Nostalgia, Yuk! Inilah Daftar Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia yang Melegenda

Ornamen dari bangunan yang berusia sangat tua tentunya menjadi daya tarik masyarakat yang melihatnya. Bahkan pemerhati sejarah bangunan yang berdiri sejak kolonial Belanda sangat kagum karena masih dipertahankan keasliannya dan masih digunakan hingga saat ini. Contohnya pada bangunan stasiun kereta api di Indonesia.

PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI memiliki sejumlah koleksi heritage (cagar budaya) berupa stasiun tua yang tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan keunikan arsitektur. Beberapa stasiun ini tentu sangat melegenda bahkan memiliki cerita sejarah yang sangat panjang saat pembangunan dilakukan. Nah, kabarpenumpang mengajak kalian bernostalgia untuk mengetahui stasiun-stasiun kereta api paling bersejarah yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

1. Stasiun Lempuyangan
Stasiun ini menjadi salah satu stasiun tertua di Indonesia sekaligus stasiun pertama yang berdiri di Yogyakarta. Stasiun ini mulai dioperasikan pada 10 Juni 1872. Pada awalnya, Stasiun Lempuyangan digunakan untuk mendukung pengangkutan komoditas dan mobilitas masyarakat di wilayah Vorstenlanden-Semarang.

Kini, Stasiun Lempuyangan tetap menjadi salah satu stasiun penting di Yogyakarta. Stasiun ini melayani sejumlah kereta api kelas ekonomi dan campuran dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa.

2. Stasiun Kedungjati
Berada di Kabupaten Grobogan diresmikan pada 21 Mei 1873. Stasiun ini kerap disebut sebagai kembaran Stasiun Ambarawa karena memiliki kemiripan pada bagian fasad bangunannya. Pada 1907, bangunan Stasiun Kedungjati mengalami pembenahan. Konstruksi kayu yang sebelumnya digunakan diubah dan diperkuat menggunakan batu bata yang diplester.

Bagian peron juga mengalami pembenahan dengan menggunakan konstruksi baja beratapkan seng dengan tinggi mencapai 14,65 meter. Stasiun Kedungjati hingga kini masih digunakan dan menjadi tempat berhenti sejumlah kereta api, di antaranya KA Brawijaya dan KA Joglosemarkerto.

3. Stasiun Tanggung
menjadi salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia. Stasiun yang berada di Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini mulai dibangun pada 1864 oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan kemudian dibangun ulang pada 1910.

Pada 10 Agustus 1867, Stasiun Tanggung menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia ketika jalur kereta api pertama antara Tanggung dan Kemijen sepanjang 25 kilometer dibuka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Stasiun Tanggung hingga kini masih aktif. Namun, tidak ada kereta api yang berhenti secara rutin untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Stasiun ini dapat digunakan sebagai tempat persusulan antarkereta.

4. Stasiun Brumbung
Terletak di Kabupaten Demak dan diresmikan pada tanggal yang sama dengan Stasiun Alastua, yakni 10 Agustus 1867. Seperti Alastua, Stasiun Brumbung memiliki posisi unik di tengah jalur kereta api. Keberadaannya menjadikan stasiun ini memiliki peran penting dalam perjalanan sejumlah kereta api yang melintas di wilayah Jawa Tengah.

Sejumlah kereta yang berhenti di Stasiun Brumbung antara lain KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar, KA Banyubiru relasi Solo Balapan-Semarang Tawang Bank Jateng pulang-pergi, KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto-Semarang Tawang Bank Jateng, serta KA Kedungsepur relasi Ngrombo-Semarang Poncol.

5. Stasiun Alastua
Diresmikan pada 10 Agustus 1867. Bersama Stasiun Brumbung, stasiun ini termasuk bagian dari jalur kereta api awal di Indonesia. Keduanya memiliki keunikan karena berada di tengah jalur kereta api sehingga dikenal pula sebagai stasiun pulau.

Stasiun Alastua memiliki peran penting dalam perjalanan kereta api, terutama ketika terjadi banjir di kawasan Stasiun Semarang Tawang. Dalam kondisi tersebut, Alastua dapat menjadi tempat perhentian kereta dari arah timur yang hendak menuju barat maupun sebaliknya. Saat ini, salah satu kereta yang berhenti di Stasiun Alastua adalah KA Kedungsepur dengan relasi Ngrombo-Semarang Poncol.

