Legenda ‘Si Hidung Panjang’ Berakhir: Shinkansen Seri 500 Resmi Pensiun Januari 2027

Era salah satu kereta cepat paling ikonik dan dicintai di dunia akan segera berakhir. West Japan Railway Company (JR West) secara resmi mengumumkan pada Senin (22/6/2026) bahwa armada Shinkansen Seri 500, yang akrab dijuluki oleh para pencinta kereta api sebagai “Si Hidung Panjang” (Long Nose), akan mengakhiri layanan regulernya pada tanggal 13 Januari 2027 mendatang. Pengumuman ini menandai awal dari perpisahan mendalam dengan jet darat yang telah menjadi simbol modernisasi sekaligus mahakarya estetika perkeretaapian Jepang selama hampir tiga dekade.

Dilansir dari laporan The Yomiuri Shimbun pada Selasa (23/6/2026), JR West merinci bahwa setelah resmi ditarik dari jadwal dinasan reguler pada pertengahan Januari tahun depan, Shinkansen Seri 500 tidak akan langsung dihancurkan. Kereta legendaris ini masih akan dioperasikan secara temporer khusus untuk acara-acara seremonial, perjalanan wisata charter, dan festival spesial selama kurang lebih setengah tahun. Seluruh rangkaian Shinkansen Seri 500 baru akan benar-benar dipensiunkan secara total dan diputus dari jalur rel pada bulan Juli 2027. Langkah pensiun ini diambil seiring dengan program peremajaan armada JR West yang mulai beralih ke varian kereta cepat generasi terbaru yang lebih efisien dalam konsumsi energi.

Sejak pertama kali memulai debut operasional komersialnya pada tahun 1997 di jalur Sanyo Shinkansen, Seri 500 langsung mencuri perhatian dunia lewat performa dan desainnya yang revolusioner. Kereta ini memecahkan rekor sebagai Shinkansen pertama yang berhasil menembus kecepatan operasional komersial hingga 300 kilometer per jam—menjadikannya moda transportasi darat tercepat di Jepang pada masanya.

Kecepatan fantastis tersebut berhasil dicapai berkat desain eksteriornya yang sangat aerodinamis mirip jet tempur, lengkap dengan bagian moncong depan sepanjang 15 meter yang dirancang khusus untuk meminimalkan hambatan udara serta meredam efek dentuman keras (sonic boom) saat kereta melesat keluar dari terowongan.

Bagi para pelancong asing dan komuter di Jepang, Shinkansen Seri 500 memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan dengan bentuk interior kabinnya yang unik yang melengkung menyerupai tabung pesawat terbang. Meskipun kenyamanan ruang bagasi atasnya sempat sedikit dikorbankan demi mengejar bentuk aerodinamis yang ekstrem, popularitas kereta ini tidak pernah luntur, bahkan sempat menjadi sangat viral secara global ketika JR West menyulapnya menjadi kereta tematik khusus berbalut livery anime legendaris “Evangelion” dan karakter “Hello Kitty”.

Keputusan pensiun total pada Juli 2027 ini menjadikan waktu beberapa bulan ke depan sebagai kesempatan terakhir bagi para wisatawan dunia untuk memesan tiket dan merasakan langsung sensasi melesat bersama sang legenda hidup perkeretaapian Jepang.

Sayonara! Kereta Cepat Shinkansen Hello Kitty Resmi Pensiun Setelah 8 Tahun Mengular

Kabar Gembira, Etihad Rail Mulai Operasikan Tahap Awal Kereta Penumpang per 30 Juni

Kabar gembira bagi para pencinta transportasi kereta api dan komuter di Uni Emirat Arab (UEA). Proyek megastruktur kereta penumpang nasional yang telah lama dinanti-nantikan, Etihad Rail, resmi mengumumkan tanggal peluncuran perdananya. Operator perkeretaapian nasional UEA tersebut mengonfirmasi akan memulai fase operasional pengenalan (introductory operational phase) untuk layanan kereta penumpang pada Selasa, 30 Juni 2026 mendatang.

Peluncuran fase awal ini menandai tonggak sejarah baru dalam modernisasi sistem transportasi publik di Timur Tengah, menghubungkan kawasan Abu Dhabi langsung menuju Fujairah.

Kepastian lini masa bersejarah ini diumumkan langsung saat Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, meresmikan Stasiun Kereta Penumpang Kota Mohamed bin Zayed di Abu Dhabi pada Selasa (23/6/2026). Pengoperasian tahap awal rute Abu Dhabi–Fujairah ini dipastikan memangkas waktu tempuh perjalanan secara radikal menjadi hanya 1 jam 45 minutes saja.

Untuk memanjakan para penumpang di masa peluncuran, Etihad Rail sudah membuka pemesanan tiket secara daring melalui aplikasi seluler dan situs resmi mereka dengan menyajikan promo diskon tarif hingga 50 persen. Tarif promosi untuk Kelas Comfort dibanderol mulai dari 55 Dirham (sekitar Rp245 ribu), sedangkan untuk Kelas Premium ditawarkan seharga 120 Dirham (sekitar Rp535 ribu).

