Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara

Selama ini, Anda mungkin bepergian menggunakan moda udara seperti pesawat hanya untuk perjalanan jarak jauh saja, seperti keluar kota dan keluar negeri. Namun dalam waktu dekat, warga Singapura akan lebih sering menggunakan moda udara karena akan meluncurkan salah satu sarana transportasi terbarunya, yaitu taksi udara tanpa awak. Taksi ini sebelumnya telah terlebih dahulu direncanakan oleh pemerintah Dubai untuk mengikuti perkembangan jaman di dunia transportasi.

Seperti yang dikutip New York Post dari Singapore Business Times pada Senin (26/3/2017) lalu, Menteri Transportasi Singapura bahkan sudah melakukan negoisasi dengan perusahaan teknologi, untuk mulai melakukan uji coba taksi udara ini. Tahap uji coba nantinya akan menitik beratkan pada mengambil dan mengantarkan penumpang sesuai dengan tujuannya.

Sistem pemesanan yang nantinya akan diterapkan oleh taksi udara mengadaptasi dari sistem transportasi online yang saat ini sedang marak, seperti GoJek, Grab, dan Uber, yaitu menggunakan pemesanan via online. Dengan kata lain, penumpang tidak harus bersusah payah untuk mencari lokasi dimana taksi udara ini “mangkal”, cukup memesannya dari smart phone, lalu taksi futuristik ini akan datang menjemput Anda.

Ada beberapa pertimbangan dari pemerintah Singapura untuk merealisasikan mimpi dari masyarakatnya yang menginginkan sebuah terobosan anyar dalam dunia transportasinya, salah satunya adalah pertimbangan soal pemilihan drone. Tercatat, ada beberapa perusahaan yang menjadi pertimbangan, yaitu Hoversurf Scorpion buatan perusahaan startup asal Rusia, Volocopter V200 dari Jerman, dan Ehang 184 dari China. Sementara itu, Dubai telah memilih Ehang 184 sebagai taksi terbang yang rencananya akan mulai beroperasi pada musim panas tahun ini.

Walaupun resiko yang berhubungan dengan keselamatan penumpang akan selalu muncul dari berbagai jenis moda, namun ketiga moda udara di atas memiliki kelebihan tersendiri untuk meyakinkan para kostumernya untuk menggunakan produk mereka. Sebut saja Ehang 184, moda ini akan segera mendarat di tempat yang memungkinkan apabila ada kesalahan yang terdeteksi oleh sistem keamanan dan keselamatan. Begitu pula dengan Volocopter V200 dan Hoversurf Scorpion, produsen moda ini sudah merancang sedemikian rupa sehingga keselamatan para penumpangnya amatlah diutamakan. Rata-rata, drone ini hanya mampu mengangkut 1 penumpang dengan bobot maksimal hingga 100 kg.

Sekretaris Kementerian Transportasi Singapura, Pang Kin Keong mengutarakan bahwa masyarakat Singapura akan memiliki banyak pilihan sarana transportasi hingga 2030 mendatang. Rencananya, bus otonomos juga akan didatangkan sebagai salah satu moda transportasi umum di Singapura. Bus ini dapat mengubah jalurnya sendiri sesuai dengan keinginan penumpang. “Pada tahun 2030, transportasi udara juga akan menjadi sarana mobilitas perkotaan,” Ujar Pang seperti yang dikutip dari Kompas.com, Senin (27/3/2017).

Bus 3 Pintu, Calon Primadona Masyarakat Singapura

Sebagai salah satu moda darat yang sering dicari oleh para penumpang, bus tentu saja harus mengalami evolusi dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan jaman. Selain lebih mementingkan keselamatan para penumpangnya, perusahaan produsen bus juga dewasa ini sudah mulai harus memikirkan bagaimana penumpangnya dapat turun dengan cepat tanpa membuat antrian pada kendaraan yang ada di belakangnya.

Pada umumnya, bus memiliki 2 pintu penumpang yang terletak pada bagian depan dan belakang. Namun, baru-baru ini Singapura menguji coba bus dengan 3 pintu, yaitu 1 pintu untuk masuk dan sisanya untuk keluar. Ini bertujuan untuk mempercepat perputaran penumpang yang terjadi di dalam bus. Baik bus maupun pengemudinya akan menjadi bagian dalam studi 6 bulan yang diterapkan. Ada beberapa fitur yang digunakan dalam kendaraan baru ini, yaitu kursi pengemudi yang dapat bergetar, bertujuan agar pengemudi tetap tersadar walaupun ia sedang dalam kondisi mengantuk.