Hampir Punah! KAI Gandeng Komunitas Kereta Api Rawat Cagar Budaya Corong Air

Masyarakat Bisa Nikmati LRT Jakarta Rp8 Selama Delapan Hari, Ini Jadwal Lengkapnya

Akhirnya yang ditunggu-tunggu terlaksana sudah. Ya, transportasi massal dengan wajah baru, kini bisa dirasakan langsung maayarakat. Light Rapid Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading – Manggarai sekarang sudah bisa dirasakan oleh publik mulai 16 September 2026. Adapun fasilitas yang dirasakan oleh masyarakat sangat membantu dalam menggunakan LRT tersebut.

Yang paling mengejutkan ada tarif spesial bagi masyarakat yang ingin merasakan pelayanan selama di perjalanan menggunakan LRT ini. Ya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai hanya Rp8 selama delapan hari ke depan (hingga 23 September 2026). Hal ini disampaikan Pramono ketika menyampaikan laporan peresmian LRT Jakarta di stasiun Manggarai, Jakarta pada tanggal tersebut.

Kehadiran LRT Jakarta sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ini memperkuat konektivitas dan sistem transportasi di Jakarta. Kini, Manggarai sudah menjadi transport hub baru yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi, termasuk KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, dan kereta bandara.

Pengembangan LRT Jakarta ini akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas yang sepanjang dua kilometer, dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun. Di kawasan Dukuh Atas sendiri saat ini tengah dibangun pedestrian deck yang akan mengintegrasikan MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta kereta bandara.

Selain pengembangan hingga Dukuh Atas, Pemprov DKI juga akan melanjutkan pembangunan LRT dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan dari Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh. Pramono menyampaikan, saat ini konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Pengguna transportasi publik pun terus mengalami peningkatan setiap tahunnya sebesar 15 persen.

Pembangunan LRT Jakarta ini sepenuhnya dilakukan oleh PT Jakpro, BUMD, dan menggunakan dana APBD Pemprov DKI Jakarta. Ia menargetkan, secara bertahap LRT Jakarta dapat melayani hingga 80 ribu penumpang. Pemprov DKI sendiri menyediakan tarif gratis transportasi untuk 15 golongan masyarakat yang telah ditetapkan. Pramono berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa transportasi di Jakarta semakin baik.

setelah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Pramono juga melaporkan pembangunan Jakarta yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,52 persen pada triwulan ini, dengan inflasi sebesar 2,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Jakarta ini menyumbang 16,32 persen terhadap perekonomian nasional.

Tak hanya itu, pertumbuhan investasi Jakarta pun tercatat mencapai 162 persen dalam dua tahun terakhir. Pada 2025 investasi di Jakarta mencapai Rp270 triliun dan di triwulan kedua 2026 telah mencapai Rp173 triliun. Artinya bahwa ekonomi di Jakarta tumbuh dengan baik dan itu tidak mungkin terjadi tanpa ada rasa aman, nyaman, dan juga kepercayaan investor dari mana pun tentang Jakarta.

Adapun untuk jadwal waktu perjalanan LRT Kelapa Gading – Manggarai adalah sebagai berikut:

Tentunya, operasional LRT ini juga memperkuat integrasi transportasi di Stasiun Manggarai sebagai salah satu simpul utama angkutan umum di Jakarta. Penumpang yang melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta tetap dikenakan tarif Rp3.500 sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu jaringan LRT Jakarta kini dapat memperluas konektivitas antara kawasan utara, timur, dan pusat ibu kota melalui salah satu titik transit terbesar di Jakarta.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Didepak dari Penerbangan Akibat Overbooked?

Pernahkah Anda mendengar skema overbooking yang ada di dunia penerbangan global? Bagi Anda yang belum tahu, overbooking merupakan skema dimana pihak maskapai menjual tiket melebihi kapasitas bangku yang ada di dalam sebuah penerbangan. Contoh sederhananya seperti ini: Maskapai Elang Air menjual 150 tiket perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan menggunakan pesawat Boeing 737-300, padahal, kapasitas bangku yang ada di pesawat tersebut hanyalah 140 penumpang. Kurang lebih seperti itu.