Dari aspek kenyamanan dan fasilitas armada, penumpang akan dimanjakan dengan standar layanan prima setara kereta jarak jauh modern. Menggunakan armada yang terdiri dari 13 rangkaian kereta dengan kapasitas masing-masing hingga 400 penumpang, Etihad Rail membagi kabinnya ke dalam tiga kelas layanan, yaitu kelas ekonomi, keluarga, dan kelas utama (first class).

Di dalam kereta, penumpang disuguhkan fasilitas mewah mulai dari koneksi WiFi gratis, soket pengisi daya ganda di setiap kursi, ruang kaki (legroom) yang sangat lega, sistem pendingin udara canggih, hingga sajian makanan dan minuman. Bahkan, pihak operator juga menggandeng perusahaan perhotelan mewah asal Italia, Arsenale, untuk menghadirkan pengalaman perjalanan eksklusif bak kereta legendaris Orient Express di masa mendatang.

Global Rail 2025 – Etihad Rail Pamerkan Mockup Kereta Cepat yang Melesat 200 Km Per Jam

Ekspansi jaringan kereta penumpang ini akan terus digenjot secara bertahap hingga tahun 2027. Setelah peluncuran fase awal Abu Dhabi–Fujairah pada akhir Juni, fase peluncuran resmi berikutnya dijadwalkan pada 30 September 2026 dengan mengoperasikan Stasiun Kereta Dubai dan Stasiun Al Dhaid. Selanjutnya, perluasan rute ke wilayah Al Dhafra akan dibuka pada 30 Desember 2026, dan seluruh megaproyek inter-emirat ini ditargetkan rampung sepenuhnya saat Stasiun Sharjah resmi beroperasi pada 30 Maret 2027.

Beroperasi dengan kecepatan maksimal hingga 200 km/jam, kehadiran Etihad Rail ini diproyeksikan mampu mengangkut hingga 36 juta penumpang per tahun pada tahun 2030, sekaligus menjadi solusi mobilitas hijau yang bebas dari jebakan kemacetan jalan raya bagi para turis maupun komuter harian di UEA.

Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026

Mengenal Stasiun-stasiun Kereta Api di Jawa Barat yang Estetik dan Bernilai Sejarah, Yuk Simak Daftarnya

Kita pasti tahu, banyaknya bangunan bersejarah di perkeretaapian Indonesia memiliki nilai cagar budaya yang tinggi dan sangat estetik. Bangunan yang terdiri dari berbagai stasiun kereta api baik di Jawa maupun Sumatra tentu hingga kini masih terawat dan digunakan dengan baik. Dengan begitu, bagi masyarakat atau penumpang yang menggunakan kereta api merasakan kekaguman bangunan stasiun tersebut yang bahkan berusia lebih dari satu abad.

Dari berbagai macam kawasan maupun wilayah, berbagai macam stasiun yang dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya salah satunya di Jawa Barat. Diketahui bahwa Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki peranan besar dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Berbagai peninggalan masa lalu bisa ditemukan di beberapa lokasi, bahkan sejumlah di antaranya masih difungsikan dengan baik dan memberikan dampak besar untuk masyarakat.

Selain menyimpan nilai sejarah, stasiun kereta peninggalan Belanda tersebut juga memiliki desain yang mengagumkan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Potensi tersebut kini dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT KAI untuk meluncurkan program West Java Traincation. Program tersebut merupakan jasa layanan wisata menjelajahi Jawa Barat dengan menggunakan kereta api melewati jalur-jalur yang kaya akan sejarah, serta keindahan pesona alam.

Nah, berikut ini beberapa daftar stasiun estetik dan bersejarah yang ada di Jawa Barat:

1. Stasiun Bandung
Stasiun yang berada di pusat Kota Bandung ini telah beroperasi sejak tahun 1884. Proses pemeliharaan hingga renovasi sudah dilakukan beberapa kali, namun masih ada bagian-bagian yang dipertahankan keasliannya dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Stasiun ini menyediakan dua pintu masuk, utara dan selatan. Pada bagian utara, arsitektur bergaya Eropa masih dipertahankan dengan baik. Sedangkan di sisi selatan, bangunan sudah terlihat lebih modern.

2. Stasiun Garut
Stasiun Garut merupakan salah satu bangunan bersejarah di wilayah Priangan. Stasiun ini menjadi bagian penting dari perkembangan Garut pada masa kolonial Belanda, terutama dalam membuka akses transportasi, perdagangan, dan pariwisata di daerah pegunungan Jawa Barat.

Stasiun Garut mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Cicalengka–Garut sepanjang 51 Km. Pembangunan jalur ini dilakukan karena pusat Kota Garut cukup jauh dari jalur utama kereta api. Oleh karena itu, dibuat jalur percabangan dari Stasiun Cibatu agar kota Garut memiliki akses langsung ke jaringan kereta api.