Selain itu ada juga USB Port yang dapat digunakan oleh para penumpang untuk mengisi daya gadget mereka, serta panel elektronik yang dapat menunjukkan lokasi bus dan halte selanjutnya. Terdapat 2 buah bus yang diuji coba, yaitu bus tingkat (double decker) dan bus penumpang biasa (single decker). Bus tingkat yang mulai beroperasi pada Senin (13/3/2017) ini menempuh perjalanan dari Jurong East menuju Toa Payoh, melewati HarbourFront, China Town, dan Orchard Road. Bus tingkat ini dioperasikan oleh Tower Transit Singapore. Berbeda dengan bus tingkat, bus single decker akan mulai diujicoba pada rentan April hingga Juni tahun ini, dan dioperasikan oleh SMRT Buses dan Land Transport Authority (LTA) akan mengumumkan layanan ini di kemudian hari.

Sumber: theonlinecitizen.com
Sumber: theonlinecitizen.com

Bus yang dirilis oleh salah satu firma yang menggeluti bagian mesin, ST Kinetics, turut dilengkapi dengan sistem pendeteksi kelelahan. Alat ini akan memantau gerakan kelopak mata pengemudi dan ekspresi wajah dari pengemudi, lalu akan bergetar apabila si pengemudi mulai mengantuk atau bahkan tertidur. Selain itu juga ada perangkat yang terpasang dalam bus ini, yaitu Mobileye yang akan memperingati pengemudi tentang blind spot yang ditimbulkan, dan akan menampilkannya dalam bentuk audio dan visual dalam kabin pengemudi.

Ada keunikan dari bus ini, dimana jumlah bangku pada bus tingkat 3 pintu ini lebih sedikit daripada bus tingkat biasa, walaupun kedua bus ini merupakan hasil produksi dari pabrik yang sama. Keuntungan dari bus tingkat 3 pintu ini adalah penumpang yang berada di lantai 2 dapat turun menggunakan tangga yang lebih dekat menuju pintu yang ada di bagian belakang, sedangkan yang terjadi pada bus tingkat pendahulunya adalah penumpang dari lantai 2 turun menggunakan tangga yang sama dengan penumpang lain yang hendak naik ke atas.

Dengan diluncurkannya kedua bus ini akan memungkinkan pihak LTA untuk meneliti tanggapan dari berbagai komuter, karena kedua bus ini akan melewati beberapa daerah, termasuk daerah pemukiman dan daerah komersil di Singapura. Pada karnaval bus perdana tahun lalu, 9 dari 10 suara dari 22.000 responden menyetujui tentang pengaplikasian bus dengan tiga pintu ini. Lebih dari 95 persen masyarakat mengatakan bahwa pintu kedua bus ini akan sangat berguna.

Direktur Angkutan Umum LTA, Mr Yeo Teck Guan mengatakan penelitian ini memungkinkan pihak yang berwenang untuk menelaah bagaimana bus dapat beradaptasi dengan infrastuktur yang sudah ada seperti halte bus, permberhentian bus, dan mengamati arus komuter di sana.

“Ulasan dari masyarakat tentang design bus merupakan kunci dari pengadaan sarana transportasi karena kita bergerak maju menuju car-lite society (program pengurangan kendaraan pribadi di Singapura),” tutur Yeo seperti yang dikutip dari laman todayonline.com (13/3/2017). Pada kesempatan yang berbeda, seorang penggemar bus, Cheung Ho Hoi (15) mengatakan dengan pengaplikasian bus 3 pintu ini memungkinkan bus meninggalkan pemberhentian bus lebih cepat. Senada dengan Cheung, Hasyim Ali (55) seorang pengguna jasa komuter mengatakan bus ini menggunakan sistem yang lebih baik. “Seharusnya pembaruan seperti ini sudah ada sejak lama,” tuturnya.

PT Angkasa Pura I Lakukan Simulasi Kecelakaan di Bandara Sultan Hasanuddin

PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja (Dhirja) ke 90 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Latihan ini melibatkan sekitar 1000 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari AP I, TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin, Perum LPPNPI, Polri, Basarnas, Kesehatan, Imigrasi dan Bea Cukai Makassar serta beberapa rumah sakit sekitar bandara Sultan Hasanuddin.