Baca Juga: Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Kendati terdengar aneh, namun skema seperti ini lazim adanya di ranah aviasi – bahkan, seorang pengacara dari Australia mengatakan bahwa skema overbooking ini dianggap normal di Negeri Kangguru. Wah, kalau Anda menjadi salah satu penumpang yang didepak dari penerbangan karena overbooking, tentu saja waktu Anda akan terbuang percuma.

Nah, sebenarnya setiap maskapai memiliki kebijakannya sendiri dalam menghadapi kasus semacam ini. Dikutip dari laman tirto.id, maskapai swasta terbesar di Indonesia, Lion Air akan mengerahkan segala cara untuk menyediakan bangku bagi setiap reservasi yang telah dikonfimasi (tiket sudah issued). Lain halnya dengan maskapai milik Sir Tony Fernandes, AirAsia, dimana maskapai ini lebih memilih untuk menyediakan bangku di penerbangan selanjutnya tanpa dikenakan biaya tambahan.

Tapi, jika Anda mengalami nasib sial seperti di penjelasan di atas, berikut adalah hal-hal yang bisa Anda minta ke pihak maskapai sebagai kompensasi, dikutip dari laman bustle.com.

Ketahui Hak Penumpang
Pastikan Anda tahu tentang apa-apa saja yang bisa Anda dapatkan jika menjadi salah satu korban dari overbooking seperti ini. Jika Anda tidak tahu apa-apa, yang ada Anda malah merugi karena bisa saja pihak maskapai tidak memberikan keseluruhan kompensasi yang seharusnya Anda terima.

Sebelumnya, pastikan Anda sudah mengetahui alasan tidak bisa duduk di penerbangan tersebut. Mungkin jawaban yang paling lumrah adalah karena penerbangan sudah penuh atau ada penumpang lain yang keberangkatannya tidak bisa diundur (semisal orang penting, direksi pesawat, dan beberapa kasus penting yang melatarbelakanginya).

Tidak terlalu Jauh dari Gate Keberangkatan
Seorang awak kabin senior, Suzette Brathwaite mengatakan bahwa jika Anda mengalami overbooking, ada baiknya untuk duduk tidak terlalu jauh dari gate keberangkatan. Ini dimaksudkan agar Anda dapat menanyakan perkembangan terkait penerbangan Anda kepada awak yang bertugas di gate keberangkatan. Selanjutnya, biarlah pihak maskapai yang bekerja.

Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?

Minta Kompensasi
Sebenarnya ini merupakan lanjutan dari poin pertama – dimana jika Anda sudah mengetahui apa hak seorang penumpang yang terdepak dari penerbangan, Anda bisa meminta kompensasi.

Adapun kompensasi yang ditawarkan beragam – tergantung kepada pihak maskapai. Ada yang langsung menempatkan Anda di penerbangan selanjutnya, namun ada juga maskapai yang berbaik hati meningkatkan kelas penerbangan Anda, semisal tersedia.

Tanpa Kabel Listrik! Cina Luncurkan Kereta Hidrogen CINOVA H2 Berkecepatan 200 Km/Jam

Raksasa manufaktur kereta api asal Cina, CRRC Qingdao Sifang, kembali membuat gebrakan di dunia transportasi massal dengan menghadirkan CINOVA H2, sebuah Kereta Rel Listrik Hidrogen (Hydrogen Electric Multiple Unit / HEMU) ramah lingkungan.

Didesain khusus untuk melintasi jalur rel non-elektrifikasi alias tanpa kabel listrik atas (overhead wire), kereta empat gerbong ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi ramah lingkungan yang efisien dan minim infrastruktur berat.

Mengusung teknologi fuel cell berbasis hidrogen yang mengonversi gas hidrogen menjadi energi listrik untuk menggerakkan motor utama, satu-satunya zat sisa (exhaust) yang dikeluarkan oleh rangkaian kereta ini hanyalah uap air bersih tanpa emisi karbon.

Dibekali empat stack fuel cell bertenaga masing-masing 240 kW, dapur pacu listrik CINOVA H2 mampu menghasilkan total daya fantastis mencapai 960 kW. Performa tangguh ini memungkinkan kereta memiliki kecepatan operasional harian hingga 160 km/jam, dengan desain kecepatan maksimal menembus 200 km/jam.

