6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Tiba-tiba mules dan ingin buang air besar (BAB) saat di perjalanan pastinya mengganggu Anda. BAB adalah kebutuhan setiap manusia, dan tidak baik untuk menahan keluarnya BAB. Anjuran yang baik untuk BAB adalah setiap pagi hari, namun terkadang saat berada di mobil, bus, travel, atau KRL akan sulit untuk menahan keinginan untuk BAB apalagi Anda terbiasa BAB di tempat yang nyaman dan bukan dalam toilet kendaraan. Pastinya, dengan kebiasaan seperti itu akan membuat Anda memilih BAB saat tiba di tempat tujuan atau mencari toilet terdekat bila menggunakan mobil.

Baca juga: Di Korea Selatan, Buang Air Besar Justru Dibayar!

Dan berikut ini KabarPenumpang.com memberikan beberapa tips yang bisa Anda gunakan saat menahan BAB dalam perjalanan :

1. Bersikap tenang, jangan panik dan santai
Pastinya Anda harus tenang, jangan panik dan santai. Memang, hasrat ingin BAB tidak enak dan membuat Anda tidak nyaman. Bila panik, justru hasrat Anda untuk BAB makin besar. Baiknya atur nafas Anda agar tetap tenang sembari mencari toilet atau menunggu tiba di tempat tujuan.

Tanyoe.com
Tanyoe.com

2. Jangan dipikirkan
Usahakan Anda tidak memikirkan rasa ingin BAB, karena bila dipikirkan terus justru akan membuat Anda semakin ingin BAB. Pikirkan hal-hal yang menyenangkan dan buat daftar kegiatan Anda sehari-hari bila sampai ditempat tujuan.

3. Gerakkan tubuh
Silangkan kaki sekuat-kuatnya dan duduk agak bersandar kekursi dengan posisi hampir tiduran. Tekan bagian pantaat untuk menahan agar BAB tidak keluar. Anda juga bisa berjalan perlahan-lahan jangan berlari.

4. Jangan makan apapun
Jauhkan pandangan Anda dari makanan. Bila Anda makan, hasrat BAB akan semakin kuat dan jika Anda perokok, baiknya hindari rokok untuk menahan hasrat BAB.

5. Genggam batu atau simpan batu dalam kantong
Mungkin ini mitos ataupun sugesti untuk menahan hasrat untuk BAB. Kalau mau mencoba, Anda bisa menyimpan batu saat mules melanda Anda.

6. Berdoa
Yang terakhir ini, pastinya wajib banget, selain berdoa agar cepat mendapat toilet mungkin Anda juga berdoa agar cepat sampai tempat tujuan.

Baca juga: Begini Ternyata Cara Isi Air Toilet di Bus AKAP

Sayangnya, untuk Anda yang dalam perjalanan jauh menggunakan kereta api atau pesawat dengan waktu yang lebih dari 10 jam, mau tak mau, Anda harus memaksakan BAB di pesawat ataupun kereta. Karena BAB haruslah dibuang, sebab BAB adalah sampah yang dikelola tubuh untuk dibuang.

Tips – Pilah Pilih Posisi Kursi Terbaik dalam Penerbangan di Kelas Ekonomi

Meski menikmati penerbangan di kelas ekonomi sarat dengan ‘keterbatasan’, namun itu bukan berarti Anda tidak bisa menikmati penerbangan yang nyaman. Nah, bicara kenyamanan pada penerbangan kelas ekonomi, pemilihan posisi kursi bisa sangat menentukan kenyamanan itu sendiri.

Baca juga: Konfigurasi Kursi Kelas Ekonomi 2-5-2, Bikin ‘Susah’ dan Ditinggalkan

Pemilihan posisi kursi terbaik dalam kelas ekonomi pesawat dapat bervariasi tergantung pada preferensi pribadi dan faktor-faktor tertentu, seperti jenis pesawat, panjang penerbangan, dan kondisi penerbangan. Berikut ini beberapa area yang umumnya dianggap sebagai posisi kursi yang baik dalam kelas ekonomi:

1. Kursi di Barisan Depan
Kursi di barisan depan kelas ekonomi biasanya memberikan lebih sedikit getaran dan kebisingan dari mesin pesawat. Selain itu, Anda mungkin akan mendapatkan layanan lebih cepat saat pemberian makanan dan minuman.