Dalam PKD Dhirja ke 90 ini, hal yang dilatih yakni full scale exercise atau latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang, aviation security exercise atau latihan penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan dan fire building exercise atau latihan penanganan kebakaran gedung. Dari ketiga latihan ini, waktu respon unit Airport Rescue anda Fire Fighting (ARFF) tidak boleh lebih dari 3 menit, ini tercantum dalam peraturan internasional dan nasional tentang Airport Emergency Plan (AEP). Selain ketiga latihan tersebut, ada juga pelatihan penanganan pasca kejadian yang terdiri dari penanganan keluar korban melalui simulasi Greeters Meeters dan penanganan terhadap media melalui Media Handling.

Pada latihan ini menggunakan pesawat Losari Air dengan nomor penerbangan MKS090 dari Haneda menuju Makassar yang jatuh dan terbakar sebelum memasuki runway 21 bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat jenis Airbus 330-200 tersebut kehilangan kendali dan jatuh di areal luar pagar bandara, tepatnya di gridmap C6. Melihat kejadian tersebut petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watchroom.

Kemudian General Manager bandara Sultan Hasanuddin segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) dan petugas ARFF langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api dan mengevakuasi korban.

“Dalam bisnis kebandarudaraan, keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan aspek utama yang perlu mendapat perhatian ekstra. Oleh karena itu, setiap 2 tahun sekali manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) melaksanakan kegiatan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando dan sinkronisasi atas prosedur tetap dari setiap unsur yang ada di bandara dan fungsi penunjang di sekitarnya,” terang Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero), Wendo Asrul Rose.

Dia berharap dengan adanya pelatihan ini, pihaknya selalu dalam keadaan siap menangani baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas. Hal ini karena, kejadian atau kecelakaan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Tak hanya di bandara Sultan Hasanuddin, tahun ini latihan serupa juga akan dilakukan di bandara Lombok Praya, Syamsudin Noor Banjarmasi, Adisutjipto Yogyakarta dan Patimurra di Ambon.

Tingkatkan Efisiensi Perusahaan, PT KAI Pacu Penjualan Tiket Online

Dalam industri transportasi, penyediaan layanan online menjadi tonggak penting yang harus dicapai, terlebih bila yang disasar adalah tingkat efisiensi dari beban biaya operasional. Dan salah satu perusaahan transportasi nasional yang sukses menghantarkan sistem penjualan tiket online adalah PT KAI (Persero). Di masa lalu jalur penjualan tiket lumrah dilakukan di stasiun, dan kini PT KAI telah mampu menggeser tren pembelian tiket, dimana 46 persen jalur pembelian tiket KAI sudah dilayani secara online dari web dan aplikasi.

Menyadari luasnya pasar online, dan target untuk mempercepat efisiensi biaya operasional, mayoritas sistem penjualan tiket KAI kini diserahkan lewat mekanisme business to business (B2B) dengan melibatkan 23 mitra swasta. “Kami memang berniat mendorong penjualan tiket secara online, pasalnya fokus pada online akan mengurangi beban biaya operasional, dengan mekanisme online maka tidak diperkukan pembinaan SDM, kami pun tak perlu repot memikirkan karir dan lokasi penjualan tiket seperti saat ini,” ujar M. Kuncoro Wibowo, Direktur Komersial dan IT PT KAI kepada KabarPenumpang.com. Ia menambahkan, pola dominasi sistem online pada penjualan tiket KA juga lumrah diterapkan di negara-negara maju.

Dilihat dari komposisi mitra B2B penjualan tiket KAI, saat ini dikenal empat mitra utama, yakni Traveloka.com, Tiket.com, Indomaret, dan Alfamart. “Pangsa penjualan tiket mereka cukup besar, bisa sampai 5 miliar transaksi dalam satu hari,”ungkap M. Kuncoro Wibowo. Selain itu PT KAI juga mempunyai jalur penjualan online organik milik internal, yakni KAI Access, porsi penjualan tiket online dari jalur online milik KAI ini disebut-sebut mencapai 2,2 miliar per hari. Karena berusaha menggaet pasar lebih besar, PT KAI terus membuka kesempatan bagi mitra-mitra baru untuk bergabung dalam penjualan tiket online, seperti belum lama ini Blibli.com dan Bukalapak.com telah bergabung sebagai mitra B2B PT KAI.