Dari sisi efisiensi operasional, CINOVA H2 hanya membutuhkan waktu pengisian bahan bakar hidrogen sekitar 15 menit untuk sanggup menjelajah jarak hingga 1.200 km pada kecepatan jelajah 160 km/jam. Selain itu, dengan daya angkut rangkaian empat gerbong yang dirancang lapang, kereta ini sanggup membawa lebih dari 1.000 penumpang sekaligus dalam sekali perjalanan.

Dari segi estetika dan aerodinamika, CRRC Qingdao Sifang mengadopsi bagian moncong (nose design) khas kereta cepat CR450AF yang futuristis pada bodi CINOVA H2. Sentuhan desain aerodinamis ini tak hanya membuat tampilan kereta terlihat agresif dan modern, tetapi juga sangat efektif meminimalkan hambatan angin saat melaju pada kecepatan tinggi.

Inovasi ini mempertegas komitmen Cina dalam memodernisasi jaringan kereta api domestiknya tanpa harus selalu bergantung pada pembangunan infrastruktur jaringan listrik atas yang mahal, sekaligus menjadi solusi cerdas untuk menghubungkan wilayah-wilayah penyangga atau rute regional dengan opsi transportasi cepat, bersih, dan berkapasitas besar.

Revolusi Hijau, Kereta Hidrogen ‘Narrow-Gauge’ Pertama di Dunia Resmi Diperkenalkan

Mencekam! Ban Pecah Saat Takeoff dan Mesin Rusak, Boeing 737 Sepehran Airlines Return to Base

Suasana tegang dan penuh kepanikan melanda para penumpang maskapai asal Iran, Sepehran Airlines, dalam penerbangan domestik rute Mashhad menuju Kermanshah. Pesawat jenis Boeing 737 yang mereka tumpangi terpaksa melakukan prosedur mendarat darurat atau Return to Base (RTB) ke Bandara Internasional Mashhad setelah mengalami insiden teknis serius sesaat setelah lepas landas.

Insiden bermula ketika pesawat sedang melakukan proses takeoff. Salah satu ban pada sistem roda pendaratan (landing gear) dilaporkan mengalami pecah ban (tire burst). Ledakan pada ban tersebut tidak hanya merusak struktur roda, tetapi serpihan karet yang terlempar berkecepatan tinggi juga menghantam area mesin pesawat hingga mengakibatkan kerusakan fungsi (engine damage).

Menyadari adanya gangguan teknis mendasar yang membahayakan keselamatan penerbangan, awak kokpit bergerak cepat sesuai prosedur standar keselamatan. Pilot segera menghentikan proses kenaikan ketinggian (climb), mengontak menara pengawas lalu lintas udara (ATC) Bandara Mashhad, dan meminta prioritas pendaratan darurat.

Rekaman video amatir yang diabadikan oleh salah satu penumpang dari dalam kabin memperlihatkan momen-momen penuh ketegangan. Para penumpang tampak cemas dan saling berpegangan saat pesawat melakukan manuver kembali ke bandara asal dengan kondisi salah satu mesin yang terganggu.

Beruntung, berkat kesiapsiagaan tim penerbang dan kesiapan tim Rescue and Firefighting Bandara Mashhad di darat, pesawat Boeing 737 tersebut berhasil mendarat dengan selamat. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan dapat dievakuasi dari pesawat tanpa ada korban jiwa maupun luka serius.

Pihak otoritas penerbangan sipil setempat langsung melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti pecahnya ban serta mengukur sejauh mana tingkat kerusakan pada bilah mesin pesawat. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perawatan ketat pada komponen vital armada pesawat demi menjamin keselamatan angkutan udara massal.

Saat Pesawat ‘Terpaksa’ Return to Base dan Divert Landing, Pilot Harus Penuhi Empat Syarat Ini

Sejumlah Palang Otomatis Perlintasan Kereta Api di Tegal Mulai Dibangun, Ini Dia Lokasinya

Area paling vital di jalur kereta api tak cuma rawan di kawasan tertentu. Selain itu banyak pula ada pula resiko yang dihadapi saat melewatinya dituntut ekstra waspada. Karena area ini memang diharuskan berhati-hati saat melewatinya, khususnya bagi kendaraan di jalan raya saat melewati perlintasan kereta api.