3. Stasiun Purwakarta
Stasiun mulai beroperasi pada 27 Desember 1902 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Karawang – Purwakarta. Pembangunan jalur ini bertujuan membuat perjalanan Jakarta–Bandung lebih cepat dibanding jalur lama melalui Bogor–Sukabumi–Cianjur.

Stasiun Purwakarta juga mengadopsi gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Ciri utamanya terlihat pada bentuk bangunan yang sederhana namun kokoh, dinding tebal, jendela besar, langit-langit tinggi, dan atap lebar yang membantu mengurangi panas maupun hujan.

Desain seperti ini merupakan ciri umum bangunan Staatsspoorwegen (SS), yaitu perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda yang banyak membangun stasiun di Pulau Jawa. Lokasinya yang ada di jantung Kota Purwakarta menjadikan stasiun ini selalu ramai dikunjungi penumpang serta wisatawan.

4. Stasiun Cianjur
Merupakan salah satu bangunan bersejarah di Jawa Barat yang menjadi saksi perkembangan transportasi, perdagangan, dan perkebunan sejak masa kolonial Belanda. Stasiun ini memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah Priangan, khususnya jalur Sukabumi – Cianjur – Bandung. Suasana yang tenang sangat terasa di stasiun ini. Berbeda dari Stasiun Bandung yang menjadi pusat keramaian, Stasiun Cianjur justru punya atmosfer tersendiri yang meninggalkan kesan berbeda.

5. Stasiun Cirebon
Dibangun pada 1912 silam ini menjadi saksi perkembangan Kota Cirebon, dari pusat perdagangan pesisir hingga menjelma sebagai salah satu simpul transportasi penting Jawa Barat. Dulunya jalur kereta di Cirebon dibuat untuk memperlancar pengangkutan hasil perkebunan dan barang dagangan, menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan, serta mempermudah mobilitas bagi pemerintahan kolonial Belanda. Sekarang Stasiun Cirebon tetap berperan penting, sebagai penghubung jalur kereta di Jawa Barat dan daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Bangunan Stasiun Cirebon dirancang oleh arsitek kebangsaan Belanda bernama Pieter Adriaan Jacobus Moojen. Desainnya memadukan gaya Art Nouveau, Art Deco, dan gaya arsitektur Hindia Baru (New Indies Style) yang disesuaikan dengan iklim tropis. Ciri khas bangunan ini antara lain bentuknya yang simetris, atap tinggi, serta menara dengan tulisan ‘Cirebon’. Seiring meningkatnya jumlah perjalanan kereta api, Stasiun Cirebon mengalami beberapa renovasi, termasuk peningkatan fasilitas dan perbaikan area peron. Namun, karakter utama bangunan bersejarahnya tetap dipertahankan.

Itulah beberapa stasiun kereta api di Jawa Barat yang memiliki bangunan estetik dan bernilai sejarah tinggi. Tentunya kalian sudah pernah berkunjung ke beberapa stasiun yang telah disebutkan. Tentunya, berbagai ornamen yang ada masih bisa diabadikan dan dirasakan sebagai bangunan cagar budaya Indonesia.

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Tak Sekadar Layani Penumpang, Stasiun Gombong Pernah jadi Lokasi Bongkar Muat Pupuk Sejak Era Kolonial Belanda

Satu lagi stasiun kereta api yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daoo) 5 Purwokerto. Ya, berada di lintas selatan antara Kroya – Kutoarjo, stasiun ini masih berada di kawasan Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah. Jika dilihat stasiun ini juga mengalami perubahan pada bagian peron maupun penambahan bangunan stasiunnya yang lebih modern. Inilah Stasiun Gombong yang dinilai masyarakat sekitar sudah semakin nyaman.

Selain Stasiun Kebumen yang memiliki okupansi penumpang cukup ramai, Stasiun Gombong memiliki hal serupa. Posisi stasiun ini pun dekat dengan area yang ramai termasuk adanya pasar tradisional Gombong. Tentunya membuat stasiun tersebut lebih mudah di akses bagi masyarakat yang naik maupun turun kereta api.

Lebih dari sekadar mengangkut penumpang, keberadaan layanan kereta api di Stasiun Gombong juga berdampak langsung pada perekonomian lokal dan ekonomi kerakyatan. Dilihat dari peningkatan mobilitas masyarakat turut mendorong aktivitas sektor informal dan UMKM di sekitar area stasiun. Warung makan, transportasi lokal, penginapan, hingga pedagang kecil turut merasakan dampaknya. Kereta api tidak hanya menghubungkan kota ke kota, tapi juga membuka akses ekonomi bagi masyarakat.

Stasiun yang memiliki ketinggian 18 meter ini, diresmikan pada tahun 1887 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda (Staatsspoorwegen). Stasiun Gombong menjadi bagian penting dari jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Arsitektur kolonial khas pada bangunan stasiun masih dipertahankan hingga kini, memperlihatkan nilai historis yang tinggi.