Meski terus membuka pintu bagi mitra-mitra baru, PT KAI memberi syarat dan aturan ketat dalam sistem penjualan tiket online. Selain harus berstatus sebagai PT (Perseroan Terbatas), setiap mitra harus menyediakan dana deposit Rp1 miliar, dan saldo minimum. Kuncoro menambahkan, “Kami tak ingin bermitra dengan yang ecek-ecek, jika target minimum tidak tercapai dan ada ketentuan yang dilanggar maka kami bisa saja menghentikan kerjasama dengan mereka,” kata M. Kuncoro.

Sulitnya Menghadirkan Free WiFi di Atas Kereta, Inilah Alasan PT KAI

Setelah kabin pesawat penumpang dan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) menghadirkan layanan free WiFi lewat mobile broadband, lantas bagaimana dengan layanan sejenis di gerbong kereta? Ketimbang di pesawat dan bus, sepertinya menghadirkan free WiFi bagi penumpang masih terasa sulit dilakukan oleh penyedia layanan, dalam hal ini PT KAI (Persero), padahal harga tiket KA eksekutif sudah setara dengan tarif pesawat udara, bahkan tiket KA kebanyakan lebih mahal jika dibanding tarif bus eksekutif.

Baca juga: Mobile Broadband di Atas Rel Kereta

Lewat perbicancangan KabarPenumpang.com dengan Direktur Komersial PT KAI M. Kuncoro Wibowo di Kantor Pusat PT KAI di Bandung (23/3/2017), disebutkan bahwa serangkaian uji coba jaringan free WiFi sudah dilangsungkan sejak beberapa waktu lalu oleh PT KAI. “Tapi harus diakui implementasi free WiFi masih menyisakan beberapa kendala, namun pelan tapi pasti layanan free WiFi pasti akan kami hadirkan di rangkaian KA,” kata Kuncoro. Ia menyebut rangkaian set kereta (train set) masih putus sambung, artinya antar gerbong kerap dipindah atau ditukar-tukar. Semisal saat perbaikan, hanya satu gerbong yang dilepas. Pola ini menjadi menyulitkan dalam implementasi free WiFi.

Lebih detail, Pria yang matang di industri telekomunikasi seluler ini menjelaskan, bahwa penempatan modul antena biasa disematkan di satu gerbong (kereta restorasi), dan saat antar gerbong dilepas atau diganti maka pengaturan kabel antar gerbong biasanya jadi bermasalah. Sebagai langkah perbaikan, beberapa KA kini sudah digelar dalam train set, artinya jika ada perbaikan (maintenance) maka ya harus dibawa satu train set tersebut, tidak lagi dilepas-lepas. Model train set sudah lumrah diadopsi di beberapa negara maju, seperti di kawasan Eropa.

Dari aspek teknologi yang diusung, rasanya sulit pula untuk mengadopsi akses data via satelit, mengingat antena satelit yang menonjol akan bermasalah saat kereta memasuki terowongan. Sebagai gantinya, Kuncoro menyebut bahwa ada satu aplikasi yang dikatakan cukup menarik, bahwa bisa ditaruh dalam sebuah modul di tiap gerbong. “Dengan sinyal yang rendah, teknologi ini kami rasa cukup memungkinkan dipasang pada rangkaian kereta yang ada,” tambah Kuncoro. Seperti saat ini hotspot WiFi suda tersedia di KA Gajayana, namun internetnya masih belum jalan.

Sebagian penumpang KA yang harus terus akfif di laptop, kini masih mengandalkan akses jaringan seluler operator, yanh kadang saat masuk wilayah pedusunan sinyal hanya hadir di level 2G (GPRS). Benchmark PT KAI sendiri untuk urusan hospitality mengacu ke Perancis dan Tiongkok, sementara dari aspek teknologi (IT) tidak ada acuan khusus, tapi umumnya condong ke operator KA di kawasan Eropa.

Bandara MacArthur di AS Buat Slogan “Stress Less, Pay Less”

Pejabat di Islip, salah satu bagian kota di New York, Amerika Sertikat meluncurkan slogan baru untuk penduduk pulaunya dengan “Stress Less, Pay Less.” Slogan ini digunakan ketika terbang dari Bandara MacArthur Airport di Long Island. Slogan ini juga menjadi bagian dari inisiatif pemasaran baru US$180 ribu pada pulau ini.