Hal ini membuat pengamanan di perlintasan harus ekstra lebih aman dan nyaman bagi pengendara jalan raya. Tak hanya itu, pembangunan pos perlintasan saat ini juga makin diperluas, salah satunya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Keselamatan warga di perlintasan sebidang kereta api wilayah Kabupaten Tegal tentunyabkini makin terjamin.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal berhasil mengamankan bantuan pembangunan fasilitas keamanan dari anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Pusat untuk enam titik perlintasan langsung (JPL). Langkah strategis ini tidak hanya memangkas risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memberikan efek efisiensi yang signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkab Tegal berhasil menghemat anggaran pembangunan fisik hingga miliaran rupiah di tengah penyesuaian keuangan daerah.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal, pemerintah daerah sebelumnya mengajukan sebanyak 13 usulan lokasi perlintasan kereta api. Dari total usulan tersebut, PT KAI Pusat menyetujui enam titik strategis untuk menerima unit palang pintu otomatis lengkap dengan bangunan gardu penjaga standar.

Menurut Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah, melalui Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Perparkiran, Agil Suprayogi, menjelaskan kepada media bahwa pengerjaan proyek bantuan ini mulai direalisasikan sejak awal Agustus 2026. Bantuan ini diprioritaskan pada perlintasan yang memiliki mobilitas warga cukup tinggi.

Ada enam lokasi pos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang dipastikan mendapat fasilitas keamanan baru tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tegal, meliputi:

1. JPL 7: Perbatasan Dukuhturi dan Tegal Selatan (Debong Tengah)

2. JPL 16 A: Wilayah Lemah Duwur

3. JPL 30: Wilayah Jomblang, Kecamatan Slawi

4. JPL 33: Wilayah Kesuben, Kecamatan Lebaksiu
5. JPL 40 A: Wilayah Cibunar, Kecamatan Balapulang

6. JPL 07+200: Wilayah Pesaran, Kecamatan Adiwerna

Diketahui bahwa Pembangunan palang pintu kereta api otomatis beserta pos penjaga umumnya membutuhkan biaya sekitar Rp700 juta per unit. Dengan adanya bantuan penuh dari anak perusahaan KAI, Pemkab Tegal berhasil menghemat dana pembangunan fisik sebesar Rp4,2 miliar.

Efisiensi anggaran tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pihak PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI juga akan menempatkan lima personel petugas jaga bersertifikat resmi di setiap pos perlintasan. Skema ini secara langsung memangkas pengeluaran honorarium tenaga kerja daerah hingga kurang lebih Rp1 miliar setiap tahunnya.

Proses penyempurnaan fisik gardu penjaga yang belum memenuhi standar PT KAI terus digenjot agar sesuai dengan regulasi keselamatan perkeretaapian nasional. Langkah penyelarasan ini penting demi menjamin keandalan peralatan otomatis serta kenyamanan petugas di lapangan.

Sesuai dengan target alokasi waktu pekerjaan, seluruh sistem palang pintu otomatis di enam lokasi tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada Desember 2026 mendatang. Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api merupakan prioritas vital bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Kolaborasi erat antara Pemkab Tegal dan PT KAI ini menjadi solusi konkret dalam mengatasi keterbatasan APBD sekaligus meningkatkan standar keamanan lalu lintas secara berkelanjutan.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

Pengembangan Stasiun Gambir Tengah Direncanakan, Ini yang Bakal Disiapkan KAI

Sebagai stasiun besar dipusat kota Jakarta, tentu membutuhkan pelayanan serta kenyamanan bagi masyarakat pengguna kereta api. Salah satunya Stasiun Gambir yang makin kesini tuai sorotan media. Ya, pengembangan Stasiun Gambir yang digadang-gadang akan menjadi stasiun hub yang terkoneksi dengan transportasi lainnya, mulai disiapkan dan direncanakan untuk beberapa tahun kedepan.