2. Kursi di Emergency Exit (Emergency Exit Row)
Kursi di barisan emergency exit biasanya memiliki lebih banyak ruang kaki, karena tidak ada baris kursi di depannya. Namun, kursi-kursi ini sering kali memiliki tanggung jawab tambahan dalam situasi darurat, seperti membantu membuka pintu darurat jika diperlukan.

3. Kursi di Sisi Lorong (Aisle Seat)
Kursi di sisi lorong memungkinkan Anda untuk lebih mudah bergerak keluar dari tempat duduk, mengakses toilet, atau berdiri tanpa harus mengganggu penumpang di sebelah Anda.

4. Kursi di Barisan Paling Belakang
Kursi di barisan belakang mungkin memiliki lebih sedikit penumpang di belakang Anda, sehingga Anda mungkin merasa lebih leluasa. Namun, di sebagian pesawat, getaran dan kebisingan dari mesin mungkin lebih terasa di bagian belakang.

5. Hindari Kursi di Dekat Toilet
Kursi yang berdekatan dengan toilet dapat mengalami gangguan suara dan gerakan dari penumpang yang menggunakan fasilitas tersebut.

6. Hindari Kursi di Dekat Dapur Penerbangan (Galley)
Kursi di dekat dapur penerbangan mungkin mengalami kebisingan dan aktivitas yang lebih tinggi saat awak pesawat mempersiapkan makanan dan minuman.

Baca juga: Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

Namun, perlu diingat bahwa preferensi penumpang dapat bervariasi. Jika Anda lebih suka cepat keluar pesawat, kursi di barisan depan atau kursi di sisi lorong mungkin menjadi pilihan yang baik. Jika Anda lebih suka lebih banyak ruang kaki, kursi di emergency exit row bisa menjadi pilihan.

Ini Rute dan Jam Operasi Shuttle Bus Listrik Transjakarta Selama Gelaran Piala Dunia FIBA 2023

Pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) memberlakukan kebijakan bebas kendaraan mulai 25 Agustus 2023 – 3 September 2023. Ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraaan seiring banyaknya event yang diselenggarakan, salah satunya gelaran Piala Dunia FIBA, yang dihelat di Indonesia Arena.  Sebagai gantinya, pengelola menyiapkan layanan bus pengumpan (shuttle bus), yang bekerja sama dengan Transjakarta.

Baca juga: Gunakan Bus Low Deck, TransJakarta Gratiskan Selama 2 Minggu Rute Kalideres-Bandara Soekarno-Hatta

Layanan shuttle bus dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIBA akan beroperasi mulai hari ini, 25 Agustus 2023 – 3 September 2023 mulai pukul 14:30 WIB hingga 22:30 WIB.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Wibowo mengatakan Transjakarta menyediakan layanan shuttle bus dengan tarif Rp0 atau gratis untuk memudahkan mobilitas masyarakat yang ingin menyaksikan Piala Dunia FIBA.

“Bagi para pelanggan khususnya pecinta bola basket yang ingin mengunjungi acara Piala Dunia FIBA dapat menggunakan enam shuttle bus yang disediakan,” ujarnya di Jakarta (24/8).

Penggunaan armada bus listrik Transjakarta yang akan dioperasikan sebagai shuttle bus merupakan bentuk dukungan Transjakarta untuk mengurangi emisi gas karbon selama acara Piala Dunia FIBA.

Shuttle bus Transjakarta akan berhenti di beberapa titik perhentian antara lain adalah Gelora Hall Basket, Stadion GBK, Plaza Senayan, Senayan City, Masjid Al-Bina, dan Lapangan Panahan.

Rute lengkapnya, shuttle bus listrik Transjakarta ini dimulai dari titik shuttle point 1 yakni di Gate 11 – halte Gelora (start-end), lalu melalui jalan Asia Afrika di mana ada shuttle point 2 – halte depan Plaza Senayan, kemudian berbelok ke arah jalan terusan Senayan City. Bus ini akan berhenti di shuttle point 3 – halte depan Senayan City, lalu berbelok menuju jalan Pintu Satu, shuttle point 5 – Masjid Al Bina.