Selain melayani angkutan penumpang yang hingga kini menjadi prioritas masyarakat naik dan turun kereta api, disisi lain Stasiun Gombong juga memiliki sejarah yang cukup terkenal. Berdasarkan kisah sejarah Gombong, Belanda pernah membangun Benteng Van der Wijck sebagai basis kekuatan militer Belanda, serta membangun stasiun yang kelak dikenal sebagai Stasiun Gombong.

Selain itu, stasiun ini juga merupakan lokasi bongkar muat angkutan pupuk sejak jaman Kolonial Belanda. Gudang pupuk yang berada di seberang stasiun pun masih terlihat jelas dan utuh. Apalagi bangunan gudang tersebut masih digunakan sebagai bongkar muat lainnya menggunakan rangkaian gerbong yang dikirim ke berbagai daerah.

Kini Stasiun Gombong terlihat lebih nyaman bagi penumpang yang naik dan turun kereta api. Selain itu berbagai fasilitas yang tersedia tentunya dapat membantu penumpang saat menunggu kereta api datang. Stasiun Gombong bukan sekadar memberikan layanan bagi penumpang kereta api, namun dapat mengingatkan pentingnya pembangunan stasiun yang dibangun sejak era Kolonial Belanda dan jejak sejarah jalur kereta api di Pulau Jawa.

Tak Cuma Bersejarah, Jalur Kereta Api Ini Menyajikan Keindahan yang Patut Dicoba

Puluhan Tahun Kereta Komuter Bandung Raya Layani Masyarakat, Kini Jumlah Penumpang Kian Meningkat

Sebagai moda transportasi yang praktis dan efisien, kereta api tentu menjadi salah satu perjalanan yang paling diminati. Tak hanya perjalanan jarak jauh yang menghubungkan berbagai kota, namun layanan dalam kota pun masyarakat tetap mengandalkan kereta lokal. Ya, selain wilayah Jabodetabek, wilayah Bandung dan sekitarnya pun kini menjadi tren masyarakat pengguna kereta lokal.

Rute yang ditempuh antara Padalarang – Bandung – Cicalengka ini tiap harinya masyarakat memadati kereta lokal agar mudah untuk melakukan perjalanan dengan waktu singkat. Dengan tarif yang relatif murah Rp5.000, masyarakat tentu terbantu saat melakukan aktivitas ke berbagai daerah di wilayah Bandung. Tak hanya aktivitas pada jam kerja, namun saat akhir pekan masyarakat juga bergantung pada transportasi yang dikelola oleh KAI Commuter di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung ini.

KAI Commuter menilai layanan kereta lokal atau Commuter Line Bandung Raya ini berperan penting dalam mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Bandung Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kemacetan tinggi pada jam-jam sibuk. Kapasitas terbesar tersebut tentu membuat kereta komuter menjadi salah satu moda transportasi massal yang efektif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Keberadaan kereta komuter ini disebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas dari kawasan Bandung Timur menuju pusat Kota Bandung maupun daerah lainnya. Terlebih lagi, Commuter Line Bandung Raya melayani seluruh stasiun yang berada di koridor Bandung Timur.

Masyarakat khususnya area Bandung Raya sebenarnya sudah lama bergantung pada kereta komuter. Rute Padalarang hingga Cicalengka ternyata telah melayani masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu. Artinya ketergantungan masyarakat Bandung bagian barat dan timur menuju ke pusat kota sudah banyak menggunakan kereta komuter ini.

Hal ini terlihat dari data area Daop 2 Bandung mencatat jumlah pengguna Commuter Line Bandung Raya mencapai 14,7 juta orang pada 2023. Angka tersebut naik menjadi 16,1 juta orang pada 2024 atau tumbuh 9,7 persen. Pada 2025, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi 18,7 juta orang atau naik 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tentunya, Commuter Line Bandung Raya masih menjadi tulang punggung transportasi warga meski jumlah kendaraan pribadi terus bertambah. Rute kereta ini tidak hanya digunakan pekerja, tetapi juga ibu rumah tangga dan keluarga yang bepergian saat akhir pekan, bahkan hanya untuk sekadar berwisata naik kereta.

Namun, di tengah jumlah pengguna yang terus naik, peningkatan frekuensi perjalanan menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Saat ini, jarak kedatangan kereta masih sekitar satu jam pada jam sibuk, dan bisa mencapai dua jam pada jam sepi. Untuk meningkatkan frekuensi tersebut salah satu yang harus dilakukan adalah elektrifikasi menjadi Kereta Rel Listrik (KRL).

Elektrifikasi jalur sepanjang 42 kilometer itu akan memangkas waktu tempuh perjalanan harian masyarakat secara signifikan, dari dua jam menjadi sekitar satu jam saja. Namun, proyek KRL Bandung Raya ini masih dalam pembahasan soal biaya. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menghitung kebutuhan anggaran proyek tersebut, termasuk skema pembiayaannya.