Dengan adanya slogan ini, pihak bandara berharap dapat mengembangkan bisnis dengan kampanye melalui iklan yang menunjukkan promosi terpasang di stasiun Log Island Rail Road dan di sisi bus serta radio. Promosi yang dilakukan dengan membuat logo baru ditambahkan dengan kode bandara, ISP, selanjutnya di gambar peta pulau dan pembuatan situs web baru serta yang sudah diluncurkan adalah FlyMacArthur.com.

“Kami akan lebih semangat dan mengambil langkah cepat dalam kampanye untuk melawan pesaing kami di New York yakni Kennedy dan LaGuardian,” ujar Shelley LaRose Arken selaku Komisaris Bandara MCArthur.

newsday.com
newsday.com

Menurutnya, Bandara MacArthur saat ini menghadirkan keamanan yang efisien, parkir yang nyaman dan mengurangi keterlambatan dan pembatalan penerbangan dari bandara di kota lainnya. Shelley menambahkan, harga penerbangan dari MacArthur lebih murah 45 persen dari Bandara internasional John F Kennedy dan lebih 16 persen dari Bandara LaGuardian.

Shelley mengatakan, hasil ini didapat dari laporan per tiga bulan Departemen Transportasi Amerika Serikat yang menunjukkan harga rata-rata dari semua tarif domestik semua bandara di Amerika Serikat Juni 2016 lalu.

General Manager Creative Travel Internasional, Carmela Bleich mengatakan tidak ada satu jawaban yang pasti untuk membandingkan harga penerbangan di seluruh bandara. Ini dikarenakan ketersediaan dan waktu pembelian menjadi faktor harga tiket tersebut.

“Anda tidak bisa mengatakan dari hasil tersebut bahwa lebih murah dari yang lain. Apalaagi bila berbicara harga tiket ke tujuan yang sama lebih murah dari MacArthur tidak akan ada hasil yang akurat mengenai ini,” ujar Bleich.

Warga di daerah Suffolk barat dan wilayah Nassau akan ditargetkan menjadi tujuan iklan, hal ini di gunakan untuk mencoba memesan perjalanan melalui JFK dan LaGuardian. Saat ini Southwest Airlines, Elite Airways dan American Airlines setidaknya mengoperasikan tujuh penerbangan nonstop dari MacArthur setiap harinya. Dengan adanya ini Shelley berharap bisa menarik pelanggan baru.

“Kami berpikir banyak pelanggan yang memilih pesaing lainnya di New York dan terperangkap dalan hubungan yang buruk. Dengan ini kami dapat meyakinkan Anda bila memilih penerbangan ke MacArthur, Long Island, maka Anda akan membayar lebih sedikit dan tingkat stress menurun,” ujar Shelley.

Pejabat kota Islip yang telah lama memegang kendali dan mengoperasikan bandaara Ronkonkoma telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mengembangkan strategi baru yang bisa menunjang finansial bandara, dimana pada tahun 2012-2014 mengalami kerugian hampir US$4 juta. Kerugian ini didapat dari masyarakat dengan jumlah 1.356.162 orang terbang dari bandaara tahun 2012 dan jumlah itu menurun pada 2016 hanya 1.211.951 orang.

Tahun 2016 lalu, total penerbangan dari dan keluar MacArthur sebanyak 124.164, ini menurun dari tahun 2012 yang jumlahnya 148.451 dan menyebabkan penururnan pengeluaran Islip menurun selama dua tahun terakhir dan membuat surplus sekitar US$155 ribu di 2015.

“Kami sangat, sangat berkomitmen untuk memaksimalkan sumber daya yang luar biasa ini,” kata Supervisor Kota Angie Carpenter. “Bandara ini generator ekonomi yang luar biasa dengan lebih dari US$600 juta dalam kegiatan ekonomi yang dihasilkan karena apa yang terjadi di sini, di bandara ini.

PT KAI Terbitkan Peraturan Baru Bagi Ibu Hamil

Menjelang musim mudik yang sudah kurang dari 90 hari lagi ini, banyak masyarakat yang mulai mencari tiket untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Mulai dari tiket kereta, bus, hingga pesawat sudah mulai habis terjual. Ada ketentuan tersendiri yang berlaku di setiap moda yang melayani perjalanan para penumpangnya, dan ketentuan tersebut memiliki konsekuensi apabila dilanggar. Seperti halnya kereta api, baru-baru ini PT KAI mengeluarkan peraturan tentang larangan ibu hamil untuk naik salah satu moda favorit masyarakat ini, terutama menjelang musim mudik.