Hal ini tentu pihak PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI tengah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir untuk menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek dalam jangka panjang. Stasiun yang selama ini menjadi salah satu simpul utama perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) itu diproyeksikan berkembang menjadi hub transportasi terintegrasi yang terhubung dengan MRT, LRT, dan TransJakarta.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena nantinya dapat terhubung dengan jaringan transportasi massal lainnya, termasuk MRT Jakarta di Stasiun Monas. Rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2026-2030.

Pengembangan Gambir dilakukan dengan mempertimbangkan semakin kuatnya konektivitas antarmoda transportasi di kawasan pusat Jakarta. Menurut Anne, kehadiran MRT Jakarta, perkembangan LRT Jakarta, serta jaringan TransJakarta akan meningkatkan posisi Stasiun Gambir sebagai salah satu titik penting pergerakan masyarakat.

KAI memperkirakan kawasan Gambir akan menjadi salah satu hub mobilitas masyarakat Jakarta dan Jabodetabek seiring semakin terintegrasinya berbagai moda transportasi. Karena itu, KAI mulai menyiapkan konsep pengembangan Stasiun Gambir untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat hingga 10-20 tahun mendatang.

Pengembangan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun dan akan dilakukan secara bertahap. KAI juga akan melakukan pembahasan serta pengkajian bersama Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Dari sisi pendanaan, KAI berharap pengembangan Stasiun Gambir dapat dilakukan melalui skema investasi perusahaan tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu bagian penting dalam rencana pengembangan Gambir adalah kemungkinan penambahan layanan kereta yang berhenti di stasiun tersebut.

KAI tengah mengkaji kebutuhan infrastruktur apabila KRL atau commuter line nantinya dapat melayani Stasiun Gambir. Penambahan layanan tersebut tentu membutuhkan kesiapan fasilitas stasiun agar mampu menangani volume pelanggan yang lebih besar. Rencana tersebut akan membuat fungsi Stasiun Gambir tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), tetapi juga berpotensi menjadi titik perpindahan penumpang antarmoda.

Demikian juga masukan terhadap KRL yang akan berhenti di Gambir, sehingga KAI harus menyiapkan Stasiun Gambir ini bisa melayani lebih banyak dibandingkan yang sekarang. Jadi konsepnya adalah optimalisasi aset. Rencana tersebut akan membuat fungsi Stasiun Gambir tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan dan kedatangan KAJJ, tetapi juga berpotensi menjadi titik perpindahan penumpang antarmoda.

Saat ini, Stasiun Gambir telah memiliki koneksi dengan layanan TransJakarta Koridor 2 rute Pulo Gadung-Monas serta Koridor 2A rute Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balai Kota. Ke depan, KAI juga mengkaji konektivitas dengan MRT Jakarta Stasiun Monas. Integrasi tersebut diharapkan memudahkan perpindahan penumpang dari kereta api menuju moda transportasi perkotaan dan sebaliknya.

Pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan fungsi transportasi. KAI juga melihat peluang untuk mengembangkan aktivitas komersial sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan. Konsep tersebut mencakup pengembangan area hospitality dan komersial sekaligus memperkuat konektivitas stasiun dengan sejumlah destinasi penting di sekitar Gambir. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah ikon Jakarta, seperti Monas, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral.

Dengan demikian, pengembangan Stasiun Gambir diarahkan bukan hanya untuk menambah kapasitas pelayanan penumpang, tetapi juga membangun kawasan yang lebih terintegrasi antara transportasi, aktivitas komersial, dan pusat kegiatan masyarakat.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Siap Operasikan Landasan Pacu Ke-4, Bandara Istanbul Genjot Kapasitas Pergerakan Pesawat

Bandara Istanbul (Istanbul Airport) bersiap mencatatkan rekor baru dalam industri penerbangan global melalui peresmian main runway (landasan pacu utama) keempatnya. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendongkrak kapasitas operasional penerbangan sekaligus memperkuat posisi hub utama penghubung benua Asia dan Eropa tersebut.

Melalui beroperasinya landasan pacu utama ke-4 ini, Bandara Istanbul akan mampu menangani pergerakan pesawat (aircraft movements) hingga 120 penerbangan per jam secara bersamaan. Pengoperasian landasan baru ini secara signifikan memangkas waktu antrean lepas landas (take-off) maupun pendaratan (landing), sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar pesawat selama masa tunggu di udara (holding pattern) maupun saat taxiing di darat.