Sejarah Stasiun Cicalengka: Saksi Bisu Pengasingan Trio Pribumi di Era Kolonial Belanda

Stasiun JIS Beroperasi, Naik KRL Cuma Rp1 Selama Seminggu

Pengoperasian Stasiun JIS yang dimulai pada 22 Juni 2026 tentu membuat masyarakat terbantu. Selain mendapat akses yang mudah menuju ke Jakarta International Stadium (JIS), dengan adanya stasiun baru ini masyarakat juga bisa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan praktis dan mudah. Sebelumnya masyarakat hanya menggunakan KRL hanya dari Stasiun Ancol.

Melalui layanan Commuter Line relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota, Stasiun JIS resmi melayani pelanggan pada jadwal perjalanan pukul 13.00 WIB. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengoperasian terbatas Stasiun JIS menjadi bagian dari penguatan akses transportasi publik di Jakarta Utara, sekaligus menjadi tahap awal pelayanan sebelum nantinya dikembangkan menuju interkoneksi JIS Ultimate.

Operasi perdana Stasiun KRL JIS diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan ini merupakan kado HUT ke-499 Jakarta dan merupakan salah satu impiannya karena bisa terwujud. Pramono juga berterima kasih kepada Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Dia berharap Stasiun JIS bisa mempermudah masyarakat menuju JIS.

Stasiun JIS ini terletak di antara Stasiun Tanjung Priuk dan Stasiun Ancol. Stasiun ini membuka akses langsung bagi warga yang hendak ke JIS. Stasiun JIS ini terdiri atas satu peron dan melayani KRL rute Tanjung Priok – Jakarta Kota Selain itu juga bisa mengurangi kepadatan saat acara konser hingga pertandingan sepakbola digelar. Akses kendaraan umum di kawasan Ancol dan JIS saat ini sudah bisa terurai dengan beroperasinya stasiun tersebut.

Pada tahap operasional terbatas, layanan KRL lintas tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga 21.00 WIB dengan headway atau jarak kedatangan kereta setiap 30 menit. Untuk mengakses Stasiun JIS, pelanggan dari arah Jakarta Kota, Kampung Bandan, maupun Ancol dapat menuju Stasiun Tanjung Priok terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota yang berhenti di Stasiun JIS.

Masih dalam suasana HUT Jakarta, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menerapkan tarif khusus Rp1 pada periode 22-28 Juni 2026 dengan menggunakan KRL dari Stasiun JIS menuju ke Stasiun Tanjung Priok, Ancol, Kampung Bandan, maupun Jakarta Kota. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat mencoba dan membiasakan penggunaan transportasi publik.

Diprediksi pada awal pengoperasian terbatas ini Stasiun JIS akan melayani 1.000 – 2.000 pengguna Commuter Line per hari. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan secara bertahap untuk pengguna Commuter Line di Stasiun JIS. KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh penggunan pengguna untuk menjaga fasilitas-fasilitas layanan yang tersedia demi kenyamanan bersama.

Masyarakat yang ingin mengakses Stasiun JIS dari arah Jakarta Kota, Kampung Bandan, maupun Ancol dapat menuju Stasiun Tanjung Priok terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Commuter Line relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota yang berhenti di Stasiun JIS. Sementara untuk keberangkatan dari Stasiun JIS, pihak KAI menyiapkan Peron 1 yang melayani pelanggan menuju Stasiun Ancol, Kampung Bandan, hingga Jakarta Kota.

Anne menjelaskan, aktivasi Stasiun JIS berkaitan erat dengan kebutuhan layanan transportasi publik yang terhubung langsung dengan kawasan kegiatan massal. JIS sebagai stadion berkapasitas besar memerlukan dukungan akses transportasi rel agar pergerakan pelanggan menuju dan dari kawasan tersebut dapat lebih tertib, terencana, dan mudah dijangkau.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Makin Fleksibel! Malaysia Airlines dan Singapore Airlines Rilis Tarif Bersama Rute KL-Singapura

Kabar gembira bagi para pelaku perjalanan bisnis maupun wisata yang sering berlalu-lalang di salah satu rute penerbangan tersibuk di dunia, yakni koridor Kuala Lumpur–Singapura. Dua maskapai pembawa bendera nasional (flag carrier), Malaysia Airlines (MAB) dan Singapore Airlines (SIA), resmi memperluas kolaborasi komersial mereka dengan meluncurkan produk tarif bersama (joint fare) baru untuk perjalanan antara kedua ibu kota tersebut. Langkah ini menandai dimulainya babak baru dari kemitraan bisnis strategis bersama yang telah diformalkan sejak Januari 2026, setelah mengantongi seluruh persetujuan yang diperlukan dari pihak otoritas regulator.