Peraturan ini dibuat bukan tanpa alasan, mengingat ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus agar kondisi kehamilannya tetap sehat. Direktur Komerisal dan IT PT KAI Kuncoro Wibowo mengatakan resiko yang mungkin saja dihadapi oleh ibu hamil akan lebih besar daripada penumpang lainnya. “Ibu hamil kan bisa dibilang bawa 2 nyawa,” tutur Kuncoro saat ditemui oleh Kabarpenumpang.com di Kantor Pusat PT KAI, Bandung (23/3/2017).

Lebih lanjut, pria lulusan Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini mengatakan tidak semua ibu hamil dilarang untuk naik ular besi ini. “Untuk perjalanan jarak jauh saja, ibu hamil dengan usia kandungan  14 sampai 28 minggu dihimbau untuk tidak naik kereta api sendiri,” katanya. Larangan ini ditujukan kepada semua wanita berbadan dua yang hendak melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta api sendiri.

“Sebenarnya bukan tidak boleh, mereka (ibu hamil dengan usia kandungan 14 – 28 minggu) boleh saja naik kereta api, asalkan didampingi oleh minimal 1 orang,” tambah Kuncoro. Mantan Executive Vice President (EVP) Information System PT KAI ini mengatakan ada ketentuan yang harus ditaati oleh ibu hamil apabila ingin melakukan perjalanan jarak jauh. “Untuk ibu hamil juga diwajibkan untuk membawa surat keterangan dari dokter yang menyatakan kandungannya dalam kondisi sehat dan layak untuk melakukan perjalanan jarak jauh,” pungkas Kuncoro. “Kalau ada apa-apa (dengan ibu hamil) selama perjalanan, nanti siapa yang salah?” tambahnya.

Mantan GM Network Planning and Engineering PT Natrindo Telepon Seluler (Axis) pada era April 2005-April 2007 ini mengatakan ada beberapa pengalaman berkenaan dengan mengangkut ibu hamil yang dihadapi oleh PT KAI. “Ada lah beberapa pengalaman ibu hamil naik kereta itu, salah satunya bahkan ada yang pernah melahirkan di dalam kereta dan dibantu oleh beberapa petugas kereta, dan untungnya selamat,” tuturnya seraya mengingat kejadian tersebut.

Namun, Kuncoro kembali menegaskan bahwa peraturan yang rencananya mulai kondusif pada akhir bulan Maret ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian PT KAI terhadap keselamatan pada penumpangnya. “Kita wajib meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, bukan saja pelayanan, tapi juga dari faktor keselamatan dan lain-lain yang berhubungan dengan para penumpang kami,” ujar Kuncoro.

Apabila ada petugas PT KAI yang menemukan ibu hamil tanpa surat keterangan dari dokter atau bidan, orang tersebut akan diarahkan menuju pos pemeriksaan kesehatan untuk mendapatkan pengecekan terhadap kondisi kehamilannya. Dengan kata lain, apabila peraturan ini masih juga dilanggar oleh para ibu hamil, maka PT KAI tidak akan bertanggung jawab apabila ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi selama perjalanan.

Kereta Bandara Ditaksir Mampu Tampung 33 Ribu Penumpang

Pembangunan kereta bandara Soekarno-Hatta yang saat ini dalam pembangunan dan diperkirakan bisa mengangkut 33 ribu penumpang setiap harinya. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meninjau pembangunan jaringan kereta bandara Soetta ini bersama Menteri BUMN Rini Soemarno bersama dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Soemarsono, Presiden Direktur MRT William P. Sabandar, Direktur PT Railink Heru Kuswanto dan Presiden Direktur PT KAI Edi Sukmoro.

“Ini direncanakan akan bisa mengangkut 33 ribu penumpang per hari. Itu 20 persen dari penumpang sehari-hari Soetta-Jakarta. Kami akan bicarakan lagi sehingga banyak yang bisa ditampung dari kereta bandara ini,” ujar Budi yang dikutip dari The Jakarta Post (13/3/2017).

Hingga kini, pembangunan stasiun kereta bandara Soetta masih berjalan dan sudah rampung hampir 60 persen. Nantinya stasiun ini akan terintegerasi dengan stasiun lainnya yakni Sudirman Baru, Duri Kepa dan Batu Ceper.