Direktur Utama dan CEO pengelola Bandara Istanbul (IGA), menyikapi ekspansi infrastruktur ini sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk menampung lonjakan lalu lintas udara global. Selain menambah keandalan operasional, pembukaan landasan pacu ke-4 ini dibarengi dengan investasi peningkatan kapasitas terminal penumpang—yang ditargetkan melonjak dari kapasitas saat ini sebesar 90 juta penumpang menjadi 120 juta hingga 200 juta penumpang per tahun pada fase pengembangan penuh.

Langkah penguatan infrastruktur ini juga memberikan keunggulan kompetitif bagi maskapai pemegang hub utama di bandara tersebut, seperti Turkish Airlines, untuk memperluas konektivitas rute internasionalnya. Dengan fleksibilitas empat landasan pacu independen, Bandara Istanbul semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mega-hub paling efisien dan tersibuk di dunia.

Bandara Istanbul Resmikan Operasional ‘Triple Runway’ – Tingkatkan Kapasitas Penerbangan dan Mengurangi Waktu Delay

Ekspansi berkesinambungan ini sejalan dengan statistik pertumbuhan jumlah penumpang Bandara Istanbul yang secara konsisten berada di jajaran papan atas bandara tersibuk di Eropa. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang terus dimodernisasi, mega-hub ini terbukti berhasil memulihkan dan melampaui tingkat trafik penerbangan pra-pandemi secara cepat.

Pengoperasian empat landasan pacu paralel independen menjadi tolok ukur baru efisiensi operasional bandara kelas dunia, di mana potensi keterlambatan (flight delay) akibat cuaca buruk atau kepadatan jadwal penerbangan di jam-jam sibuk (peak hours) dapat diminimalisasi secara optimal.

Bagi para penumpang mancanegara, keberadaan fasilitas baru ini menjamin efisiensi alur perjalanan transit yang jauh lebih mulus (seamless travel experience). Berkurangnya waktu antrean di landasan membuat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance / OTP) maskapai dapat terjaga tinggi, sekaligus memperpendek total durasi transit bagi penumpang antarbenua.

Keberhasilan pembangunan ekspansi landasan pacu ke-4 ini makin mendekatkan Bandara Istanbul ke target puncaknya sebagai hub penerbangan terbesar di dunia yang mampu menampung hingga 200 juta penumpang per tahun ketika seluruh fase mega-proyek ini selesai dikembangkan sepenuhnya.

Bandara Istanbul Geser Heathrow Jadi Bandara Tersibuk di Eropa

Menyimpan Cerita Perjalanan Kereta Api Indonesia, Lawang Sewu jadi Pilihan Utama Destinasi Wisata Heritage

Berkunjung ke Kota Semarang tak sekadar hanya liburan semata untuk berkunjung ke area yang ikonik dan memiliki cita rasa kuliner khas yang lezat. Namun Semarang juga memiliki kawasan wisata yang penuh dengan sejarah. Saat masyarakat memasuki wilayah pusat kota, tentu langsung disuguhkan dengan bangunan yang bersejarah peninggalan Kolonial Belanda.

Tak hanya itu, pengguna kereta api yang memasuki Stasiun Semarang Poncol maupun Semarang Tawang sudah merasakan aura yang berbeda karena bisa merasakan secara lamgsung bangunan dengan cagar budaya yang dimiliki stasiun tersebut. Selain itu, Kota Semarang sangat kental dengan berbagai museum bersejarah yang terkenal bahkan hingga mancanegara, yaitu Lawang Sewu.

Pihak Lawang Sewu mencatat 1.636.638 pengunjung sepanjang 2024 hingga Agustus 2026, dengan 376.997 kunjungan pada Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut berjalan berdampingan dengan mobilitas penumpang kereta api di Semarang, Jawa Tengah yang mencapai lebih dari 3,1 juta pelanggan di dua stasiun utama pada periode yang sama.