Penawaran tarif bersama yang baru ini hadir untuk melengkapi kemitraan codeshare yang sudah terjalin erat antara kedua maskapai selama ini. Melalui peluncuran produk baru ini, penumpang MAB dan SIA kini memiliki pilihan tarif yang jauh lebih beragam dan fleksibel untuk penerbangan rute Kuala Lumpur (KUL) – Singapura (SIN) pergi-pulang (PP). Selain memanjakan penumpang di rute pendek tersebut, kolaborasi tarif ini juga dirancang untuk meningkatkan konektivitas bagi para pelaku perjalanan yang ingin melanjutkan penerbangan (connecting flight) ke berbagai destinasi internasional lainnya yang berada di dalam jaringan gabungan global kedua maskapai.

Tidak berhenti di urusan tarif perjalanan saja, komitmen kedua maskapai ini dipastikan akan semakin memanjakan para penumpang setianya secara bertahap. Saat ini, MAB dan SIA sedang mempersiapkan penerapan berbagai manfaat tambahan bagi pelanggan yang akan diluncurkan satu per satu di masa mendatang. Beberapa fasilitas premium yang sedang digodok meliputi perluasan akses airport lounge secara timbal balik, pengaturan koordinasi jadwal penerbangan yang lebih terintegrasi untuk meminimalkan waktu transit, hingga penyusunan program pengaturan perjalanan korporasi bersama yang menguntungkan sektor bisnis.

Bryan Foong, selaku Chief Executive Officer of Airline Business dari Malaysia Aviation Group, mengungkapkan bahwa kemitraan bisnis bersama dengan Singapore Airlines ini adalah tonggak penting dalam ekspansi komersial perusahaan. Menurutnya, melalui peluncuran produk tarif bersama ini, kedua maskapai dapat memberikan lebih banyak pilihan, fleksibilitas yang lebih baik, serta pengalaman perjalanan yang jauh lebih lancar kepada para pelanggan. Hubungan ini juga dipercaya akan menjadi fondasi kokoh bagi integrasi jaringan yang lebih mendalam di masa depan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku perjalanan wisata maupun bisnis.

Senada dengan hal tersebut, Lee Lik Hsin selaku Chief Commercial Officer Singapore Airlines, menekankan bahwa integrasi produk tarif bersama ini akan memperluas pilihan sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan mereka. Seiring dengan semakin eratnya kolaborasi ini, pihak Singapore Airlines berkomitmen untuk terus memadukan kekuatan unik yang dimiliki oleh kedua maskapai demi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen. Langkah strategis ini juga diharapkan dapat memperkuat jembatan hubungan antar-masyarakat serta memperkokoh hubungan perdagangan yang telah lama terjalin erat antara Singapura dan Malaysia.

Jika menengok ke belakang, hubungan mesra antara MAB dan SIA sejatinya telah dirajut secara bertahap sejak penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama komersial pada Oktober 2019 silam. Sejak saat itu, kedua maskapai terus memperluas jangkauan kerja sama mereka demi memberikan konektivitas yang lebih luas bagi pelanggan.

Saat ini, kerja sama codeshare keduanya sudah mencakup layanan penerbangan domestik dan regional di Malaysia dan Singapura, hingga rute internasional jarak jauh ke Eropa dan Afrika Selatan. Bahkan, pada Februari 2024, kedua maskapai juga telah memperkenalkan integrasi program frequent flyer mereka, yang memungkinkan anggota program Enrich (Malaysia Airlines) dan KrisFlyer (Singapore Airlines) untuk saling mengumpulkan serta menukarkan miles atau poin mereka pada penerbangan tertentu yang dioperasikan oleh kedua maskapai. Dengan hadirnya produk tarif bersama di tahun 2026 ini, opsi perjalanan di koridor udara Selat Malaka dipastikan akan semakin kompetitif dan memikat.

Sejarah Maskapai Malaysia Singapore Airlines, dari Awal Berdiri Sampai Berpisah

Stasiun Gambir Jadi Stasiun Nasional, Pemberhentian KRL dan KAJJ Bakal Berdampingan

Terkait dengan sebutan ‘stasiun nasional’ akhir-akhir ini terus menjadi sorotan. Ya, stasiun yang menjadi simpul kawasan Kota Jakarta tentunya masyarakat sudah mengenal dengan stasiun yang merupakan keberangkatan maupun kedatangan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Namun, kabar yang beredar bahwa ke depannya stasiun ini akan terintegrasi pula dengan pemberhentian Kereta Rel Listrik (KRL).

Dalam hal ini Stasiun Gambir nantinya akan menjadi stasiun nasional. Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memastikan rencana besar revitalisasi Stasiun Gambir masih terus berlanjut. Bahkan, saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap finalisasi perencanaan sebagai bagian dari penataan ulang sistem transportasi berbasis rel di Jakarta.

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menegaskan bahwa pendanaan revitalisasi ini sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak KAI. Nantinya, Stasiun Gambir akan diproyeksikan menjadi simpul utama transportasi kereta api di kawasan Ibu Kota dengan sistem yang lebih terintegrasi. Selain itu nantinya Stasiun Gambir bisa terkoneksi dengan pemberhentian perjalanan KRL. Jadi keduanya antara KRL dengan KAJJ terdapat konektivitas.