Stasiun bandara ini tak hanya terintegerasi dengan stasiun-stasiun di ibu Kota saja, melainkan akan terhubung dengan terminal-terminal di bandara Soetta seperti Terminal 3 Ultimate dan Terminal 2.

“Juni sudah akan selesai 1 jalur antara terminal 3 dan terminal 2. Semuanya akan selesai September mendatang,” ujar Budi. Dengan adanya kereta dari bandara Soetta ke Jakarta atau sebaliknya, diharapkan menyadarkan masyarakat untuk lebih menggunakan moda transportasi umum menuju Soetta atau sebaliknya. Tak hanya itu, Rini Soemarno menambahkan, akan meningkatkan lagi kapasitas kereta ini.

“Kami akan mencoba jika masyarakat lebih memilih menggunakan kereta api menuju bandara, kami tingkatakan kapasitas lebih dari 20 persen,” ujar Rini. Adapun tiket kereta bandara ini kurang dari Rp100 ribu atau $7,50 per perjalanannya. Dalam pengantarannya kereta ini memiliki dua rute yakni bandara Soetta ke stasiun Manggarai yang akan menempuh perjalanan sekitar 54 menit dan bandara Soetta ke stasiun Kota dengan waktu tempuh 45 menit.

Nantinya stasiun ini akan dilengkapi fasilitas untuk menunjang penumpang seperti konter tiket, ruang publik, gerbang masuk elektronik, ruang tunggu, ruang komersial, toilet, musollah, ruang kepala stasiun dan stasiun skytrain.

Stasiun kereta bandara ini juga didesain agar terkoneksi dengan skytrain, moda transportasi antar terminal dengan menggunakan kereta tanpa pengemudi (driverless). Tak hanya itu, kereta ini berbasis teknologi Automated People Mover System (APMS).

Rini menambahkan, tak hanya kereta bandara Soetta saja yang akan beroperasi pada tahun ini, kereta bandara Minangkabau, Sumatera Barat dari Padang akan mulai beroperasi Agustus 2017. Selain itu proyek kereta api bandara dari Surakarta dan Yogyakarta akan dimuali tahun ini.

Aturan Baru Bagasi di Bandara Internasional Dubai

Bandara Internasional Dubai (DXB) di Uni Emirat Arab sudah kondang sebagai tujuan transit hampir semua maskapai dunia, dan kini bandara di Timur Tengah ini telah menerapkan peraturan baru untuk bagasi penumpang. Dilansir dari gulfnews.com, mengatakan tas ataupun bagasi yang bentuknya tidak teratur ataupun kebesaran, akan ditolak saat chek in di bandara.

Peraturan baru terhadap bagasi di bandara Dubai berlaku sejak Rabu (8/3/2017) lalu. Baik maskapai maupun agen perjalanan sudah diberitahukan tentang peraturan baru ini untuk menyampaikan kepada penumpang yang akan menaiki pesawat melalui Dubai Internasional Airport agar tidak terhambat saat chek in dan tidak terlambat saat menaiki pesawat tujuan mereka.

“Pelanggan diminta untuk tidak membawa tas yang berbentuk bulat ke DXB karena bisa tersangkut di sistem bagasi, sehingga menunda pengiriman bagasi dan membuat penumpang lainnya tidak nyaman untuk menunggu. Pastikan setidaknya, Anda membawa bagasi dengan salah satu bagian berbentuk datar,” ujar otoritas bandara untuk mengingatkan penumpang.

Tak hanya itu, Emirates melalui juru bicaranya mengatakan, para penumpang yang akan menggunakan maskapai mereka hendaknya memeriksa situs Emirates untuk mengetahui tentang peraturan bagasi yang baru. Ini akan menghindari Anda sebagai penumpang bingung saat di bandara.

“Kami memberitahukan dalam situs cukup spesifikasi dan terperinci, ini untuk memudahkan penumpang mengetahui dimensi bagasi yang akan dibawa, bahkan ketika maskapai kita memiliki pengecualian,” ujar juru bicara Emirates.

Manager wisata travel Sharaf, Premjit Bangara mengatakan, sejak adanya pengumuman tentang peraturan bagasi baru ini, pihaknya dibanjiri pertanyaan melalui telepon dari pelanggan untuk mencari informasi yang jelas terkait aturan tersebut.

“Semua penerbangan dan agen perjalanan lokal sudah diberitahu tentang perubahan ini. Tetapi mungkin ada beberapa kejadian, dimana penumpang muncul dengan koper yang tidak sesuai dengan aturan baru,” ujar Bangara.

