Mengenal Embraer Legacy 600, ‘Pesawat Terakhir’ Bos Wagner Yevgeny Prigozhin

Nama Embraer Legacy 600 mendadak jadi perhatian dalam 24 jam terakhir, pasalnya pesawat jet bisnis buatan Brasil itu ditumpangi bos organisasi tentara bayaran Rusia Wagner Group, Yevgeny Prigozhin. Dan Legacy 600 yang ditumpangi Prigozhin jatuh di Wilayah Tver, pada Rabu (23/8) malam. Pesawat itu diketahui dalam penerbangan dari Moskow ke St Petersburg. Selain menewaskan Prigozhin, ada sembilan orang lain, termasuk awak yang tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga: Bombardier Global 8000 – Pesawat Jet Bisnis dengan Kecepatan Supersonik, Pertama Sejak era Condorde Berakhir

Terlepas dari sebab musabab jatuhnya pesawat jet bisnis Prigozhin yang menuai beragam dugaan dari publik internasional. Menarik untuk dicermati adalah sosok jet bisnis Embraer Legacy 600. Dengan reputasi Prigozhin yang menjadi pimpinan tentara bayaran paling ditakuti di dunia, tentu pemilihan pesawat yang digunakan tidak bisa sembarangan. Dan Legacy 600 mencermikan tentang kinerja yang baik dari pesawat jet bisnis.

Embraer Legacy 600 adalah pesawat jet bisnis jarak jauh yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan Brasil, Embraer. Desain Legacy 600 didasarkan pada pesawat jet komersial Embraer ERJ-135, yang merupakan bagian dari keluarga ERJ-145. ERJ-135 memiliki kokpit, sayap, dan sebagian besar sistem yang serupa dengan jet komersial, yang memungkinkan Embraer mengembangkan versi jet bisnis dengan efisiensi biaya.

Legacy 600 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2000. Ini merupakan pesawat jet bisnis pertama yang didasarkan pada platform komersial yang telah terbukti. Legacy 600 menawarkan kabin yang luas dan mewah dengan berbagai konfigurasi tempat duduk dan fasilitas kabin sesuai keinginan pelanggan. Pesawat ini memiliki jangkauan yang memungkinkan penerbangan jarak jauh tanpa perlu sering berhenti untuk pengisian bahan bakar.

Legacy 600 ditenagai dua mesin turbofan Pratt & Whitney Canada PW305A atau Rolls-Royce AE 3007A1E. Mesin tersebut dapat melesatkan pesawat ke kecepatan maksimum 982 km per jam, sementara jangkauan terbang mencapai 6.019 km. Pesawat jet bisnis ini butuh panjang landasan 1.650 meter untuk take-off dan 1.530 meter untuk landing.

Baca juga: 60 Tahun Dassault Falcon – Terlahir dari Tekad Perancis Tandingi Pasar Jet Bisnis AS

Dari spesifikasi, Legacy 600 punya panjang 26,33 meter, lebar sayap 20,04 meter dan tinggi 6,76 meter. Umumnya Legacy 600 dapat menampung antara 8 hingga 14 penumpang (tergantung pada konfigurasi kabin yang dipilih)

Ada di ‘Antah Berantah,’ Stasiun Koboro Diminati Pengunjung dan Sempat Akan Ditutup

Jepang tak hanya dikenal dengan teknologinya yang maju, tetapi memiliki beberapa stasiun yang unik dan letaknya antah berantah. Salah satunya adalah Stasiun Koboro di Toyoura, Hokkaido, Jepang. Stasiun ini tidak dapat diakses dengan berjalan kaki karena letaknya sangat terpencil dan berada di antara dua terowongan panjang.

Baca juga: Stasiun Seiryu Miharashi di Jepang, Stasiun Unik Tanpa Pintu Keluar

KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, Stasiun Koboro memiliki tiga sudut yang merupakan tebing berhutan curam dan yang lainnya menghadap ke Teluk Uchiura. Tak hanya itu, karena tidak ada jalan yang didekatnya, maka stasiun ini hampir tidak bisa diakses kecuali dengan kereta api.

Stasiun Koboro di Jepang (atlasobscura.com)

Stasiun Koboro dibuka pada 30 September 1943 sebagai Koboro Yard atau Koboro shingōjō. Stasiun ini hadir saat Perang Pasifik tengah panas dan ketika itu digunakan sebagai stasiun sinyal untuk lokomotif uap yang mengangkut amunisi. Pada masa itu juga penumpang bisa ikut dalam kereta pengangkut amunisi.

Pada 1 April 1987 stasiun ini diresmikan menjadi sebuah stasiun kereta api. Stasiun ini hanya menangani sekitar lima penumpang setiap harinya di mana kebanyakan adalah penggemar kereta api atau nelayan lokal. Meski nampak cukup sepi di akhir-akhir ini, daerah tersebut dulunya pernah populer di tahun 1960-an.

Saat itu ada resor tepi laut dan tempat perkemahan di pantai di bawahnya. Selain itu ada juga pemukiman kecil di pantai sampai pertengahan 1970-an, tetapi kini tidak ada lagi yang tinggal di dekat stasiun. Stasiun Koboro sendiri dioperasikan oleh perusahaan kereta api Hokkaido atau JR Hokkaido.

Tahun 2015 lalu, JR Hokkaido sempat mempertimbangkan untuk menutup Stasiun Koboro, tapi tidak jadi karena keberatan dari masyarakat setempat. Yang mana akhirnya pemerintah kota Toyoura tempat stasiun ini berada setuju untuk mendanai pemeliharaan stasiun tersebut agar tetap menjadi objek wisata.

Meski saat itu kelangsungan hidup Stasiun Koboro belum dijanjikan, tetapi keputusan untuk mempromosikannya sebagai tujuan wisata cukup berhasil. Ini terlihat cukup banyak pelancong yang berkunjung ke stasiun terpencil di antah berantah tersebut.

Sebagai pecinta kereta api dan suka dengan tempat yang tersembunyi, Stasiun Koboro cocok untuk dikunjungi. Pelancong dapat mengakses stasiun ini dari jalur utama Muroran dan yang paling penting diketahui adalah kereta hanya berhenti di Koboro enam kali sehari.

Baca juga: Jalur Kereta Tadami di Jepang, disebut “Kereta Api Paling Romantis di Dunia” oleh Warga Taiwan

Selain berkunjung ke Stasiun Koboro, pelancong yang ingin ke pantai juga harus berhati-hati. Ini karena jalurnya curam, sempit dan tidak terawat sehingga agak sulit untuk naik kembali ke stasiun. Selain itu ada Iwaya Kanno yang merupakan gua Buddha yang dilaporkan diukir pada abad ke-17, terletak di sepanjang jalur pegunungan.

El Chepe – Jalur Kereta Eksotis yang ‘Membelah’ Pegunungan Sierra Madre (Meksiko)

Kereta El Chepe, atau secara resmi dikenal sebagai Ferrocarril Chihuahua al Pacífico, adalah sebuah jalur kereta api yang menghubungkan kota Chihuahua di negara bagian Chihuahua, Meksiko, dengan Los Mochis di negara bagian Sinaloa. Jalur ini merupakan salah satu jalur kereta paling spektakuler di dunia karena melintasi lanskap yang indah dan beragam, termasuk Pegunungan Sierra Madre yang mengesankan.

Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia

Jalur kereta El Chepe, termasuk keajaiban dalam infrastruktur kereta di dunia. Dari sejarahnya, pada awal abad ke-20, terjadi usaha pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Chihuahua dengan pesisir Pasifik. Namun, karena tantangan teknis dan finansial, proyek ini mengalami banyak kesulitan dan terhenti beberapa kali.

Pada dekade 1960-an, pemerintah Meksiko mulai mendorong pembangunan kembali jalur kereta ini untuk menghubungkan kawasan pesisir barat dengan kawasan dalam Meksiko. Proyek ini dianggap sebagai prestasi teknik yang luar biasa karena melintasi medan yang sulit.

Pada tahun 1970, akhirnya jalur kereta El Chepe akhirnya selesai dan diresmikan. Kereta ini menghubungkan Chihuahua dengan Los Mochis melalui jalur sepanjang sekitar 653 km (405 mil), melewati pemandangan yang memukau termasuk jurang, pegunungan, dan sungai.

Sejak pembukaannya, jalur kereta El Chepe telah menjadi daya tarik wisata yang populer di Meksiko. Ini memberikan pengalaman unik kepada penumpangnya, memungkinkan mereka menikmati keindahan alam pegunungan Sierra Madre dan melintasi terowongan dan jembatan yang menakjubkan.

Kereta El Chepe yang ditarik lokomotif diesel, tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi perjalanan wisata yang menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan budaya dan masyarakat lokal di sepanjang jalur kereta. Kereta ini memainkan peran penting dalam mengembangkan kawasan pedesaan yang terisolasi, membuka akses ke perdagangan dan pariwisata.

Waktu tempuh perjalanan dengan Kereta El Chepe dapat bervariasi. Secara umum, perjalanan dengan kereta ini dapat memakan waktu sekitar 12 hingga 15 jam untuk melintasi seluruh rute dari Chihuahua ke Los Mochis, atau sebaliknya.

Baca juga: Belmond Andean Explorer, Kereta Tidur Pelintas Pegunungan Andes

Kereta El Chepe juga menawarkan berbagai pilihan layanan dan perhentian di sepanjang rute. Beberapa layanan dapat berhenti di stasiun-stasiun tertentu untuk memungkinkan penumpang mengeksplorasi daerah sekitar atau menginap semalam. Jadi, lamanya waktu tempuh dapat berbeda tergantung pada berapa banyak perhentian yang Anda lakukan dan jenis layanan yang Anda pilih.

Inilah Sebab Boeing 757 Mendapat Julukan “Last Muscle Jet”

Meski produksi komersialnya telah dihentikan pada tahun 2004, sampai saat ini Boeing 757 masih tetap eksis melayani beberapa penerbangan terbatas, khususnya penerbangan kargo. Bahkan, Air Force Two yang digunakan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, mengambil platform Boeing 757. Seperti halnya Boeing 747 yang dijuluki “Queen of The Skies,” maka 757 juga punya julukan khusus, yakni “Last Muscle Jet.”

Baca juga: Diisukan Pensiun, Pesawat Boeing 757 Trump Malah Tampil Menawan dengan Cat Baru

Boeing 757 disebut “last muscle jet” atau “jet otot terakhir” karena pesawat ini merupakan salah satu dari sedikit jenis pesawat penumpang yang masih menggunakan konsep desain tradisional dengan penekanan pada daya dorong yang kuat dan performa yang tangguh.

Istilah “muscle jet” merujuk pada pesawat yang memiliki kemampuan daya dorong yang kuat dan mampu mengatasi berbagai kondisi penerbangan, terutama pada penerbangan jarak pendek hingga menengah. Beberapa alasan mengapa Boeing 757 sering dianggap sebagai “last muscle jet” adalah:

1. Daya Dorong yang Kuat
Boeing 757 didesain dengan mesin-mesin yang memiliki daya dorong yang cukup tinggi untuk ukuran pesawatnya. Hal ini memungkinkan pesawat untuk lepas landas dan mendarat dengan cepat bahkan di landasan pendek, serta mampu mengatasi kondisi penerbangan yang menantang seperti bandara dengan ketinggian dan suhu ekstrem.

2. Fleksibilitas Operasional
Boeing 757 memiliki jangkauan yang layak untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Ini memungkinkan maskapai untuk mengoperasikan pesawat ini pada rute-rute yang tidak menguntungkan secara ekonomi untuk pesawat yang lebih besar. Kemampuan ini membuat Boeing 757 menjadi pilihan populer untuk penerbangan yang membutuhkan daya angkut sedang namun dengan fleksibilitas rute yang tinggi.

Baca juga: Jauh dari Kata ‘Pensiun’, Honeywell Rayakan 40 Tahun Usia Boeing 757 Test Bed

3. Desain Klasik
Meskipun sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 2004, Boeing 757 mempertahankan desain dan konfigurasi fisik yang mengingatkan pada era penerbangan komersial yang lebih awal. Desainnya yang ramping dengan sayap rendah dan daya dorong yang kuat menggambarkan ciri-ciri pesawat generasi sebelumnya yang sering dijuluki “muscle jet.”

Tak Hanya Batasan Waktu, Ini Sederet Tantangan Pembersihan Kabin di Antara Dua Penerbangan

Setelah pada tulisan sebelumnya dikupas tentang berapa estimasi waktu yang dibutuhkan untuk proses pembersihan kabin di antara dua penerbangan. Maka, pada tulisan ini dikupas tentang beragam aspek yang menjadi tantangan bagi petugas kebersihan untuk proses pembersihan.

Baca juga: Pembersihan Kabin di Antara Dua Penerbangan, Inilah Standar Waktu yang Diperlukan

Tidak hanya pada batasan waktu, forum quora.com menyebut ada beberapa poin yang harus dicermati oleh petugas keberihan yang bekerja di dalam kabin pesawat di antara dua penerbangan. Berikut adalah beberapa tantangan umum yang mungkin dihadapi dalam proses tersebut:

1. Waktu Terbatas
Pembersihan kabin sering harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas antara kedatangan penerbangan sebelumnya dan keberangkatan penerbangan berikutnya. Ini menjadi tantangan karena tim pembersihan harus bekerja dengan cepat dan efisien agar pesawat siap untuk penerbangan berikutnya.

2. Ketepatan Waktu
Ketika penerbangan tiba dengan keterlambatan atau dipercepat, jadwal pembersihan kabin dapat terpengaruh. Ini dapat menyebabkan tekanan tambahan pada tim pembersihan untuk menyelesaikan pembersihan dalam waktu yang sangat singkat.

3. Beragam Kondisi Kabin
Kabin pesawat dapat mengalami beragam kondisi tergantung pada durasi, rute, dan tipe penerbangan sebelumnya. Penerbangan yang panjang atau berisiko tinggi cenderung meninggalkan kabin dalam kondisi yang lebih kotor dan memerlukan pembersihan yang lebih intensif.

4. Jumlah Penumpang dan Sampah
Jumlah penumpang dalam penerbangan sebelumnya dapat mempengaruhi jumlah sampah dan kotoran yang ditinggalkan di kabin. Pembersihan yang cepat dan efektif harus mencakup pengumpulan dan penghilangan sampah dalam jumlah besar.

5. Pembersihan Mendalam vs. Pembersihan Cepat
Ada situasi di mana pesawat perlu menjalani pembersihan mendalam, termasuk pembersihan lantai, ruang bagasi atas, dan jendela. Pada saat lain, hanya pembersihan cepat yang mungkin dilakukan untuk memastikan pesawat siap untuk penerbangan berikutnya.

6. Keamanan
Selama proses pembersihan, perlu diperhatikan keamanan, terutama dalam menemukan atau menangani barang yang tertinggal oleh penumpang sebelumnya. Barang-barang ini harus ditemukan dan dilaporkan sesuai prosedur keamanan yang telah ditetapkan.

7. Keharusan Pemeliharaan
Pembersihan kabin juga dapat melibatkan tugas pemeliharaan dasar seperti memeriksa sistem keselamatan, peralatan, dan perlengkapan di kabin. Tantangan ini melibatkan koordinasi dengan tim teknis dan pemeliharaan.

8. Kenyamanan Penumpang
Meskipun pembersihan harus dilakukan dengan cepat, penting juga untuk memastikan bahwa kabin tetap nyaman dan aman bagi penumpang yang akan naik dalam penerbangan berikutnya.

Baca juga: Awak Kabin Thai Airways Lalai, Meja Penumpang dengan Makanan Tidak Dibersihkan Jelang Pendaratan 

Tantangan-tantangan ini memerlukan kerja sama yang baik antara awak kabin, tim pembersihan, dan tim teknis untuk memastikan bahwa pembersihan kabin dilakukan dengan baik dan pesawat siap untuk penerbangan selanjutnya.

Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air, “Masih Dalam Tahap Awal”

Kabar Menteri BUMN Erick Thohir yang berencana memerger tiga BUMN yang bergerak di sektor penerbangan menjadi satu, yakni Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air, telah menuai respon dari banyak pihak. Meski diklaim demi efisiensi, rencana merger tiga maskapai penerbangan beda segmen tersebut, memicu kontroversi.

Baca juga: Sejarah Merger KLM-Air France pada 5 Mei 2004: Gegara Open Skies

Secara langsung, kabar merger telah mendapat tanggapan dari Irfan Setiaputra, selaku orang nomer satu di Garuda Indonesia. Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Garuda Indonesia menyampaikan bahwa hingga saat ini proses diskusi terkait langkah penjajakan aksi korporasi tersebut masih terus berlangsung intensif. Oleh karenanya, Garuda Indonesia Group tentunya akan mendukung dan memandang positif upaya wacana merger tersebut yang tentunya akan dilandasi dengan kajian outlook bisnis yang prudent.

“Adapun mengenai rencana pengembangan sendiri masih dalam tahap awal di mana kami tengah mengeksplorasi secara mendalam atas berbagai peluang sinergi bisnis yang dapat dihadirkan untuk bersama-sama dapat mengoptimalkan aspek profitabilitas kinerja yang sekaligus memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara di Indonesia guna membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Irfan.

Lebih lanjut, hal tersebut turut menjadi sinyal positif bagi upaya penguatan fundamental kinerja perusahaan khususnya pascarestrukturisasi yang terus dioptimalkan melalui berbagai langkah akseleratif transformasi kinerja bersama pelaku industri aviasi Indonesia.

Baca juga: Singapore Airlines-Qantas Mau Merger, tapi Gagal Gegara Qantas (Australia) ‘Serakah’

Oleh karenanya, mengenai mengenai proyeksi dari proses merger ini tentunya akan terus kami sampaikan secara berkelanjutan sekiranya terdapat tindak lanjut penjajakan yang lebih spesifik atas realisasi rencana strategis tersebut.

Pembersihan Kabin di Antara Dua Penerbangan, Inilah Standar Waktu yang Diperlukan

Dalam standar layanan transportasi udara, maka di antara dua penerbangan dilakukan proses pembersihan pada kompartemen kabin penumpang dan toilet. Pembersihan kabin penumpang pesawat antara dua penerbangan adalah proses penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan penumpang serta awak kabin. Proses ini melibatkan beberapa tahapan untuk memastikan bahwa kabin pesawat bersih dan nyaman sebelum penerbangan berikutnya.

Baca juga: Jangan Lupa Cuci Tangan Selesai Bersihkan Ruang Pribadi di Kabin Pesawat

Mengingat dilakukan di antara dua penerbangan, maka menjadi pertanyaan, berapa sebenarnya waktu yang diperlukan untuk pembersihan kabin di antara dua penerbangan?

Waktu yang dibutuhkan untuk pembersihan kabin penumpang pesawat antara dua penerbangan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran pesawat, tingkat pembersihan yang diperlukan, dan efisiensi tim awak kabin. Secara umum, pembersihan kabin biasanya dilakukan dalam rentang waktu yang relatif singkat agar pesawat dapat segera siap untuk penerbangan berikutnya. Berikut adalah perkiraan waktu yang umumnya diperlukan untuk pembersihan kabin:

1. Pembersihan Cepat
Pembersihan cepat biasanya dilakukan saat ada waktu singkat antara kedatangan dan keberangkatan pesawat. Ini melibatkan pengumpulan sampah, membersihkan area kursi penumpang, dan melakukan pemeriksaan keselamatan. Waktu yang dibutuhkan mungkin berkisar antara 15 hingga 30 menit.

2. Pembersihan Menengah
Pada perhentian yang lebih panjang atau ketika pesawat memiliki beberapa penerbangan dalam satu hari, awak kabin dapat melakukan pembersihan yang lebih menyeluruh. Ini mungkin melibatkan membersihkan lantai, mengganti perlengkapan toilet, dan membersihkan area kabin secara keseluruhan. Waktu yang dibutuhkan mungkin sekitar 30 menit hingga 1 jam.

3. Pembersihan Mendalam
Pada akhir hari operasional atau setelah penerbangan yang panjang, awak kabin dapat melakukan pembersihan yang lebih mendalam, termasuk membersihkan jendela, ruang bagasi atas, dan melakukan pembersihan menyeluruh pada semua area kabin. Waktu yang dibutuhkan untuk pembersihan mendalam ini bisa lebih dari 1 jam, tergantung pada ukuran pesawat dan tingkat pembersihan yang diperlukan.

Baca juga: Punya Budaya Kebersihan yang Kuat, ANA Sabet Predikat Maskapai dengan Kabin Terbersih

Perlu diingat bahwa estimasi waktu di atas hanya bersifat umum. Beberapa maskapai atau bandar udara mungkin memiliki prosedur dan standar yang berbeda dalam hal pembersihan kabin. Selain itu, tim pembersihan yang berpengalaman dan terlatih dapat mengoptimalkan proses untuk melakukan pembersihan dengan cepat dan efisien.

Ketika Polusi Udara Jakarta Jadi Yang Terburuk di Dunia, Pesawat “Rainmaker” Siap Beraksi

Polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, bahkan Jakarta kini mendapat predikat kota dengan polusi udara teburuk di dunia. Pemerintah yang kini masih gamang, kemudian mengambil langkah taktis dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membuat hujan buatan di wilayah berpolusi udara.

Baca juga: Jadi Pembuat Hujan Buatan, Inilah Salah Satu Kemampuan dari NC-212i Produksi PT DI 

Satu unit NC-212 “Rainmaker” A-2108 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdrurahhman Saleh, Malang, Jawa Timur, mulai 19-21 Agustus 2023 diterbangkan untuk melakukan TMC dengan dukungan informasi cuaca trafik dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Pesawat Rainmaker adalah pesawat yang dirancang khusus untuk menciptakan hujan, dalam hal ini, NC-212 Rainmaker TNI AU dilengkapi lubang palka untuk menjatuhkanya material garam di udara. Operasi TMC dilakukan dengan menebar garam dapur tohor di atas awan potensial. Tapi sejatinya, TMC tidak hanya dengan menebar garam dapur di atas awan, berikut ini ada beberapa teknik modifikasi cuaca dengan penyemaian di atas awan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by TNI AU (@militer.udara)

Penyemaian awan adalah teknik yang telah diusulkan untuk meningkatkan curah hujan dengan mempengaruhi proses pembentukan tetesan air di dalam awan. Cara ini pun disebut tidak mudah dilakukan saat ini, seperti pihak BMKG menyebut masih rendahnya jumlah awan yang mendukung hujan, maka penyemaian berpotensi kecil menghasilkan hujan buatan.

1. Penyemaian Garam
Salah satu teknik penyemaian awan melibatkan menyebarkan partikel-partikel garam atau senyawa lain yang memiliki afinitas terhadap air di dalam awan. Partikel-partikel ini dapat bertindak sebagai “titik awal” untuk tetesan air berkumpul dan membentuk tetesan yang lebih besar, yang akhirnya dapat jatuh sebagai hujan.

2. Penyemaian Serbuk
Serbuk yang terdiri dari garam, perak, atau bahan lain dapat disebarkan ke udara menggunakan pesawat atau peralatan lainnya. Serbuk ini dapat bertindak sebagai inti pembentukan tetesan air di dalam awan.

3. Penyemaian Dry Ice (Es Kering)
Dry ice adalah bentuk padat dari CO2 yang sangat dingin. Saat dry ice dijatuhkan ke dalam awan, CO2 yang dilepaskan dapat membantu membentuk tetesan air atau kristal es yang lebih besar, yang kemudian bisa jatuh sebagai hujan atau salju, tergantung pada suhu udara.

Namun, perlu dicatat bahwa efektivitas teknik penyemaian awan masih dalam tahap penelitian dan eksperimen. Banyak faktor yang mempengaruhi apakah teknik ini akan berhasil, termasuk kondisi atmosfer, jenis awan, dan metode yang digunakan.

Baca juga: Inilah Alasan Airbus Pasrahkan Jalur Produksi NC-212 series ke PT Dirgantara Indonesia

Selain itu, dampak lingkungan, dampak pada pola cuaca alami, dan legalitas teknik ini diatur oleh banyak peraturan internasional dan nasional. Teknik penyemaian awan tetap menjadi topik kontroversial dan kompleks dalam bidang ilmu cuaca dan lingkungan.

Belmond Andean Explorer, Kereta Tidur Pelintas Pegunungan Andes

Kereta mewah identik dengan adanya fasilitas gerbong tidur (sleeper train). Tapi akan jadi nuansa berbeda jika sleeper train melewati rute-rute wisata yang unik nan menantang. Setelah Oriental Desert Express yang melintasi lautan gurun dan padang pasir di Maroko, kini ada sosok sleeper train yang tak kalah unik dari tema jalur yang dilalui. Adalah Belmond Andean Explorer, kereta wisata mewah di Peru yang melaju di alur Pegunungan Andes yang punya ketinggian 12.000 kaki (setara 3.657 meter) dari atas permukaan laut.

Dengan ditarik lokomotif diesel listrik, Belmond Andean Explorer menjadi kereta mewah yang melaju di kawasan tertinggi, dan membawa penumpangnya menuju sensasi kubah dunia, beserta mengelilingi berbagai tempat yang memiliki keindahan alam maupun tempat-tempat bersejarah.

Baca Juga: Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Meski menawarkan konsep gerbong klasik ala tempo doeloe, sejatinya Belmond Andean Explorer adalah kereta baru yang baru beroperasi pada Mei 2017 lalu. Dengan beroperasinya Belmond Andean Explorer, maka kereta ini menjadi kereta tidur pertama yang ada di Belahan Amerika Selatan. Kereta ini akan melewati beberapa spot yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpangnya, seperti Cusco, Danau Titicaca, dan Arequipa. Latar belakang pegunungan Andes yang akan menemani perjalanan Anda menggunakan Belmond Andean Explorer dipastikan akan mengundang decak kagum karena keindahannya alamnya.

Dapat langsung terbayangkan oleh Anda kesejukan udara di sini, karena kereta tidur ini akan membawa Anda ke ketinggian 3.657 meter. Total, selama tiga hari Anda akan dibawa berkeliling dengan menggunakan Belmond Andean Explorer dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 456 mil, atau setara 733 km.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Di beberapa titik, kereta akan berhenti dan Anda dapat menikmati segarnya udara yang jauh dari polusi perkotaan dan Anda juga dapat menikmati beberapa atraksi yang disuguhkan oleh warga lokal. Selama perjalanan tersebut kereta akan melewati Colca Canyon, sebuah lokasi yang digadang-gadang sebagai jurang terbesar kedua di dunia, dengan ketinggian kurang lebih sekitar 14.000 kaki (4.267 meter). Hamparan persawahan hijau akan memanjakan mata Anda kala melewati Colca Canyon.

Danau Titicaca. Sumber: cnn

Keindahan panorama lainnya akan tersaji ketika Anda melewati Danau Titicaca. Di sini, Anda dapat mengikuti tur privat ke pulau terapung yang berada di tengah danau untuk menikmati makan siang sembari mengagumi panorama pegunungan La Paz yang cantik. Tak hanya itu, Anda juga akan diajak mengunjungi Arequipa, sebuah kota yang dikelilingi oleh tiga gunung berapi dimana di dalamnya dihiasi oleh bangunan yang terbuat dari silar, sejenis batu berwarna putih hasil letusan gunung berapi. Maka tidak heran jika kota ini dijuluki Kota Putih dan telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2000.

La Raya. Sumber: cnn

Baca juga: Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur di Indonesia

Perjalanan akan berlanjut menuju La Raya, puncak tertinggi dari perjalanan ini. Lanskap pegunungan hijau dengan ketinggian 14.000 di atas permukaan laut ini bisa saja diterpa badai dan salju jika Anda datang tidak tepat pada waktu yang di sarankan. Meninggalkan keindahan La Raya, kereta akan terus bergerak ke sebelah utara sejauh 100 mil, melewati reruntuhan Inca Raqchi yang jarang dikunjungi dan menyusuri Sungai Urubamba dengan latar belakang ladang jagung dan kuinoa ungu yang subur, sebelum akhirnya sampai di Cusco.

Machu Picchu. Sumber: cnn

Cusco sendiri merupakan sebuah kota di Andes Peru, pernah menjadi Ibu Kota Kekaisaran Inca, dan sekarang dikenal sebagai tempat peninggalan arkeologi dan arsitektur kolonial Spanyol. Selain itu, Cusco juga dikenal sebagai gerbang menuju Machu Picchu, sebuah benteng Inca yang terletak tinggi di Pegunungan Andes di Peru, di atas lembah Sungai Urubamba.

Sumber: belmondcdn

Untuk moda yang digunakan, Belmond Andean Explorer mencomot sebuah kereta yang merupakan hasil transplantasi dari bekas kereta mewah di Australia, dikirim lalu mengalami renovasi besar-besaran sehingga kembali laik digunakan sebagai kereta tidur. Belmond Andean Explorer memiliki 24 gerbong yang terdiri dari perpustakaan dengan berbagai koleksi mengenai sejarah, budaya, dan keindahan alam Peru. Terdapat juga toko souvenir yang menjajakan berbagai oleh-oleh dan kerajinan tangan khas tempat-tempat yang dituju selama perjalanan. Akan menjadi sebuah perjalanan yang tidak akan terlupakan jika Anda berkesempatan untuk berwisata menggunakan Belmond Andean Explorer.

Kasus Bayi Lahir dalam Penerbangan Internasional, Bagaimana Status Warga Negaranya?

Pertanyaan dalam judul artikel ini berkaitan dengan konsep “ius soli” (hak tanah) dalam hukum kewarganegaraan. Ius soli adalah prinsip hukum yang menyatakan bahwa seseorang memiliki hak untuk mendapatkan kewarganegaraan dari negara tempat mereka lahir. Namun, penerapan ius soli bisa bervariasi tergantung pada yurisdiksi hukum negara yang bersangkutan.

Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

Dari forum quora.com, dalam konteks lahir di atas pesawat, ada istilah “jus soli aeris” yang mengacu pada hak kewarganegaraan yang diberikan kepada individu yang lahir di atas pesawat yang berada dalam wilayah udara suatu negara. Namun, peraturan tentang ius soli aeris juga berbeda-beda antara negara-negara.

Sebagai contoh, dalam hukum Amerika Serikat, prinsip ius soli diterapkan secara luas. Seorang bayi yang lahir di pesawat yang sedang berada dalam wilayah udara AS akan dianggap sebagai warga negara AS. Namun, ini tidak berlaku jika pesawat tersebut hanya berada di wilayah udara internasional tanpa melewati wilayah udara negara manapun.

Di sisi lain, beberapa negara mungkin memiliki batasan atau persyaratan tambahan terkait dengan pemberian kewarganegaraan berdasarkan lahir di pesawat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami peraturan khusus dari negara yang bersangkutan untuk mengetahui status kewarganegaraan seorang bayi yang lahir di atas pesawat.

Dalam kasus di mana bayi lahir di perairan internasional atau di wilayah tanpa hak teritorial, pendaftaran kewarganegaraan pesawat mungkin ikut berperan. Semua pesawat diberi kewarganegaraan negara tempat mereka terdaftar, di mana pun lepas landas dan mendarat. Namun, aturan ini, yang berakar pada Konvensi PBB tentang Convention on the Reduction of Statelessness agreement, hanya berlaku jika anak itu dinyatakan tidak berkewarganegaraan.

Terlepas dari kerangka hukum yang rumit, kelahiran di tengah penerbangan sangat jarang terjadi. Sebagian besar maskapai memiliki peraturan yang melarang wanita hamil untuk terbang selama trimester ketiga, membuat kelahiran dalam penerbangan menjadi tidak biasa, meskipun beberapa tidak memiliki batasan tersebut.

Beberapa maskapai bahkan melacak jumlah bayi yang lahir dalam penerbangan mereka karena kelangkaannya. Meskipun hanya sekitar 75 kelahiran dalam penerbangan yang tercatat selama abad terakhir dalam sejarah penerbangan, masalah penentuan kewarganegaraan bayi tersebut tetap relevan, karena hal itu kadang-kadang terjadi.

Selama September 2021, misalnya, seorang penumpang yang berasal dari Maroko melahirkan seorang anak saat berada di dalam penerbangan Turkish Airlines yang sedang dalam perjalanan antara Istanbul dan Chicago. Pada Juli 2019 sebelumnya, kelahiran kembali terjadi dalam penerbangan dari Doha ke Beirut. Penerbangan ini harus dialihkan ke Kuwait untuk memastikan perhatian medis segera bagi ibu dan bayi baru lahir. Selain itu, di tengah upaya evakuasi AS dari Afghanistan pada tahun 2021, seorang pengungsi Afghanistan melahirkan di atas pesawat angkut militer C-17 Globemaster.

Dalam kasus di atas, kewarganegaraan untuk bayi tetap menjadi milik orang tua. Bayi yang dilahirkan dengan angkutan C-17 yang berangkat dari Kabul, misalnya, memiliki kewarganegaraan Afghanistan, seperti halnya orang tuanya.

Baca juga: Super Tega! Wanita Malagasi Melahirkan dan Membuang Bayi di Toilet Pesawat

Hal tersebut karena kelahiran tidak terjadi di tanah AS, serta karena Departemen Luar Negeri AS tidak menganggap pesawat yang terdaftar di AS sebagai perpanjangan wilayah AS. Oleh karena itu, seorang anak yang lahir di pesawat semacam itu saat berada di luar wilayah udara AS tidak memperoleh kewarganegaraan AS hanya berdasarkan tempat lahir.