Lebih jauh, Dudy menjelaskan bahwa konsep pengembangan ini juga tidak akan membuat kawasan Stasiun Gambir semakin padat. Seluruh desain akan disesuaikan dengan kapasitas lahan agar justru menciptakan alur pergerakan penumpang yang lebih tertata. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tengah mengkaji aturan terkait alih fungsi lahan di sekitar kawasan stasiun. Area tersebut nantinya akan dikelola secara optimal oleh KAI sebagai pelaksana.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin sebelumnya juga telah memaparkan rencana besar penataan ulang sistem perkeretaapian di wilayah Jabodetabek, yang merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kebijakan terbaru tersebut, Stasiun Gambir bersama Stasiun Manggarai bahkan ditetapkan sebagai simpul strategis nasional atau hub nasional (national station).

Adapun integrasi Stasiun Gambir dengan KRL diharapkan mampu mengurai kepadatan di Stasiun Juanda dan Gondangdia, sekaligus menghadirkan akses yang lebih mudah bagi pengguna Commuter Line menuju kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran. Tentunya ke depan, Stasiun Manggarai akan difungsikan sebagai titik temu utama seluruh layanan kereta, mulai dari KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, hingga Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) secara bertahap.

Diketahui bahwa Stasiun Gambir adalah sebuah stasiun kelas besar tipe A yang berada di Jakarta Pusat. Terletak di ketinggian +16 meter di atas permukaan laut, Stasiun Gambir masuk dalam Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Stasiun Gambir merupakan salah satu dari lima stasiun utama di Jakarta yang dilengkapi dengan 4 jalur yang tersedia untuk perjalanan KRL maupun KAJJ.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Libur Sekolah Tiba, KAI Beri Tiket Kereta Diskon 30 Persen dengan Ketentuan Berikut

Memasuki liburan sekolah tentu tak sekadar mengisi waktu luang dengan melakukan wisata di dalam kota, namun perjalanan luar kota dengan kereta api ternyata sudah diincar para masyarakat untuk berkunjung ke luar kota favorit mereka. Ya, menggunakan perjalanan kereta api tentunya masyarakat sudah mulai memesan berbagai tiket dengan berbagai kelas supaya bisa sampai ke tempat tujuan dengan praktis dan nyaman.

Dalam hal ini tentunya PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) merespons dampak suasana liburan sekolah dengan informasi menarik. Tak hanya dengan pelayanan dan kenyamanan saat di perjalanan, namun mengenai berbagai promo tiket kereta api yang bisa masyarakat nikmati untuk berbagai kereta api tertentu sampai dengan destinasi tujuan favorit mereka.

Masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan tarif lebih hemat melalui diskon tiket kereta api hingga 30 persen untuk sejumlah layanan. Promo ini berlaku untuk periode perjalanan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sehingga dapat dimanfaatkan oleh penumpang yang berencana berlibur, pulang kampung, maupun mengunjungi keluarga selama musim liburan. Perlu diingat. tidak semua tiket otomatis mendapatkan potongan harga sehingga calon penumpang perlu memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.

Adapun melalui promo tersebut, masyarakat tidak perlu memasukkan kode promo atau kupon khusus untuk mendapatkan diskon tiket kereta 30 persen selama program berlangsung. Potongan harga akan muncul secara otomatis saat pelanggan memilih kereta api yang termasuk dalam program diskon. Berikut langkah-langkah membeli tiket kereta diskon 30 persen melalui aplikasi Access by KAI:
• Buka aplikasi Access by KAI dan login ke akun.
• Masukkan stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal perjalanan, serta jumlah penumpang.
• Klik Cari Tiket.
• Pilih kereta api kelas Ekonomi Komersial yang tersedia pada periode perjalanan 20 Juni-5 Juli 2026.
• Pada kereta yang mendapatkan program diskon, harga tiket akan otomatis tampil setelah potongan 30 persen diterapkan.
• Pilih jadwal keberangkatan yang diinginkan.
• Isi data penumpang sesuai identitas.
• Lanjutkan ke halaman pembayaran.
• Selesaikan transaksi menggunakan metode pembayaran yang tersedia.

Adapun untuk ketentuan dan syaratnya adalah sebagai berikut:
• Pembelian tiket dengan tarif diskon dapat dilakukan melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI mulai 6 Juni 2026.
• Tarif diskon berlaku untuk keberangkatan pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
• Diskon hanya berlaku untuk kereta api kelas Ekonomi Komersial yang masuk dalam program promo.
• Diskon tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi maupun promo lainnya.
• Tiket dengan tarif diskon tetap dapat dibatalkan dan dijadwalkan ulang (reschedule) sesuai ketentuan yang berlaku.
• Jadwal perjalanan dan daftar kereta yang mendapatkan promo dapat dilihat melalui aplikasi Access by KAI.
• Promo berlaku selama alokasi tiket dan kuota tarif diskon masih tersedia.