Menurut Bangara, dengan adanya peraturan baru ini, tidak akan mempengaruhi masyarakat untuk bepergian bahkan para penjual koper. Aturan baru ini, juga tidak mempermasalahkan bila penumpang yang belum mematuhi aturan tersebut tidak di izinkan untuk chek in barang. Karena para penumpang masih diberikan pilihan untuk membungkus barang bawaan menjadi lebih rapi dan datar atau melanjutkan ke bagasi yang lebih besar.

“Keputusan ini jelas menyatakaan bahwa hanya tas yang memiliki permukaan datar akan diterima. Bentuk persegi panjang atau datar pada bagian bawahnya biasa digunakan wisatawan dan pastinya diterima, asalkan bentuk koper atau tas ini tidak kebesaran,” ujarnya.

Hal ini juga jelas menyatakan, tas tersebut akan terjamin bila dengan pita pengikat bukan dengan tali plastik tebal, sebab bisa rusak dan robek di ban berjalan dan menyebabkan keterlambatan. Sehingga akan mempengaruhi dan menunda bagasi yang berikutnya.

Adapun tips yang diberikan pihak bandara, maksapai ataupun agen perjalanan untuk bagasi yang akan para penumpang bawa yakni, gunakan tasdengan salah satu permukaannya datar, tidak menggunakan koper yang bentuknya tidak rata, jangan mengikatkan tali plastik disekitaran bagasi, pastikan bagasi tidak lebih besar dari panjang 90 cm, lebar 60 cm dan tinggi 70 cm. Yang terakhir patuhi berat yang sudah ditentukan oleh maskapai penerbangan.

Antisipasi Lonjakan Penjualan Tiket Lebaran, PT KAI Tambah Bandwidth dan Maksimalkan Dua Data Center

Porsi penjulan tiket PT KAI (Persero) kini didominasi oleh sistem online, yakni mencapai 46 persen. Dengan beban terbesar di sistem online sudah barang tentu kesiapan akses jaringan internet mutlak dipersiapkan secara matang oleh BUMN transportasi ini. Dan guna mengantisipasi lonjakan trafik data, khususnya menyambut musim pemesanan tiket kereta Lebaran 2017, PT KAI telah mempersiapkan dua fasilitas data center dan peningkatan bandwidth.

“PT KAI saat ini mempunyai dua data center, yaitu di Bandung dan Surabaya. Fasilitas data center tersebut juga punya kemampuan sebagai recovery center atau pusat fasilitas pengganti jika terjadi masalah darurat terksit sistem data pelayanan penumpang,” ujar M. Kuncoro Wibowo, Direktur Komesial PT KAI kepada KabarPenumpang.com di Bandung (23/3/2017). Di musim penjualan tiket Lebaran ini disebutkan terjadi kenaikan transaksi 2,1 persen per harinya.

Meroketnya jumlah trafik orang yang mencoba mengakses layanan tiket KA selalu menjadi momok yang meresahkan dalam momen penjualan tiket Lebaran. Maklum saja untuk mengakses situs dan jaringan internet KA kerap dirasa sulit pada jam-jam puncak, contohnya pada tengah malam. Selain menyarankan pembeli untuk melakukan transaksi lewat dini hari, PT KAI sejatinya telah mengadopsi software khusus yang mampu membagi antrian transaksi pada server. “Kami memang telah, memperbayak application server, diharapkan kegagalan proses pemesanan tiket dapat direduksi dan penumpang dapat melakukan transaksi baik di web based dan aplikasi,” papar Endro Rahardjo, Vice President IT Operation PT KAI.

PT KAI sudah menambah bandwidth untuk situs pembelian online. Pada pemesanan tiket H-7, misalnya, PT KAI menambah bandwidth dari 80 Mbps menjadi 120 Mbps. Saat ini bandwidth tersebut malah sudah ditambah dua kali lipat menjadi 240 Mbps.

Jumlah server yang beroperasi pun ditambah dari tiga menjadi tujuh. Tak hanya itu, semua akses jaringan pembelian tiket internal di stasiun ditutup untuk mengantisipasi lonjakan pembelian tiket online. “Kami tak menyangkal bila akses jadi melambat. Tapi tolong, yang mengakses juga sebaiknya memastikan bila jaringannya juga dalam situasi yang bagus,” kata Kuncoro.