Bus akan berlanjut melaju ke jalan Sudirman, shuttle point 6 – halte Gelora Bung Karno 2. Kemudian menuju ke jalan Gatot Subroto dan berbelok ke jalan Gerbang Pemuda, di mana ada shuttle point 7 di halte Lapangan Panah, dan kembali ke jalan Asia Afrika menuju shuttle point 1 lagi.

Baca juga: Dihadapan Bos Skywell Indonesia, Dirut Transjakarta Tantang Kementerian BUMN Riset Retrofit Bus Listrik

Pengguna transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta Koridor 1 bisa menggunakan shuttle ini di point 6. Sedangkan pengguna TransJakarta Koridor 9 dapat berhenti di Halte Senayan JCC dan selanjutnya berjalan kaki sekitar 10 menit atau menggunakan ojek online untuk menuju Indonesia Arena.

Diketahui, selama pelaksanaan FIBA World Cup 2023 bakal ada banyak kegiatan lain di seputaran GBK. Ada 45th SEA Age Championship 2023, GBK Fest Asia Pasific Baseball Tournament 2023, dan 2023 D&E World Tour Fancon DElight Party.

LRT Jabodebek Resmi Beroperasi Secara Komersial, Tarif Flat Jauh-Dekat Rp5 Ribu

LRT Jabodebek resmi beroperasi secara komersial setelah diresmikan Presiden Jokowi hari ini. Masyarakat bisa mulai menumpangi moda berbasis rel itu dengan tarif promo berupa diskon sebesar 78 persen yang diwujudkan dalam tarif flat sebesar Rp5.000,- untuk seluruh lintas pelayanan. Tarif Promo ini mulai diberlakukan sejak LRT Jabodebek diresmikan sampai dengan akhir bulan September 2023.

Baca juga: Jelang Komersial, Tarif LRT Jabodebek Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya

“Tarif promo ini kami berikan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78, serta untuk memperkenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat. Melalui pemberian tarif promo ini, diharapkan akan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada Minggu (27/08) di Jakarta.

Adita menjelaskan, selain tarif flat Rp. 5.000, skema selanjutnya yang disiapkan yaitu pengenaan tarif maksimal Rp 20.000,- untuk jarak terjauh dan di bawah Rp 20.000,- untuk selain jarak terjauh. Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024.

Lebih lanjut Adita menjelaskan, pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema Kewajiban Pelayanan Publik/Public Service Obligation (PSO). “Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp66 miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ucap Adita.

Sebagai informasi, tarif LRT Jabodebek sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.

Baca juga: Tarif Rp5.000 Per Km, Kemenhub: LRT Jabodebek Lebih Canggih Dibanding MRT Jakarta dan LRT Palembang

Berdasarkan regulasi ini, tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp 5.000 untuk 1 km pertama, dan mengalami penambahan sebesar Rp700 per kilometer selanjutnya.

Pemerintah memberikan subsidi PSO dengan membiayai selisih dari biaya yang diusulkan oleh operator LRT Jabodebek, agar biayanya lebih terjangkau bagi masyarakat banyak, Tarif yang telah ditetapkan ini telah dikaji tim independen Polar UI dan PWC bersama Operator dan Kementerian Perhubungan.

Korean Air Akan Timbang Berat Badan Penumpang Sebelum Naik Pesawat, Ada Apa?

Korean Air, maskapai plat merah Korea Selatan membuat gebrakan, yakni berencana untuk meminta penumpang menimbang berat badannya sebelum naik ke pesawat. Meski terdengar kontroversial, namun langkah ini merupakan respons terhadap tindakan pemerintah yang bertujuan menetapkan standar berat penumpang.