Lawang Sewu berada di kawasan Tugu Muda dan memiliki kaitan dengan sejarah perkeretaapian Indonesia karena bangunan tersebut dahulu menjadi kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). KAI melihat keberadaan destinasi heritage tersebut sebagai bagian dari perjalanan masyarakat saat mengunjungi Kota Semarang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Lawang Sewu menyimpan sejarah perjalanan perkeretaapian yang berkaitan dengan perkembangan Kota Semarang. Menurutnya, perjalanan kereta api memiliki hubungan erat dengan perkembangan berbagai kota di Indonesia, termasuk Semarang. Lawang Sewu menjadi salah satu peninggalan yang menyimpan cerita perjalanan perkeretaapian dari masa lalu hingga saat ini.

Lawang Sewu mencatat 639.091 pengunjung sepanjang 2024. Jumlah kunjungan kemudian mencapai 620.550 pengunjung sepanjang 2025 dan 376.997 pengunjung pada Januari-Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan jumlah kunjungan Lawang Sewu pada Januari-Agustus 2026 telah mencapai lebih dari setengah jumlah kunjungan sepanjang 2025. Secara kumulatif, Lawang Sewu mencatat 1.636.638 pengunjung sejak 2024 hingga Agustus 2026.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat 7.345.373 wisatawan sepanjang 2024. Jumlah tersebut terdiri atas 7.321.077 wisatawan nusantara dan 24.296 wisatawan mancanegara. Lawang Sewu dibangun oleh NIS dengan pembangunan gedung utama yang dimulai pada 1904 dan selesai pada 1907. Bangunan tersebut kemudian dikenal sebagai Lawang Sewu karena karakter arsitekturnya yang memiliki banyak pintu dan jendela.

Melalui Lawang Sewu, masyarakat dapat mengenal sejarah tersebut melalui bangunan, koleksi, dan informasi yang tersedia saat berkunjung. Tentunya, ruang edukasi serta koleksi sejarah di bangunan ini menjadi pilihan berwisata masyarakat saat akhir pekan. Tujuannya untuk menikmati suasana sejarah sekaligus mengenal perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia.

Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

Pasar Turis Asing Didominasi Malaysia, Penjualan Tiket Kereta Cepat Whoosh Tembus 1.150 Per Hari

Wisatawan asal Malaysia menjadi penyumbang terbesar pengguna asing untuk moda transportasi kereta cepat pertama di Asia Tenggara, Whoosh. Berdasarkan data terbaru dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), wisatawan asal Negeri Jiran mencatatkan rata-rata pembelian hingga 1.150 tiket Whoosh per hari sepanjang bulan September.

Tren positif ini makin memperkokoh dominasi turis Malaysia sebagai segmen penumpang mancanegara utama di koridor Jakarta-Bandung.

Sejak Whoosh beroperasi secara komersial hingga Agustus lalu, warga negara Malaysia tercatat telah melakukan 403.600 perjalanan penumpang. Angka tersebut mencakup 42,8% dari total 944.100 perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan asing secara keseluruhan. Konsistensi minat ini terus berlanjut sepanjang periode Januari hingga Agustus, di mana turis Malaysia membukukan 105.100 perjalanan, atau sekitar 40% dari total penumpang internasional.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa efisiensi waktu menjadi faktor utama kereta cepat ini sangat diminati oleh turis Malaysia. Kehadiran Whoosh memangkas waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung secara signifikan, memungkinkan para wisatawan menjelajahi lebih banyak destinasi dalam satu kunjungan yang terbatas.

Pola perjalanan favorit para turis umumnya menghabiskan waktu 4 hari 3 malam atau 5 hari 4 malam, dengan membagi waktu menginap di Jakarta dan Bandung untuk berbelanja, berwisata kuliner, serta berkunjung ke kawasan Lembang dan Ciwidey.

Peningkatan jumlah penumpang ini juga didukung oleh kolaborasi erat antara agen perjalanan (travel agent) di Malaysia dengan mitranya di Jakarta dan Jawa Barat.

Menariknya, KCIC mencatat bahwa banyak turis Malaysia tidak hanya menjadikan Whoosh sebagai sarana transportasi antar kota, melainkan menganggap pengalaman menjajal kereta cepat itu sendiri sebagai salah satu atraksi wisata utama. Ke depan, KCIC berkomitmen terus menjaga kualitas layanan dan memperkuat kolaborasi industri pariwisata lintas negara demi mempermudah konektivitas wisata terpadu di kawasan.

Wow! Ada Layanan Dining Car di Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung