus listrik, hanya saja baterai milik Citaro bersifat modular. Modular yang dimaksud di sini adalah operator dapat mengatur jumlah kebutuhan baterai, tergantung pemakaian, syarat dan berbagai kondisi lain yang melingkupi lalu lintas perkotaan yang akan diarungi Citaro.

Misalnya, setting-an baterai Citaro yang digunakan di satu kota dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi tentu akan berbeda dengan kota lain dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang rendah. Dapat beradaptasi dengan berbagai iklim menjadi kelebihan Citaro selanjutnya. Bus low deck ini sudah diuji diberbagai tempat, bahkan dengan suhu yang ekstrem sekalipun. Seperti dinginnya lingkaran Arktik dan menyengatnya panas di Sierra Nevada.

Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

Bukan apa-apa, suhu yang ekstrem memang merupakan seteru utama baterai karena dapat memperpendek durabilitas dan keandalannya. “Bus kota kami tidak beremisi dan sangat hening saat berjalan. Para insinyur saat ini melakukan pengujian menyeluruh terhadap prototipe bus baru di bawah kondisi terberat,” ungkap Kepala Bus Daimler, Hartmut Schick.

“Sebagai konsep teknis, yang melibatkan sistem modular untuk power supply dan manajemen thermal yang optimal. Dengan semua itu, Citaro dengan tenaga listrik ini akan menjadi tonggak sejarah baru,” tandasnya optimis. Akankah TransJakarta sebagai salah satu pelanggan setia Mercedes akan ‘mempekerjakan’ Citaro?