Baca juga: Gegara Penimbangan Berat Badan Acak, Inilah ‘Derita’ Pramugari Emirates

Dikutip dari Korea JoongAng Daily (23/8/2023), pihak Korean Air menyebut bahwa langkah tersebut mengikuti undang-undang setempat yang mengharuskan hal tersebut. Maskapai ini akan mulai mengukur berat penumpang, termasuk bagasi jinjing mereka, untuk penerbangan domestik dari Bandara Gimpo mulai 28 Agustus hingga 6 September 2023.

Untuk penerbangan internasional dari Bandara Incheon, penumpang akan ditimbang mulai tanggal 8 hingga 19 September, lapor surat kabar tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Korean Air mengatakan maskapai Korea lainnya harus melakukan hal serupa untuk menyediakan data yang dibutuhkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea.

Korea JoongAng Daily melaporkan bahwa maskapai tersebut mengatakan: “Data yang dikumpulkan secara anonim akan digunakan untuk tujuan survei dan tidak berarti penumpang yang kelebihan berat badan harus membayar lebih.”

Langkah untuk menimbang penumpang ini merupakan respons terhadap aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, yang mengamanatkan bahwa maskapai penerbangan harus menilai standar berat penumpang yang mencakup barang bawaan mereka.

Peraturan tersebut berarti bahwa maskapai penerbangan harus menghitung standar berat penumpang setidaknya setiap lima tahun untuk mengetahui cara terbaik mendistribusikan berat pesawat, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan meningkatkan keselamatan penerbangan secara keseluruhan.

Survei terakhir yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa berat rata-rata pria dewasa selama musim panas adalah 178,6 pon (81 kg) dan 152,1 pon (69 kg) untuk wanita, menurut surat kabar Korea.

Penimbangan akan dilakukan di depan gerbang dan sebelum naik pesawat, lapor The Korea Times. Ada reaksi negatif di dunia maya terhadap tindakan tersebut, dan beberapa calon penumpang menyampaikan kekhawatiran tentang privasi mereka.

Namun, pihak maskapai mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa penumpang yang merasa tidak nyaman dengan proses tersebut dapat menyampaikan perasaan mereka kepada staf boarding.

Baca juga: Punya Standar Tinggi, Malaysia Airlines Pecat Pramugari yang Kelebihan Berat Badan Meski 1 Kg

Pakar industri perjalanan mengatakan bahwa maskapai penerbangan AS kemungkinan besar tidak akan melakukan hal yang sama, karena Otoritas Penerbangan Federal saat ini mengizinkan operator untuk meminta penumpang menyumbangkan berat badan mereka secara sukarela dan “membuat perkiraan yang masuk akal” jika jawabannya tampak terlalu rendah.

Stasiun Euston London, Jadi Stasiun Pertama di Dunia yang Menampikan Info Ketinggian Stasiun

Bila di artikel sebelumnya kami kupas tentang beberapa alasan terkait masih ditampilkannya informasi ketinggian (mpdl) pada stasiun kereta, maka di tulisan ini akan dibahas tentang sejarah hadirnya informasi ketinggian pada stasiun. Meski Indonesia mendapatkan warisan sejarah kereta dari era kolonial Belanda, namun, dari sejarahnya untuk informasi ketinggian di stasiun justru berasal dari Inggris.

Baca juga: “Dari Navigasi Sampai Keselamatan”, Inilah Alasan Info Ketinggian di Stasiun Tetap Dipertahankan

Dari beberapa literasi, disebutkan bahwa informasi ketinggian stasiun kereta pertama kali diterapkan di Inggris, dan yang terkenal sebagai salah satu yang pertama kali menampilkan informasi ketinggian adalah Stasiun Euston di London. Stasiun Euston adalah salah satu stasiun kereta utama di London dan telah beroperasi sejak tahun 1837.

Pada tahun 1840, di bawah arahan George Stephenson, seorang insinyur terkenal dalam sejarah kereta api, Stasiun Euston dilengkapi dengan papan pengumuman yang menampilkan informasi tentang ketinggian di berbagai stasiun di jalur kereta api London and Birmingham Railway. Hal ini membantu penumpang untuk mengetahui perbedaan ketinggian di sepanjang rute perjalanan.