Perlu diketahui, diskon tidak diberikan dalam bentuk voucher atau cashback. Harga tiket yang memperoleh program diskon akan otomatis terpotong saat pelanggan memilih kereta yang memenuhi ketentuan program di aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi KAI lainnya.

Dari data PT KAI yang diterima, pemesanan tertinggi sejauh ini terjadi pada 21 Juni 2026 sebanyak 82.064 tiket, diikuti 20 Juni 2026 sebanyak 77.505 tiket, dan 22 Juni 2026 sebanyak 66.523 tiket. Pola ini menunjukkan antusiasme masyarakat sudah terasa sejak awal periode libur sekolah dan masih berlanjut pada awal pekan.

Adapun lima stasiun keberangkatan dengan volume pemesanan tertinggi yaitu Pasar Senen sebanyak 82.603 tiket, Yogyakarta 44.824 tiket, Semarang Tawang sebanyak 28.407 tiket, Lempuyangan 27.415 tiket, dan Bekasi 24.614 tiket. Sementara itu, lima stasiun tujuan dengan volume tertinggi yaitu Pasar Senen sebanyak 76.841 tiket, Yogyakarta 49.987 tiket, Semarang Tawang 27.279 tiket, Lempuyangan 25.640 tiket, dan Bekasi 25.466 tiket.

Oleh karenanya, KAI terus mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemesanan lebih awal, memastikan data identitas sesuai dengan tiket, memeriksa kembali jadwal keberangkatan, serta datang ke stasiun lebih awal agar proses boarding berjalan lancar. Serta mengajak masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan diskon tarif yang masih tersedia, dan menggunakan Access by KAI untuk memperoleh informasi perjalanan secara praktis.

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Program Edutrain: Cara Seru Kenalkan Lingkungan Kereta Api ke Pelajar

Pengenalan kereta api tak melulu hanya sekadar pengetahuan yang tercetus dari perjalanannya saja, namun harus didasari oleh seluruh aspek yang bisa memperdalam ilmu dilingkungan perkeretaapian juga. Seperti halnya cara pengoperasian dalam hal pekerjaan di sistem perkeretaapian, aspek keamanan dan keselamatan serta hal yang bersifat peraturan khusus yang harus dijalani sesuai dengan prosedur.

Nah, program pengetahuan itulah yang harus dipelajari sejak minimal usia pelajar bahwa berbagai aspek mengenai transportasi berbasis rel ini harus dikenal dengan cara edukasi terhadap pelajar tentang betapa pentingnya kinerja yang dilakukan dilingkungan kereta api. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 6.723 pelajar dari 60 sekolah telah mengikuti program dengan nama Edutrain yang dilaksanakan hingga awal Juni 2026 sebagai upaya menumbuhkan budaya penggunaan transportasi kereta yang baik sejak dini.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Kamis, mengatakan program Edutrain menjadi salah satu sarana pembelajaran yang terus diminati sekolah karena memberikan pengalaman langsung kepada pelajar mengenai dunia perkeretaapian. Kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran dan pengalaman langsung di lapangan, mulai dari perjalanan hingga pengenalan sistem kerja perkeretaapian.

Program Edutrain, kata dia, dilaksanakan dengan perjalanan dari Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan menuju sejumlah daerah tujuan seperti Tegal, Pekalongan, hingga Purwokerto menggunakan beberapa layanan kereta api. Adapun kereta yang digunakan antara lain KA Kaligung, KA Tegal Bahari, KA Gunungjati, dan KA Ranggajati sesuai rute yang telah disiapkan dalam kegiatan edukasi tersebut.

Dalam setiap kegiatan tersebut, pelajar juga dibekali edukasi keselamatan di lingkungan perkeretaapian, termasuk pentingnya tidak bermain di area rel dan menjaga fasilitas umum yang ada di stasiun maupun jalur kereta api. Karena aspek keselamatan merupakan bentuk kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.

Pihaknya berharap para peserta dapat ikut menyebarkan pemahaman terkait keselamatan perjalanan kereta api di lingkungan masing-masing setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, para peserta juga bisa membagikan pengalamannya ke keluarga dan lingkungan sekitar agar kesadaran tentang keselamatan semakin luas.

Sepanjang 2025, KAI Daop 3 Cirebon mencatat 10.299 peserta dari 127 sekolah telah mengikuti program edukasi berbasis perjalanan kereta api tersebut. Tentunya melalui program ini, menjadi bagian dari kontribusi pihak PT KAI dalam mendukung pendidikan berkualitas sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, kegiatan Edutrain telah diperkenalkan sejak beberapa tahun kebelakang yang merupakan program edukasi perkeretaapian dan transportasi massal untuk anak-anak. Kegiatan ini menyasar kepada anaka-anak/pelajar mulai dari TK, SD, maupun SMP. KAI berharap, berharap setiap kegiatan berlangsung tentunya dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap transportasi kereta api.

Ini yang Bikin KA Kaligung Terus Eksis di Jalur Pantura, Jawabannya Disini