Selain Jadi Stasiun Paling Ramah Lingkungan, Amsterdam Centraal adalah Landmark Wisata Bersejarah Tinggi

Setelah pada tulisan sebelumnya dikupas tentang status Amsterdam Centraal sebagai stasiun kereta paling ramah lingkungan, menarik juga untuk dicermati bahwa Amsterdam Centraal punya sejarah panjang dan menjadi salah satu landmark arsitektur dari kota Amsterdam.

Baca juga: Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan

Stasiun Amsterdam Centraal dibangun antara tahun 1881 dan 1889. Stasiun ini dirancang oleh arsitek P.J.H. Cuypers, yang menciptakan desain arsitektur Neogotik yang khas dengan fasad yang megah berikut sentuhan artistik yang menampilkan patung dan ornamen yang indah.

Sejak dibuka pada tahun 1889, stasiun Amsterdam Centraal telah menjadi pusat transportasi penting di Amsterdam dan Belanda. Stasiun ini menghubungkan kereta api antarkota, kota, dan internasional, serta berfungsi sebagai hub bagi berbagai layanan transportasi seperti kereta, tram, dan bus.

Selama abad ke-20, stasiun ini mengalami berbagai perluasan dan pembaruan untuk mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas penumpang dan memodernisasi fasilitas. Meskipun beberapa perubahan dilakukan untuk memenuhi tuntutan transportasi modern, sebagian besar elemen arsitektur asli tetap dipertahankan.

Pada tahun 1996, stasiun Amsterdam Centraal menjalani program restorasi besar-besaran untuk memulihkan keindahan asli dan detail arsitekturnya. Restorasi ini termasuk membersihkan patung-patung, mengembalikan cat orisinal, dan merestorasi fitur-fitur bersejarah lainnya.

Stasiun ini terus mengalami berbagai pembaruan dan pengembangan untuk menjawab tuntutan lalu lintas dan memberikan fasilitas yang lebih modern bagi penumpang. Ini termasuk perluasan untuk peningkatan kapasitas, penggunaan teknologi energi terbarukan, dan penggunaan fasilitas berkelanjutan lainnya.

Bangunan di stasiun ini tak pelak menjadi tujuan wisata yang populer bagi pengunjung yang tertarik dengan keindahan arsitektur dan sejarahnya.

Stasiun Amsterdam Centraal saat ini memiliki total 15 peron yang digunakan untuk berbagai layanan kereta api. Peron ini digunakan untuk mengakomodasi lalu lintas kereta antarkota, kota, dan internasional yang melalui stasiun ini. Jumlah peron ini mencerminkan pentingnya stasiun Amsterdam Centraal sebagai pusat transportasi utama di Amsterdam dan juga sebagai hub bagi banyak layanan kereta api.

Baca juga: Inilah Splashtours, Bus Amfibi Ikonik yang Hanya Ada di Rotterdam dan Amsterdam Belanda 

Amsterdam Centraal adalah salah satu stasiun kereta tersibuk di Eropa. Meskipun bukan stasiun kereta tersibuk pertama di Eropa, stasiun ini memiliki lalu lintas penumpang yang signifikan dan merupakan salah satu stasiun utama di Eropa.

Terapkan 10 Poin, Amsterdam Centraal Jadi Stasiun Kereta Paling Ramah Lingkungan

Bila Bandara Changi di Singapura didapuk sebagai bandara paling ramah lingkungan di dunia, maka pertanyaan selanjutnya adalah untuk fasilitas yang menyangkut kereta api, yakni dimanakah stasiun kereta paling ramah lingkungan? Penilaian mengenai “yang paling hijau dan ramah lingkungan” dapat bervariasi tergantung pada kriteria yang digunakan dan perkembangan terbaru di industri terkait. Namun, untuk stasiun kereta, maka akan merujuk pada stasiun tua yang ada di Amsterdam, Belanda.

Baca juga: Operator Kereta di Inggris Gandeng Sukarelawan Hadirkan Air Ramah Lingkungan di Stasiun

Menurut versi railtripping.com, Stasiun kereta Amsterdam Centraal di Belanda, adalah salah satu contoh stasiun yang paling ramah lingkungan. Stasiun ini telah direnovasi dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi.

Pusat perbelanjaan di dalam stasiun menggunakan sistem pemanas yang ramah lingkungan, atapnya dilengkapi dengan panel surya, dan penggunaan energi di stasiun dikelola dengan baik. Selain itu, stasiun ini memiliki infrastruktur untuk menyimpan sepeda dan fasilitas pengisian mobil listrik.

Stasiun Amsterdam Centraal telah mengambil langkah-langkah untuk menjadi lebih ramah lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Renovasi dan upaya keberlanjutan di stasiun ini dimulai pada awal tahun 2000-an dan terus berlanjut. Fasilitas yang menunjang ramah lingkungan di stasiun Amsterdam Centraal mencakup beberapa elemen, seperti:

1. Energi Terbarukan: Penggunaan sumber energi terbarukan seperti panel surya atau turbin angin untuk menghasilkan listrik yang digunakan di stasiun.

2. Sistem Penerangan Efisien: Penggunaan penerangan LED atau teknologi penerangan lainnya yang lebih efisien dan hemat energi.

3. Pengelolaan Limbah: Sistem pengelolaan limbah yang efisien, termasuk pengolahan limbah organik, daur ulang, dan pengurangan limbah plastik.

4. Sistem Pemanas dan Pendingin Efisien: Penggunaan sistem pemanas dan pendingin yang lebih efisien dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.

5. Fasilitas Pengisian Kendaraan Listrik: Penyediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik di stasiun untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.

6. Penanaman Vegetasi: Penggunaan elemen-elemen hijau seperti taman, tanaman, dan atap hijau untuk membantu menyaring udara dan meningkatkan lingkungan di sekitar stasiun.

7. Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan: Penggunaan bahan bangunan dan furnitur yang ramah lingkungan dan memiliki dampak karbon yang lebih rendah.

8. Dukungan Bersepeda: Penyediaan fasilitas parkir sepeda yang aman, program penyewaan sepeda, dan dukungan untuk mobilitas bersepeda.

9. Penghematan Air: Penggunaan teknologi dan praktik yang mengurangi penggunaan air di stasiun, termasuk sistem pengumpulan dan penggunaan ulang air hujan.

Baca juga: Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking

10. Penggunaan Teknologi Digital: Penggunaan teknologi digital untuk mengelola operasi stasiun secara efisien, mengurangi konsumsi kertas, dan mendukung transaksi tanpa kontak fisik.

Gangguan LRT Jabodebek di Hari ke-3 Beroperasi, KAI: Tanggung Jawab INKA dan Adhi Karya

Gangguan operasional terjadi di hari ke-3 sejak LRT Jabodebek pertama kali diresmikan Presiden Jokowi Senin lalu. Kereta LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas beberapa kali tiba-tiba berhenti mendadak dan mati listrik.

Baca juga: Daftar 18 Stasiun LRT Jabodebek Terintegrasi Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Sampai Angkot

Kondisi itu diperparah dengan kereta dalam kondisi penuh sesak dan AC mati. Sudah begitu jendela di bagian tengah kereta tidak bisa dibuka secara manual kecuali jendela di bagian ujung kereta saja.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan, gangguan pada operasional LRT hari ini terjadi akibat adanya masalah pada pintu kereta.

Saat ini, kereta yang bermasalah tersebut sudah dikirim kembali ke Dipo untuk dilakukan inspeksi oleh tim INKA dan KAI. Keterlibatan tim INKA pada gangguan hari ini karena tanggung jawab sarana, dalam hal ini kereta, masih dipegang oleh BUMN yang berbasis di Madiun tersebut.

“Hari ini ada gangguan pintu pada kereta LRT sehingga berdampak pada perjalanan kereta lainnya,” jelasnya lewat pesan singkat, Rabu (30/8/2023).

“Saat ini kereta yang mengalami gangguan sudah kami pindahkan ke Dipo untuk dilakukan evaluasi oleh tim INKA dan KAI apa penyebab gangguan, perawatan sarana LRT hingga saat ini masih di bawah tanggungjawab INKA, sehingga kami mengkoordinasikan penanganan sarana tersebut dengan tim INKA,” tambahnya.

Selain gangguan pada pintu kereta LRT, lanjut Kuswadoyo, gangguan perjalanan LRT rute Jati Mulya – Dukuh Atas hari ini juga disebabkan oleh matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik Stasiun Halim, yang notabene masih berada di bawah tanggung jawab Adhi Karya.

“Kemudian  gangguan lain yang terjadi di Halim dimana terjadi matinya aliran listrik yang disebabkan gangguan TPSS listrik, sehingga mengakibatkan gangguan operasional LRT. Saat ini kereta sudah berjalan normal dan kami sudah berkoordinasi,” ujarnya.

“Koordinasi dengan semua stakeholder terus kami lakukan agar operasional LRT Jabodebek bisa berjalan dengan baik. Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi pada perjalanan LRT hari ini dan mengakibatkan kekurang nyamanan bagi penggunajasa LRT Jabodebek,” tutupnya.

Sebelumnya, LRT Jabodebek rute Jati Mulya – Dukuh Atas tercatat tiga kali berhenti mendadak dan dua kali mati listrik, termasuk mati listrik saat tiba di Stasiun Halim. Gangguan dilaporkan terjadi di lebih dari satu rangkaian kereta, meskipun hal itu dibantah oleh pihak LRT dimana gangguan hanya terjadi di satu rangkaian/trainset.

Saat ini LRT Jabodebek mengoperasikan sebanyak 12 trainset/rangkaian kereta dan 158 perjalanan setiap harinya dengan tarif promo yang diberlakukan hingga akhir September 2023 sebesar Rp5.000 flat di seluruh lintas pelayanan.

Baca juga: Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

LRT Jabodebek beroperasi mulai pukul 05.00 sampai 20.00 dengan jam keberangkatannya paling awal dari:

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 05:00

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 05:58

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 05:09

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 05:09

Sementara itu keberangkatan terakhir LRT Jabodebek saat ini dari:

Dukuh Atas ke Jati Mulya pukul 18:58

Jati Mulya ke Dukuh Atas pukul 18:00

Harjamukti ke Dukuh Atas pukul 17:49

Dukuh Atas ke Harjamukti pukul 17:49

Perjalanan LRT Jabodebek saat ini memiliki jarak waktu kedatangan antar kereta mencapai 20 menit hal tersebut dikarenakan frekuensi dan trainset yang dioperasikan masih terbatas mengikuti Grafik Perjalanan Kereta yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Meski Legendaris, DC-10 Terkenal dengan Segudang Masalah, Inilah 10 Insiden Teratas yang Fatal

Meski tak ada yang meragukan betapa legendarisnya pesawat triple jet Douglas DC-10, namun, satu fakta yang tak bisa dikesampingkan, bahwa pesawat produksi McDonnell Douglas itu kerap mengalami insiden. Mulai dari insiden ringan hingga fatal yang menyebabkan korban jiwa, telah mewarnai debut DC-10.

Baca juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10

Disarikan dari forum quora.com, disebutkan ada beberapa masalah yang terkait dengan insiden pada DC-10. Beberapa di antaranya terkait dengan masalah pada pintu kargo belakang, kemudian ada yang disebabkan kegagalan sistem hidrolik. Lebih serius, tinjauan pada sebgain besar DC-10 mengungkapkan adanya retakan di tiang pemasangan mesin.

Namun, juga ada sejumlah masalah lain dengan DC-10 yang tidak semuanya menyebabkan crash. Dan berikut 10 insiden fenomenal dan fatal yang menyebabkan korban jiwa pada DC-10:

1. 3 November 1973; DC-10 National Airlines: di atas New Mexico, AS: Pesawat mengalami kerusakan yang tidak terkendali pada salah satu mesin pada sayap. Sepotong mesin menabrak badan pesawat dan memecahkan kaca jendela penumpang. Salah satu dari 116 penumpang tersedot keluar dari pesawat selama dekompresi cepat. Jenazah penumpang tidak ditemukan.

2. 3 Maret 1974; DC-10 Turkish Airlines DC10; lokasi dekat Paris, Perancis: Pesawat tersebut merupakan penerbangan internasional terjadwal Paris – London. Selama pesawat mendaki, pintu kargo belakang yang tidak ditutup dengan benar meledak. Dekompresi kabin menyebabkan kerusakan pada lantai kabin utama dan beberapa kabel kontrol di area tersebut. Awak tidak dapat mengendalikan pesawat dan pesawat jatuh. Semua 333 penumpang dan 12 awak tewas.

3. 1 Maret 1978; DC-10 Continental Airlines; lokasi di Los Angeles, California: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Los Angeles ke Honolulu. Para kru membatalkan lepas landas karena ban pecah dan tidak dapat mencegah pesawat keluar dari landasan. Pesawat terbakar setelah berhenti, dan penumpang serta awak dievakuasi. Semua 14 anggota awak selamat, tetapi dua dari 186 penumpang tewas.

4. 25 Mei 1979; DC-10 American Airlines; lokasi di Chicago, AS: Pesawat sedang dalam penerbangan domestik terjadwal dari Chicago ke Los Angeles. Selama proses take-off, mesin kiri dan pylon terpisah dari sayap, merusak beberapa saluran hidrolik secara bersamaan.

Awak pesawat melanjutkan lepas landas, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh pemisahan mesin menyebabkan pencabutan tanpa perintah dari beberapa permukaan kontrol penerbangan di sayap kiri serta hilangnya sistem peringatan yang terkait dengan permukaan kontrol tersebut. Pesawat berguling ke kiri, kehilangan ketinggian, dan jatuh tak lama setelah lepas landas. Semua 258 penumpang dan 13 awak tewas. Dua orang di darat dilaporkan juga tewas.

5. 31 Oktober 1979; DC-10 Western Airlines; lokasi Mexico City, Meksiko: Para kru secara tidak sengaja mendarat di landasan tertutup yang sejajar dengan landasan aktif. Pesawat menabrak kendaraan besar dan jatuh. Sembilan dari 11 anggota awak dan 63 dari 77 penumpang tewas.

6. 28 November 1979; DC-10 Air New Zealand; lokasi dekat Gunung Erebus, Antartika: Pesawat sedang dalam penerbangan wisata dari Selandia Baru ke Antartika. Karena kesalahan navigasi, kru menerbangkan pesawat ke gunung selama whiteout conditions. Semua 237 penumpang dan 20 awak tewas.

7. 23 Januari 1982; DC-10 World Airways; lokasi di Boston, AS: Pesawat mendarat di landasan yang dingin dan tidak bisa berhenti sebelum meninggalkan landasan. Pesawat berhenti sebagian di saluran air. Bagian dari badan pesawat pecah dan berada di dalam air. Dua dari 198 penumpang tewas.

8. 13 September 1982; DC-10 Spantax; lokasi di Malaga, Spanyol: Para kru gagal lepas landas dan tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. 48 dari 393 penumpang tewas.

9. 13 Juni 1996; DC-10 Garuda Indonesia; lokasi di Fukuoka, Jepang: Pesawat sedang dalam penerbangan internasional terjadwal dari Fukuoka ke Bali. Awak pesawat membatalkan lepas landas setelah mesin kanan (nomor tiga) mengalami kegagalan. Para kru tidak dapat menghentikan pesawat di landasan. Pesawat berhenti sekitar 2.000 yard di luar landasan pacu setelah melewati pagar dan parit.

(Foto: Shutterstock)

Roda pendarat dan mesin yang dipasang di sayap terpisah dari pesawat, badan pesawat pecah menjadi beberapa bagian, dan pesawat terbakar. Tiga dari 260 penumpang tewas, dan beberapa lusin penumpang lainnya terluka.

Baca juga: Menjawab Penasaran, Ini Sebab Mesin Belakang Douglas DC-10 Terkesan Lebih Besar Dibanding Mesin di Bawah Sayap

10. 21 Desember 1999; DC-10-30 Cubana; lokasi di Guatemala City, Guatemala: Pesawat menabrak landasan pacu yang basah dan berhenti di lingkungan perumahan yang berdekatan dengan bandara. Delapan dari 18 anggota awak dan sembilan dari 296 penumpang tewas. Sembilan orang di lingkungan perumahan juga tewas.

Daftar 18 Stasiun LRT Jabodebek Terintegrasi Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Sampai Angkot

LRT Jabodebek sudah diresmikan Presiden Jokowi pada Senin (28/8/2023). Moda ini melayani dua lintas, yaitu Harjamukti – Dukuh Atas PP dan Dukuh Atas – Jati Mulya PP, melewati 18 stasiun yang seluruhnya terintegrasi dengan moda lainnya, mulai dari Transjakarta-Mikrotrans, KRL, MRT Jakarta, KCJB, KA Bandara, Bus AKAP, Transpatriot, sampai angkutan kota (Angkot).

Baca juga: Transjakarta Operasikan Dua Rute Pengumpan Mikrotrans Terintegrasi LRT Jabodebek, Lengkapi 11 Halte Terintegrasi LRT Jabodebek

Sejak diresmikan dan beroperasi secara komersial, tarif LRT Jabodebek tarif flat sebesar Rp5.000,- untuk seluruh lintas pelayanan. Tarif Promo ini mulai diberlakukan sejak LRT Jabodebek diresmikan sampai dengan akhir bulan September 2023.

“Tarif promo ini kami berikan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78, serta untuk memperkenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat. Melalui pemberian tarif promo ini, diharapkan akan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada Minggu (27/08) di Jakarta.

Adita menjelaskan, selain tarif flat Rp5.000, skema selanjutnya yang disiapkan yaitu pengenaan tarif maksimal Rp20.000,- untuk jarak terjauh dan di bawah Rp20.000,- untuk selain jarak terjauh. Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024.

Lebih lanjut Adita menjelaskan, pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema Kewajiban Pelayanan Publik/Public Service Obligation (PSO). “Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp66 miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ucap Adita.

Setelah tak lagi promo, tarif LRT Jabodebek setelah disubsidi atau tarif yang dibayar penumpang sebesar Rp23.900 (PSO sebesar 36%) untuk rute Stasiun Dukuh Atas – Jatimulya  sepanjang ± 28 km. Rute Stasiun Dukuh Atas – Harjamukti sepanjang ± 25 km sebesar Rp21.800 (PSO sebesar 34%). Selanjutnya, untuk rute Stasiun Harjamukti – Jatimulya sepanjang ± 33 km sebesar Rp27.400.

Beberapa rute dengan tarif bersubsidi lainnya diantaranya yaitu, Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Cawang sepanjang ± 10 km (tarif Rp11.300,-), Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Halim sepanjang ± 13 km (tarif Rp13.400,-), Stasiun Harjamukti – Stasiun Cawang sepanjang ± 15 km (tarif Rp14.800,-), Stasiun Harjamukti – Stasiun Halim sepanjang ± 19 km (tarif Rp17.600,-), Stasiun Jatimulya – Stasiun Cawang sepanjang ± 18 km (tarif Rp16.900,-), Stasiun Jatimulya – Stasiun Halim sepanjang ± 15 km (tarif Rp14.800,-), dan Stasiun Cawang – Stasiun Halim sepanjang ± 4 km (tarif Rp7.100,-).

Baca juga: Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

Masing-masing stasiun LRT Jabodebek atau total 18 Stasiun LRT sudah terintegrasi dengan moda lainnya. Berikut daftarnya.

  1. Stasiun Harjamukti terkoneksi dengan Jaklinko/Mikrotrans.
  2. Stasiun Ciracas terkoneksi dengan Jaklinko/Mikrotrans.
  3. Stasiun Kampung Rambutan terkoneksi dengan Transjakarta BRT, Jaklinko/Mikrotrans, Minitrans, dan Bus AKAP.
  4. Stasiun TMII terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Jaklinko/Mikrotrans.
  5. Stasiun Dukuh atas terkoneksi dengan Commuterline, MRT Jakarta, Transjakarta BRT, dan KA Bandara.
  6. Stasiun Setia Budi terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  7. Stasiun Rasuna Said terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  8. Stasiun Kuningan terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  9. Stasiun Pancoran terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  10. Stasiun Ciliwung terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  11. Stasiun Cawang terkoneksi dengan Transjakarta BRT.
  12. Stasiun Cikoko terkoneksi dengan Transjakarta BRT dan Commuterline.
  13. Stasiun Jati Mulya terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
  14. Stasiun Bekasi Barat terkoneksi dengan Transpatriot dan Angkutan kota.
  15. Stasiun Cikunir 1 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  16. Stasiun Cikunir 2 terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  17. Stasiun Jatibening Baru terkoneksi dengan Angkutan Kota.
  18. Stasiun Halim terkoneksi dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Transjakarta BRT.

Naik Kereta Lintas Negara, Dimanakah Pemeriksaan Imigrasi Dilakukan?

Meski hal ini tidak ada di Indonesia, namun jaringan kereta lintas negara dapat Anda jumpai di luar negeri, sebut saja antara Malaysia dan Singapura, dan yang lebih besar adalah jaringan kereta antara negara-negara di Eropa, termasuk Inggris. Nah, yang menjadi pertanyaan, bagaimana sistem pemeriksaan imigrasi pada kereta lintas negara? Apakah kereta akan berhenti di perbatasan untuk dilakukan pengecekan paspor atau visa pada penumpang?

Baca juga: Bikin Bete, Inilah Sebab Antrean Pengecekan Imigrasi Sampai Mengular

Dikutip dari forum quora.com, disebutkan pemeriksaan imigrasi pada perlintasan kereta antar negara dapat bervariasi tergantung pada negara, perjanjian antar negara, dan kebijakan setiap stasiun perlintasan. Dahulu pada era perang dingin, di Eropa pemeriksaan imigrasi pada perlintasan kereta antar negara umumnya dilakukan di stasiun kereta yang berada di perbatasan antara dua negara. Stasiun-stasiun ini biasanya memiliki fasilitas imigrasi khusus yang didesain untuk memeriksa dan memproses penumpang yang melewati perbatasan.

Di beberapa perbatasan, terdapat stasiun khusus yang disebut stasiun perbatasan atau stasiun imigrasi yang berfungsi untuk melakukan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai.

Namun, pada masa kini, proses pemeriksaan imigrasi biasanya dilakukan sebelum penumpang naik kereta atau setelah kereta tiba di stasiun di negara tujuan. Beberapa stasiun perbatasan memiliki fasilitas imigrasi di kedua sisi perbatasan, sehingga pemeriksaan bisa dilakukan sebelum dan setelah perlintasan.

Seperti pada kereta Singapura-Malaysia, melibatkan pemeriksaan imigrasi di kedua sisi perbatasan. Penumpang akan diperiksa di stasiun Woodlands di Singapura dan di stasiun perbatasan di Malaysia. Anda harus memastikan memiliki dokumen identifikasi dan izin yang sah untuk perjalanan lintas negara.

Kemudian antara Malaysia-Thailand, perjalanan dimulai dari stasiun Butterworth di Malaysia (dekat Penang), menggunakan layanan Keretapi Ekspres Antarabangsa hingga mencapai perbatasan di Padang Besar.

Di Padang Besar, penumpang akan melewati pemeriksaan imigrasi dan bea cukai Malaysia. Setelah itu, penumpang akan melakukan perjalanan melintasi perbatasan Thailand ke stasiun Hat Yai di Thailand. Di stasiun Hat Yai, penumpang akan melewati pemeriksaan imigrasi dan bea cukai Thailand.

Baca juga: Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Sementara itu, kereta internasional antara Belfast (Inggris) dan Dublin (Irlandia) tidak berhenti di perlintasan perbatasan. Sebab, terdapat perjanjian internasional mengenai pengaturan lintas batas antara pemerintah Irlandia dan Inggris. Kebanyakan kereta api yang melintasi perbatasan antar negara-negara Eropa di kawasan Schengen juga tidak berhenti – namun jika berhenti, hal itu akan terjadi karena pergantian awak atau lokomotif.

Kereta internasional Eurostar beroperasi nonstop antara London dan Paris, dengan pemeriksaan imigrasi dan bea cukai dilakukan di stasiun sebelum atau sesudah naik.

Serambi Temu Dukuh Atas Dibuka, Penumpang LRT Jabodebek Bisa Lanjut Naik KRL-MRTJ-KA Bandara

Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) atau Serambi Temu Dukuh Atas sudah dibuka bersamaan dengan peresmian LRT Jabodebek, Senin (28/8/2023). Artinya, Stasiun Dukuh Atas LRT Jabodebek sudah terintegrasi dengan KRL, MRT Jakarta, dan KA Bandara, serta Transjakarta. Dengan begitu, penumpang LRT Jabodebek dapat transit dan melanjutkan perjalanan ke moda lainnya. Begitu juga sebaliknya.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Dua Rute Pengumpan Mikrotrans Terintegrasi LRT Jabodebek, Lengkapi 11 Halte Terintegrasi LRT Jabodebek

Serambi Temu Dukuh Atas sendiri berbentuk jembatan sepanjang 265 meter yang akan menhubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas dan Stasiun Commuterline Sudirman.

Penumpang LRT Jabodebek yang ingin berpindah moda transportasi dari Commuter Line bisa menggunakan fasilitas ini dengan waktu tempuh dari ujung ke ujung sekitar 5-10 menit.

Begitu sampai di Stasiun Dukuh Atas, bisa langsung turun dari peron ke lantai dua untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Utara menuju Serambi Temu Dukuh Atas, setelah sebelumnya melakukan tap out dari Stasiun LRT Dukuh Atas.

Penumpang nantinya akan sampai di pintu C1 Stasiun Sudirman. Perlu diketahui, pintu tersebut tidak bisa langsung menuju atau dari Jl. Kendal. Di ujung pintu C1 ini, penumpang diharuskan melakukan tap in terlebih dahulu. Setelahnya, bisa langsung naik KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line.

Bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dari LRT Jabodebek ke MRT Jakarta atau KA Bandara Soekarno-Hatta, setelah tap in di Stasiun Sudirman, bisa langsung ke arah Barat menuju terowongan Kendal dan melakukan tap out.

Setelahnya, penumpang melewati terowongan Kendal dan masuk ke area Stasiun Dukuh Atas MRT Jakarta atau melanjutkan ke arah barat menuju Stasiun Sudirman Baru atau Stasiun BNI City.

Selain Stasiun Dukuh Atas, ada lagi beberapa Stasiun LRT Jabodebek lainnya yang terintegrasi dengan banyak moda. Berikut daftarnya.

1) Stasiun LRT Harjamukti terintegrasi dengan Halte Transjakarta Cibubur Junction dimana tersedia moda angkutan Transjakarta Reguler, Transjabodetabek, Royaltrans, Mikrotrans, Angkutan Perkotaan (Angkot) Depok, dan Angkot KWK.

2) Stasiun LRT Ciracas terintegrasi dengan moda angkutan Mikrotrans dan Angkot KWK.

3) Stasiun LRT Kampung Rambutan terintegrasi langsung dengan Transjakarta Reguler, Transjabodetabek, Mikrotrans, Angkutan Perkotaan (Angkot) Bekasi, dan Angkot KWK.

4) Stasiun LRT Taman Mini terintegrasi dengan Halte Transjakarta Garuda Taman Mini dimana tersedia moda angkutan Transjakarta Reguler, Royaltrans, Mikrotrans, Angkutan Perkotaan (Angkot) Bekasi, dan Angkot KWK.

5) Stasiun LRT Cawang terintegrasi dengan Halte Transjakarta BNN dimana tersedia moda angkutan Transjakarta Reguler dan Transjabodetabek.

6) Stasiun LRT Ciliwung terintegrasi dengan Halte Transjakarta Cawang Ciliwung dimana tersedia moda angkutan Transjakarta Reguler.

Baca juga: LRT Jabodebek Resmi Beroperasi Secara Komersial, Tarif Flat Jauh-Dekat Rp5 Ribu

7) Stasiun LRT Cikoko terintegrasi dengan Halte Transjakarta Cawang Ciliwung dan Stasiun KRL Cawang dimana tersedia moda angkutan Transjakarta Reguler dan KRL Commuter Line.

8) Stasiun LRT Dukuh Atas terintegrasi dengan Halte Transjakarta Dukuh Atas II dan Stasiun KRL Sudirman, di kawasan yang sama ada juga Stasiun MRT Dukuh Atas hingga Stasiun KA Bandara BNI City.

Jangkau 60.000 Rumah, Supermarket Walmart Luncurkan Drone Delivery di Texas

Walmart, supermarket papan atas asal Negeri Paman Sam yang sempat hadir di Indonesia pada tahun 1995-1997, dikabarkan akan meluncurkan drone delivery “Wing” di dua lokasi supermarket di Negara Bagian Texas pada akhir tahun 2023.

Baca juga: Swiss Manfaatkan Drone Untuk Antar Sampel Laboratorium

Dikutip dari techcrunch.com (27/8/2023), layanan pengiriman menggunakan drone akan tersedia di dua toko di wilayah metropolitan Dallas-Fort Worth. Secara total, layanan pengiriman barang via drone ini akan menjangkau 60.000 rumah. Supermarket Walmart di Frisco, Texas, akan segera bergabung dengan program ini. Nantinya, layanan tersebut akan diluncurkan di pusat perbelanjaan lain.

Layanan pengiriman menggunakan drone akan tersedia bagi pembeli dalam radius sekitar 9 kilometer. Drone Wing menjanjikan pengiriman 30 menit antara pukul 10:30 dan 18:30 waktu setempat. Drone tersebut dapat membawa berbagai macam barang, termasuk bahan makanan dan obat-obatan yang dijual bebas.

Baca juga: YAPE, Robot Pengirim Barang Dengan Teknologi Pemindai Wajah

Drone tersebut memiliki kecepatan sekitar 100 kilometer per jam. Wing telah diuji coba untuk mengangkut barang-barang halus seperti telur ayam tanpa masalah.

Lima Maskapai Ini Kondang Untuk Rute Perintis di Indonesia

Penerbangan perintis, sampai saat ini masih banyak terdapat di Indonesia, ini karena letak geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau dan daerah yang berbukit-bukit. Penerbangan perintis sendiri sebuah kegiatan angkutan dalam negeri yang melayani dan menghubungkan daerah terpencil, tertinggal hingga yang belum terjangkau oleh moda transportasi lain serta secara komersial belum menguntungkan. Biasanya penerbangan perintis ini memiliki landasan pacu yang belum beraspal ataupun landasan darurat seadanya.

Baca juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua

Mungkin Anda berpikir bagaimana cara pesawat bisa sampai ke daerah-daerah tersebut dan adakah maskapai yang mampu melalui penerbangan perintis di Indoneisa? Ternyata ada beberapa maskapai yang mampu melayani penerbangan perintis di Indonesia, salah satunya dalah milik Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti. Dulu, sebelum kejatuhannya tahun 2014 lalu, Merpati Airlines menjadi salah satu maskapai yang melayani penerbangan perintis. Dengan pesawat kecil Merpati mampu melayani rute-rute penerbangan yang tidak bisa dilalui oleh pesawat besar.
10431493_10204620140692189_2152447063334607799_n maxresdefaultBerikut maskapai-maskapai yang mampu melayani penerbangan perintis di Indonesia.

Susi Air
Maskapai milik menteri Susi Pudjiastuti ini, melayani ruter perintis Jakarta, Medan, Balikpapan, Kendari, Bandung, ilacap dan Sentani (Papua). Awalnya Susi Air ini berfokus pada bisnis ekspedisi hasil laut. Namun setelah namanya terkenal karena mendarat di Aceh pasca tsunami tahun 2004 lalu Susi Air akhirnya juga membuka penerbangan perintis. Selain itu, maskapai ini juga melayani jasa carter dengan armada pesawat premium Piaggio Avanti.

Nam Air
Masakapai baru anak perusahaan Sriwijaya Air ini, dulunya adalah sekolah penerbangan. Seiring berjalannya waktu, sekolah penerbangan ini menjadi sebuah nama maskapai baru yang melayani rute-rute sekunder atau perintis sejak Februari 2014 lalu. rute perintis yang dilayanai Nam Air menuju kawasan timur yakni Maumere, Kupang dan Waingapau dengan pesawat jenis Boeing 737-500.
kegata-dogiyai-tabloid-jubiWings Air
Sejak akhir tahun 2015, Wings Air menegaskan statusnyaa sebagai operator ART terbesar dengan koleksi total 60 unit pesawat. Wings Air, anak perusahaan Lion Air ini, menapaki rute perintis sejak awal berdiri. Berikut rute penerbangan perintis yang dilayani Wings Air yakni Silangit, Solo, Luwu, Berau dan Selayar.

Garuda Indonesia Airlines
Garuda juga memiliki pesawat perints bernama Explore, maskapai ini melayani rute menuju Bima, Lombok, Labuan Bajo, Luwuk, Mamuju, Ende dan Jember. Tak hanya itu, belum lama ini, Garuda bekerjasama dengan Pelita Air untuk rute-rute perintis yang belum ada di Garuda. Jenis pesawat yang digunakan adalah ATR 72–600 dan Bombardier CRJ1000.

Aviastar
Berdiri diatas naungan PT Aviastar Mandiri, merupakan maskapai yang menayani rute penerbangan di Indonesia Tengah dan Timur. Tak hanya penerbangan penumpang, Aviastar juga memberikan pelayanan untuk kargo khususnya ke penerbangan Kalimantan dan Papua. Saat ini, Aviastar memiliki 10 rute penerbangan yakni Jakarta, Lampung, Balikpapan, Palangkaraya, Samarinda, Makassar, Nabire, Tana Toraja, Datah Dawai dan Banjarmasin.

Baca juga: N-219 Nurtanio, Digadang Sebagai Jawara Penerbangan Perintis di Papua

Trigana Air
Trigana Air juga dikenal melayani rute-rute penerbangan perintis dari dan ke wilayah-wilayah Indonesia Timur, terutama daerah Papua. Saat ini Trigana Air menggunakan pesawat jenis propeller ATR-42/72 dan pesawat jet Boeing 737-200. Beberapa rute andalannya adalah Jayapura – Wamena, Jayapura – Nabire, dan Jakarta – Pangkalan Bun. Di awal berdirinya pada tahun 1991, Trigana Air sempat mengoperasikan pesawat Beechcraft B200C King Air yang dikenal handal untuk penerbangan perintis.

Transjakarta Operasikan Dua Rute Pengumpan Mikrotrans Terintegrasi LRT Jabodebek, Lengkapi 11 Halte Terintegrasi LRT Jabodebek

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengoperasjkan dua layanan Mikrotrans dengan rute Jambore Cibubur – Pasar Rebo (JAK73) dan Pasar Rebo – Taman Wiladatika (JAK28). Kedua rute tersebut efektif melayani masyarakat mulai hari ini, Senin (28/8). Kedua rute tersebut menjadi moda pengumpan LRT Jabodebek dan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 – 22.00 WIB.

Baca juga: Tuntas Direvitalisasi, 4 Halte Transjakarta yang Terintegrasi KRL dan LRT Jabodebek Mulai Beroperasi

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Wibowo mengatakan pengoperasian kedua rute Mikrotrans menghubungkan masyarakat dengan LRT Jabodebek. “Dua rute Mikrotrans baik JAK28 dan JAK73 menjadi moda pengumpan masyarakat untuk ke LRT Jabodetabek ataupun kembali ke titik awal sehingga berpindah antar moda transportasi umum menjadi mudah, aman dan nyaman,” katanya di Jakarta, Senin (28/8).

Transjakarta menyediakan total 62 armada yang dapat dinikmati pelanggan unntuk kedua rute Mikrotrans. Kedua rute tersebut juga melengkapi layanan Transjakarta dengan moda LRT Jabodebek yang terintegrasi. Halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek sebagai berikut:

1) Halte Garuda Taman Mini terhubung dengan Stasiun LRT Jabodebek Taman Mini untuk koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), rute 9C (Pinang Ranti – Polda), rute 9N (Pinang Ranti – Cawang Soetoyo), dan rute 7D (TMII – Tegal Parang).

2) Halte Kampung Rambutan terhubung dengan Stasiun LRT Kampung Rambutan untuk koridor 7 (Kp. Rambutan – Kp. Melayu), rute 7A (Kp. Rambutan – Lebak Bulus), rute 7B (Kp. Rambutan – Blok M), rute 7F (Kp. Rambutan – Juanda via Cempaka Putih), dan rute 10D (Tanjung Priok – Kp. Rambutan).

3) Halte BNN terhubung dengan Stasiun LRT BNN (Cawang) untuk koridor 7 (Kp. Rambutan – Kp. Melayu), koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), rute 5C (PGC 2 – Juanda), rute 5D (PGC 1 – Ancol), rute 7D (TMII – Tegal Parang), rute 9A (PGC1 – Latumeten), dan rute 9C (Pinang Ranti – Polda).

4) Halte Cawang Ciliwung terhubung dengan Stasiun LRT Ciliwung untuk koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), rute 7D (TMII – Tegal Parang), rute 9A (PGC1 – Latumeten), dan rute 9C (Pinang Ranti – Polda).

5) Halte Cawang Cikoko terhubung dengan Stasiun LRT Cikoko untuk koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), rute 7D (TMII – Tegal Parang), rute 9A (PGC1 – Latumeten), dan rute 9C (Pinang Ranti – Polda).

6) Halte Pancoran Barat terhubung dengan Stasiun LRT Pancoran untuk koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit), rute 9A (PGC1 – Latumeten), rute 9C (Pinang Ranti – Polda), rute 9H (Blok M- Universitas Indonesia), rute 5N (Ragunan – Kp. Melayu), dan rute 13C (Puribeta – Dukuh Atas 1).

7) Halte Departemen Kesehatan terhubung dengan Stasiun LRT Kuningan untuk rute 6C (St. Tebet – Departemen Kesehatan), rute 6P (Cibubur – Kuningan), dan rute B14 (Bekasi Barat – Kuningan).

8) Halte GOR Soemantri terhubung dengan Stasiun LRT Rasuna Said untuk koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas 2), rute 6A (Ragunan – M.H. Thamrin via Kuningan), rute 6H (Lebak Bulus – Senen), rute 6M (Blok M- St. Manggarai), rute 13E (Puribeta 2 – Latuharhari), dan rute 4D (Pulogadung 2 – Kuningan).

9) Halte Setiabudi Utara terhubung dengan Stasiun LRT Setia Budi untuk koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas 2), rute 6A (Ragunan – M.H. Thamrin via Kuningan), rute 6H (Lebak Bulus – Senen), rute 6M (Blok M- St. Manggarai), rute 13E (Puribeta 2 – Latuharhari), dan rute 4D (Pulogadung 2 – Kuningan).

10) Halte Dukuh Atas 2 terhubung dengan Stasiun LRT Dukuh Atas untuk koridor 4 (Pulogadung 2 – Dukuh Atas 2), koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas 2), koridor 1 (Blok M – Kota), rute 6Q (Dukuh Atas – Casablanca via Epicentrum Raya), rute 6B (Ragunan M.H. Thamrin via Semanggi), rute 13C (Puribeta – Dukuh Atas 1), rute 4C (TU gas – Polda Metro Jaya), dan rute 1B (St. Palmerah – Tosari).

Baca juga: Stasiun Matraman Siap Beroperasi Mulai Kamis, Terintegrasi Transjakarta

11) Stasiun LRT Ciracas terintegrasi dengan layanan Mikrotrans JAK.72 (Kampung Rambutan – Pasar Rebo dan JAK.38 (Bulak Ringin – Kp. Rambutan) yang melewati Jln. Asem Pengantin Ali.

Integrasi antarmoda ini tentunya semakin memudahkan masyarakat yang akan transit dan diharapkan dengan kemudahan ini akan mendorong kebiasaan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik “Berbagai jenis moda transportasi terintegrasi sehingga terjadi efisiensi ketika orang bepergian,” ungkapnya.