Langkah ini merupakan salah satu contoh awal penerapan informasi ketinggian di stasiun kereta api dan menjadi praktik yang kemudian diadopsi oleh stasiun-stasiun kereta lainnya di seluruh dunia. Dengan adanya informasi ketinggian, penumpang dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perjalanan yang akan mereka lakukan, terutama dalam konteks perbedaan ketinggian yang signifikan.

Baca juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Stasiun Euston di London memiliki ketinggian sekitar 25 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini mengacu pada posisi stasiun relatif terhadap permukaan laut. Informasi ketinggian di Stasiun Euston pada awalnya ditampilkan pada papan pengumuman di stasiun tersebut. Papan pengumuman ini terletak di berbagai area di stasiun, terutama di tempat-tempat yang strategis yang dapat dengan mudah dilihat oleh penumpang.

“Dari Navigasi Sampai Keselamatan”, Inilah Alasan Info Ketinggian di Stasiun Tetap Dipertahankan

Meski zaman telah berubah dan teknologi perkeretaapian telah berkembang pesat, namun ada satu yang masih tetap ‘setia’ ditampilkan di bangunan atau peron stasiun, yakni pencatuman informasi ketinggian mpdl (meter di atas permukaan laut) stasiun tersebut. Tentu ada alasan yang kuat untuk mempertahankan informasi mpdl di stasiun-stasiun, apakah itu?

Baca juga: Sering Lihat Simbol dan Deret Angka Ini di Stasiun? Inilah Arti Sebenarnya!

Informasi ketinggian stasiun kereta api biasanya ditampilkan untuk memberikan informasi yang penting bagi penumpang dan awak kereta. Dan bila diperinci, berikut beberapa alasan mengapa informasi ketinggian stasiun kereta selalu ditampilkan:

1. Navigasi dan Pengetahuan Lokasi
Informasi ketinggian stasiun membantu penumpang dan awak kereta untuk mengetahui lokasi geografis dan perbedaan ketinggian di sepanjang rute kereta. Ini dapat membantu dalam navigasi dan pemahaman tentang perjalanan yang akan dilakukan.

2. Ketepatan Waktu
Informasi ketinggian juga dapat memberikan petunjuk kepada penumpang tentang bagaimana perjalanan akan memengaruhi ketepatan waktu, terutama di daerah-daerah dengan perbedaan ketinggian yang signifikan. Pengetahuan tentang daerah-daerah yang curam atau berbukit dapat membantu dalam merencanakan waktu perjalanan dengan lebih baik.

3. Keamanan dan Pengendalian Kecepatan
Ketinggian stasiun juga dapat mempengaruhi pengendalian kecepatan kereta. Di daerah-daerah dengan perbedaan ketinggian yang besar, kereta mungkin perlu melambat saat mendaki atau menuruni bukit. Informasi ketinggian membantu masinis mengatur kecepatan dengan tepat, menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.

4. Pengetahuan Geografis
Informasi ketinggian stasiun juga memberikan penumpang gambaran tentang ciri geografis daerah yang dilalui oleh kereta. Ini bisa menjadi hal menarik dan menambah wawasan bagi penumpang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang rute dan tempat-tempat yang dilalui.

5. Referensi untuk Peta dan Navigasi
Informasi ketinggian juga bisa digunakan sebagai referensi pada peta atau perangkat navigasi, terutama dalam situasi darurat atau ketika penggunaan teknologi navigasi yang canggih tidak tersedia.

Baca juga: Keunikan Papan Nama Stasiun Kereta dari Masa ke Masa

6. Informasi Publik
Menampilkan informasi ketinggian stasiun kereta api juga merupakan bagian dari pemberian informasi yang akurat dan berguna kepada penumpang. Ini adalah salah satu cara bagi operator kereta api untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Dibangun Tahun 1897, Jalur Kereta Lori Pertama di Indonesia Hubungkan Manggarai-Pulomas

Meski sejarah lori di Indonesia identik dengan angkutan kereta tebu, yakni menghubungkan antara ladang tebu dengan pabrik gula. Namun, tahukah Anda, bahwa kereta lori pertama di Indonesia justru bukan untuk melayani angkutan tebu.

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Dari berbagai sumber sejarah, literatur, dan arsip perkeretaapian, disebutkan bahwa kereta lori pertama di Indonesia justru ada di Jakarta (Batavia), tepatnya melayani rute Balai Yasa Manggarai – Pulomas.

Jalur kereta lori Balai Yasa Manggarai – Pulomas dibangun pada tahun 1897. Ini adalah jalur kereta lori pertama di Indonesia dan memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalur ini digunakan untuk mengangkut batu bara dari Pulomas ke Balai Yasa Manggarai untuk mendukung operasional kereta api dan perawatan lokomotif uap pada waktu itu.

Pada masa itu, Balai Yasa Manggarai adalah bengkel lokomotif dan kereta api yang berfungsi untuk merawat dan memperbaiki lokomotif serta kereta api. Sementara itu, Pulomas adalah area yang memiliki cadangan batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar untuk lokomotif.

Jalur kereta lori ini memainkan peran penting dalam mendukung operasional kereta api dan perawatan lokomotif di Balai Yasa Manggarai. Ini adalah salah satu contoh awal dari penerapan jalur kereta lori di Indonesia.

Meskipun jalur ini memiliki panjang yang relatif pendek, ini merupakan salah satu awal dari penerapan jalur kereta lori di Indonesia dan memainkan peran penting dalam mendukung sistem transportasi kereta api pada masa itu.

Baca juga: Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Tidak ada rincian informasi kapan penghentian operasional jalur ini, ada beberapa referensi yang menyebutkan bahwa jalur ini beroperasi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Seiring perkembangan waktu, jalur kereta api dan infrastruktur transportasi di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan. Jalur kereta lori ini mungkin tidak lagi diperlukan atau digantikan oleh jalur-jalur lain yang lebih efisien dan modern.

Universal Access Toilet, Toilet Berkonsep Futuristik Untuk Kereta

PCC perusahaan yang bergerak di solusi interior dengan pengalaman menggunakan toilet di kereta api sejak tahun 1988, kini menghadirkan solusi baru yang disebut Universal Access Toilet (UAT) yang menjadi kemampuan kreatif termutakhir untuk urusan buang hajat di kuda besi.

Baca juga: Tidak Lagi Gunakan Toilet “Bolong,” PT KAI Ganti Dengan Septic Tank

Modul yang ada saat ini sudah disesuaikan untuk memenuhi lebih dari sembilan macam kelas kereta di 20 armada yang berbeda-beda. Tahun 2020 mendatang, sekitar 95 persen kereta api di Inggris akan berjalan dengan sistem UAT milik PCC.

 

Perusahaan ini diketahui berbasis di Cwbran, South Wales dengan pabrik yang mampu memenuhi pesanan yang lebih besar atau untuk seluruh dunia. Salah satu yang saat ini masih terus dijalankan adalah desain toilet yang pertama kali memasok UAT November 2012 lalu dan sudah memiliki ratusan unit untuk di pasang dengan biaya perawatan minimal.

www.railway-technology.com

Dilansir KabarPenumpang.com dari railway-technology.com, terlihat PCC sudah mulai mengembangkan produknya dengan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi penyimpanan air, dan tentunya mengurangi biaya perawatan. Tak hanya itu, pihak PCC juga membuat solusi rekayasa integrasi, standar kepatuhan produk dan lainnya.

Untuk kemajuan lebih baik pihak PCC sendiri telah melakukan penelitian dalam pengembangan produk baru sehingga bisa menghasilkan prototipe yang akurat. PCC mengaku produknya diuji sesuai standar industri dan spesifikasi pelanggan yang sudah disepakati di awal.

www.railway-technology.com

“Kami terus menguji begitu pelanggan melihatnya dan memastikan perbaikan serta pemeliharaan secara realistis,” ujar juru bicara PCC. Prototipe untuk UAT maupun produk lainnya saat ini sudah mengikuti prinsip LEAN dengan tenaga kerja yang terampil, berdedikasi serta motivasi tinggi. Peralatan yang digunakan untuk membuatnya pun ditingkatkan menjadi produksi komposit artistik dengan standar keselamatan penuh.

“Kami menyetujui spesifikasi, jadwal dan standar kualitas dengan pelanggan kami sebelum mulai bekerja, dan proses manufaktur kami memiliki sistem kontrol kualitas yang kaku yang dibuat untuk memastikan kepatuhan sepenuhnya,” jelass juru biacara PCC.

Pihak PCC bangga tidak hanya membuat melainkan juga menciptakan sesuatu. Apalagi dengan adanya inovasi baru UAT yang bisa menjawab kebutuhan industri kereta api Inggris dan menjadi perhatian perusahaaan kereta api seluruh dunia.

Bukan Sekedar Urusan Transportasi Warga, Ini Alasan Moskow Punya Tujuh Bandara

Sebagai salah satu kota terpadat di Eropa, maka ibu kota Rusia, Moskow, memiliki bandara alternatif. Namun, jumlah bandara alternatif di Moskow bukan satu, dua atau tiga. Lebih dari itu, di Moskow terdapat tujuh bandara yang melayani penerbangan komersial.

Baca juga: Bandara Internasional Moskow Gunakan Tank untuk Menderek Pesawat

Ketujuh bandara di Moskow adalah Bandara Internasional Sheremetyevo (SVO), Bandara Domodedovo (DME), Bandara Vnukovo (VKO), Bandara Zhukovsky (ZIA), Bandara Bykovo (BKA), Bandara Ostafyevo (OSF) dan Bandara Sheremetyevo-2 (SVO-2). Ketujuh bandara di Moskow melayani penerbangan domestik dan internasional. Sebagai bandara yang paling baru, Zhukovsky saat ini melayani maskapai penerbangan bertarif rendah dan penerbangan kargo.

Selain populasi penduduk yang mencapai 13 juta orang pada tahun 2021, tentu ada alasan lain, mengapa di Moskow sampai terdapat tujuh bandara. Dari paparan beberapa nara sumber saat kami bertandang ke Moskow, dapat disimpulkan ada beberapa aspek yang melatarbelakangi adanya tujuh bandara di Moskow.

Pembangunan beberapa bandara di Moskow pastinya tidak hanya terpaku pada urusan transportasi warga semata. Dalam perspektif era Perang Dingin, yakni saat Uni Soviet melakukan psy war dengan Amerika Serikat dengan ancaman serangan nuklir, maka petinggi Soviet merasakan kebutuhan untuk membangun beberapa bandara di Moskow.

dan Bandara Sheremetyevo-2 (SVO-2).

Selain faktor-faktor ekonomi dan pertumbuhan kota, alasan pertahanan (militer) adalah faktor yang mempengaruhi lokasi dan jumlah bandara di Moskow. Pertimbangan pertahanan bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong adanya distribusi bandara di berbagai wilayah kota. Beberapa aspek yang terkait dengan pertahanan adalah:

1. Diversifikasi dan Pertahanan
Dalam konteks pertahanan, memiliki banyak bandara dengan lokasi yang tersebar dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur penerbangan kota terhadap serangan atau ancaman potensial. Jika satu bandara mengalami gangguan atau serangan, bandara lain masih dapat beroperasi untuk memenuhi kebutuhan penerbangan.

2. Pengelompokan Sumber Daya
Distribusi bandara di seluruh kota dapat membantu menghindari pengelompokan sumber daya yang penting di satu area yang sangat rentan terhadap serangan. Ini membantu mengurangi risiko gangguan besar pada sistem transportasi udara kota.

3. Pengalihan Trafik
Dalam situasi darurat atau konflik, memiliki berbagai bandara yang dapat digunakan untuk mengalihkan lalu lintas penerbangan atau operasi militer dapat meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas taktis.

Baca juga: Empat Alasan Mengapa Sebuah Kota Miliki Lebih dari Satu Bandara

4. Keragaman Fasilitas
Distribusi bandara juga memungkinkan penempatan fasilitas militer dan penerbangan yang penting untuk pertahanan kota di lokasi yang berbeda. Ini bisa termasuk pangkalan udara, pusat komando dan kendali, serta fasilitas lain yang berperan dalam operasi militer.